Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
940 research outputs found
Sort by
Penerapan Strategi Pembelajaran Inquiry Sebagai Upaya Peningkatan Motivasi dan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Materi Tajwid Pada Siswa Kelas VII A Semester II Smp Negeri 1 Punung Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2015/2016”
Pembicaraan mengenai pendidikan selalu diarahkan kepada guru. Guru selalu dianggap sebagaipihak yang bertanggung jawab dalam operasionalisasi pendidikan ditingkat sekolah. Sehingga ketikapendidikan dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas menurunnya kualitas sumber dayamanusia, secara langsung guru merupakan pihak yang bertanggung jawab. Dengan demikian gurumerupakan pihak yang sangat menentukan dan memegang peranan yang sangat penting terhadapkemajuan pendidikan yang bermuara pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (Sonhadji, 2000).Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh penerapan Strategi Pembelajaran Inquiry terhadappeningkatan hasil belajar Pendidikan Agama Islam materi tajwid. Penelitian ini menggunakan penelitiantindakan (Action Research) sebanyak tiga siklus. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaiturancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan revisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VIIA SMP Negeri 1 Punung tahun pelajaran 2015/2016 sebanyak 32 siswa. Data diperoleh berupa nilai tesformatif dan observasi saat kegiatan belajar mengajar tiap siklus. Dari analisis didapatkan ketuntasanbelajar siswa mengalami peningkatan setiap siklus yaitu masing-masing 46,88%, 71,88%, dan 100%.Nilai rata-rata siswa juga mengalami peningkatan setiap siklus yaitu, 69,41, 73,63 dan 81,25.Kesimpulan penelitian adalah penerapan Strategi Pembelajaran Inquiry dapat meningkatkan motivasidan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam pada siswa kelas VII A semester II SMP Negeri 1 PunungKabupaten Pacitan tahun pelajaran 2015/2016, dengan strategi yang diterapkan siswa merasa nyamandan bersemangat dalam belajar sehingga nilai rata-rata siswa meningkat
Edukasi Ibu Hamil terhadap Pentingnya memenuhi Kebutuhan Gizi Sejak Hamil sebagai Upaya Pencegahan Stunting
Asupan gizi yang tidak optimal pada masa kehamilan berperan meningkatkan bebanmasalah gizi ganda dan penyakit kronis di masa depan. Disamping itu, kualitas sumberdaya manusia akan terhambat akibat rendahnya kemampuan kognitif pada jangkapanjang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentangpentingnya memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil. Kegiatan dilakukan menggunakanmetode edukasi ceramah dan diskusi. Peserta sosialisasi terdiri dari tujuh orang yangmerupakan ibu hamil di Dusun Krajan Desa Kalipelus Kecamatan Kebonagung. Adapuntujuan dari pengabdian ini adalah meningkatnya pemahaman ibu hamil tentangpemenuhan gizi dan pengetahuan tentang gizi serta meningkatkan kesadaran dalammemenuhi kebutuhan gizi pada ibu hamil. Hasil daripada kegiatan ini disimpulkan bahwapartisipasi peserta kegiatan sangat antusias. Hal ini dapat dibuktikan dengan absensikehadiran sebanyak 100% yang terdiri dari tujuh orang ibu hamil dan dihadiri 2 kaderPosyandu. Seluruh peserta mengikuti serangkaian acara dari awal sampai akhir denganbersemangat. Edukasi gizi seperti ini diharapkan dapat dilanjutkan dengan pelatihan giziuntuk meningkatkan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan giz
Penguatan Kesadaran Masyarakat Desa Sirnoboyo dalam Upaya Perawatan Jenazah
Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah (1) meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban mengurus jenazah, (2) meningkatkan pengetahuan tentang tatacara perawatan jenazah, (3) terbentuknya tim putra dan tim putri dalam perawatan jenazah di lingkungan masyarakat desa Sirnoboyo, (4) terbentuknya kemandirian masyarakat dalam perawatan jenazah. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan praktek perawatan jenazah dengan media boneka. Peserta pelatihan ini ada sekitar 120 orang,terdiri dari laki-laki dan perempuan warga masyarakat Desa Sirnoboyo. Pelaksanaan kegiatan terbagi menjadi dua tahapan yaitu pertama pemaparan materi dan diskusi terkait teknis perawatan jenazah dan tahap yang kedua praktek perawatan jenazah meliputi praktek memandikan dan mengkafani jenazah. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa 96 orang peserta setara dengan 80% dari jumlah keseluruhan peserta memahami materi tentang perawatan jenazah dan mampu mempraktekkan proses pemandian dan pemakaian kafan secara benar dan siap terlibat dalam proses perawatan jenazah di lingkungan sekitar tempat tinggal
Sikap Peduli Lingkungan Siswa Kelas IV SD Negeri IV Sempu
This study aims to analyze: 1) the attitude of caring for the environment in of students; 2) supporting factors caring for the environment of students. This research is a qualitative research with a descriptive approach. The collecation of data used in this study is a data collaction technique of observation, interviews and documentation. The research subjects were four grade students and third . The collation techniques used were observation, interviews and documentation. Data analysis technique using data collection, techniques, data reducation, data presentation, validation and conclusions. The results of data analysis concluded that: 1) the attitude of caring for the environment in grade IV students at SD Negeri 4 Sempu showed very good results, the thing that needs to be improved is the proessing of waste into useful and creative goods. 2) The supporting factors for caring for the environment in class IV SD Negeri 4 Sempu students are self motivation, parental motivation, and teachers. Then the inhibiting factor is the frend factor around. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) sikap peduli lingkungan siswa; 2) faktor pendukung dan faktor penghambat sikap peduli lingkungan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan dekriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas empat dan guru wali kelas tiga. Teknik pengumpulan yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, validasi dan kesimpulan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1) sikap peduli lingkungan di siswa kelas IV SD Negeri 4 Sempu menunjukkan hasil sangat baik hal yang perlu di tingkatkan adalah pengolahan sampah menjadi barang yang berguna dan kreatif. 2) faktor pedukung sikap peduli lingkungan siswa kelas IV SD Negeri Sempu yaitu motivasi diri, motivasi orang tua, dan guru. Kemudian faktor penghambatnya adalah faktor teman disekitar.
Peningkatan Keterampilan Bercerita Tentang Tokoh Idola Menggunakan Media Kartu Bergambar Pada Siswa Kelas VII C Semester II Smp Negeri 1 Punung Kabupaten Pacitan Tahun Ajaran 2016/2017
Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan bercerita tentang tokoh idolamenggunakan media kartu bergambar pada siswa Kelas VII C Semester II SMP Negeri 1 PunungKabupaten Pacitan Tahun Ajaran 2016/2017. Metode ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK).Penelitian tindakan kelas ini mengacu langkah Kemmis dan Mc.Taggart dengan empat prosedur: a)Perencanaan, b) Tindakan, c) Observasi, dan d) Refleksi. Penelitian ini terdiri atas dua siklus dandilaksanakan di SMP Negeri 1 Punung, Kabupaten Pacitan. Subjek penelitian adalah Kelas VII C yangterdiri 28 siswa. Objek penelitian ini: keterampilan bercerita. Pengumpulan data menggunakan: angket,observasi, wawancara, catatan lapangan, dokumentasi, dan tes keterampilan bercerita. Instrumenpenelitian yang digunakan: angket, lembar observasi, pedoman wawancara, tes bercerita, catatanlapangan, dan lembar penilaian keterampilan bercerita siswa. Teknik analisis data menggunakankualitatif yang didukung data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Media kartu bergambardapat meningkatkan proses pembelajaran keterampilan siswa, terbukti dari meningkatnya keaktifansiswa, perhatian dan konsentrasi siswa, keberanian siswa, serta minat siswa dengan skor rata-rata siswasaat Pratindakan 10,36, kemudian meningkat menjadi 13,88 Siklus I, dan meningkat kembali Siklus IImenjadi 16,04. (2) Peningkatan secara produk dapat dilihat dari skor rata-rata keterampilan berceritadari Pratindakan sampai Siklus II. Skor rata-rata kelas yang diperoleh Pratindakan sebesar 17,69,kemudian meningkat menjadi 20,64 Siklus I dan meningkat lagi menjadi 23,06 Siklus II. Peningkatanskor rata-rata kelas Pratindakan hingga Siklus II sebesar 5,37
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Materi Operasi Hitung Bilangan Bulat Melalui Pemanfaatan Alat Peraga Garis Bilangan Siswa Kelas Vii A Semester I Smp Negeri 1 Punung Tahun Ajaran 2021/2022
Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan prestasi belajar materi bilangan bulat siswa Kelas VIIA Semester I SMP Negeri 1 Punung Tahun Ajaran 2021/2022.Metode penelitian ini adalah penelitian kelas yang terdiri dari tiga siklus di mana tiap siklusmeliputi: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa KelasVII A Semester I SMP Negeri 1 Punung Tahun Ajaran 2021/2022 yang terdiri dari 30 siswa.Hasil penelitian menunjukkan: (a) Partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar Siklus I ada30% siswa acuh, 43% sedang, dan 27% aktif. Tindakan Siklus II ada 30% siswa acuh, 43% sedang, dan27% aktif. Tahap Siklus III ada 20% siswa acuh, 40% sedang, dan 40% aktif. (b) Alat peraga garisbilangan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa menyelesaikan soal operasi hitung bilangan bulat,dengan Skor Rata-Rata Siklus I adalah 64 dan ketuntasan belajar 53% (16 Siswa), Siklus II adalah 66dan ketuntasan belajar 70% (21 Siswa), sedangkan Siklus III adalah 72 dan ketuntasan belajar 90% (27Siswa). Tingkat kemampuan siswa memahami soal Siklus I 50% tidak dapat menjumlahkan danmengurangkan bilangan bulat positif dengan negatif, 45% tidak dapat mengalikan bilangan bulat positifdengan negatif, dan 42% tidak dapat membagi bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif.Siklus II ada 25% tidak dapat menjumlahkan dan mengurangkan bilangan bulat positif dengan bilanganbulat negatif, 20% tidak dapat mengalikan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif, dan 15%tidak dapat membagi bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif. Tindakan Siklus III ada 8%tidak dapat menjumlahkan dan mengurangkan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif, 10%tidak dapat mengalikan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif, dan 9% tidak dapatmembagi bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif
UPCYCLING KAOS BEKAS MENJADI TOTE BAG SEBAGAI UPAYA DIET KANTONG PLASTIK MENUJU SDGs 2030 DI DESA PELEM
Abstrak
Kesadaran masyarakat di Dusun Biting terhadap pengelolaan sampah tergolong minim. Namun, ibu-ibu rumah tangga memiliki semangat tinggi untuk mempelajari pengetahuan dan keterampilan baru. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu-ibu rumah tangga terhadap bahaya plastik bagi kesehatan dan lingkungan; mengubah sampah kain menjadi produk bernilai guna; dan mengurangi kuantitas produk berbahan dasar plastik di lingkungan. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah community service. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat meliputi ceramah, tanya jawab, dan latihan. Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat, menunjukkan bahwa: (1) ibu-ibu rumah tangga mengetahui dampak sampah plastik bagi kesehatan dan lingkungan; serta (2) ibu-ibu rumah tangga memiliki keterampilan dalam mengolah kain bekas menjadi tote bag bernilai guna. Pemerintah Desa Pelem mengharapkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bersifat continue untuk menjaga semangat masyarakat dalam pengelolaan sampah di lingkungan.
Kata Kunci: Kantong plastik, kaos bekas, tote bag, upcycling
Abstract
Public awareness in Dusun Biting regarding plastic waste management is minimal. However, local housewives are eager to learn new knowledge and skills. The purpose of this community service is to increase the knowledge and awareness of housewives about the dangers of plastic for health and the environment; turning cloth waste into useful products; and reducing the quantity of plastic-based products in the environment. The approach used in this activity is community service. The methods used in community service include lectures, questions and answers, and exercises. Based on the results of community service, it shows that: (1) housewives know the impact of plastic waste on health and the environment; and (2) increasing the skills of housewives in processing used cloth into useful-value tote bags. The Pelem Village Government hopes that this community service activity will continue to maintain community enthusiasm in managing waste in the environment.
Keyword: Plastic bags, tote bags, upcycling, used t-shirt
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga untuk Penanaman Sayuran dan Mikroorganisme Lokal (Mol) sebagai Ketahanan Pangan Keluarga
The aim of this community service is to encourage people to use household waste to plant vegetables and local microorganisms for food security for families and communities and to make planting media in the form of pots. The method of service is the community service method. The approach to implementing this service is asset or resource-based community empowerment. Data collection techniques use documentation, questionnaires and focus group discussions. Data analysis in this service is qualitative descriptive data analysis. The result of this service is that activities are carried out in three stages, namely the first is socialization related to the use of unused materials to make something useful, namely socialization on the manufacture and use of local microorganisms and making pots, the second is training in making and the third is monitoring and also evaluation. The activity was carried out by making planting media in the form of pots with gallons and used aqua bottles, then continuing with making fertilizer using stale rice, namely local microorganisms (MOL), then continuing with planting vegetables
HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN DAN GAYA LEDAK OTOT TUNGKAI TERHADAP PUKULAN SMASH BOLA VOLI PADA MAHASISWA ANGKATAN 2022 PENDIDIKAN JASMANI DI UNIMUDA SORONG
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan kekuatan otot lengan dan gaya ledak otot tungkai terhadap pukulan smash pada mahasiswa angkatan 2022 program studi pendidikan jasamni Universitas Pendidikan Muahmmadiyah Kabpaten Sorong, Kelompok A nilai Awal Sig sebesar 0.061 hal ini menunjukkan nilai Sig lebih besar dari 0.05 sehingga Tes Awal pada Kelompok A Berdistribusi Normal, begitupun sebaliknya nilai Sig pada tes akhir Kelompok A menunjukkan 0.200 hal ini menunjukkan pula bahwa nilai sig lebih besar dari 0.05 sehingga data pada tes akhir berdistribusi normal, sedangkan pada kelompok B Uji SPSS 25 pada Kelompok B nilai Awal Sig sebesar 0.200 hal ini menunjukkan nilai Sig lebih besar dari 0.05 sehingga Tes Awal pada Kelompok B Berdistribusi Normal, begitupun sebaliknya nilai Sig pada tes akhir Kelompok B menunjukkan 0.072 hal ini menunjukkan pula bahwa nilai sig lebih besar dari 0.05 sehingga data pada tes akhir berdistribusi normal
Peran Penggunaan Bahasa Jawa Dalam Penguatan Identitas Budaya Lokal
Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa daerah yang menduduki posisi penting dalam kerangkakebahasaan Indonesia. Dikenal sebagai bagian dari rumpun bahasa Austronesia, Bahasa Jawamemiliki sejarah dan perkembangan yang kaya, mencakup pengaruh budaya, seni, dan filosofiyang telah membentuk karakteristiknya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan 1)mengidentifikasi kontribusi penggunaan Bahasa Jawa terhadap identitas budaya lokal, 2)menganalisis dampak sosial dan budaya penggunaan Bahasa Jawa, 3) mengidentifikasi peranpenggunaan Bahasa Jawa dalam konteks globalisasi.Metode penelitian dalam artikel ini menggunakan metode sejarah. Secara umum adaempat langkah dalam metode penelitian sejarah, yaitu heuristik atau pengumpulan sumber,kritik atau verifikasi sumber, interpretasi atau mengkait-kaitkan sumber supaya menjadisebuah peristiwa yang kronologis dan terakhir adalah historiografi atau penulisan sejarahHasil penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan Bahasa Jawa tidak hanya bersifat alatkomunikasi sehari-hari, melainkan membawa implikasi yang mendalam terhadap identitas budayayang harus diwariskan dari generasi ke generasi, dinamika sosial, dan peran dalam menghadapitantangan global