Warta Adhia - Jurnal Perhubungan Udara
Not a member yet
281 research outputs found
Sort by
Pengaruh Fasilitas, Layanan dan Informasi Aksesibilitas Terhadap Tingkat Kepuasan Penumpang di Bandara Husein Sastranegara Bandung
Mobilitas masyarakat yang semakin meningkat akibat dari peningkatan aktivitas dengan tata guna lahan yang bervariasi di Jawa Barat, hal ini menyebabkan Bandara internasional Husein Sastranegara dituntut untuk dapat meningkatkan kinerja layanan dan fasilitasnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui pengaruh fasilitas, layanan dan informasi aksesbilitas terhadap kinerja pelayanan bandara di Bandara Husein Sastranegara berdasarkan tingkat kepuasan penumpang 2) untuk melakukan evaluasi pelaksanaan standar pelayanan bandar udara di Bandara Husein Sastranegara, dan 3) mengukur kinerja pelayanan bandara berdasarkan persepsi penumpang angkutan udara di Bandara Husein Sastranegara. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan metode analisis kinerja dan analisis jalur. Pengambilan sampel dengan non-probability sampling melalui metode judgment sampling dengan responden 102 orang penumpang penerbangan dalam negeri dan 100 orang penumpang penerbangan ke luar negeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas, kualitas layanan, dan aksesibilitas informasi secara gabungan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan angkutan udara dalam negeri sebesar 60,3%. Fasilitas, kualitas layanan, informasi aksesbilitas secara gabungan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan angkutan udara luar negeri sebesar 51,2%. Nilai Indeks Kinerja pelayanan bandara berdasarkan kepuasan penumpang angkutan udara dalam negeri sebesar 77,73% (kategori baik). Nilai Indeks Kinerja pelayanan bandara berdasarkan kepuasan penumpang angkutan udara ke luar negeri sebesar 71,67% (kategori baik).
[The Influence of Facility, Service and Accessibility Information on Passenger Satisfaction Level at Husein Sastranegara Airport–Bandung] The increasing mobility of society resulting from increased activity with varying land uses in West Java, Husein Sastranegara international airport is required to improve the performance of its services and facilities. The purpose of this research is 1) to know the effect of facility, service and information of accessibility to airport service performance at Husein Sastranegara Airport based on passenger satisfaction level. 2) to evaluate the implementation of airport service standards at Husein Sastranegara Airport, and 3) measure the performance of airport services based on the perception of air transport passengers at Husein Sastranegara Airport. The method of analysis in this study using the method of performance analysis and path analysis. Sampling with non-probability sampling through judgment sampling method with 102 respondents of domestic flight passengers and 100 passengers flight abroad. The results showed that the facility, service quality, and accessibility of information in aggregate affect the level of satisfaction of air transport in the country amounted to 60.3%. Facilities, quality of service, accessibility and information in aggregate affect the level of satisfaction of air transport abroad amounted to 51.2%. Index Performance of airport service based on domestic air passenger transportation satisfaction of 77.73% (good category). Index Performance of airport service based on the satisfaction of air transport passengers abroad of 71.67% (good category)
Perancangan Sistem Pintar Prediksi Trajektori Pesawat Menggunakan Data ADS-B dengan Metode Kalman Filter untuk Mencegah Collision
Safety is the main aspect that the most concerned in the air transportation industry. Two of the elements that play important role in order to maintain aviation safety are the ability of ATC personnel in navigating the aircrafts over the Indonesia’s air space and the availability of air navigation facilities so that an effective and safe air traffic management can be achieved.The ability of ATC is absolutely a key factor in aviation business. The competent one, not only required to have decent knowledge and able to navigate and guide the aircrafts, but also have to be supported by adequate navigation system and facilities. As for enhancing the level of safety, smart system is offered as a tool to aid the ATC in making a decision to prevent the collision in the air.Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADS-B) is one of the air navigation instruments which have high accuracy in surveilling the aircrafts movement. The information that are retrieved from ADS-B, such as positional data (latitude, longitude and latitude) and speed, can assist the ATC to analyze the level of safety as well as the level of density of aircrafts in certain area.
Dalam mendukung keselamatan penerbangan, ATC yang bertugas di darat, belum dilengkapi sebuah sistem peringatan bahaya seperti halnya TCAS yang digunakan di pesawat. Sama halnya seperti TCAS, sistem pintar ini akan memberi peringatan dini untuk mencegah terjadinya tabrakan. Selain itu, sistem ini akan memberi peringatan berdasarkan hasil prediksi data live pesawat, bukan ketika sudah pada posisi kemungkinan tabrakan seperti halnya TCAS. Sistem pintar prediksi trajektori merupakan sebuah sistem yang berfungsi sebagai sistem bantuan yang dapat digunakan oleh ATC ketika sedang mengawasi lalu lintas udara. Sistem pintar ini memprediksi posisi pesawat selama beberapa waktu ke depan. Dengan hasil prediksi posisi oleh sistem ini, akan diberikan early warning kepada ATC, jika prediksi posisi dua pesawat atau lebih memungkinkan untuk terjadi tabrakan (collision) atau near miss. Dengan adanya peringatan prediksi, ATC dapat mencegah kemungkinan tabrakan dengan lebih cepat. Sistem pintar menggunakan data ADS-B, yang merupakan salah satu fasilitas navigasi penerbangan karena memiliki tingkat akurasi data yang tinggi. Data ADS-B tersebut, diolah menggunakan metode Kalman Filter untuk menghasilkan prediksi trajektori dengan tingkat error yang kecil. Kalman filter sendiri banyak digunakan untuk mengolah dan memprediksi data-data pergerakan yang linear, seperti pergerakan pesawat, pergerakan manusia, pergerakan angin dan yang lainnya
Kajian Kausalitas Permintaan Trafik Terhadap Kapasitas Bandara Berdasarkan Persepsi Pengelola Bandara (Studi Kasus: Bandara Internasional Soekarno-Hatta)
Permintaan trafik merupakan faktor penting dalam merencanakan kebutuhan kapasitas dan fasilitas di bandara. Peramalan permintaan trafik di masa yang akan datang menjadi suatu kebutuhan dalam menentukan besaran atau dimensi fasilitas bandara. Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memprediksi permintaan trafik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara permintaan trafik angkutan udara dengan kapasitas bandara, dan membahas hubungan antara variabel-variabel yang mempengaruhi permintaan trafik dan variabel-variabel yang mempengaruhi peningkatan kapasitas bandara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kausalitas probabilistik. Hasil analisis pada studi kasus Bandara Soekarno-Hatta, diperoleh bahwa secara umum peningkatan probabilitas pada variabel permintaan trafik dapat mempengaruhi peningkatan probabilitas pada variabel kapasitas bandara. Nilai probabilitas variabel kapasitas yang meningkat secara signifikan adalah landas pacu, apron dan curbside.[Causality Between Traffic Demand and Airport Capacity Based on The Perception of Airport Operator (Case Study: Soekarno-Hatta International Airport)] Traffic demand is an important factor in planning the airport capacity and facility. Forecasting future traffic demand becomes a necessity in determining the amount of capacity or dimension of airport facilities. There are factors that have to be considered in predicting the traffic demand. This study aimed to examine the relationship between the demand for air traffic and the airport capacity, and discuss the relationship between the variables that affect traffic demand and the variables that affect the increase in the capacity of the airport. This study uses probabilistic causality approach. The results ofcase study in Soekarno-Hatta International Airport show that, in general, the increase in the probability of the traffic demand variables can affect the increase in the probability of airport capacity variables. The probability value of the airport capacity variables which significantly increased are runway, apron and curbside
Harapan dan Kepentingan Pengguna Jasa Angkutan Udara Terhadap Pelayanan di Bandar Udara H.AS Hanandjoeddin–Tanjung Pandan Belitung
Bandar Udara H.AS. Hanandjoeddin – Tanjung Pandan sebagai pintu gerbang kedatangan wisatawan di Kepulauan Belitung diharapkan mampu untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengguna jasa angkutan udara. Tujuan pengkajian adalah menganalisis harapan dan kepentinganyang dirasakan oleh pengguna jasa angkutan udara (penumpang) terhadap pelayanan yang telah diberikan oleh pihak penyelenggara Bandar Udara H.AS Hanandjoeddin – Tanjung Pandan Belitung. Analisis yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Responden adalah pengguna jasa angkutan udara (penumpang). Hasil dari analisis yang menjadi prioritas utama perbaikan adalah pelayanan kebersihan fasilitas umumseperti toilet, kios, mushola dan lain-lain, penataan terminal penumpang khususnya untuk antrian dan sirkulasi bagi penyandang cacat, fasilitas dan peralatan yang membantu penumpang dalam membawa barang bawaannya, tersedianya layanan sarana transportasi umum, dan kemampuan petugas untuk cepat tanggap menyelesaikan keluhan/masalah. Kendala dan permasalahan yang terjadi adalah terbatasnya dana pemeliharaan yang tersedia, terbatasnya SDM untuk pemeliharaan sarana dan prasarana.[Air Transport Passenger Expectations and Interest of Airport Services in H.A.S Hanandjoeddin Airport – Tanjung Pandan] H. AS. Hanandjoeddin Airport of TanjungPandan, as the tourism gateway in Belitung Islands, is expected to provide its best service performance to the air transport user.The purpose of this study is to analyze the expectation and the importance of service that is provided by H. AS. Hanandjoeddin Airport that perceived by the user. Furthermore, quantitative and qualitative analysis was applied and air transport passengers are subjected as the respondent. The results indicate certain attributes that should be the main priority in improving the airport service, namely public facilities; toilet, kiosk, praying room, etc., queue arrangement for handicap, supporting facilities for carrying luggage, public transport for accessing the airport, and officer competence in solving the problems related to the passenger service. However, the limitation of maintenance budget and human resource has become the hindrance for service improvemnt
Evaluasi Usulan Pembangunan Bandar Udara Wirasaba di Purbalingga Jawa Tengah
Wirasaba Airport is a military airport operated under responsibily of the Indonesian Air Force. This airport located in Purbalingga, Central Java. In order to increase economic potential and tourisme in this area, local government of Purbalingga proposed the change function of Wirasaba Airport becoming Civil Enclave Airport. Civil Enclave Airport is a military airport which also provide civil aviation services. This study used a qualitative descriptive analysis method. The results shows that development of Wirasaba Airport is not a priority based on several considerations. First consideration is the fact that Wirasaba Airport is not included in Minister of Transportation Decree No. Km 69 year of 2013 about the Airport Master Plan. Beside that, land vailability in this area is also complicated. Surrounding area in wirasaba Airport is belong to Indonesian Air Force. Furthermore, this
airport does not meet criteria of airport coverage services. The national requirement state that airport coverage service in Java Island is 200 km away to cover 100 km for each nearest airport. The nearest aiport from Wirasaba Airport are Ahmad Yani Airport in Semarang and Tunggu Wulung Airport in Cilacap. The distance between Wirasaba Airport to those closest airport less than 200 km and passenger demand in Central Java Area has not show the over capacity trend.
Keywords: airport development, wirasaba, evaluation, central java.
Bandar Udara Wirasaba adalah Bandar Udara militer milik TNI-AU yang berlokasi di Purbalingga Jawa Tengah. Pada tahun 2015 terdapat usulan dari Pemerintah Daerah untuk menjadikan Bandara Wirasaba sebagai Bandara enclave sipil, atau bandara militer yang dapat digunakan sebagai bandara sipil, hal ini bertujuan untuk meningkatkan potensi ekonomi serta pariwisata di daerah tersebut. Kajian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil evaluasi adalah Bandara Wirasaba belum dapat menjadi prioritas untuk pembangunan bandar udara Nasional dengan pertimbangan diantaranya adalah tidak termasuk dalam Rencana Induk Bandar Udara yang ditetapkan oleh Menteri Perhubungan, masalah kepastian lahan dengan TNI-AU yang membutuhkan kejelasan, tidak termasuk kriteria dalam cakupan pelayanan bandara dalam Tatanan Kebandarudaraan Nasional, yang mengisyaratkan jarak antar dua bandara dalam Pulau Jawa dan Sumatera adalah 200 km dengan cakupan pelayanan masing-masing 100 km. Sedangkan bandara terdekat yaitu Ahmad Yani di Semarang dan Bandara Tunggul Wulung di Cilacap kurang dari 200 km, dan permintaan jasa angkutan udara di wilayah Jawa Tengah belum menunjukkan trend over capacity.
Kata kunci: Pembangunan bandar udara, wirasaba, evaluasi, Jawa Tengah
Strategi Pengembangan Pelayanan Publik di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta - Cengkareng
The Ministry of Transportation has instructed to Airport Management to improve public service. The instructions contained in the Circular of the Ministry of Transportasion No. HK.209/I/16PHB.2014 dated December 31, 2014 about Improvement of Public Service at the Airport in Indonesia. This research is aimed to evaluate development strategy of Soekarno Hattta Airport in improving public services based on a combination of internal and external factors. The method used SWOT analysis which is then formulated in the Cartesian diagram, External Internal matrix and SWOT matrix. Result of the
analysis shows that the Cartesian Diagram of Soekarno Hatta International Airport in Cengkareng currently resides in quadrant I that means the Soekarno Hatta International Airport in Cengkareng on the competitive position of a very strong market in the business of airport with high competitiveness. There are four alternative strategies (SO, WO, ST, WT) which can be applied in the development of public services at Soekarno Hatta International Airport Cengkareng.
Keywords: public services, airport, SWOT, alternative strategies.
Kementerian Perhubungan telah menginstruksikan kepada pengelola
bandara untuk meningkatkan pelayanan kepada publik. Instruksi tersebut termuat dalam Surat Edaran Kementerian Perhubungan No.
HK.209/I/16PHB.2014, tertanggal 31 Desember 2014, tentang Peningkatan Pelayanan Publik di Bandar Udara Seluruh Indonesia. Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi pengembangan Bandara Soekarno Hattta Cengkareng dalam peningkatan pelayanan publik di bandara berdasarkan kombinasi dari faktor internal dan faktor eksternal bandar udara. Metode penelitian menggunakan analisis SWOT yang kemudian dirumuskan pada Diagram Cartesius, Matrik Internal Eksternal dan Matrik Swot. Hasil analisis pada Diagram Cartesius menunjukkan bahwa posisi Bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng terletak pada kuadran I berarti Bandara
Internasional Soekarno Hatta Cengkareng pada posisi kompetitif pasar yang sangat kuat dalam bisnis kebandarudaraan dan berdaya saing tinggi. Terdapat empat alternatif strategi (SO, WO, ST, WT) yang dapat diterapkan dalam pengembangan pelayanan publik di Bandara Internasional Soekarno Hatta - Cengkareng.
Kata kunci: pelayanan publik, bandar udara, SWOT, strategi alternati
Pelayanan Penumpang Angkutan Udara di Terminal 2 Domestik Bandar Udara Juanda Surabaya
Indonesia Air Transportation is currently experiencing significant growth in passenger demand. Air transport passenger in 2014 reached 72.6 million people, up 5.6% from the year 2013. Juanda Airport is an airport which is managed by PT. Angkasa Pura I (Persero). Air transport passenger data in Juanda Airport shows the number of passengers in the year 2013 is 1,822,373 passengers and 2014 is 1.740.420 passengers. This research is aimed to determine the service of air passengers in the terminal 2 Juanda Airport in
Surabaya. Results shows the index of satisfaction of passenger reached 84%. It this means that the Juanda Airport Management has provide satisfy services to the passengers. Passengers opinion to the airport performance are priorities for improved services is the number and toilet cleanliness, service check-in to departure and amenities, as well as the coolness of the reception area. While
expectations are priorities for enhanced passenger services among other things, is the friendly service personnel, vehicle parking, and the number and toilet cleanliness, and service check-in to departure.
Keywords: Services, passenger, terminal, domestic, Juanda Airport.
Kondisi penerbangan di Indonesia saat ini mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam arti peningkatan penumpang angkutan udara di mana tahun 2014 mencapai 72,6 juta orang atau naik 5,6 % dari tahun 2013 sebanyak 68,5 juta orang. Bandara Juanda Surabaya merupakan bandar udara yang dikelola PT. Angkasa Pura I (Persero), menunjukkan data penumpang pada Tahun 2013 sebesar 1.822.373 penumpang dan Tahun 2014 sebesar 1.740.420 penumpang. Maksud pengkajian adalah untuk mengetahui pelayanan penumpang angkutan udara di terminal 2 Bandara Juanda Surabaya. Hasil analisis diperoleh nilai indek kepuasan (satisfaction index) sebesar 84 %, hal ini berarti penyelenggara bandar udara Juanda memberikan pelayanan kepada penumpang sangat memuaskan. Opini penumpang untuk kinerja bandara yang diprioritaskan untuk ditingkatkan layanannya adalah jumlah dan kebersihan toilet, pelayanan check in keberangkatan dan fasilitasnya, serta kesejukan ruang tunggu. Sedangkan harapan penumpang yang diprioritaskan untuk ditingkatkan layanannya diantaranya, adalah pelayanan petugas yang ramah, tempat parkir kendaraan, dan jumlah dan kebersihan toilet, serta pelayanan check in keberangkatan.
Kata kunci: pelayanan, penumpang, terminal 2, domestik, bandar
udara juanda
Dampak Pengoperasian Perusahaan Angkutan Udara PT. Pasific Royale Airways Terhadap Persaingan Jasa Angkutan Udara
The Study On The Effect Of Airline Company Operation Of PT Pacific Royale Airways Toward Air Service Competition is an evaluation of PT Pacific Royale Airways which has just been operated in terms of how far the market share achieved by the company during its operations in Sam Ratulangi Airport Manado is. From the Market Share analysis result, the number of available seats for Manado-Jakarta route in Sam Ratulangi Airport Manado provided by PT Garuda Indonesia Airways is 19.05%, PT Lion Mentari Air is 60.70%, PT Metro Batavia Air is 13.15%, and PT Sriwijaya Air is 7.10%. Meanwhile, national market share for PT Garuda Indonesia is 19.30%, PT Lion Mentari Air is 38.05%, PT Metro Batavia Air is 13.08%, and PT Sriwijaya Air is 13.55%. If PT Pacific Royal Airways is to fly Manado-Jakarta roundtrip route, they will only get 0.1% of market share.Pengkajian Dampak Pengoperasian Perusahaan Angkutan Udara PT. Pasific Royale Airways Terhadap Persaingan Jasa Angkutan Udara merupakan evaluasi terhadap PT. Pasific Royale Airways yang baru beroperasi, sejauh mana market share yang didapatkan oleh PT. Pasific Royale Airways ketika akan beroperasi di Bandara Sam Ratulangi Manado. Dari hasil analisis Market share kapasitas seat tersedia untuk Manado-Jakarta di Bandara Sam Ratulangi Manado untuk PT. Garuda Indonesia Airways adalah 19,05%, PT. Lion Mentari Air adalah 60,70%, PT. Metro Batavia Air adalah 13,15% dan PT. Sriwijaya Air adalah 7,10%. Sedangkan market share secara nasional untuk PT. Garuda Indonesia adalah 19,30%, PT. Lion Mentari Air adalah 38,05%, PT. Metro Batavia Air adalah 13,08% dan untuk PT. Sriwijaya Air adalah 13,55%. Apabila PT. Pasific Royale menerbangi rute Manado-Jakarta atau sebaliknya, maka market share PT. Pasific Royale hanya sebesar 0,1%
Modal Share Dalam Demand Forecasting di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka
Provinsi Jawa Barat, dengan wilayah daratan seluas 3.709.528,44 Ha dan jumlah penduduk sebanyak 35,72 juta jiwa, memiliki potensi sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang sangat maju. Potensi tersebut tentu membutuhkan dukungan infrastruktur transportasi, salah satunya adalah dengan keberadaan bandara yang memadai. Saat ini keberadaan Bandara Husein Sastranegara semakin padat, sehingga mendorong Pemerintah Daerah untuk menginisiasi pembangunan bandara baru di Kertajati Majalengka. Penelitian ini bermaksud mengembangkan model demand forecasting berdasarkan modal share dalam rangka mendukung akselerasi pembangunan Bandara di Kertajati Jawa Barat. Analisa prediksi permintaan penumpang ini didasarkan pada modal share data Origin-Destination di 9 wilayah kabupaten/kota yang diasumsikan berada dalam cakupan pelayanan Bandara Kertajati dengan mempertimbangkan pengaruh variabel ekternal berupa variabel sosioekonomi pada masing-masing wilayah prediksi. Selain itu pendekatan teknik stated preference juga digunakan untuk mengetahui preferensi penumpang angkutan udara di Bandara Husein Sastra Negara dengan adanya Bandara Baru di Kertajati. Teknik stated preference tersebut mempertimbangkan atribut-atribut seperti travel time, travel cost dan aksesibilitas. Hasil penelitian model demand forecasting penumpang angkutan udara berdasarkan pendekatan model share dan teknik stated preference diharapkan dapat digunakan untuk menganalisa prediksi potensi penumpang angkutan udara di bandara baru sehingga dapat mendukung akselerasi pembangunan BIJB di Kertajati Majalengka Jawa Barat.
[Demand Forecasting of Modal Share of Bandara Internasional Jawa Barat (BJIB) in Kertajati Majalengka] The province of West Java, with 3,709,528.44 hectares area and 35.72 million population, has the great potential for natural resources and human resources. These potentials would require the support of transport infrastructure, one of which is the existence of a proper airport infrastructure. Currently the airport of Husein Sastranegara Bandung is getting more congested, thus encouraging of the local governments to initiate the development of the new airport in Kertajati Majalengka. The purpose of this study is to develop the demand forecasting model based on the modal share in order to support the acceleration of the new airport development in Kertajati in the West Java. The analysis of passenger demand forecasting is based on the modal share with review of Origin-Destination Data in 9 regions that are assumed covered by the new airport in Kertajati and also considering the influence of external variables such as socioeconomic variables in each region. The stated preference technique is used for analysis with the purpose to find the preferences of air passengers in Husein Sastranegara Airport if there is a new airport in Kertajati. The stated preference technique considering the attributes of travel time, travel cost and accessibility. The research result is expected to be used in analyzing the forecasting of the air transportation potential passenger in the new airport so that it can support the development acceleration of BJIB in Kertajati Majalengka
Analisis Potensi Pengembangan Aerotropolis di Bandar Udara Internasional Kualanamu Medan
Kualanamu International Airport is one of the airports in Indonesia, which has the potential to be developed into Aerotropolis Airport. This study aims to analyze the potential development of aerotropolis in Kualanamu International Airport Medan. Potential analysis is done with 2 (two) approaches, namely the ratio of non-aeronautical revenues and the average consumption of passengers. Analysis of the potential development of aerotropolis in Kualanamu Medan Airport shows the ratio of nonaeronautical revenue contribution to total revenue the airport from 2010 to 2014 lagged up to 42.86% of the proportion of revenue Amsterdam Airport Schiphol. At the viability projections in 2019, the International Airport Kualanamu was 16.63% below the Amsterdam Airport Schiphol. Based on these results, the proportion of the contribution of non-aeronautical revenues in Kualanamu Medan from 2010 s.d 2014 adrift far enough away from Amsterdam Airport Schiphol. But the 2019 projection, quite approaching Amsterdam Airport Schiphol. The same condition also occurs for patterns of consumption Kualanamu airport passengers are left pretty much when compared with the consumption patterns of passengers at Amsterdam Airport Schiphol the surrounding region has grown into aerotropolis. That is, the consumption patterns of passengers still have to be improved.
Keywords: airport, aerotropolis, kualanamu.
Bandara Internasional Kualanamu merupakan salah satu bandar udara di Indonesia yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi Bandar Udara Aerotropolis. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis potensi pengembangan aerotropolis di Bandar Udara Internasional Kualanamu Medan. Analisis potensial dilakukan dengan 2 (dua) pendekatan, yaitu rasio pendapatan non-aeronautika dan rata-rata konsumsi penumpang. Analisis potensi pengembangan aerotropolis di Bandar Udara Kualanamu Medan menunjukkan rasio kontribusipemasukan non-aeronautikal terhadap total pemasukan bandara dari tahun 2010 sampai dengan 2014 tertinggal sampai 42.86% dari proporsi pemasukan Amsterdam Airport Schiphol. Pada proyeksi viability tahun 2019, Bandara Internasional Kualanamu berada 16.63% di bawah Amsterdam Airport Schiphol. Berdasarkan hasil tersebut, proporsi kontribusi pemasukan non-aeronautikal Bandara Kualanamu Medan dari tahun 2010 s.d 2014 terpaut cukup jauh dari Amsterdam Airport Schiphol. Namun pada proyeksi 2019, cukup mendekati Amsterdam Airport Schiphol. Kondisi yang sama juga terjadi untuk pola konsumsi penumpang bandara Kualanamu yang tertinggal cukup jauh jika dibandingkan dengan pola konsumsi penumpang di Amsterdam Airport Schiphol yang kawasan sekitarnya telah tumbuh menjadi aerotropolis. Artinya, pola konsumsi penumpang masih harus ditingkatkan.
Kata kunci: bandar udara, aerotropolis, Kualanamu