Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
    940 research outputs found

    Eksistensi Kesenian Tayub di Desa Wonosobo Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan Tahun 2016

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah, perkembangan, dan keberadaankesenian Tayub di Desa Wonosobo Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan. Penelitian inimenggunakan metode penelitian sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di DesaWonosobo Kesenian Tayub mengalami kemunduran dan kehilangan peminat, namun pada tahun2016 kesenian Tayub kembali dilestarikan dengan cara diadakan perlombaan pada HUT ke-71Republik Indonesia. Berawal dari kegiatan itu kesenian Tayub menunjukkan eksistensinyakembali di masyarakat desa Wonosobo khususnya bagi generasi muda. Keberadaan KesenianTayub juga mempengaruhi kehidupan masyarakat di bidang sosial, ekonomi dan budayamasyarakat desa Wonosobo

    SIKAP KEPEMIMPINAN DAN PERCAYA DIRI SEBAGAI MANIFESTASI KECERDASAN EMOSIONAL ANAK USIA DINI

    No full text
    Emotional intelligence can be broadly interpreted as a skill or ability that enables awareness of one\u27s own emotional state and the emotions of others as well as the capacity to use and manage emotions in order to positively influence role performance. This research aims to find out the importance of growing emotional intelligence in early childhood in terms of leadership and self-confidence. The research method used is a phenomenological qualitative method with data collection techniques using interviews and observations conducted at TK IT Muadz bin Jabal Kota Gede Yogyakarta. The subjects of this study were children aged 5-6 years. The results of the study show that there is an attitude of leadership and self-confidence as an indicator of children\u27s emotional intelligence. This is shown by the child being able to lead his friends in class to determine the rules for playing activities and the child feels proud when he is able to memorize letters in the Al Quran and the child also dares to show his abilities to others. In practice, leadership and self-confidence are fostered by setting an example in a mutually supportive environment.Kecerdasan emosional secara luas dapat diartikan sebagai keterampilan atau kemampuan yang memungkinkan kesadaran akan keadaan emosi diri dan emosi orang lain serta kapasitas untuk menggunakan dan mengelola emosi guna mempengaruhi kinerja peran secara positif. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya menumbuhkan kecerdasan emosional anak usia dini dalam hal sikap kepemimpinan dan percaya diri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif fenomenologi dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi yang dilakukan di TK IT Muadz bin Jabal Kota Gede Yogyakarta. Subyek dari penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun. Hasil penelitian menunjukan adanya sikap kepemimpinan dan percaya diri sebagai indikator kecerdasan emosional anak. Hal ini ditunjukan dengan anak mampu memimpin teman - temannya di kelas untuk menentukan aturan pada kegiatan main serta anak merasa bangga ketika mampu menghafal surat dalam Al Quran dan anak juga berani menunjukan kemampuan yang dimilikinya kepada orang lain. Dalam pelaksanaanya, sikap kepemimpinan dan rasa percaya diri ditumbuhkan melalui sebuah keteladanan dengan lingkungan yang saling mendukung

    HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN DAN PANJANG LENGAN TERHADAP KEMAMPUAN SERVIS ATAS DAN SMASH BOLA VOLI

    No full text
    Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis hubungan antara kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis atas dan smash dalam permainan Bola Voli Kencana Ungu di SMA N 2 Pacitan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Sampel yang digunakan terdiri dari 21 anggota tim Bola Voli Kencana Ungu Pacitan. Instrumen yang digunakan meliputi hand grip dynamometer untuk mengukur kekuatan otot lengan, pengukur meteran untuk mengukur panjang lengan, serta tes servis atas dan tes smash bola voli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat hubungan antara kekuatan otot lengan dengan kemampuan servis atas dengan nilai r hitung = 0,654 > r tabel = 0,4329. 2) Terdapat hubungan antara kekuatan otot dengan kemampuan smash dengan nilai korelasi r hitung = 0,453 > r tabel = 0,4329. 3) Terdapat hubungan antara panjang lengan dengan kemampuan servis atas dengan nilai r hitung = 0,453 > r tabel = 0,4329. 4) Terdapat hubungan antara panjang lengan dengan kemampuan smash dengan nilai r hitung = 0,552 > r tabel = 0,4329. 5) Terdapat hubungan antara panjang lengan dan kekuatan otot dengan kemampuan servis atas dengan nilai signifikansi 5% dan derajat kebebasan 3;04 yaitu 3,20 dan Rx1x2y1 = 0,511 > r tabel = 0,4329. 6) Terdapat hubungan antara panjang lengan dan kekuatan otot dengan kemampuan smash dengan nilai signifikansi 5% dan derajat kebebasan 3;04 yaitu 3,20 dan Rx1x2y2 = 0,410 > r tabel = 0,4329, menunjukkan koefisien korelasi tersebut signifikan

    HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP PASSING BAWAH PERMAINAN BOLA VOLI DI SMP NEGERI 4 KOTA SORONG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Siswa SMP NEGERI 4 KOTA SORONG Kelas VIII baik putri maupun putra masih ada sebagian yang belum menguasai teknik dasar permainan bola voli salah satunya teknik passing bawah. Passing bawah merupakan kunci utama sebuah tim dalam melakukan serangan setelah menerima bola dari lawan yang masuk kedalam lapangan sendiri, apabila keterampilan passing bawah kurang baik, maka kemungkinan besar suatu tim tersebut akan kesulitan dalam membangun serangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat keterampilan dasar passing bawah bola voli pada siswa di SMP Negeri 4 kota Sorong tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode survei. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa  di SMP Negeri 4 kota Sorong tahun pelajaran 2024/2025, dengan jumlah 20 siswa, terdiri atas 12 siswa putra dan 8 siswa putri

    HUBUNGAN KEMANDIRIAN BELAJAR MATEMATIKA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA

    No full text
    Quantitative research approach with the type of implementation survey research to find out whether mathematics learning achievement is influenced by student’s attitudes and learning independence. The sample in this study was 88 students in class IX at SMP Negeri 10 Tarakan. The distribution of student attitude questionnaires and student learning independence was carried out to collect data, then added to the midterm assessment document (PTS). F-test is used in analyzing data through SPSS 23.0. The results of this study indicate that there is a simultaneous influence between students\u27 attitudes and independent learning on mathematics learning achievement, which is equal to 24.9%Pendekatan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian survey dilaksanakan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika dipengaruhi oleh kemandirian belajar matematika. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 88 siswa di kelas IX SMP Negeri 10 Tarakan. Penyebaran angket kemandirian belajar siswa dilaksanakan untuk mengumpulkan data, kemudian ditambah dengan dokumen penilaian tengah semester (PTS). Uji t digunakan dalam menganalisis data melalui SPSS 23.0. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara kemandirian belajar terhadap prestasi belajar matematik

    Pengaruh Profesionalisme Guru dan Budaya Sekolah Terhadap Kemampuan Literasi Dasar Siswa Madrasah Ibtidaiyah

    No full text
    This study aims to determine the magnitude of the influence of several variables of teacher professionalism and school culture together on students\u27 basic literacy abilities at Madrasah Ibtidaiyah (MI) in Suralaga District using 28 teachers and 560 students as respondents. This study uses an ex-post facto approach. Data were collected using a school culture teacher professionalism questionnaire, and tests of students\u27 basic literacy skills. Data analysis using simple correlation, simple regression, and multiple regression. The results showed that there was a significant influence: (1) teacher professionalism on students\u27 basic literacy skills with a determination of 22.4% and an effective contribution of 20.9%, (2) school culture on students\u27 basic literacy skills with a determination of 22, 8% and an effective contribution of 21.3%, (3) together the professionalism of teachers and school culture on the basic literacy abilities of students at MI in Suralaga District with a determination of 42.2%. Teacher professionalism and school culture can be used as predictors of students\u27 basic literacy abilitiesPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh beberapa variabel profesionalisme guru dan budaya sekolah secara bersama-sama terhadap kemampuan literasi dasar siswa pada Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Suralaga dengan menggunakan 28 orang guru dan 560 orang siswa sebagai responden. Penelitian ini menggunakan pendekatan ex-post facto. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner profesionalisme guru budaya sekolah, dan tes kemampuan literasi dasar siswa. Analisis data menggunakan korelasi sederhana, regresi sederhana, dan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan: (1) profesionalisme guru terhadap kemampuan literasi dasar siswa dengan determinasi sebesar 22,4% dan sumbangan efektif sebesar 20,9%, (2) budaya sekolah terhadap kemampuan literasi dasar siswa dengan determinasi sebesar 22,8% dan sumbangan efektif sebesar 21,3%, (3) secara bersama-sama profesionalisme guru dan budaya sekolah terhadap kemampuan literasi dasar siswa pada MI di Kecamatan Suralaga dengan determinasi sebesar 42,2%. Profesionalisme guru dan budaya sekolah dapat dijadikan sebagai prediktor terhadap kemampuan literasi dasar siswa

    Pembelajaran Seni Tari untuk Meningkatkan Keterampilan Siswa SD Negeri 2 Padi

    No full text
    Dance is a form of performing art that involves human body movements that are choreographed to convey certain expressions, stories, feelings or messages to the audience. Dance learning is an educational process that aims to teach students about dance, both traditional dance and modern dance. The implementation method consists of several stages, namely the observation and coordination stage of implementation, determination of themes and types of activities, training and documentation stages. The location of this research is SDN 2 Padi located in Watulumbung Hamlet, Padi Village, Tulakan District, Pacitan Regency. Dance learning is an educational process that aims to teach students about dance, both traditional dance and modern dance. The implementation method consists of several stages, namely the observation and coordination stage of implementation, determination of themes and types of activities, training and documentation stages. The location of this research is SDN 2 Padi located in Watulumbung Hamlet, Padi Village, Tulakan District, Pacitan Regency. Dance learning will be held from September 21 to October 23, 2023 with 2-3 meetings a week. There were 17 dance learning participants consisting of 15 women and 2 men from classes IV, V and VI. The results of dance learning include students gaining experience, being able to improve students\u27 skills, fostering self-confidence, and being able to channel their interests and talents in the arts, especially danc

    EXPLORING THE RELATIONSHIP BETWEEN VOCABULARY MASTERY AND PLAGIARISM AMONG UNIVERSITY STUDENTS

    No full text
    This study investigates the relationship between vocabulary mastery and plagiarism among university students. Conducted at a private university in West Jakarta, Indonesia, it involved 71 students from various majors enrolled in a rhetoric and composition course. Using iThenticate to measure plagiarism and the Vocabulary Levels Test (VLT) to assess vocabulary proficiency, the research found a low average plagiarism rate of 11.56% in the students\u27 essays. The study revealed no significant correlation between vocabulary mastery and the extent of plagiarism. Additionally, no substantial difference was observed in the amount of plagiarized content between students with lower and higher vocabulary proficiency. These findings suggest that vocabulary mastery alone may not be a significant factor in determining plagiarism behaviors, highlighting the multifaceted nature of plagiarism. The study underscores the need for further research into other potential contributors to plagiarism, such as psychological factors and cultural influences, and emphasizes the importance of teaching proper citation practices to combat academic dishonesty

    Peningkatan Keterampilan Menulis Melalui Media Film Pendek Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Materi Opini Dan Fakta Di Sekolah Menengah Atas: Peningkatan Keterampilan Menulis Melalui Media Film Pendek Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Materi Opini Dan Fakta Di Sekolah Menengah Atas

    No full text
    Kendala dalam kemampuan menulis peserta didik dan kurangnya variasi dalam media pembelajaran di kelas XII MIPA 3. Tujuan penelitian ini untuk mengukur kemampuan menulis teks opini peserta didik kelas XII MIPA 3 dengan menggunakan media pembelajaran berupa film pendek. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini laksanakan bagi peserta didik MIPA 3 kelas XII di SMA Al Islam 1 Surakarta pada semester ganjil tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian ini bersumber dari peserta didik kelas XII MIPA 3. Data yang digunakan yaitu peningkatan nilai peserta didik. Hasil evaluasi yang dilakukan pada siklus I terdapat 28 peserta didik atau 70% telah mencapai ketuntasan, kemudian pada siklus II hasil evaluasi menunjukkan sebanyak 32 peserta didik atau 80% telah mencapai ketuntasan. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa film pendek sebagai media pembelajaran dapat meningkakan hasil belajar peserta didik.Keterampilan menulis merupakan keterampilan berbahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain secara tidak langsung. Pokok masalahnya yaitu adanya kendala dalam kemampuan menulis peserta didik dan kurangnya variasi dalam media pembelajaran di kelas XII MIPA 3. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas sebagai Penelitian mengharuskan pendidik secara sistematis dan cermat meneliti praktik mereka sendiri dengan menggunakan metodologi penelitian. Penelitian ini laksanakan bagi peserta didik MIPA 3 kelas XII di SMA Al Islam 1 Surakarta pada semester ganjil tahun pelajaran 2023/2024. Tujuan penelitian ini untuk mengukur kemampuan menulis teks opini peserta didik kelas XII MIPA 3 dengan menggunakan media pembelajaran berupa film pendek. Hasil evaluasi yang dilakukan pada siklus I terdapat 28 peserta didik atau 70% telah mencapai ketuntasan, kemudian pada siklus II hasil evaluasi menunjukkan sebanyak 32 peserta didik atau 80% telah mencapai ketuntasan. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa film pendek sebagai media pembelajaran dapat meningkakan hasil belajar peserta didik

    Upaya Meningkatkann Prestasi Belajar Ips Materi Pokok Mendiskripsikan Perjuangan Bangsa Indonesia Merebut Irian Barat Melalui Strategi Pembelajaran Kooperatiftipe Stad Pada Siswa Smp Negeri 1 Punung

    No full text
    Penelitian ini bertujuan: (1) Bagaimanakah aktivitas belajar siswa menggunakan pembelajarankooperatif tipe STAD pada pembelajaran IPS? Dan (2) Bagaimanakah prestasi belajar siswa melaluiimplementasi pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pembelajaran IPS?Subjek penelitian adalah subjek yang dituju untuk diteliti oleh peneliti. Jika bicara tentang subjekpenelitian, sebetulnya juga berbicara tentang unit analisis, yaitu subjek yang menjadi pusat perhatianatau sasaran peneliti. Sebagai sumber data, subjek penelitian yang dipilih adalah siswa kelas IX D SMPNegeri 1 Punung pada semester 2 tahun pelajaran 2016/2017 sebanyak 26 siswa. Pemilihan subjekdilakukan melalui diskusi dengan teman sejawat.Hasil penelitian diperoleh bahwa: (1) Berdasarkan hasil temuan penelitian tindakan diketahuibahwa siswa yang bercanda dalam belajar 7 (28,92), siswa yang memperhatikan pelajaran dengan baik19 (73,08), siswa yang aktif menyampaikan pendapat dalam diskusi 18 (69,23), siswa yang tidak aktifmenyampaikan pendapat dalam diskusi 10 (38,46), siswa yang aktif dalam kegiatan kelompok diskusi19 (73,08). Setelah dilakukan perubahan pada siklus kedua, maka masalah yang muncul pada sikluspertama dapat diatasi terutama pada respon siswa dalam mengikuti pembelajaran. Siswa yang bercandadalam belajar 2 (7,69), siswa yang memperhatikan pelajaran dengan baik 24 (92,31), Siswa yang aktifmenyampaikan pendapat dalam diskusi 23 (88,46), Siswa yang tidak aktif menyampaikan pendapatdalam diskusi 4 (15,38), Siswa yang aktif dalam kegiatan kelompok 22 (84,62); dan (2) Hasil penelitiansiklus pertama menunjukkan bahwa prosentase siswa yang tuntas belajar 73,08% (19 siswa), prosentasesiswa yang belum tuntas belajar 28,92 % (7 siswa). Perbaikan siklus ke dua prosentase siswa yang tuntasbelajar mengalami peningkatan yaitu 92,31 % (24 siswa) dan prosentase siswa yang belum tuntas belajar 7,69% (2 siswa). Pada penelitian siklus dua ini dianggap berhasil sehingga tidak dilanjutkan pada siklusberikutnya

    93

    full texts

    940

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇