Ejournal STKIP PGRI Pacitan (Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia)
Not a member yet
940 research outputs found
Sort by
Interaksi Sosial Siswa Reguler dengan Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Dasar
This study aims to determine the social interaction between regular students and children with disabilities and the efforts made by teachers in helping the social interaction process. This type of research is descriptive qualitative. The data collection techniques used observation, interviews and documentation. The results showed that: 1) Social interaction between regular students and children with disabilities at SD Negeri 2 Ketepung from the aspect of tolerance has been formed. Meanwhile, the cooperation aspect has not been fully formed. 2) Teachers\u27 efforts to assist the social interaction process between regular students and children with disabilities in the learning process have been carried out. Teachers pay attention to the availability of learning tools and learning media used. However, in terms of learning methods, lectures dominate and teachers are still the center of the learning process (teacher center). So, the teacher\u27s efforts in providing regular direction have helped to build tolerance, but the lack of appropriate learning methods has made cooperation, especially in group discussions, difficult.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi sosial antara siswa reguler dengan ABK dan upaya yang dilakukan guru dalam membantu proses interaksi sosial tersebut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Interaksi sosial siswa reguler dengan ABK di SD Negeri 2 Ketepung dari aspek toleransi sudah terbentuk. Sedangkan, dari aspek kerja sama belum sepenuhnya terbentuk. 2) Upaya guru dalam membantu proses interaksi sosial siswa reguler dengan ABK pada proses pembelajaran sudah dilakukan. Guru memperhatikan ketersediaan perangkat pembelajaran hingga media pembelajaran yang digunakan. Akan tetapi, dari segi metode pembelajaran ceramah mendominasi dan guru masih menjadi pusat dalam proses pembelajaran. Jadi, upaya guru dalam memberikan arahan secara berkala membuat aspek toleransi terbentuk, namun kurang sesuainya metode pembelajaran yang digunakan membuat aspek kerja sama terutama dalam diskusi kelompok sulit dilakukan
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MINAT MEMBACA SISWA DI SD NEGERI 2 KARANGNONGKO: ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MINAT MEMBACA SISWA DI SD NEGERI 2 KARANGNONGKO
This study aims to identify and analyze factors contributing to low reading interest among upper-grade students at SD Negeri 2 Karangnongko. Reading interest is a crucial aspect of the learning process, as it impacts students\u27 literacy and comprehension skills. However, based on initial observations and field data, it was found that most students have not yet demonstrated a strong interest in reading. This study used a qualitative approach with data collection methods through observation, interviews, and documentation. The research subjects included fourth, fifth, and sixth-grade students, their class teachers, and their parents. The results indicate that low reading interest is caused by several factors, including: lack of motivation from the family environment, limited facilities and an interesting book collection at school, a lack of reading habits in teaching and learning activities, and the influence of gadget use, which tends to be used for entertainment rather than reading.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya minat membaca siswa di kelas tinggi SD Negeri 2 Karangnongko. Minat membaca merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran, karena berpengaruh terhadap kemampuan literasi dan pemahaman siswa. Namun, berdasarkan observasi awal dan data lapangan, ditemukan bahwa sebagian besar siswa belum menunjukkan ketertarikan yang kuat terhadap kegiatan membaca. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi siswa kelas IV, V, VI, guru kelas, serta orang tua siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya minat membaca disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: kurangnya motivasi dari lingkungan keluarga, terbatasnya fasilitas dan koleksi buku yang menarik di sekolah, kurangnya pembiasaan membaca dalam kegiatan belajar mengajar, serta pengaruh penggunaan gawai yang cenderung digunakan untuk hiburan dibandingkan untuk membaca.
Kata Kunci: minat membaca, siswa, sekolah dasar, literas
CHATGPT IN ACADEMIC LEARNING: EFL SENIOR COLLEGE STUDENTS’ ATTITUDES AND GENDER DIFFERENCES TOWARD CHATGPT
The adoption of ChatGPT into academic setting could be more prevalent due to its potential in leveraging EFL learners’ language skills. Despite its popularity, the integration of this AI tool in Indonesia within academic setting is still relatively underdeveloped, and taking into account how learners perceive ChatGPT could potentially provide informed decisions before its integration. Thus, this study aimed at investigating learners’ attitudes towards ChatGPT with particular attention to gender and related variables suggested by the literature. Adopting a qualitative approach through cross-sectional survey, 70 EFL college students of non-English major participated in this study in filling out five-likert scale of 32 items. The findings demonstrated that learners had moderate attitude towards ChatGPT in behavioral, affective, and emotional aspect, and exhibited low frequency and usage duration on ChatGPT. The students had mixed attitudes on ethical issues in using ChatGPT, and generally supported the notion of using ChatGPT adhering to institution regulation, and there was no indication of addition to the tool in academic setting. While there was no significant difference in affective and cognitive aspects, it was found that male differed significantly than female students in terms of behavioral aspect, indicating the tendency of using ChatGPT for future academic activities
Sejarah Perkembangan Console Game Playstation Dari Playstation 1 Sampai Playstation 5 1994-2020
Perkembangan konsol game PlayStation merupakan salah satu tonggak penting dalam sejarah industri permainan video. Diluncurkan pertama kali oleh Sony Computer Entertainment pada tahun 1994, PlayStation menghadirkan inovasi berupa penggunaan media CD-ROM, grafis 3D yang lebih kompleks, serta dukungan ekosistem pengembang pihak ketiga yang luas. Sejak generasi pertamanya, PlayStation terus berevolusi melalui berbagai seri—mulai dari PlayStation, PlayStation 2, PlayStation 3, PlayStation 4, hingga PlayStation 5—dengan peningkatan signifikan pada performa perangkat keras, kualitas grafis, dan pengalaman bermain. Konsol ini tidak hanya berperan sebagai sarana hiburan, tetapi juga membentuk budaya populer global, memengaruhi tren desain game, dan menciptakan komunitas pemain lintas generasi. Penelitian ini mengkaji perkembangan PlayStation dari perspektif sejarah teknologi dan budaya, menyoroti inovasi yang dihadirkan, dampaknya terhadap industri game, serta kontribusinya dalam membentuk lanskap permainan digital modern
THE ANALYSIS OF STUDENTS\u27 DIFFICULTIES IN LEARNING ENGLISH USING CAMBRIDGE CURRICULUM : students\u27 difficulties, English learning, Cambridge Curriculum
This research aimed to analyze students\u27 difficulties in learning English using Cambridge Curriculum. Furthermore, the research tried to look for solutions from the obstacles. The research used a qualitative method with a case study approach. The stages of the research included initial research and data collection, transcription of conversations and interview results, conducting data analysis, and the reports. Data collection techniques in this study were observation, interviews, and documentation, with research subjects consisting of 10 students from eight-grade MTs students, one English teacher, and a representative from Assalafiyah Language Center (ALC) who oversaw the implementation of the Cambridge Curriculum at MTs Assalafiyah. To analyze the data, this research used Miles and Huberman’s theory. It consisted of data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results showed that there were obstacles experienced by the students related to learn English using Cambridge Curriculum, such as limited mastery of vocabulary, which made it difficult for students to understand the explanations in the book. This was also the cause of students\u27 lack of understanding when the teacher explained the material using full English and due to limited time in the learning process. The alternative solution for students was to start memorizing vocabulary and practice it in everyday life. Thus, teachers were expected to mix English and Indonesian language when explaining the material and add time for lesson hours so that students could learn optimally to maximize the implementation of the Cambridge curriculum in MTs Assalafiyah
PENGARUH METODE LATIHAN HIGHT INTENSITY INTERVAL TRAINING TERHADAP PROSES PENURUNAN KADAR LEMAK
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh latihan High-Intensity Interval Training (HIIT) terhadap penurunan persentase lemak tubuh. HIIT merupakan metode latihan yang memadukan intensitas tinggi dan rendah, yang telah terbukti meningkatkan pengeluaran energi dan mempercepat metabolisme, serta efektif dalam mengurangi kadar lemak tubuh. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pretest-posttest dan purposive sampling. Sampel terdiri dari 10 pekerja dengan kadar lemak tubuh lebih dari 30% yang memenuhi kriteria penelitian. Proses penelitian berlangsung dari 22 Oktober hingga 5 November 2024, dengan pelaksanaan HIIT selama 10 sesi dengan 17 variasi gerakan per sesi. Data persentase lemak diukur menggunakan Body Fat Monitor Omron HBF 375. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam persentase lemak tubuh dari rata-rata pretest sebesar 32.96 menjadi 30.87 pada posttest. Uji normalitas dan uji-t menunjukkan hasil signifikan (p < 0.05), yang mengindikasikan adanya pengaruh HIIT terhadap penurunan persentase lemak tubuh. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi praktisi kesehatan dalam mengembangkan program latihan efektif untuk pengendalian komposisi tubuh.Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh latihan High-Intensity Interval Training (HIIT) terhadap penurunan persentase lemak tubuh. HIIT merupakan metode latihan yang memadukan intensitas tinggi dan rendah, yang telah terbukti meningkatkan pengeluaran energi dan mempercepat metabolisme, serta efektif dalam mengurangi kadar lemak tubuh. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pretest-posttest dan purposive sampling. Sampel terdiri dari 10 pekerja dengan kadar lemak tubuh lebih dari 30% yang memenuhi kriteria penelitian. Proses penelitian berlangsung dari 22 Oktober hingga 5 November 2024, dengan pelaksanaan HIIT selama 10 sesi dengan 17 variasi gerakan per sesi. Data persentase lemak diukur menggunakan Body Fat Monitor Omron HBF 375. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam persentase lemak tubuh dari rata-rata pretest sebesar 32.96 menjadi 30.87 pada posttest. Uji normalitas dan uji-t menunjukkan hasil signifikan (p < 0.05), yang mengindikasikan adanya pengaruh HIIT terhadap penurunan persentase lemak tubuh. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi praktisi kesehatan dalam mengembangkan program latihan efektif untuk pengendalian komposisi tubuh
ANALISIS KESULITAN SISWA KELAS IV DALAM MEMAHAMI MATERI PENGUKURAN MATEMATIKA DI SDN 262 PANYILEUKKAN CIBIRU
This study aims to analyze the forms and causal factors of learning difficulties experienced by fourth-grade elementary students in understanding measurement concepts, specifically volume and time. The research used a descriptive qualitative approach, with data collected through questionnaires and interviews. The subjects were 26 fourth-grade students at SDN 262 Panyileukkan Cibiru and one classroom teacher. The results indicated that most students had difficulties in converting measurement units, using measuring tools, and reading or determining time. These difficulties stem from the limited use of concrete media and the lack of contextual learning methods relevant to students’ daily experiences. The findings highlight the importance of implementing learning strategies that are based on direct experiences, use of instructional tools, and communicative approaches in Mathematics instruction. This study provides valuable insights for developing adaptive teaching methods that accommodate the cognitive development of elementary school students.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan faktor penyebab kesulitan siswa kelas IV SD dalam memahami materi pengukuran volume dan waktu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner dan wawancara. Subjek penelitian adalah 26 siswa kelas IV di SDN 262 Panyileukkan Cibiru dan satu orang guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam mengonversi satuan volume, menggunakan alat ukur, serta membaca dan menentukan waktu. Faktor penyebab utama berasal dari kurangnya penggunaan media konkret dan metode pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan perlunya penerapan strategi pembelajaran berbasis pengalaman langsung, pemanfaatan alat peraga, dan pendekatan yang lebih komunikatif dalam proses pembelajaran Matematika. Temuan ini penting untuk menjadi dasar pengembangan metode pengajaran yang lebih adaptif terhadap karakteristik siswa sekolah dasar
Karakteristik Instrumen Literasi Matematika Pada Konten Geometri dan Pengukuran Ditinjau Dari Perspektif Item Response Theory
The research aims to determine the characteristics of mathematical literacy instruments in geometry and measurement content reviewed from the perspective of item response theory. The type of research used is quantitative description. The study subjects were 235 students in grade VIII of junior high school in Pacitan Regency, with details of 108 male students and 127 female students. Item analysis was carried out using IRT. The calculation uses the R program with the help of the mirt package. The study results showed that the mathematics literacy instruments, geometry content, and measurement characteristics were by the 1 PL model. Furthermore, from 8 question items, 7 items were fit and 1 item was not fit. One item that is not fit is item number 7, so the item must be removed. Mathematical literacy instruments in geometry and measurement content consisted of 14.29% of medium category questions and 85.71% of difficult category questions. The instrument is suitable for measuring students who have abilities ranging from -0.78 to 2.85.Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik instrumen literasi matematika pada konten geometri dan pengukuran ditinjau dari perspektif item response theory. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskripsi kuantitatif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VIII SMP di Kabupaten Pacitan sejumlah 235 siswa dengan rincian 108 siswa laki-laki dan 127 siswa perempuan. Analisis butir dilakukan dengan menggunakan IRT. Perhitungan menggunakan program R dengan bantuan package mirt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen literasi matematika konten geometri dan pengukuran memiliki karakteristik yang sesuai dengan model 1 PL. Selanjutnya, dari 8 butir soal diperoleh 7 butir fit dan 1 butir tidak fit. Satu butir tidak fit tersebut adalah butir nomor 7, sehingga butir harus dikeluarkan. Instrumen literasi matematika pada konten geometri dan pengukuran terdiri dari 14,29% butir soal kategori sedang dan 85,71% butir soal kategori sulit. Instrumen cocok digunakan untuk mengukur siswa yang mempunyai kemampuan rentang -0,78 sampai 2,85
EDUKASI TENTANG PENTINGNYA MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BAGI PARA CALON GURU SEKOLAH DASAR
ABSTRAK
Pembelajaran matematika di sekolah dasar perlu memperhatikan karakteristik siswa baik dari segi perkembangan kognitif maupun perkembangan social. Perhatian terhadap kedua hal tersebut menjadi kunci dalam mewujudkan pembelajaran matematika yang efektif dan menyenangkan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada calon guru sekolah dasar dalam mewujudkan pembelajaran matematika yang efektif melalui penggunaan media pembelajaran matematika.
Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini meliputi sosialisasi dan penugasan. Subjek yang terlibat adalah 136 calon guru SD yang masih duduk di bangku perkuliahan. Tahap sosialisasi merupakan tahap pemberian informasi untuk membentuk kesadaran serta pemahaman para calon guru tentang pentingnya penggunaan media pembelajaran matematika dalam pembelajaran di kelas rendah. Sedangkan tahap penugasan merupakan tahap pemberian tugas kepada calon guru SD untuk mengembangkan dan atau mencari media pembelajaran matematika yang sesuai dengan materi pembelajaran.
Hasil dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah dihasilkannya sebelas media pembelajaran matematika yang siap digunakan dalam pembelajaran matematika kelas rendah, meliputi media untuk pembelajaran tentang bilangan, penjumlahan dan pengurangan, perkalian dan pembagian, bangun datar, bangun ruang, satuan waktu, satuan panjang, satuan berat, uang, sudut, dan pecahan sederhana. Media tersebut dapat diproduksi ulang oleh guru dan calon guru dengan memanfaatkan benda yang ada di sekitar. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini para subjek memahami tentang pentingnya media pembelajaran matematika untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Selalin itu para subjek juga mendapatkan pengalaman langsung dalam mengembangkan media pembelajaran sesuai dengan materi pembelajaran.
Kata kunci: Pembelajaran matematika, media pembelajaran, siswa sekolah dasar
ANALYSING THE ALIGNMENT OF LOTS AND HOTS IN SUMMATIVE ASSESSMENTS WITHIN THE MERDEKE CURRICULUM
This study examines the alignment of Lower Order Thinking Skills (LOTS) and Higher Order Thinking Skills (HOTS) in summative assessments within the context of the Merdeka curriculum at SMP Amore Prime School. The research utilizes a descriptive quantitative approach, analyzing English assessment items for grade 8 students in the 2024-2025 academic year. Data was collected from 51 summative test items, categorized according to Bloom’s revised taxonomy, with a focus on the distribution of LOTS and HOTS. The findings reveal a dominance of LOTS-based items (70.6%) over HOTS-based items (29.4%), indicating a gap in the ideal implementation of the Merdeka curriculum, which emphasizes critical thinking, creativity, and independent learning. Although the assessment items reflect an attempt to integrate both cognitive levels, the imbalance suggests that traditional rote-learning practices still prevail, particularly in assessing foundational knowledge. This study highlights the need for greater emphasis on HOTS in language assessments to fully align with the goals of the Merdeka curriculum and support the development of students\u27 critical thinking and problem-solving skills