Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
940 research outputs found
Sort by
Tingkat Kesulitan Pembelajaran Pendidikan Jasmani: Studi Cross Sectional Pada Siswa SMPN 2 Pomala
This study aims to determine how high the level of learning difficulties of students at SMPN 2 Pomala in learning physical education. This study uses quantitative descriptive research using a survey method with a cross-sectional type. The population in this study were SMPN 2 Pomalaa students who had a total of 140 students from class VII to class IX. Sample withdrawal was carried out by means of Simple rendom sampling (drawing) So the sample in this study amounted to 30 students. The results showed that the level of difficulty in learning physical education in students of SMPN 2 Pomalaa showed that 2 students (6.7%) of students who had difficulty learning physical education in the very low category, 13 students (43.3%) in the low category, 15 students (50.0%) in the medium category, 0 students (0.0%) in the high category, and 0 students (0.0%) in the very high category. The results of this study are expected to be the basis for choosing a learning model that can overcome the level of physical education learning difficulties experienced by students.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat kesulitan belajar siswa di SMPN 2 Pomala dalam belajar pendidikan jasmani. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survei dengan jenis cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMPN 2 Pomalaa yang memiliki total siswa 140 dari kelas VII sampai kelas IX. Penarikan sampel dilakukan dengan cara Simple rendom sampling (pengundian) Jadi sampel pada penelitian ini berjumlah 30 siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kesulitan pembelajaran pendidikan jasmani pada siswa SMPN 2 Pomalaa menunjukan bahwa 2 siswa (6,7%) siswa yang mengalami kesulitan pembelajaran pendidikan jasmani pada kategori sangat rendah, 13 siswa (43,3%) pada kategori rendah, 15 siswa (50,0%) pada kategori sedang, 0 siswa (0,0%) pada kategori tinggi, dan 0 siswa (0,0%) pada kategori sangat tinggi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk memilih model pembelajaran yang dapat mengatasi tingkat kesulitan pembelajaran pendidikan jasmani yang dialami siswa
Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar IPA Melalui Permainan Bingo Pada Siswa Kelas Viii A SMPN 1 Kebonagung
Permasalahan utama dalam pendidikan adalah bagaimana upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan yang diwujudkan dalam bentuk sumber daya manusia yang berdaya saing, unggul dan menjadi potensi efektif pembangunan bangsa. Untuk kepentingan tersebut terobosan-terobosan dalam rangka memajukan dan mengembangkan pendidikan sangat penting terus dilakukan.Konstruktivisme mengajarkan bahwa belajar adalah pembangunan pemahaman atau pengetahuan (constructing understanding or knowlegle), yang dilakukan dengan cara mencocokkan fenomena, ide atau aktivitas yang baru dengan pengetahuan yang sudah ada dan sudah pernah dipelajari. Peranan guru juga tidak semata-mata hanya memberikan ceramah yang sifatnya teksbook (book oriented) kepada siswa, melainkan guru harus merangsang/memotivasi siswa agar mampu membangun pengetahuan dalam pikirannya.Terdapat anggapan sebagian siswa bahwa pelajaran IPA merupakan mata pelajaran yang mudah sehingga tidak perlu keseriusan siswa untuk mengusainya. Pembelajaran IPA di SMPN 1 Kebonagung menunjukkan kurangnya partisipasi siswa dalam belajar sehingga mutu hasil belajar kurang baik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pelaksanaan Permainan Bingo dalam pembelajaran IPA di Kelas VIII A SMPN 1 Kebonagung Semester 2 tahun Pelajaran 2019/2020 (2) Bagaimanakah Hasil pembelajaran dengan metode Permainan Bingo pada mata pelajaran IPA di Kelas VIII A SMPN 1 Kebonagung Semester 2 Tahun Pelajaran 2019/2020.Penelitian tindakan ini merupakan penelitian tindakan kelas eksperimen, dimana peneliti (guru) memberikan perlakuan (treatment) pada kelas tertentu dengan pembelajaran menggunakan metode Permainan Bingo yang dilaksanakan dalam 3 siklus, yaitu siklus pertama, siklus kedua dan siklus ketiga. Setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran dengan metode Permainan Bingo minat siswa pada mata pelajaran IPA meningkat. Pada siklus I siswa yang bercanda jumlahnya 7 siswa atau 30%, siswa yang memperhatikan pelajaran dengan baik 14 siswa atau 60 %, siswa yang dapat menjelaskan kepada teman 14 siswa atau 60 %, sedangkan siswa yang tidak dapat menjelaskan dengan baik kepada teman sebanyak 10 siswa atau 40%, kemudian siswa yang aktif dalam kegiatan kelompok 20 siswa atau 85%. Pada siklus II aktivitas belajar siswa meningkat secara lebih signifikan jika dibandingkan dengan siklus I. Siswa yang bercanda terdapat 3 orang atau 15%, siswa yang memperhatikan pelajaran dengan baik 19 orang atau 80 %. Sedangkan siswa yang dapat menjelaskan dengan baik kepada teman sebanyak 22 orang atau 90 %, Sedangkan siswa yang tidak dapat menjelaskan dengan baik kepada teman sebanyak 2 orang atau 10%. Kemudian siswa yang aktif dalam kegiatan kelompok 23 orang atau 95%Pada siklus III aktivitas belajar siswa meningkat secara lebih signifikan jika dibandingkan dengan suklus II. Siswa yang bercanda berjumlah 0 orang atau 0%, siswa yang memperhatikan pelajaran dengan baik 24 orang atau 100 %, siswa yang menjelaskan dengan baik kepada teman 23 orang atau 95 %. Sedangkan siswa yang tidak dapat menjelaskan dengan baik kepada teman sebanyak 1 orang atau 5%. Kemudian siswa yang aktif dalam kegiatan kelompok sebanyak 23 orang atau 95%
Penggunaan Metode Mind Map (Peta Pikiran) Dengan Alat Bantu Gambar Untuk Meningkatkan Keterampilan Menyusun Teks Deskripsi Siswa Kelas Vii B Smpn 2 Pacitan
Pembelajaran menyusun teks deskripsi secara tertulis pada siswa kelas VII B SMPN 2 Pacitan masihmengalami kendala.Siswa mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan kata yang tepat, menulistekssecara runtut, dan menulis paragraf yang kohesif. Oleh karena itu, peningkatan keterampilan menulisteks deskripsi perlu dilakukan dengan menggunakan metode mind map dengan alat bantu gambar.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan menyusun teks deskripsimenggunakan metode mind map (peta pikiran) dengan alat bantu gambar.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Instrumen yang digunakan adalahinstrumen tes dan nontes. Instrumen tes berupa tes keterampilan, sedangkan instrumen nontes berupapedoman wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis data kuantitatifdan kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan proses pembelajaran dari siklus I ke siklus II. Nilai aspekpengetahuan naik dari 64 menjadi 83,4. Aspek keterampilan dari 59,4 menjadi 82,5.Aspek kesulitansiswa dalam menyusun teks diskripsi turun dari 28 siswa menjadi 3 siswa pada akhir siklus II
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Seni Tari Melalui Model Pembelajaran Tutor Sebaya Pada Siswa Kelas Viiib Smp Negeri 1 Tegalombo
Penelitian ini bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIB SMPN 1 Tegalombo tahunpelajaran 2017-2018 melalui penerapan model pembelajaran Tutor Sebaya.Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang berlangsung dari Bulan Marer sampai denganMei 2017. Penelitian ini terdiri atas dua siklus, masing-masing dengan tahap perencanaan (planning),pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting).Yang terlibat dalamPenelitian Tindakan Kelas ini adalah peneliti, kolaborator, dan subjek penelitian yakni siswa kelas VIIIBSMPN 1 Tegalombo tahun pelajaran 2017-2018. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalahobservasi, tes unjuk kerja, catatan lapangan, kuesioner, dan dokumentasi. Untuk menguji validitas datadilakukan dengan perpanjangan pengamatan, dan triangulasi metode dan sumber. Teknis analisis yangdigunakan adalah analisis kritis dan analisis deskriptif komparatif. Data kualitatif dianalisis denganteknik analisis kritis, sedangkan data yang berupa tes,data kuantitatif, dianalisis secara deskriptifkomparatif, yakni membandingkan skor tes antarsiklus dengan kriteria keberhasilan tindakan.Hasil penelitian ini menunjukkan sebagai berikut.Rata-rata nilai siswa adalah 53,43 di kondisi prasiklus, 68,28 di siklus I, 83,85 di siklus II. Kriteria keberhasilan penelitian ini adalah apabila minimal85% siswa mencapai nilai KKM yaitu 78. Data ketuntasan belajar klasikal secara berturut-turut adalah25,71% di kondisi pra siklus, 40% pada siklus I, dan pada siklus II 91,43%. Data-data di atas ditafsirkandengan rentang kualitatif menunjukkan kategori mulai berkembang pada kondisi prasiklus, berkembangsesuai harapan di kondisi siklus I,berkembang sangat baik di siklus II. Berdasarkan data-data di atasdapat ditunjukkan bahwa penerapan model Tutor Sebaya dapat meningkatkan prestasi belajar senitaribagi siswa kelas VIIIB SMPN 1 Tegalombo Tahun Pelajaran 2017-2018
Peningkatan Hasil Belajar Fisika Dan Keterampilan Proses Sains Dengan Menggunakan Project Based Learning Di Sman Ngadirojo
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) meningkatkan hasil belajar fisika dan keterampilan proses sains pesertadidik kelas X IPA 3 SMAN 1 Ngadirojo dengan menggunakan model pembelajaran PjBL 2) mengetahuiproses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran PjBL sehingga dapat meningkatkanhasil belajar fisika dan keterampilan proses sains. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakankelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan 4 tahap, yaitu: tahap perencanaan (planning),pelaksanaan tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection). Instrumenpenelitian divalidasi oleh ahli dan guru fisika. Data dianalisis dengan metode kualitatif dan kuantitatif.Hasil penelitian adalah 1) penerapan model pembelajaran PjBL pada materi pokok usaha dan energidapat meningkatkan hasil belajar fisika dan keterampilan proses sains siswa kelas X IPA 3 SMAN 1Ngadirojo. 2) proses pembelajaran dengan menggunakan PjBL melalui langkah-langkah yang terdiridari: pertanyaan essensial, perencanaan, menyusun jadwal, pengawasan, penilaian, dan evaluasi
Pendampingan Simulasi Math Playground sebagai Teknologi Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika
Pemanfaatan teknologi pembelajaran sebagai progam peningkatkan kemampuan kecakapan teknologi yang sudah dicanangkan bersamaan dengan program kampus mengajar dimana dilaksanakan di SMP Negeri 3 Guntur. Tujuan dari pengabdian ini untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa di SMP Negeri 3 Guntur yang mana masih rendah. Kegiatan ini mencakup beberapa tahap, yaitu pengenalan program kepada sekolah, sosialisasi program kepada siswa, implementasi program kepada siswa, dan penilaian terhadap kemampuan literasi matematis siswa. Metode yang diimplementasikan adalah deskriptif kualitatif dengan observasi. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi matematis siswa setelah menggunakan teknologi pembelajaran dan Math Playground. Sebanyak 80% siswa dapat menerima materi dengan baik dan dapat menyelesaiakn soal yang memuat infikator literasi matematis dengan sangat baik. Di sisi lain, siswa mendapatkan dampak dalam bidang teknologi pembelajaran, yaitu siswa dapat menggunakan dan mengoperasikan teknologi pembelajaran yang terkhusus gawai dan laptop, yang mana hal ini selaras dengan program yang telah dicanangkan oleh pemerintah dalam kegiatan kampus mengajar
Bias Gender on Language Learning: An Exploration on Gender Based Ability of Learning English as Foreign Language of The Secondary School Students
The diversity in the process of learning language is wonderful, especially the diversity between males and female student on their understanding in learning English as foreign language which is relate to their language learning competence. In this case the language learning abilities are biased by gender which affected their learning output. Hypothetically, there must be relations between the gender identity and learning ability toward English learning output. To verify the hypothesis, the authors begin with the formulation of collective data collection that collected from the student`s English written text products from the secondary school which targeted high school students, then the data will be analyzed with systemic functional linguistics and feminist stylistics approach to understand the gender bias on the texts construction and to investigating the structural choice of language. The data analysis also elaborates with language learning theory to support the evidence and to verify the hypothesis. This research is designed for the development of language learning especially in English as foreign language. The development is addressed the future researchers and language teachers to develop the theory and to arrange the language learning strategies for better future of language education
Pendidikan dan Perkembangan Masyarakat
Abstrak Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk bisa berproses dan berinteraksi didunia luar dengan semua masyarakat sekitarnya. Pendidikan menjadi salah satu bekal terpenting dimasa depan. Oleh karena itu, perkembangan pendidikan di masyarakat sangat berperan penting danperlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan pendidikan yangberada di lingkup masyarakat. Metode analisis yang digunakandalam penelitian ini yaitu metodependekatan kualitatif yaitu penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis.Proses dan makna lebih ditonjolkan dalampenelitiankualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagaipemandu agar fokus penelitian sesuai denganfakta di lapangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkanbahwa Masyarakat desa tidakmengartikan suatu pendidikan dalam cakupan arti yang luas.Perkembangan pendidikandi lingkup masyarakat masih tergolong rendah dikarenakan beberapa faktorinternal daneksternal. Faktor internal berupa rendahnya minat atau kemauan anak untuk sekolah,sekolahdianggap tidak menarik dan ketidakmampuan dalam mengikuti pelajaran. Sedangkan, faktoreksternal yaitu ekonomi keluarga dan kurangnya perhatian keluarga. Serta segala pendidikanyangberada di lingkungan masyarakat atau dapat disebut non-formal masih kurang diminati dan kurangnyaperhatian pemerintah dalam perkembangan pendidikan di masyarakat
Interlanguage as An Oral Communication Strategy Used by The First Graders of The English Education Study Program of STKIP PGRI Pacitan
This study describes the communication strategies in English used by first-level students of the English Education Study Program at STKIP PGRI Pacitan which can be seen in their interlanguage production. The research data is in the form of interlanguge which they produce when performing oral communication. Data collection techniques are elicitation and documentation. Data were analyzed qualitatively. The results of the study show that there are three main types of communication strategies used by learners, namely: over-generalization, first language transfer, and simplification. This strategy is intended by students to maintain that communication using English as the target language can continue with the limitations of their language skills. The implication of this research is that mistakes are an inevitable process in the process of learning a foreign language, so it needs to be addressed positively. Appropriate training needs to be provided to learners so that they better understand the differences between the target language and their mother tongue so as to help them develop their interlanguage system
Pembelajaran Ips Berbasis Kearifan Lokal Di Smp Negeri 3 Nawangan Kabupaten Pacitan
Untuk mewujudkan pembelajaran yang kontekstual, seorang guru harus mampumengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajarannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuipembelajaran IPS berbasis kearifan lokal, penanaman nilai kearifan lokal dalam pembelajaran IPS danmenganalisa kendala yang dihadapi dalam pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal di SMP Negeri 3Nawangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1)Pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal menekankan pada potensi dan kemampuan memanfaatkankearifan lokal yang berkembang di lingkungan masyarakat sekitar. Tahapan perencanaan, pelaksanaandan evaluasi didasarkan pada kearifan lokal yaitu seni tari Kethek Ogleng Pacitan (2) Penanaman nilaikearifan lokal dalam pembelajaran IPS meliputi nilai etika, nilai sosial dan nilai religius. Selain itupenanaman nilai dilakukan dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis budaya sekolah. (3)Kendala yang dihadapi dalam pembelajaran IPS berupa kendala eksternal dan internal