E-Jurnal UMNAW (Universitas Muslim Nusantara Al Washliya)
Not a member yet
2157 research outputs found
Sort by
Pelatihan Pengembangan Kemampuan Bahasa Inggris Secara Kontekstual Dengan Penerapan TPR
Competence in responding in English communication is a fundamental ability. The principle of English communication is that it is balanced according to individual needs, open spoken language, takes place in a curriculum and has diversity. The basic principles of acceptable English communication include 3 points, namely contextual, in line with scope and responsive. Context-based English speaking training trains teachers to teach English not just language knowledge, but also includes balanced cognitive and psychomotor skills. This service activity has become a solution to students' low basic skills in communicating using foreign languages. The implementation methods used to solve partners' priority problems are focus group discussions (FGD), training and mentoring, teaching simulations for implementing TPR and basic English based on contextual purpose, speaking tests based on context for students. The teachers were very enthusiastic after participating in this training and it became easier to modify English learning for elementary school students in a more natural and applied way.Kompetensi merespon dalam berkomunikasi Bahasa Inggris merupakan kemampuan yang mendasar. Prinsip berkomunikasi Bahasa Inggris bersifat berimbang sesuai dengan kebutuhan individu, bahasa lisan yang terbuka, berlangsung pada suatu kurikulum serta memiliki keberagaman. Prinsip dasar dari komunikasi Berbahasa Inggris berterima meliputi 3 poin yaitu bersifat kontekstual, selaras dengan cakupan dan responsif. Pelatihan speaking English berbasis konteks melatih Guru untuk mengajarkan Bahasa Inggris bukan sekedar pengetahuan bahasa saja, namun juga meliputi kemampuan kognitif dan psikomotorik yang berimbang. Kegiatan Pengabdian ini telah menjadi solusi atas rendahnya kemampuan dasar siswa dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa asing. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam mengatasi penyelesaian masalah prioritas mitra yaitu dengan focus group discussion (FGD), Pelatihan dan Pendampingan, Simulasi Pengajaran penerapan TPR dan Bahasa Inggris Dasar berbasis kontekstual purpose, Speaking Test based on context bagi Siswa. Para Guru sangat antusias setelah mengikuti pelatihan ini dan menjadi semakin mudah dalam memodifikasi pembelajaran Bahasa Inggris bagi siswa SD secara lebih natural dan terapan
Pengaruh Kegiatan Bina Keluarga Remaja Terhadap Akhlak Remaja Di Kelurahan Bukit Gado-Gado Kota Padang
This research aims to determine the influence of youth family development activities in developing youth in KB Pesona Indah Bukit Gado-Gado Village, South Padang District. The type of research is qualitative, data collection techniques are observation, interviews and documentation. Research informants, Head of Bukit Gado-Gado Village, Youth Family Development Group, Parents who have Teenagers and Adolescents. The data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research reveal that the role of the BKR Group in developing teenagers is carried out through 3 (three) stages of the role, namely counseling, coaching and guidance to parents of teenagers which is then continued to teenagers.
Keywords: Building Teen Families, Teenage Morals, Gado-Gado Hill, Padang CityPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh kegiatan Bina Keluarga Remaja dalam Membina Remaja di Kampung KB Pesona Indah Bukit Gado-Gado Kecamatan Padang Selatan. Jenis penelitian adalah kualitatif, Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian Lurah Kelurahan Bukit Gado-Gado, Kelompok Bina Keluarga Remaja, Orang tua yang mempunyai Remaja dan Remaja. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini mengungkap bahwa Peran Kelompok BKR dalam membina remaja dilakukan melalui 3(Tiga) tahapan peran yaitu penyuluhan, pembinaan, dan bimbingan kepada orangtua remaja yang kemudian dilanjutkan kepada remaja.
Kata kunci: Bina Keluarga Remaja, Akhlak Remaja, Bukit Gado-Gado Kota Padan
ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA KEKECEWAAN PADA LIRIK LAGU “DUMES” KARYA ANDRY PRIYANDRA
Penelitian ini mengkaji mengenai makna kekecewaan pada lirik lagu “Dumes” karya Andry Priyandra dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Dalam analisis semiotika Roland Barthes ini mengkaji mengenai makna denotasi, konotasi, dan mitos mengenai makna “Kekecewaan” yang terdapat pada lirik lagu tersebut. Metode yang digunakan ialah kualitatif interpretatif. Teknik pengumpulan yaitu studi dokumen dengan pemerolehan data dari berbagai sumber yang relevan dengan penelitian. Hasil kajian semiotika Roland Barthes pada lirik lagu “Dumes” karya Andry Priyandra adalah sebagai berikut. Makna denotasi dari lirik lagu “Dumes” adalah Lagu ini menceritakan tentang pengalaman seseorang yang merasakan kesepian dan kekecewaan dalam cinta yang tidak berbalas. Kemudian makna konotasi yang terkandung dalam lirik lagu ini yaitu mengkomunikasikan pesan tentang kerapuhan cinta dan hubungan manusia, menggambarkan bagaimana harapan dan realitas sering kali bertentangan, menghasilkan rasa sakit dan kekecewaan yang mendalam. Sedangkan mitos yang terdapat dalam lirik lagu ini yaitu menguatkan mitos-mitos budaya tentang cinta yang penuh dengan kekecewaan dan rasa sakit, mempromosikan pandangan bahwa penderitaan dalam cinta adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman manusia dan bahwa hubungan romantis sering kali membawa lebih banyak kesedihan daripada kebahagiaan
INTENSITAS PENGGUNAAN GOOGLE TRANSLATE TERHADAP MAHASISWA BAHASA ARAB DALAM PENERJEMAHAN BAHASA ARAB
The Arabic translation process is one of the challenges for Arabic Language Education students. So in this era of increasingly sophisticated technology, the use of cell phones is no longer strange in helping students in learning, including in learning to translate Arabic into Indonesian or vice versa. This research aims to find out and analyze the intensity of Google Translate towards the Arabic translation process. This type of research is qualitative and the data collection technique uses a questionnaire in the form of a questionnaire. The results of this research show that the intensity of use of Google Translate in the Arabic translation process is quite large. So Google Translate can be a reference for use in translation
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN JOB EMBEDDEDNESS TERHADAP TURNOVER INTENTION DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PT. MEDAN JAYA PANGAN MUTU
The purpose of this study is to test and analyze the effect of work environment and job embeddedness on turnover intention through job satisfaction as a mediator. All employees of PT Medan Jaya Pangan Mutu are the research subjects. The saturated sample method was used to select a sample of 36 individuals. PLS (Partial Least Square) software was used to process the data in this study. The results of this study indicate that work environment, job embeddedness, and job satisfaction directly affect turnover intention; job satisfaction indirectly affects work environment and job embeddedness on turnover intention at PT Medan Jaya Pangan Mutu.The purpose of this study is to test and analyze the effect of work environment and job embeddedness on turnover intention through job satisfaction as a mediator. All employees of PT Medan Jaya Pangan Mutu are the research subjects. The saturated sample method was used to select a sample of 36 individuals. PLS (Partial Least Square) software was used to process the data in this study. The results of this study indicate that work environment, job embeddedness, and job satisfaction directly affect turnover intention; job satisfaction indirectly affects work environment and job embeddedness on turnover intention at PT Medan Jaya Pangan Mutu
MANAJEMEN RISIKO USAHA PEMBIBITAN TANAMAN BUAH DALAM PERKEMBANGAN UMKM KECIL DAN MENENGAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses manajemen risiko pada pengusaha pembibitan dan tingkat efisiensi manajemen risiko yang dilakukan. Penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum proses manajemen risiko yang diberlakukan oleh pengusaha pembibitan sudah berjalan dengan baik namun belum efisien dari keseluruhan manajemen risiko yang dilakukan. proses manajemen risiko yang diterapkan oleh pengusaha pembibitan cukup sederhana dan mudah hanya saja membutuhkan perhatian yang lebih agar proses manajemen risiko tersebut bisa berjalan dengan baik. pendapatan para pengusaha yang berada di pengusaha pembibitan juga sangat berpengaruh dengan proses manajemen risiko yang diberlakukan oleh setiap masing-masing manajemen perusahaan. Hal ini mennjukan bahwa manajemen risiko sangat berpengaruh besar dalam tingkat pendapatan yang didapatkan oleh para petani yang ada di pengusaha pembibitan
Analisis Kemampuan Representasi Matematis Peserta Didik MTs Muallimin UNIVA Medan Berbantuan LKPD RME DwiLingual
Education is an important process in the context of development in Indonesia. The curriculum is one way to improve the quality of education in Indonesia. However, the quality of education in Indonesia has not been maximized, such as the ability of mathematical representation of students, which is also one of the learning objectives in the independent curriculum. One of the efforts to improve students' abilities is to develop supportive learning tools. Such as the RME-based Dwilingual LKPD to measure students' mathematical representation skills. This study aims to produce a valid, practical and effective LKPD to measure students' mathematical representation skills. The research method used is research and development (Research and Development) with the ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) development model. The subjects in this study are 29 students of class VIII MTs Muallimin UNIVA Medan. This research produced a valid LKPD with a material validation score of 86.7%, education validation 92% and language validation 96%. With a small stage practicality of 3.18 and a large stage of practicality of 3.4, namely "Very Practical". As well as obtaining effectiveness with 79% with the "Effective" criteria. As well as obtaining the value of students' mathematical representation ability in the range of 71% < < 80% with high criteria
EDUKASI GURU GURU SDN 101874 TUMPATAN NIBUNG TENTANG P5 BERBASIS STEAM UNTUK MENGHADAPI TANTANGAN KURIKULUM MERDEKA
Community service activities at SDN 101874 Tumpatan Nibung aim to educate teachers about the STEAM-based P5 program. This is done to solve partner problems, namely production and management aspects. The solution created is to provide training and assistance to teachers in facing the challenges of the Merdeka curriculum. The method used is education with sample experiments in increasing insight and knowledge. Teachers need to understand the objectives, principles, and components of P5 implementation. In implementing P5 in schools, especially teachers need more time and resources than traditional learning. Teachers need to take the time to plan, implement, and evaluate these P5 activities, in addition, teachers also need to provide the resources needed by students to carry out P5 activities. It was concluded that the training and assistance activities through education were successful, seen from the increase in knowledge from partners.Kegiatan pengabdian masyaakat di SDN 101874 Tumpatan Nibung bertujuan untuk mengedukasi guru guru tentang program P5 berbasis STEAM. Hal ini dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan mitra yaitu aspek produksi dan manajemen. Solusi yang dibuat adalah melakukan pelatihan dan pendampingan kepada guru guru dalam menghadapi tantangan kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah dengan edukasi dengan eksperimen sampel dalam peningkatan wawasan dan pengetahuan. Guru perlu memahami tujuan, prinsip, dan komponen pelaksanaan P5. Dalam melaksanakan P5 di sekolah, terutama guru membutuhkan waktu dan sumber daya yang lebih banyak daripada pembelajaran tradisional. Guru perlu meluangkan waktu untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan P5 tersebut, selain itu guru juga perlu menyediakan sumber daya yang dibutuhkan siswa untuk melaksanakan kegiatan P5. Disimpulkan kegiatan pelatihan dan pendampingan melalui edukasi ini berhasil, dilihat dari peningkatan pengetahuan dari mitra.
 
KoGuRuPa: Kolaborasi Guru, Orang Tua dan Pengasuh untuk Mewujudkan Kota Surabaya Layak Anak
Surabaya as an administrative city in realizing the Regulation of the Ministry of Women's Empowerment and Protection (PPPA) Number 12 carries out implementation with the Child-Friendly Village program which has been effectively running since 2021. This program is a derivative of the Surabaya City Regulation Policy Number 6 of 2011 concerning the Implementation of Child Protection and has a task force in each district to control the implementation of the program, coordinate with district institutions and schools in the suburbs area. Early Childhood Education has its own challenges in carrying out these 3 functions. Especially in the era of millennial and Gen-Z parents who are open-minded, choose professional careers, and entrust their children to school institutions not only for education but also for care. Schools with educational program facilities as well as care are not free from the potential for violence against children. Violence that occurs to children is not only bullying behavior carried out by their peers, but also by schools, caregivers, families and even relatives. Education and personal safety provided to early childhood in the city of Surabaya can be done through collaboration between schools, guardians and caregivers, known as the Teacher, Parent and Caregiver Collaboration Program (KoGuRuPa).Kota Surabaya dalam mewujudkan Permen PPPA Nomor 12 melakukan implementasi dengan program Kelurahan Ramah Anak yang efektif berjalan sejak tahun 2021. Program ini merupakan turunan dari Kebijakan Perda Kota Surabaya Nomor 6 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak dan memiliki satgas di setiap kelurahan untuk melakukan kontrol implementasi program, kordinasi dengan lembaga kampung serta sekolah-sekolah yang ada di wilayah kelurahan. Pendidikan Anak Usia Dini memiliki tantangan tersendiri untuk melakukan 3 fungsi tersebut. Khususnya di era para orang tua milenian dan Gen-Z yang berfikiran terbuka, memilih berkakrir prosfesional, dan mempercayakan anaknya kepada lembaga sekolah tidak hanya untuk masalah pendidikan tapi juga pengasuhan. Sekolah dengan fasilitas program pendidikan sekaligus pengasuhan tidak lepas dari potensi kekerasan terhadap anak. Kekerasan yang terjadi pada anak tidak hanya perilaku perundungan yang dilakukan oleh teman sebayanya, namun juga pihak sekolah, pengasuh, keluarga bahkan kerabat. Edukasi dan keselamatan diri yang diberikan kepada anak usia dini di Kota Surabaya salah satunya bisa melalui kerjasama antara sekolah, wali murid dan pengasuh anak yang disebut sebagai Program Kolaborasi Guru, Orang Tua dan Pengasuh (KoGuRuPa)
Sosialisasi Pengembangan Produk Donat Isi Vla Berbahan Dasar Singkong dan Implementasi Desain Kemasan Digital guna Meningkatkan Daya Saing Produk UMKM pada Masyarakat Desa Tegal Sari, Dolok Masihul, Serdang Bedagai, Sumatera Utara
UMKM merupakan salah satu sektor usaha yang tetap bertahan dan tumbuh dalam perekonomian nasional. Dengan demikian, program pengembangan produk donat isi singkong dari singkong oleh UMKM di Desa Tegal Sari, Dolok Masihul, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk dan memperkuat posisi UMKM dalam perekonomian daerah. Program ini meliputi sosialisasi pengembangan produk dan penerapan desain kemasan digital melalui pelatihan, penelitian resep inovatif, desain kemasan unik, serta pemanfaatan teknologi digital seperti media sosial dan aplikasi pemasaran daring. Tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik produk, serta mempromosikan UMKM secara efektif di masyarakat setempat. Dengan begitu, diharapkan dapat meningkatkan penjualan dan keberlangsungan usaha, serta berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat desa. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mendukung produk lokal dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan ekonomi desa.UMKM merupakan salah satu bidang usaha yang tetap konsisten dan berkembang dalam perekonomian nasional. Oleh karena itu, Program pengembangan produk donat isi vla berbahan dasar singkong oleh UMKM di Desa Tegal Sari, Dolok Masihul, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk dan memperkuat posisi UMKM dalam perekonomian lokal. Program ini meliputi sosialisasi pengembangan produk dan implementasi desain kemasan digital melalui pelatihan, penelitian resep inovatif, desain kemasan unik, dan penggunaan teknologi digital seperti media sosial dan aplikasi pemasaran online . Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kualitas dan daya tarik produk, serta mempromosikan UMKM secara efektif di masyarakat lokal. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan penjualan dan keberlangsungan usaha, serta memberikan kontribusi pada perekonomian masyarakat desa. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mendukung produk lokal dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan ekonomi desa