Portal Jurnal Malahayati (Universitas Malahayati)
Not a member yet
    7304 research outputs found

    Efektifitas Media Video Animasi dalam Peningkatan Pengetahuan tentang HIV pada Siswa/I di SMPN 24 Bekasi

    No full text
    ABSTRACT HIV/AIDS is the biggest health problem found almost all over the world. The lack of information about HIV AIDS in adolescents can lead to promiscuity that leads to the transmission of HIV/AIDS infectious diseases, so it is necessary to provide information to help adolescents understand and realize how dangerous HIV/AIDS is. To find out the effectiveness of animated videos on increasing knowledge about HIV AIDS in students of SMPN 24 Bekasi. This study uses a quantitative research design with an experimental quasy research design of one group pretest post test design. The sample in this study is 80 students of SMPN 24 Bekasi. Data was obtained using a questionnaire and analyzed using the Paired Sample T-Test. The study showed that there was an effect of the effectiveness of anisami videos on increasing knowledge about HIV AIDS in students of SMPN 24 Bekasi with a p-value of 0.000 (<0.05). HIV/AIDS is the biggest health problem found almost all over the world. The lack of information about HIV AIDS in adolescents can lead to promiscuity that leads to the transmission of HIV/AIDS infectious diseases, so it is necessary to provide information to help adolescents understand and realize how dangerous HIV/AIDS is. To find out the effectiveness of animated videos on increasing knowledge about HIV AIDS in students of SMPN 24 Bekasi. This study uses a quantitative research design with an experimental quasy research design of one group pretest post test design. The sample in this study is 80 students of SMPN 24 Bekasi. Data was obtained using a questionnaire and analyzed using the Paired Sample T-Test. The study showed that there was an effect of the effectiveness of anisami videos on increasing knowledge about HIV AIDS in students of SMPN 24 Bekasi with a p-value of 0.000 (<0.05). Therefore, it can be concluded that the effectiveness of animated video media in increasing knowledge about HIV in students at SMPN 24 Bekasi in 2024, therefore, it is hoped that it can be used as an alternative choice of health education media for providing information in conveying education about adolescent sex. Keywords: HIV AIDS, Knowledge, Animated Videos  ABSTRAK HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan terbesar yang terdapat hampir diseluruh dunia. Kurangnya informasi tentang HIV AIDS pada remaja dapat menjerumuskan pada pergaulan bebas yang mengarah terhadap penularan penyakit menular HIV/AIDS, sehingga perlu dilakukan pemberian informasi untuk membantu agar remaja memahami dan menyadari seberapa berbahayanya HIV/AIDS. Untuk mengetahui efektivitas video animasi terhadap peningkatan pengetahuan tentang HIV AIDS pada siswa/i SMPN 24 Bekasi. Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain penelitian quasy eksperiment one group pretest post test desain. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa/i SMPN 24 Bekasi sebanyak 80 orang siswa. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Uji Paired Sample T-Test. Penelitian menunjukkan adanya pengaruh efektivitas video anisami terhadap peningkatan pengetahuan tentang HIV AIDS pada siswa/i SMPN 24 Bekasi dengan p-value 0,000 (<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya Efektifitas Media Video Animasi Dalam Peningkatan Pengetahuan Tentang  HIV Pada Siswa/i Di SMPN 24 Bekasi Tahun 2024, oleh karena itu, diharapkan dapat dijadikan pilihan alternatif media edukasi kesehatan untuk pemberian informasi dalam menyampaikan edukasi tentang seks remaja. Kata Kunci: HIV/AIDS, Pengetahuan, Video Animas

    Fungsi Kognitif pada Lansia dengan Pemberian Terapi Puzzle PSTW X

    No full text
    ABSTRACT The increasing elderly population means that the government needs to formulate policies and programs aimed at the elderly population group so that they can play a role in development and not become a burden on society. The aim of this research is to determine cognitive function in the elderly by providing puzzle therapy at Wisma Mulia Nursing Home West Jakarta Research Quantitative with Correlation Study with cross sectional design. This research design was used because the data collection process in the study was carried out together at one time to determine the picture of cognitive function in the elderly by providing puzzle therapy. The sample in this study was 30 elderly people. Research Bivariate analysis shows statistical results in this study using a 2x2 cross table and there is no expected value < 5, so the chi square test results are 0.012 or p value < α 0.05. This means there is a significant relationship between cognitive function in the elderly and provision of PSTW X puzzle therapy. Keywords: Puzzle Therapy, Cognitive Function, Elderly.  ABSTRAK Meningkatnya populasi lanjut usia ini membuat pemerintah perlu merumuskan kebijakan dan program yang ditujukan kepada kelompok penduduk lanjut usia sehingga dapat berperan dalam pembangunan dan tidak menjadi beban bagi masyarakat. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui fungsi kognitif pada lansia dengan pemberian  terapi puzzle Panti Werdha Wisma Mulia Jakarta Barat Kuantitatif dengan Studi Korelasi (Correlation Study) dengan desain cross sectional. desain penelitian ini digunakan karena proses pengumpulan data pada penelitian  dilakukan secara bersama dalam satu waktu untuk mengetahui gambaran fungsi kognitif pada lansia dengan pemberian terapi puzzle Sampel pada penelitian ini adalah 30 lansia. Analisis bivariat menunjukkan hasil secara statistic pada penelitian ini menggunakan tabel silang 2x2 dan tidak ada nilai expected atau harapan < 5, maka diperoleh hasil uji chi square 0.012 atau p value <α 0.05. Ada hubungan yang signifikan antara fungsi kognitif pada lansia dengan pemberian  terapi puzzle PSTW X Kata Kunci: Terapi Puzzle, Fungsi Kognitif, Lansi

    Pengaruh Pola Makan terhadap Status Gizi Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Lakansai Kabupaten Buton Utara

    No full text
    ABSTRACT In the nutritional status of pregnant women, the balance between nutritional needs and intake plays a very important role. Success in achieving this balance will have a direct impact on the nutritional status of pregnant women. Therefore, it is important for pregnant women to pay attention to a healthy and balanced diet, consume nutritious food and meet their nutritional needs in accordance with the recommendations given by nutritionists or related health workers. Research Objective to determine the influence of eating patterns on the nutritional status of pregnant women in the Lakansai Community Health Center work area in 2024. This research design is cross sectional. This research uses quantitative methods with a cross sectional research design, namely research to study the relationship between the independent variable and the dependent variable by measuring once and at the same time with 30 respondent.. The results of research using the Wilcoxon test and Mann Whitney U test showed that the results of the simultaneous test obtained a significance value of 0.000 which was smaller than α 0.05 so that the conclusion was that the type of food, frequency of eating and number of meals (eating pattern) together ( simultaneous) has a positive effect on LILA. Based on the results of the simultaneous test, a significance value of 0.589 was obtained which was greater than α 0.05, so it was concluded that the type of food, frequency of eating and number of meals (eating pattern) together (simultaneously) had no effect on weight gain. Based on the results of the simultaneous test, a significance value of 0.001 was obtained which was smaller than α 0.05, so it was concluded that the type of food, frequency of eating and number of meals (eating pattern) together (simultaneously) had an effect on Hemoglobin (Hb). Based on the results of research that has been carried out in the Lakansai Community Health Center working area, it can be concluded that eating patterns such as type of food, frequency of eating and number of meals have an effect on the nutritional status of LILA and Hemoglobin (Hb) in pregnant women but have no effect on weight gain. pregnant woman's body. It is hoped that pregnant women will pay attention to their nutritional intake during pregnancy. Keywords: Diet, Nutritional, Status ABSTRAK Dalam status gizi ibu hamil, keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrisi memainkan peran yang sangat penting. Keberhasilan dalam mencapai keseimbangan tersebut akan berdampak langsung pada status gizi ibu hamil. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk memperhatikan pola makan yang sehat dan seimbang, mengonsumsi makanan bergizi dan mencukupi kebutuhan nutrisinya sesuai dengan anjuran yang diberikan oleh ahli gizi atau tenaga kesehatan yang berkaitan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pola Makan Terhadap Status Gizi Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Lakansai Tahun 2024. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari hubungan antara variable independent dengan variable dependen dengan pengukuran sekali dan dalam waktu yang bersamaan dengan 30 responden. Hasil penelitian dengan uji Wilcoxon dan Mann Whitney U Tes didapatkan hasil uji simultan diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000  lebih kecil dari α 0,05 sehingga diperoleh kesimpulan bahwa jenis makanan, frekuensi makan dan jumlah makan (pola makan) secara bersama-sama (simultan) berpengaruh positif terhadap LILA. Berdasarkan hasil uji simultan diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,589  lebih besar dari α 0,05 sehingga diperoleh kesimpulan bahwa jenis makanan, frekuensi makan dan jumlah makan (pola makan) secara bersama-sama (simultan) tidak berpengaruh terhadap Penambahan Berat Badan. Berdasarkan hasil uji simultan diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 lebih kecil dari α 0,05 sehingga diperoleh kesimpulan bahwa jenis makanan, frekuensi makan dan jumlah makan (pola makan) secara bersama-sama (simultan) berpengaruh terhadap Hemoglobin (Hb). Berdasarkan hasil penelitian yang telah di lakukan di wilayah kerja Puskesmas Lakansai dapat ditarik kesimpulan bahwa pola makan seperti jenis makanan, frekuensi makan dan jumlah makan berpengaruh terhadap Status Gizi LILA dan Hemoglobin (Hb) pada ibu hamil namun tidak berpengaruh terhadap Penambahan Berat badan Ibu Hamil. Diharapkan kepada ibu hamil agar memperhatikan asupan nutrisinya selama kehamilan. Kata Kunci: Pola Makan, Status, Giz

    Pengaruh Penyuluhan Kanker Serviks dan Inveksi Visual Asetat (IVA) dengan Audiovisual terhadap Keikutsertaan Pemeriksaan IVA pada Wus di Desa Kampung Asem Panunggangan Barat Kota Tangerang

    No full text
    ABSTRACT Cervical cancer is one of the most feared diseases and is seen as the main cause of death throughout the world. The still high incidence of cervical cancer in Indonesia is caused by several factors, including the low awareness of married women or women who have sexual relations in carrying out early detection. One of the right ways to treat cervical cancer early is to provide education about cervical cancer prevention using media that can attract attention and convince WUS. To find out whether there is an effect of Cervical Cancer Counseling and Visual Inspection of Acetic Acid with Audiovisual on the participation of IVA examination at WUS in Kampung Asem Village, Panunggangan Barat, Tangerang City. The experimental method used is quantitative with pre and post test without control. In this study design, the researcher will only intervene in a group without a comparison with the number of respondents of 46 WUS, Data techniques are included in Univariate Analysis using frequency distribution and Bivariate Analysis using statistical calculations of the SPSS program. From the results of this study, it was shown that a p value of 0.000 < α (0.05) was obtained, so it can be concluded that there was a significant influence between WUS knowledge before and after cervical cancer counseling and IVA test and the participation of 11 WUS respondents after counseling about cervical cancer and IVA test using Audiovisual. There was a significant influence between WUS knowledge before and after cervical cancer counseling and IVA test and the participation of 11 WUS respondents after counseling on cervical cancer and IVA test using Audiovisual. Keywords: Cervical cancer, IVA Test, Audiovisual  ABSTRAK Kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti dan dipandang sebagai penyebab utama kematian diseluruh dunia. Masih tingginya insiden Kanker Serviks di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya kesadaran wanita yang sudah menikah atau wanita yang melakukan hubungan seksual dalam melakukan deteksi dini masih rendah. Salah satu cara yang tepat untuk mengatasi kanker serviks secara dini adalah dengan memberikan edukasi tentang pencegahan kanker serviks dengan menggunakan media yang dapat menarik perhatian serta meyakinkan WUS. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh Penyuluhan Kanker Serviks dan Inspeksi Visual Asam Asetat dengan Audiovisual terhadap keikutsertaan pemeriksaan IVA pada WUS di Desa Kampung Asem Panunggangan Barat Kota Tangerang. Metode Experiment yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pre dan post test without control. Pada desain penelitian ini, peneliti hanya akan melakukan intervensi pada kelompok tanpa pembanding dengan jumlah responden 46 WUS, Teknik data termasuk dalam Analisa Univariat menggunakan distribusi frekuensi dan Analisa bivariat menggunakan perhitungan statistic program SPSS. Diperoleh p value 0,000 < α (0,05) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan WUS sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kanker serviks dan IVA test serta keikutsetaan responden sebanyak 11 WUS setelah dilakukan penyuluhan tentang kanker servisk dan IVA test dengan menggunakan Audiovisual. Terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan WUS sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kanker serviks dan IVA test serta keikutsetaan responden sebanyak 11 WUS setelah dilakukan penyuluhan tentang kanker servisk dan IVA test dengan menggunakan Audiovisual. Kata Kunci: Kanker Serviks, IVA Test, Audiovisua

    Implementasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (Sisrute) di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya

    No full text
    ABSTRACT The Ministry of Health of the Republic of Indonesia has established the Integrated Referral Information System (SISRUTE) to regulate the referral process of emergency patients vertically and horizontally. However, the practice of its use still varies greatly in various regions and its implementation is considered not optimal. Analyze the obstacles to implementing SISRUTE in the emergency room of RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya as a referral hospital in Central Kalimantan Province from the aspects of Communication, Resources, Disposition and Bureaucratic Structure. This is an qualitative research with the data collection process conducted through interviews with 15 informants selected by purposive sampling and document review. The transmission and consistency of information has been done well from the Health Office to the representatives of each health facility, but there is a lack of clarity of information due to the ignorance of other health facilities when they have difficulty using so they do not fill in SISRUTE.. The number of implementing human resources has been increased but is less active, although sources of information, authority, and supporting facilities are available. Bureaucratic arrangements or recruitment are appropriate, but there are no incentives. SPO is available but has not been updated, and a separate SISRUTE management team has been formed to divide responsibilities. The obstacles to the implementation of SISRUTE in the Emergency Room of Dr. Doris Sylvanus Hospital Palangka Raya are lack of clarity of information, limited number and inactivity of implementing human resources, no incentives, and SPO has not been updated. Keywords: Impementation, SISRUTE, Online Referrals, Emergency Department  ABSTRAK Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menetapkan Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) untuk mengatur proses rujukan pasien gawat darurat secara vertikal maupun horizontal. Namun, praktik penggunaannya masih sangat bervariasi di berbagai daerah dan implementasinya dinilai belum optimal. Menganalisis kendala implementasi SISRUTE di IGD RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya sebagai rumah sakit rujukan di Provinsi Kalimantan Tengah dari aspek Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi. Merupakan penelitian kualitatif dengan proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara 15 orang informan yang dipilih secara purposive sampling dan telaah dokumen. Transmisi dan konsistensi penyampaian informasi telah dilakukan dengan baik dari Dinas Kesehatan ke perwakilan masing-masing Fasyankes, namun terdapat kurangnya kejelasan informasi karena adanya ketidaktahuan Fasyankes lain saat kesulitan menggunakan sehingga tidak mengisi SISRUTE. Jumlah SDM pelaksana telah ditambah namun kurang aktif, meskipun sumber informasi, wewenang, dan fasilitas pendukung telah tersedia. Pengaturan birokrasi atau rekrutmen sesuai, namun belum ada insentif. SPO telah tersedia namun belum diperbaharui, serta telah dibentuk tim pengelola SISRUTE tersendiri untuk membagi tanggung jawab.  Kendala implementasi SISRUTE di IGD RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya adalah kurangnya kejelasan informasi, keterbatasan jumlah dan kurang aktifnya SDM pelaksana, belum ada insentif, dan SPO belum diperbaharui. Kata Kunci: Implementasi, SISRUTE, Rujukan Online, Instalasi Gawat Darura

    Gambaran Karakteristik Dan Status Gizi Pasien Tuberkulosis Paru Fase Pengobatan Baru Dan Lanjutan Di Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung

    No full text
    Kasus Tuberkulosis paru di Kota Bandar Lampung pada tahun 2020 sebanyak 436. Status gizi dan tuberkulosis memiliki hubungan yang erat. Hubungan antara tuberkulosis paru dan status gizi bersifat dua arah, penderita tuberculosis paru BTA positif dapat menyebabkan penurunan berat badan dan berat badan kurus merupakan faktor resiko tuberkulosis paru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik dan status gizi pasien tuberkulosis paru fase pengobatan baru dan lanjutan di Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien tuberkulosis di Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung sejumlah 250 orang. Diketahui distribusi frekuensi responden dengan status gizi buruk yaitu sebanyak 134 responden (53,6%). Diketahui distribusi frekuensi responden dengan fase pengobatan intensif yaitu sebanyak 132 responden (52,8%). Diketahui distribusi frekuensi responden dengan penyakit komorbid sebanyak 52 responden (20,8%). Sebagian besar penderita tuberkulosis di Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung memiliki status gizi buruk dan dalam fase pengobatan intensif

    Hubungan Antara Akses Pelayanan Kesehatan Dan Kepatuhan Pengobatan Tb Dengan Stunting Di Bandar Lampung

    No full text
    Stunting adalah masalah gizi kronis yang bisa berdampak signifikan kepada pertumbuhan dan perkembangan balita, serta memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap kualitas hidup dan produktivitas manusia. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap stunting adalah penyakit kronis seperti Tuberkulosis (TB) dan akses terhadap layanan kesehatan. Akses yang memadai ke layanan kesehatan memungkinkan deteksi dini dan penanganan cepat masalah gizi dan penyakit infeksi, termasuk TB, yang dapat mempengaruhi status gizi anak. Selain itu, kepatuhan terhadap pengobatan TB sangat penting untuk mencegah komplikasi dan penyebaran penyakit yang dapat memperburuk kondisi kesehatan anak dan menyebabkan stunting. Membuktikan hubungan antara akses pelayanan Kesehatan dan kepatuhan pengobatan TB dengan stunting di Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 107 pasien diambil sebagai sampel menggunakan metode total sampling. Pengambilan data dengan rekam medis. Data yang terkumpul diolah menggunalan uji Rank Spearman’s guna mencari hubungan antara kedua variabel. Akses pelayanan Kesehatan yang dikategotikan dekat dengan persentase 83.3%. Kepatuhan pengobatan TB terbanyak dengan kategori patuh dengan persentase 77.6%. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara akses pelayanan Kesehatan dengan stunting dengan nilai p 0.211 (p≥0,05) dengan angka koefisien  -0.122. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan pengobatan TB dengan stunting dengan nilai p 0.30.6 (p≥0,05) dengan angka koefisien -0.100. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara akses layanan kesehatan dan kepatuhan dalam pengobatan TB dengan kejadian stunting di Bandar Lampung

    Efektifitas Slow Deep Breathing Massage Terhadap Tingkat Fatigue Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di RSUD Menggala

    No full text
    Salah satu penyebab utama penyakit ginjal kronis adalah ketidakmampuan ginjal untuk berfungsi secara normal. Salah satu masalah yang umum terjadi pada pasien GGK adalah kelelahan. Berdasarkan data dari RSUD Menggala terhadap 36 pasien gagal ginjal kronik, setelah dilakukan wawancara, 28 pasien mengalami keletihan, lesu, dan kelelahan, dan 8 pasien tidak mengalami kelelahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas masase kaki dan nafas dalam terhadap tingkat kelelahan pada pasien gagal ginjal kronik. Di RSUD Menggala Tahun 2023. Desain penelitian kuantitatif menggunakan desain quasi eksperimental dengan rancangan pre test-post test dan rancangan non equivalent control group design. Metode Pengambilan Sampel menggunakan Purposive Sampling. Jumlah populasi pada penelitian sebanyak 36 responden Gagal Ginjal Kronik. Berdasarkan hasil analisis data, rata-rata skor lemak untuk kelompok Slow Deep Breathing adalah 9.444, sedangkan rata-rata skor lemak untuk responden yang menerima foot massage adalah 13.778, yang menunjukkan bahwa foot massage memiliki skor efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan slow deep breathing. Berdasarkan analisis statistik, nilai p-value < 0,05 atau 0,0001 dan 0,0001 secara berurutan menunjukkan adanya efektivitas Slow Deep Breathing dan foot massage terhadap tingkat kelelahan pada petugas rumah sakit umum usia lanjut di RSUD Menggala hingga tahun 2023. Diharapkan temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan intervensi non-farmakologis untuk membantu pasien GGK dalam mengelola gejalanya

    Efektifitas Pemberian Aromaterapi Lemon Terhadap Kecemasan Pada Ibu Nifas di Pmb Wulan Mardikaningtyas Kartasura

    No full text
    Kecemasan pasca persalinan merupakan kekhawatiran yang berlebih, biasa terjadi setelah melahirkan ketika seseorang mengalami kecemasan setelah memiliki bayi atau menjadi orang tua (masa nifas). Postpartum blues merupakan gejala depresi berat yang mungkin dialami oleh ibu nifas. Aromaterapi lemon efeknya menstimulasi serta dapat mengurangi masalah stres dan cemas. Upaya untuk menurunkan rasa cemas pada ibu nifas yaitu dengan pemberian aromaterapi lemon teknik inhalasi. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian aromaterapi lemon terhadap kecemasan ibu nifas di PMB Wulan Mardikaningtyas Kartasura. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan Quasy eksperimen. Penelitian ini menggunakan metode Pre eksperimen dengan one group pretest posttest design. Sampel dari penelitian ini berjumlah 30 orang ibu nifas dengan analisis uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa aromaterapi lemon efektif menurunkan tingkat kecemasan pada ibu nifas di PMB Wulan Mardikaningtyas Kartasura dinyatakan dengan p-Value <0,05

    Pengaruh Pemberian Stroberi Beku Terhadap Skala Haus Pasien Congestive Heart Failure

    No full text
    Rasa haus merupakan gejala umum pada pasien Congestive Heart Failure (CHF) yang mendapatkan terapi diuretic dan pembatasan cairan. Ketidakpatuhan pasien dalam pembatasan cairan akibat rasa haus dapat menyebabkan hipervolemia, salah satu penyebab rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian stroberi beku terhadap skala haus pada pasien CHF. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pre-test and post-test control group design. Jumlah total responden sebanyak 36 orang yang terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok intervensi 18 orang dan kelompok kontrol 18 orang, diambil menggunakan tehnik stratified random sampling berdasarkan klasifikasi NYHA pada responden. Responden pada kelompok intervensi diberikan stroberi beku (@20 gram) sedangkan untuk kelompok kontrol diberikan es batu (@5 ml) sebanyak lima kali sehari selama tiga hari. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji-t independent dan uji-t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor intensitas haus pada kelompok intervensi dan kontrol masing-masing adalah 4,44 dan 2,35. Uji t independen perbedaan rata-rata intensitas haus sebelum dan sesudah tes antara kelompok intervensi dan kontrol adalah p=0,000. Berdasarkan analisis uji t berpasangan, skor intensitas haus antara pre-test dan post-test adalah p<0,001, dari intensitas haus sedang hingga rendah. Skor intensitas haus antara sebelum dan sesudah prosedur pada kelompok intervensi dan kontrol berbeda secara signifikan. Analisis data diperoleh p-value sebesar 0,000. Rata-rata delta intensitas haus pada kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Terdapat perbedaan rasa haus antara kelompok intervensi dan control (p-value =0.006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi stroberi beku secara signifikan mengurangi rasa haus pada pasien CHF

    1,067

    full texts

    7,304

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Malahayati (Universitas Malahayati)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇