Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
940 research outputs found
Sort by
Pemertahanan Bahasa Melalui Literasi Media pada Akun Instagram @WIRA_
Artikel ini membahas tentang peran penting literasi media dalam upaya pemertahanan bahasa pada akun Instagram @wira_. Bahasa sebagai unsur identitas budaya semakin terancam dalam era digital dan globalisasi, yang menyaksikan dominasi bahasa asing dan pengaruhnya terhadap bahasa lokal. Akun Instagram @wira_ dipilih sebagai objek penelitian karena menjadi wadah ekspresi budaya, identitas, dan penyebaran informasi dalam beragam bahasa. Tujuan dari penelitian ini adalah peran literasi media dalam pemertahanan bahasa dan bagaimana media dapat membantu mempertahankan bahasa terutama bahasa Indonesia melalui akun instagram @wira_. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deksriptif dengan melihat komentar berpengaruh dan tidak berpengaruh. Penelitian ini menghasilnya 2% untuk komentar berpengaruh dan 98% untuk komentar tidak berpengaruh. Dapat disimpulkan bahwasannya masyarakat masih belum memahami literasi media sebagai bentuk pemertahanan bahasa
THE EMBLEMATIC DISCOURSE MARKERS LAH IN COLLOQUIAL SINGAPOREAN ENGLISH
This research aims to investigate the emblematic discourse markers lah in Colloquial Singaporean English (CSgE). The questions addressed are why the lah particle is commonly used as a discourse marker in CSgE and to what extent it contributes to the analysis and description of discourse markers in English language. This descriptive qualitative study explores empirically and theoretically the topic grounded on the secondary sources. The involvement of a related-literature review from previous researchers and experts, written in some journal articles and scientific books, has been considered. The result of the study demonstrates that the particle lah is indeed commonly used as a discourse marker by Singaporeans and identified as one of the most emblematic discourse markers in CSgE. The notion of diglossic situation seems to be one of the reasons why lah is widely used among Singaporeans. The pragmatic function of lah is noticeable as well since it is used to indicate emphasis, solidarity, familiarity and informality. Finally, the particle lah surely contributes to the analysis and description of discourse markers because it represents a naturally-occurring example of English in use. So, lah may enrich the English grammar, highlight its pragmatic function, and demonstrate the variability of English
Kesiapan Sekolah dalam Melaksanakan Pendidikan Inklusif di Sekolah Dasar Inklusi Kabupaten Pacitan Wilayah Timur
This study aims to 1) know the physical readiness and infrastructure in the process of implementing inclusion education, 2) know the readiness of human resources in the process of implementing inclusion education, 3) know the obstacles in organization of inclusion education. The data collection techniques this study were observation, interviews, and documentation. The results showed that 1) the percentange of readiness of facilities and infrastructure reached 62,5%, identifying that both schools are ready to carry out inclusion education, 2) human resource readiness is also fulfilled with more than 2 trained Companion Teachers at both schools, 3) the obstacles faced in implementing inclusive education include several support facilities such as learning media and the absence of aksebilitas for children with special needs and lack of attention from students parents. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui kesiapan fisik dan sarana prasarana dalam proses pelaksanaan pendidikan inklusi, 2) mengetahui kesiapan sumber daya manusia dalam proses pelaksanaan pendidikan inklusi, 3) mengetahui hambatan dalam penyelenggaraan pendidikan Inklusi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) persentase kesiapan sarana dan prasarana mencapai 62,5%, mengindikasikan bahwa kedua sekolah siap melaksanakan pendidikan inklusi. 2) kesiapan sumber daya manusia juga terpenuhi dengan adanya lebih dari 2 Guru Pendamping Khusus yang terlatih di kedua sekolah, 3) hambatan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif meliputi kurangnya beberapa fasilitas pendukung seperti media pembelajaran dan belum adanya aksesbilitas bagi anak berkebutuhan khusus serta kurangnya atensi dari orangtua siswa
Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Sekolah Dasar
This study aims to determine: (1) the implementation of the Pancasila Student Profile in developing the character of students at elementary school, (2) the supporting factors for the implementation of the Pancasila Student (3) The inhibiting factors for the implementation of the Pancasila Student Profile. This research is qualitative research with a descriptive approach. The data collection techniques used in this study were observation, interviews and documentation. Data analysis techniques use model Miles and Huberman. The results of the data analysis showed that: (1) Implementation of the Profile Implementation of the Pancasila Student Profile in developing the character students at SD Negeri 2 Baleharjo was carried out well. This is evident from the implementation, starting from learning, habituation, extracurricular, and co-curricular activities, which make students characters according to Pancasila values. (2) Factors supporting the implementation of Pancasila student profiles are good facilities and infrastructure, teaching staff who follow the driving teacher program, and a comfortable and conducive learning environment. (3) Factors inhibiting the implementation of Pancasila student profiles are the teacher\u27s limitations in preparing lesson plans, the teacher\u27s rules in using IT media and various learning resources, and the decreased interest in student learning.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam membentuk karakter peserta didik sekolah dasar, (2) faktor pendukung implementasi Profil Pelajar Pancasila, (3) faktor penghambat implementasi Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil menunjukan bahwa: (1) Implementasi Profil Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam membentuk karakter peserta didik SD Negeri 2 Baleharjo dilaksanakan secara menyeluruh mulai dari kegiatan pembelajaran, pembiasaan, ekstrakurikuler, dan kokurikuler yang menjadikan siswa memiliki karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. (2) Faktor pendukung implementasi Profil Pelajar Pancasila yaitu sarana dan prasarana yang baik, terdapat tenaga pengajar yang mengikuti program guru penggerak dan kondisi lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif. (3) faktor penghambat implementasi Profil Pelajar Pancasila yaitu keterbatasan guru dalam menyusun RPP, keterbatasan guru dalam menggunakan media IT serta sumber belajar yang bervariasi, dan menurunya minat belajar siswa
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN LIBAGI SNAKE AND LADDER LEARNING MEDIA DI SEKOLAH DASAR
The Snakes and Ladders game is a traditional game played by at least two people, using dice and a board with figures of snakes and ladders. It is the the development result of the Snakes and Ladders game which includes multiplication and division. The research aims to describe the implementation of Libagi snakes and ladders media in class 5 to improve numeracy skills through learning while playing. This research uses a descriptive qualitative method, the study aimed at describing the application of Libagi learning media in class 5 of SD Negeri 2 Sambong. The results can be concluded that 18 of 21 students were able to solve every problem in the pawn stop box.Permainan Libagi Snake and Ladder merupakan permainan tradisional yang dimainkan minimal dua orang, dengan menggunakan dadu dan papan bergambar ular tangga. Media pembelajaran ular tangga LIBAGI (Perkalian dan Pembagian) adalah hasil pengembangan permainan ular tangga yang didalamnya terdapat perkalian dan pembagian. Tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa melalui penerapan media ular tangga Libagi Snake and Ladder. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan penerapan media pembelajaran LiBagi di kelas 5 SD Negeri 2 Sambong. Hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa sebanyak 18 dari 21 siswa sudah mampu untuk menyelesaikan setiap persoalan yang ada di kotak pemberhentian pion
Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi: Dapatkah Meningkat dengan Menggunakan Pembelajaran Matematika Realistik?
This study aims to describe the effect of realistic mathematics approach on improving students\u27 higher order thinking skills in mathematics. The research method used in this research is a literature study. The objects in this study are 5 articles that discuss the application of the realistic mathematics approach to improve students\u27 higher order thinking skills in Indonesia from 2019-2023. From the results of the study, the application of the realistic mathematics approach to improve students\u27 HOTS skills can be seen from the increase in post-test scores, the improvement in cycle II, and the application of PMR as a basis in developing test instruments. Overall, the realistic mathematics approach can improve students\u27 HOTS.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pendekatan matematika realistik pada peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi matematika siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Objek dalam penelitian ini adalah 5 artikel yang membahas penerapan pendekatan matematika realistik untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa yang ada di Indonesia dari tahun 2019-2023. Dari hasil penelitian, penerapan pendekatan matematika realistik untuk meningkatkan kemampuan HOTS siswa dapat dilihat dari peningkatan nilai post-test, peningkatan pada siklus II, serta penerapan PMR sebagai basis dalam pengembangan instrumen tes. Secara keseluruhan, pendekatan matematika realistik dapat meningkatkan HOTS siswa
TOPSIS Melatih Mahasiswa Pendidikan Informatika Mengimplementasikan Aljabar Linier Melalui Studi Kasus Sistem Pendukung Keputusan
Penelitian ini berupaya memberikan gambaran pembelajaran aljabar linier dengan implementasi metode TOPSIS pada sistem pendukung keputusan untuk memperkuat kemampuan aljabar linier mahasiswa program studi pendidikan informatika dengan tema-tema yang didekatkan dengan penguatan keterampilan mahasiswa, namun pada kenyataannya mahasiswa masih mengalami kesulitan karena melihat rumus yang disajikan dalam perkuliahan menjadi alasan untuk mereka tidak percaya diri mampu mempelajarinya. Metode kualitatif dengan uraian deskriptif digunakan untuk memperoleh gambaran yang mendalam bagaimana implementasi TOPSIS pada permasalahan studi kasus sistem pendukung keputusan membantu capaian pembelajaran aljabar linier. Hasil penelitian membawa peneliti kepada kesimpulan, memberikan pemahaman capaian pembelajaran aljabar linier dengan menggabungkannya pada permasalahan membangun aplikasi atau sistem informasi memberikan pemahaman yang baik bagi mahasiswa pendidikan informatika.Mahasiswa program studi pendidikan informatika selalu menemui ketakutan jika menempuh mata kuliah rumpun ilmu matematika, sebagai cabang ilmu yang landasan pokoknya adalah matematika seharusnya ini tidak menjadi masalah. Pembelajaran bermakna dapat ditemui melalui proses pembelajaran dengan menerapkan pendekatan pemecahan masalah, bagi mahasiswa program studi pendidikan informatika pemecahan masalah yang menarik bagi mereka ialah dengan membuat sistem informasi atau aplikasi
PENGEMBANGAN MEDIA COUNTING BOARD BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS 1 SDN JEGULO 1
This research aims to 1) develop contextual-based Counting Board media, 2) describe the level of validity, level of effectiveness and level of practicality of contextual-based Counting Board media. This type of research is research and development (Research and Development) with the ADDIE model which has five stages, namely analysis, design, development, implementation and evaluation. The instruments used in this research include observation, interviews, questionnaires and tests. The research was carried out at SDN Jegulo 1 involving 23 grade 1 students. The data analysis technique uses questionnaire score calculations, to determine the level of media validity, getting very valid results from the assessment of three validators, namely: material expert validator, media expert validator, and language validator. The level of practicality obtained from data from the results of teacher response questionnaires and student responses by obtaining assessments is very practical to use. Meanwhile, to determine the level of student practicality through student tests in the form of pre-test and post-test with a result of 0.75 calculated using the N-Gain formula so that contextual-based Counting Board media can improve mathematics learning outcomes for addition and subtraction material.Penelitian ini memiliki tujuan untuk 1) megembangkan media Counting Board berbasis kontekstual, 2) mendeskripsikan tingkat kevalidan,tingkat keefektifan dan tingkat keparktisan media Counting Board berbasis kontekstual. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang memiliki lima tahapan yaitu analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Instrumen yang digunkan dalam penelitian ini meliputi observasi,wawancara, angket dan tes. Penelitian dilaksanakan di SDN Jegulo 1 dengan melibatkan siswa kelas 1 yang berjumlah 23 siswa. Teknik analisis data menggunkan perhitungan skor angket, untuk mengetahui tingkat kevalidan media mendapatkan hasil sangat valid dari penilian tiga validator yaitu: validator ahli materi, validator ahli media, dan validator bahasa. Tingkat kepraktisan diperoleh data dari hasil angket respon guru dan respon siswa dengan memperoleh penilaian sangat praktis digunakan. Sedangkan untuk mengetahui tingkat kepraktisan siswa melalui tes siswa berupa pre-test dan post-test dengan hasil 0,75 dihitung menggunakan rumus N-Gain sehingga media Counting Board berbasis kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar matematika materi penjumlahan dan pengurangan
Pengaruh Gender Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD di Kelurahan Baleharjo
Abstract
This researcher has a research objective, namely to find out whether there is an influence of gender on mathematics learning outcomes. This type of research includes quantitative research with ex post facto research. The samples that will be used in this research are SDN 1 Baleharjo and SDN 2 Baleharjo taken with a total of 60 students. Research data was obtained through documentation techniques in the form of student personal data to determine students\u27 names and gender, as well as grade data to determine student learning outcomes. The data analysis technique uses the SPSS version 16.0 program. The results of data analysis concluded that: there is no difference in mathematics learning outcomes between male and female students. This is proven by the sig a results (0.581>0.05) which means there is no difference in learning outcomes between male and female students.
Keywords: Gender, Learning OutcomesPeneliti ini memiliki tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui adakah pengaruh gender terhadap hasil belajar matematika. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan penelitian ex post facto. Sampel yang akan digunakan pada penelitian ini yaitu SDN 1 Baleharjo dan SDN 2 Baleharjo yang diambil dengan jumlah 60 siswa. Data penelitian diperoleh melalui teknik dokumentasi yang berupa data diri siswa untuk mengetahui nama dan gender siswa, serta data nilai untuk mengetahui hasil belajar siswa. Teknik analisis data menggunakan bantuan program SPSS versi 16.0. Hasil analisis data menyimpulkan bahwa: tidak ada perbedaan hasil belajar matematika antara siswa laki-laki dengan siswa perempuan. Hal tersebut terbukti dari hasil sig a (0,581>0,05) yang berarti tidak ada perbedaan hasil belajar antara siswa laki-laki dan perempuan
Media Pop Up 3 Dimensi untuk Meningkatkan Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami
Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa SD Al Muhajirin menghadapi bencana melalui kegiatan edukasi dan simulasi menggunakan media pop up 3 dimensi pada anak. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pemberian angket/kuesioner, observasi, dan wawancara. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa setelah penggunaan media pop up 3 dimensi sebagai media mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami, secara umum sebagian besar siswa sudah memahami simulasi dan demonstrasi mitigasi bencana yang dilaksanakan, dibuktikan dengan hasil wawancara yang menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa, sebanyak 75% memiliki pengetahuan yang baik tentang bencana gempa bumi dan tsunami serta penyebabnya. Dari hasil penelitian yang dilaksanakan 17 siswa teramati aktif berpartisipasi dalam simulasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami, 5 siswa berpartisipasi sedang, serta 2 siswa pasif. Dengan digunakannya media pop up 3 dimensi, siswa lebih memahami mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami.Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa SD Al Muhajirin menghadapi bencana melalui kegiatan edukasi dan simulasi menggunakan media pop up 3 dimensi pada anak. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pemberian angket/kuesioner, observasi, dan wawancara. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa setelah penggunaan media pop up 3 dimensi sebagai media mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami, secara umum sebagian besar siswa sudah memahami simulasi dan demonstrasi mitigasi bencana yang dilaksanakan, dibuktikan dengan hasil wawancara yang menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa, sebanyak 75% memiliki pengetahuan yang baik tentang bencana gempa bumi dan tsunami serta penyebabnya. Dari hasil penelitian yang dilaksanakan 17 siswa teramati aktif berpartisipasi dalam simulasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami, 5 siswa berpartisipasi sedang, serta 2 siswa pasif. Dengan digunakannya media pop up 3 dimensi, siswa lebih memahami mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami.
Kata Kunci : Bencana, Gempa Bumi, Mitigasi, Pop up 3 Dimensi, Tsunami.