E-Jurnal UMNAW (Universitas Muslim Nusantara Al Washliya)
Not a member yet
2157 research outputs found
Sort by
USAHA BUDIDAYA IKAN LELE PADA KAWASAN DESA TITI PUTIH KECAMATAN LIMA PULUH PESISIR KABUPATEN BATUBARA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi, prospek, dan tantangan budidaya ikan lele di Desa Titi Putih, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara. Desa Titi Putih memiliki kondisi lingkungan yang mendukung, baik dari ketersediaan lahan, sumber air, maupun minat terhadap masyarakat sektor perikanan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan petani, dan studi pustaka terkait budidaya ikan lele. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya ikan lele di Desa Titi Putih berpotensi memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga dan menciptakan lapangan kerja baru. Namun, beberapa kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan modal, kurangnya pengetahuan teknis, dan terbatasnya akses pemasaran. Dengan pendampingan, pelatihan, dan dukungan dari pemerintah maupun swasta, budidaya ikan lele di Desa Titi Putih berpotensi untuk berkembang lebih optimal dan berkelanjutan. Kata kunci: Budidaya ikan lele, desa titi puti
SEKOLAH SEHAT TANPA KEKERASAN DAN ROKOK ANALISIS PROGRAM PENCEGAHAN DI KALANGAN PELAJAR
The healthy school program without violence and smoking is a systematic effort to create a safe, comfortable, and risk-free learning environment for students. This study aims to analyze the implementation of violence and smoking prevention programs in schools through community education and the development of positive school culture. The method used is a qualitative descriptive approach involving students, teachers, and school stakeholders as the subjects. Data collection instruments included field observations, semi-structured interviews, and simple questionnaires. The results showed that the implementation of prevention programs had an impact on increasing students’ awareness of the dangers of smoking and violence, fostering healthy peer communication, and building social support from teachers and the school environment. The conclusion of this study is that a healthy school program can be effective when combined with continuous education, creative campaigns, and consistent school regulations.Program sekolah sehat tanpa kekerasan dan rokok merupakan salah satu upaya sistematis untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta bebas dari perilaku berisiko yang dapat merugikan pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program pencegahan kekerasan dan rokok di sekolah melalui pendekatan pendidikan masyarakat dan pembentukan budaya sekolah positif. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan siswa, guru, serta pihak sekolah sebagai subjek pengabdian. Instrumen pengumpulan data meliputi observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, serta penyebaran angket sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan program pencegahan di sekolah berdampak pada peningkatan pemahaman pelajar terhadap bahaya rokok dan kekerasan, terbentuknya pola komunikasi sehat antar teman sebaya, serta terciptanya dukungan sosial dari guru dan lingkungan sekolah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah program sekolah sehat dapat berjalan efektif apabila dikombinasikan dengan edukasi berkelanjutan, kegiatan kampanye kreatif, dan dukungan regulasi sekolah yang konsisten
PENDAMPINGAN PENGAJUAN MEREK DAGANG SEBAGAI UPAYA DALAM PERLINDUNGAN TERHADAP HAK KEKAYAAN INTEKTUAL DI USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DESA CIPACING SUMEDANG
Pendaftaran merek dagang sangat penting untuk melindungi inovasi, memberikan kepastian hukum, dan membedakan produk di pasar, serta memperkuat citra produsen secara global. Namun, data menunjukkan rendahnya kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya pendaftaran merek, dengan hanya 18,7% UMKM di Kota Bandung yang terdaftar antara 2017 hingga 2021. Hal ini mendorong penulis untuk melaksanakan program pendampingan pendaftaran merek di Desa Cipacing, Jatinangor, sebagai kelanjutan dari pendampingan sertifikasi halal, bertujuan meningkatkan kontribusi UMKM terhadap perekonomian sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM. Metode pengabdian yang digunakan adalah service learning, yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan praktik di masyarakat. Adapun hasil pengabdian ini menunjukan bahwa pendampingan pengajuan merek dagang untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Cipacing, Sumedang, sangat penting dalam memperkuat posisi pelaku UMKM di pasar. Program ini memberikan bimbingan praktis dan dukungan administratif untuk mempermudah proses pendaftaran merek, memastikan pelaku UMKM mendapatkan perlindungan hukum yang diperlukan dan hak eksklusif terhadap merek mereka. Dengan membantu mengatasi kendala teknis dan hukum, program ini mengurangi risiko kesalahan dalam pendaftaran. Perlindungan yang diperoleh tidak hanya menjaga reputasi merek, tetapi juga mendukung keberlangsungan usaha di lingkungan bisnis yang kompetitif. Program ini juga berpotensi menjadi model pemberdayaan UMKM bagi daerah lain, menciptakan ekosistem bisnis yang inklusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara keseluruhan
PEMBERDAYAAN SANTRI PONDOK PESANTREN MELALUI PENDIDIKAN POLITIK UNTUK MEWUJUDKAN PEMILIHAN KEPALA DAERAH YANG BERKUALITAS DAN BERINTEGRITAS
Pendidikan politik pada pondok pesantren di Indonesia memegang peranan penting dalam proses demokrasi, terutama pada pemilihan kepala daerah (Pilkada). Santri, sebagai generasi muda yang akan menjadi pemimpin masa depan, perlu dibekali pemahaman politik agar dapat berpartisipasi aktif dan bijak dalam demokrasi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini ialah Participatory Action Research (PAR). Adapun hasil pengabdian ini ialah pemberdayaan santri melalui pendidikan politik di Pondok Pesantren Darussalam, Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Al-Mustofa, dan Pondok Pesantren As-Sa’adah di Sumedang menunjukkan keberhasilan pendekatan yang diterapkan. Di Pondok Pesantren Darussalam, kegiatan berfokus pada pemahaman dasar partisipasi politik dan mekanisme pemilihan melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, serta simulasi pemilihan. Sementara itu, Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Al-Mustofa menggunakan metode studi kasus dan role-play untuk menjelaskan dinamika politik. Adapun di Pondok Pesantren As-Sa’adah, perhatian diberikan pada pengembangan keterampilan kepemimpinan dan partisipasi aktif, dengan diskusi tentang integritas politik dan strategi pemilihan yang memberi santri alat untuk menjadi pemimpin yang efektif. Secara keseluruhan, ketiga pondok pesantren telah berhasil menerapkan pendekatan yang saling melengkapi, menghasilkan santri yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis tetapi juga keterampilan praktis untuk terlibat dalam pemilihan kepala daerah secara etis dan berintegritas, sehingga mendukung terciptanya pemerintahan yang berkualitas
Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Melalui Realistic Mathematics Education (RME) Di Sumatera Utara
Pelaksanaan ini bertujuan untuk menjelaskan keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills /HOTS) siswa melalui pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dalam pembelajaran matematika di Sumatera Utara. Latar belakang Pelaksanaan ini didasarkan pada tuntutan pendidikan abad ke-21 yang menekankan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif, serta masih rendahnya penguasaan HOTS siswa dalam pembelajaran matematika. Metode Pelaksanaan yang digunakan adalah studi literatur observasi terhadap 26 permasalahan nasional dan internasional yang terbit pada periode 2015–2024. Analisis difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu efektivitas RME dalam meningkatkan HOTS, bentuk dan indikator HOTS yang berkembang melalui penerapan RME, serta kondisi empiris implementasi RME di sekolah-sekolah Sumatera Utara. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan RME efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, khususnya kemampuan analisis sebesar 27–35%, kemampuan evaluasi sebesar 19–28%, serta kemampuan kreativitas dan pemecahan masalah matematis sebesar 21–33%. Peningkatan tersebut didukung oleh karakteristik RME yang menekankan penggunaan konteks nyata, proses matematisasi horizontal dan vertikal, serta diskusi reflektif yang melibatkan siswa secara aktif. Studi empiris di wilayah Medan, Binjai, dan Deli Serdang menunjukkan bahwa penerapan RME berdampak positif terhadap kemampuan pemecahan masalah dan penalaran matematis siswa, meskipun implementasinya masih terbatas. Kendala utama meliputi rendahnya pemahaman guru terhadap konsep RME, keterbatasan bahan ajar kontekstual berbasis budaya lokal, serta kurangnya pelatihan berkelanjutan. Secara keseluruhan, RME berpotensi menjadi pendekatan efektif dalam mengembangkan HOTS siswa apabila didukung oleh penguatan kompetensi guru dan integrasi penilaian HOTS dalam pembelajaran matematika
KEMAMPUAN MATEMATIS VISUAL SISWA MELALUI REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION DI SUMATERA UTARA
Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan visual matematis siswa sekolah dasar pada materi pecahan serta mengkaji efektivitas pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dalam meningkatkan kemampuan representasi visual siswa. Kajian dilakukan melalui telaah literatur terhadap berbagai sumber nasional dan regional yang relevan, termasuk kajian yang dilaksanakan di wilayah Sumatra Utara. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan visual matematis siswa masih berada pada kategori rendah hingga sedang. Kondisi ini ditandai dengan kesulitan menggambar pecahan secara proporsional, ketidaksesuaian antara simbol dan representasi visual, kesalahan dalam mengidentifikasi pecahan senilai, serta kecenderungan siswa mengabaikan tahap visualisasi dalam penyelesaian soal kontekstual. Berbagai miskonsepsi juga ditemukan, seperti anggapan bahwa penyebut yang lebih besar menunjukkan nilai pecahan yang lebih besar serta penggunaan prosedur algoritmik tanpa dasar visual. Hal ini menunjukkan lemahnya pemahaman konseptual siswa yang dipengaruhi oleh pembelajaran konvensional yang minim penggunaan media konkret. Kajian ini juga menunjukkan bahwa pendekatan RME memberikan dampak positif terhadap pengembangan kemampuan representasi visual siswa melalui penggunaan konteks nyata, manipulasi benda konkret, serta model visual bertahap sebelum beralih ke simbol formal. Pelaksanaan kegiatan di Sumatra Utara memperkuat efektivitas RME, terutama ketika konteks budaya lokal diintegrasikan dalam pembelajaran pecahan. Secara teoretis, keberhasilan RME dijelaskan melalui proses matematisasi horizontal dan vertikal yang membantu siswa menghubungkan pengalaman konkret dengan konsep abstrak. Namun, pengukuran kemampuan visual secara spesifik masih terbatas sehingga pengembangan instrumen dan asesmen lanjutan diperlukan
Pengaruh Risk Management Disclosure Terhadap Siklus Penjualan Dan Piutang Usaha Pada Perusahaan F&B Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
This study aims to analyze the effect of Enterprise Risk Management (ERM) disclosure based on the COSO framework on the effectiveness of the sales cycle and accounts receivable collection, which is measured through Days Sales Outstanding (DSO), Receivable Turnover (RT), and Bad Debt Ratio (BDR). The research uses a quantitative approach with data from the annual reports of six Food and Beverage (F&B) companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2020-2024 period. Data were analyzed using normality, linearity, simple linear regression, T-test, and determination coefficients with the help of SPSS software. The results showed that ERM disclosure had a positive and significant effect on DSO and RT, but did not have a significant effect on BDR. The value of the determination coefficient (R²) in DSO and RT was 9.5%, indicating that ERM was able to explain the variation of the two variables, while 90.5% was influenced by other factors. Overall, the results of the study strengthen the hypothesis that the application of ERM makes a positive contribution to improving the effectiveness of sales cycle management and accounts receivable
Pengaruh Rasio Solvabilitas, Likuiditas Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Konstruksi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2020-2024
The aim of this research is to examine how solvency ratios, liquidity, and company size influence the financial performance of BEI construction from 2020 to 2024. Return on Assets (ROA) is used as the dependent variable to measure financial performance, while Debt to Asset Ratio (DAR), Cash Ratio (CR), and the natural logarithm of total assets (Ln Total Assets) are used to measure solvency, liquidity, and company size. This research uses a quantitative methodology that uses a multiple linear regression analysis approach. Purposive sampling was used to choose the sample, which included 80 observations from a total of 16 companies over a 5-year period. Based on the research findings, it can be concluded that while firm size has a substantial impact on financial performance, the solvency and liquidity variables have no significant impact on financial performance. At the same time, financial performance is significantly impacted by solvency, liquidity, and company size. It is hoped that these findings will contribute to the body of knowledge in the field of corporate finance and provide investors and company management something to think about when making financial decisions
KONSEP DASAR DAN DINAMIKA PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK DALAM KONTEKS PENDIDIKAN ABAD 21
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar dan dinamika perkembangan peserta didik dalam konteks pendidikan abad 21. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif berbasis studi literatur terhadap sumber-sumber akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan peserta didik abad 21 tidak hanya meliputi aspek kognitif, sosial-emosional, dan moral, tetapi juga keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta literasi digital. Teori perkembangan klasik seperti Piaget, Vygotsky, dan Erikson tetap menjadi fondasi, namun perlu diadaptasi dengan dinamika globalisasi dan kemajuan teknologi. Kurikulum harus dirancang berbasis pengalaman aktif, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan karakter. Simpulan penelitian ini menekankan pentingnya pembaruan kurikulum, peningkatan kompetensi pedagogis dan digital guru, serta integrasi teknologi dalam pembelajaran untuk membentuk peserta didik yang adaptif dan kompeten di era digital.This research aims to examine the basic concepts and dynamics of student development in the context of 21st-century education. The method used is a qualitative descriptive approach based on a literature study of relevant academic sources. The research results show that the development of 21st-century learners not only includes cognitive, socio-emotional, and moral aspects but also critical thinking skills, creativity, communication, collaboration, and digital literacy. Classic developmental theories such as Piaget, Vygotsky, and Erikson remain foundational, but they need to be adapted to the dynamics of globalization and technological advancements. The curriculum must be designed based on active, collaborative experiences, and oriented towards character strengthening. The conclusion of this research emphasizes the importance of curriculum renewal, the enhancement of teachers' pedagogical and digital competencies, and the integration of technology in learning to shape adaptive and competent learners in the digital era
GAYA BAHASA RETORIS DAN KIASAN DALAM LIRIK LAGU GEISHA ALBUM MERAIH BINTANG
Lirik lagu merupakan bentuk karya sastra yang kaya akan gaya bahasa untuk menambah nilai estetika dan memperkuat makna. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan fungsi gaya bahasa retoris dan kiasan dalam lirik lagu Geisha album Meraih Bintang. Penelitian menggunakan pendekatan stilistika dan metode deskriptif kualitatif. Data berupa kutipan lirik lagu dari sepuluh judul dalam album tersebut, dikumpulkan dengan teknik simak dan catat, lalu dianalisis menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 22 data gaya bahasa retoris yang terdiri atas 11 jenis, di antaranya aliterasi, asonansi, hiperbola, dan paradoks. Gaya bahasa kiasan yang ditemukan meliputi metafora, personifikasi, simile, dan ironi. Gaya bahasa ini berfungsi memperkuat pesan, membangun suasana, mengekspresikan emosi, dan memperindah lirik. Penggunaan gaya bahasa dalam lagu-lagu Geisha menciptakan kedalaman makna yang mudah dipahami sekaligus menyentuh perasaan pendengar. Simpulan dari penelitian ini adalah gaya bahasa retoris dan kiasan berperan penting dalam menyampaikan pesan dan nilai estetika lirik lagu. Temuan ini dapat dimanfaatkan sebagai referensi dalam kajian bahasa maupun pembelajaran Bahasa Indonesia