Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
    940 research outputs found

    Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Problem Posing terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa

    No full text
    This study aims to analyze and describe the effect of implementing learning using a problem posing approach on students\u27 acquisition of critical mathematical thinking skills. The method in this study is quantitative with a Quasi Experiment type. In this study, it was concluded that (i) the problem posing approach had an effect on students\u27 mathematical critical thinking abilities, (ii) this approach was also proven to be able to improve students\u27 mathematical critical thinking abilities, this was obtained based on the N-gain test which had been carried out where the N-gain score was obtained for the problem posing approach is 0.67 which is included in the medium category. So, based on the research results, it can be concluded that the problem posing learning approach has an effect on students\u27 mathematical critical thinking abilities, apart from that this learning approach can also improve students\u27 mathematical critical thinking abilities.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pengaruh implementasi pembelajaran dengan pendekatanproblem posing terhadap perolehan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis Quasi Experimen. Dalam penelitian ini diperoleh kesimpulan (i) pendekatanproblem posing berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa, (ii) pendekatanini juga terbukti dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa, hal ini didapatkan berdasarkan uji N-gain yang telah dilakukan dimana perolehan skor N-gain untuk pendekatan problem posing yakni sebesar 0.67 yang termasuk ke dalam kategori sedang. Maka berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran problem posing berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa, selain itu pendekatan pembelajaran ini pun dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa

    Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Di 3 SMPN Kabupaten Pacitan

    No full text
    Penelitian ini bermula dari kegelisahan akademik dan keperhatinan yang mendalam atas tumpang tindih kurikulum yang ada dan persoalan pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar yang belum terlaksana secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan kurikulum merdeka belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia SMPN 3 Pacitan, SMPN 5 Ngadirojo Satu Atap Kab. Pacitan, dan SMPN 1 Kebonagung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalaha SMPN 3 Pacitan, Kab. Pacitan, SMPN 5 Ngadirojo Satu Atap, dan SMPN 1 Kebonagung. Informan kuncinya adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru dan peserta didik. Teknik pengumpulan data, berupa; observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis datanya menggunakan pisau analisis Miles & Huberman dan diolah dengan alat bantu software ATLAS.ti9. Hasil riset menunjukkan bahwa; (1) SMPN 3 Pacitan; (2) SMPN 5 Ngadirojo Satu Atap Kab. Pacitan; (3) SMPN 1 Kebonagung telah melaksanakan kurikulum merdeka, khususnya pada mata Pelajaran Bahasa Indonesia secara bertahap sesuai dengan kapasitas, kemampuan, dan kearifan lokal (ciri khas) di masing-masing sekolah. Efektifitas pelaksanaan implementasi kurikulum merdeka pada mapel Bahasa Indonesia di ketiga objek riset tersebut, bertumpu pada kuatnya leadership di sekolah, sehingga aliran distribusi kebijakan bisa terselesaikan secara optimal. P5 menjadi penciri yang autentik di masing-masing sekolah tersebut. Kurikulum merdeka pada mapel Bahasa Indonesia telah diterapkan di SMPN 3 Pacitan, SMPN 5 Ngadirojo Satu Atap Kab. Pacitan, SMPN 1 Kebonagung secara efektif dan proporsional sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan kurikulum merdeka belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia SMPN 3 Pacitan, SMPN 4 Ngadirojo Satu Atap Kab. Pacitan, dan SMPN 1 Kebonagung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalaha SMPN 3 Pacitan, Kab. Pacitan, SMPN 4 Ngadirojo Satu Atap, dan SMPN 1 Kebonagung. Informan kuncinya adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru dan peserta didik. Teknik pengumpulan data, berupa; observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis datanya menggunakan pisau analisis Miles & Huberman dan diolah dengan alat bantu software ATLAS.ti9. Hasil riset menunjukkan bahwa; (1) SMPN 3 Pacitan; (2) SMPN 4 Ngadirojo Satu Atap Kab. Pacitan; (3) SMPN 1 Kebonagung telah melaksanakan kurikulum merdeka, khususnya pada mata Pelajaran Bahasa Indonesia secara bertahap sesuai dengan kapasitas, kemampuan, dan kearifan lokal (ciri khas) di masing-masing sekolah. Efektifitas pelaksanaan implementasi kurikulum merdeka pada mapel Bahasa Indonesia di ketiga objek riset tersebut, bertumpu pada kuatnya leadership di sekolah, sehingga aliran distribusi kebijakan bisa terselesaikan secara optimal. P5 menjadi penciri yang autentik di masing-masing sekolah tersebut. Kurikulum merdeka pada mapel Bahasa Indonesia telah diterapkan di SMPN 3 Pacitan, SMPN 4 Ngadirojo Satu Atap Kab. Pacitan, SMPN 1 Kebonagung secara efektif dan proporsional sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah

    slametan: Sebuah Ritual Akulturasi Budaya Jawa dan Islam

    No full text
    Slametan adalah sebuah ritual yang telah lama mengakar dalam masyarakat Jawa.Ritual ini merupakan hasil akulturasi antara budaya Jawa dan Islam. Awalnya,Slametan merupakan ritual animisme dan dinamisme yang bertujuan mencariperlindungan, keselamatan dan kesejahteraan dari roh-roh yang dianggap kuat.Namun dengan masuknya Islam ke Pulau Jawa, Slametan berubah menjadi ritualyang lebih Islami. Dalam penelitian ini, penulis akan mengkaji slametan sebagaisebuah ritual akulturasi budaya Jawa dan Islam. Penulis akan membahas sejarah,makna, dan perkembangannya di era modern. Dalam penulisan artikel inimenggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap, yaitu heuristic,kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa slametanmerupakan ritual yang multifungsi. Slametan tidak hanya berfungsi sebagai ritualkeagamaan tetapi terdapat aspek sosial, membangun kohesi dan menjagakeseimbangan hidup. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahamanterkait dengan slametan sehingga tidak menimbulkan pemahaman yang negati

    Dinamika Multikultural Masyarakat Salatiga Terhadap Penguatan Integrasi Nasional

    No full text
    Masyarakat Salatiga memiliki nilai sejarah penting sejak masa kerajaan dan terkenal dengantoleransinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika multikultural di masyarakatSalatiga dan dampaknya terhadap penguatan integrasi nasional. Salatiga memberikan konteksyang relevan untuk memahami interaksi antarbudaya dalam mempengaruhi persepsi identitasnasional dan integrasi nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif denganpendekatan studi kasus. Teknik pengambilan data dengan dokumen dan sumber literatur yangrelevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multikultural di Salatiga memainkan peranpenting dalam membentuk kesadaran bersama tentang identitas nasional. Interaksi sehari-hariantarbudaya mendorong toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan solidaritas sosial yangdapat menguatkan kesatuan bangsa. Namun demikian, tantangan seperti stereotip, prasangka,dan ketegangan sosial juga teridentifikasi sebagai dampak negatif yang mempengaruhiintegrasi nasional. Kesimpulan penelitian ini yaitu kebijakan dan strategi untukmempromosikan harmoni sosial dan integrasi nasional di kota-kota multikultural sepertiSalatiga, dengan mempertimbangkan kekayaan budaya dan heterogenitas masyarakat sebagaisumber kekuatan untuk memperkokoh persatuan bangsa

    Implikasi Program Adiwiyata terhadap Karakter Peduli Lingkungan di Sekolah Dasar

    No full text
    This study aims to describe the implementation of the adiwiyata program and the implications of implementing the adiwiyata program on the character of caring for the environment at Public Elementary School 2 Purwoasri. This type of research is descriptive qualitative. The subject of this research is class V. The object of research is the implementation of the adiwiyata program and the character of caring for the environment. Data collection techniques used are observation, interviews, documentation and questionnaires. Data validity checking techniques use source and technique triangulation. Data analysis techniques used data reduction, data presentation and conclusion. The results showed that: (1) the implementation of the adiwiyata program at Public Elementary School 2 Purwoasri had a very good category with a score of 4.14 and was carried out according to the adiwiyata program standards from the government, (2) the implications of the adiwiyata program for the environmental care character of students in elementary schools Negeri 2 Purwoasri has a very good category with a percentage of 53% and a good category with a percentage of 47%.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program adiwiyata dan implikasi pelaksanaan program adiwiyata terhadap karakter peduli lingkungan di Sekolah Dasar Negeri 2 Purwoasri. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kelas V. Objek penelitian adalah pelaksanaan program adiwiyata dan karakter peduli lingkungan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pelaksanaan program adiwiyata di Sekolah Dasar Negeri 2 Purwoasri memiliki kategori sangat baik dengan skor sebesar 4,14  dan terlaksana sesuai standar program adiwiyata dari pemerintah, (2) implikasi program adiwiyata terhadap karakter peduli lingkungan siswa di Sekolah Dasar Negeri 2 Purwoasri pada kategori sangat baik dengan persentase sebesar 53%  dan kategori baik dengan persentase 47%

    Kajian Etnosains dalam Cap Go Meh Singkawang sebagai Media Pembelajaran IPA Kelas IV

    No full text
    This research aims to: 1) identify the sounds that occur during the Cap Go Meh celebration in Singkawang City; 2) to describe the ethnoscience reconstruction of Cap Go Meh culture in science learning; 3) to describe the implementation of the ethnoscience learning process in the Cap Go Meh culture. The research used is qualitative research which uses observation and interviews. This research was conducted in the FOBI (Indonesian Barongsai Sports Federation) community, which is located at SMK Mudita Singkawang. The research results show that; 1) from the results of identifying the sounds on the Cap Go Meh musical instrument, there are elements of the basic sound properties of the three Cap Go Meh musical instruments; 2) reconstruction of the Cap Go Meh culture can be linked to learning because playing the Cap Go Meh musical instrument contains elements of the basic properties of sound; 3) implementation of the ethnoscience learning process in the Cap Go Meh culture can be implemented and collaborated in the form of lesson plans on core activities in delivery using audio-visual media.Penelitian ini bertujuan untuk: 1) untuk mengetahui identifikasi bunyi-bunyi yang ada pada perayaan Cap Go Meh Kota Singkawang; 2) untuk mendeskripsikan rekontruksi etnosains pada budaya Cap Go Meh dalam pembelajaran IPA; 3) untuk mendeskripsikan implementasi proses pembelajaran etnosains pada budaya Cap Go Meh. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang mana menggunakan observasi dan wawancara. Penelitian ini dilakukan dikomunitas FOBI (Federasi Olahraga Barongsai Indonesia) yang mana tempatnya ada di SMK Mudita Singkawang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) dari hasil identifikasi bunyi-bunyi yang ada pada alat musik Cap Go Meh terdapat unsur sifat-sifat dasar bunyi; 2) rekontruksi pada budaya Cap Go Meh dapat dikaitkan dengan pembelajaran karna dalam permainan alat musik Cap Go Meh memiliki unsur sifat-sifat dasar bunyi; 3) implementasi proses pembelajaran etnosains pada budaya Cap Go Meh dapat diterapkan dan dikolaborasikan dalam bentuk RPP pada kegiatan inti dalam penyampaiannya dengan menggunakan media Audio visual

    Pengaruh Model PBL Berbantuan Video Animasi terhadap Hasil Belajar IPA

    No full text
    The aim of this research is to determine the effect of using a problem based learning model assisted by animated videos on learning outcomes. This research was conducted at SDN 82 Singkawang. The type of research is quantitative with a quasi experimental method. This research design uses a nonequivalent comparison-group design. The research population was all fourth grade students at SDN 82 Singkawang using a non-random sampling technique. Research results: (1) There are differences in students\u27 science learning outcomes between experimental classes 1 and 2 which were calculated using the t test with tcount>ttable, namely 6.806 > 2.00; (2) The problem based learning model assisted by animated videos has a high influence on cognitive learning outcomes in science learning of 2.154 (high criteria). (3) Improvement of the problem based learning model assisted by animated videos on students\u27 cognitive learning outcomes is in the medium category. This can be seen from the calculation results which show a result of 0.43. So it can be concluded that the problem based learning model assisted by animated videos has a significant influence on learning outcomes in the cognitive domain.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan model problem based learning berbantuan video animasi terhadap hasil belajar. Penelitian ini dilakukan di SDN 82 Singkawang. Jenis penelitiannya yaitu kuantitatif dengan metode quasi experiment. Desain penelitian ini menggunakan nonequivalent comparison-group design. Populasi penelitiannya seluruh siswa kelas IV SDN 82 Singkawang menggunakan teknik pengambilan sampel tidak acak. Hasil penelitian: (1) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa antara kelas eksperimen 1 dan 2 yang dihitung menggunakan uji t dengan thitung>ttabel yaitu 6,806 > 2,00; (2) Model problem based learning berbantuan video animasi memberikan pengaruh tinggi terhadap hasil belajar kognitif pada pembelajaran IPA sebesar 2,154 (kriteria tinggi). (3) Peningkatan model problem based learning berbantuan video animasi terhadap hasil belajar kognitif siswa berada dalam kategori sedang. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan yang menunjukkan hasil 0,43. Sehingga dapat disimpulkan model problem based learning berbantuan video animasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar ranah kognitif

    PENERAPAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) PADA MATERI SATUAN PANJANG

    No full text
    One approach to mathematics in learning activities at school is the Indonesian realistic mathematics education approach or what is known as PMRI/RM. The aim of this research is to find out how realistic mathematics education is applied to length unit material. The research method used is descriptive qualitative. The subjects of this research were class IV students at SDN O63/XI Koto Padang. Data collection techniques are observation, documentation and interviews. Based on research, it was found that students in class IV at SDN 063/XI Koto Padang were able to understand length units by using a realistic mathematical approach.Salah satu pendekatan dalam matematika dalam kegiatan pembelajaran disekolah adalah pendekatan dengan Pendidikan matematika realistik Indonesia atau yang dikenal dengan PMRI/RM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan pendidikan matematika realistk pada materi satuan panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SDN O63/XI Koto Padang. Teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi, dan wawancara. Berdasarkan penelitian diperoleh bahwa siswa dikelas IV SDN 063/XI Koto padang mampu memahami materi satuan panjang denga menggunakan pendekatan matematika realistik

    Pengaruh Disposisi Matematis Dan Habits Of Mind Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X SMK Negeri Kebonagung

    No full text
    Hasil belajar maupun capaian akademik siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya faktor psikologis seperti disposisi matematis dan habits of mind. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh disposisi matematis dan habits of mind terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian jenis ex post facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMKN Kebonagung semester genap tahun ajaran 2021/2022. Penentuan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan penentuan jumlah minimal sampel dengan rumus Slovin diperoleh 72 responden. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data pada penelitian ini adalah angket disposisi matematis, angket stres akademik, dan tes hasil belajar matematika berupa soal uraian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda dengan hasil yang menyatakan bahwa disposisi matematis dan stres akademik berpengaruh  terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMK Negeri Kebonagung

    Analisis Kesulitan Belajar Mahasiswa Pendidikan Matematika Pada Pembelajaran Daring Ditinjau Dari Efikasi Diri

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kesulitan belajar daring yang dialami oleh mahasiswa pendidikan matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) Apa saja kesulitan belajar mahasiswa pendidikan matematika pada pembelajaran daring ditinjau dari efikasi diri tinggi, 2) apa saja kesulitan belajar mahasiswa pendidikan matematika pada pembelajaran daring ditinjau dari efikasi diri sedang, 3) apa saja kesulitan belajar mahasiswa pendidikan matematika pada pembelajaran daring ditinjau dari efikasi diri rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket secara online dan wawancara secara online serta dokumentasi. Sampel penelitian adalah semua mahasiswa prodi pendidikan matematika semester II, IV dan VI sebanyak 40 mahasiswa. Dikarenakan adanya pandemi covid-19, sehingga penelitian yang dilakukan menjadi terbatas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kesulitan belajar daring, angket efikasi diri, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa pendidikan matematika STKIP PGRI Pacitan dengan efikasi diri tinggi  mengalami kesulitan belajar pada aspek kesulitan teknis. Kemudian mahasiswa dengan efikasi diri rendah mengalami kesulitan belajar juga pada aspek kesulitan adaptasi mahasiswa dan aspek ketidaksiapan pengajar atau dosen. Sedangkan mahasiswa dengan efikasi diri sedang mengalami kesulitan mahasiswa kesulitan teknis, kesulitan adaptasi mahasiswa dan ketidaksiapan pengajar atau dosen

    93

    full texts

    940

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇