Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
    940 research outputs found

    FUNCTIONAL MOVEMENT SCREENING : DETEKSI DINI RISIKO CEDERA OLAHRAGA ATLET POPDA BOLA VOLI PUTRA KABUPATEN BANYUMAS

    No full text
    Cedera merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi dalam cabang olahraga bola voli, baik pada saat sesi latihan maupun dalam pelaksanaan kompetisi. Salah satu metode yang digunakan untuk menilai potensi risiko cedera adalah Functional Movement Screening (FMS), yakni suatu instrumen penilaian kuantitatif yang dirancang untuk mengevaluasi mobilitas dan pola gerak fungsional tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat risiko cedera olahraga pada atlet POPDA bola voli putra Kabupaten Banyumas melalui penerapan tes FMS. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel terdiri atas 13 atlet POPDA bola voli putra Kabupaten Banyumas yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes FMS yang mencakup tujuh gerakan dasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua atlet tergolong dalam kategori risiko cedera sedang dan rendah berdasarkan skor yang diperoleh dari tes FMS. Terdapat 4 atlet dengan perolehan nilai 15 – 18 (frekuensi relative 30,8%) dalam kategori sedang dan 9 atlet dengan perolehan nilai 19 – 21 (frekuensi relative 69,2%) dalam kategori rendah. Selain itu, didpatkan juga nilai minimal 16,5, nilai median 19,5, nilai maksimal 21, standar deviasi 1,38 dan rata-rata 18,9. Berdasarkan nilai rata-rata yang didapatkan dari 13 atlet, maka dapat disimpulkan bahwa hasil tes Functional Movement Screening (FMS) pada atlet POPDA bola voli putra Kabupaten Banyumas masuk dalam kategori rendah.Cedera merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi dalam cabang olahraga bola voli, baik pada saat sesi latihan maupun dalam pelaksanaan kompetisi. Salah satu metode yang digunakan untuk menilai potensi risiko cedera adalah Functional Movement Screening (FMS), yakni suatu instrumen penilaian kuantitatif yang dirancang untuk mengevaluasi mobilitas dan pola gerak fungsional tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat risiko cedera olahraga pada atlet POPDA bola voli putra Kabupaten Banyumas melalui penerapan tes FMS. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel terdiri atas 13 atlet POPDA bola voli putra Kabupaten Banyumas yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes FMS yang mencakup tujuh gerakan dasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua atlet tergolong dalam kategori risiko cedera sedang dan rendah berdasarkan skor yang diperoleh dari tes FMS. Terdapat 4 atlet dengan perolehan nilai 15 – 18 (frekuensi relative 30,8%) dalam kategori sedang dan 9 atlet dengan perolehan nilai 19 – 21 (frekuensi relative 69,2%) dalam kategori rendah. Selain itu, didpatkan juga nilai minimal 16,5, nilai median 19,5, nilai maksimal 21, standar deviasi 1,38 dan rata-rata 18,9. Berdasarkan nilai rata-rata yang didapatkan dari 13 atlet, maka dapat disimpulkan bahwa hasil tes Functional Movement Screening (FMS) pada atlet POPDA bola voli putra Kabupaten Banyumas masuk dalam kategori rendah

    Pengaruh Efikasi Diri Dan Disposisi Matematis Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas X Smk

    No full text
    The study aims to determine the effect of self-efficacy and mathematical disposition on students\u27 mathematical communication skills at SMK N 2 Pacitan. Self-efficacy and mathematical disposition as independent variables. While the dependent variable is mathematical communication ability. The data collection instruments consisted of questionnaires and tests. The study used a quantitative approach with ex-post facto method, with a population of all class X students of SMK N 2 Pacitan totalling 480 students. Data analysis used the 3S-AR application. The regression analysis results showed that self-efficacy has a significant influence on mathematical communication ability with a correlation coefficient of 0.31 and a coefficient of determination of 9.8%. In contrast, mathematical disposition also had a significant but smaller effect, with a correlation coefficient of 0.26 and a coefficient of determination of 6.6%. When both variables were tested together, only self-efficacy showed a significant effect, while mathematical disposition was not significant. This study confirms the importance of self-efficacy in improving students\u27 mathematical communication ability, although mathematical disposition also contributes in a limited way.Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri dan disposisi matematis terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa di SMK N 2 Pacitan. Efikasi diri dan disposisi matematis sebagai variabel bebas. Sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan komunikasi matematis. Instrumen pengumpulan data terdiri dari kuesioner dan tes. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex-post facto, dengan populasi seluruh siswa kelas X SMK N 2 Pacitan yang berjumlah 480 siswa. Analisis data menggunakan aplikasi 3S-AR. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa efikasi diri memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematis dengan koefisien korelasi 0,31 dan koefisien determinasi 9,8%. Sebaliknya, disposisi matematis juga berpengaruh signifikan tetapi lebih kecil, dengan koefisien korelasi 0,26 dan koefisien determinasi 6,6%. Ketika kedua variabel diuji secara bersamaan, hanya efikasi diri yang menunjukkan pengaruh signifikan, sementara disposisi matematis tidak signifikan. Penelitian ini menegaskan pentingnya efikasi diri dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa, meskipun disposisi matematis juga berkontribusi secara terbatas

    Keterampilan Variasi Mengajar Guru Di Kelas IV Sekolah Dasar Nanga Dangkan Tahun Pelajaran 2022/2023

    No full text
    This research is motivated by the findings of some problems that are often experienced by students when in class, namely experiencing boredom and boredom caused by the monotonous teaching and learning process. The research aims to determine the teacher\u27s teaching variation skills in grade IV of Nanga Dangkan 01 Public Elementary School in the 2022/2023 academic year. This study used a qualitative approach and descriptive method; the research subjects were teachers and fourth-grade students, the research object was teaching variation skills, and the data collection techniques used were observation, direct communication, and documentation studies. Data collection tools used include observation sheets, interview sheets, and documentation. Data analysis techniques using data collection, data reduction, data presentation, and data verification. The research results obtained: 1) Teachers are skilled in applying variations in teaching styles. 2) The teacher has applied visual and kinesthetic learning media but needs to be more skilled in applying audio media. 3) The teacher has applied all aspects of variations in interaction patterns in a balanced way. 4) supporting factors due to the teacher\u27s knowledge and understanding in creating a pleasant classroom atmosphere and the inhibiting factors experienced by the teacher, namely the availability of minimal facilities, which makes the teacher often not use learning media and the teacher\u27s lack of creativity in creating learning media. The teaching variation skills of grade IV Elementary School teachers are seen as skilled and have been seen in applying teacher teaching variations.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan bahwa siswa di dalam kelas masih sering mengalami kebosanan dan kejenuhan yang disebabkan proses belajar mengajar yang monoton. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keterampilam variasi mengajar guru di kelas IV Sekolah Dasar Negeri 01 Nanga Dangkan Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas IV, objek penelitian adalah keterampilan variasi mengajar. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi, komunikasi langsung dan studi dokumentasi. Alat pengumpulan data yang digunakan lembar observasi, lembar wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data interaktif Miles and Hubberman yang terdiri dari tahap; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Guru sudah terampil dalam menerapkan variasi gaya mengajar. 2) Guru sudah menggunakan media pembelajaran visual dan kinestetik tetapi tidak terampil dalam menerapkan media audio. 3) Guru sudah menerapkan seluruh aspek variasi pola interaksi dengan seimbang. 4) faktor pendukung karena pengetahuan dan pemahaman guru dalam menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan faktor penghambat yaitu ketersediaan fasilitas yang minim membuat guru sering kali tidak menggunakan media pembelajaran dan kurangnya kreativitas guru dalam menciptakan media pembelajaran alternatif. Kesimpulan bahwa keterampilan variasi mengajar guru kelas IV Sekolah Dasar Negeri 01 Nanga Dangkan sudah terlihat terampil dan sudah terlihat dalam menerapkan variasi mengajar guru

    Analisis Kebutuhan Media Video Pada Proses Pembelajaran Sejarah

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan hasil analisis kebutuhan terkait penggunaan media video pembelajaran pada materi sejarah dengan menggunakan penyebaran kuesioner dan wawancara secara langsung di SMA Negeri 10 Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Analisis kebutuhan dilakukan dengan memperhatikan penggunaan media selama proses pembelajaran di dalam kelas, pada penelitian ini menggunakan angket atau kuesioner dengan data kualitatif yang tersebar melalui Google Form. Hasil analisis 28 peserta didik menjawab dari kelas X SMA Negeri 10 Palembang, menunjukkan bahwa 72,4% peserta didik menyatakan minat dan membutuhkan  penggunaan media video dalam pembelajaran Sejarah, Sebanyak 91,4% siswa juga menyatakan minat yang sama, menunjukkan kebutuhan yang signifikan akan pengembangan media tersebut dalam pembelajaran Sejarah. Hasil dari analisis yang telah dilakukan bahwa peserta didik lebih tertarik dengan pembelajaran menggunakan teknologi seperti halnya penerapan media video pembelajaran pada pembelajaran sejarah. Penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan media pembelajaran terutama penggunaan video pembelajaran sebagai media yang menarik dan efektif pada pembelajaran sejarah.Materi pelajaran sejarah identik dengan materi yang membahas terkait masa lalu, dalam pelaksanaannya pembelajaran sejarah masih belum efektif karena metode belajar yang di terapkan dalam kelas hanya bersifat teoritis, yang dapat menyebabkan minat belajar peserta didik menurun. Tentu dengan adanya permasalahan tersebut peran pendidik sangat di perlukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media video pembelajaran pada materi sejarah. Analisis kebutuhan dilakukan dengan memperhatikan penggunaan media selama proses pembelajaran di dalam kelas. Penelitian ini menggunakan angket atau kuesioner dengan data kuantitatif yang tersebar melalui Google Form. Hasil analisis 28 peserta didik menjawab dari kelas X. 3 SMA Negeri 10 Palembang, menunjukkan bahwa 72,4% peserta didik menyatakan minat dan membutuhkan penggunaan media video dalam pembelajaran Sejarah. Sebanyak 91,4% siswa juga menyatakan minat yang sama, menunjukkan kebutuhan yang signifikan akan pengembangan media tersebut dalam pembelajaran Sejarah

    Peningkatan PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DENGAN METODE MIND MAPPING PADA SISWA KELAS VIII D SMP SUNAN GIRI MENGANTI GRESIK

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peningkatan kualitas hasil belajar dan belajar menulis puisi pada siswa kelas VIII D SMP Sunan Giri Menganti dengan menggunakan metode mind mapping. Penelitian ini menggunakan pendekatan Classroom Action Research dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, catatan lapangan, kuesioner, dan analisis dokumen. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif komparatif dan analisis kritis. Proses penelitian dilakukan dalam dua siklus dengan empat tahap dalam setiap siklus. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) metode pemetaan pikiran dapat meningkatkan kualitas belajar menulis puisi. Hal ini terlihat dari peningkatan ke aktif, perhatian, konsentrasi, antusiasme dan keseriusan siswa dalam belajar (2) dengan menggunakan metode mind mapping keterampilan menulis puisi siswa dapat ditingkatkan. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata penulisan puisi siswa. Skor rata-rata siswa yang menulis puisi dalam pra-aksi adalah 15,04 dan tingkat kelengkapan klasik adalah 43%. Pada siklus pertama meningkat menjadi 19,14 dan kelengkapan klasik adalah 67,8%. Pada siklus kedua meningkat menjadi 20,54 dan 85,7% kelengkapan klasik.Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peningkatan kualitas hasil belajar dan belajar menulis puisi pada siswa kelas VIII D SMP Sunan Giri Menganti dengan menggunakan metode mind mapping. Penelitian ini menggunakan pendekatan Classroom Action Research dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, catatan lapangan, kuesioner, dan analisis dokumen. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif komparatif dan analisis kritis. Proses penelitian dilakukan dalam dua siklus dengan empat tahap dalam setiap siklus. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) metode pemetaan pikiran dapat meningkatkan kualitas belajar menulis puisi. Hal ini terlihat dari peningkatan ke aktif, perhatian, konsentrasi, antusiasme dan keseriusan siswa dalam belajar (2) dengan menggunakan metode mind mapping keterampilan menulis puisi siswa dapat ditingkatkan. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata penulisan puisi siswa. Skor rata-rata siswa yang menulis puisi dalam pra-aksi adalah 15,04 dan tingkat kelengkapan klasik adalah 43%. Pada siklus pertama meningkat menjadi 19,14 dan kelengkapan klasik adalah 67,8%. Pada siklus kedua meningkat menjadi 20,54 dan 85,7% kelengkapan klasik

    The MENUMBUHKAN SELF-DETERMINATION PERILAKU PROSOSIAL PADA SISWA SEKOLAH DASAR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya dalam menumbuhkan self-determination perilaku prososial siswa di Sekolah Dasar Negeri 1 Ploso, Pacitan. Upaya yang dilakukan ditinjau dari adanya faktor penghambat dan pendukung dalam pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari informan guru dan siswa kelas 1 sampai kelas 6. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan angket. Analisis data dilakukan menggunakan analisis model Miles dan Huberman. Teknik pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi. Hasil penelitian memberikan gambaran tentang upaya guru yang dilakukan meliputi pembagian kelompok belajar siswa, membangun kerja sama dan relasi sosial, keterlibatan aktif siswa dalam kelompok, membangun atribusi dukungan peran guru, menjalin kebutuhan mutual, memberikan afirmasi positif, membuat kesepakatan kelas bersama. Faktor penghambat dan faktor pendukung dalam menumbuhkan self-determination perilaku prososial siswa meliputi, karakteristik siswa yang heterogen, model pembelajaran berkelompok yang digunakan dalam proses  pembelajaran, kesiapan guru dan siswa serta hubungan siswa, guru dan orang tua.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya dalam menumbuhkan self-determination perilaku prososial siswa di Sekolah Dasar Negeri 1 Ploso, Pacitan. Upaya yang dilakukan ditinjau dari adanya faktor penghambat dan pendukung dalam pembelajaran. Data dalam penelitian ini diperoleh dari informan guru dan siswa kelas 1 sampai kelas 6. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan angket. Analisis data dilakukan menggunakan analisis model Miles dan Huberman. Teknik pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi meliputi triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Berdasarkan data yang diperoleh, upaya guru yang dilakukan meliputi pembagian kelompok belajar siswa, membangun kerja sama dan relasi sosial, keterlibatan aktif siswa dalam kelompok, membangun atribusi dukungan peran guru, menjalin kebutuhan mutual, memberikan afirmasi positif, membuat kesepakatan kelas bersama. Faktor penghambat dan faktor pendukung dalam menumbuhkan self-determination perilaku prososial siswa meliputi, karakteristik siswa yang heterogen, model pembelajaran berkelompok yang digunakan dalam proses  pembelajaran, kesiapan guru dan siswa serta hubungan siswa, guru dan orang tua. Kata Kunci:  self-determination, perilaku prososial, sisw

    Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Kulit Bawang Merah dan Air Cucian Beras (Leri) Pada Ibu Rumah Tangga Di Desa Mekar Sari, Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji

    No full text
    This community service project in the form of training was carried out based on the collaboration of KKN students from UIN Raden Intan Lampung and the community of Mekar Sari Village, in Tanjung Raya District, Mesuji Regency, Lampung Province, in order to provide training on community-friendly products for making liquid organic fertiliser from household waste to fertilise plants. The method used is counselling and providing training to the community, especially housewives. The purpose of this service is to educate and manage household waste as plant fertilizer. As a result, people are very aware that household vegetable waste, which is reprocessed into liquid organic fertiliser, has benefits for fertilising plants

    Pelatihan Mental Training Atlet untuk Menghadapi Pertandingan Ma’arif Cup di SMK Ma’arif Sudimoro Tahun 2023

    No full text
    Menyiapkan atlet agar matang menghadapi pertandingan perlu dilakukan sedini mungkin, melalui prosedur dan proses latihan mental yang sistematik dan memakan waktu cukup panjang. Tujuan dari latihan adalah pencapaian prestasi. Untuk bisa mencapai prestasi maksimal dibutuhkan kemampuan fisik, teknik, taktik, dan mental. Keempat elemen itu merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Terkadang atlet sudah memiliki kondisi fisik, teknik dan taktik yang baik, akan tetapi saat bertanding mengalami penurunan pada mentalnya. Melihat fenomena yang terjadi tersebut, penting sekiranya deterapkan sebuah latihan mental dalam menghadapi pertandingan. Latihan mental mempunyai peranan yang penting bagi atlet yang berguna untuk mempersiapkan kesiapan mental yang kuat terlebih dalam menghadapi pertandingan. Latihan mental merupakan latihan yang melibatkan keseluruhan aspek kejiwaan dalam menghadapi berbagai macam tekanan saat pertandingan. Ada tiga teknik mental training yang perlu diperhatikan secara khusus sesuai dengan kebutuhan praktis dalam pembinaan atlet menghadapi pertandingan diperlukan Latihan mental yang tepat untuk dapat meningkatkan kualitas mental yang baik bagi atlet. Diharapkan dengan diberikannya latihan mental ini atlet dapat meraih prestasi terbaik. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa mental juara merupakan suatu kecakapan yang dimiliki oleh seseorang, dimana kecakapan tersebut bukan didapat atau dibawa sejak lahir, namun terbentuk karena pengaruh lingkungan sekitar dan kemauan dalam diri olahragawan. Dapat disimpulkan bahwa latihan mental mempunyai peranan yang penting bagi atlet yang berguna untuk mempersiapkan kesiapan mental yang kuat terlebih dalam menghadapi pertandingan

    Analisis Wacana Kritis Sara Mills pada Acara Catatan Najwa dengan Judul Susahnya Jadi Perempuan

    No full text
    Wacana perempuan menjadi sebuah bentuk usaha untuk menyuarakan apa yang saat ini masih diperjuangkan oleh perempuan mengenai kesetaraan. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh deskripsi posisi subjek-objek dan posisi pembaca pada acara Catatan Najwa dengan judul Susahnya Jadi Perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskripstif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dengan teknik lanjutannya berupa teknik simak bebas libat cakap, dilanjutkan dengan transkripsi data, dan tahap terakhir adalah teknik catat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis wacana kritis dari Sara Mills yaitu dengan proses posisi subjek-objek dan posisi pembaca. Penelitian ini menghasilkan temuan yaitu posisi subjek-objek yang diperoleh menunjukkan subjek dalam data menceritakan bahwa perempuan sebagai objek yang seringkali mendapatkan ketidakadilan oleh beberapa pihak terutama laki-laki. Namun, subjek juga menempatkan citra perempuan pada posisi yang seharusnya mendapatkan keadilan di situasi yang menjadikan ketimpangan pada perempuan. Temuan yang selanjutnya adalah posisi pembaca digambarkan cenderung mengarahkan pembaca untuk merasakan apa yang dialami oleh perempuan dalam menghadapi isu-isu perempuan yang masih diperjuangkan

    EFL HIGH SCHOOL STUDENTS’ STRATEGIES FOR REDUCING SPEAKING ANXIETY

    No full text
    This research aims to investigate the strategies that EFL high school students use to overcome their speaking anxiety in the classroom context in the academic year 2022/2023. This study employed a qualitative method. The data were collected through interviews with three participants from a private secondary school in Yogyakarta and semi-structured interviews were conducted to gain strategies used by participants to cope with foreign language speaking anxiety. The data was analyzed using thematic analysis. The overall results show that the three participants experienced anxiety when carrying out learning activities in class, both when communicating, receiving evaluations, and when taking grades. In this study, it was also found that participants had strategies to overcome their EFL speaking anxiety (i.e., preparation, relaxation, peer seeking, and resignation), which could help them deal with EFL speaking anxiety in the classroom context. Therefore, with this strategy, students can have lower anxiety when carrying out learning activities in class. This research offers some ways to reduce anxiety and enhance classroom experiences. It emphasizes the need for further research on anxiety\u27s broader impact and suggests the role of teachers in supporting students with speaking anxiety

    93

    full texts

    940

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇