E-Jurnal UMNAW (Universitas Muslim Nusantara Al Washliya)
Not a member yet
2157 research outputs found
Sort by
NILAI MORAL DALAM NOVEL SEBENING SENJA KARYA NAWANK WULAN
Pembelajaran karya sastra pada jenjang SMA memiliki jenis yang beragam, salah satunya ialah novel yang dipelajari di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai moral dalam novel Sebening Senja karya Nawank Wulan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan metode deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah nilai moral dalam novel Sebening Senja. Data yang di analisis dalam penelitian ini berupa kalimat atau kutipan teks yang berkaitan dengan nilai moral. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, dilanjutkan dengan teknik lanjutan yakni baca dan catat. Teknik analisis data menggunakan analisis isi, sedangkan teknik keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Temuan nilai moral pada novel Sebening Senja karya Nawank Wulan yakni 20 data terkait nilai moral manusia dengan Tuhan, 5 data terkait nilai moral manusia dengan diri sendiri, dan 20 data terkait nilai moral manusia dengan manusia lain. Temuan dalam penelitian ini bisa digunakan siswa sebagai pembelajaran di sekolah, sehingga siswa dapat mengimplementasikan nilai-nilai moral pada novel Sebening Senja dalam kehidupan sehari-hari
Peningkatan Usaha Bolu Bakery Kreasi Delis Melalui Penambahan Fasilitas Produksi, Packaging Produk, Dan Pelatihan Pembukuan Sederhana Di Kelurahan Sitirejo Iii Kecamatan Medan Amplas Kota Medan Propinsi Sumatera Utara
This bakery sponge business started in 2020 during Covid 19 This business stems from Mrs Desi's ability / talent in making various kinds of sponge ranging from pandan sponge, brownies, cupcakes, black sticky rice sponge, original sponge as well as to help the family economy. This business began to be known by the surrounding community from mouth to mouth promotion because consumers were satisfied with the taste of the sponge cake and also the affordable selling price. Currently, sponge cake production is based on orders. The aim of PKM is to empower MSMEs in the Aneka sponge business sector with production problems, packaging, determining and calculating selling prices and preparing financial reports. The method used is a survey to partners with interviews. The results of PKM activities are that partners get additional production equipment in the form of mxer and standing ovens. Partners get an understanding of good packaging for health, training in determining product selling prices, training in preparing simple financial reports.Usaha bolu bakery ini dimulai pada tahun 2020 pada saat terjadinya Covid 19 Usaha ini bermula dari kemampuan/talenta Ibu Desi dalam membuat aneka ragam bolu mulai dari bolu pandan, brownies, cupcake, bolu ketan hitam, bolu original selain juga untuk membantu perekonomian keluarga. Usaha ini mulai dikenal masyarakat sekitar dari promosi mouth to mouth (mulut ke mulut) karena konsumen merasa puas dengan cita rasa bolu dan juga harga jualnya yang terjangkau. Saat ini produksi bolu didasarkan pada pesanan. Tujuan PKM adalah pemberdayaan terhadap UMKM bidang usaha Aneka bolu dengan permasalahan produksi, packaging , penentuan dan perhitungan harga jual dan penyusunan laporan keuangan. Metode yang dilakukan adalah survey kepada mitra dengan interview. Hasil Kegiatan PKM adalah mitra mendapatkan penambahan alat produksi berupa mxer dan oven standing. Mitra mendapatkan pemahaman tentang kemasan yang baik untuk kesehatan, pelatihan penentuan harga jual produk, pelatihan penyusunan laporan keuangan sederhan
Pendampingan Manajemen Budidaya Kambing Biri-Biri Sebagai Upaya Ketahanan Pangan Desa Bakaran Batu, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peternak dalam menerapkan manajemen budidaya kambing biri-biri secara optimal sebagai strategi penguatan ketahanan pangan lokal di Desa Bakaran Batu, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang. Permasalahan yang dihadapi masyarakat mitra antara lain rendahnya pengetahuan teknis budidaya, belum optimalnya sistem pakan, serta minimnya upaya pencegahan penyakit ternak. Pendampingan dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan pelatihan teknis, demonstrasi lapang, dan evaluasi rutin terhadap aspek manajemen kandang, pakan, dan kesehatan ternak. Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan signifikan dalam praktik manajemen budidaya. Pada aspek manajemen kandang, peternak mulai menerapkan sanitasi rutin, desain kandang berlantai panggung, dan ventilasi yang baik. Di bidang manajemen pakan, peternak mampu memanfaatkan limbah pertanian setempat untuk pembuatan pakan fermentasi, sehingga menurunkan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi pemberian pakan. Pada aspek kesehatan ternak, peternak mulai memahami pentingnya vaksinasi, pemberian obat cacing berkala, serta penerapan biosekuriti dasar untuk mencegah penyakit menular. Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi manajemen budidaya berbasis edukasi dan pemberdayaan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan rumah tangga dan komunitas. Dengan demikian, model pendampingan ini berpotensi direplikasi di wilayah pedesaan lainnya dengan karakteristik serupa.This community service activity aims to increase the capacity of farmers in implementing optimal management of biri-biri goat farming as a strategy to strengthen local food security in Bakaran Batu Village, Batang Kuis District, Deli Serdang Regency. Problems faced by partner communities include low technical knowledge of cultivation, not optimal feed systems, and minimal efforts to prevent livestock diseases. Assistance is carried out through a participatory approach involving technical training, field demonstrations, and regular evaluations of aspects of cage management, feed, and animal health. The results showed significant improvements in farm management practices. In the aspect of cage management, farmers began to apply routine sanitation, stage-floored cage design, and good ventilation. In feed management, farmers were able to utilize local agricultural waste to make fermented feed, thereby reducing production costs and improving feeding efficiency. In terms of animal health, farmers began to understand the importance of vaccination, periodic deworming, and the application of basic biosecurity to prevent infectious diseases. This activity proves that cultivation management interventions based on education and empowerment can significantly contribute to household and community food security. Thus, this mentoring model has the potential to be replicated in other rural areas with similar characteristics
Pop Up Book Cerita Rakyat Sebagai Sarana Literasi untuk Anak-Anak Sanggar Genius Ar Rasyid dengan Teknik Read Aloud
In the midst of efforts to build a literacy culture, Sanggar Genius Ar Rasyid has actually become a warm space for children to learn and grow. However, the post-pandemic reality shows a significant decline in their interest in reading. Children began to visit rarely. The atmosphere of reading becomes monotonous, activities feel less interesting, and the available facilities are not able to provoke their curiosity. Many of them feel bored, and the spirit of literacy is slowly fading. Seeing this condition, there is an awareness that children need something more than just books and ordinary reading. They need a touch of imagination, color, and lively engagement. So, the solution offered is to present Pop-Up Book media with the theme of folklore, combined with the read aloud technique, a way of reading stories that bring words to life through intonation, expression, and warm interaction. Training on making Pop-Up Books for studio administrators is also the starting point for change. The results were encouraging: the creativity of the administrators increased, fresh ideas popped up, and most importantly, the children were excited again. They not only read, but also hear, imagine, remember, and share stories together. The reading aloud technique makes reading moments more personal, builds closeness, and fosters a sense of love for books. Now, reading is no longer a boring activity. 
Analisis Perbandingan Strategi Pemasaran Secara Online Dan Offline Pada UMKM Dewfh Dimsum Di Sidoarjo
This study aims to analyze and compare the effectiveness of online and offline marketing stratgeies implemented by UMKM Dewfh Dimsum in Sidoarjo. In facing increasingly competitive market competition, Dwefh Dimsum combines both marketing approaches to reach consumers more widely. This study uses a descriptive qualitive method with data collection techniques through interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that online marketing strategies excel in terms of wide market reach and cost efficiency, while offline strategies are more effective in building personal relationships and customer loyalty. The combination of the two has proven to be an optiomal approach in improving the performance of UMKM business. The findings provide insight for culinary enterpreneurs in designing adaptive and responsive marketing strategies to market dynamics in the digital era.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas strategi pemasaran online dan offline yang diterapkan oleh UMKM Dewfh Dimsum di Sidoarjo. Dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin kompetitif, Dewfh Dimsum menggabungkan kedua pendekatan pemasaran untuk menjangkau konsumen secara lebih luas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran online unggul dalam hal jangkauan pasar yang luas dan efisiensi biaya, sementara strategi offline lebih efektif dalam membangun hubungan personal dan loyalitas pelanggan. Kombinasi keduanya terbukti menjadi pendekatan yang optimal dalam meningkatkan kinerja bisnis UMKM. Temuan ini memberikan wawasan bagi pelaku usaha kuliner dalam merancang strategi pemasaran yang adaptif dan responsif terhadap dinamika pasar di era digital
Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Berbasis Kolaboratif
The village is the smallest governmental organization that possesses autonomy in managing its governance, commonly referred to as village autonomy. This autonomy serves as a means for all components involved in village governance—both the village government and other community elements—to synergize in implementing development within the village. However, at present, village governance is not yet fully carried out in synergy with all elements within the village. This situation underlies our initiative to conduct outreach on the importance of synergy or collaboration in the implementation of village governance. Our activities were carried out through lectures, discussions, and legal consultations. Based on the outreach we conducted, village governance, particularly in Sembalun Village, has not been collaborative. This is due to a lack of understanding among the components of village governance regarding the duties and roles of the community as part of the governance system, including the various forms of participation they can offer. Therefore, we provide recommendations based on our outreach, suggesting that all forms of governmental and developmental activities in the village should involve community participation in their implementation
Implementasi Delapan Prinsip The-C Wheel Pada Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Modul Bahasa Arab di Madrasah Diniyah Takmiliyah Al-Khoeriyyah
This community service program was initiated to respond to the needs of Madrasah Diniyah Takmiliyah Al-Khoeriyyah in Desa Linggaraja, a 3T (underdeveloped, frontier, and outermost) area where access to quality English education is limited. The main issue faced by the partner was the absence of English instruction due to curriculum constraints and a lack of qualified teachers. Parents expressed concern over their children's struggles with English at the secondary level. To address this, the program aimed to develop an English learning module integrated with the existing Arabic curriculum by implementing the eight principles of The-C Wheel: context, connection, coherence, challenge, curiosity, care, community, and creativity. The methods included institutional analysis, module development based on daily-used Arabic materials, teacher assistance using Google Translate, classroom teaching by the service team, and guided teaching simulations. Results indicated improved teacher engagement, increased student enthusiasm, and the successful creation of a copyrighted English module. In conclusion, the program effectively enhanced English instruction in a religious-based educational setting and is expected to serve as a replicable model for similar institutions in rural areas.Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan Madrasah Diniyah Takmiliyah Al-Khoeriyyah yang terletak di Desa Linggaraja, sebuah daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) yang memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan Bahasa Inggris yang berkualitas. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah tidak adanya pembelajaran Bahasa Inggris akibat keterbatasan kurikulum dan kurangnya tenaga pengajar yang kompeten. Para orang tua mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap kesulitan anak-anak dalam mengikuti pelajaran Bahasa Inggris di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Untuk mengatasi hal tersebut, program ini bertujuan mengembangkan modul pembelajaran Bahasa Inggris yang terintegrasi dengan kurikulum Bahasa Arab yang sudah ada, dengan menerapkan delapan prinsip The-C Wheel: konteks, keterkaitan, koherensi, tantangan, rasa ingin tahu, kepedulian, komunitas, dan kreativitas. Metode pelaksanaan mencakup analisis lembaga, pengembangan modul berbasis materi Bahasa Arab sehari-hari, pelatihan guru menggunakan Google Translate, pengajaran di kelas oleh tim pengabdi, serta simulasi pengajaran oleh guru. Hasil menunjukkan peningkatan keterlibatan guru, antusiasme siswa yang lebih tinggi, dan terciptanya modul Bahasa Inggris yang telah memiliki hak cipta. Kesimpulannya, program ini berhasil meningkatkan pembelajaran Bahasa Inggris dalam lingkungan pendidikan berbasis agama dan berpotensi menjadi model yang dapat diterapkan di lembaga serupa di daerah pedesaan
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN QR CODE BERBASIS CANVA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA
This study aims to determine the effectiveness of QR Code-based Canva learning media in improving students' learning outcomes in Accounting subjects. The research subjects were 20 students of class XI AKL at SMK Al-Washliyah 3 Medan. This study used a quantitative method with a pre-experimental design (one group pretest-posttest). Data were obtained through tests conducted before and after the treatment and analyzed using a paired sample t-test. The results showed a significant increase in students’ average scores, from 67.50 (pretest) to 89.25 (posttest), with a difference of 21.75 points and a significance value of p < 0.001. These findings indicate that QR Code-based Canva media is effective in improving students’ learning outcomes.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran QR Code berbasis Canva dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas XI AKL SMK Al-Washliyah 3 Medan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimen (one group pretest-posttest). Data diperoleh melalui tes sebelum dan sesudah perlakuan, lalu dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai rata-rata siswa, dari 67,50 (pretest) menjadi 89,25 (posttest), dengan selisih 21,75 poin dan nilai signifikansi p < 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa media QR Code berbasis Canva efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa
Pengaruh Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 Terhadap Pengendalian Kualitas Pada PT ABC
Selain melakukan pengendalian mutu, perusahaan juga harus tetap menjunjung standar mutu tertentu. Banyak kalangan terutama yang bergerak di bidang bisnis atau wirausaha kini menganggap Organization For Standardization atau ISO sebagai standar dunia yang dibutuhkan. Meskipun ISO 9001:2015 telah diterapkan secara menyeluruh, namun penerapan sistem manajemen mutu secara keseluruhan masih belum sempurna. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 akan memberikan pengaruh terhadap pengendalian mutu PT ABC. Penelitian ini menggunakan SPSS25 sebagai alat uji perhitungan analisis regresi linier berganda. Dengan menggunakan pendekatan survei, penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kuantitatif. Sebanyak 38 responden diberikan kuesioner. Hasil penelitian berdasarkan uji regresi linier berganda, secara simultan variabel Konteks Organisasi (X1), Kepemimpinan (X2), Perencanaan (X3), Dukungan (X4), Operasi (X5), Evaluasi Kinerja (X6), dan Peningkatan (X7) memberikan pengaruh yang baik dan substansial terhadap pengendalian mutu PT ABC. Sementara itu, pengendalian kualitas PT ABC sebagian besar tidak terpengaruh oleh Konteks Organisasi, Kepemimpinan, Perencanaan, Dukungan, Operasi dan Peningkatan, tapi secara positif dan signifikan dipengaruhi oleh Evaluasi Kinerja.In addition to conducting quality control, companies must also continue to uphold certain quality standards. Many people, especially those engaged in business or entrepreneurship, now consider the Organization For Standardization or ISO as the world standard needed. Although ISO 9001:2015 has been implemented comprehensively, the implementation of the overall quality management system is still not perfect. Thus, the purpose of this study is to determine whether the implementation of the ISO 9001:2015 quality management system will have an impact on PT ABC's quality control. This study uses SPSS25 as a test tool for calculating multiple linear regression analysis. By using a survey approach, this study is included in the quantitative research category. A total of 38 respondents were given questionnaires. The results of the study based on multiple linear regression tests, simultaneously the variables Organizational Context (X1), Leadership (X2), Planning (X3), Support (X4), Operations (X5), Performance Evaluation (X6), and Improvement (X7) have a good and substantial influence on PT ABC's quality control. Meanwhile, PT ABC's quality control is largely unaffected by Organizational Context, Leadership, Planning, Support, Operations and Improvement, but is positively and significantly influenced by Performance Evaluation
Pengaruh Produk, Promosi Dan Proses Terhadap Keputusan Konsumen Pada Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Medan
Increased attention to workers in Indonesia through various guarantee claims such as Old Age Security, Death, Work Accidents, Pensions, and Job Loss, by prioritizing the condition of the community as part of self-protection continues to be developed by the Medan In its function as the Social Security Organizing Agency, the City Branch of BPJS Employment is responsible for providing socioeconomic protection to the community in accordance with the state's budgetary capability. This study aims to ascertain how products, promotions, and procedures affect consumer choices at the BPJS Employment Office in Medan City. Which variable is more dominating, then? The dependent variable (Y) is consumer decisions, whereas the independent variables (X) are product (X1), promotion (X2), and process (X3). By examining the magnitude of the regression coefficient, the results of the multiple correlation test (R), the results of the multiple determination coefficient test, and the results of the partial coefficient test (r), the research method, which employs quantitative descriptive analysis, concluded that each variable (X) can have an impact on the variable (Y). With the use of the SPSS software application, the quantitative approach analyzes data using statistical procedures and numbers. The output of this research is published in the Journal Online System (OJS). With this, the researcher is interested in raising the research title "The Influence of Products, Promotions and Processes on Consumer Decisions at the Medan City BPJS Employment Office".Perhatian yang meningkat terhadap para pekerja di Indonesia diwujudkan melalui berbagai klaim jaminan seperti Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan, dengan mengutamakan kondisi masyarakat sebagai bagian dari perlindungan diri yang terus dikembangkan oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kota Medan. Dalam fungsinya sebagai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kota Medan bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan sosial ekonomi kepada masyarakat sesuai dengan kemampuan anggaran negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh produk, promosi, dan prosedur Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Medan terhadap keputusan konsumen. Variabel manakah yang lebih dominan? Variabel dependen (Y) adalah keputusan konsumen, sedangkan variabel independen (X) adalah produk (X1), promosi (X2), dan proses (X3). Metodologi penelitian ini menggunakan hasil analisis regresi berganda dan analisis deskriptif kuantitatif. Dilihat dari besarnya koefisien regresi, hasil uji korelasi berganda (R), uji koefisien determinasi berganda, dan uji koefisien parsial (r), maka dapat disimpulkan bahwa masing-masing variabel (X) dapat memberikan pengaruh terhadap variabel (Y). Dengan penggunaan aplikasi perangkat lunak SPSS, pendekatan kuantitatif memanfaatkan angka dan teknik analisis data statistik. Luaran dari Penelitian ini diterbitkan pada Journal Online System (OJS). Dengan ini peneliti tertarik mengangkat judul penelitian “Pengaruh Produk, Promosi Dan Proses Terhadap Keputusan Konsumen Pada Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Medan”