Portal Jurnal Malahayati (Universitas Malahayati)
Not a member yet
    7304 research outputs found

    Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Untuk Lansia

    No full text
    Dari Aspek kesehatan, semakin bertambah usia keluhan kesehatan semakin meningkat. Hasil susenas (2012) Angka kesakitan (morbidity rates) penduduk lansia tahun 2012sebesar 26,93% (Kemenkes, 2013). Keluhan kesehatan lansia yang paling tinggi adalah keluhan yang merupakan efek dari penyakit kronis seperti asam urat, darah tinggi, rematik, darah rendah dan diabetes (32,99%), Kemudian jenis keluhan yang juga banyak dialami lansia adalah batuk (17,81%) dan pilek (11,75%). Prevalensi obesitas yang paling tinggi menjelang lansia sampai lansia (kelompok umur 55-64 tahun, 65-74 tahun dan 75+ tahun) adalah kelompok umur 55-64 tahun (23,1%). Prevalensi merokok lansia paling tinggi pada kelompok umur 55-64 tahun (37,5%) dengan rerata jumlah batang rokok/hari sebanyak 13 batang rokok. Faktor yang juga mempengaruhi kondisi fisik dan daya tahan tubuh lansia adalah pola hidup yang dijalankan sejak usia balita (Kemenkes, 2013). Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberi edukasi terkait Perilaku Hidup bersih dan Sehat (PHBS). Pada akhirnya, diharapkan agar warga UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Natar dapat merasakan manfaat dari hasil ilmu yang telah disalurkan oleh tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang sehingga dapat menerapkan perilaku Hidup Bersih dann Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Metode penyuluhan yang digunakan adalah cemarah dan tanya-jawab. Hasil dari kegiatan ini adalah menambah pengetahuan petugas dan lansia dalam menerapkan Perilaku Hidup bersih dan Sehat (PHBS). Kesimpulan dalam kegiatan pengabdian masyarakat yaitu berupa penyuluhan materi teori dan praktek Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada warga UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Natar mendapat tanggapan yang sangat baik, dan dalam kegiatan ini peserta pengabdian sangat antusias dalam menerimanya. Kata kunci : Perilaku Hidup Bersih dan seha

    Evaluasi Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja dalam Penanganan Masalah Kesehatan Reproduksi Remaja yang Berorientasi Pada Kesetaraan dan Keadilan Gender di Puskesmas Gamping I

    No full text
    ABSTRACT The Youth Care Health Service (PKPR) is a health service program aimed at youth in Primary Health Centers, which are expected to be able to provide services in order to achieve healthy youths. There is still a gender-neutral assumption that men and women are treated the same because they both have the same needs and problems. While gender equality is that men and women have different reproductive functions; however, they both are socially and culturally assumed to have the same reproductive health needs. Therefore, the PKPR program evaluation essential in handling gender-equality-and-justice oriented youth reproductive health issues. To evaluate the PKPR program in handling gender-equality-and-justice oriented youth reproductive health issues at the Gamping I Public Health Center using the CIPP model. Method: This research was qualitative research with a case study approach; it employed a embedded single-case design with a purposive sampling technique that utilized sampling technique with specific criteria. The number of participants in this study was 12 informants. The performance of PKPR had partially fulfilled the gender equality substance, namely, in terms of Context, Input, Process, and Product, although in its implementation, its assumption was more gender-neutral. The government budget was still limited so that the needs of a program could not be fulfilled, and there was a lack of parental participation in the PKPR.   Keywords: PKPR, Reproductive Health, Youth, Gender, Qualitative Study  ABSTRAK Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) merupakan program pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada remaja di Puskesmas, yang diharapkan mampu memberikan pelayanan dalam rangka mewujudkan remaja yang sehat. Masih terdapat anggapan yang netral gender bahwa laki-laki dan perempuan diperlakukan sama karena keduanya memiliki kebutuhan dan permasalahan yang sama. Sedangkan kesetaraan gender adalah laki-laki dan perempuan memiliki fungsi reproduksi yang berbeda, namun secara sosial dan kultural keduanya dianggap memiliki kebutuhan kesehatan reproduksi yang sama. Oleh karena itu, evaluasi program PKPR penting dilakukan dalam penanganan masalah kesehatan reproduksi remaja yang berorientasi pada kesetaraan dan keadilan gender. Untuk mengevaluasi program PKPR dalam penanganan masalah kesehatan reproduksi remaja yang berorientasi pada kesetaraan dan keadilan gender di Puskesmas Gamping I menggunakan model CIPP. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, menggunakan embedded single case design dengan teknik purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan kriteria tertentu. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak 12 orang informan. Pelaksanaan PKPR sebagian telah memenuhi substansi kesetaraan gender, yaitu dari segi Konteks, Input, Proses, dan Produk, meskipun dalam pelaksanaannya diasumsikan lebih netral gender. Anggaran pemerintah masih terbatas sehingga kebutuhan program belum dapat terpenuhi, dan masih kurangnya partisipasi orang tua dalam PKPR. Kata Kunci: PKPR, Kesehatan Reproduksi, Remaja, Gender, Studi Kualitati

    The Indonesia Colorectal Cancer Risk Assessment (Ina_Cocara):Identifikasi Profil Risiko Pada Mahasiswa

    No full text
    ABSTRACT Colorectal cancer is the third most common type of cancer and the second most common cause of cancer-related deaths worldwide, including Indonesia. The number of colorectal cancer patients diagnosed at a young age is still under-detected, so the risk of death is higher. This impact can be reduced by implementing a primary preventive strategy to determine the level of risk earlier through the latest instrument specifically for the Indonesian community and non-invasive in the form of The Indonesian Colorectal Cancer Risk Assessment (Ina_CoCaRA). This study aims to develop the Ina_CoCaRA nursing assessment instrument, as well as to analyze the risk profile of colorectal cancer incidence in nursing students. This quantitative study uses a descriptive method, to describe the risk profile of colorectal cancer in a group of students through the Ina_CoCaRA assessment instrument which has been tested for validity and reliability. The number of samples was 100 students with a sampling technique using the stratified random sampling technique. The results showed that the risk profile of colorectal cancer in students included no risk (27%) and low risk (73%). This means that most students have a risk, although in the low category, of developing colorectal cancer. This occurs due to lifestyle factors, especially frequent consumption of junk food, lack of exercise, and sedentary lifestyle factors. The risk profile of colorectal cancer in students using the Ina_CoCaRA instrument is low risk. If there is no change in a healthier lifestyle, the risk of developing colorectal cancer with increasing age can be categorized as moderate or even severe. The development of the Ina_CoCaRA instrument is still needed according to the age group and culture of each region to determine early detection instruments that can be given periodically so that colorectal cancer does not occur. Keywords: Colorectal Cancer, Ina_CoCaRA, Risk Assessment, Risk Profile  ABSTRAK Kanker kolorektal merupakan jenis kanker terbanyak ketiga dan menjadi penyebab kematian terbanyak kedua terkait kanker di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Jumlah pasien kanker kolorektal yang terdiagnosis pada usia muda masih kurang terdeteksi dengan cepat, sehingga risiko kematian menjadi lebih tinggi. Dampak ini dapat dikurangi dengan menerapkan strategi preventif primer untuk mengetahui tingkat risiko lebih dini melalui instrumen terbaru khusus masyarakat Indonesia dan noninvasif berupa The Indonesian Colorectal Cancer Risk Assessment (Ina_CoCaRA). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen pengkajian keperawatan Ina_CoCaRA, sekaligus menganalisis profil risiko kejadian kanker kolorektal pada Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode deskriptif, untuk menggambarkan profil risiko kanker kolorektal pada kelompok mahasiswa melalui instrumen pengkajian Ina_CoCaRA yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Jumlah sampel sebanyak 100 mahasiswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil risiko kanker kolorektal pada mahasiswa meliputi tidak berisiko (27%) dan berisiko rendah (73%). Artinya, sebagian besar mahasiswa memiliki risiko meskipun dalam kategori rendah untuk mengalami kanker kolorektal. Hal ini terjadi karena faktor gaya hidup terutama seringnya mengonsumsi junk food, kurang olahraga, dan faktor sedentary lifestyle. Profil risiko kanker kolorektal pada mahasiswa melalui instrumen Ina_CoCaRA yaitu berisiko rendah. Jika tidak ada perubahan gaya hidup yang lebih sehat, maka risiko terjadinya kanker kolorektal seiring bertambahnya usia dapat menjadi kategori sedang bahkan berat. Masih dibutuhkan pengembangan instrumen Ina_CoCaRA sesuai kelompok usia dan budaya tiap daerah untuk menetapkan instrumen deteksi dini yang dapat diberikan secara berkala sehingga kanker kolorektal tidak terjadi. Kata Kunci: Ina_CoCaRA, Kanker Kolorektal, Profil Risiko, Risk Assessment

    Hubungan Pengetahuan Ibu, Lama Menderita, dan Tingkat Kekambuhan Epilepsi terhadap Kualitas Hidup Pasien Epilepsi di RSUD Dompu

    No full text
    ABSTRAKPasien anak dengan epilepsi sering mengalami penurunan kualitas hidup yang disebabkan oleh berbagai faktor internal dan eksternal, seperti tingkat kekambuhan kejang, lama menderita epilepsi, serta tingkat pengetahuan ibu terhadap kondisi anaknya. Faktor-faktor ini saling berinteraksi dan memengaruhi kesejahteraan fisik, emosional, dan sosial anak. Tujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu, lama menderita epilepsi, dan tingkat kekambuhan epilepsi terhadap kualitas hidup pasien anak dengan epilepsi di RSUD Dompu. Penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional, menggunakan total sampling dari 50 pasien anak di RSUD Dompu. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dengan p<0,05. Dari 50 responden, menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu (p=0,001), lama menderita epilepsi (p=0,036), dan tingkat kekambuhan (p=0,022) terhadap kualitas hidup pasien. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu, dan tingkat kekambuhan dengan kualitas hidup pasien anak epilepsi di RSUD Dompu. namun tidak terdapat hubungan signifikan antara lama menderita epilepsi terhadap kualitas hidup pasien epileps

    Self-Stigma Stunting, Dampak dan Perubahan Psikologis Ibu dengan Anak Stunting di Kabupaten Garut

    No full text
    ABSTRACT Mothers play an important role as the primary caregiver of a child. Mother as a caregiver is an important factor in the child's growth and development process. negative stigma is felt by the mother so that it disturbs and affects the mental health of the mother as a caregiver. Stigma from society can occur in families who care for stunted children, especially mothers. Mothers who care for stunted children often get unpleasant treatment from the community even from health workers and posyandu cadres. This study aims to explore the perception of stunting self-stigma, the impact and psychological changes of mothers with stunted children in Garut Regency. The research design is a qualitative method with a phenomenological approach. Researchers wanted to explore the background of self-stigma in mothers, the impact of stunting self-stigma. In addition, researchers want to explore the impact on health seeking behavior and mothers' responses to PMT for stunted children in Garut Regency. Based on the results of this study, it was found that various kinds of responses and psychological changes were experienced by mothers who had self-stigma. Generally, self-stigma is recognized by feelings of shame because stunting is similar to malnourished children, the party to blame, and the ability to meet family food so as to refuse PMT assistance for stunted children in Garut Regency. It is important for families, health workers and posyandu cadres to provide material and emotional support and not to disclose the child's condition in public. Keywords: Self-stigma, Stunted, Psychosocial Conditions, Mother  ABSTRAK Ibu memegang peranan penting sebagai pengasuh utama seorang anak. Ibu sebagai pengasuh merupakan faktor penting dalam proses tumbuh kembang anak. Stigma negatif dirasakan ibu sehingga mengganggu dan mempengaruhi kesehatan mental ibu sebagai pengasuh. Stigma dari masyarakat dapat terjadi pada keluarga yang merawat anak stunting, khususnya ibu. Ibu yang merawat anak stunting seringkali mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari masyarakat bahkan dari petugas kesehatan dan kader posyandu. Penelitian ini bertujuan menjelajahi persepsi self-stigma stunting, dampak serta perubahan psikologis ibu dengan anak stunting di Kabupaten Garut. Desain penelitian adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Peneliti hendak mengeksplorasi latar belakang self stigma pada ibu, dampak self-stigma stunting. Selain itu, peneliti ingin mengeksplorasi dampak terhadap perilaku mencari bantuan kesehatan serta respon ibu terhadap PMT bagi baduta stunting di Kab. Garut. Hasil dari penelitian ini yakni didapatkan bahwa berbagai macam respon dan perubahan psikologis dialami ibu yang memiliki self-stigma. Umumnya self-stigma dikenali dengan perasaan malu karena stunting mirip dengan anak gizi buruk, pihak yang disalahkan, dan kemampuan memenuhi pangan keluarga sehingga menolak PMT bantuan bagi anak stunting di Kab. Garut. Penting bagi keluarga, petugas kesehatan, dan kader posyandu memberikan dukungan baik materil dan emosional serta tidak mengungkapkan kondisi anak di muka umum. Kata Kunci: Self-Stigma, Stunting, Kondisi Psikososial, Ib

    Pengaruh Lavender Essensial Oil terhadap Nyeri Post Sectio Caesarea di RSU Kartini Lampung Periode Juni - Juli

    No full text
    ABSTRACT Childbirth with Sectio Caesarea causes discomfort in the surgical area. One of the conditions that causes patient discomfort is pain. Pain management can be done with a combination of pharmacology and non-pharmacology. One non-pharmacological therapy that is good for reducing post-cesarean section pain is using lavender essential oil. This research is to determine the effect of Lavender Essential Oil on Post Sectio Caesarea pain at the Kartini General Hospital, Lampung in 2024. This research used a pre-experiment design with a one group pretest posttest approach, total sampling technique, a sample of 60 people. the result of Asym Sig (2.Tailed) is 0.000 which is smaller than the α value of 0.05. There is an effect of Lavender Essential Oil on Post Sectio Caesarea Pain at Kartini General Hospital in 2024. There is an effect of Lavender Essential Oil on Post Sectio Caesarea Pain at Kartini General Hospital in 2024.  Keywords: Sectio Caesarea, Lavender Essential Oil ABSTRAK Persalinan dengan Sectio Caesarea menyebabkan ketidaknyamanan  pada daerah pembedahan. Salah satu kondisi yang menyebabkan ketidaknyamanan pasien adalah nyeri. Penanganan nyeri dapat dilakukan dengan kombinasi farmakologidan non farmakologi. Salah satu terapi nonfarmakologi yang baik dalam mengurangi nyeri post sectio caesareaadalah menggunakan lavender essential oil. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Lavender Essential Oilterhadap nyeri Post Sectio Caesarea di Rumah Sakit Umum Kartini Lampung Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain Preekseperimen dengan pendekatan one group pretest postest, teknik pengambilan sampel Total sampling, sampel berjumlah 60 orang. Sebelum Dilakukan Pemberian Lavender Essential Oil dengan tingkat nyeri sedang dengan mean Mean 5.79  Setelah Dilakukan Pemberian Lavender Essential Oil hasil dengan tingkat nyeri ringan dengan mean Mean 2.31 Asym Sig (2.Tailed) adalah 0.000 yang lebih kecil dari nilai α 0.05. yang artinya Ada Pengaruh Lavender Essential Oil Terhadap Nyeri Post Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Umum Kartini Tahun 2024. Ada Pengaruh Lavender Essential Oil Terhadap Nyeri Post Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Umum Kartini Tahun 2024.  Kata Kunci: Sectio Caesarea, Lavender Essential Oi

    Pengembangan dan Pengujian Aplikasi Skrining Jantung Berbasis Android sebagai Upaya Promotif dan Preventif Terhadap Serangan Jantung

    No full text
    ABSTRACT Early detection of heart attack risk is essential to prevent high morbidity and mortality rates. An Android-based Heart Screening Application is proposed to help patients understand and manage their risk, reducing heart attack incidents through accessible and user-friendly technology. This study aims to develop and evaluate a heart disease screening application that allows users to independently assess their heart disease risk. The application was developed using the Waterfall methodology, including analysis, design, implementation, and testing. Testing utilized a mixed-methods embedded approach, with quantitative data gathered from surveys of 75 respondents to evaluate usability, quality, and user satisfaction, and qualitative data collected through interviews to explore user experiences and perceptions. A heart screening application was created featuring a heart disease risk test and recommendations based on test results. Quantitative findings showed 98% of respondents were satisfied with the app’s design and system, 97% found it helpful for heart disease risk detection, and 91% reported it encouraged healthier lifestyle changes. However, 86% expressed concerns regarding personal data security. Qualitative data supported these results, with respondents noting ease of use and access flexibility as major advantages, though concerns about potential data breaches highlight an area needing improvement. The application successfully raised public awareness and capability in detecting and monitoring heart disease risk, though enhanced data security is needed to improve user trust in the future. Keywords: Screening Application, Heart Disease, Mixed-Methods, User Satisfaction, Waterfall   ABSTRAK Deteksi dini risiko serangan jantung diperlukan untuk mencegah morbiditas dan mortalitas tinggi. Aplikasi Skrining Jantung berbasis Android diusulkan untuk membantu pasien memahami dan mengelola risiko serta mengurangi kejadian serangan melalui teknologi yang mudah diakses dan digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi aplikasi skrining penyakit jantung yang memungkinkan masyarakat melakukan pengecekan risiko penyakit jantung secara mandiri. Pengembangan aplikasi skrining jantung menggunakan metode Waterfall, terdiri dari analisis, desain, implementasi dan pengujian. Untuk pengujian aplikasi tersebut menggunakan desain mixed-methods dengan pendekatan embedded mencakup pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 75 responden untuk mengevaluasi kegunaan, kualitas, dan kepuasan pengguna, serta pendekatan kualitatif melalui wawancara untuk menggali pengalaman dan persepsi pengguna. Terbentuk aplikasi skrining jantung dengan fitur utama yaitu tes risiko penyakit jantung dan rekomendasi dari hasil tes. Hasil kuantitatif menunjukkan bahwa 98% responden merasa puas dengan desain dan sistem aplikasi, 97% menyatakan aplikasi membantu dalam mendeteksi risiko penyakit jantung, dan 91% melaporkan aplikasi mendorong perubahan gaya hidup lebih sehat. Namun, 86% responden mengungkapkan kekhawatiran terhadap keamanan data pribadi. Data kualitatif mendukung hasil kuantitatif, di mana responden menyatakan kemudahan penggunaan dan fleksibilitas akses sebagai keunggulan utama aplikasi. Namun, kekhawatiran terhadap potensi kebocoran data menjadi isu yang memerlukan perhatian lebih lanjut.Aplikasi ini berhasil meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mendeteksi dan memantau risiko penyakit jantung, meskipun diperlukan peningkatan pada aspek keamanan data untuk meningkatkan kepercayaan pengguna di masa depan. Kata Kunci: Aplikasi Skrining, Penyakit Jantung, Mixed-Method, Kepuasan Pengguna, Waterfal

    Stigma Tuberkulosis Paru di Asia Tenggara: Systematic Literatur Review

    No full text
    ABSTRACT Pulmonary tuberculosis is an infectious disease that remains a global health problem. Tuberculosis stigma is determinants of this disease. The purpose of this study was to find out the determinants of tuberculosis stigma in 4 Southeast Asian regions, namely Thailand, Cambodia, Vietnam and Indonesia. The research method used was a systematic literature review using PRISMA guidelines. From the 14 articles reviewed, it was found that tuberculosis stigma can be divided into two things, namely personal and negative views of the surrounding community. The impact of stigma is that patients choose to isolate themselves, feel embarrassed, and are discriminated against by the surrounding community.  The stigma of tuberculosis in four regions make the problem of tuberculosis tend to be high. The author recommends providing education to communities that stigmatize tuberculosis patients. By providing education, the author hopes that the community can change their mindset and provide social support to tuberculosis patients. Keywords: Tuberculosis Stigma, Systematic Literatur Review, Southeast Asia.  ABSTRAK Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Salah satu faktor determinan dari penyakit ini dan adalah stigma tuberkulosis. Tujuan dari penelitian ini mencari tahu faktor determinan stigma tuberkulosis di 4 wilayah Asia Tenggara yaitu Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literatur review dengan pedoman PRISMA. Dari 14 artikel yang direview didapatkan bahwa stigma tuberkulosis dibedakan menjadi dua hal yaitu personal dan pandangan negatif masyarakat sekitar. Dampak yang ditimbulkan dari stigma yaitu pasien memilih untuk mengisolasi diri, merasa malu, dan terdiskriminasi dari lingkungan sekitar. Adanya stigma tuberkulosis di empat wilayah tersebut menjadikan masalah tuberkulosis cenderung tinggi. Penulis merekomendasikan pemberian edukasi pada masyarakat yang memberikan stigma kepada pasien tuberkulosis. Dengan adanya upaya pemberian edukasi, penulis berharap masyarakat dapat merubah pola pikir dan memberi dukungan sosial kepada pasien tuberkulosis.  Kata Kunci: Stigma Tuberkulosis, Systematic Literatur Review, Asia Tenggar

    Pengaruh Senam Hamil terhadap Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil

    No full text
    Latar Belakang yang meningkatkan hormone relaksan (hormone yang membuat otot relaksasi dan lemas), hal ini mempengaruhi fleksibilitas jaringan ligamen yang akhirnya meningkatkan mobilitas sendi di pelvis dan akan berdampak pada ketidakstabilan spinal dan pelvis serta menyebabkan rasa nyeri pada punggung. pengurangan rasa nyeri, dapat dilakukan dengan cara non farmakologi seperti senam hamil. Tujuan penelitian diketahui Pengaruh Senam Hamil Terhadap Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Di PMB Gusnila dan Neti Pesawaran  Tahun 2021. Metode Jenis penelitian kuantitatif rancangan penelitian quasi eksperimen pendekatan two group pretest-postest. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil TM III sebanyak 61 dengan sampel sebanyak sampel sebanyak 30 orang, dimana sebanyak 15 orang akan dilakukan eksperimen dan 15 orang sebagai kelompok kontrol. Objek penelitian ini adalah nyeri /sakit punggung dan senam hamil. Penelitian telah dilaksanakan di PMB Gusnila Kabupaten Pesawaran pada bulan Juni - Juli 2021. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisi data secara univariat dan bivariat (Mann withney). Hasil penelitian nyeri punggung sebelum intervensi adalah 5,4, dan setelah intervensi adalah 2,8. Rata-rata nyeri punggung kelompok kontrol 5,6, sedangkan setelah edukasi pada kelompok kontrol 4,3. Ada pengaruh Senam Hamil Terhadap Pengurangan Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil di PMB Gusnila Dan Neti Pesawaran Tahun 2021 dengan nilai p-value = 0,000. Saran : Diharapkan untuk meningkatkan program yang mendukung kesehatan dan pengetahuan ibu hamil tentang keluhan-keluhan yang biasa terjadi pada kehamilan dan cara penangananya, salah satunya dengan memaksimalkan adanya kelas ibu hamil.Kata Kunci : Senam Hamil, Nyeri Punggung ABSTRACTTHE EFFECT OF PREGNANT EXERCISE ON BACK PAIN IN PREGNANT WOMEN   Background Low back pain during pregnancy occurs due to changes in pregnancy hormones that increase relaxant hormones (hormones that make muscles relax and weak), this affects the flexibility of ligament tissue which ultimately increases joint mobility in the pelvis and will have an impact on spinal and pelvic instability and cause pain. on the back. There are many treatment options to reduce medical intervention when experiencing low back pain, which can be done by non-pharmacological methods such as pregnancy exercise. The purpose of the study is to know the effect of pregnant exercise on back pain in pregnant women at PMB Gusnila and Neti Pesawaran in 2021. This type of research is quantitative with a quasi-experimental research design with two. The population of this study was 61 pregnant women with TM III with a sample of 30 people, of which 15 people will be experimented with and 15 people will be the control group. The object of this research is back pain/backache and pregnancy exercise. The research has been carried out at PMB Gusnila, Pesawaran Regency in June - July 2021. Data collection uses observation sheets. Data analysis was univariate and bivariate (Mann withney). The results of the study of back pain before carrying out pregnancy exercises were 5.4, while the average back pain after carrying out pregnancy exercises was 2.8. The average back pain before IEC was done was 5.6, while the average back pain after IEC was done was 4.3. There is an effect of Pregnant Gymnastics on Reduction of Back Pain in Pregnant Women at PMB Gusnila and Neti Pesawaran in 2021 with a p-value = 0.000. Suggestion: It is expected to improve programs that support the health and knowledge of pregnant women about the complaints that usually occur in pregnancy and how to handle them, one of which is by maximizing the class of pregnant women. Keywords: Pregnancy Exercise, Back Pai

    Analisis Risiko Kesehatan Lingkugan (ARKL) Pajanan Mangan (Mn) Pada Air Sumur Gali Masyarakat Sebagai Sumber Air Minum

    No full text
    Latar Belakang: Kendala yang paling sering ditemui dalam menggunakan air tanah adalah masalah kandungan Zat Mangan (Mn) yang terdapat dalam air baku. Mangan dalam air biasanya terlarut dalam bentuk senyawa atau garam bikarbonat, garam sulfat, hidroksida dan juga dalam bentuk koloid atau dalam keadaan bergabung dengan senyawa organik. Adanya kandungan Mangan (Mn) dalam air menyebabkan warna air tersebut berubah menjadi kuning-coklat setelah beberapa saat kontak dengan udara. Disamping kandungan Mangan (Mn) dapat mengganggu kesehatan juga menimbulkan bau yang kurang enak serta menyebabkan warna kuning pada dinding bak serta bercak-bercak kuning pada pakaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar Mangan (Mn) dan melakukan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan terhadap pajanan Mangan (Mn) pada air sumur gali sebagai air minum masyarakat di Desa Sudimoro, Kecamatan Semaka, KabupatenTanggamus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif, yaitu melakukan pemeriksaan dan analisis risiko kesehatan lingkungan pada air sumur gali yang mengandung kadar Mangan (Mn) sebagai sumber air minum yang dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari.di Desa Sudimoro, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus. Hasil: Hasil penelitian ini diketahui bahwa kadar Mangan (Mn) pada 5 sampel air sumur gali di Desa Sudimoro Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus adalah sumur I (0,2 mg/l), sumur II (0,5 mg/l), sumur III (0,5 mg/l), sumur IV (0,6 mg/l) dan sumur V (0,2 mg/l). Hasil Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan untuk pajanan Mangan (Mn) di air sumur gali yang digunakan masyarakat pada orang dewasa maupun anak–anak dengan konsentrasi tersebut masuk dalam kategori Aman / Berisiko Rendah karena memperoleh hasil RQ < 1. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil Tingkat risiko pajanan Mangan (Mn) di air sumur gali pada masyarakat dewasa maupun anak – anak dengan konsentrasi tersebut, Aman / Berisiko Rendah karena memperoleh hasil RQ < 1. Kata Kunci: Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan, Sumur Gali, Mangan (Mn), Sudimoro   

    1,067

    full texts

    7,304

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Malahayati (Universitas Malahayati)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇