Portal Jurnal Malahayati (Universitas Malahayati)
Not a member yet
    7304 research outputs found

    Gambaran Karakteristik Dan Status Gizi Pasien Tuberkulosis Paru Fase Pengobatan Baru Dan Lanjutan Di Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung

    No full text
    Kasus Tuberkulosis paru di Kota Bandar Lampung pada tahun 2020 sebanyak 436. Status gizi dan tuberkulosis memiliki hubungan yang erat. Hubungan antara tuberkulosis paru dan status gizi bersifat dua arah, penderita tuberculosis paru BTA positif dapat menyebabkan penurunan berat badan dan berat badan kurus merupakan faktor resiko tuberkulosis paru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik dan status gizi pasien tuberkulosis paru fase pengobatan baru dan lanjutan di Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien tuberkulosis di Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung sejumlah 250 orang. Diketahui distribusi frekuensi responden dengan status gizi buruk yaitu sebanyak 134 responden (53,6%). Diketahui distribusi frekuensi responden dengan fase pengobatan intensif yaitu sebanyak 132 responden (52,8%). Diketahui distribusi frekuensi responden dengan penyakit komorbid sebanyak 52 responden (20,8%). Sebagian besar penderita tuberkulosis di Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung memiliki status gizi buruk dan dalam fase pengobatan intensif

    Hubungan Antara Akses Pelayanan Kesehatan Dan Kepatuhan Pengobatan Tb Dengan Stunting Di Bandar Lampung

    No full text
    Stunting adalah masalah gizi kronis yang bisa berdampak signifikan kepada pertumbuhan dan perkembangan balita, serta memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap kualitas hidup dan produktivitas manusia. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap stunting adalah penyakit kronis seperti Tuberkulosis (TB) dan akses terhadap layanan kesehatan. Akses yang memadai ke layanan kesehatan memungkinkan deteksi dini dan penanganan cepat masalah gizi dan penyakit infeksi, termasuk TB, yang dapat mempengaruhi status gizi anak. Selain itu, kepatuhan terhadap pengobatan TB sangat penting untuk mencegah komplikasi dan penyebaran penyakit yang dapat memperburuk kondisi kesehatan anak dan menyebabkan stunting. Membuktikan hubungan antara akses pelayanan Kesehatan dan kepatuhan pengobatan TB dengan stunting di Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 107 pasien diambil sebagai sampel menggunakan metode total sampling. Pengambilan data dengan rekam medis. Data yang terkumpul diolah menggunalan uji Rank Spearman’s guna mencari hubungan antara kedua variabel. Akses pelayanan Kesehatan yang dikategotikan dekat dengan persentase 83.3%. Kepatuhan pengobatan TB terbanyak dengan kategori patuh dengan persentase 77.6%. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara akses pelayanan Kesehatan dengan stunting dengan nilai p 0.211 (p≥0,05) dengan angka koefisien  -0.122. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan pengobatan TB dengan stunting dengan nilai p 0.30.6 (p≥0,05) dengan angka koefisien -0.100. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara akses layanan kesehatan dan kepatuhan dalam pengobatan TB dengan kejadian stunting di Bandar Lampung

    Efektifitas Slow Deep Breathing Massage Terhadap Tingkat Fatigue Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di RSUD Menggala

    No full text
    Salah satu penyebab utama penyakit ginjal kronis adalah ketidakmampuan ginjal untuk berfungsi secara normal. Salah satu masalah yang umum terjadi pada pasien GGK adalah kelelahan. Berdasarkan data dari RSUD Menggala terhadap 36 pasien gagal ginjal kronik, setelah dilakukan wawancara, 28 pasien mengalami keletihan, lesu, dan kelelahan, dan 8 pasien tidak mengalami kelelahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas masase kaki dan nafas dalam terhadap tingkat kelelahan pada pasien gagal ginjal kronik. Di RSUD Menggala Tahun 2023. Desain penelitian kuantitatif menggunakan desain quasi eksperimental dengan rancangan pre test-post test dan rancangan non equivalent control group design. Metode Pengambilan Sampel menggunakan Purposive Sampling. Jumlah populasi pada penelitian sebanyak 36 responden Gagal Ginjal Kronik. Berdasarkan hasil analisis data, rata-rata skor lemak untuk kelompok Slow Deep Breathing adalah 9.444, sedangkan rata-rata skor lemak untuk responden yang menerima foot massage adalah 13.778, yang menunjukkan bahwa foot massage memiliki skor efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan slow deep breathing. Berdasarkan analisis statistik, nilai p-value < 0,05 atau 0,0001 dan 0,0001 secara berurutan menunjukkan adanya efektivitas Slow Deep Breathing dan foot massage terhadap tingkat kelelahan pada petugas rumah sakit umum usia lanjut di RSUD Menggala hingga tahun 2023. Diharapkan temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan intervensi non-farmakologis untuk membantu pasien GGK dalam mengelola gejalanya

    Efektifitas Pemberian Aromaterapi Lemon Terhadap Kecemasan Pada Ibu Nifas di Pmb Wulan Mardikaningtyas Kartasura

    No full text
    Kecemasan pasca persalinan merupakan kekhawatiran yang berlebih, biasa terjadi setelah melahirkan ketika seseorang mengalami kecemasan setelah memiliki bayi atau menjadi orang tua (masa nifas). Postpartum blues merupakan gejala depresi berat yang mungkin dialami oleh ibu nifas. Aromaterapi lemon efeknya menstimulasi serta dapat mengurangi masalah stres dan cemas. Upaya untuk menurunkan rasa cemas pada ibu nifas yaitu dengan pemberian aromaterapi lemon teknik inhalasi. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian aromaterapi lemon terhadap kecemasan ibu nifas di PMB Wulan Mardikaningtyas Kartasura. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan Quasy eksperimen. Penelitian ini menggunakan metode Pre eksperimen dengan one group pretest posttest design. Sampel dari penelitian ini berjumlah 30 orang ibu nifas dengan analisis uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa aromaterapi lemon efektif menurunkan tingkat kecemasan pada ibu nifas di PMB Wulan Mardikaningtyas Kartasura dinyatakan dengan p-Value <0,05

    Pengaruh Pemberian Stroberi Beku Terhadap Skala Haus Pasien Congestive Heart Failure

    No full text
    Rasa haus merupakan gejala umum pada pasien Congestive Heart Failure (CHF) yang mendapatkan terapi diuretic dan pembatasan cairan. Ketidakpatuhan pasien dalam pembatasan cairan akibat rasa haus dapat menyebabkan hipervolemia, salah satu penyebab rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian stroberi beku terhadap skala haus pada pasien CHF. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain pre-test and post-test control group design. Jumlah total responden sebanyak 36 orang yang terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok intervensi 18 orang dan kelompok kontrol 18 orang, diambil menggunakan tehnik stratified random sampling berdasarkan klasifikasi NYHA pada responden. Responden pada kelompok intervensi diberikan stroberi beku (@20 gram) sedangkan untuk kelompok kontrol diberikan es batu (@5 ml) sebanyak lima kali sehari selama tiga hari. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji-t independent dan uji-t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor intensitas haus pada kelompok intervensi dan kontrol masing-masing adalah 4,44 dan 2,35. Uji t independen perbedaan rata-rata intensitas haus sebelum dan sesudah tes antara kelompok intervensi dan kontrol adalah p=0,000. Berdasarkan analisis uji t berpasangan, skor intensitas haus antara pre-test dan post-test adalah p<0,001, dari intensitas haus sedang hingga rendah. Skor intensitas haus antara sebelum dan sesudah prosedur pada kelompok intervensi dan kontrol berbeda secara signifikan. Analisis data diperoleh p-value sebesar 0,000. Rata-rata delta intensitas haus pada kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Terdapat perbedaan rasa haus antara kelompok intervensi dan control (p-value =0.006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi stroberi beku secara signifikan mengurangi rasa haus pada pasien CHF

    Analisis Faktor Penghambat Calon Pengantin dalam Pencatatan Elsimil di Kabupaten Pesawaran tahun 2024

    No full text
    Rendahnya pencatatan ELSIMIL pada calon pengantin di Indonesia berdampak pada beberapa masalah, diantaranya terhambatnya upaya pencegahan stunting, meningkatkan potensi angka stunting, memicu masalah kesehatan lainnya seperti anemia pada ibu, kekurangan gizi dan persalinan premature, melemahnya program pemerintah dalam pencegahan stunting. Di Kabupaten Pesawaran dari 612 calon pengantin yang ada, hanya 22% calon pengantin yang tercatat dalam aplikasi ELSIMIL. Tujuan penelitian, menganalisis faktor penghambat pencatatan ELSIMIL, dengan variabel independen pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, peran tokoh masyarakat, akses informasi dan motivasi calon pengantin. Jenis penelitian kuantitatif desain cross sectonal. Subjek penelitian seluruh calon pengantin di kecamatan Gedong Tataan (Perkotaan), Way Ratai (Pegunungan) dan Teluk Pandan (Pesisir) Kabupaten Pesawaran dengan jumlah 142 orang. Sampel penelitian sejumlah 105 responden. Teknik sampling proportional random sampling. Pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Hasil menunjukkan ada hubungan pengetahuan (p-value 0,020), dukungan keluarga (p-value 0,037), dukungan petugas kesehatan (p-value 0,000), peran tokoh masyarakat (p-value 0,033), akses informasi (p-value 0,010) dan motivasi calon pengantin (p-value 0,016) dengan pencatatan ELSIMIL. Variabel dukungan petugas kesehatan paling dominan dengan (p-value 0,000) dan OR 5.704. Diharapkan Membentuk tim pendukung yang terdiri dari petugas kesehatan, KUA, dan tokoh masyarakat untuk membantu dalam proses pencatatan ELSIMIL di terutama daerah terpencil

    Edukasi Kelompok PKK dalam Penerapan Kombinasi Terapi Musik dengan Slow Deep Breathing terhadap Penurunan Tekanan Darah

    No full text
    ABSTRAK Semua orang yang berumur panjang mengalami penuaan, tetapi cepat atau lambatnya bergantung pada individu, dan hampir setengah orang tua mengalami masalah kesehatan karena berbagai penyakit, seperti hipertensi. Salah satu cara non-farmakologi untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan menggabungkan musik dengan napas dalam yang lambat yang termasuk jenis terapi komplementer yang efektif dan mudah dilakukan. Ada 24 ibu PKK yang mengikuti pelatihan, Pengabdian dilakukan di Desa Selajambe Kabupaten Kuningan. Sebelum dilakukan pelatihan ditemukan pengetahuan cukup sebelum sebagian besar dari jumlah ibu PKK yang dapat memahami 54% atau 13 orang. Setelah dilakukan pelatihan didapatkan hampir seluruhnya mengalami peningkatan pengetahuan menjadi baik 58,3% atau 14 orang yang berarti ada peningkatan pemahaman tentang kombinasi terapi musik dengan Slow Deep Breathing pada lansia.                     Kata Kunci: Kelompok PKK, Kombinasi Terapi Musik, Slow Deep Breathing, Hipertensi   ABSTRACT All long-lived people experience aging, but the speed or slowness depends on the individual, and almost half of older people experience health problems due to various diseases, such as hypertension. One of the non-pharmacological ways to lower blood pressure is by combining music with slow deep breathing, which is an effective and easy-to-do type of complementary therapy. There were 24 PKK mothers who participated in the training, the service was carried out in Selajambe Village, Kuningan Regency. Before the training, it was found that the knowledge was sufficient before most of the PKK mothers could understand 54% or 13 people. After the training, it was found that almost all of them experienced an increase in knowledge to good 58.3% or 14 people, which means that there is an increase in understanding about the combination of music therapy with Slow Deep Breathing in the elderly Keywords: PKK Group, Combination of Music Therapy, Slow Deep Breathing, Hypertensio

    Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Hipertensi pada Tenaga Kesehatan di Lampung Selatan

    No full text
    ABSTRACT Until now, hypertension is still a global health problem because it is a silent killer disease. Health workers are figures who have an important role in providing examples of healthy living behavior but are often neglected in health checks, therefore research is needed in South Lampung to find out what risk factors are related to hypertension in health workers in South Lampung. This study aims to analyze factors related to the incidence of hypertension among health workers in South Lampung. This type of research uses observational analytics with a cross-sectional approach. Based on the results of the study, the frequency distribution of the prevalence of respondents based on female gender was 113 people (92.6%), most respondents were in the adult category (26-45 years), based on the results of blood pressure measurements, there were 66 people (54.1%) who did not experience hypertension, did not smoke as many as 117 people (95.9%), lacked fruit consumption as many as 119 people (97.5%), lacked vegetable consumption as many as 102 people (83.6%) and sufficient physical activity as many as 104 people (83.6%). There was no significant relationship between smoking, fruit consumption, vegetable consumption, physical activity, gender, age with the incidence of hypertension. There was no most dominant factor in the incidence of hypertension in health workers in South Lampung, but the variables smoking, physical activity, age and gender were confounding variables. There is no significant relationship between smoking, fruit consumption, vegetable consumption and physical activity on the incidence of hypertension in health workers.  Keywords: Risk Factors For Hypertension, Incident Of Hypertension, Health Workers  ABSTRAK Hingga saat ini hipertensi masih menjadi masalah kesehatan dunia karena merupakan penyakit the silent killer. Tenaga kesehatan merupakan sosok yang memiliki peran penting dalam memberikan contoh perilaku hidup sehat namun sering abai dalam pemeriksaan kesehatan, oleh karenanya perlu dilakukan penelitian di Lampung Selatan untuk mengetahui faktor risiko apa yang berhubungan dengan hipertensi pada tenaga kesehatan di Lampung Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalasis faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada kalangan tenaga kesehatan di Lampung Selatan. Jenis penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional.  Berdasarkan hasil penelitian didapatkan distribusi frekuensi prevalensi responden berdasarkan jenis kelamin perempuan sebanyak 113 orang (92,6%), sebagian besar responden masuk kedalam kategori dewasa (26-45 tahun), berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah yang dilakukan terdapat 66 orang (54,1%) tidak mengalami hipertensi, tidak merokok sebanyak 117 orang (95,9%), kurang konsumsi buah sebanyak 119 orang (97,5%), kurang konsumsi sayur sebanyak 102 orang (83,6%) dan cukup aktivitas fisik sebanyak 104 orang (83,6%). Tidak terdapat hubungan signifikan antara merokok, konsumsi buah, konsumsi sayur, aktivitas fisik, jenis kelamin, usia dengan kejadian hipertensi. Tidak terdapat faktor paling dominan kejadian hipertensi pada tenaga kesehatan di Lampung Selatan, namun variabel merokok, aktivitas fisik usia dan jenis kelamin merupankan variabel confounding. Tidak ada hubungan yang signifikan antara merokok, konsumsi buah, konsumsi sayur, aktivitas fisik, jenis kelamin dan usia terhadap keadian hipertensi pada tenaga kesehatan. Kata Kunci: Faktor Risiko Hipertensi, Kejadian Hipertensi, Tenaga Kesehata

    Pengetahuan Remaja tentang Anemia pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Hidayatul Islamiyah di Bandar Lampung

    No full text
    ABSTRACT Anemia occurs when the hemoglobin concentration in red blood cells decreases and no longer meets the body's physiological needs. Based on the results of a presurvey conducted at the Hidayatul Islamiyah Islamic Boarding School and the Al Muttaqien Islamic Boarding School on 06 December-09 December 2023, it was found that at the Hidayatul Islamiyah Islamic Boarding School there were 7 out of 10 respondents (70%) who did not know about anemia that occurs in teenagers, whereas in At Al Muttaqien Islamic Boarding School, 4 out of 10 respondents (40%) did not know about anemia that occurs in teenagers. To find out an overview of young women's knowledge about anemia at the Hidayatul Islamiyah Islamic Boarding School in Bandar Lampung. This research uses quantitative research. This research design uses descriptive survey research on a set of objects. The results showed that 47 respondents (67.1%) had low knowledge and 23 respondents (32.9%) had high knowledge. Adolescent girls' knowledge about anemia still needs to be improved through outreach to increase adolescents' understanding of anemia and its prevention. It is hoped that young women will increase their knowledge about anemia so they can maintain a healthy lifestyle. Keywords: Knowledge, Anemia, Young women  ABSTRAK Anemia terjadi ketika konsentrasi hemoglobin dalam sel darah merah menurun dan tidak lagi mencukupi  kebutuhan fisiologis  tubuh. Berdasarkan hasil presurvey yang telah dilakukan di Pondok Pesantren Hidayatul Islamiyah dan Pondok Pesantren Al Muttaqien pada tanggal 06 Desember-09 Desember 2023 didapatkan bahwa di Pondok Pesantren Hidayatul Islamiyah terdapat 7 dari 10  responden (70%) belum mengetahui mengenai anemia yang terjadi pada remaja sedangkan pada Pondok Pesantren Al Muttaqien terdapat 4 dari 10 responden (40%) belum mengetahui mengenai anemia yang terjadi pada remaja. Diketahui gambaran  pengetahuan remaja putri tentang anemia di Pondok Pesantren Hidayatul Islamiyah di Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitaif. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian survey deskriptif terhadap sekumpulan objek.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47 responden (67,1%) memiliki pengetahuan rendah dan terdapat 23 responden (32,9%) memiliki pengetahuan tinggi. Pengetahuan remaja putri tentang anemia masih perlu ditingkatkan melalui penyuluhan-penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai anemia dan pencegahannya. Diharapkan remaja putri untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai anemia sehingga dapat menjaga pola hidup sehat. Kata Kunci: Pengetahuan, Anemia, Remaja Putr

    Self Efficacy terhadap Psychological Well-Being Orang Tua Anak Thalasemia Mayor di RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat

    No full text
    ABSTRACT Thalassemia is a genetic blood disorder that requires children to undergo intensive medical treatment throughout their lives and parents of children with thalassemia major often face severe psychological challenges. As individuals who play a key role in their child's care and medical treatment, their self-efficacy can play an important role in maintaining psychological well-being. This study aims to examine the effect of self-efficacy on psychological well-being of parents of children with thalassemia major. This research method uses quantitative methods with a cross sectional approach to correlational design. Samples of 50 parents who have children with thalassemia major using the modified Bandura GSES instrument for self-efficacy and CW-PSWBS for PWB, Univariate analysis of frequency distribution and bivariate analysis of Pearson parametric test. The results showed that there is a correlation between self efficacy and psychological well-being of parents of thalassemia major children at Al-Ihsan Hospital, West Java Province (r=0.836, p<0.005). It is necessary to have family support for parents with thalassemia major children to improve and maintain parents' self efficacy and psychological well-being. The results of this study explain that there is a correlation between self efficacy and psychological well-being of parents of thalassemia major children at Al-Ihsan Hospital, West Java Province. Keywords: Parents, Psychological Well-Being, Self-Efficacy, Thalassemia Major Children  ABSTRAK Thalassemia adalah penyakit kelainan darah genetik yang mengharuskan anak-anak untuk menjalani perawatan medis yang intensif sepanjang hidup mereka sehingga orang tua yang mempunyai anak dengan thalasemia mayor sering menghadapi tantangan psikologis yang berat. Sebagai individu yang memegang peran kunci dalam pengasuhan dan perawatan medis anak, self-efficacy mereka dapat berperan penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh self-efficacy terhadap psychological well-being orang tua anak dengan thalasemia mayor. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional pendekatan cross sectional. Sampel 50 orang tua yang mempunyai anak thalasemia mayor dengan menggunakan instrument Bandura GSES modifikasi untuk self efikasi dan CW-PSWBS  untuk PWB. Analisis univariat distribusi frekuensi dan analisis bivariat uji parametric Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya korelasi antara self efficacy terhadap psychological well-being  orang tua  anak  thalasemia mayor di RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat (r=0,836, p<0,005). Perlu adanya dukungan keluarga terhadap orang tua dengan anak thalasemia mayor untuk meningkatkan dan mempertahankan self efficacy dan psychological well-being orang tua. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa adanya korelasi antara self efficacy terhadap psychological well-being  orang tua  anak  thalasemia mayor di RSUD Al-Ihsan Provinsi Jawa Barat. Kata Kunci:  Anak Thalasemia Mayor, Orang Tua, Psychological Well Being, Self-Efficatio

    1,067

    full texts

    7,304

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Malahayati (Universitas Malahayati)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇