E-Jurnal UMNAW (Universitas Muslim Nusantara Al Washliya)
Not a member yet
2157 research outputs found
Sort by
Artikel Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Bahaya Judi online dan Pinjaman online melalui Penyuluhan Kelompok 74 KKN UIN SMH Banten di Kampung Simangu: Judi Online, Penyuluhan Hukum, Pinjaman Online
Online gambling (judol) and illegal online loans (pinjol) are two negative phenomena that have rapidly grown in the digital era. Judol involves online betting with the promise of quick profits, but often results in financial loss, addiction, and social disruption. Illegal pinjol offer easy, unsecured loans with high interest rates and aggressive collection efforts that harm borrowers and misuse personal data. Both practices have serious economic, social, and psychological impacts, especially for less educated communities and those experiencing financial difficulties. To address these issues, legal education and outreach are crucial to increase public understanding of the dangers and regulations related to illegal judol and pinjol. Students from the 74th batch of the UIN SMH Banten Community Service Program (KKN) conducted outreach in Pageragung Village, Walantaka, with the aim of equipping teenagers and parents to recognize operational methods, avoid pitfalls, and play an active role in reporting illegal practices. These efforts are expected to strengthen legal awareness and community socioeconomic resilience, thereby creating a safer, healthier, and more productive environment in facing the challenges of digital technology.Perjudian online (judol) dan pinjaman online ilegal (pinjol) merupakan dua fenomena negatif yang berkembang pesat di era digital. Judol melibatkan taruhan uang secara daring dengan janji keuntungan cepat, namun sering menyebabkan kerugian finansial, kecanduan, dan gangguan sosial. Pinjol ilegal menawarkan pinjaman mudah tanpa jaminan dengan bunga tinggi dan penagihan agresif yang merugikan peminjam serta menyalahgunakan data pribadi. Kedua praktik ini berdampak serius secara ekonomi, sosial, dan psikologis, terutama bagi masyarakat yang kurang teredukasi dan mengalami kesulitan ekonomi. Untuk mengatasi masalah tersebut, penting dilakukan edukasi dan penyuluhan hukum guna meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya dan regulasi terkait judol dan pinjol ilegal. Mahasiswa KKN UIN SMH Banten Kelompok 74 melakukan penyuluhan di Kelurahan Pageragung, Walantaka, dengan tujuan membekali pemuda dan orang tua agar dapat mengenali modus operasi, menghindari jeratan, serta berperan aktif dalam melaporkan praktik ilegal. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran hukum dan ketahanan sosial-ekonomi masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman, sehat, dan produktif dalam menghadapi tantangan teknologi digital
Upaya Peningkatan Daya Saing Wirausaha Pemula di Kota Solok Melalui Pelatihan Manajemen Usaha
Abstract
This Community Service Program focuses on strengthening the competitiveness of novice entrepreneurs in Solok City in response to the growing number of individuals choosing entrepreneurship due to limited formal employment opportunities. Although Solok City has considerable entrepreneurial potential, the managerial capacities of novice entrepreneurs have not yet fully met the demands of an increasingly competitive market. Common challenges include weak business planning, inaccurate calculation of cost of goods sold, limited utilization of digital marketing, and unclear business strategies and target markets. The program aims to enhance entrepreneurial management capabilities through structured and practical training covering business planning, basic financial management, and technology-based marketing strategies. The implementation methods included counseling sessions, interactive discussions, and mentoring for novice entrepreneurs. Evaluation results indicate a significant improvement in participants’ competencies, with 82% of participants showing improved ability in developing business plans, 76% demonstrating better understanding of cost calculation, and 79% beginning to effectively utilize digital media for marketing purposes. In addition, approximately 85% of participants exhibited increased commitment and readiness to manage their businesses sustainably. These findings suggest that management training plays an important role in improving the competitiveness of novice entrepreneurs and supports their potential growth into sustainable and competitive local enterprises.Abstrak
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini difokuskan pada penguatan daya saing wirausaha pemula di Kota Solok sebagai respons terhadap meningkatnya minat masyarakat pada kewirausahaan akibat terbatasnya kesempatan kerja formal. Meskipun potensi usaha di Kota Solok cukup besar, kemampuan manajerial wirausaha pemula masih belum sepenuhnya selaras dengan tuntutan pasar yang semakin kompetitif. Permasalahan yang umum dihadapi meliputi lemahnya perencanaan usaha, ketidaktepatan dalam perhitungan harga pokok penjualan, rendahnya pemanfaatan pemasaran digital, serta belum jelasnya strategi bisnis dan target pasar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas manajemen usaha melalui pelatihan yang mencakup perencanaan bisnis, pengelolaan keuangan sederhana, dan strategi pemasaran berbasis teknologi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan pendampingan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap manajemen usaha, di mana sekitar 82% peserta mengalami peningkatan kemampuan dalam menyusun rencana bisnis, 76% peserta lebih memahami perhitungan harga pokok penjualan, serta 79% peserta mulai mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran. Selain itu, sekitar 85% peserta menunjukkan peningkatan komitmen dan kesiapan dalam menjalankan usaha secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong wirausaha pemula untuk tumbuh lebih kompetitif dan berkelanjutan di tingkat lokal
PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN LIMBAH SAYUR DAN BUAH PASAR WOSI KABUPATEN MANOKWARI SEBAGAI PUPUK ORGANIK
Peningkatan timbulan limbah sayur dan buah di Pasar Wosi, Kabupaten Manokwari, menimbulkan persoalan lingkungan seperti bau, pencemaran lindi, dan tingginya beban TPA akibat tidak adanya pemilahan dan pengolahan limbah organik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola limbah organik pasar melalui pelatihan pengomposan aerobik, mengevaluasi kualitas kompos yang dihasilkan, serta menerapkan kompos pada tanaman hortikultura untuk melihat efektivitasnya. Metode yang digunakan meliputi koordinasi dengan stakeholder, edukasi teori, praktik pembuatan kompos menggunakan bahan limbah pasar, dan EM11, serta monitoring proses fermentasi selama 30 hari. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dan kemampuan peserta dalam melakukan pemilahan, pencacahan, pencampuran, hingga pembalikan kompos secara mandiri. Kompos yang dihasilkan memiliki ciri fisik matang dan mampu memperbaiki struktur tanah serta meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung, tomat, dan ubi jalar. Program ini terbukti mengurangi jumlah limbah organik yang dibuang ke TPA serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi melalui potensi pemanfaatan kompos sebagai pupuk lokal. Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung program Manokwari 0 Sampah dan pertanian berkelanjutan
ANALISIS PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN DEEP LEARNING DI SEKOLAH
Peningkatan kualitas pembelajaran matematika sangat ditentukan oleh kompetensi pedagogik guru, khususnya dalam mengimplementasikan pendekatan deep learning yang menekankan pemahaman konseptual, penalaran kritis, dan keterkaitan makna dalam proses belajar. Namun, pada praktiknya masih ditemukan guru yang menerapkan pembelajaran secara prosedural dan berorientasi pada hafalan, sehingga potensi deep learning belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kompetensi pedagogik guru dalam mengimplementasikan deep learning di sekolah, khususnya pada pembelajaran matematika. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen. Subjek penelitian adalah guru matematika di sekolah menengah yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui angket kompetensi pedagogik, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan dokumentasi perangkat ajar. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik deskriptif dan inferensial untuk menguji perbedaan peningkatan kompetensi pedagogik guru sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kompetensi pedagogik guru yang signifikan pada aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran bermakna, serta evaluasi pembelajaran berbasis deep learning. Temuan ini mengindikasikan bahwa implementasi deep learning secara sistematis mampu meningkatkan kualitas kompetensi pedagogik guru matematika. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan profesional guru serta perbaikan praktik pembelajaran matematika yang berorientasi pada pemahaman mendalam dan pembelajaran bermakna.The quality of mathematics learning is strongly influenced by teachers’ pedagogical competence, particularly in implementing a deep learning approach that emphasizes conceptual understanding, critical thinking, and meaningful learning processes. However, in practice, many teachers still apply procedural and memorization-oriented instruction, resulting in suboptimal implementation of deep learning. This study aims to analyze the improvement of teachers’ pedagogical competence in implementing deep learning in schools, specifically in mathematics instruction. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design. The subjects of the study were mathematics teachers at the secondary school level, divided into an experimental group and a control group. Data were collected through pedagogical competence questionnaires, classroom observation sheets, and documentation of instructional planning. Data analysis was conducted using descriptive and inferential statistical techniques to examine differences in teachers’ pedagogical competence before and after the intervention. The results indicate a significant improvement in teachers’ pedagogical competence, particularly in lesson planning, implementation of meaningful learning, and evaluation practices aligned with deep learning principles. These findings suggest that systematic implementation of deep learning can effectively enhance the pedagogical competence of mathematics teachers. This study is expected to contribute to teacher professional development and the improvement of mathematics learning practices oriented toward deep conceptual understanding and meaningful learning
ANALISIS KESULITAN MAHASISWA DALAM PEMBUKTIAN MATEMATIS PADA MATA KULIAH STRUKTUR ALJABAR
Pembuktian matematis merupakan kompetensi inti dalam mata kuliah Struktur Aljabar yang menuntut pemahaman konseptual dan kemampuan penalaran deduktif mahasiswa. Namun, hasil pengamatan selama pelaksanaan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di STKIP Budidaya Binjai menunjukkan bahwa mahasiswa masih mengalami berbagai kesulitan dalam menyusun pembuktian matematis secara benar dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kesulitan serta faktor penyebabnya dalam pembuktian matematis pada mata kuliah Struktur Aljabar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika. Data dikumpulkan melalui tes pembuktian matematis, observasi pembelajaran, dan wawancara, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan mahasiswa meliputi ketidakpahaman terhadap definisi dan sifat struktur aljabar, kesulitan mengaitkan konsep prasyarat dengan pernyataan yang dibuktikan, ketidaktepatan dalam memilih strategi pembuktian, serta kelemahan dalam menyusun argumen pembuktian secara logis dan formal. Faktor penyebab utama berasal dari rendahnya pemahaman konseptual dan terbatasnya pengalaman mahasiswa dalam latihan pembuktian. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan pembelajaran berbasis pemahaman konsep dan pembiasaan aktivitas pembuktian secara sistematis.Mathematical proof is a fundamental competence in the Algebraic Structures course, requiring strong conceptual understanding and deductive reasoning skills. However, observations during the Field Work Practice (KKL) at STKIP Budidaya Binjai indicate that many students still experience difficulties in constructing valid and systematic mathematical proofs. This study aims to analyze the types of difficulties and their underlying factors in students’ mathematical proof processes in the Algebraic Structures course. A descriptive qualitative approach was employed, involving undergraduate students of the Mathematics Education study program as research participants. Data were collected through mathematical proof tests, classroom observations, and semi-structured interviews. The data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The results reveal that students’ difficulties include misunderstanding fundamental definitions and properties of algebraic structures, inability to connect prerequisite concepts with statements to be proven, inappropriate selection of proof strategies, and weaknesses in organizing logical and formal proof arguments. These difficulties are mainly caused by limited conceptual understanding and insufficient experience in proof-oriented learning activities. The findings suggest the need for instructional strategies that emphasize conceptual understanding and systematic proof practice to enhance students’ mathematical proof abilities in algebra-related courses
Analisis Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi Dengan Menggunakan Technology Acceptance Model Pada Kementerian Agama Kota Sibolga
The SAKTI (Agency-Level Financial Application System) application is an information system developed by the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia to manage financial processes in government agencies. This application is designed to support budget management and financial reporting more efficiently, accurately, and integratedly. The purpose of this study was to determine the extent to which the Agency-Level Financial Application System implemented in the Ministry of Religious Affairs of Sibolga City can run effectively and efficiently, and to analyze user acceptance of this application based on the Technology Acceptance Model (TAM) model. This study uses a qualitative method, which involves collecting data through direct observation, in-depth interviews, and collecting documentation, especially financial reports. Interviews were conducted with the Head of the Ministry of Religious Affairs Office of Sibolga City to obtain information related to their experiences and views on the use of the SAKTI Application. The object of this study is the implementation of the Agency-Level Financial Application System with the Technology Acceptance Model approach at the Ministry of Religious Affairs of Sibolga City. The researcher acted as a research instrument, where data was collected through interviews, observations, and documentation of financial reports generated from the use of this application. The results of the study indicate that the SAKTI Application at the Ministry of Religious Affairs of Sibolga City has proven effective in improving financial management. This application accelerates the financial reporting process and reduces manual errors that often occur in previous financial management systems. The resulting time efficiency and the application's ability to provide real-time financial monitoring are the main advantages that support the effectiveness and efficiency of this application in financial management. Based on the results of the study, it can be concluded that the SAKTI Application provides a positive contribution in increasing the efficiency and effectiveness of financial management at the Ministry of Religion of Sibolga City. Acceptance of this application is influenced by factors of ease of use and usability of the application, which are analyzed through the perspective of the Technology Acceptance Model.
Keywords: Financial Application System, Institution, Technology Acceptance Mode
PENERAPAN MODEL THINK PAIR SHARE DALAM PEMBELAJARAN TEKS ULASAN KELAS VIII SMPN 24 KOTA JAMBI
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui penerapan model pembelajaran Think Pair Share dalam pembelajaran bahasa Indonesia materi teks ulasan. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 24 Kota Jambi pada kelas VIII. Penelitian ini berjeniskan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hal ini karena peneliti hanya mengamati bagaimana model pembelajaran Think Pair Share diterapkan di kelas. Data pada penelitian ini merupakan hasil analisis dari modul ajar, pelaksanaan modul ajar, keaktifan siswa, dan juga teks ulasan yang dibuat oleh siswa. Data pada penelitian ini dianalisis menggunakan teknik triangulasi yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar yang digunakan sudah benar dengan cukup lengkapnya komponen modul. Selanjutnya, pada proses pembelajarannya, modul dilaksanakan dengan baik dan langkah-langkah model pembelajaran Think Pair Share memang benar-benar dilaksanakan. Siswa selama pembelajaran juga responsif dan teks ulasan yang dibuat siswa menunjukkan hasil yang rata-rata berkategori baik. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi sumber pengetahuan atau referensi bagi peneliti lainnya
ANALSIS DAMPAK KEBERADAAN PASAR CUNGKING TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PASAR CUNGKING KABUPATEN BANYUWANGI
Pasar tradisional memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat, salah satunya adalah Pasar Cungking yang terletak di Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak keberadaan Pasar Cungking terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi pedagang, pengelola pasar, dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara sosial, keberadaan Pasar Cungking memberikan kontribusi besar dalam membentuk jaringan sosial yang kuat, meningkatkan interaksi dan toleransi antar warga, serta menjadi ruang publik yang memfasilitasi hubungan sosial yang harmonis. Sementara itu, dari aspek ekonomi, pasar ini berperan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka peluang usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Kebersihan, keteraturan, dan partisipasi aktif warga dalam mengelola pasar juga menjadikan Pasar Cungking sebagai contoh pasar tradisional yang berkembang secara positif.Traditional markets play a strategic role in supporting the economic and social activities of the community, one of which is Cungking Market, located in Banyuwangi Regency. This study aims to analyze the impact of Cungking Market on the social and economic life of the surrounding community. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The research subjects included traders, market managers, and the surrounding community. The results show that socially, Cungking Market has made a significant contribution in forming a strong social network, increasing interaction and tolerance between residents, and becoming a public space that facilitates harmonious social relations. Meanwhile, from an economic aspect, this market plays a role in increasing community income, opening business opportunities, and encouraging local economic growth. Cleanliness, orderliness, and active participation of residents in managing the market also make Cungking Market an example of a traditional market that is developing positively
Analisis Strategi Promosi Digital Melalui Editing Video Capcut Pada CV. Affection Group
Perkembangan teknologi digital mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif, termasuk melalui penggunaan konten video. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi digital melalui editing video menggunakan aplikasi CapCut pada CV. Affection Group. mengetahui faktor pendukung dan penghambat penggunaannya, serta melihat sejauh mana pengaruh hasil editing video terhadap peningkatan efektivitas promosi digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Cap Cut sangat membantu proses pembuatan konten video untuk keperluan promosi di Instagram dan TikTok, terutama karena fitur yang lengkap dan mudah digunakan. Data insight dokumentasi menunjukkan bahwa salah satu konten Reels memperoleh 370.000 views dan 3.200 likes, sementara video Tik Tok mencapai 11,6 ribu views dan 1.002 likes, yang menandakan bahwa kualitas video berpengaruh besar terhadap engagement dan jangkauan promosi. Faktor pendukung penerapan strategi ini yaitu fitur editing yang memadai dan tingginya kebutuhan konten visual, sementara hambatannya terletak pada kolaborasi editing dan keterbatasan akses CapCut Pro. Secara keseluruhan, strategi promosi digital berbasis video terbukti efektif dalam meningkatkan visibilitas dan kepercayaan calon klien terhadap CV. Affection Group.Digital technology development encourages businesses to utilize social media as an effective promotional tool, including through video-based content. This research aims to analyze digital promotion strategies through video. editing using the CapCut application at CV. Affection Group, identify supporting and inhibiting factors, and determine the influence of video editing quality on improving digital promotion effectiveness. This study uses a descriptive qualitative method with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The results show that CapCut plays an important role in producing promotional video content for Instagram and TikTok due to its complete features and ease of use. Documentation insights indicate that one Instagram Reel achieved 370,000 views and 3,200 likes, while a TikTok video received 11.6K views and 1,002 likes, proving that video quality significantly affects audience engagement and promotional reach. Supporting factors include adequate editing features and the growing need for visual content, while the main challenges are teamwork collaboration and limited access to CapCut Pro. Overall, video-based digital promotion strategies are proven effective in increasing visibility and building client trust in CV. Affection Group
COMPARATIVE ANALYSIS OF THE IMPACT OF THE GLOBAL ECONOMIC CRISIS ON THE STABILITY OF CONVENTIONAL AND SHARIA MACROECONOMICS IN INDONESIA : A LITERATURE REVIEW
- Macroeconomic stability is the main foundation for the sustainability of national development because it determines the country's ability to maintain economic growth, price stability, exchange rates, and financial sector resilience. In an increasingly integrated global era, various external shocks such as the global financial crisis and the pandemic have confirmed the vulnerability of conventional economic systems that rely heavily on interest rates and speculative financial instruments. Indonesia presents a unique context because it operates two economic systems side by side, conventional and sharia, each of which has different characteristics and stability mechanisms. Through the Systematic Literature Review (SLR) approach to 30 studies for the period 2010 to 2024, this study examines the resilience of the two systems in the midst of global pressures. The results show that the conventional system is more vulnerable to market volatility due to high leverage and dependence on the capital market, while the Islamic system shows stronger stability through risk-sharing principles, direct linkages to the real sector, and prohibition of speculative practices. However, the contribution of sharia in macro terms is still limited due to the not yet dominant market share. These findings confirm that the synergy between conventional monetary policy flexibility and value-based stability in the Islamic economy can create a more resilient, adaptive, and equitable national economic structure. This study provides a strategic direction for the formulation of more resilient macroeconomic policies in the face of global uncertainty