Portal Jurnal Malahayati (Universitas Malahayati)
Not a member yet
7304 research outputs found
Sort by
Faktor Psikososial Pada Industri Kontruksi: SebuahTinjauan Pustaka
ABSTRACT The construction industry has shown phenomenal growth globally in the last few decades, but it is also an industry that is classified as high risk and very prone to accidents. One of the things that influences it is the psychosocial factor. This research aims to review the characteristics of psychosocial and safety factors that influence the construction industry. This study is a literature review on quantitative studies. We used the NCBI-PubMed and Science Direct databases. The criteria consisted of peer-reviewed selection, published in English between 2014 and September 2024, fully accessible (full text). Articles that only displayed abstracts and were not fully accessible were excluded from the review. Many factors explain the relationship between psychosocial factors in construction industry workers. Several factors such as stress, mental disorders, inflexible working hours, workplace violence and the lack of psychosocial risk prevention management are the ones that cause the high number of psychosocial disorders that occur in the construction industry environment. The work environment needs to provide psychosocial support such as well-being programs and stress management training to improve performance and reduce the negative impact of psychosocial factors on workers. Keywords: Psychosocial Factors, Construction Industry, Stress Management ABSTRAK Industri konstruksi telah menunjukkan pertumbuhan fenomenal secara global dalam beberapa dekade terakhir, namun juga merupakan industri yang diklasifikasikan sebagai resiko tinggi dan sangat rentan akan terjadinya kecelakaan. Salah satu hal yang berpengaruh adalah faktor psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau karakteristik faktor psikososial dan keselamatan yang berpengaruh di industri kontruksi. Penelitian ini merupakan literature review pada studi kuantitatif. Kami menggunakan database NCBI-PubMed dan Science Direct. Kriteria terdiri dari peer-reviewed selection, dipublikasikan dalam bahasa inggris antara tahun 2014 hingga September 2024, dapat diakses secara penuh (full text). Artikel yang hanya menampilkan abstrak saja dan tidak dapat diakses secara penuh dieksklusi dari review. Banyak faktor yang menjelaskan hubungan faktor psikososial pada pekerja industry konstruksi. Beberapa faktor seperti stress, gangguan mental, jam kerja yang tidak fleksibel, kekerasan tempat kerja dan masih kurangnya manajemen pencegahan risiko psikososial merupakan yang yang menyebabkan masih tingginya angka gangguan psikososial yang terjadi pada lingkungan industry konstruksi. Lingkungan kerja perlu menyediakan dukungan psikososial seperti program kesejahteraan dan pelatihan manajemen stress untuk meningkatkan kinerja serta mengurangi dampak negatif dari faktor psikososial pada pekerja. Kata Kunci: Faktor Psikososial, Industri Kontruksi, Manajemen Stre
Pengaruh Jus Terong Belanda Terhadap Kadar Hemoglobin (HB) Ibu Hamil Trimester III di TPMB Tiurma Sitorus
ABSTRAK Pengaruh usia menarche, penggunaan kontrasepsi hormonal dan faktor psikis pada menopouse dini pada wanita merupakan faktor yang memicu kejadian menopouse dini yang mana pada usia pertama kali menstruasi di tandai dengan mengalami menarche lebih cepat akan memungkinkan kejadian menopouse dini karena memiliki sedikit folikel ovarium yang dapat mempengaruhi cadangan telur. Untuk Mengetahui Pengaruh Jus Terong Belanda Terhadap Kadar Hemoglobin (HB) Ibu Hamil Trimester III Di TPMB Tiurma Sitorus. Pengaruh Jus Terong Belanda Terhadap Kadar Hemoglobin (HB) Ibu Hamil Trimester III Di TPMB Tiurma Sitorus. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, untuk mengetahui pengaruh jus terong belanda terhadap kadar hemoglobin (HB) ibu hamil trimester III menggunakan uji beda independent sample t tes jika berdistribusi normal dan jika tidak berdistribusi nomrla gunakan uji mann- whitney. Penilaian kadar hemoglobin dilakukan selama 21 hari pada kelompok intervensi (diberikan jus terong belanda di dapatkan selisih rata- rata kadar hemoglobin sebelum dan sesudah yaitu 1,135. Sedangkan pada kelompok kontrol (tanpa diberikan sayur bayjus terong belanda) di dapatkan selisih rata-rata awal pemeriksaan dan akhir setelah 21 hari yaitu 0,01. Sehingga adanya pengaruh jus terong belanda terhadap peningkatan kadar hemoglobin. jus terong belanda terbukti dapat meningkat kadar hemoglobin, maka di sarankan tenaga kesehatan memberikan edukasi tentang jus terong belanda dapat di konsumsi agar terhindar dari kejadian anemia. Kata Kunci: Jus Terong Belanda, Kadar Hemoglobin, Ibu Hamil ABSTRACT The influence of the age of menarche, the use of hormonal contraception and psychological factors on early menopause in women are factors that trigger early menopause, where the age of first menstruation is marked by experiencing menarche more quickly, which will allow early menopause to occur because they have fewer ovarian follicles. may affect egg reserves. To determine the effect of Dutch eggplant juice on hemoglobin (HB) levels of pregnant women in the third trimester at TPMB Tiurma Sitorus. Effect of Dutch Eggplant Juice on Hemoglobin (HB) Levels of Pregnant Women in the Third Trimester at TPMB Tiurma Sitorus. Data analysis was carried out univariately and bivariately, to determine the effect of tamarillo juice on hemoglobin (HB) levels of pregnant women in the third trimester using the independent sample t test, if it is normally distributed and if it is not normally distributed, use the Mann-Whitney test. Hemoglobin levels were assessed for 21 days in the intervention group (given tamarillo juice) and the difference between the average hemoglobin levels before and after was 1.135. Meanwhile, in the control group (without being given tamarillo bayjuice) the difference between the average at the beginning of the examination and the end after 21 days was 0.01. So there is an effect of tamarillo juice on increasing hemoglobin levels. Keywords: Dutch Eggplant Juice, Hemoglobin Levels, Pregnant Wome
Pencegahan Plebitis dengan Assesment Skor Diva dalam Intervensi Bundle Adult
ABSTRACT Peripheral intravenous catheters (PIVC) are the most commonly used invasive medical devices in healthcare with an overall failure rate of 35-50%. The aim of this literature review is to increase awareness that infections caused by PIVC are a relevant problem that can be reduced by changes in practice Research Method: literature review by searching articles on the Scopus, Science Direct, Pubmed, Google Scholar databases between 2019-2024 using the PRISMA method The keywords used are phlebitis and Bundle Adult and Diva Score. Article searches found 10 sources that met the inclusion criteria. Results: Criteria for inclusion in the search. Sources of this literature include: articles that examine the prevention of phlebitis by assessing DIVA scores in interns, articles available in English or Indonesian, articles available in full text form, articles published in 2019-2023, and in the form of research articles/original articles. The research articles reviewed by researchers are briefly explained. The conclusion of this literature review is nursing interventions that can be used in practice to prevent complications of PIVC installation. Keywords: Phlebitis And Bundle Adult and Diva Score ABSTRAK Kateter intravena perifer (PIVC) merupakan perangkat medis invasif yang paling umum digunakan dalam layanan kesehatan dengan tingkat kegagalan keseluruhan 35-50%. Tujuan dari literatur review ini untuk meningkatkan kesadaran bahwa infeksi yang disebabkan oleh PIVC merupakan masalah relevan yang dapat dikurangi dengan perubahan praktik Metode Penelitian: literature review dengan menelusuri artikel pada database Scopus, Scince Direct, Pubmed, Google Scholar antara tahun 2019-2024 dengan metode PRISMA. Kata kunci yang digunakan yaitu plebitis dan Bundle Adult dan Diva Score. Penelusuran artikel didapatkan 10 sumber yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Kriteria Penyertaan dalam pencarian Sumber literatur ini antara lain: artikel yang mengkaji tentang pencegahan plebitis dengan assesment skor diva dalam internsi, artikel tersedia dalam bahasa Inggris atau Indonesia, artikel tersedia dalam bentuk full text, artikel terbitan tahun 2019-2023, dan dalam bentuk artikel penelitian/artikel asli. Artikel penelitian yang direview peneliti dijelaskan secara singkat Kesimpulan simpulan pada literatur review ini adalah intervensi keperawatan yang dapat digunakan dalam praktek untuk mencegah komplikasi pemasangan PIVC Kata Kunci: Plebitis and Bundle Adult and Diva Scor
Efektifitas Pemberian ASI terhadap Penurunan Kadar Bilirubin pada Bayi Baru Lahir di Ruang Perinatologi Rumah Sakit Khusus Bedah Columbia Asia Pulomas
ABSTRACT Globally, in 2022, 2.3 million children will die in the first 20 days of life. Sub-Saharan Africa has the highest neonatal mortality rate at 27/1000 live births, Central and South Asia with 21/1000 live births. The highest neonatal mortality rate in Southeast Asia is in Myanmar at 22.3/1,000 KH, the second is Laos 21.7/1000 KH, while Indonesia is in 5th place at 11.7/1000 KH. One of the causes of infant death is hyperbilirubinemia, which is caused by several factors including gestation period, birth weight, blood type, breast milk intake, prematurity and congenital diseases or disorders. Objective to determine the effectiveness of breastfeeding in reducing bilirubin levels in newborn babiesQuasy experiments use a one group pretest-posttest design, which does not have a control group. The sampling technique uses total sampling. The frequency distribution of bilirubin levels before being given breast milk was mostly grade III bilirubin levels (40.0%) and after being given breast milk every 2 hours the bilirubin levels dropped to grade II (50.0%). There is an effectiveness of breastfeeding in reducing bilirubin levels in newborn babies, because there is a difference in the average value before and after being given breast milk. Keywords: Breast Milk, Bilirubin, Newborns ABSTRAK Secara global pada tahun 2022 terdapat 2,3 juta anak meninggal dalam 20 hari pertama kehidupannya. Afrika Sub-Sahara memiliki angka kematian neonatal tertinggi sebesar 27/1000 kelahiran hidup, Asia Tengah dan Selatan dengan 21/1000 kelahiran hidup. Angka kematian neonatal di Asia Tenggara tertinggi berada di negara Myanmar sebesar 22,3/1.000 KH, yang kedua Laos 21,7/1000 KH, sedangkan Indonesia berada di urutan ke-5 sebesar 11,7/1000 KH. Salah satu penyebab kematian bayi adalah hiperbilirubinemia, yang dikarenakan oleh beberapa faktor diantaranya masa gestasi, berat badan lahir, golongan darah, asupan ASI, prematuritas dan penyakit atau gangguan bawaan. Tujuan penelitian mengetahui efektivitas pemberian ASI terhadap penurunan kadar bilirubin pada bayi baru lahir. Quasy eksperimen menggunakan rancangan one grup pretest-postest design, yang tidak memiliki control grup. Teknik pengambilan sampel menggunakan total Sampling. Distribusi frekuensi kadar bilirubin sebelum diberikan ASI sebagian besar kadar bilirubin derajat III (40,0%) dan sesudah diberikan ASI dalam 2 jam sekali kadar bilirubin turun menjadi derajat II (50,0%). Ada efektivitas pemberian ASI terhadap penurunan kadar bilirubin pada bayi baru lahir, karena ada perbedaan nilai rata-rata sebelum dan sesudah diberikan ASI. Kata Kunci: ASI, Bilirubin, BB
Pengaruh Kompres Daun Kubis terhadap Ibu Nifas dengan Pembengkakan Payudara di Wilayah Kerja Puskesmas Jiput Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten
ABSTRACT This study aims to determine the Effect of Cabbage Leaf Compress on Postpartum Mothers with Breast Swelling in the Jiput Health Center Work Area, Pandeglang Regency, Banten Province in 2024. This study design uses a quasi-experimental method with a two-group pretest and posttest design approach. This study design has two groups, namely the experimental group and the control group. The effectiveness of the treatment is assessed by comparing the posttest value with the pretest. Data analysis using the Wilcoxon and Mann Whitney tests. The sample taken in this study was 36 respondents. The results of the study showed that there was a difference in the test results between the intervention group and the control group on the 5th or last day with the Mann-Whitney test obtained a P value of 0.000 <a (0.05) which states that there is a significant difference between the intervention group and the control group. Giving cold cabbage leaf compresses provides benefits in reducing breast swelling in postpartum mothers, it is hoped that for the research area so that cold cabbage leaf compresses can be applied as an alternative non-pharmacological therapy in postpartum mothers to reduce breast swelling. Keywords: Cabbage Leaves, Breast Swelling, Postpartum ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kompres Daun Kubis Terhadap Ibu Nifas Dengan Pembengkakan Payudara Di Wilayah Kerja Puskesmas Jiput Kabupaten Pandeglang Provinsi BantenTahun 2024. Desain Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan pendekatan two group pretest and posttest design. Desain penelitian ini mempunyai dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Efektivitas perlakuan dinilai dengan cara membandingkan nilai posttest dengan pretest. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney.sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 36 responden. Hasil penelitian menunjukan Ada perbedaan pada hasil uji antar kelompok intervensi dan kelompok kontrol pada hari ke- 5 atau terakhir dengan uji Maan-Whitneydidapatkan P value sebesar 0,000 < a ( 0,05 ) yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Pemberian kompres daun kubis dingin memberikan manfaat dalam menurunkan pembengkakan payudara pada ibu nifas, diharapkan untuk lahan penelitian agar kompres daun kubis dingin dapat diaplikasikan sebagai terapi alternatif nonfarmakologis pada ibu nifas untuk mengurangi pembengkakan pada payudara. Kata Kunci: Daun Kubis, Pembengkakan Payudara, Nifa
Pengaruh Motivasi, dan Disiplin terhadap Kinerja Kader Posyandu di Wilayah Desa Sukaharja Telukjambe Timur Karawang
ABSTRACT The period of child growth in the first 3 years is the golden period, aka the most important, especially for intellectual growth, mental, physical, and also emotional growth and development. Supporting factors for good growth are adequate nutritional intake, maintaining hygiene, and also not forgetting to get immunised. This study was conducted to determine te effect of motivation, dicipline, and performance of posyandu cadres in sukaharja village, East Telukjambe Sub-Distric Karawang Regency in 2024. This research design is quantitative research. Quantitative research in this study is observatinal using a cross-sectional approach that measures independent variables and dependent varables at the same time (Sugiono, 2020). There is asignificant influence between disipline on the performance of posyandu cadres in the sukaharja village area, East Telukjambe District, Karawang Regency n 2024. the results of the odd ratio calculation obtained a result of 5,781 which means that respondents who have good discipline have an effect 5,781 times greater than respondents wth less dicipline. Keywords: Motivation, Posyandu, Discipline, Immunisation ABSTRAK Periode pertumbuhan anak pada 3 tahun pertamanya adalah periode emas alias yang paling penting terutama untuk pertumbuhan intelektual, mental, fisik, dan juga pertumbuhan dan perkembangan emosional anak. Faktor pendukung pertumbuhan buah hati yang baik adalah asupan gizi yang cukup, menjaga kebersihan, dan juga tak lupa mendapatkan imunisasi. Penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Motivasi, Disiplin, Terhadap Kinerja Kader Posyandu Di Wilayah Desa Sukaharja Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang Tahun 2024. Desain penelitian ini peneliitan kuantitatif. Penelitian kuantitif study pada penelitian ini bersifat observasiobal menggunakan cara pendekatan potong lintang atau Cross Sectional yang mengukur variabel independen dan variabel dependen pada waktu yang bersamaan (Sugiono, 2020). pengaruh yang signifikan antara disiplin terhadap kinerja kader posyandu di Wilayah Desa Sukaharja Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang tahun 2024. Hasil perhitungsn Odd Ratio didapatkan hasil 5.781 yang artinya responden yang memiliki disiplin baik berpengaruh 5.781 kali lebih besar di bandingkan dengan responden dengan disiplin kurang. Kata Kunci: Motivasi, Posyandu, Disiplin, Imunisasi
Hubungan Safety Leadership terhadap Safety Behavior Pekerja Metal Working PT Inka (Persero)
ABSTRACT Safety behavior or safe behavior is an action taken by humans in order to avoid or prevent unwanted events or work accidents. Employee safety behavior is a reflection of the existence of leadership in an organization. Safety leadership is a process of interaction between leaders and subordinates, where the role of the leader as a superior is able to influence subordinates to achieve occupational safety and health goals. Safety leadership has three main dimensions namely, safety motivation, safety policy, and safety concern. This study was conducted to analyze the relationship between safety leadership and worker safety behavior. This study is an observational descriptive research conducted at PT INKA (Persero) using a cross-sectional research design.The respondents in this study were calculated using the Slovin formula and obtained as many as 85 respondents. The data of this study was analyzed with the help of SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) software with the Chi Square test. The results show that safety motivation (p=0.000), safety concern (p=0.033), and safety policy (p=0.000) have a significant influence on the dependent safety behavior variables. The conclusion in this study is that safety leadership has a significant relationship with the safety of metal working workers at PT INKA (Persero). Keywords: Safety Behavior, Safety Policy, Safety Motivation, Safety Concern ABSTRAK Safety behavior atau perilaku selamat merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh manusia dalam rangka menghindari atau mencegah peristiwa yang tidak diinginkan atau kecelakaan kerja. Safety behavior pekerja merupakan cerminan dari adanya leadership atau kepemimpinan dalam suatu organisasi. Safety leadership atau kepemimpinan keselamatan merupakan proses interaksi antara pemimpin dan bawahan, di mana peran pemimpin sebagai atasan yang mampu mempengaruhi bawahan untuk tercapainya tujuan keselamatan dan kesehatan kerja. safety leadership mempunyai tiga dimensi utama yaitu, safety motivation, safety policy, dan safety concern. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan safety leadership terhadap safety behavior pekerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observational yang dilakukan di PT INKA (Persero) dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional. Responden dalam penelitian ini dihitung menggunakan rumus Slovin dan diperoleh sebanyak 85 responden. Data penelitian ini di analisis bantuan software SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa safety motivation (p=0,000), safety concern (p=0,033), dan safety policy (p=0,000) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen safety behavior. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu, safety leadership memiliki hubungan yangsignifikan terhadap safety behavor pekerja metal working di PT INKA (Persero). Kata Kunci: Safety Behavior, Safety Policy, Safety Motivation, Safety Concer
Hubungan Self-Care dan Motivasi dengan Kualitas Hidup Pada Pasien : Gagal Jantung, Gagal Ginjal Kronis, Diabetes Melitus, dan Stroke di RS Anna Medika
ABSTRACT Noncommunicable Diseases Country Profiles, shows that the death rate due to NCDs reaches 71% of all deaths in the world or about 41 million people every year. The proportion of deaths in young adults (age 30-69 years) is higher due to the NCD factor, which is around 75%, which shows that the incidence of this disease is not only a problem in the older population of NCDs which has an increased prevalence based on the results of Riskesdas research in 2013 and 2018 in Indonesia, namely asthma, cancer, stroke, chronic kidneys, diabetes mellitus, and central obesity. Self care or self-care is a practical activity of a person in maintaining his health and maintaining his life. , motivation in patients undergoing terminal disease treatment plays an important role because it aims to relieve symptoms and achieve a good quality of life. A person's health condition can be affected by quality of life. Poor quality of life can worsen the condition of a disease, as well as a disease can worsen the quality of life of the sufferer.This study is a quantitative research with a correlation analysis design. The sampling method in this study uses a random sampling technique, with samples of patients with heart failure, chronic kidney failure, diabetes mellitus, and stroke who are treated at Anna Medika Hospital Bekasi. The results concluded that there was a significant relationship between self-care and quality of life in patients with heart failure (p: 0.000), there was a significant relationship between motivation and quality of life in patients with heart failure (p: 0.000), there was a significant relationship between self-care and quality of life in patients with chronic kidney failure (p: 0.001), there was a significant relationship between motivation and quality of life in patients with kidney failure Chronic (P: 0.003), there was a significant relationship between self-care and quality of life in patients with diabetes mellitus (P: 0.001), there was a significant relationship between motivation and quality of life in patients with diabetes mellitus (P: 0.024), there was a significant relationship between self-care and quality of life in stroke patients (P: 0.000), there was a significant relationship between motivation and quality of life in stroke patients (P: 0.016). It is hoped that with the results of this study, patients with heart failure, chronic kidney failure, diabetes mellitus, and stroke, can apply self-care regularly and have strong motivation so that it will improve their quality of life. Keywords: Self-Care, Motivation, Quality of Life, Heart Failure, Chronic Kidney Failure, Diabetes Mellitus, Stroke ABSTRAK Noncommunicable Diseases Country Profiles, menunjukkan bahwa angka kematian akibat PTM mencapai 71% dari semua kematian di dunia atau sekitar 41 juta orang setiap tahun. Proporsi kematian pada orang dewasa muda (usia 30-69 tahun) lebih tinggi karena faktor PTM yakni sekitar 75% yang menunjukkan bahwa kejadian penyakit ini tidak hanya menjadi masalah pada populasi yang lebih tua PTM yang mengalami peningkatan prevalensi berdasarkan hasil penelitian Riskesdas tahun 2013 dan 2018 di Indonesia yaitu asma, kanker, stroke, ginjal kronis, diabetes mellitus, dan obesitas sentral. self care atau perawatan diri merupakan aktivitas yang praktis dari seseorang dalam memelihara kesehatannya serta mempertahankan kehidupannya. , motivasi pada pasien yang menjalani pengobatan penyakit terminal memegang peranan penting karena bertujuan untuk meredakan gejala dan mencapai kualitas hidup yang baik. Kondisi kesehatan seseorang dapat dipengaruhi oleh kualitas hidup. Kualitas hidup yang buruk bisa memperburuk kondisi suatu penyakit, begitu juga suatu penyakit dapat memperburuk kualitas hidup penderita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasi. Metode sampling pada penelitian ini menggunakan teknik random sampling, dengan sampel pasien gagal jantung, gagal ginjal kronik, diabetes mellitus, dan stroke yang berobat ke RS Anna Medika Bekasi. Hasil penelitian menyimpulkan adanya hubungan signifikan antara self care dengan kualitas hidup pada pasien gagal jantung (p: 0,000), ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kualitas hidup pasien gagal jantung (p: 0,000), ada hubungan signifikan antara self care dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik (p: 0,001), ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik (p: 0,003), ada hubungan signifikan antara self care dengan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus (p: 0,001), ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus (p: 0,024), ada hubungan signifikan antara self care dengan kualitas hidup pada pasien stroke (p: 0,000), ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kualitaspada hidup pasien stroke (p: 0,016). Adanya hubungan self care dan motivasi terhadap kualitas hidup pasien gagal jantung, gagal ginjal kronik, diabetes melitus, dan stroke di RS Anna Medika Tahun 2024. Diharapkan dengan hasil penelitian ini pasien dengan penyakit gagal jantung, gagal ginjal kronik, diabetes melitus, dan stroke, dapat menerapkan self care dengan rutin serta memiliki motivasi yang kuat sehingga akan meningkatkan kualitas hidup mereka. Kata Kunci: Self Care, Motivasi, Kualitas Hidup, Gagal Jantung, Gagal Ginjal Kronik, Diabetes Mellitus, Strok
Pengaruh Mozaik dan Puzzle terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Prasekolah di Paud Flamboyan 8 Desa Sukaharja Karawang
ABSTRACT Fine motor skills are the ability to move fine muscles through claw and virtual finger coordination which requires precision and accuracy. There is a lot that can be taught to children to further develop fine motor skills. Children need to be trained to learn to cut, stack or arrange objects, fold paper, write and draw, using various educational games, one of which can be using puzzles and mosaics. Flamboyan 8 PAUD Sukaharja Karawang Village found that 60% of children still experienced delays in fine motor development.To determine the effect of mosaics and puzzles on the fine motor development of preschool children at PAUD Flamboyan 8 Sukaharja Karawang. Pre-experimental design with one group pretest-posttest design. The research sample was 24 children who took part in teaching and learning activities at PAUD Flamboyan 8 Sukaharja Karawang Village using a total sampling technique. The research instrument uses an observation sheet. The data is primary data analyzed using the paired sample t-test. univariate analysis of pre-school children's fine motor development before the mosaic and puzzle intervention was mostly poor, 68.6%, after the mosaic and puzzle intervention was mostly good, 58.3%. The results of bivariate analysis show the influence of mosaics and puzzles on fine motor development in preschool children with a p value = 0.000. There is an influence of mosaics and puzzles on the development of fine motor skills in preschool children. PAUD teachers are expected to be able to optimize learning activities by using media that can stimulate fine motor skills with safe tools and materials, attract children's interest and enthusiasm for the learning process, such as using mosaics and puzzles. Keywords: Mosaic, Puzzle, Fine Motor Development, Preschool Children ABSTRAK Keterampilan motorik halus adalah kemampuan dalam menggerakkan otot-otot halus melalui koordinasi jari tangam serta maya yang mebutuhkan kecermatan dan ketepatan. Banyak yang bisa diajarkan kepada anak untuk lebih mengembangkan ketrampilan motorik halus anak perlu dilatih belajar memotong, menumpuk atau menyusun benda, melipat kertas, menulis juga menggambar, dengan menggunakan berbagai permainan edukatif salah satunya bisa menggunakan puzzel dan mozaik. PAUD Flamboyan 8 Desa Sukaharja Karawang didapatkan 60% anak masih mengalami keterlambatan perkembangan motorik halus. Untuk mengetahui Pengaruh mozaik dan puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak prasekolah di PAUD Flamboyan 8 Sukaharja Karawang. Pre-eksperimental desain dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian adalah anak yang mengikuti kegiatan belajar mengajar di PAUD Flamboyan 8 Desa Sukaharja Karawang sebanyak 24 responden dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Data merupakan data primer dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. analisis univariat perkembangan motorik halus anak pra sekolah sebelum pemberian intervensi mozaik dan puzzle sebagian besar kurang 68,6%, sesudah pemberian intervensi mozaik dan puzzle sebagian besar baik 58,3%. Hasil analisis bivariat ada pengaruh mozaik dan puzzle terhadap perkembangan motorik halus pada anak prasekolah dengan nilai p value = 0,000. Ada pengaruh mozaik dan puzzle terhadap perkembangan motorik halus pada anak prasekolah. Guru PAUD diharapkan dapat mengoptimalkan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media yang dapat merangsang motorik halus dengan alat dan bahan yang aman, menarik minat anak dan antusias terhadap proses pembelajaran seperti menggunakan mozaik dan puzzle. Kata Kunci: Mozaik, Puzzle, Perkembangan Motorik Halus, Anak Prasekola
Perbandingan Pemberian Daun Kelor dan Daun Ubi Jalar terhadap Peningkatan Produksi ASI dan Berat Badan Bayi di UPTD Puskesmas Rawat Inap Cijaku Kabupaten Lebak
ABSTRACT Exclusive breastfeeding that is still low can cause nutritional problems in toddlers. According to data from UPTD Cijaku Inpatient Health Center, Lebak Regency, exclusive breastfeeding coverage in 2023 is still low, namely 70.4%. Efforts to overcome this include improving the quality of breast milk. There are many ways that can be done to facilitate breast milk, including consuming Moringa leaves and sweet potato leaves because they contain phytosterols which can increase breast milk production. To determine the comparison of giving Moringa leaves and sweet potato leaves to increase breast milk production and baby weight at the UPTD Cijaku Inpatient Health Center, Lebak Regency in 2024. quasi-experimental with a two group pretest-posttest design. The sample was 30 respondents who were breast-feeding mothers 3 days after giving birth whose breast milk production was not smooth in March 2023, who were then divided into 2 groups so that in treatment group A (giving moringa leaves) there were 15 respondents and in treatment group B (giving sweet potato leaves) there were 15 respondents. 15 respondents using accidental sampling technique. Bivariate analysis used the Wilcoxon Signed Rank Test and the Mann-Whitney test. The research results showed the effect of giving Moringa leaves on increasing breast milk production (p value = 0.001) and baby weight (p value = 0.000). There was an effect of giving sweet potato leaves on increasing breast milk production (p value = 0.001) and baby weight (p value = 0.001). There was a difference in the effect of giving Moringa leaves and sweet potato leaves on increasing breast milk production (p value = 0.037) and baby weight (p value = 0.045). Giving Moringa leaves has a greater effect on increasing breast milk production and baby weight compared to giving sweet potato leaves. It is hoped that breastfeeding mothers can consume processed Moringa leaves and sweet potato leaves regularly during breastfeeding in order to increase breast milk production so that the mother's baby gets exclusive breast milk Keywords: Moringa Leaves, Sweet Potato Leaves, Breast Milk Production, Baby Weight ABSTRAK Pemberian ASI eklusif yang masih rendah dapat menimbulkan masalah gizi pada balita. Menurut data dari UPTD Puskesmas Rawat Inap Cijaku Kabupaten Lebak cakupan ASI eksklusif pada tahun 2023 masih sedikit yaitu sebesar 70,4%. Upaya untuk menanggulanginya antara lain dengan meningkatkan dan kualitas ASI. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk memperlancar ASI diantaranya konsumsi daun kelor dan daun ubi jalar karena adanya kandungan fitosterol yang dapat meningkatkan produksi ASI. Mengetahui perbandingan pemberian daun kelor dan daun ubi jalar terhadap peningkatan produksi ASI dan berat badan bayi di UPTD Puskesmas Rawat Inap Cijaku Kabupaten Lebak tahun 2024. quasi eksperiment dengan rancangan two group pretest-posttest design. Sampel adalah ibu menyusui 3 hari pasca persalinan yang produksi ASInya kurang lancar pada bulan Maret 2023 sebanyak 30 responden yang nantinya dibagi menjadi 2 kelompok sehingga pada kelompok perlakuan A (pemberian daun kelor) sebanyak 15 responden dan kelompok perlakuan B (pemberian daun ubi jalar) sebanyak 15 responden dengan tehnik accidental sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian ada pengaruh pemberian daun kelor terhadap peningkatan produksi ASI (p value = 0,001) dan berat badan bayi (p value = 0,000). Ada pengaruh pemberian daun ubi jalar terhadap peningkatan produksi ASI (p value = 0,001) dan berat badan bayi (p value = 0,001). Ada perbedaan pengaruh pemberian daun kelor dan daun ubi jalar terhadap peningkatan produksi ASI (p value = 0,037) dan berat badan bayi (p value = 0,045). Pemberian daun kelor lebih berpengaruh terhadap peningkatan produksi ASI dan berat badan bayi dibandingkan dengan pemberian daun ubi jalar. Diharapkan ibu menyusui dapat mengkonsumsi olahan daun kelor maupun daun ubi jalar secara rutin selama menyusui agar dapat meningkatkan produksi ASI sehingga bayi ibu mendapatkan ASI eksklusif. Kata Kunci: Daun Kelor, Daun Ubi Jalar, Produksi ASI, Berat Badan Bay