Warta Adhia - Jurnal Perhubungan Udara
Not a member yet
    281 research outputs found

    Analisis Kualitas Pelayanan Terminal Kargo di Bandar Udara Juwata Tarakan

    No full text
    Bisnis angkutan kargo udara merupakan usaha yang menjanjikan sesuai dengan berkembangnya industri penerbangan di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan prospek angkutan udara yang cukup baik dari sisi pertumbuhan penumpang dan kargo sehingga dibutuhkan kualitas pelayanan yang memadai. Penelitian ini dilakukan untuk menilai kualitas pelayanan terminal kargo di Bandar Udara Juwata Tarakan berdasarkan persepsi pengguna jasa. Penelitian ini menggunakan Model Servqual dengan 5 dimensi yang terdiri dari 17 atribut jasa. Terdapat 37 sampel pengguna jasa (shipper) yang terpilih secara acak. Importance Performance Analysis, analisis gap dan Customer Satisfaction Index digunakan untuk menganalisis data. Hasil analisis menunjukkan terdapat 4 atribut jasa yang memerlukan prioritas utama perbaikan pelayanan. Analisis gap terhadap 5 dimensi pelayanan menunjukkan nilai negatif. Hal ini berarti kinerja terminal kargo tersebut masih berada di bawah tingkat kepentingan penggunanya. Dimensi bukti fisik (tangible) dan empati merupakan dimensi pelayanan dengan nilai gap paling tinggi sebesar -0.93. Indek kepuasan konsumen pelayanan terminal kargo sebesar 71.94% yang berarti memerlukan perhatian (cause for concern) dari penyedia jasa/pengelola terminal kargo.[Quality Analysis Of Cargo Terminal Service At Tarakan Juwata Airport] Air freight transport is a promising business along with the development of the aviation industry in Indonesia. This promising word is indicated with the prospect of air transportation in which both passengers and cargo have positive growth trend so that adequate quality of service is needed. This study was conducted to assess the quality of service of the cargo terminal at Tarakan Juwata Airport based on the perception of service users. This study uses the Servqual model with 5 dimensions consisting of 17 service attributes. There are 37 samples of service users (shippers) who were randomly selected. Importance Performance Analysis, gap analysis and Customer Satisfaction Index were used to analyze the data. The results indicate 4 service attributes requiring high priority in service improvement. Gap analysis of 5 dimensions of service shows a negative value. It means that the performance of the cargo terminal is still below its level of importance. Dimensions of tangible and empathy are the dimensions of service with the highest gap value of -0.93. Customer Satisfaction Index of cargo terminal services is 71.94 % which means that cause for concern from the service provider/the operator of cargo terminal

    Pemeliharaan Kendaraan PKP-PK di Bandar Udara Hang Nadim-Batam

    No full text
    Bandar Udara Hang Nadim Batam merupakan Bandar Udara Kelas Utama yang terletak di Pulau Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Pergerakan pesawat udara di Bandar Udara Hang Nadim pada tahun 2012 tercatat telah mencapai 31.541 kali pergerakan, naik sebesar 10,92% dari tahun 2011 yang sebanyak 28.436 kali pergerakan. Untuk menunjang peningkatan jumlah pergerakan pesawat udara tersebut, maka dibutuhkan kesiapan operasional fasilitas Bandar udara yang memenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan penerbangan. Berdasarkan KP 420 tahun 2011, setiap Bandar udara wajib menyediakan dan memberikan pelayanan pertolongan kecelakaan pesawat dan pemadam kebakaran (PKP-PK) sesuai dengan kategori Bandar udara untuk PKP-PK yang dipersyaratkan. Metode yang digunaka adalah analisis deskriptif. Hasil observasi SOP pemeliharaan fasilitas kendaraan dan peralatan operasional yang dimiliki oleh Unit PKPPK Bandar Udara Hang Nadim-Batam pada dasarnya telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam KP 420 tahun 2011. Kendala yang dihadapi Unit PKP-PK Bandar Udara Hang Nadim-Batam adalah umur kendaraan dan peralatan operasional PKP-PK yang rata-rata melebihi 20 tahun dan lamanya proses pengajuan pengadaan kendaraan dan peralatan operasional yang baru. Untuk mengatasi hal itu pemeliharaan preventif telah rutin dilakukan guna menjaga agar kendaraan tetap dapat diandalkan dalam operasional PKP-PK. [Maintenance of Fire Fighting Vehicle in Hang Nadim Airport Batam] The Hang Nadim Airport is one of airport hub that located in Batam Island of Riau Islands Province. The aircraft movement in this airport was recorded for 10.92% growth from 28,436 movements in 2011 to 31.541 movements in 2012. In order to support the aircraft movement growth, the readiness of airport operational facilities that comply to safety and security requirements is needed. With regard to KP 420 Year 2011, each airport have the obligation to provide rescue and fire fighting service in accordance to the category of the airport. In addition, the rescue and fire fighting service must fulfill the operational and technical requirements. Descriptive qualitative analysis method is used to determine the conformity of rescue and fire fighting operational vehicle of Hand Nadim Airport to the assigned regulation. The results indicate that the regulation are applied accordingly. However, the rescue and fire fighting unit in this airport facing certain hindrance where the average age of vehicle and equipment is more than 20 years and the procurement of new vehicle and equipment can not be processed quickly. In order to minimize the occurrence of any problems related to the aging vehicle and equipment, preventive measures have been taken to regularly maintain the realibility of those rescue and fire fighting vehicle and equipment

    Strategi Pemasaran Jasa Angkutan Udara PT. Merpati Nusantara Airline

    No full text
    The more competitive competition has demanded companies to defend and set up a marketing strategy that is appropriate and meet the conditions faced by PT Merpati Nusantara Airline. With the current number of airline companies, PT Merpati Nusantara Airline needs appropriate marketing strategy formulation that is able to create balance between internal and external environment. This study is conducted to figure out the strength, weakness and opportunity owned by the company as well as the challenge. Therefore, as a sample in this study, the author takes opinions from PT Merpati Nusantara Airline customers in Sultan Hasanuddin Airport Makassar. This study uses SWOT analysis approach method and strategic alternative matrix used to form strategic factors assessed to be able to describe clearly the opportunity and external threats as well as the strengths and weaknesses owned by PT Merpati Nusantara Airline. From the calculation of figure and rating, it shows that PT Merpati Nusantara Airline is located in the Quadrant II (-0.15:0.7) meaning that it faces a big market opportunity yet on the other hand it faces some problems and internal weaknesses. The focus of the strategy is conducted by minimizing internal problems, in order to get a better market opportunity.Persaingan yang semakin kompetitif menuntut perusahaan untuk bertahan dan menciptakan suatu strategi pemasaran yang tepat, sesuai dengan kondisi yang dihadapi oleh perusahaan PT. Merpati Nusantara Airline, yang membutuhkan strategi yang tepat dan sesuai yang dapat menyeimbangkan antara lingkungan internal dengan eksternal. Manfaat kajian ini adalah untuk mengetahui kekuatan, kelemahan dan peluang yang dimiliki oleh perusahaan serta tantangan yang harus dihadapi oleh perusahaan penerbangan PT.Merpati Nusantara Airline. , sebagai sampel dalam pengkajian ini adalah opini penumpang maskapai Merpati yang beroperasi di Bandar Udara Sultan Hasanuddin – Makassar. Metodologi yang digunakan menggunaan pendekatan analisis SWOT dan matriks alternatif strategi dipakai untuk menyusun faktor-faktor strategis yang dinilai dan dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilik PT.Merpati Nusantara Airline. Dari hasil perhitungan pembobotan dan rating bahwa posisi PT. Merpati Nusantara Airline terletak pada kuadaran II (-0,15 : 0,7) yaitu menghadapi peluang pasar yang sangat besar tetapi, di lain pihak, menghadapi beberapa kendala atau kelemahan internal. Fokus strategi yang dilakukan adalah meminimalkan masalah-masalah internal, sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik

    Dampak Masuknya Low-cost Carrier Terhadap Pergerakan Penumpang Internasional pada Bandar Udara Internasional di Asia

    No full text
    Tujuan utama penelitian ini adalah mempelajari dampak dari masuknya maskapai berbiaya murah (LCC) terhadap perubahan pergerakan penumpang internasional di 30 bandar udara internasional di wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara. Hasil estimasi menggunakan model fixed-effect yang kami peroleh menunjukkan bukti kuat bahwa masuknya LCC menyebabkan naiknya jumlah penumpang internasional secara signifikan. Namun demikian, dampak ini akan menurun ketika jarak antara bandar udara asal dan tujuan semakin jauh dan maskapai non-LCC melayani rute yang sama. Penambahan jumlah LCC yang terus menerus akan memberikan tingkat kenaikan yang semakin menurun. Hasil studi kami mampu menyimpulkan dampak dari masuknya LCC pada rute internasional dan dapat menjelaskan pada kondisi apa masuknya LCC mampu menghasilkan dampak positif yang signifikan. [Impact of Low-cost Carrier Entry on International Air Passenger Movements at International Airports in Asia] This paper primarily studies the impact of low-cost carrier (LCC) entry on the change of international passenger movement at 30 international airports in Northeast and Southeast Asia. Our fixed-effect estimation found enough evidence to claim that LCC entry at international route causes number of passenger to increase significantly. Nevertheless, the positive impact of LCC entry diminishes as distance between origin and final destination airport gets longer and full service carrier (FSC) service exists. Moreover, additional LCC companies brings about lower increase rate in number of international passengers. Our findings justify the positive impact of having LCC entry for international route and explain the condition under which LCC entry gives positive and significant result

    Pemodelan Optimasi Penjadwalan Angkutan Pemadu Moda Bandara dengan Pendekatan Program Lindo (Studi Kasus Bus Damri Bandara Soetta-Cengkareng)

    No full text
    Penjadwalan bus adalah salah satu proses rencana operasi diperusahaan angkutan umum yang berhubungan dengan kegiatan melayani penumpang secara cepat dan efisien dari tempat asal ke daerah tujuan. Analisis dalam proses perencanaan angkutan umum terdiri dari banyak tingkatan dan sangat kompleks. Pada tingkat operasional, pengumpulan data dan peramalan jumlah penumpang pada setiap titik transfer adalah hal yang sangat sulit dilakukan. Proses pengambilan keputusan terkait dengan penjadwalan bus adalah trade-off antara kualitas pelayanan dan biaya operasi. Hal ini disebabkan, disatu sisi jika menggunakan terlalu banyak bus akan meningkatkan biaya operasi dari perusahaan bus, disisi lain jika menggunakan armada bus terlalu sedikit akan menurunkan tingkat kualitas pelayanan. Saat ini Perum DAMRI melayani 21 rute yang menghubungkan bandara Soekarno-Hatta dengan beberapa wilayah di Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Data jumlah penumpang menunjukkan tingginya perbedaan antara tiap periode waktu (peak dan off-peak) yang mana membutuhkan jumlah bus yang berbeda untuk melayani setiap periode tersebut. Akan tetapi, Perum DAMRI cenderung menggunakan jumlah bus yang sama disetiap rute sepanjang hari tanpa mempertimbangkan fluktuasi jumlah penumpang. Hal ini mengakibatkan, beberapa bus terlihat kosong (load factor rendah) sementara armada lain terisi penuh (load factor 100 persen). Kondisi tersebut menunjukkan kinerja yang rendah terkait dengan produktivitas atau penggunaan bus, jarak dan jumlah perjalanan serta konsumsi BBM. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki system penjadwalan bus bandara (DAMRI) Soekarno Hatta berbasis demand flexibility dengan menggunakan metode program linier khususnya rute Gambir dan Bogor. Secara umum system penjadwalan hasil optimasi memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan pendapatan sebesar 5 persen. [The Scheduling Optimization Modeling of The Airport Interconnecting Transport Modes With Lindo Program Approach (Case Study Damri Bus of Soekarno-Hatta Airport Cengkareng)]Bus scheduling is a process of operational planning in public transport operator which is related to passenger service quality. A decision making of bus scheduling is a trade-off between service quality and operational cost. In one side if public transport operator employs too many buses, it will increase operational cost of company. In another side a low number of bus fleet causes the declining of service quality. Nowadays DAMRI serves 21 routes connecting Soekarno-Hatta airport with some destinations in Jakarta, Banten and West Java. Passenger data shows that there is a significant difference between time period (peak and off-peak) where it needs a different bus number to serve each period. Nevertheless DAMRI is still using the same number of bus in every route without considering daily passenger fluctuation. As a result, some buses look like empty (low load factor) at off-peak hour. This condition reveals a low performance related to bus productivity, travel distance, trip number and fuel consumption. In average, the daily load factor is approximately 65 percent. The purpose of this research is to improve airport bus scheduling system based on demand flexibility with linear programming method in Gambir and Bogor line. The improvement could be examined by minimizing total trip without sacrificing the service quality. This strategy will surely decrease the operational cost and increase company profit up to 5 percent

    Faktor Penyebab Kelelahan dan Stres Kerja Terhadap Personel Air Traffic Controller (ATC) di Bandar Udara “X”

    No full text
    Sebagai upaya dalam meningkatkan keselamatan penerbangan khususnya di bandar udara, maka perlu dilakukan kajian tentang fatigue dan Job Stress ATC yang memegang peranan penting dalam menjaga keselamatan khususnya penanganan terhadap pesawat. Maksud kajian adalah untuk mengevaluasi bagaimana peran kelelahan dan stres kerja ATC dapat diantisipasi untuk mencegah faktor human error. Tujuan kajian ini adalah memberikan bahan masukan kepada penyelenggara jasa angkutan udara dan instansi terkait untuk mencegah fatigue dan job stress dengan melakukan upaya-upaya yang maksimal. Hasil kajian ini mengindikasikan beberapa faktor yang mempengaruhi stres kerja, yang paling besar memberikan pengaruh adalah faktor beban kerja (workload) yang memberikan kontribusi sebesar 3.24, kemudian disusul oleh hubungan kerja (human relationship) sebesar 2.53, lingkungan kerja (working environment) sebesar 2.11 dan konfilk peran (role conflict) sebesar 2.12. [Air Traffic Controllers Fatigue and Job Stress at X Airport ] In the effort to improve aviation safety, particularly at the airports, it is necessary to conduct the research concerning on the fatigue and job stress of the Air Traffic Controller (ATC) whom have an important role in maintaining aviation safety particularly in the aircrafts control and guidance. The purpose of this study is to evaluate the fatigue and job stress of the ATC so that it can be anticipated to prevent the occurrence of any human errors. The aim of this study is to provide the recommendation for aviation service operator and other related stakeholders in order to reduce the fatigue and job stress. From the conclusion, it is indicated that several factors affect the fatigue and job stress in which the most important factors (in descending order) are the workload (score 3.24), human relationship (score 2.53), the working environment (score 2.11) and role conflict (score 2.12)

    Pengaruh Penyeimbangan Pergerakan Pesawat terhadap Peningkatan Kinerja Bandara (Studi Kasus: Bandara Internasional Soekarno-Hatta)

    No full text
    Pertumbuhan permintaan arus pergerakan penumpang dan pesawat tiap periode waktu harus diikuti dengan ketersediaan infrastruktur yang cukup. Namun masalah yang umumnya terjadi adalah kondisi dimana kapasitas infrastruktur tidak dapat meningkat secara simultan dengan peningkatan jumlah pergerakan tersebut. Apabila pergerakan melebihi kapasitas, maka akan terjadi kondisi ketidakseimbangan pergerakan dan kapasitas, yang akan berimplikasi pada menurunnya tingkat pelayanan atau kinerja pada Bandara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langkah penyeimbangan pergerakan pesawat terhadap peningkatan kinerja Bandara pada masa yang akan datang. Optimasi penyeimbangan pergerakan pesawat dilakukan dengan penggunaan pesawat dengan kapasitas yang lebih besar untuk rute domestik dan peningkatan nilai PLF untuk rute internasional, sedangkan kapasitas sisi udara, khususnya runway akan dianalisis dengan menggunakan metode FAA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyeimbangan pergerakan, baik pada rute internasional dan domestik akan menurunkan tingkat pergerakan pesawat pada tahun proyeksi. Kinerja runway yang dimanifestasikan dalam rasio D/C menunjukkan adanya penurunan kejenuhan sebesar 16% pada kondisi dimana telah dilakukannya optimasi pergerakan. [Influence of Aircraft Movement Balancing towards Airport Performance Improvement (Case Study: Soekarno-Hatta International Airport)] The demand growth of passanger and aircraft movement flows over a period of time should be followed by adequate infrastructure availability. However, the most common problem is the condition where the existing infrastructure capacity can not increase simultaneously with an increase in the number of movements. If the movement exceeds the existing capacity, there will be an imbalance condition of movement and capacity, which will have implications on the decrease of service level or performance at the airport. This study aims to analyze the effect of balancing the movement of aircraft towards the improvement of airport performance in the future. The balancing optimization of aircraft movement is carried out with the use of aircraft with greater capacity for domestic routes and increased PLF value for international routes, while air side capacity, especially runways will be analyzed using the FAA method. The results show that balancing movements, both on international and domestic routes will decrease the level of aircraft movement during the projection year. The runway performance manifested in the movement (D) to capacity (C) ratio shows a 16% reduction in saturation under conditions where movement optimization has been performed

    Simulasi dan Verifikasi Prestasi Terbang Model Remote Control Flying Boat Saat Hidroplaning

    No full text
    Pesawat Wing In Surface Effect A2B tipe B konfigurasi Lippisch mempunyai hambatan air yang cukup besar dibandingkan tenaga mesin saat hydroplaning. Makalah ini berisikan bagian dari analisis dalam perancangan untuk mengetahui karakteristik aerodinamika dan hidrodinamika dari remote control model jenis Flying Boat pada fase hydroplaning. Pada awalnya, dilakukan pemotretan 3D terhadap pesawat model Flying Boat menggunakan kamera laser untuk menghasilkan solid drawing pada program CATIA. Model 3D dianalisis dengan menggunakan piranti lunak CFx pada program AnSys. Planform sayap, memiliki dihedral dan menggunakan airfoil jenis NACA 23012. Karakteristik aerodinamika dan hidrodinamika untuk model 3 D dipresentasikan pada posisi sudut alpha =00. Sedangkan kecepatan yang digunakan adalah 0 sampai25 knots. Untuk memverifikasi data hasil simulasi, digunakan data uji terbang pesawat udara tanpa awak Alap-alap yang mempunyai T/W rasio yang sama, yaitu sudut pitch, kecepatan arah sumbu Z pada sumbu benda, ketinggian dan kecepatan. Gaya angkat aerodimaka arah sumbu Z pada simulasi RC model Flying Boat sebanding dengan gaya angkat aerodinamika arah sumbu Z pada UAV Alap-alap saat take off. [The Hydroplaning Flight Performance Simulation and Verfication of a Flying Boat Remote Control Model] The Wing in Surface Effect Aircraft A2B type B with Lippisch configuration has higher hydrodynamics drag compared to engine powered aircraft during hydroplaning. This paper explains parts of analysis in aircraft design to identify the aerodynamics and hydrodynamics characteristics of flying boat remote control model during hydroplaning phase. At first, flying boat model was three dimensional photographed using laser camera in order to produce solid drawing for CATIA program. The three dimensional model, later, analyzed by using CFx software in AnSys program. The wing planform has dihedral angle while the airfoil used is NACA 23012. The aerodynamics and hydrodynamics characteristics of this three-dimensional model is represented for alpha =00. Whilst the speed used in simulation was 0 to 25 knots. In verifying the data of the simulation results, the Unmanned Aerial Vehicle UAV Alap-alap flight test data was used in which it has the same T/W ratio for the pitch angle, acceleration in Z body axis, altitude, and speed. The aerodynamics lift in Z axis of flying boat model during simulation is proportional to the aerodynamics lift in Z axis of UAV Alap-alap during take-off

    Sistem Kendali Terbang Adaptif Neural Networks Pesawat Efek Permukaan di Ketinggian Rendah

    No full text
    The surface effect flight adaptive flight control system design has been analyzed by root locus method and gain scheduling on Tune PID controller in the low speed, V and surface effect altitude, h. The several parameters in the Single Input Single Output (SISO) system that has been analyzed and gave the good level stability. The verification of the adaptive flight control system on this paper has been done during cruise phase by using back propagation computational technique on the neural networks by using the elevator deflection, δe as input control and pitch angle, θ as output response in the longitudinal mode of WISE L8. The pitch angle, θ as output response is easier than others parameter due to the hardware instrument sensory as feedback on the closed loop of adaptive control system as Pitch Attitude Hold. Rancangan sistem kendali terbang adaptif efek permukaan telah diananlisis sebelumnya dengan menggunakan metoda root locus dan gain scheduling pada kontroler Tune PID pada ketinggian, h dan kecepatan, V di surface effect. Beberapa parameter pada sistem Single Input Single Output (SISO) telah dianalisis dan memberikan respons stabilitas dengan berbagai tingkatan kestabilan yang lebih baik. Verifikasi sistem kendali terbang adaptif yang dilakukan pada tulisan ini menggunakan metoda neural networks dengan komputasional back propagation terhadap parameter defleksi elevator, δe sebagai input dan defleksi sudut pitch, θ sebagai respons output pada gerak matra longitudinal pesawat WISE L8. Hal ini disebabkan, parameter sudut pitch, θ sebagai respons output yang mudah dalam hal pemasangan peralatan instrumentasi, sebagai sensor yang digunakan dalam perancangan sistem umpan balik kendali terbang adaptif sebagai Pitch Attitude Hold

    Efektifitas dan Efisiensi Biaya Logistik Angkutan Udara di Bandar Udara Soekarno- Hatta

    No full text
    Biaya pengiriman kargo dan pos udara di Indonesia paling mahal diantara negara-negara ASEAN lainnya. Hal ini dipengaruhi oleh rendahnya efektifitas dan efisiensi dalam pengiriman logistik/kargo yang berdampak membengkaknya biaya dengan proses yang lebih lama dibandingkan di luar negeri. Dari hal tersebut diatas maka perlu dilakukan penelitian efektifitas dan efisiensi logistik angkutan udara di Bandar udara Internasional Soekarno-Hatta. Untuk melihat efisiensi penanganan kargo udara maka dalam penelitian ini dilakukan analisa perhitungan tarif biaya logistic kedatangan logistik/kargo dan alur atau proses penanganan logistik/kargo sampai dengan dinyatakan lengkap dan keluar dari terminal kargo. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa kedatangan logistik/kargo dinyatakan efisien apabila barang tersebut mempunyai dokumen yang lengkap dan segera diambil sehingga tidak perlu mengeluarkan tambahan biaya sewa gudang.[Effectiveness and Efficiency of Air Transport Logistic in Soekarno-Hatta International Airport] The cost of airmail and cargo shipment in Indonesia is the most expensive among the other countries in ASEAN. High cost and longer processing time are affected by below average logistic handling/delivery effectivity and efficiency. Therefore, study for air logistic effectivity and efficiency in Soekarno-Hatta International Airport need to be done. In order to determine the efficiency of air logistic, analysis of logistic cost calculation and logistic handling flow/process is applied. The results of this study conclude that logistic delivery can be stated as efficient when the cargo documents are complete and the cargo picked immediately so that the extra expense for warehouse can be neglected

    0

    full texts

    281

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Warta Adhia - Jurnal Perhubungan Udara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇