Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
940 research outputs found
Sort by
Kh. Zahid Syafi\u27i Dan Peranannya Dalam Islamisasi Berbasis Pesantren Di Dawuhan-Kauman Kota Blitar 1951-1981’an
Proses Islamisasi di Indonesia yang signifikan, tentu saja hal ini erat kaitannya dengan andil besar dari para pendakwah yang terlibat, seperti peran kiai dalam kerangka pendidikan Islam yang terjadi selama proses Islamisasi. Dari hal itulah peneliti mempunyai ketertarikan untuk meneliti (1) Genealogi KH. Zahid Syafi\u27i, (2) Peranan KH. Zahid Syafi’i pada perkembangan Islamisasi di Dawuhan Kota Blitar tahun 1951-1981’an, (3) Strategi KH. Zahid Syafi’i dalam Islamisasi di Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan historis. Teknik pengumpulaan data yang digunakan (1) Pemilihan Topik, (2) Heuristik (pengumpulan data), (3) Verifikasi (pengecekan data), (4) Interpretasi (penafsiran data), (5) Historiografi. Adapun jenis data dan sumber data dalam penelitian ini (1) website konstituante.net yang menyediakan data biografi, baik individu maupun kolektif, para anggota konstituante (Majelis Konstitusi) atau (MPR RI) pada tahun 1950’an, (2) Trankrip wawancara dengan KH Mukhtar Lubby cucu dari KH Zahid Syafi\u27I, (3) surat kabar dengan judul Mengenal KH Zahid Syafi\u27i Dawuhan, Pendiri dan Ketua Pertama PCNU Kota Blitar, (Blitar Times. Com, 20 Januari 2019). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwasannya (1) Genealogi KH. Zahid Syafi’I merupakan cucu dari KH. Abu Suja’, Abu Sujak merupakan utusan langsung dari keraton Jogja, sebagai Muballigh, dan kemudian KH. Abu Suja’ mendirikan pondok pesantren Bustanul Muta’allimin pada tahun 1873. (2) Peran KH. Zahid Syafi’i dalam mengembangkan agama Islam di Dawuhan-Kauman Kota Blitar, seperti berperan aktif dalam keorganisasian masyarakat ataupun keIslaman. (3) Strategi yang digunakan KH. Zahid Syafi’i dalam perjuangannya untuk perkembangan Islam bagi masyarakat di Kota Blitar
Penerapan Pembelajaran Dengan Materi Membedah Sistem Pendidikan Di Luar Negeri
Pendidikan adalah usaha yang disengaja, disengaja, berpola dan dapat dinilai oleh pendidikmengembangkan dan mengembangkan potensi yang terpendam dalam diri siswa.Arah kebijakan pendidikan di tingkat nasional berlangsung dalam konteks kehidupan intelektualbangsa yang dilandasi iman, takwa, dan akhlak mulia. Arah pendidikanbangsa bertujuan untuk menghasilkan sumber daya manusia di indonesia yang memilikiakhlak : beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cakap, cakap,kreatif, mandiri, menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Fungsipendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan berpikir dan membentuk secara rasionalakhlak mulia dalam kaitannya dengan nilai pancasila yaitu nilai ketuhanan,kemanusiaan, persatuan, demokrasi dan keadilan. Tujuan pendidikan internasional adalah untukmengembangkan potensi peserta didik agar mampu berpikir rasional, dan berakhlak mulia dalam kaitannya dengan nilai-nilai Pancasila yang menjunjung tinggi nilai kebenaran, kebaikan, keindahan, dan ketuhanan, serta secara konstruktif dan kreatif untuk dapatbertanggung jawab untuk memajukan bangsa tersebut dalam beradaptasi dengantuntutan masyarakat modern berdasarkan demokrasi dan keadilan
Estetika Busana Abdi Dalem Kakung Karaton Surakarta Hadiningrat
Busana Abdi Dalem Karaton Surakarta Hadiningrat merupakan suatu warisan yang khas serta masih di pertahankan pada era mpdern saat ini ditengah – tengah munculnya keanekaragaman motif dan warna. Karya ciptaan warisan leluhur yang turun temurun di Karaton Surakarta Hadiningrat pada era Kanjeng Susuhunan Paku Buwana III masih sangat kental dengan pakem adat Jawa yang penuh dengan simbol-simbol kehidupan. Ketidakpahaman orang awam akan kekayaan tradisi ini akan mengurangi rasa untuk memiliki serta menjaganya di era gempuran arus modernisasi. Dengan adanya kajian estetika maupun simbolis sangat bermanfaat sekali dalam rangka memberikan edukasi sehingga harapan kedepan menjadi suatu acuan penerapan busana dan motif tertentu sesuai makna atau simbol yang terkandung di dalamnya. Permasalahan yang di kaji dalam penelitian ini adalah bagaimana ageman atau busana Abdi Dalem Putra Karaton Surakarta Hadiningrat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan langkah, yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Dari hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa seorang Abdi dalem Karaton Surakarta ketika melakukan kegiatan pisowanan harus menggunakan busana sesuai dengan pakem yang ditetapkan oleh Karaton. Busana ini sangat beraneka ragam, corak bentuk maupun motifnya, serta mempunyai simbol-simbol di dalamnya. Bahkan penggunaan busana ini harus disesuaikan dengan gelar kepangkatan dalam Karaton. Simbol –simbol busana ini akan tercermin dalam kehidupan Abdi Dalem untuk menata perilaku serta etika dalam kehidupan. Sehingga dalam kehidupan Abdi Dalem Karaton Surakarta Hadiningrat tidak terpaku pada nafsu duniawi saja melainkan mengabdi pada Tuhan Yang Maha Esa melalui Karaton sebagai pusat budaya serta Kerajaan Islam tentunya mengajarkan tata kehidupan yang bersifat religius
Strategi Pengajaran Pada Program Linear Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa: Systematic Literature Review
Linear programming is an essential topic in the high school mathematics curriculum, significantly contributing to students\u27 decision-making and problem-solving skills. However, the complexity of its concepts and applications often becomes a challenge for students, making it challenging for them to translate real-world problems into mathematical models. This study aims to analyze various teaching strategies that have been implemented in linear programming instruction and evaluate their impact on students\u27 learning outcomes. Through a systematic literature review, this study explores differentiated learning,cooperative learning models such as jigsaw, discovery learning, and the integration of technology like GeoGebra. The findings indicate that these methods effectively improve students\u27 understanding and engagement in learning linear programming. By identifying the most effective approaches, this research provides insights for educators to implement better teaching methods, helping students grasp linear programming concepts more comprehensively and confidently.Program linear merupakan topik penting dalam kurikulum matematika sekolahmenengah atas yang berperan dalam meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkanmasalah dan membuat keputusan. Meskipun, siswa sering menghadapi kesulitan saatmenerjemahkan masalah dunia nyata ke dalam model matematika karena konsep danimplementasinya yang kompleks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi berbagaipendekatan pengajaran yang berbeda yang digunakan dalam program pembelajaran lineardan mengevaluasi bagaimana mereka berpengaruh pada bagaimana siswa belajar.Penelitian ini mengkaji pembelajaran berdiferensiasi, model belajar bersama seperti jigsaw.Hasil studi menunjukkan bahwa strategi-strategi tersebut meningkatkan pemahaman danketerlibatan siswa dalam pembelajaran program linear. Dengan menemukan metode yangpaling efektif, penelitian ini memberikan pendidik sebuah wawasan untuk menerapkanstrategi pengajaran yang lebih baik, sehingga siswa dapat memahami konsep program lineardengan lebih komprehensif dan percaya diri
Pengaruh Kemampuan Literasi Numerasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Ditinjau Dari Kemampuan Berpikir Analogis Materi Aljabar Kelas VII
The research on the influence of numeracy literacy on students\u27 learning outcomes viewed from their analogical thinking skills aims to: (1) determine whether there is an influence of numeracy literacy skills on learning outcomes, (2) determine whether there is an influence of analogical thinking skills on learning outcomes, and (3) determine whether there is an interaction between numeracy literacy skills and analogical thinking skills.
This study employed a quantitative research method with a pretest-posttest control group design. The population consisted of 60 students, and the sample comprised 60 students, specifically 30 students from Class VIIA and 30 students from Class VIIB. The research was conducted at SMPN 3 Paron. Sampling was carried out using the cluster sampling technique. Data collection techniques included an analogical thinking test, an algebra material test for the pretest, and an algebra material test incorporating numeracy literacy for the posttest. Data analysis was conducted using two-way ANOVA at a significance level of 0.05.
The results of the study are as follows: (1) There is a significant influence of numeracy literacy skills on learning outcomes, with a significance level of 0.005 < 0.05. (2) There is a significant influence of analogical thinking skills on students\u27 learning outcomes, with a significance level of 0.041 < 0.05. (3) There is no significant interaction between students\u27 numeracy literacy skills and their analogical thinking skills, with a significance level of 0.154 > 0.05.Penelitian pengaruh literasi numerasi terhadap hasil belajar siswa ditinjau dari kemampuan berpikir analogis memiliki tujuan 1) apakah terdapat pengaruh antara kemampuan literasi numerasi terhadap hasil belajar, 2) apakah terdapat pengaruh antara berpikir analogis terhadap hasil belajar, 3) apakah terdapat interaksi anatara kemampuan literasi numerasi dengan kemampuan berpikir analogis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kuantitaif dengan desain pretest-posttest control grup dengan jumlah populasi sejumlah 60 siswa dan sampel 60 siswa yang terdiri 30 siswa kelas VIIA dan 30 siswa kelas VII B. Penelitian ini dilakukan di kelas SMPN 3 Paron. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berpikir analogi, tes materi aljabar untuk pretest, dan tes materi aljabar menggunakan literasi numerasi untuk posttest. Uji analisis data menggunakan uji anava dua jalan dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian yaitu 1). Terdapat pengaruh antara kemampuan literasi numerasi dengan hasil belajar, taraf signifikan 0,005 < 0,05. 2). Terdapat pengaruh antara berpikir analogis terhadap hasil belajar siswa, taraf signifikansi 0,041 < 0,05. 3). Tidak terdapat interaksi yang ditimbulkan antara kemampuan literasi numerasi siswa dengan kemampuan berpikir analogis, 0,154 > 0,05
Karakteristik Instrumen Literasi Literasi Matematika SMP pada Konten Aljabar ditinjau dari Perspektif Item Response Theory
Mathematical literacy is an essential competency in solving contextual problems, and is the focus of curriculum and assessment development. The quality of mathematical literacy instruments still needs to be studied so that they can accurately reflect students’ abilities. Therefore, this study aims to analyze the characteristics of mathematical literacy instruments of junior high school students on algebraic content using the Item Response Theory (IRT) approach. The instrument was developed based on the AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) framework, which includes six questions with a personal and scientific context and a cognitive level of knowledge, application, and reasoning. This study used a quantitative descriptive method with a trial on 231 students from 14 junior high schools in Pacitan Regency. The analysis used the mirt package in the R software, including model compatibility tests, unidimensionality and local independence, parameter estimation, item compatibility, information function, and marginal reliability. The results show that the 1 Parameter Logistics (1PL) model is the best and meets the assumptions of unidimensionality and local independence. The model declared four of the six questions, with the reliability showing a good category of 0,8625. Based on the information function curve, the instrument effectively measures the ability of learners in the range -0,91 to 2,25. These findings show that four question items are declared feasible for measuring mathematical literacy in algebraic content at the junior high school level, which is reviewed from the perspective of IRT analysis.
Keywords: 1PL Model, Algebra, IRT, Item Analysis, Mathematical Literacy.Literasi matematika merupakan kompetensi esensial dalam penyelesaian permasalahan kontekstual dan menjadi fokus dalam pengembangan kurikulum dan asesmen. Kualitas instrumen literasi matematika masih perlu dikaji agar mampu mencerminkan kemampuan peserta didik secara akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik instrumen literasi matematika peserta didik SMP pada konten aljabar menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT). Instrumen dikembangkan berdasarkan konsep AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) yang mencakup enam butir soal dengan konteks personal dan saintifik, serta level kognitif pengetahuan, penerapan, dan penalaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan uji coba terhadap 231 peserta didik dari 14 SMP di Kabupaten Pacitan. Analisis dilakukan menggunakan package mirt pada perangkat lunak R, meliputi uji kecocokan model, unidimensionalitas dan independensi lokal, estimasi parameter, kecocokan butir, fungsi informasi, dan reliabilitas marginal. Hasil penelitian menunjukkan model 1 Parameter Logistik (1PL) sebagai model terbaik, serta memenuhi asumsi unidimensionalitas dan independensi lokal. Empat dari enam butir soal dinyatakan sesuai terhadap model, dengan reliabilitas menunjukkan kategori baik sebesar 0,8625. Berdasarkan kurva fungsi informasi, instrumen efektif mengukur kemampuan peserta didik pada rentang −0,91 hingga 2,25. Temuan ini menunjukkan bahwa empat butir soal dinyatakan layak digunakan untuk mengukur literasi matematika pada konten aljabar jenjang SMP yang ditinjau dari perspektif analisis IRT.
Kata Kunci: Aljabar, Analisis Butir, IRT, Literasi Matematika, Model 1PL
The Geometri dalam Etnomatematika: Studi Kasus Masjid Agung Darul Falah Pacitan: Geometri dalam Etnomatematika: Studi Kasus Masjid Agung Darul Falah Pacitan
Masjid Agung Darul Falah Pacitan merupakan warisan budaya yang memadukan fungsi religius dengan keindahan arsitektur bernilai sejarah. Penerapan prinsip-prinsip geometri dalam desainnya mencerminkan kreativitas dan keahlian tinggi para perancang masa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis konsep geometri yang terdapat pada struktur dan ornamen Masjid Agung Darul Falah Pacitan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui metode etnografi, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi pada bulan Mei 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan masjid ini memuat berbagai bentuk bangun datar seperti persegi, persegi panjang, belah ketupat, trapesium, segi lima, segi enam, dan lingkaran, serta bangun ruang seperti setengah bola, balok, tabung, dan kerucut. Setiap bentuk geometris tersebut tidak hanya berfungsi struktural dan estetis, tetapi juga merefleksikan nilai simbolik dan religius yang terkait dengan budaya Islam lokal. Temuan penelitian ini berimplikasi penting dalam dunia pendidikan sebagai sumber pembelajaran geometri kontekstual yang meningkatkan relevansi dan minat siswa. Selain itu, hasil ini juga mendukung pelestarian budaya, pengembangan pariwisata edukatif, serta membuka peluang penelitian lanjutan pada situs budaya lain di wilayah Pacitan.Etnomatematika merupakan sebuah studi yang berkaitan dengan adat istiadat, kebiasaan atau pola hidup yang berhubungan dengan konsep matematika dari suatu masyarakat yang keberadaannya tidak disadari oleh masyarakat tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan eksplorasi dan analisis terkait konsep geometri yang terdapat pada Masjid Agung Darul Falah Pacitan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei tahun 2024 dengan tempat penelitian yaitu Masjid Agung Darul Falah Pacitan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil eksplorasi etnomatematika yang telah dilakukan pada bangunan Masjid Agung Darul Falah Pacitan dapat ditemukan beberapa konsep geometri yang dilihat dari struktur bangunan hingga ornamen-ornamennya. Konsep geometri pada Masjid Agung Darul Falah Pacitan antara lain konsep bangun datar seperti persegi, persegi panjang, belah ketupat, trapesium, segi lima, segi enam, dan lingkaran serta konsep bangun ruang seperti setengah bola, balok, tabung, dan kerucut. 
ENJOYABLE LEARNING ENGLISH: MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERCAKAPAN DASAR BAHASA INGGRIS SISWA
Bahasa Inggris merupakan alat komunikasi global yang sering digunakan pada setiap negara. Sehingga, menguasai pemahaman kata atau kalimat dalam Bahasa inggris sangat penting supaya tidak terjadi miscommunication dengan lawan bicara. Ada banyak aspek yang perlu diperhatikan dalam berbicara bahasa Inggris meliputi pengucapan, struktur kata, dan pembedaharaan kata. Masalah yang di sering dihadapi siswa ketika berbicara bahasa Inggris selain kurangnya pembendaharaan kata atau kosa kata bahasa Inggris juga mengalami kesulitan mengungkapkan ekspresi kalimat bahasa Inggris sehari-hari. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam percakapan sederhana Bahasa inggris. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif yang terdiri dari 3 tahapan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi siswa untuk berkomunikasi sederhana Bahasa inggris secara mandiri
Eksistensi Seni Budaya Reog Di Kecamatan Donorojo; Menjaga Warisan Budaya Lokal Di Tengah Arus Moderenisasi
Eksistensi seni budaya Reog memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya lokal di tengah arus modernisasi yang semakin pesat. Sebagai salah satu kesenian tradisional yang berasal dari Ponorogo, Reog bukan hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai, tradisi, dan identitas masyarakat setempat. Modernisasi membawa tantangan besar bagi keberlangsungan seni budaya ini, termasuk perubahan pola hidup masyarakat, globalisasi, dan minimnya regenerasi pelaku seni. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana upaya yang dilakukan untuk menjaga eksistensi seni budaya Reog, baik melalui pelestarian, pendidikan, maupun pengembangan inovasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan wawancara dengan pelaku seni serta pemerhati budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, komunitas seni, dan masyarakat memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan seni Reog ke dalam konteks modern tanpa kehilangan esensi tradisionalnya. Dengan pendekatan yang tepat, seni budaya Reog dapat terus hidup dan menjadi simbol kebanggaan budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi khususnya di Kecamatan Donorojo
Pondok Pesantren Nurul Ulum Kota Blitar: Fenomena Dari Sekolah Hingga Pondok Pesantren Modern 1994-2005
Penelitian ini mengkaji tentang sejarah Pondok Pesantren Nurul Ulum di Kota Blitar yang menjadi salah satu pesantren modern pada periode 1994–2005. Pesantren didirikan pada 10 April 1994 oleh KH. Imam Sughrowardi, KH. Muhammad Abdul Ghofur, dan KH. Muzayyin dibawah pengelolaan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Cabang Kota Blitar. Pondok pesantren Nurul Ulum berawal dari lembaga pendidikan formal dengan orientasi umum, kemudian bertransformasi menjadi institusi yang memadukan pendidikan agama dan umum. Pada penelitian ini memiliki dua rumusan masalah: (1) bagaimana sejarah pendirian dan perkembangan Pondok Pesantren Nurul Ulum tahun 1994-2005 dan (2) apa saja tantangan dalam perkembangan Pondok Pesantren Nurul Ulum tahun 1994-2005. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkap latar belakang pendirian pesantren yang bermula dari Madrasah Aliyah Keagamaan Nahdlatul Ulama (MAK-NU), serta mengidentifikasi tantangan internal dan eksternal dalam proses perkembangannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang terdiri dari lima tahap penelitian, yaitu: pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian disusun dalam dua sub bab: dinamika Pondok Pesantren Nurul Ulum tahun 1994–2005, dan tantangan perkembangan pesantren yang diklasifikasikan ke dalam aspek internal dan eksternal