Portal Jurnal Malahayati (Universitas Malahayati)
Not a member yet
7304 research outputs found
Sort by
Analisis Faktor Penghambat Calon Pengantin dalam Pencatatan Elsimil di Kabupaten Pesawaran tahun 2024
Rendahnya pencatatan ELSIMIL pada calon pengantin di Indonesia berdampak pada beberapa masalah, diantaranya terhambatnya upaya pencegahan stunting, meningkatkan potensi angka stunting, memicu masalah kesehatan lainnya seperti anemia pada ibu, kekurangan gizi dan persalinan premature, melemahnya program pemerintah dalam pencegahan stunting. Di Kabupaten Pesawaran dari 612 calon pengantin yang ada, hanya 22% calon pengantin yang tercatat dalam aplikasi ELSIMIL. Tujuan penelitian, menganalisis faktor penghambat pencatatan ELSIMIL, dengan variabel independen pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, peran tokoh masyarakat, akses informasi dan motivasi calon pengantin. Jenis penelitian kuantitatif desain cross sectonal. Subjek penelitian seluruh calon pengantin di kecamatan Gedong Tataan (Perkotaan), Way Ratai (Pegunungan) dan Teluk Pandan (Pesisir) Kabupaten Pesawaran dengan jumlah 142 orang. Sampel penelitian sejumlah 105 responden. Teknik sampling proportional random sampling. Pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Hasil menunjukkan ada hubungan pengetahuan (p-value 0,020), dukungan keluarga (p-value 0,037), dukungan petugas kesehatan (p-value 0,000), peran tokoh masyarakat (p-value 0,033), akses informasi (p-value 0,010) dan motivasi calon pengantin (p-value 0,016) dengan pencatatan ELSIMIL. Variabel dukungan petugas kesehatan paling dominan dengan (p-value 0,000) dan OR 5.704. Diharapkan Membentuk tim pendukung yang terdiri dari petugas kesehatan, KUA, dan tokoh masyarakat untuk membantu dalam proses pencatatan ELSIMIL di terutama daerah terpencil
Edukasi Kelompok PKK dalam Penerapan Kombinasi Terapi Musik dengan Slow Deep Breathing terhadap Penurunan Tekanan Darah
ABSTRAK Semua orang yang berumur panjang mengalami penuaan, tetapi cepat atau lambatnya bergantung pada individu, dan hampir setengah orang tua mengalami masalah kesehatan karena berbagai penyakit, seperti hipertensi. Salah satu cara non-farmakologi untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan menggabungkan musik dengan napas dalam yang lambat yang termasuk jenis terapi komplementer yang efektif dan mudah dilakukan. Ada 24 ibu PKK yang mengikuti pelatihan, Pengabdian dilakukan di Desa Selajambe Kabupaten Kuningan. Sebelum dilakukan pelatihan ditemukan pengetahuan cukup sebelum sebagian besar dari jumlah ibu PKK yang dapat memahami 54% atau 13 orang. Setelah dilakukan pelatihan didapatkan hampir seluruhnya mengalami peningkatan pengetahuan menjadi baik 58,3% atau 14 orang yang berarti ada peningkatan pemahaman tentang kombinasi terapi musik dengan Slow Deep Breathing pada lansia. Kata Kunci: Kelompok PKK, Kombinasi Terapi Musik, Slow Deep Breathing, Hipertensi ABSTRACT All long-lived people experience aging, but the speed or slowness depends on the individual, and almost half of older people experience health problems due to various diseases, such as hypertension. One of the non-pharmacological ways to lower blood pressure is by combining music with slow deep breathing, which is an effective and easy-to-do type of complementary therapy. There were 24 PKK mothers who participated in the training, the service was carried out in Selajambe Village, Kuningan Regency. Before the training, it was found that the knowledge was sufficient before most of the PKK mothers could understand 54% or 13 people. After the training, it was found that almost all of them experienced an increase in knowledge to good 58.3% or 14 people, which means that there is an increase in understanding about the combination of music therapy with Slow Deep Breathing in the elderly Keywords: PKK Group, Combination of Music Therapy, Slow Deep Breathing, Hypertensio
Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Hipertensi pada Tenaga Kesehatan di Lampung Selatan
ABSTRACT Until now, hypertension is still a global health problem because it is a silent killer disease. Health workers are figures who have an important role in providing examples of healthy living behavior but are often neglected in health checks, therefore research is needed in South Lampung to find out what risk factors are related to hypertension in health workers in South Lampung. This study aims to analyze factors related to the incidence of hypertension among health workers in South Lampung. This type of research uses observational analytics with a cross-sectional approach. Based on the results of the study, the frequency distribution of the prevalence of respondents based on female gender was 113 people (92.6%), most respondents were in the adult category (26-45 years), based on the results of blood pressure measurements, there were 66 people (54.1%) who did not experience hypertension, did not smoke as many as 117 people (95.9%), lacked fruit consumption as many as 119 people (97.5%), lacked vegetable consumption as many as 102 people (83.6%) and sufficient physical activity as many as 104 people (83.6%). There was no significant relationship between smoking, fruit consumption, vegetable consumption, physical activity, gender, age with the incidence of hypertension. There was no most dominant factor in the incidence of hypertension in health workers in South Lampung, but the variables smoking, physical activity, age and gender were confounding variables. There is no significant relationship between smoking, fruit consumption, vegetable consumption and physical activity on the incidence of hypertension in health workers. Keywords: Risk Factors For Hypertension, Incident Of Hypertension, Health Workers ABSTRAK Hingga saat ini hipertensi masih menjadi masalah kesehatan dunia karena merupakan penyakit the silent killer. Tenaga kesehatan merupakan sosok yang memiliki peran penting dalam memberikan contoh perilaku hidup sehat namun sering abai dalam pemeriksaan kesehatan, oleh karenanya perlu dilakukan penelitian di Lampung Selatan untuk mengetahui faktor risiko apa yang berhubungan dengan hipertensi pada tenaga kesehatan di Lampung Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalasis faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada kalangan tenaga kesehatan di Lampung Selatan. Jenis penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan distribusi frekuensi prevalensi responden berdasarkan jenis kelamin perempuan sebanyak 113 orang (92,6%), sebagian besar responden masuk kedalam kategori dewasa (26-45 tahun), berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah yang dilakukan terdapat 66 orang (54,1%) tidak mengalami hipertensi, tidak merokok sebanyak 117 orang (95,9%), kurang konsumsi buah sebanyak 119 orang (97,5%), kurang konsumsi sayur sebanyak 102 orang (83,6%) dan cukup aktivitas fisik sebanyak 104 orang (83,6%). Tidak terdapat hubungan signifikan antara merokok, konsumsi buah, konsumsi sayur, aktivitas fisik, jenis kelamin, usia dengan kejadian hipertensi. Tidak terdapat faktor paling dominan kejadian hipertensi pada tenaga kesehatan di Lampung Selatan, namun variabel merokok, aktivitas fisik usia dan jenis kelamin merupankan variabel confounding. Tidak ada hubungan yang signifikan antara merokok, konsumsi buah, konsumsi sayur, aktivitas fisik, jenis kelamin dan usia terhadap keadian hipertensi pada tenaga kesehatan. Kata Kunci: Faktor Risiko Hipertensi, Kejadian Hipertensi, Tenaga Kesehata
Pengetahuan Remaja tentang Anemia pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Hidayatul Islamiyah di Bandar Lampung
ABSTRACT Anemia occurs when the hemoglobin concentration in red blood cells decreases and no longer meets the body's physiological needs. Based on the results of a presurvey conducted at the Hidayatul Islamiyah Islamic Boarding School and the Al Muttaqien Islamic Boarding School on 06 December-09 December 2023, it was found that at the Hidayatul Islamiyah Islamic Boarding School there were 7 out of 10 respondents (70%) who did not know about anemia that occurs in teenagers, whereas in At Al Muttaqien Islamic Boarding School, 4 out of 10 respondents (40%) did not know about anemia that occurs in teenagers. To find out an overview of young women's knowledge about anemia at the Hidayatul Islamiyah Islamic Boarding School in Bandar Lampung. This research uses quantitative research. This research design uses descriptive survey research on a set of objects. The results showed that 47 respondents (67.1%) had low knowledge and 23 respondents (32.9%) had high knowledge. Adolescent girls' knowledge about anemia still needs to be improved through outreach to increase adolescents' understanding of anemia and its prevention. It is hoped that young women will increase their knowledge about anemia so they can maintain a healthy lifestyle. Keywords: Knowledge, Anemia, Young women ABSTRAK Anemia terjadi ketika konsentrasi hemoglobin dalam sel darah merah menurun dan tidak lagi mencukupi kebutuhan fisiologis tubuh. Berdasarkan hasil presurvey yang telah dilakukan di Pondok Pesantren Hidayatul Islamiyah dan Pondok Pesantren Al Muttaqien pada tanggal 06 Desember-09 Desember 2023 didapatkan bahwa di Pondok Pesantren Hidayatul Islamiyah terdapat 7 dari 10 responden (70%) belum mengetahui mengenai anemia yang terjadi pada remaja sedangkan pada Pondok Pesantren Al Muttaqien terdapat 4 dari 10 responden (40%) belum mengetahui mengenai anemia yang terjadi pada remaja. Diketahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang anemia di Pondok Pesantren Hidayatul Islamiyah di Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitaif. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian survey deskriptif terhadap sekumpulan objek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47 responden (67,1%) memiliki pengetahuan rendah dan terdapat 23 responden (32,9%) memiliki pengetahuan tinggi. Pengetahuan remaja putri tentang anemia masih perlu ditingkatkan melalui penyuluhan-penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai anemia dan pencegahannya. Diharapkan remaja putri untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia sehingga dapat menjaga pola hidup sehat. Kata Kunci: Pengetahuan, Anemia, Remaja Putr
Self Efficacy terhadap Psychological Well-Being Orang Tua Anak Thalasemia Mayor di RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat
ABSTRACT Thalassemia is a genetic blood disorder that requires children to undergo intensive medical treatment throughout their lives and parents of children with thalassemia major often face severe psychological challenges. As individuals who play a key role in their child's care and medical treatment, their self-efficacy can play an important role in maintaining psychological well-being. This study aims to examine the effect of self-efficacy on psychological well-being of parents of children with thalassemia major. This research method uses quantitative methods with a cross sectional approach to correlational design. Samples of 50 parents who have children with thalassemia major using the modified Bandura GSES instrument for self-efficacy and CW-PSWBS for PWB, Univariate analysis of frequency distribution and bivariate analysis of Pearson parametric test. The results showed that there is a correlation between self efficacy and psychological well-being of parents of thalassemia major children at Al-Ihsan Hospital, West Java Province (r=0.836, p<0.005). It is necessary to have family support for parents with thalassemia major children to improve and maintain parents' self efficacy and psychological well-being. The results of this study explain that there is a correlation between self efficacy and psychological well-being of parents of thalassemia major children at Al-Ihsan Hospital, West Java Province. Keywords: Parents, Psychological Well-Being, Self-Efficacy, Thalassemia Major Children ABSTRAK Thalassemia adalah penyakit kelainan darah genetik yang mengharuskan anak-anak untuk menjalani perawatan medis yang intensif sepanjang hidup mereka sehingga orang tua yang mempunyai anak dengan thalasemia mayor sering menghadapi tantangan psikologis yang berat. Sebagai individu yang memegang peran kunci dalam pengasuhan dan perawatan medis anak, self-efficacy mereka dapat berperan penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh self-efficacy terhadap psychological well-being orang tua anak dengan thalasemia mayor. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional pendekatan cross sectional. Sampel 50 orang tua yang mempunyai anak thalasemia mayor dengan menggunakan instrument Bandura GSES modifikasi untuk self efikasi dan CW-PSWBS untuk PWB. Analisis univariat distribusi frekuensi dan analisis bivariat uji parametric Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya korelasi antara self efficacy terhadap psychological well-being orang tua anak thalasemia mayor di RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat (r=0,836, p<0,005). Perlu adanya dukungan keluarga terhadap orang tua dengan anak thalasemia mayor untuk meningkatkan dan mempertahankan self efficacy dan psychological well-being orang tua. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa adanya korelasi antara self efficacy terhadap psychological well-being orang tua anak thalasemia mayor di RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat. Kata Kunci: Anak Thalasemia Mayor, Orang Tua, Psychological Well Being, Self-Efficatio
Hubungan Antara Diabetes Melitus Tipe 2, Kadar High Density Lipoprotein dan Kadar Low Density Lipoprotein dengan Tipe Stroke di Rumah Sakit Umum Daerah Praya
ABSTRACT Stroke is still one of the major health problems, not only in Indonesia but in the world. Stroke is the second leading cause of disability and death in the world. This study aims to analyze the relationship between type 2 diabetes mellitus (DM), high density lipoprotein (HDL) levels, and low density lipoprotein (LDL) levels with stroke type at Praya Regional General Hospital. This study used analytic observational method with cross-sectional design. The population was stroke patients who were hospitalized. The sampling technique was purposive sampling. The sample consisted of 91 respondents who met the inclusion and exclusion criteria. Data analysis was performed using the chi-square test. The results showed there was no significant relationship between type 2 diabetes mellitus and stroke type with a p-value of 0.684 (p-value ≥ 0.05). There is a significant relationship between HDL levels and stroke type with a p-value of 0.005 (p-value < 0.05). There is a significant relationship between LDL levels and non-hemorrhagic stroke type with a p-value of 0.031 (p-value < 0.05). In conclusion, there was no significant association between type 2 diabetes mellitus and stroke type, but there was a significant association between high density lipoprotein and low density lipoprotein levels with stroke type in Praya Regional General Hospital. Keywords: Stroke, Type 2 DM, HDL, LDL ABSTRAK Stroke masih menjadi salah satu masalah utama kesehatan, bukan hanya di Indonesia namun di dunia. Stroke menjadi penyebab utama kecacatan dan penyebab kematian nomor dua di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara diabtes melitus (DM) tipe 2, kadar high density lipoprotein (HDL), dan kadar low density lipoprotein (LDL) dengan tipa stroke di Rumah Sakit Umum Daerah Praya. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi adalah penderita penyakit stroke yang rawat inap. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Sampel terdiri dari 91 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara diabetes melitus tipe 2 dengan tipe stroke dengan p-value 0,684 (p-value ≥ 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar HDL dengan tipe stroke dengan p-value 0,005 (p-value < 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar LDL dengan tipe stroke non hemoragik dengan p-value 0,031 (p-value < 0,05). Kesimpulannya tidak ditemukan hubungan signifikan antara diabetes melitus tipe 2 dengan tipe stroke, tetapi terdapat hubungan signifikan antara kadar high density lipoprotein dan low density lipoprotein dengan dengan tipe stroke di Rumah Sakit Umum Daerah Praya. Kata Kunci: Stroke, DM Tipe 2, HDL, LD
Monitoring Of Contraception Pill Consumption Based On Application To Improve Contraception Success In Contraception Pill Acceptors
Latar Belakang: Kontrasepsi adalah upaya mencegah kehamilan yang bersifat sementara atau menetap, yang dapat dilakukan tanpa menggunakan alat, secara mekanis, menggunakan alat/ obat, atau dengan operasi. Tujuan dari penggunaan kontrasepsi adalah menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat adanya pertemuan antara sel telur dengan sel sperma. Berdasarkan maksud dan tujuan kontrasepsi, maka yang membutuhkan kontrasepsi adalah pasangan yang aktif melakukan hubungan seks dan kedua-duanya memiliki kesuburan normal namun tidak menghendaki kehamilan. Kontrasepsi terbagi menjadi dua macam yaitu kontrasepsi hormonal dan kontrasepsi nonhormonal (Zettira & Nisa, 2015).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan alat kontrasepsi pil KB terhadap kesehatan wanita.Metode Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional, melibatkan 100 subjek penelitian yang terdiri dari wanita yang sedang atau pernah menggunakan pil KB. Pemilihan subjek dilakukan melalui teknik non-probability sampling dengan metode accidental sampling. Hasil penelitian diharapkan memberikan wawasan mengenai efek penggunaan pil KB melalui penggunaan aplikasi KB. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program kesehatan reproduksi yang lebih baik penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan, kepuasan, dan kepatuhan pengguna terhadap aplikasi kontrasepsi pil KB. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 100 subjek yang terdiri dari wanita yang sedang atau pernah menggunakan pil KB, penelitian ini menerapkan metode non-probability sampling melalui accidental sampling.Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 60% responden memiliki pengetahuan tinggi, yang berkontribusi pada pengambilan keputusan yang lebih baik.Kesimpulan: Pendidikan dan penyuluhan yang efektif terbukti penting dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. Tingkat kepuasan pengguna aplikasi juga tinggi, dengan 40% responden sangat puas, sementara 45% merasa puas. Kepuasan ini dapat meningkatkan loyalitas pengguna dan reputasi layanan. Sebanyak 60% responden menggunakan aplikasi setiap hari, menunjukkan bahwa layanan ini menjadi bagian penting dari rutinitas mereka.Saran: Penelitian ini menekankan perlunya program intervensi untuk kelompok dengan pengetahuan rendah serta strategi untuk meningkatkan pengalaman pengguna bagi mereka yang kurang puas dan jarang menggunakan layanan. Kata Kunci:Pengetahuan, Kepatuhan, Aplikasi KB pilABSTRACT Background: Contraception is an effort to prevent pregnancy that is temporary or permanent, which can be done without using tools, mechanically, using tools/drugs, or by surgery. The purpose of using contraception is to avoid or prevent pregnancy as a result of the meeting between the egg cell and the sperm cell. Based on the intent and purpose of contraception, those who need contraception are couples who are sexually active and both have normal fertility but do not want pregnancy. Contraception is divided into two types, namely hormonal contraception and non-hormonal contraception (Zettira & Nisa, 2015).Objective: This study aims to analyze the impact of the use of birth control pills on women's health.Method The method used is quantitative with a cross-sectional design, involving 100 research subjects consisting of women who are or have used birth control pills. Subject selection was carried out through a non-probability sampling technique with an accidental sampling method. The results of the study are expected to provide insight into the effects of using birth control pills through the use of the KB application. These findings are expected to be the basis for the development of better reproductive health programs. This study aims to evaluate the level of knowledge, satisfaction, and compliance of users with the birth control pill contraceptive application. This study uses a cross-sectional design with 100 subjects consisting of women who are or have used birth control pills, this study applies a non-probability sampling method through accidental sampling.Results: The results show that 60% of respondents have high knowledge, which contributes to better decision making.Conclusion: Effective education and counseling have proven important in increasing public knowledge. The level of satisfaction of the application users is also high, with 40% of respondents very satisfied, while 45% are satisfied. This satisfaction can increase user loyalty and service reputation. As many as 60% of respondents use the application every day, indicating that this service is an important part of their routine.Suggestion: This study emphasizes the need for intervention programs for groups with low knowledge as well as strategies to improve user experience for those who are less satisfied and rarely use the service. Keywords: Knowledge, Compliance, Birth control pill application
The Relationship Between Physical Activity 7 Days Before Delivery And The Duration Of Active Phase Of First Stage Labor In Primipara Mothers
Latar belakang: Persalinan yang berlangsung terlalu lama dapat meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan janin, namun risiko tersebut dapat diminimalkan melalui aktivitas fisik yang dapat mempengaruhi kemampuan aerobik dan kardiorespirasi tubuh, yang mengakibatkan peningkatan maksimal asupan oksigen maksimum yang selanjutnya dapat meningkatkan pasokan energi. Pasokan energi ini penting untuk mendukung kontraksi otot miometrium selama persalinan, terutama pada tahap awal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan durasi persalinan kala I fase aktif pada ibu primipara. Metode: Penelitian menggunakan jenis penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 30 ibu primipara di fasilitas kesehatan Malang. Hasil: Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner PPAQ (Pregnancy Physical Activity Questionnaire) dan dianalisis menggunakan uji rank spearman. Hasil uji analisis diperoleh p = 0,049 (p < 0,05) yang berarti ada hubungan aktivitas fisik 7 hari sebelum persalinan terhadap durasi persalinan kala I fase aktif pada ibu primipara di Fasilitas Kesehatan Malang. Kesimpulan: Kesimpulan yang didapat yaitu semakin tinggi kategori aktivitas fisik 7 hari sebelum persalinan, maka durasi kecepatan persalinan kala I fase aktif semakin meningkat. Kata kunci: Aktifitas fisik, durasi persalinan kala I fase aktif, primipara. ABSTRACT Background: Prolonged labor can increase the risk of complications for the mother and fetus, but these risks can be minimized through physical activity that can affect the body's aerobic and cardiorespiratory capabilities, resulting in an increase in maximum maximum oxygen intake which can further increase energy supply. This energy supply is important to support myometrial muscle contractions during labor, especially in the early stages. Objective: This study aims to determine the relationship between physical activity and the duration of labor in active phase I in primiparous mothers. Methods: The study used observational research with a cross-sectional approach on 30 primiparous mothers in Malang health facilities. Results: Data were collected by filling out the PPAQ (Pregnancy Physical Activity Questionnaire) questionnaire and analyzed using the spearman rank test. The results of the analysis test obtained p = 0.049 (p < 0.05) which means that there is a relationship between physical activity 7 days before delivery on the duration of labor in active phase I in primiparous mothers in Malang Health Facility. Conclusion: The conclusion obtained is that the higher the category of physical activity 7 days before labor, the duration of the active phase I labor speed increases. Keywords: Physical activity, duration of active phase I labor, primipara.
Analysis Of The Relationship Between Mother’s Age And Abortion Incidents At Kaur Regional Hospital
Latar Belakang: Kematian ibu pada umumnya disebabkan oleh perdarahan pasca persalinan, infeksi, preeklampsia/eklampsia, persalinan macet dan abortus. Abortus menjadi masalah yang penting dalam kesehatan masyarakat karena berpengaruh terhadap morbiditas dan mortalitas maternal. Abortus merupakan salah satu penyebab kematian langsung pada ibu hamil karena adanya perdarahan yang terjadi pada kehamilan trimester pertama dan kedua. Perdarahan ini dapat menyebabkan berakhirnya masa kehamilan atau kehamilan masih terus berlanjut. Perdarahan pada kehamilan muda yang merupakan salah satu penyebab kematian neonatal dan maternal. Hasil studi pendahuluan di Ruang VK Rumah Sakit Umum Daerah Kaur pada bulan Januari – September tahun 2024 sebanyak 32 orang (abortus iminens 17 orang, abortus inkomplit 6 orang, abortus komplit 1 orang dan abortus insipiens 1 orang) dari 32 orang ibu yang mengalami abortus terdapat 16 orang dengan usia 35 tahun dan 16 orang dengan usia 20 – 35 tahun. Tujuan: Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan usia dengan kejadian abortus di RSUD Kaur Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan rancangan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil yang mengalami abortus yang tercatat pada buku register ruang VK bulan September tahun 2024 sebanyak 32 orang dengan menggunakan Teknik total sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian menggunakan uji chi-square. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan data sekunder. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil Analisa dengan chi square diperoleh p value sebesar 0,014 (35 years and 16 people were aged 20 - 35 years. Objective: This study was conducted to determine the relationship between age and the incidence of abortion at Kaur Regional Hospital. Method: This study uses an analytical survey design approach with a cross-sectional approach. The sample of this study was pregnant women who experienced abortions recorded in the VK room register book in September 2024 as many as 32 people using the total sampling technique. Data analysis used in the study using the chi-square test. Data collection in this study used secondary data. Data analysis was carried out using the Chi-Square test. Results: The results of the analysis using chi square obtained a p-value of 0.014 (<0.05) so it can be concluded that statistically there is a significant relationship between the age of pregnant women and the incidence of abortion at Kaur Regional Hospital in 2024.Conclusion: There is a significant relationship between knowledge and exclusive breastfeeding in infants in the Muara Maras Health Center work area. Suggestion: For further researchers to be able to develop other variables that cause abortion in pregnant women. Keywords: Abortion, Ag
The Relationship Of Providing Education To Knowledge Knowledge Of Adolescents About Early Marriage
Latar belakang: Pernikahan usia dini berdampak serius pada kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan remaja, terutama anak perempuan. Risiko kesehatan ibu dan bayi meningkat, sementara pendidikan sering terhenti, memperburuk siklus kemiskinan. Rendahnya edukasi tentang dampak negatif pernikahan dini menjadi penyebab utama. Solusi mencakup kampanye edukasi, akses pendidikan, penegakan hukum, dan kolaborasi dengan tokoh masyarakat. Upaya holistik diperlukan untuk melindungi masa depan remaja.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan Gambaran remaja tentang pernikahan usia dini sebelum dan setelah diberikan edukasi. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode Kuasi Experiment One Groub Pre dan Post Test. Hasil: sebelum dilakukan intervensi pemberian edukasi tentang pernikahan usia dini hampir semua pengetahuan remaja berada pada kategori kurang sebanyak 35 remaja (77.8%), sedangkan untuk kategori pengetahuan cukup baik sebanyak 10 remaja (22.2%), setelah dilakukan intervensi pemberian edukasi pernikahan usia dini, rata – rata pengetahuan remaja berada pada kategori cukup baik sebanyak 37 remaja(82.2%) dan untuk pengetahuan baik sebanya 8 remaja (17.8%). Nilai P-Value sebesar 0.002 yang berarti nilai P-Value < 0.05 sehingga dapat diartika terdapat hubungan pemberian edukasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang pernikahan usia dini. Kesimpulan: pemberian edukasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan responden sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu upaya dalam mengubah sifat dan perilaku remaja. Saran: penelitian lebih lanjut dianjurkan untuk menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan sampel yang berbeda sehingga lebih memahami hubungan pemberian edukasi terhadap pengetahuan remaja tentang pernikahan usia dini. Kata kunci: Edukasi,Pernikahan Usia Dini,Pengetahuan,Remaja ABSTRACT Background: Early marriage has serious impacts on the health, education and well-being of adolescents, especially girls. Maternal and infant health risks increase, while education is often interrupted, exacerbating the cycle of poverty. Lack of education on the negative impacts of early marriage is a major cause. Solutions include education campaigns, access to education, law enforcement, and collaboration with community leaders. Holistic efforts are needed to protect the future of adolescents.Objectives: This study aimed to provide adolescents' overview of early marriage before and after education. Methods: The type of research used in this study is quantitative research with the Quasi Experiment One Groub Pre and Post Test method. Results: Before the intervention of providing education about early marriage, almost all adolescents' knowledge was in the poor category as many as 35 adolescents (77.8%), while for the category of good knowledge as many as 10 adolescents (22.2%), after the intervention of providing early marriage education, the average knowledge of adolescents was in the good enough category as many as 37 adolescents (82.2%) and for good knowledge as many as 8 adolescents (17.8%). The P-value is 0.002 which means the P-value <0.05 so that it can be interpreted that there is a relationship between providing education to increase adolescents' knowledge about early marriage. Suggestion: further research is recommended to use quantitative research methods using different samples so as to better understand the relationship between providing education to adolescents' knowledge about early marriage. Keywords: Education, Early Marriage, Knowledge, Teenagers