Warta Adhia - Jurnal Perhubungan Udara
Not a member yet
    281 research outputs found

    Pengkajian Angkutan Udara Perbatasan di Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat

    No full text
    Kabupaten Kapuas Hulu terletak di Provinsi Kalimantan Barat, Waktu tempuh ke Pontianak kurang lebih empat puluh lima menit penerbangan menggunakan Pesawat Udara jenis ATR 42 Seri 300/F27 atau kurang lebih 16 jam dengan kendaraan darat. Kabupaten ini merupakan salah satu daerah perbatasan dengan wilayah Malaysia. Maksud penelitian ini untuk mengevaluasi ketersediaan sarana dan prasarana angkutan udara di daerah Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat. Tujuannya adalah memberikan rekomendasi untuk pengembangan pelayanan angkutan udara di daerah perbatasan Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah analisis SWOT agar dapat mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman di daerah perbatasan Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat. Dari hasil perhitungan pembobotan dan rating bahwa Kabupaten Kapuas Hulu mempunyai kekuatan lebih besar dibanding kelemahan, serta peluang lebih besar dari pada ancaman, maka strategi yang tepat adalah strategi SO (agresif) terletak di kuadran (2,48 : 3,02) ini merupakan situasi banyaknya peluang yang sangat besar di kabupaten ini serta mempunyai kekuatan di kabupaten ini yaitu meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya alam dan pariwisata.[Border Air Transport Assessment in Kapuas Hulu District West Kalimantan] Kapuas Hulu district located in the West Kalimantan province. It takes about forty five minutes flight to capitalcity Pontianak using ATR 42 series 300 and F27 or approximately 16 hours by land transportation. This district is one of the border area with Malaysia region. This study aim to evaluate the air transport infrastructure in the Kapuas Hulu District West Kalimantan. The goal is to provide recommendations for the development of air transport services in the border area of Kapuas Hulu District West Kalimantan. This research used SWOT analysis in order to determine the strengths, weaknesses, opportunities and threats in the border area Kapuas Hulu West Kalimantan. From the calculation of the weighting and the rating, the Kapuas Hulu has more strength than weakness, as well as a greater opportunity than a threat, the right strategy is SO strategy (aggressive) is located in quadrant (2.48:3.02). There are many opportunities in this district. Furthermore it also has strength in natural resources and tourism

    Pengkajian Kriteria Pemeriksaan Barang Bawaan di Bandar Udara Sepinggan-Balikpapan

    No full text
    Every passenger of airplane must possess a ticket and must pass through the screening process by the security personnel in an airport both physically and using the screening devices. The screening process may be conducted by using special devices and physical inspection randomly. Cabin baggage or passengers’ belongings taken to the cabin are not allowed to contain hazardous objects that can endanger the flight itself.This study is aimed at creating a concept of baggage criteria. From the data analysis result, it can be concluded that the screening process is conducted in appropriate procedure. On the other hand, it needs to create a concept for baggage criteria such as passengers are only allowed to bring 1 (one) hand bag to cabin.Personel keamanan merupakan salah satu personel penerbangan yang bertugas untuk melakukan pengamanan dalam aktifitas penerbangan. Kualitas kinerja personel keamanan tentu mempengaruhi kualitas keamanan di bandar udara. Bandara Hang Nadim Batam merupakan salah satu bandara yang berada di perbatasan Negara Indonesia. Hal ini memacu pengelola bandar udara untuk meningkatkan kualitas kinerja personel keamanan yang baik. Pengkajian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja personel keamanan di Bandara Hang Nadim. Faktor-faktor yang terbentuk dapat dijadikan sebagai acuan dalam merumuskan kebijakan untuk meningkatkan kinerja personel keamanan. Metode yang digunakan dalam pengkajian adalah analisis faktor. Pengkajian ini menggunakan data persepsi personel keamanan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan secara umum. Berdasarkan hasil kajian, ada 5 faktor utama yang mempengaruhi kinerja personel keamanan yaitu : (1) kebijakan pimpinan dalam mengayomi personel keamanan, (2) kerjasama dan kekompakan antar personel keamanan, (3) pendidikan, penghasilan dan penghargaan, (4) peraturan kerja atau sanksi disiplin, dan (5) tingkat kesulitan pekerjaan

    Desain Konseptual Speech Recognition di Komunikasi Pesawat untuk Mengurangi Kesalahan Komunikasi Penerbangan

    No full text
    Penyebab utama kecelakaan penerbangan adalah human error (55%) dengan salah satu penyebab adalah miskomunikasi. Miskomunikasi menjadi penyebab kasus kecelakaan terbesar di dunia seperti kecelakaan antara Pan Am dan KLM, Garuda dengan nomor penerbangan 152, dan kecelakaan yang baru-baru ini terjadi antara Batik Air dan Transnusa. Selain itu, KNKT pernah mengalami kebingungan saat menginvestigasi cockpit recorder Air Asia QZ8501. Saat miskomunikasi terjadi, instruksi sering kali sulit dipahami dan diperlukan pengulangan komunikasi, yang mempersempit waktu pengambilan tindakan. Penelitian ini ingin mengembangkan konsep speech recognition dengan sistem voice sign and text untuk prosedur pengecekan komunikasi kru penerbangan. Metode dalam penelitian ini adalah kajian pustaka dan perancangan sistem. Hasil dari penelitian ini adalah penambahan prosedur komunikasi dengan sign dan teks yang diperoleh dengan bantuan speech recognition. Pesan teks berasal dari ucapan yang diterjemahkan oleh speech recognition menjadi teks, kemudian teks akan diubah menjadi sign. Lalu sign dan teks akan ditampilkan dan dilihat langsung oleh pilot. Dengan penambahan sistem sign dan teks disamping komunikasi melalui suara diharapkan kesalahan dapat diminimalisir, pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cepat, dan kecelakaan dapat dihindari. [Speech Recognition Conceptual Design in Aircraft Communications to Reduce Flight Communication Mistake] The main cause of aviation accidents is the human error (55%) in which one of its factor is the miscommunication. Miscommunication involved in the most accidents in the world including Pan Am and KLM accident, Garuda flight 152 (the biggest accident in Indonesia), and that was recently occurred between Batik Air and Transnusa Airline. Moreover, NTSC was confused when investigating the Air Asia QZ8501 cockpit recorder. When miscommunication occurs, the repetition of communication is prominently required due to the difficulty in understanding the instruction, which later narrowed the time to take any action. This study is intended to develop the concept of speech recognition with voice sign and text system for flight crew communication checking procedure. The methodology that is used in this research is the combining of literature review and system design. The results of this study is the addition of communication procedure by means of sign and text that obtained from speech recognition process. The text is produced from the translation of voice by speech recognition and converted into sign afterwards. Both of sign and text will be displayed, thus can be seen by the pilot. In addition to communication by voice, the implementation of sign and text is expected in minimalizing the error, supporting faster decision making, and avoiding the accident

    Perencanaan Pengembangan Runway dan Taxiway Bandar Udara Juwata – Tarakan

    No full text
    Di Kalimantan Utara saat ini transportasi melalui udara memegang peranan penting sehingga diperlukan mobilitas angkutan udara yang tinggi, dimana ibukota Provinsi adalah Kota Tarakan yang didalamnya terdapat Bandar Udara Juwata yang telah ditetapkan sebagai bandar udara kelas 1 khusus. Disamping menjadi bandar udara internasional, Bandar Udara Juwata juga berfungsi sebagai pusat penyebaran dan merupakan bandar udara perbatasan yang mempunyai tugas pokok melaksanakan penyelenggara pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa penerbangan dan penyedia penunjang angkutan udara. Bandar Udara Juwata mempunyai program pengembangan runway/landasan pacu dan taxiway/landas hubung dalam merencanakan pesawat yang dibutuhkan yaitu Airbus A-330 dimasa yang akan datang. Melalui metode peramalan pergerakan pesawat serta menggunakan panduan dari SKEP/77/VI/2005 dalam menghitung perencanaan perpanjangan landasan pacu serta landas hubung, disimpulkan bahwa sampai dengan tahun 2026 terdapat 24.049 pergerakan pesawat, sedangkan hasil perhitungan pengembangan landas pacu yang dibutuhkan untuk pesawat rencana A-330 adalah 3.383 meter dan jarak touchdown ke lokasi taxiway yang dibutuhkan adalah 1.394 meter. Untuk pengembangan tersebut akan dilaksanakan melalui tahapan sesuai program. [Runway Development Planning and Taxiways Airport Juwata- Tarakan] Air transportation in North Borneo region nowadays plays an important role where the mobility by air transportation is getting higher and the provincial capital city, Tarakan, has the Juwata Airport which is classified as the Class 1 Distinguish Airport. Besides it is designated as international airport, the Juwata Airport also act as the distribution center and country border airport in which its main task is serving the air transportation users and operators. The Juwata Airport is planning the development of runway and taxiway so that it can serve the Airbus A-330 aircraft in the near future. Using the guideline in SKEP/77/VI/2005 and applying the method of aircraft movement forecast to calculate the planned runway and taxiway extension, it is found that until 2026 there will be 24.049 aircraft movement while the calculation results give the runway length that is needed so that the airport can serve the targeted aircraft, Airbus A-330, is 3.383 meter and the distance between touchdown point to taxiway is 1.394 meter. The development process will be done in phases according to the appropriate program

    Demand Forecasting Model dengan Pendekatan Sistem Dinamis untuk Mendukung Analisa Finansial dalam Pengembangan Infrastruktur Bandar Udara di Indonesia

    No full text
    Pertumbuhan penumpang angkutan udara mengalami peningkatan sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan perekonomian di suatu negara. Revenue passenger kilometers (RPK) wilayah Asia Tenggara dalam kurun waktu 10 Tahun (2000-2010) adalah sebesar 6,6 % per tahun. Pertumbuhan penumpang angkutan udara yang sangat pesat tersebut harus diimbangi dengan penyediaan infrastruktur transportasi udara, Namun saat ini alokasi anggaran pemerintah di bidang infrastruktur transportasi sangat terbatas.untuk itu diperlukan berbagai instrumen kebijakan apabila ingin melibatkan peran swasta. Salah satu upaya untuk mendukung keterlibatan peran swasta dapat dikembangkan model “demand forecasting” menggunakan pendekatan sistem dinamis guna mendukung analisa finansial dalam pengembangan infrastruktur bandar udara. Dengan model demand forecasting penumpang angkutan udara yang komprehensif tersebut diharapkan dapat membantu dalam menganalisa pengambilan sebuah keputusan dalam pengembangan bandar udara yang melibatkan peran serta investasi swasta. [Demand Forecasting Model with Dynamic Systems Approach to Support Financial Analysis in the Airport Infrastructure Development in Indonesia] The growth of air passengers has increased in line with the population and economic growth of the country. Revenue passenger kilometers (RPK) around in the world during ten years (2000-2010) grew on average of 4.7 % per year, and in the Southeast Asian region. RPK growth in the same period was 6.6% per year. The growth of passenger air transport is very rapid course must be balanced with the provision of air transport infrastructure, while the government budget in transport infrastructure sector has a constraint. Development of airports in Indonesia is still a burden for the reason it, needed the government\u27s policy instruments if want to involve the role of private sector in the airport development. The one of policy istruments is define a model demand forecasting using a dynamic systems approach to support financial analysis in the development of airport infrastructure. Air traffic analysis is an important thing because concerning with the capacity utilization and it helps make decisions regarding the development of infratructure facilities. The robust model of demand forecasting could support to analyze a decision making on an airport development that involves the participation of private investment. &nbsp

    Kebutuhan Pengembangan Kapasitas Fasilitas Sisi Udara Bandar Udara Di Bawah Pengelolaan PT. (Persero) Angkasa Pura I

    No full text
    The increasing passenger number movement in several airports has put effect on the airport capacity. Therefore, some airports in Indonesia including those run by PT Angkasa Pura I have been over their capacity.The increasing number of passengers in an airport also is closely related to the increasing flight frequency in that airport. In accordance, the capacity of airside facility in the airport must be announced openly in terms of Notification of Apron Capacity and Notification of Runway Capacity because it will affect the flight safety itself. Based on the data processing and analysis, it can be concluded that some airports need to develop their apron and runway facilities.Peningkatan pergerakan jumlah penumpang di beberapa bandar udara, tentunya mempengaruhi kapasitas suatu bandar udara. Oleh sebab itu, beberapa bandar udara di Indonesia, termasuk bandar udara – bandar udara yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura I telah melebihi kapasitas.Peningkatan jumlah penumpang di suatu bandar udara juga berkaitan erat dengan peningkatan frekuensi penerbangan di bandar udara tersebut. Oleh sebab itu, kapasitas fasilitas sisi udara suatu bandar udara harus disampaikan secara terbuka berupa Notification of Apron Capacity dan Notification of Runway Capacity karena berpengaruh pada keselamatan penerbangan. Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis dapat disimpulkan bahwa beberapa bandar udara memerlukan pengembangan fasilitas apron dan runway

    Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan Potensi Kertajati Sebagai Aerocity

    No full text
    Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan untuk mengembangkan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka dan menjadikan tata ruang kawasan sekitarnya terintegrasi menjadikan kota bandar udara (aero-city). Penelitian ini membahas pengembangan sebuah kota bandar udara atau aerotropolis bendasarkan studi literatur (meta analisis) yang kemudian dikaitkan dengan konsep tata ruang Kertajati maupun konteks Kota Cirebon Raya dan permasalahan maupun potensi yang ada. Di dalam pengelolaannya, dikarenakan sumber pembiayaan dari pemerintah pusat, maka perlu dibuat Badan Pelayanan Umum (BLU) untuk penanganan bandara  dan PT. BIJB dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menangani kawasan sekitarnya  agar konsep Aero-City dapat terwujud. Kemitraan Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) juga dimungkinkan baik di fasilitas ke bandar-udaraan maupun fasilitas penunjang. [West Java International Airport and The Potential of Kertajati as The Aerocity] West Java Provincial Government has decided to develop West Java International Airport (BIJB) in Kertajati, Majalengka Regency, and plan to integrate its surrounding region as an aerocity. This paper discusses the development of an airport as a city, or aerotropolis, based on literature review (meta analysis) which is then associated with the concept of Kertajati spatial management as well as the context of Greater Cirebon Area and the existing problems as well as the potential. Since the central government acts as a financing source, it is important to establish a public service agency that will support the management of airport within its technical part while the BIJB enterprise, that is formed by West Java Provincial Government will be focused to actualize the concept of aerocity. Therefore the partnership of the Government with Business Entities is also possible both in airport facilities or airport supporting facilities

    Peran Jasa Ground Handling Terhadap Pelayanan Perusahaan Air Freight di Bali dalam Menghadapi Kompetisi Global

    No full text
    Salah satu kunci keberhasilan dari sebuah perusahaan pengiriman barang terletak pada kegiatan handling barang yang efektif dan efisien. Untuk dapat berkompetisi dengan baik dengan acuan waktu pelayanan yang efisien, perusahaan jasa airfreight memerlukan kerjasama dengan perusahaan jasa ground handling (PT Jasa Angkasa Semesta dan PT Gapura Angkasa) agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Di sinilah letak peran penting perusahaan jasa ground handling terhadap bisnis air cargo. Sesuai dengan konsep aliran logistik secara terpadu maka selayaknya tidak ada sekat (boundary) atau pisahan antara perusahaan jasa ground handling dan airfreight dalam operasionalnya. Keduanya bersama-sama dengan maskapai penerbangan merupakan satu kesatuan untuk tujuan yang sama mengirim cargo pelanggan tepat waktu. Strategi apa yang akan digunakan perusahaan jasa airfreight bergantung kepada perhitungan IFAS dan EFAS untuk mencari titik absis dan ordinat yang menunjukkan posisi strategis perusahaan airfreight saat ini. Sebagai alat analisis kualitatif, analisis SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities, dan Threat) memadai untuk mengetahui posisi strategis perusahaan airfreight dan mengatur langkah strategi apa yang akan digunakan. Kerjasama antara airfreight dan ground handling ini diharapkan akan menghasilkan jasa pelayanan air cargo dengan total waktu proses yang relatif cepat. [The Role of Ground Handling Services to The Air Freight Services in Bali in The Face of Global Competition] One of the successful key of freight forwarder companies lies in their handling operations that executed effectively and efficiently. Most of the companies that can stay competitive in this transportation services business are those which operated with relatively short time in unloading and loading the cargo. In order to make their companies well competed with reference to efficient services time, air freight services companies need to cooperate with ground handling services companies (PT Jasa Angkasa Semesta and PT Gapura Angkasa) so that customer needs can be fulfilled. And that is the important role of ground handling services in the air freight business. In accordance with the integrated logistic flow concept, there should be no operational boundaries between ground handling services companies and air freight services companies. Both of them, together with the airlines, are an entity with the same purpose: to handle the customer cargo right in time. The strategy that will be used by air freight services companies rely on IFAS and EFAS calculation in order to find the correct abscissa and ordinate that indicate the strategic position of the companies at the moment. SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) used as the tool of qualitative analysis not only for indicating the strategic position of the air freight services companies but also for managing the strategic measures that will be taken. The awareness of strengths, weaknesses, opportunities, and threats of the air freight services companies can be used as the benefit in the cooperation with the other services companies, especially ground handling and airlines. The role of ground handling in improving the strengths and using the opportunities while reducing weaknesses and threats is crucial for air freight operations. Thus, cooperation between air freight and ground handling is expected in providing quick processing-cargo services

    Metoda Short Takeoff Landing (Studi Kasus Prestasi Terbang Takeoff-Landing Pesawat Udara Turbo Prop CN235)

    No full text
    Pesawat dengan kategori Short Take-Off Landing pada umumnya adalah pesawat ringan yang mempunyai berat take-off antara 20.000 lb (9.072 kg) hingga 50.000 lb (22.680 kg) dengan kemampuan melewat irintangan setinggi 50 ft (15 m) untuk jarak take-off dan landing sejauh 1.500 ft (450 m). Pengembangan pesawat dengan kategori tersebut perlu memperhatikan tiga persyaratan umum yaitu kemampuan aerodinamika yang tinggi, tenaga mesin yang besar, dan teknik pilot yang baik yang disertai dengan kekuatan struktur yang mampu menahan beban berat. Pada studi kasus ini, penulis menggunakan data prestasi terbang Short Field Landing pesawat CN235-100 (serial N-16) dengan menggunakan flap 230 pada saat pengujian performance trade-off di PT Dirgantara Indonesia pada tahun 1996. Pengujian tersebut juga termasuk uji rejected take-off atau accelerate stop distance dengan menggunakan flap 100 pada tenaga penuh dimana kemudian salah satu mesin dimatikan untuk mencapai kondisi kritis dan pilot mengurangi daya propulsi mesin lainnya untuk dapat berhenti di ujung landasan. Beberapa rekomendasi pilot diberikan pada bagian kesimpulan. [The Short Takeoff Landing Method (CN235 Turbo Prop Field Performance Test Case Study)] The aircraft category of Short Take-Off Landing, in general, including lightweight aircrafts with take-off weight between 20.000 lb (9.072 kg) and 50.000 lb (22.680 kg) and capable in exceeding 50 ft (15 m) obstacle height with only 1.500 ft (450 m) of take-off and landing distance. Thera are, at least, three general requirements that have to be considered in order to develop this category of aircraft; high aerodynamic performance, powerful engine, qualified skill of pilot, and also the strength of aircraft structure that can sustain heavy load.As for the study case, the author used the flight performance data of CN235-100 (serial N-16) Short Field Landing with 230 flap that was tested in Indonesian Aerospace Industry in 1996 for its trade-off performance. There was also rejected take-off or accelerate stop distance test with 100 flap and full throttle where one of the engine, then suddenly, shut down in order to achieve critical condition and later the power of the another engine being reduced by the pilot so that the aircraft can stop at the end of the runway. Several pilot recommendations are given in the conclusion chapter

    Evaluasi Usulan Pembangunan Terminal Baru Bandar Udara H.A.S. Hanandjoeddin Tanjung Pandan

    No full text
    Belitung is one of the districts in the province of Bangka Belitung islands. This district has the advantage in the field of processing industry and tourism. The Regent of Bangka Belitung District proposes the construction of a new terminal in H.AS. Hanandjoeddin Airport to improve passenger service. The assessment aims to determine whether the construction of the new terminal is already required at the H.AS Hanandjoeddin airport. The method used in the study was descriptive analysis. Based on study results, the construction of the new terminal should be carried out with the consideration that the current capacity of the passenger terminal is not able to accommodate the number of passengers during rush hour (IAP4 landside = 4.39). Beside that, there is land availability for the new terminal area. Furthermore, Belitung has a high tourism potential. It requires reliable air transportation to accelerate the pace of economic growth and development of the tourism sector. Keywords: Hananjoeddin, passenger terminal, capacity. Kabupaten Belitung adalah salah satu kabupaten di provinsi Bangka Belitung. Kabupaten ini memiliki keunggulan di bidang industri pengolahan dan pariwisata. Bupati Kabupaten Belitung mengusulkan pembangunan terminal baru untuk meningkatkan pelayanan penumpang. Pengkajian bertujuan untuk mengetahui apakah pembangunan terminal baru sudah diperlukan di Bandara H.AS. hanandjoeddin. Metode yang digunakan dalam pengkajian adalah analisis deskriptif. Berdasarkan hasil kajian, pembangunan terminal baru perlu dilaksanakan dengan pertimbangan bahwa kapasitas terminal penumpang saat ini sudah tidak mampu menampung jumlah penumpang pada jam sibuk (IAP4 sisi darat = 4,39) dan lahan untuk area terminal baru sudah tersedia. Selanjutnya Kabupaten Belitung memiliki potensi pariwisata yang tinggi. Hal tersebut memerlukan sarana transportasi udara yang handal untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sektor pariwisata. Kata kunci: Hananjoeddin, terminal penumpang, kapasitas

    0

    full texts

    281

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Warta Adhia - Jurnal Perhubungan Udara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇