Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
    940 research outputs found

    Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Media Sumber Belajar Melalui Kelompok Kerja Guru

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan guru dalam memanfaatkanlingkungan sekolah dengan menggunakan metode diskusi Kelompok Kerja Guru. Penelitian inimenggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empattahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan evaluasi/refleksi. Sasaran penelitian ini adalahguru SMP Negeri 4 Arjosari Satu Atap tahun pelajaran 2022/2023. Data yang diperoleh berupa aktivitasguru dalam diskusi kelompok kerja guru. Rancangan pembelajaran (RPP) dan aktivitas pembelajarandengan menggunakan rancangan pembelajaran yang sebelumnya telah disusun dalam diskusi gurutersebut. Dari hasil analisis diperoleh bahwa pada siklus I, ada peningkatan kemampuan guru dalammemanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Dari 8 orang guru yang terlibat, 5 orangguru sudah mendapat skor dengan kategori “baik” sedangkan 3 orang guru dengan kategori “cukup”.Pada siklus II yang hasilnya secara umum ada peningkatan ke arah yang lebih baik yaitu 75% gurusudah mendapatkan kategori baik dengan skor rata-rata 80-89

    Membangun Kreativitas Anak melalui Kegiatan Pembuatan Hasta Karya Bersama

    No full text
    Kreativitas menjadi salah satu kemampuan penting yang dibutuhkan pada era saat ini. Melalui kreativitas akan dihasilkan ide, gagasan, dan inovasi yang terbarukan, sehingga pengembangan kreativitas sangat diperlukan sejak usia dini. Realitanya, pada anak-anak usia sekolah dasar di lingkungan Dusun Bandung (meliputi Dusun Bandung Kidul, Bandung Wetan, dan Bandung Kulon), Desa Pagerejo, kreativitas yang dimiliki anak masih belum dioptimalkan dengan baik. Permasalahan lainnya yang ada yaitu belum terdapat upaya pemanfaatan sampah menjadi barang yang lebih bermanfaat. Berangkat dari permasalahan tersebut, mengadakan kegiatan belajar bersama membuat hasta karya menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah membangun kreativitas anak untuk memanfaatkan benda-benda tidak terpakai disekitarnya menjadi bernilai guna bahkan bernilai estetika dan mengisi waktu luang anak dengan kegiatan yang bermanfaat. Kegiatan ini bertempat di Dusun Bandung Kulon, Desa Pagerejo, Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan. Peserta dari kegiatan ini sebanyak 10 orang anak usia sekolah dasar dari lingkungan Dusun Bandung. Waktu pelaksanaan kegiatan adalah pada tanggal 26-27 Februari 2023. Tahap kegiatan meliputi, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Proses pelaksanaan meliputi penyampaian maksud dan tujuan kegiatan, kemudian pembuatan hasta karya bersama. Metode yang digunakan adalah dengan praktik langsung. Kegiatan yang dilaksanakan mendapat respon yang positif dan sambutan yang antusias dari anak-anak. Hasil yang dicapai atau output dari kegiatan ini adalah anak-anak di lingkungan Dusun Bandung mampu membuat hasta karya yang menarik berupa tempat pensil karakter dengan memanfaatkan botol plastik bekas dan kertas cover

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP MOTIVASI DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATERI POLA BILANGAN

    No full text
    This research aims to determine the effect of the guided inquiry learning model on students\u27 learning motivation and students\u27 problem solving abilities on number pattern material for class 8 B students at MTs Miftahul Ulum Assimachi. The method used is a qualitative descriptive research method. This research was conducted at MTs Miftahul Ulum Assimachi, Grati District, Pasuruan Regency, with 28 students in class 8B for the 2023/2024 academic year. The guided inquiry learning model has a significant influence on the problem-solving abilities and learning motivation of class 8B students at MTs Miftahul Ulum Assimachi. This is shown by the average score obtained and the level of student activity increasing during learning with the guided inquiry model.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap motivasi belajar siswa dan kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi pola bilangan siswa kelas 8 B MTs Miftahul Ulum Assimachi. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di MTs Miftahul Ulum Assimachi Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan yang dilakukan kepada siswa kelas 8B tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 28 siswa. Model pembelajaran inkuiri terbimbing memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan memecahkan masalah dan motivasi belajar siswa kelas 8B MTs Miftahul Ulum Assimachi. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata nilai yang diperoleh dan tingkat keaktifan siswa meningkat selama pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing

    Efektivitas Penggunaan APE Kincir Pintar Terhadap Kemampuan Mengenal Huruf Vokal Di TK Aisyah Kota Tangerang

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan APE kincir pintar dibandingkan dengan APE magic bag terhadap kemampuan mengenal huruf vokal anak. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen. Dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 5 – 6 tahun di TK Aisyah Kota Tangerang dengan jumlah sampel berjumlah 20 siswa. Cara pengambilan sampel dengan Non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan instrumen soal tes yang berbentuk kuesioner yang terdiri dari 14 pertanyaan. Berdasarkan hasil uji hipotesis kemampuan mengenal huruf vokal anak usia dini pada taraf signifikan = 0,05 pada pada pretes diperoleh t_hitung=-0,829 dan t_tabel= 2,100, maka dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Sedangkan untuk postes diperoleh  t_hitung= 2,775 dan t_tabel= 2,100 sehingga t_hitung> t_tabel, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kemudian dari perhitungan rata-rata N-gain pada kelas eksperimen pretes sebesar 28,9 dan postes sebesar 52,3 dengan N-gain skor sebesar 86,3% kategori tinggi, dan pada kelas kontrol pretes sebesar 28,1 dan postes sebesar 50,3 dengan N-gain skor 79,6% kategori tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan APE kincir pintar lebih efektif daripada penggunaan APE magic bag terhadap kemampuan mengenal huruf vokal di TK Aisyah Kota Tangerang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan APE kincir pintar dibandingkan dengan APE magic bag terhadap kemampuan mengenal huruf vokal anak. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen. Dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Objek populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 5 – 6 tahun di TK Aisyah Kota Tangerang yang berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan instrumen soal tes yang berbentuk kuesioner yang terdiri dari 14 pertanyaan. Berdasarkan hasil uji hipotesis kemampuan mengenal huruf vokal anak usia dini pada taraf signifikan = 0,05 pada pada pretes diperoleh t_hitung=-0,829 dan t_tabel= 2,100, maka dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Sedangkan untuk postes diperoleh t_hitung= 2,775 dan t_tabel= 2,100 sehingga t_hitung> t_tabel, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Kemudian dari perhitungan rata-rata N-gain pada kelas eksperimen pretes sebesar 28,9 dan postes sebesar 52,3 dengan N-gain skor sebesar 86,3% kategori tinggi, dan pada kelas kontrol pretes sebesar 28,1 dan postes sebesar 50, 3 dengan N-gain skor 79,6% kategori tinggi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan APE kincir pintar lebih efektif daripada penggunaan APE magic bag terhadap kemampuan mengenal huruf vokal di TK Aisyah Kota Tangeran

    Analisis Kesalahan dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Berdasarkan Newman’s Error Analysis Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa

    No full text
    This study aims to identify the type of student error using Newman\u27s Error Analysis based on the type of cognitive style of students in solving set problems. This type of qualitative research uses test research instruments, questionnaires and interviews. The subjects of the study were 12 students from grade VII SMPN 03 Sengah Temila. Based on their cognitive style, research subjects are categorized into 2, namely Field Dependent (FD) and Field Independent (FI). The results showed that students with the FI cognitive style tended to make processing errors and encoding errors. Students with FD cognitive style tend to commit transformation errors and encoding errors. Students with FD cognitive style tend to commit transformation errors, processing errors, and encoding errors. Students should be given story problems that vary in problem types more often so that students get used to changing story problems into appropriate mathematical models to minimize transformation errors. To reduce process errors, students are given various story problems in the form of real cases that can be translated into diagrams, teachers demonstrate directly how to draw diagrams according to story problems, and teachers provide repeated exercises ranging from simple examples to complex examples. Students must test the final answer they have written into the story problem through a mathematical model that has been prepared at the transformation stage to reduce errors in writing the final answer.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe kesalahan berdasarkan prosedur Newman dan menemukan penyebab terjadinya kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal himpunan berdasarkan gaya kognitif. Metode penelitian kualitatif dengan instrumen penelitian tes, angket dan wawancara diberikan kepada subjek sebanyak 12 siswa kelas VII SMPN 03 Sengah Temila. Subjek penelitian dikategorikan menjadi Field Dependent dan Field Independent berdasarkan gaya kognitif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan gaya kognitif Field Dependent dan Field Independent melakukan kesalahan transformasi, kesalahan proses, dan kesalahan menuliskan jawaban akhir. Hal ini disebabkan karena subjek mengalami kegagalan dalam mengubah soal cerita ke dalam permodelan matematika. Subjek penelitian mengalami kesulitan menuliskan simbol matematika sesuai soal cerita yang diberikan. Oleh karena itu hendaknya siswa lebih sering untuk menghafal rumus dan simbol matematika. Siswa juga dibiasakan untuk mengerjakan soal-soal latihan yang bervariasi agar siswa terbiasa menyelesaikan soal cerita yang beragam

    Upaya Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Matematika menggunakan Media Juku Kelas II di Sekolah Dasar

    No full text
    This research aims to increase interest and learning outcomes in mathematics using "JUKU" media. This type of research is Classroom Action Research (PTK), which is carried out through four stages, namely planning, action, observation, and evaluation/reflection. The subjects of this research were class IIB students at SD Muhammadiyah 23 Surakarta, with a total of 28 students. This research data was obtained through observation and written tests given by researchers through evaluation questions. The research results obtained were that students\u27 interest and learning outcomes in mathematics on addition and subtraction material increased. In cycle I, the average result of students\u27 interest in learning mathematics was 68.74% and in cycle II students had experienced an increase with a percentage of 87.71%. Apart from that, students\u27 mathematics learning outcomes also increased. The average percentage of learning outcomes in cycle I was 69.39% and the percentage of completeness was 60.71%. Then in cycle II there was an increase in the average learning outcomes by 88.67% and the percentage of learning completion also increased by 85.71. So it can be concluded that there has been an increase in students\u27 interest and learning outcomes in mathematics after being given treatment using the "JUKU" media.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar matematika menggunakan media “JUKU”. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilakukan melalui empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan evaluasi/refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IIB SD Muhammadiyah 23 Surakarta, dengan jumlah 28 peserta didik. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi dan tes tertulis yang diberikan oleh peneliti melalui soal evaluasi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu minat dan hasil belajar matematika materi penjumlahan dan pengurangan peserta didik meningkat. Pada siklus I diperoleh hasil rata-rata untuk minat belajar matematika peserta didik dengan persentase 68,74% dan pada siklus II peserta didik telah mengalami peningkatan dengan persentase 87,71%. Selain itu, hasil belajar matematika peserta didikpun juga meningkat. Dari persentase rata-rata hasil belajar pada siklus I sebesar 69,39% dan persentase ketuntasan sebesar 60,71%. Kemudian pada siklus II terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar sebesar 88,67% serta persentase ketuntasan belajar juga meningkat sebesar 85,71. Sehingga dapat disimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan pada minat dan hasil belajar matematika peserta didik setelah diberikan perlakuan menggunakan media “JUKU”

    Peningkatan Sikap Gotong Royong Mata Pelajaran IPAS Sekolah Dasar Melalui Model Teams Games Tournament

    No full text
    Penelitian bertujuan meningkatkan sikap gotong royong peserta didik melalui model pembelajaran TGT di kelas IV SDN Pucangan 03. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK): (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif komparatif di mana data terkumpul, direduksi, disajikan, dan ditarik kesimpulan. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, kuisioner, dan dokumentasi.. Subjek penelitian peserta didik kelas 4 berjumlah 26 terdiri 13 laki-laki dan 13 perempuan. Objek penelitian sikap gotong royong kategori membudaya. Hasil peneltian menunjukkan penerapan model pembelajaran TGT dapat meningkatkan sikap gotong royong. Hal ini dibuktikan hasil tiap siklusnya meningkat dimulai prasiklus 3 peserta didik (12%), pada siklus I pertemuan 1 dan 2 meningkat 7 peserta didik (27%) dan 8 peserta didik (31%), pada siklus II pertemuan 1 dan 2 meningkat 14 peserta didik (54%) dan 19 peserta didik (73%). Penelitian berhasil karena sudah melebihi indikator kategori membudaya awal yaitu 70%.Penelitian ini bertujuan meningkatkan sikap gotong royong peserta didik melalui model pembelajaran TGT di kelas IV SDN Pucangan 03. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan empat tahapan: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif komparatif. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, kuisioner, dan dokumentasi. Data terkumpul, direduksi, disajikan, dan ditarik kesimpulan. Subjek penelitian peserta didik kelas 4 berjumlah 26 terdiri 13 laki-laki dan 13 perempuan. Objek penelitian sikap gotong royong kategori membudaya. Hasil peneltian menunjukkan penerapan model pembelajaran TGT dapat meningkatkan sikap gotong royong. Hal ini dibuktikan hasil tiap siklusnya meningkat dimulai prasiklus 3 peserta didik (12%), pada siklus I pertemuan 1 dan 2 meningkat 7 peserta didik (27%) dan 8 peserta didik (31%), pada siklus II pertemuan 1 dan 2 meningkat 14 peserta didik (54%) dan 19 peserta didik (73%). Penelitian berhasil karena sudah melebihi indikator kategori membudaya awal yaitu 70%

    Recursion; Early; Language; Lear The Significances of Recursion in Early Language Learning: The Study of Psycholinguistics

    No full text
    This study is to finding out the significances of recursion in early language learning. This study is a qualitative research by using descriptive case study approach. This study describes in details the significances of recursion in early on language acquisition.  The participants of this study are 44 participants. Observation and interview are conducted to get the data of the significance of recursion in early language development. Furthermore, the elements of the inquiry examine how recursion affects their capacity to offer feedback. The results show that recursion is important for overcoming stimulus poverty in a second language and producing sentences. According to 16 (36%) of the participants, the recursion notion can address the lack of stimuli in language acquisition. Whereas 28 (64%) of participants claim they can produce sentences because their lecturers apply recursion ideas. It is used to drill and reinforce the supplied input. Students can use their existing knowledge to address language learning challenges since teachers have repeatedly offered a procedure.  This study is to finding out the significances of recursion in early language learning. This study is a qualitative research by using descriptive case study approach. This study describes in details the significances of recursion in early on language acquisition.  The participants of this study are 44 participants. Observation and interview are conducted to get the data of the significance of recursion in early language development. Furthermore, the elements of the inquiry examine how recursion affects their capacity to offer feedback. The results show that recursion is important for overcoming stimulus poverty in a second language and producing sentences. According to 16 (36%) of the participants, the recursion notion can address the lack of stimuli in language acquisition. Whereas 28 (64%) of participants claim they can produce sentences because their lecturers apply recursion ideas. It is used to drill and reinforce the supplied input. Students can use their existing knowledge to address language learning challenges since teachers have repeatedly offered a procedure. &nbsp

    Peningkatan Kualitas Calistung melalui Permainan di Sekolah Dasar di Kelurahan Mangli

    No full text
    Literacy is literacy, namely the ability to write and read. In the Mangli sub-district there are several problems found, one of which is in elementary schools where the literacy and numeracy levels of students are still low. The form of service carried out by students in the field of education in the Mangli sub-district is by carrying out the calistung program through interesting learning in the form of word order games and multiplication smart board learning media. Calistung is an acronym for learning to read, write and count. In elementary school education students are required to learn basic things in the world of education, especially reading, writing, and arithmetic. The dedication methodology uses a method based on community empowerment. This program is implemented in 2 schools, namely SDN Mangli 1 and SDN Mangli 4. The aim of this program is to improve students\u27 basic abilities by implementing interesting learning in the form of games so students don\u27t feel bored when they have to receive monotonous lessons. At the time of program implementation, the enthusiasm of the students for the learning concepts that we had compiled was very high. The results of the dedication to implementing this program can run as expected with an increase in the quality of students\u27 calistung abilities i

    English as Medium of Instruction (EMI) at Primary Schools in Indonesia: Challenges and Opportunities

    No full text
    English as a Medium of Instruction (EMI) method bloomed widely in the educational context as the impact of advanced globalization. Pros and cons emerge worldwide toward the implementation of this teaching method. A study of EMI on the primary level becomes interesting since the teachers are faced with double challenges. While teaching young learners with their unique characteristics is a big challenge, they are required to teach the learners using an unfamiliar language which is English. Therefore, a descriptive-qualitative study was conducted to uncover this issue. Literature review, observation, and interviews with some teachers of international standard primary schools in Indonesia were employed to obtain comprehensive data on this issue. The result revealed many challenges and opportunities in the implementation of EMI at the primary level. This study suggests a better policy in the educational system shading the implementation of EMI in Indonesia and many supports are still needed

    93

    full texts

    940

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇