E-Jurnal UMNAW (Universitas Muslim Nusantara Al Washliya)
Not a member yet
2157 research outputs found
Sort by
Penyuluhan Teknik Evaluasi Kinerja Melalui Pendekatan 5 Dimensi Kualitas Jasa/Servqual Di Sekolah Taman Kanak-Kanak Cikarang Selatan
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) di Cikarang Selatan melalui teknik evaluasi kinerja berbasis metode SERVQUAL. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah belum dilakukannya pengukuran sistematis terhadap kualitas layanan pendidikan di sekolah tersebut. Metode SERVQUAL digunakan dengan lima dimensi utama yaitu Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, dan Tangibles. Kegiatan diawali dengan observasi dan wawancara kepada pihak sekolah untuk memahami kondisi awal layanan. Selanjutnya dilakukan pelatihan dan penyuluhan kepada pihak sekolah terkait pentingnya evaluasi kinerja serta penggunaan kuesioner berbasis lima dimensi kualitas layanan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya gap antara harapan dan persepsi orang tua terhadap layanan yang diberikan. Gap tersebut digunakan sebagai dasar untuk perbaikan layanan secara prioritas, terutama pada dimensi dengan selisih terbesar. Kegiatan ini memberikan manfaat bagi sekolah dalam memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan serta melibatkan peran aktif orang tua dalam proses evaluasi.This community service activity aims to improve the quality of educational services at Kindergarten Schools (TK) in South Cikarang through performance evaluation techniques based on the SERVQUAL method. The main problem identified was that there had been no systematic measurement of the quality of educational services at the school. The SERVQUAL method was used with five main dimensions, namely Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, and Tangibles. The activity began with observations and interviews with the school to understand the initial conditions of the service. Furthermore, training and counseling were carried out for the school regarding the importance of performance evaluation and the use of questionnaires based on the five dimensions of service quality. The evaluation results showed a gap between parents' expectations and perceptions of the services provided. This gap is used as a basis for priority service improvements, especially in dimensions with the largest differences. This activity provides benefits for schools in improving and enhancing the quality of education in a sustainable manner and involving the active role of parents in the evaluation proces
Penguatan Kapasitas Kader Dan Optimalisasi Pusat Edukasi Gizi Untuk Meningkatkan Kesehatan Balita
Permasalahan utama yang diangkat adalah tingginya angka gangguan gizi pada balita di Indonesia, seperti stunting, wasting, dan underweight, yang menunjukkan bahwa upaya peningkatan status gizi anak belum optimal. Meskipun masa balita merupakan 'periode emas' untuk tumbuh kembang, nutrisi yang tidak tercukupi dapat menyebabkan gangguan gizi yang memengaruhi perkembangan organ, fungsi saraf, dan sistem kekebalan tubuh, serta menurunkan intelegensia. Selain itu, masih ditemukan keterbatasan kapasitas kader kesehatan dalam deteksi status gizi dan pemberian konseling, termasuk konseling ASI eksklusif dan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA). Akses masyarakat terhadap pusat edukasi gizi yang efektif juga masih terbatasThe main issue raised is the high rate of nutritional disorders among toddlers in Indonesia, such as stunting, wasting, and underweight, which indicates that efforts to improve children's nutritional status have not been optimal. Although the toddler period is the 'golden period' for growth and development, inadequate nutrition can lead to nutritional disorders that affect organ development, nerve function, and the immune system, as well as decrease intelligence. In addition, there are still limitations in the capacity of health cadres in detecting nutritional status and providing counseling, including exclusive breastfeeding counseling and Infant and Young Child Feeding (IYCF). Community access to effective nutrition education centers is also still limited. Keywords: Toddler nutrition, Stunting, Health cadres, Nutrition education centers, Exclusive breastfeeding, IYCF, Nutrition counselin
Strategi Pemasaran Digital UMKM Melalui Pemanfaatan E-Commerce Di Kelurahan Perak Barat
The widespread development of digital technology has created enormous opportunities for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) to grow their businesses. E-commerce is one of the digital platforms that facilitates online transactions, enabling businesses to expand their markets, reduce costs, and enhance distribution efficiency. However, not all MSMEs can effectively utilize this technology for their products, particularly in urban areas where digital literacy gaps persist, such as in the Perak Barat neighborhood. In response to this situation, Group 14 of the SDGs Community Service Program (KKN) from UPN “Veteran” East Java conducted outreach and training sessions on photography, social media branding, and e-commerce basics, with the aim of enhancing the digital capabilities of MSMEs in business management, marketing, and network development. The method used was qualitative descriptive, with data collection through direct observation. The results of this mentoring program showed a significant increase in SME operators who have begun adopting e-commerce, as evidenced by their active participation in creating accounts and uploading SME products.
Perkembangan teknologi digital yang semakin luas membuat peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan usaha mereka. E-commerce merupakan salah satu media digital yang memfasilitasi transaksi secara online yang dapat memperluas pasar, menekan biaya, dan meningkatkan efisiensi distribusi. Namun tidak semua pelaku UMKM dapat memanfaatkan teknologi yang berguna untuk produk UMKM mereka terutama di wilayah perkotaan yang masih menghadapi ketimpangan literasi digital, salah satunya di daerah Kelurahan Perak Barat. Menanggapi kondisi ini kelompok 14 KKN SDGs UPN “Veteran” Jawa Timur melakukan sosialisasi dan pelatihan fotografi, branding social media, dan pengenalan e-commerce, dengan tujuan meningkatkan kapasitas digital pelaku UMKM dalam pengelolaan bisnis, pemasaran, dan pengembangan jaringan usaha. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung. Hasil dari pendampingan ini menunjukkan peningkatan signifikan para pelaku UMKM yang sudah mulai mengadopsi e-commerce untuk diimplementasikan melalui partisipasi aktif dalam pembuatan akun dan pengunggahan produk UMKM.
 
Analisis Penerapan Prosedur Audit Yang Disepakati Atas Kas dan Bank di Organisasi Untuk Meminimalkan Ketidakwajaran.
This study aims to determine how the application of agreed procedures for financial information on cash and bank accounts in one organization. This organization is an association consisting of entrepreneurs engaged in international trade. This organization is based in DKI Jakarta and spreads its network to East Java. The request for agreed procedure services came from the internal management of the organization who felt there were indications of impropriety in cash recording. Over the past few periods, the organization's cash has been depreciating continuously, causing a significant deficit. This raises concerns regarding the possibility of irregular financial management that is not transparent and unaccountable. Therefore, the board requested assistance from Practicing Accountants to carry out agreed audit procedures on cash and bank accounts in the receipts and disbursements section. This study aims to provide a factual picture of the condition of cash and as a form of accountability of the management to members and other interested parties.
Keywords: Agreed Audit Procedures, Cash and Banks, Organizatio
Pengaruh Tingkat Pendapatan Wajib Pajak, Sanksi Pajak dan SPPT Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak PBB-P2
The rural and urban land and building tax (PBB-P2) is one of the potential and strategic taxes to be a source of regional income because the revenue from PBB-P2 is mostly used for regional expansion and improvement. Therefore, it is very important to make efforts to maximize PBB-P2 revenue. The realization of PBB-P2 in Bogor Regency in 2020-2023 continues to increase, but in contrast to the realization of PBB-P2 in Cigombong District, Bogor Regency in 2019-2023, there has been a drastic decrease. The purpose of this study is to find out the factors that affect the compliance of PBB-P2 taxpayers by including trust in the government as a moderation variable. The method used is quantitative with data analysis using Structural Equation Modeling (SEM) with Partial Least Squares (PLS). The number of samples in this study is 190 respondents. The results of the study showed that the level of taxpayers' income had no effect on the compliance of PBB-P2 taxpayers, while tax sanctions and SPPT had an effect on the compliance of PBB-P2 taxpayers. Furthermore, trust in the government is not able to moderate the influence of income levels, tax sanctions, and SPPT on the compliance of PBB-P2 taxpayers
DESAIN BAHAN AJAR POLA BILANGAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya bahan ajar yang dapat menunjang pembelajaran pada materi pola bilangan di sekolah dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengimplementasikan desain bahan ajar pada materi pola bilangan. Selain itu, untuk mengetahui analisis kebutuhan bahan ajar yang didesain. Adapun penelitian ini menggunakan metode penelitian Educational Design Research (EDR) dari McKenney & Reaves yang terdiri dari tiga tahap penelitian, yaitu tahap analisis dan eksplorasi, tahap desain dan konstruksi, dan tahap evaluasi dan refleksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan matematika realistik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan angket. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV Sekolah Dasar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat ditemukan bahwa bahan ajar tersebut pada materi pola bilangan menjadi kebutuhan penting dalam pembelajaran. Hal tersebut terlihat dari hasil pengerjaan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik), angket, dan wawancara. Melalui adanya desain bahan ajar dapat memudahkan guru untuk melaksanakan tujuan pembelajaran
FORMULASI MELOKSIKAM DALAM BENTUK KOYO SEBAGAI ANALGESIK DAN ANTIINFLAMASI
Meloksikam digunakan sebagai antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang memperlambat enzim siklooksigenase-2 (COX-2). Rute pemberian yang umum digunakan secara oral untuk mengobati beberapa penyakit rematik, seperti artritis reumatoid (RA), osteoartritis, nyeri punggung bawah, dan beberapa penyakit sendi lainnya. Namun, penggunaan, meloksikam secara oral bisa mengakibatkan dampak gastrointestinal misalnya perdarahan, tukak lambung, mual, serta muntah. Untuk menghindari efek samping ini, namun dalam penelitian ini meloksikam diformulasikan menjadi dispersi padat patch transdermal (koyo). Pembuatan patch (koyo) transdermal meloksikam menggunakan larutan polimer yaitu hidroksipropil metilselulosa:etil selulosa:polivinil pirolidon beserta perbandingan terfokus pada peningkat permeasi (enhancer) yaitu propilen glikol. Konsentrasi yang digunakan yakni F1 10%; F2 20%, serta F3 30%. Patch transdermal meloksikam yang telah dibuat dengan cara di esksekusi berdasarkan bermacam keriteria fisikokimia, organoleptik, kekebalan, keseragaman bobot, ketahanan lipatan, kadar air, dan sifat pengembangan. Interaksi antara zat aktif meloksikam serta polimer dianalisis menerapkan FTIR, struktur kristal dianalisis dengan difraksi sinar-X, dan penetrasi obat secara in-vitro (sel difusi Franz). Formula terbaik dievaluasi secara in vivo guna menimbangkan kegiatan analgesik serta antiinflamasinya menggunakan gel yang beredar di pasaran.
Hasil pengujian Patch transdermal dispersi padat meloksikam dengan tiga formula yakni memiliki warna kuning, tak memiliki bau, permukaannya kering serta rata, ketebalannya antara 0,0193 sampai 0,0212 cm, keseragaman bobot bobot 98,88 sampai 123,26 mg, ketahanan lipat 370 hingga 375 kali, kadar air 2,094 sampai 2,410% serta pengembangan 7,49 sampai 19,10%. Hasil penetrasi tertinggi dari F3 Patch transdermal dispersi padat meloksikam dengan penetrasi pada menit ke-480 mempunyai % penetrasi yakni 86,453%, nilai AUC sebanyak 1867,303 (% menit), oleh karena itu jika disimpulkan bahwa perbandingan konsentrasi propilen glikol sebagai enhancer memiliki pengaruh melepaskan obat secara transdermal. Hasil analisis menggunakan FTIR menampilkan terdapat interaksi zat aktif meloksikam dengan polimer. Efek analgetik F3 terkuat di menit ke-260 yakni 61,98 (detik), sebaliknya gel natrium diklofenak dalam menit ke-240 yaitu 43,51 (detik) dan persentase penghambatan antiinflamasi pada menit ke-480 yaitu 90,10%, dibandingkan gel natrium diklofenak pada menit ke-480 yakni 64,61%. Koyo transdermal meloksikam (F3) memiliki dampak terapi analgesik serta antiinflamasi yang lebih baik dari pada formulasi lain serta gel natrium diklofenak
MANTRA-MANTRA DESA SEGAYAM: KAJIAN SEMIOTIKA RIFFATERRE
Penelitian tentang mantra-mantra Desa Segayam:Kajian Semiotika Riffaterre menjelaskan bahwa mantra yang terdapat di Desa Segayam, Keluarahan Ogan Ilir, Kecamatan Pemulutan Selatan, Provinsi Sumatera Selatan merupakan mantra sehari-hari yang digunakan oleh seseorang dukun atau seseorang yang percaya mengenai mantra dengan tujuan spritual. Mantra merupakan sastra lisan yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi melalui mulut ke mulut. Penelitian tersebut menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif untuk menggali lebih dalam makna mantra-mantra yang terdapat di daerah Desa Segayam. Setelah data terkumpul, data akan dianalisis dengan menggunakan pendekatan metode deskriptif. Pada proses analisis data penelitian akan diperoses secara detail dan diinterpretasikan berdasarkan teori yang digunakan. Setelah proses analisis data, kegiatan terakhir adalah memberikan keseimpulan terhadap hasil penelitian. Data yang diperoleh dari penelitian terdapat 3 macam mantra diantaranya yaitu (1) Mantra Penaluk, terbagi menjadi enam judul (a) Mantra Bebedak, (b) Mantra Besuri, (c) Mantra Minya Sengilang-Gilang, (d) Mantra Penakluk, (e) Mantra Pembungkem, (f) Mantra Becelak, (2) Mantra Pengobatan, ada satu judul yaitu (a) Mantra Penawar Saket (3) Mantra Penghidupan terbagi menjadi dua, (a) Mantra Tunda Ujan, (b) Mantra Keselametan di Jalan. Hasil penelitian ini yaitu mantra-mantra yang digunakan yaitu mantra yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan nya supaya keiginan atau kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh seseorang pengguna mantra akan berjalan dengan lancar, namun mantra tersebut dilakukan dengan iringan doa kepada Allah SWT, Nabi Muhammad SAW serta masih percaya dengan keberadaan syaitan maupun hal-hal mistis lainnya.
Kata kunci: Mantra, Sastra Lisan, Semiotika Riffaterre
Pendampingan sertifikasi halal umkm produk jamu tradisional di kelurahan wonoasih: Pendampingan sertifikasi halal
This community service program aims to enhance the knowledge and skills of traditional herbal medicine (jamu) MSME actors in Wonoasih Sub-district, Probolinggo City, regarding the process of obtaining halal certification. Halal certification is an essential instrument to strengthen product competitiveness, increase consumer trust, and support business sustainability based on the principles of halal and thayyib. The method employed was Participatory Action Research (PAR), involving the active participation of participants throughout all stages of the program. The activities included socialization and counseling on the urgency of halal certification, group discussions to identify challenges, technical training on the use of the Halal Information System (SIHALAL), individual assistance in preparing administrative documents, and simulation practices of applying halal standards in herbal medicine production. The results indicate a significant improvement in participants’ understanding of the halal certification procedures, their ability to prepare required documents, and their readiness to implement halal standards in their respective business units. This program demonstrates that a participatory approach effectively encourages MSMEs to be more prepared in fulfilling halal certification requirements while fostering greater awareness of product halalness. Consequently, this program contributes to strengthening the capacity of local MSMEs and supports the development of a halal-based economy at the regional level.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM jamu tradisional di Kelurahan Wonoasih, Kota Probolinggo, dalam proses pengajuan sertifikasi halal. Sertifikasi halal merupakan instrumen penting untuk memperkuat daya saing produk, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta mendukung keberlanjutan usaha berbasis prinsip halal dan thayyib. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan partisipasi aktif peserta dalam seluruh tahapan kegiatan. Rangkaian kegiatan meliputi sosialisasi dan penyuluhan mengenai urgensi sertifikasi halal, diskusi kelompok untuk mengidentifikasi kendala, pelatihan teknis terkait penggunaan Sistem Informasi Halal (SIHALAL), pendampingan individual dalam penyusunan dokumen administrasi, serta simulasi praktik penerapan standar halal pada produksi jamu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai prosedur sertifikasi halal, serta kemampuan dalam menyiapkan dokumen dan menerapkan standar halal di unit usaha masing-masing. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif mampu mendorong UMKM untuk lebih siap menghadapi persyaratan sertifikasi halal sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya aspek kehalalan produk. Dengan demikian, program pendampingan ini berkontribusi pada penguatan kapasitas UMKM lokal serta mendukung pengembangan ekonomi berbasis halal di tingkat daerah
Kolaborasi Teknologi dan Inovasi Sosial : Studi Integrasi SI TALAS dan INCIP KOLAK KANRI di kota Surabaya
Penelitian ini mengkaji kolaborasi antara teknologi informasi dan inovasi sosial dalam upaya mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) di Surabaya melalui integrasi dua inisiatif utama, yakni SI TALAS (Sistem Informasi Kota Layak Anak Surabaya) dan INCIP KOLAK KANRI (Inisiasi. Menciptakan Kota Layak Anak di UPTD Kampung Anak Negeri). SI TALAS berfungsi sebagai platform digital yang menghimpun, memantau, dan mengelola data pendukung kebijakan KLA secara terintegrasi, sementara INCIP KOLAK KANRI merupakan program berbasis partisipasi sosial yang bertujuan menciptakan lingkungan ramah anak melalui pendekatan komunitas dan intervensi sosial. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, observasi lapangan, dan wawancara mendalam dengan stakeholder terkait, termasuk pengelola UPTD Kampung Anak Negeri, pengembang SI TALAS, serta anak-anak dan keluarga penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara teknologi (SI TALAS) dan inovasi sosial (INCIP KOLAK KANRI) membentuk ekosistem kolaboratif yang efektif dalam mendukung pemenuhan hak anak, memperkuat sistem pengawasan partisipatif, serta meningkatkan inklusivitas layanan publik berbasis data. Integrasi ini juga mendorong sinergi antaraktor, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat sipil, hingga dunia usaha, dalam mewujudkan visi Kota Surabaya sebagai kota yang aman, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan anak. Temuan ini merekomendasikan penguatan kapasitas digital, pendampingan sosial berkelanjutan, serta penyusunan regulasi kolaboratif sebagai prasyarat utama dalam replikasi dan perluasan model kolaborasi serupa di kota-kota lain di Indonesia