Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
940 research outputs found
Sort by
Sikap Mahasiswa Pjkr Stkip Pgri Pacitan Terhadap Profesi Guru Pendidikan Jasmani
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap mahasiswa PJKR STKIPPGRI Pacitan terhadap profesi guru pendidikan jasmani.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan metodesurvey, sedangkan teknik pengembilan data menggunakan angket. Populasi dalampenelitian ini melibatkan 84 mahasiswa PJKR STKIP PGRI Pacitan. Uji validitasinstrumen menggunakan rumus product moment dan uji reliabilitas instrumenmenggunakan rumus Alpha Cronbach, dan memperoleh koefisien reliabilitassebesar 0,877. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif yangdituangkan dalam bentuk persentase yang terbagi menjadi 5 kategori sesuaidengan kategori yang sudah ditentukan, yaitu kategori sangat positif, positif,cukup positif, kurang positif, dan sangat kurang positif.Hasil penelitian adalah sebagai berikut 7 (8,3%) mahasiswa menyatakansangat positif, 33 (39,3%) mahasiswa menyatakan positif, 41 (48,8%) mahasiswamenyatakan cukup positif, 1 (1,2%) mahasiswa menyatakan kurang positif, 2(2,4%) mahasiswa menyatakan kurang positif. Dapat disimpulkan bahwa sikapmahasiswa PJKR STKIP PGRI Pacitan terhadap profesi guru pendidikan jasmanisecara keseluruhan pada kategori cukup positif
Analisis Validitas Konstruk, Konvergen, dan Diskriminan dari Instrument Well-Being
The purpose of this study is to validate the Well-Being (WB) measurement instrument using confirmatory factor analysis. Instrument validation aims to ensure that the items are able to accurately reflect the WB to be measured. The instrument used in this study is an instrument developed by Riff, with a total of 42 questions covering 6 aspects of WB. A quantitative descriptive approach was used in this study, involving 284 PGSD STKIP PGRI Pacitan students as respondents. Instrument validity was evaluated using confirmatory factor analysis. Three types of validity were calculated, namely construct, convergent, and discriminant validity. The results of the analysis show that construct validity is met with an RMSEA value of 0.78 and a GFI of 0.908, by issuing 18 questions because it has a low factor loading. Furthermore, convergent validity shows that two aspects, namely Positive Relations and Environmental Mastery, have an AVE value of less than 0.5. Finally, discriminant validity is met with no indication of multicollinearity in the questions used. From these results it can be concluded that the WB instrument that can be used consists of 24 questions, with each aspect consisting of 4 items.
Tujuan dari studi ini yaitu untuk melakukan memvalidasi instrumen pengukuran Well-Being (WB) menggunakan analisis factor konfimatori. Validasi instrumen bertujuan untuk memastikan bahwa butir-butir yang ada mampu secara akurat mencerminkan WB yang hendak diukur. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrument yang dikembangkan oleh Riff, dengan total 42 pertanyaan yang mencakup 6 aspek WB. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, melibatkan 284 mahasiswa PGSD STKIP PGRI Pacitan sebagai responden. Validitas instrumen dievaluasi menggunakan analisis faktor konfirmatori. Tiga jenis validitas dihitung, yaitu validitas konstruk, konvergen, dan diskriminan. Hasil analisis menunjukkan bahwa validitas konstruk terpenuhi dengan nilai RMSEA sebesar 0.78 dan GFI sebesar 0.908, dengan mengeluarkan 18 pertanyaan karena memiliki faktor loading yang rendah. Selanjutnya, validitas konvergen menunjukkan bahwa dua aspek, yaitu Hubungan Positif dan Penguasaan Lingkungan, memiliki nilai AVE kurang dari 0.5. Terakhir, validitas diskriminan terpenuhi dengan tidak adanya indikasi multikolinieritas pada pertanyaan-pertanyaan yang digunakan. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa instrumen WB yang dapat digunakan terdiri dari 24 pertanyaan, dengan masing-masing aspek terdiri dari 4 butir.
 
Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Pkn Melalui Pembelajaran Kooperatif Stad Materi Menampilkan Peran Serta Dalam Usaha Pembelaan Negara Pada Siswa Kelas Ix-A Smp Negeri 5 Ngrayun Ponorogo
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar PKn dengan pembelajaran kooperatif STAD pada materi menampilkan Peran Serta Dalam Usaha Pembelaan Negara bagi siswa kelas IX-A SMP Negeri 5 Ngrayun Kabupaten Ponorogo tahun pelajaran 2020/2021. Kegiatan pembelajaran kooperatif Model STAD menekankan berbagai ciri pengajaran langsung, yaitu siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk berlatih dan belajar PKn yang telah dikenali oleh Guru. Sering materi ini didasarkan pada buku teks PKn. Oleh karena itu, model STAD ini dapat membantu Guru dan siswa untuk lebih menemukan hasil belajar yang bermakna. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IX-A SMPN 5 Ngrayun Kabupaten Ponorogo, khususnya kelas IX-A sebanyak 29 siswa, sehingga memungkinkan peneliti dapat memberikan perhatian pada seluruh siswa pada waktu melaksanakan kegiatan belajar mengajar bersama dengan seorang kolabolator. Subyek penelitian adalah siswa kelas IX-A SMPN 5 Ngrayun Kab. Ponorogo. Waktu yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah pada bulan Januari sampai dengan Maret 2021 pada tahun ajaran 2020/2021.Hasil analisis yang siklus I saling ketergantungan positif siswa kurang, interaksi tatap muka kurang, pertanggung jawaban individu kurang, keterampilan berinteraksi antar individu dan kelompok kurang, keefektifan proses kelompok kurang. Pada siklus II saling ketergantungan positif siswa baik, interaksi tatap muka baik, pertanggung jawaban individu baik, keterampilan berinteraksi antar individu dan kelompok baik, keefektifan proses kelompok baik. Selanjutnya dikatakan meningkat dibuktikan dengan hasil tes pada siklus I dengan rata-rata 66,37 hasil tes pada siklus II dengan rata-rata 80,34
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Kontekstual Berbasis Masalah Materi Luas Lingkaran Siswa Kelas Viii B Smp N 3 Punung Pacitan
Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi dasar menghitung LuasLingkaran dengan menggunakan model pembelajaran Kontekstual berbasis pemecahan masalah bagisiswa kelas VIII SMP Negeri 3 Punung. Strategi dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui2 siklus dan pada setiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.Pemilihan model pembelajaran Kontekstual berbasis pemecahan masalah disesuaikan dengan materiserta minat dan kondisi real yang ada di sekolah mengingat rendahnya hasil belajar siswa terutama padamateri tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan dua siklus.Hasil menunjukkan adanya peningkatan hasil yang dicapai siswa dalam menguasai materi menghitungluas lingkaran yang diberikan. Peningkatan penguasaan materi ini terlihat dari ketuntasan belajar siswayang pada siklus I sebanyak 51,71% dan siklus 2 mencapai 90%. Prosentase ketuntasan belajar siswaselama pemberian tindakan menunjukkan peningkatan. Penerapan model pembelajaran kontekstualberbasis pemecahan masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII B di SMP Negeri 3Punung Pacitan
Konsepsi Mahasiswa Pendidikan Matematika Terhadap Mata Kuliah Metode Numerik
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsepsi mahasiswa pendidikan matematika terhadapmata kuliah metode numerik. Konsepsi dalam hal ini dibedakan menjadi tiga yakni memahami konsep,tidak memahami konsep dan miskonsepsi. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatifdengan metode studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikanmatematika STKIP PGRI Pacitan. Teknik yang digunakan dalam pengambilan subjek adalahpurposive sampling. Sumber data diperoleh dari hasil tes diagnostik kesalahan yang disertai skorCertainly of Response Index (CRI) dan wawancara mendalam. Validasi data dilakukan dengantriangulasi teknik. Analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman. Hasil penelitianini diperoleh sebagai berikut: 1). konsepsi mahasiswa terhadap sistem persamaan linear utamanya padametode eliminasi Gaus-Jordan menunjukkan bahwa 86% mahasiswa tidak memahami konsep, 14%memahami konsep dan tidak ada mahasiswa yang mengalami miskonsepsi; 2). konsepsi mahasiswaterhadap integrasi numerik menunjukkan bahwa 32% mahasiswa tidak memahami konsep, 68%memahami konsep dan tidak ada mahasiswa yang mengalami miskonsepsi; 3). konsepsi mahasiswaterhadap differensiasi numerik menunjukkan bahwa 45% mahasiswa tidak memahami konsep, 55%memahami konsep dan tidak ada mahasiswa yang mengalami miskonsepsi
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Bilangan Berpangkat Dan Bentuk Akar Melalui Model Pembelajaran Cooperative Script Siswa Kelas Ixb Smp Negeri 1 Punung Pacitan
Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah sampai saat ini banyak anggapan siswabahwa mata pelajaran matematika merupakan mata pelajaran yang dianggap tidak mudah dimengertidan sukar dipahami. Banyak siswa yang tidak tertarik dan tidak berminat belajar matematika. Untukitu perlu usaha untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dan hendaknya siswa perlu kita pacu padapeningkatan aktivitas dan partisipasi siswaPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa pada matematikamateri Bilangan berpangkat dan bentuk akar menggunakan pendekatan kolaborasi siswa kelas IXBsemester ganjil tahun pelajaran 2019/2020.Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IXB SMP Negeri 1 Punung yang terdiri dari 29 siswa.Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan,pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi hasil belajarsiswa yang diambil dari hasil tes pada setiap siklus, kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaranyang diambil dari lembar observasi guru. Sedangkan aktivitas siswa dalam pembelajaran diambil darilembar observasi siswa.Hasil penelitian pada siklus I dan siklus II diperoleh jumlah siswa yang mendapat nilai lebih dari atausama dengan KKM = 68 pada siklus I ada 21 siswa dengan persentase 72,4% dan pada siklus II ada 25siswa dengan persentase 86,2%. Sedangkan hasil observasi keaktifan siswa dengan rata-rata skor padasiklus I sebesar 70 dan pada siklus II diperoleh 86,9. Hasil pengamatan untuk guru pada siklus I skorrata-rata 83,15 dan 88,95 pada siklus II.Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan pendekatan kolaborasi atauKolaborasi pada kegiatan belajar mengajar matematika materi Bilangan berpangkat dan bentuk akarsiswa kelas IXB SMP Negeri 1 Punung Tahun Pelajaran 2019/2020 dapat ditingkatkan. Hal ini dapatdibuktikan dari hasil tes siswa rata- rata nilainya cukup baik. Agar dapat mencapai hasil yang optimaldalam pencapaian tujuan pembelajaran, guru harus mempertimbangkan kemampuan peserta didik danfasilitas belajar apa yang diperluka
Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Nambered Heads Together (Nht) Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar Matematika Kaidah Pencacahan Siswa Kelas Xii Mipa-2 Sman 1 Ngadirojo
Observasi awal yang dilakukan menunjukkan adanya permasalahan pembelajaran matematika di SMAN 1 Ngadirojo antara lain masih adanya kecenderungan kegiatan pembelajaran yang berpusat pada guru(teacher centered) dan rendahnya hasil belajar matematika siswa. Berdasarkan kondisi tersebut perluadanya peningkatan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Pembelajaran kooperatif tipe NamberedHeads Together (NHT) merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode Numbered Heads Together (NHT) dapatmeningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika kaidah pencacahan siswa kelas XII MIPA-2SMA Negeri 1 Ngadirojo Tahun Pelajaran 2022/2023.Adapun jenis penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK ini dilaksanakan di Kelas XIIMIPA-2 tahun Pelajaran 2022/2023 di SMA N 1 Ngadirojo dengan jumlah siswa 36 orang. Pelaksanaantindakan terbagi menjadi dua siklus. Lembar observasi motivasi digunakan untuk mengetahui motivasibelajar siswa dan tes esai terstruktur digunakan untuk mengukur hasil belajar kognitif.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa dari 83,3% pada siklusI menjadi 91% pada siklus II dengan kriteria sangat baik. Sedangkan hasil belajar siswa ketuntasanklasikal meningkat 6% dari 83% menjadi 89%, dan peningkatan rata-rata kelas sebesar 4,65 dari 81,00menjadi 85,65. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipeNHT yang digunakan peneliti, dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Adapun langkahlangkah yang dilakukan oleh peneliti adalah Numbering (Penomoran), Questioning (PengajuanPertanyaan), Heads Together (Berpikir Bersama) dan Answering (Menjawab).Saran yang dapat disampaikan berdasarkan hasil penelitian adalah: (1) mengelola waktu dengan cermatagar pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan yang direncanakan terutama pada tahap berpikir bersamadan menjawab. (2) memberikan pemahaman kepada siswa tentang aturan pembelajaran NHT agar dapatmelaksanakan tugas sesuai perannya dan sesuai waktu yang direncanakan. (3) membuat alat ukur untukmengetahui hasil belajar siswa pada masing-masing materi dengan tingkat kesulitan/kompleksitasyang sesuai dengan kemampuan anak. (4) menyiapkan perangkat dan sarana sebagai penunjang dalamkegiatan pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan lebih matang. (5) memberikan perangkat kegiatankepada siswa dengan mempertimbangkan jenis kegiatan dan jumlah siswa agar keterlibatan siswadalam kelompok merata
Dampak Pembelajaran Daring Terhadap Karakter Siswa di Smkn 2 Nawangan
Di era dewasa kini, belum ada kepastian kapan pandemi akan berakhir, sehingga pembelajaran daringdaring adalah kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi oleh seluruh masyarakat Indonesia. Pembelajarandaring selama pandemi memiliki dampak yang berimbas pada perkembangan karakter siswa khususnyadi SMKN 2 Nawangan. Dibalik setiap sisi positif suatu hal, pastilah tersimpan sisi negatif, atausetidaknya kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Meskipun secara formal kegiatan pendidikanmasih bisa dilakukan secara daring, karena siswa harus belajar di rumah, hal ini berkaitan denganpendidikan karakter selama masa pandemi, menjadi terabaikan.Pada penelitian ini, penulis bermaksud untuk menguraikan dampak positif dan negatif pembelajarandaring terhadap karakter siswa di SMKN 2 Nawangan. Metode penelitian menggunakan metode studikasus deskripsi kualitatif. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Objek kajianpenelitian ini adalah mengetahui dampak pembelajaran daring terhadap karakter siswa, sedangkan subjekkajiannya adalah siswa di SMKN 2 Nawangan. Apapun dampaknya, semestinya dapat diminimalisasiapabila adanya kerja sama antara guru, siswa dan orang tua dalam mendampingi kegiatan belajar diruma
Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Standar Kompetensi Mengenal Rasul-Rasul Allah Melalui Penerapan Metode Demonstrasi Pada Siswa Kelas V Sdn Ngadirejan
Kegiatan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peningkatan Prestasi Belajar PendidikanAgama Islam Standar Kompetensi Mengenal Rasul-rasul Allah SWT melalui penerapan MetodeDemonstrasi Pada Siswa Kelas V SDN Ngadirejan Kec. Pringkuku. Metode demonstrasi dalampengajaran dipakai untuk menggambarkan suatu cara mengajar yang pada umumnya penjelasan verbaldengan suatu kerja fisik atau pengoperasionalan peralatan barang atau benda. Kerja fisik itu telahdilakukan atau peralatan itu telah dicoba lebih dahulu sebelum didemonstrasikan. Orang yangmendemonstrasikan (guru, peserta didik, atau orang luar) mempertunjukkan sambil menjelaskantentang sesuatu yang didemonstrasikan.Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan penelitian untukmemperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini bertempat di SDN Ngadirejan Kec. Pringkuku.Waktu Kegiatan penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian atau saat penelitian inidilangsungkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2018semester genap 2017/2018. Untuk ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan secara klasikal.Berdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar mengajar kurikulum 1994, yaitu seorang siswa telah tuntasbelajar bila telah mencapai skor 70% atau nilai 70, dan kelas disebut tuntas belajar bila di kelastersebut terdapat 70% yang telah mencapai daya serap lebih dari atau sama dengan 70%.Hasil analisis prestasi belajar siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai ratarata sebesar 14,33 dalam tiap evaluasi yang dilakukan pada siswa untuk setiap siklus yang terusmengalami peningkatan. Ketuntasan siswa dalam belajar dengan peningkatan 26,66% hal inimenunjukkan aktivitas siswa dalam proses pembelajara
Eco-English Fun: Integrasi Bimbel Bahasa Inggris dan Edukasi Pilah Sampah pada Anak-Anak Desa Nawangan
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan (1) mengajarkan dan menumbuhkan minat belajar bahasa inggris ke anak-anak Desa Nawangan;(2) menumbuhkan kepedulian lingkungan melalui edukasi pilah sampah ke anak-anak Desa Nawangan; dan (3)membantu pelaksanaan pendidikan alternatif sebagai penunjang pembelajaran diluar sekolah formal di Desa Nawangan. Pengabdian yang berfokus pada isu pendidikan dan lingkungan ini dilatarbelakangi kelafaan bimbingan belajar anak-anak dan rendahnya kesadaran lingkungan di masyarakat. Sasaran kegiatan ini yakni anak-anak Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Dusun Kasihan dan Dusun Tempel. Kegiatan dilakukan 7 pertemuan dengan metodenya yaitu penyampain materi, game, ice breaking, kuis dan pengumpulan sampah. Berdasarkan hasil dan pembahasan, diperoleh kesimpulan bahwa kegiatan pengadian ini melalui 2 tahap, yaitu tahap observasi dan tahap pelaksanaan. Metode dalam kegiatan bimbel bahasa inggris ini dinilai efektif karena terbukti membuat sasaran merasa tertarik dan senang belajar bahasa inggris. Metode pengumpulan sampah menjadi media edukasi dan upaya pembentukan kebiasaan pilah sampah dari rumah