Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
940 research outputs found
Sort by
DAMPAK BANJIR TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT KABUPATEN PACITAN 2017
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab banjir serta
dampak banjir terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Pacitan pada
tahun 2017. Diharapkan pembaca khususnya masyarakat Kabupaten Pacitan
memahami faktor dan dampak dari banjir tersebut. Penelitian ini merupakan
penelitian sejarah atau historis dengan tahapan yaitu (1) heuristik (2) kritik sumber
(3) interpretasi dan (4) historiografi. Penelitian ini ditulis berdasarkan hasil
wawancara dengan saksi banjir di tahun 2017, artikel, dan dokumen dari pemerintah
daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Pacitan pada tanggal 27-
28 November 2017 telah terjadi bencana banjir yang disebabkan oleh badai Siklon
Tropis Cempaka, luapan Sungai Grindulu dan faktor aktivitas manusia yang
merugikan. Banjir berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat seperti
masyarakat mengungsi, terhambatnya interaksi dan kegiatan sosial, timbul rasa
khawatir, gangguan kesehatan, aktivitas sekolah terhambat, ketergantungan pada
bantuan, kerugian pertanian dan hewan ternak, terhambatnya aktivitas nelayan,
kerugian usaha, rusaknya bangunan dan harta benda, serta terganggunya aktivitas
dan kerugian di sektor pariwisata. Upaya pemerintah dalam menanggulangi banjir
adalah menetapkan status tanggap darurat bencana, pengiriman bantuan,
pengevakuasian masyarakat yang terdampak, pemulihan sarana dan prasarana
umum
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SADAR JUDI ONLINE MELALUI KURIKULUM IPS
Judi online merupakan salah satu masalah yang cukup berat yang dihadapi
Indonesia di era digitalisasi. Banyak masyarakat yang terpapar judi online dari usia
muda dan lintas kelas sosial. Oleh karena itulah penting untuk mengembangkan
kurikulum IPS yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi
masalah judi online. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) menganalisis kondisi
keberdayaan masyarakat berkaitan dengan judi online, 2) menganalisis kondisi
keberdayaan siswa sekolah mengenai judi online, 3) mengidentifikasi langkah
pengembangan kurikulum IPS dalam pemberdayaan masyarakat sadar bahaya judi
online.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang dilakukan
pada siswa, mahasiswa dan anggota masyarakat mengenai judi online di Pacitan.
Penelitian dilakukan dengan melakukan diskusi mendalam selama kurang lebih dua
bulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Mayoritas masyarakat, utamanya orang
tua belum berdaya dalam menghadapi fenomena judi online , 2) Banyak siswa yang
belum berdaya dalam menghadapi judi online dan tetap beranggapan bahwa judi
online sebagai game online berhadiah 3) Pengembangan kurikulum IPS dalam
pemberdayaan masyarakat pada judi online dilakukan lewat pemberian materi
perbedaan judi online dengan game online
PENGASUHAN DIGITAL BERBASIS INFORMASI LAYAK ANAK: STRATEGI ORANG TUA DI KABUPATEN PACITAN
Akses teknologi yang berkembang memungkinkan anak untuk bisa masuk di ruang digital. Sayangnya, aksesibilitas ini juga membawa konsekuensi berupa risiko dan ancaman di dunia daring. Sebagai bentuk perlindungan, Kementerian PPPA meluncurkan program Informasi Layak Anak (ILA) yang dirancang sebagai pusat sekaligus tempat yang dapat menfasilitasi anak memperolah informasi yang aman. Sayangnya, ILA banyak dipahami hanya sebagai tempat, padahal orang tua memegang peranan yang signifikan dalam membantu anak mendapatkan informasi di ruang digital. Oleh sebab itu penelitian ini berusaha menjelaskan pengetahuan orang tua tentang informasi layak anak (ILA) terhadap keputusannya memberikan gawai pada anak. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif eksploratif dan melakukan wawancara kepada 16 orang tua yang memiliki anak kelas rendah di Sekolah Dasar (SD) dan telah memberikan gawai pada anaknya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sebagian besar informan yang diwawancarai belum memahami ILA, namun pada praktiknya mereka telah melakukan sejumlah upaya untuk memastikan anak mendapatkan dampak positif dari penggunaan gawai. Selain itu orang tua juga berupaya mengatur penggunaan gawai pada anak, baik dengan menetapkan aturan dalam keluarga hingga mengalihkan perhatian ke kegiatan positif lainnya
Analisis Nilai Pendidikan Karakter dalam Kumpulan Cerita Rakyat Kalimantan Timur
Pendidikan karakter merupakan segala hal yang dilakukan pendidik, yang mampu mempengaruhi karakter peserta didik. Pendidikan karakter menanamkan kebiasaan tentang hal mana yang baik sehingga peserta didik menjadi paham tentang mana yang benar dan salah, mampu merasakan nilai yang baik dan biasa melakukannya. Nilai pendidikan karakter yang harus dimiliki oleh peserta didik, yaitu nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Terdapat salah satu cara untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik, yaitu melalui karya sastra seperti cerita rakyat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam cerita rakyat Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan berupa studi literatur. Objek yang dikaji pada penelitian ini adalah nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam kumpulan cerita rakyat Kalimantan Timur. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam lima cerita rakyat Kalimantan Timur ini masing-masing cerita terdapat lima nilai karakter utama, yaitu nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas di dalamnya
Abreviasi dalam Pemberitaan Calon Kepala Daerah Pacitan Tahun 2024 pada Portal Pacitanku.Com
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya penggunaan abreviasi dalam pemberitaan calon Kepala Daerah Pacitan tahun 2024 pada portal Pacitanku.com. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk dan pola pembentukan abreviasi dalam pemberitaan calon Kepala Daerah Pacitan tahun 2024 pada portal Pacitanku.com. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Metode penyediaan data pada penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik sadap, simak bebas libat cakap, dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan ortografis. Adapun pemaparan hasil analisis data menggunakan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima jenis abreviasi dalam pemberitaan calon Kepala Daerah Pacitan Tahun 2024 pada portal Pacitanku.com. Bentuk abreviasi tersebut terdiri dari 60 singkatan, 35 kontraksi, 4 penggalan, 3 akronim, dan 2 lambang huruf. Pembentukan singkatan yang ditemukan terdiri dari 3 pola, kontraksi terbentuk melalui 4 pola, penggalan terbentuk melalui 3 pola, akronim terbentuk melalui 2 pola, dan lambang huruf terbentuk dari 2 pola
PERAN SANGGAR KUSUMA PANJI LARAS GODEG KULON DALAM MELESTARIKAN BUDAYA JAWA DI PACITAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran Sanggar Kusuma Panji Laras Godeg Kulon yang terletak di Dusun Godeg Kulon, Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, sebagai wadah pelestarian, pendidikan, dan pengembangan seni tradisional Jawa, khususnya kesenian Karawitan, Nembang Jawa, dan Tari Tayub. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Sanggar Kusuma Panji Laras Godeg Kulon memberikan kontribusi nyata dalam mempertahankan eksistensi budaya Jawa di Pacitan dan menjadi salah satu bentuk resistensi budaya terhadap homogenisasi budaya global, dengan melakukan kegiatan pelatihan seni gamelan, nembang, tayub dan pementasan seni. Sanggar Kusuma Panji Laras juga berperan sebagai pusat pengembangan kreativitas dan media promosi warisan budaya. Kegiatan yang dilakukan di Sanggar Kusuma Panji Laras Godeg Kulon memiliki dampak yang sangat signifikan yaitu generasi muda bangga terhadap identitas budayanya, adanya perubahan sikap setelah mengikuti kegiatan sanggar, membangun rasa percaya diri, dan keterampilan sosial
KAJIAN ARSITEKTUR MAKAM SENTONO DESA PERDIKAN MAJAN
Penelitian ini mengkaji arsitektur makam Sentono di Desa Perdikan Majan,
Tulungagung, Jawa Timur, sebagai manifestasi akulturasi antara nilai-nilai Islam
universal dan tradisi pra-Islam Hindu-Jawa. Latar belakang menyoroti transformasi
simbolik unik, seperti: motif kala-makara, gunungan, struktur punden berundak,
dan kaligrafi Arab, yang mencerminkan proses islamisasi adaptif sejak abad ke-13
Masehi. Fenomena ini bukan sekadar ekspresi material, tetapi juga strategi dalam
membentuk identitas komunitas Muslim awal, terlebih dengan status perdikan desa
sejak 1727 M. Refleksi dinamika akulturasi melalui arsitektur dan ornamen,
mekanisme pemaknaan ulang simbol pra-Islam, serta transformasinya dari
dekoratif menuju dimensi teologis tauhid. Data primer dikumpulkan melalui
observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder dari
literatur historis. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa arsitektur makam
Majan merepresentasikan sintesis inklusif, di mana simbol pra-Islam
direinterpretasi sebagai medium transmisi nilai tauhid, mendukung islamisasi yang
non-konfrontatif. Manfaat penelitian mencakup kontribusi teoretis bagi studi
budaya dan manfaat praktis untuk pelestarian warisan
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM EKSTRAKURIKULER KARAWITAN DI SDN 3 NGROMO
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter dalam kegiatan ekstrakurikuler karawitan di SDN 3 Ngromo, meliputi pelaksanaan kegiatan, nilai-nilai karakter yang ditanamkan, serta dampaknya terhadap siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler karawitan dilaksanakan secara terencana dan rutin, dengan dukungan dari kepala sekolah dan pelatih. Nilai-nilai karakter yang terbentuk antara lain disiplin, tanggung jawab, kerja sama, percaya diri, dan cinta budaya lokal. Kegiatan ini tidak hanya melestarikan seni tradisional, tetapi juga menjadi media efektif dalam membentuk perilaku positif siswa di lingkungan sekolah dan masyarakat
ANALISIS METODE SUKU KATA (SYLLABIC METHOD) DENGAN BERBANTUAN MEDIA INTERAKTIF MATERI MEMBACA AWAL SEKOLAH DASAR (A review of journal publications)
Keterbatasan keterampilan membaca permulaan menjadi penghambat utama dalam literasi membaca di sekolah. Meskipun pemerintah telah meluncurkan berbagai program literasi, diperlukan metode pembelajaran yang lebih efektif. Salah satunya adalah penerapan metode suku kata (syllabic method) yang memungkinkan siswa membaca kata dan kalimat sederhana tanpa mengeja huruf demi huruf.Metode penelitian ini menggunakan desain tinjauan pustaka (review) dengan menganalisis publikasi jurnal yang membahas penerapan metode suku kata (syllabic method) dan media interaktif dalam pembelajaran membaca awal di sekolah dasar. Subjek penelitian terdiri dari berbagai penelitian terdahulu yang relevan, dengan sampel artikel yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu, seperti kejelasan metode dan temuan penelitian.Artikel ini menggunakan metode kajian Pustaka dengan menganalisis 25 artikel jurnal yang dipublikasikan antara tahun 2019-2024. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode suku kata dengan media interaktif dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa, mempermudah pemahaman siswa terhadap kata-kata, serta mendukung pengembangan keterampilan literasi secara efektif. Terdapat dampak positif dari penerapan metode suku kata (syllabic method) berdasarkan berdasarkan analisis dari 25 jurnal. Penerapan metode suku kata efektif mengatasi berbagai kendala dalam membaca awal, seperti kesulitan mengenal huruf, kesalahan membaca kata, dan kebosanan belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan metode suku kata dengan media interaktif dalam pembelajaran membaca awal di sekolah dasar melalui tinjauan publikasi jurnal, serta mengevaluasi efektivitas dan kontribusinya terhadap perkembangan kemampuan membaca siswa. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif untuk mengatasi rendahnya kemampuan membaca awal peserta didik di Indonesia.Keterbatasan keterampilan membaca permulaan menjadi salah satu faktor penghambat keberhasilan literasi membaca di sekolah. Pemerintah telah mengupayakan peningkatan literasi melalui berbagai program, namun masih diperlukan metode pembelajaran yang efektif untuk mendukung keterampilan membaca awal peserta didik. Untuk meningkatkan keterampilan membaca tanpa mengeja huruf demi huruf dengan merangkai suku kata menjadi kata dan kalimat sederhana dapat dilakukannya penerapan salah satu metode suku kata (syllabic method). Artikel ini menggunakan metode kajian Pustaka dengan menganalisis 25 artikel jurnal yang dipublikasikan antara tahun 2019-2024. Terdapat dampak positif dari penerapan metode suku kata (syllabic method) berdasarkan berdasarkan analisis dari 25 jurnal. Pada metode suku kata bertujuan dengan dilakukannya penegenalan huruf, suku kata, kata, hingga kalimat secara bertahap dilakukan agar meningkatkan keterampilan membaca permulaan peserta didik. Penerapan metode suku kata efektif mengatasi berbagai kendala dalam membaca awal, seperti kesulitan mengenal huruf, kesalahan membaca kata, dan kebosanan belajar. Artikel ini dilakukan untuk bertujuan menganalisis pengaruh metode suku kata dengan bantuan media interkatif terhadap pengembangan kemampuan membaca permulaan siswa sekolah dasar, sekaligus memberikan informasi baru untuk mengembangkan strategi pembelajaran literasi. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif untuk mengatasi rendahnya kemampuan membaca awal peserta didik di Indonesia.
 
penelitian pendidikan Dampak Sosial Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Lingkungan Sekolah di Kabupaten Pati
This study aims to analyze the implementation and social impact of the free nutritious meal program in schools. The social impact of the government\u27s implementation of the free nutritious meal program will undoubtedly affect students, teachers, educational staff, and the school environment, such as the canteen and surrounding food vendors. The method used in this study was a qualitative descriptive case study approach in an Early Childhood Education (PAUD) school and one Islamic Senior High School (MA). The study showed that the implementation of the free nutritious meal program was quite effective in Madrasah Aliyah (MA) but less effective in Early Childhood Education (PAUD). A key finding was that the free nutritious meal program had an impact on changing the relationship between the Madrasah Aliyah school and the surrounding community, particularly the canteen and food vendors. However, it had little impact on the Early Childhood Education school and its surrounding environment. The study concluded that the free nutritious meal program triggered conflict between the school and the canteen and surrounding food vendors, while it had no impact on the Early Childhood Education school.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan dan dampak sosial program makan bergizi gratis di lingkungan sekolah. Dampak sosial penerapan program bergizi gratis oleh pemerintah tentu saja akan membawa pengarus pada siswa, guru, tenaga pendidikan dan lingkungan di sekolah seperti kantin dan penjual makanan sekitar. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptis studi kasus di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan satu Sekolah Madrasah Aliyah (MA)
Penelitian menunjukkan bahwa penerapan program makan bergizi gratis cukup efektif pada Madrasah Aliyah (MA) tetapi kurang efektif pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Temuan Penting adalah makan bergizi gratis berdampak merubah hubungan sekolah Madrasah Aliyah dengan lingkungan masyarakat sekitar terutama kantin dan penjual makanan, tetapi tidak banyak berdampak pada sekolah Pendidikan Anak Usia Dini dengan lingkungan sekitar. Kesimpulan dalam penelitian ini makan bergizi gratis menjadi pemicu konflik sekolah dengan kantin dan warung sekitar sekolah Madrasah Aliyah sedangkan pada sekolah Pendidikan Anak Usia Dini tidak membawa dampak apapun