E-Jurnal UMNAW (Universitas Muslim Nusantara Al Washliya)
Not a member yet
2157 research outputs found
Sort by
MAKNA SIMBOLIK DALAM RUMAH ADAT SUKU KULAWI (KAJIAN SEMIOTIK)
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana makna simbolik dalam rumah adat suku Kulawi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna simbol dalam rumah adat suku Kulawi di desa Bolapapu. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang berusaha memberikan gambaran objektif berdasarkan kenyataan yang sesungguhnya di lapangan, mengenai makna simbol yang terkandung dalam rumah adat suku Kulawi, desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi. Tekhnik yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi yaitu melakukan pengamatan terlebih dahulu dilokasi rumah adat suku Kulawi. Kemudian wawancara, Populasi wawancara didalam penelitian ini adalah ketua adat Bolapapu, sekretaris adat Bolapapu, dan tokoh masyarakat desa Bolapapu. Dan melakukan dokumentasi berupa foto dan rekaman suara serta diperkuat dengan tekhnik terakhir yaitu pencatatan. Tekhnik analisis data dalam penelitian ini meliputi tiga proses yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian ini didapatkan data bahwa rumah adat suku Kulawi menyimpan banyak benda didalamnya yang memiliki arti yang berbeda-beda. Diantaranya tanduk kerbau yang memiliki arti setiap masyarakat suku Kulawi jika menyelenggarakan hajatan diharuskan menyembelih kerbau. Kemudian tombak yang mengartikan keperkasaan dan keberanian para kaum adam suku Kulawi. Tombak sering digunakan masyarakat suku Kulawi didalam berburu binatang dihutan. Siga atau penutup kepala yang mengartikan kebangsawanan atau orang yang berkuasa. Pedang mengartikan kekebalan tubuh masyarakat suku Kulawi
Peningkatan Daya Saing Umkm Dapur Oma Cinta Dan Kopi Lampung Nusantara Melalui Pelatihan Desain Kemasan
Kemasan produk merupakan elemen krusial dalam menarik perhatian konsumen serta membangun citra merek yang kuat. Desain kemasan yang menarik dan fungsional memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan produk, terutama di pasar yang kompetitif. Untuk meningkatkan daya saing mitra UMKM Dapur Oma Cinta dan Kopi Nusantara Lampung, dilakukan pelatihan desain kemasan yang melibatkan beberapa tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Tahap perencanaan mencakup analisis kebutuhan mitra dan pengumpulan materi pelatihan yang relevan, termasuk penggunaan aplikasi Canva. Tahap pelaksanaan melibatkan kegiatan praktis pembuatan desain kemasan yang menarik, fungsional, dan ramah lingkungan guna mengikuti tren keberlanjutan. Pada tahap monitoring, peserta diberikan pendampingan dalam mengembangkan desain kemasan sesuai kebutuhan produk mereka. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, terutama bagi mereka yang memiliki pemahaman awal yang rendah. Sebagian besar peserta mengalami peningkatan yang signifikan dari pre-test ke post-test. Diharapkan, dengan penerapan desain inovatif dan efisien, produk mitra akan lebih kompetitif baik di pasar lokal maupun nasional. Kegiatan ini sejalan dengan upaya pemberdayaan UMKM untuk meningkatkan kontribusi mereka terhadap perekonomian daerah melalui optimalisasi teknologi dan inovasi.Kemasan produk merupakan elemen krusial dalam menarik perhatian konsumen serta membangun citra merek yang kuat. Desain kemasan yang menarik dan fungsional memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan produk, terutama di pasar yang kompetitif. Untuk meningkatkan daya saing mitra UMKM Dapur Oma Cinta dan Kopi Nusantara Lampung, dilakukan pelatihan desain kemasan yang melibatkan beberapa tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Tahap perencanaan mencakup analisis kebutuhan mitra dan pengumpulan materi pelatihan yang relevan, termasuk penggunaan aplikasi Canva. Tahap pelaksanaan melibatkan kegiatan praktis pembuatan desain kemasan yang menarik, fungsional, dan ramah lingkungan guna mengikuti tren keberlanjutan. Pada tahap monitoring, peserta diberikan pendampingan dalam mengembangkan desain kemasan sesuai kebutuhan produk mereka. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, terutama bagi mereka yang memiliki pemahaman awal yang rendah. Sebagian besar peserta mengalami peningkatan yang signifikan dari pre-test ke post-test. Diharapkan, dengan penerapan desain inovatif dan efisien, produk mitra akan lebih kompetitif baik di pasar lokal maupun nasional. Kegiatan ini sejalan dengan upaya pemberdayaan UMKM untuk meningkatkan kontribusi mereka terhadap perekonomian daerah melalui optimalisasi teknologi dan inovasi
Pengembangan UMKM Melalui Peningkatan Pemasaran Produk Tempe Pak Kasman di Desa Jatiadi Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo
Pemberdayaan ekonomi lokal sangat bergantung pada pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu prioritas utamanya.terutama dalam konteks produk unggulan daerah. Pengabdian masyarakat ini berfokus pada upaya meningkatkan pemasaran dan mengembangkan produk tempe Pak kasman di Desa Jatiadi, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Tempe, sebagai produk olahan kedelai dengan potensi pasar yang signifikan, seringkali menghadapi kendala dalam pemasaran oleh karena itu perlu adanya pemasaran digital untuk meningkatkan pemasaran produk online melalui media sosial. Pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi tantangan tersebut dan meningkatkan daya saing produk tempe Pak Kasman melalui pengembangan UMKM.
 
A Pelatihan Penggunaan APAR Sebagai Upaya dalam Penanggulangan Bahaya Kebakaran di CV. Soka Mandiri, Sidoarjo: Pelatihan Penggunaan APAR Sebagai Upaya dalam Penanggulangan Bahaya Kebakaran di CV. Soka Mandiri, Sidoarjo
Occupational Safety and Health is an effort made to ensure the safety and health of workers while in the work environment. Resin is a flammable chemical. From the experience that workers have experienced there, there have been incidents where when workers were mixing these chemicals there were small sparks. The fire triangle is a component of the formation of a fire, as for its components are heat sources, combustible materials, and oxygen. This socialisation is expected for workers to be able to apply APAR in the event of a fire on a small scale for the first handling, not only can apply to the work environment, but also can apply to everyday life. The research method used is to use media questions Pre-test and Post-test. The socialisation that was carried out was successful. This can be concluded from the results of the worker Pre-test of 213.3, then at the time of the Post-test got an increased value of 453.3. This socialisation is very important to be able to do and give to workers, by looking at potential hazards, the work environment, and events that have occurred in this company, namely the occurrence of small sparks. It is hoped that this socialisation can provide additional insight to workers and can apply it as preparedness.Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan suatu upaya yang di lakukan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan para pekerja selama berada pada lingkungan kerja. Resin adalah suatu bahan kimia yang mudah terbakar. Dari pengalaman yang pernah di alami oleh pekerja disana, pernah ada kejadian dimana ketika pekerja sedang mencampurkan bahan kimia tersebut terjadi percikan api kecil. Segitiga api adalah komponen terbentuknya suatu api, adapun komponennya adalah sumber panas, bahan mudah terbakar, dan oksigen. Sosialisasi ini di harapkan untuk para pekerja dapat mengaplikasikan APAR apabila terjadi kebakaran dalam skala kecil untuk penanganan pertama, tidak hanya dapat mengaplikasikan pada lingkungan kerja saja, tetapi juga bisa mengaplikasikan pada kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang di lakukan adlaah dengan menggunakan media soal Pre-test dan Post-test. Sosialisasi yang di lakukan berjalan dengan berhasil. Hal tersebut dapat di simpulkan dari hasil Pre-tes pekerja sebesar 213,3, lalu pada saat Post-test mendapat nilai yang meningkat sebesar 453,3. Sosialisasi ini sangat penting untuk dapat di lakukan dan di berikan kepada para pekerja, dengan melihat potensi bahaya, lingkungan kerja, serta peristiwa yang pernah terjadi pada perusahaan ini yaitu terjadinya percikan api kecil. Sangat di harapkan sosialisasi ini dapat memberikan wawasan tambahan kepada para pekerja dan dapat mengaplikasikannya sebagai kesiapsiagaan
Penguatan Kewirausahaan Melalui Analisis Bussines Model Canvas Untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Pada Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Bantarsari Kabupaten Cilacap
Entrepreneurship education for students is important and needs serious attention. One of the student organizations that has started entrepreneurship is IPNU Bantarsari District, which utilizes social media platforms Instagram and Facebook as a means to market products such as t-shirts, border caps, prayer beads, and bracelets. The condition of IPNU Bantarsari District still has limitations in terms of business knowledge, managerial skills, especially in the utilization of digital marketing. Business Model Canvas (BMC) provides a structured and comprehensive framework to describe the key elements of a business, including customer segments, value propositions, distribution channels, and key resources. This analysis delves into the partners' desire to care about the introduction, interest, and development of digital business. Its use is not just as a tool, but as a holistic approach that guides entrepreneurs in designing, implementing, and managing their businesses. This community service activity aims to promote more creative and innovative business marketing, as an effort to enhance potential and independence. The provision of assets in the form of screen printing press equipment and supporting production materials is a support from the Beginner Community Empowerment program as a proper step to address production issues. The solution to the partner's business problem in determining consumer segments and marketing products becomes easier to address with socialization, training, and technology transfer.Pendidikan kewirausahaan bagi pelajar merupakan hal yang penting dan perlu mendapatkan perhatian serius. Salah satu organisasi pelajar yang sudah memulai berwirausaha adalah IPNU Kecamatan Bantarsari yang memanfaatkan platform sosial media Instagram dan Facebook sebagai sarana memasarkan produk diantaranya kaos, peci border, tasbih dan gelang. Kondisi IPNU Kecamatan Bantarsari masih memiliki keterbatasan dari segi pengetahuan bisnis, kemampuan manajerial, terutama dari pemanfaatan digital marketing. Business Model Canvas (BMC) memberikan kerangka kerja yang terstruktur dan komprehensif untuk menggambarkan elemen-elemen kunci dari suatu bisnis, termasuk segmen pelanggan, proposisi nilai, kanal distribusi, dan sumber daya kunci. Analisis ini menggali keinginan mitra untuk peduli pada pengenalan, peminatan dan pengembangan bisnis digital. Penggunaannya tidak hanya sekedar tools, tetapi suatu pendekatan holistik yang membimbing wirausaha dalam merancang, mengimplementasikan, dan mengelola bisnis. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk pemasaran usaha yang lebih kreatif dan inovatif, sebagai upaya dalam meningkatkan potensi dan kemandirian. Pemberian asset berupa alat press sablon dan bahan produksi pendukungnya merupakan dukungan dari program Pemberdayaan Masyarakat Pemula sebagai langkah yang tepat untuk mengatasi permasalahan produksi. Solusi permasalahan usaha mitra dalam menentukan segmen konsumen, pemasaran produk menjadi lebih mudah untuk diatasi dengan diberi sosialisasi, pelatihan dan transfer teknologi
Penguatan Ketrampilan Literasi dalam Mewujudkan Iklim Inklusivitas melalui Buku Cerita dan Sosiodrama
Latar belakang: Dalam mewujudkan iklim inklusifitas perlu adanya pendidikan karakter bagi anak untuk meningkatkn rasa kepedulian, kerjasama, menghargai perbedaan dan empati terhadap sesamanya. Dengan adanya Pendidikan inklusif, memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua peserta didik yang mempunyai kelainan fisik, emosional, mental dan social atau meiliki kecerdasan dan atau bakat Istimewa untuk memperoleh Pendidikan yang bermutu sesuai kebutuhan dan kemampuannya. Tujuan: meningkatkan ketrampilan literasi dalam mewujudkan iklim inklusivitas di Sekolah Dasar melalui buku cerita dan sosiodrama. Metode: Program ini dijalankan melalui 6 tahapan yaitu; 1) sosialisasi, 2) penyusunan naskah dan alur cerita anak dan sosiodrama, 3) persiapan dan Latihan drama, 4) intervensi membaca buku cerita anak dan penampilan sosiodrama, 5) pendampingan dan evaluasi dan ke 6) keberlanjutan program. Hasil: dua buku yang disusun adalah Ulur Ular Nagana dan Siti terbang Tinggi dan terdapat perbedaan signifikan pada pengetahuan (p 0.008), sikap ((p 0.009) dan perilaku (p 0.004) setelah dilakukan pembacaan buku cerita dan sosiodrama bersama. Simpulan: Program ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada anak-anak sekolah dasar tentang nilai-nilai inklusivitas, seperti toleransi, kesetaraan, dan empati. Pendekatan kreatif melalui buku cerita dan sosiodrama memperkaya pengalaman belajar anak-anak, meningkatkan kemampuan sosial, komunikasi, dan kerjasama
OPTIMALISASI PASCA PANEN KUNYIT DI UMKM SANS BERKAH EMPON
Sans Berkah Empon is a business that handles various types of post-harvest empon, including turmeric. Sans Berkah Empon buys fresh turmeric from various locations in Central Java and East Java. The turmeric obtained is sold in various product forms, such as fresh turmeric that has been cleaned and sent to traditional markets and chopped turmeric that has been dried. Even though post-harvest processing has been carried out in the form of chopping and drying, most of the turmeric sold by Sans Berkah Empon is still fresh turmeric susceptible to rotting, mould and sprouting, so it requires proper treatment. The Community Service Team from the Faculty of Agriculture, Universitas Slamet Riyadi, provided training related to post-harvest optimization of empon-empon in July – September 2024 and based on the evaluation results there was an improvement in the quality of empon-empon and product diversification.Sans Berkah Empon merupakan salah satu usaha yang menangani pasca panen berbagai jenis empon-empon salah satunya adalah kunyit. Sans berkah membeli kunyit segar dari berbagai lokasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kunyit yang diperoleh dijual dalam berbagai bentuk produk seperti kunyit segar yang telah dibersihkan dikirim ke pasar tradisional, serta rajangan kunyit yang telah dikeringkan. Meskipun telah melakukan pengolahan pasca panen berupa perajangan dan pengeringan, sebagian besar kunyit yang dijual Sans Berkah masih berupa kunyit segar yang rentan mengalami pembusukan, berjamur serta bertunas sehingga memerlukan perlakuan yang tepat. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Fakultas Pertanian Universitas Slamet Riyadi, memberikan pelatihan terkait optimalisasi pasca panen empon-empon pada bulan juli – september 2024 dan berdasarkan hasil evaluasi terdapat perbaikan kualitas empon-empon dan adanya diversifikasi produk
PKM:SOSIALISASI PENTINGNYA PERAN PEMERINTAH DESA DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN EKONOMI MASYARAKAT DESA GUNUNG SERIBU-KABUPATEN DELI SERDANG
Berbicara mengenai peranan adalah merupakan suatu kegiatan dan uapaya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat agar mampu bersaing dan meningkatkan kualitas atau mutu pola pikir masyarakat. Peranan pemerintah sangat penting sekali untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, khususnya peningkatan ekonomi masyarakat yang ada di desa Gunung Seribu, salah satunya adalah Bantuan UMKM, pendampingan, disediaknnya bank wakaf, perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas produk. Tujuannya adalah untuk menambah penghasilan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat desa Gunung seribu, sehingga akan merubah perbaikan ekonomi dalam keluarga. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah dengan bentuk penyuluhan terkait dengan sosialisasi terkait dengan pentingnya upaya dan peranan pemerintah dalam peningkatan ekonomi masyarakat di Desa Gunung seribu. Di mana dengan kondisi ekonomi masyarakat di desa Gunung Seribu ini berdasarkan hasil surve dan pengamatan maka kondisi ekonomi masyarakatnya jelas ada perbedaannya, yakni ada rumah tangga yang berkategori miskin, koatagori sedang dan katagori kaya. Oleh sebab itu kegiatan PKM ini penting untuk dilaksanakan sebagai pengembangan pola pikir suatu masyarakat itu agar mampu untuk merubah kehidupan menjadi lebih layak. Sebagai hasil dari kegiatan PKM ini para masyarakat desa ini sangat terbantu salah satunya adalah penambahan wawasan dan pola pikir serta penambahan dan peningkatan ekonomi mulai dari rumah tangga, hingga pada seluruh masyarakat khususnya di desa ini
Literasi Keuangan Dasar bagi Siswa SD Kristen Jerili untuk Meningkatkan Pengetahuan Ekonomi
Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan dasar bagi siswa SD Kristen Jerili. Tingkat literasi keuangan yang rendah di daerah pedesaan, termasuk di Jerili, berdampak pada kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial yang bijak. Oleh karena itu, diperlukan program yang dapat memperkenalkan konsep keuangan dasar sejak usia dini. Melalui serangkaian kegiatan edukatif dan partisipatif, program ini mengenalkan siswa pada konsep dasar pengelolaan uang, perencanaan keuangan sederhana, dan pentingnya menabung. Materi disajikan dengan pendekatan yang mudah dipahami, menggunakan simulasi, permainan, dan diskusi kelompok yang disesuaikan dengan usia siswa. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep dasar keuangan dan kemampuan mereka dalam menerapkan prinsip menabung serta pengelolaan uang sederhana. Program ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain di wilayah pedesaan sebagai langkah awal untuk membentuk generasi yang lebih melek finansial
MODEL PEMBELAJARAN AIR (AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION) TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA
This research aims to determine the influence of the AIR (Auditory Intellectually Repetition) Learning Model on the Economic Learning Outcomes of Class This research used a population of class IPS-1 totaling 26 students of MAS Al-Washliyah 12 Perbaungan. The results of the research are in accordance with the hypothesis formulated in this research and can be accepted as true, because tcount ≥ ttable or 1.80 ≥ 1.71. It can be concluded that there is a significant influence in the learning model AIR (Auditory Intellectually Repetition) on students' economic learning outcomes in class X IPS MAS Al-Washliyah 12 Perbaungan.