E-Jurnal UMNAW (Universitas Muslim Nusantara Al Washliya)
Not a member yet
2157 research outputs found
Sort by
Peningkatan Kesadaran Ekologis Dan Pemecahan Masalah Melalui Pembelajaran Autentik Interdisipliner Dengan Pemanfaatan Sungai Sebagai Sumber Belajar
The problem of low ecological awareness among students and the community and the limited application of contextual learning in schools are challenges in 21st century education that demands concern for the environment and critical thinking skills. This community service activity aims to increase ecological awareness and problem-solving skills through the application of interdisciplinary authentic learning by utilizing rivers as a learning resource. The method of implementing the activity uses the Participatory Action Research (PAR) approach which involves the active participation of students, community service teams and the community in all stages of the activity, starting from problem identification, planning, action implementation, reflection, to evaluation. The activity begins with observation and focus group discussions to identify river problems. Furthermore, teacher training is carried out on interdisciplinary authentic learning, mentoring in the development of teaching tools, and the implementation of project-based learning in the river environment. The results of the activity show an increase in teacher understanding in designing contextual learning, active involvement of students in collecting data and compiling environmental solutions, and the emergence of community awareness of the importance of river conservation. Joint reflection confirms that learning based on real problems is able to build concern, collaboration, and ecological literacy in various parties. From this activity, it was concluded that rivers as an effective learning resource are used to build meaningful learning, strengthen 21st century skills, and encourage sustainable environmental action through a community-based collaborative approach.Permasalahan rendahnya kesadaran ekologis di kalangan mahasiswa dan masyarakat serta terbatasnya penerapan pembelajaran kontekstual di sekolah menjadi tantangan dalam pendidikan abad ke-21 yang menuntut kepedulian terhadap lingkungan dan kemampuan berpikir kritis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ekologis dan keterampilan pemecahan masalah melalui penerapan pembelajaran autentik interdisipliner dengan memanfaatkan sungai sebagai sumber belajar. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan partisipasi aktif mahasiswa, tim pengabdi dan masyarakat dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi masalah, perencanaan, implementasi aksi, refleksi, hingga evaluasi. Kegiatan diawali dengan observasi dan diskusi kelompok terfokus untuk mengidentifikasi permasalahan sungai. Selanjutnya dilakukan pelatihan guru mengenai pembelajaran autentik interdisipliner, pendampingan pengembangan perangkat ajar, serta implementasi pembelajaran berbasis proyek di lingkungan sungai. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru dalam merancang pembelajaran kontekstual, keterlibatan aktif siswa dalam pengumpulan data dan penyusunan solusi lingkungan, serta munculnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian sungai. Refleksi bersama mengonfirmasi bahwa pembelajaran yang berbasis masalah nyata mampu membangun kepedulian, kolaborasi, dan literasi ekologi di berbagai pihak. Dari kegiatan ini disimpulkan bahwa sungai sebagai sumber belajar efektif digunakan untuk membangun pembelajaran yang bermakna, memperkuat keterampilan abad ke-21, dan mendorong aksi lingkungan yang berkelanjutan melalui pendekatan kolaboratif berbasis komunitas
Eksplorasi Pelaksanaan Tupoksi KUA Medan Kota Dalam Sosialisasi Kepada Masyarakat
The Office of Religious Affairs (KUA) has the primary duty and function of providing religious services to the community, including matters related to marriage, religious guidance, and the dissemination of Islamic policies. This article aims to analyze the implementation of the main duties and functions (Tupoksi) of KUA Medan Kota in conducting socialization efforts within the community. The research method used is a qualitative approach, with data collection techniques including interviews, observations, and document studies. The findings indicate that KUA Medan Kota is actively engaged in socialization efforts through various programs, such as premarital counseling, religious outreach, and Islamic legal awareness initiatives
Sosialisasi Manfaat Eco Enzyme Sebagai Solusi Ramah Lingkungan Dalam Pengelolahan Limbah Organik di SD Negeri 105327 Pardamean
Abstract
The accumulation of organic waste and the excessive use of chemical fertilizers represent significant environmental problems in Indonesia. Eco Enzyme emerges as an innovative solution, offering a sustainable alternative for organic waste management and fertilization. A socialization and training program on Eco Enzyme production was conducted at SD Negeri 105327 Pardamean, Tanjung Morawa District, involving 15 practitioners. The methods employed included material presentations and practical training in Eco Enzyme production from vegetable and fruit waste. The program's evaluation was conducted by comparing pre-test and post-test results. The evaluation results showed an 81.3% increase in participants' understanding and skills after attending the socialization and training. This indicates the effectiveness of the activity in enhancing participants' knowledge and ability to independently produce Eco Enzyme in household settings. It is expected that this activity can positively contribute to improved organic waste management and reduce reliance on synthetic chemical fertilizers.Abstrak
Penumpukan sampah organik dan penggunaan pupuk kimia yang berlebihan merupakan permasalahan lingkungan yang signifikan di Indonesia. Eco Enzyme hadir sebagai solusi inovatif yang menawarkan alternatif pengelolaan limbah organik dan pemupukan yang berkelanjutan. Sosialisasi dan pelatihan pembuatan Eco Enzyme telah dilaksanakan di SD Negeri 105327 Pardamean, Kecamatan Tanjung Morawa, dengan melibatkan 15 orang praktisi. Metode yang digunakan meliputi presentasi materi dan pelatihan praktis pembuatan Eco Enzyme dari limbah sayuran dan buah-buahan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan sebesar 81,3% pada peserta setelah mengikuti sosialisasi dan pelatihan. Hal ini mengindikasikan efektivitas kegiatan dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta untuk memproduksi Eco Enzyme secara mandiri di lingkungan rumah tangga. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengelolaan limbah organik yang lebih baik dan mengurangi ketergantungan pada penggunaan pupuk kimia sintetis
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF (COLLABORATIVE LEARNING) TERHADAP HASIL BELAJAR AKUNTANSI
This study aims to determine the effect of the application of collaborative learning models on the accounting learning outcomes of class X AKL students of SMK Swasta Tunas Karya Batang Kuis in the academic year 2024/2025. This study uses a quantitative research type. The population in this study were all class X AKL students of SMK Swasta Tunas Karya Batang Kuis. The sample of this study was 28 class X AKL students. The data collection technique in this study used a questionnaire method and a set of economic material test questions. Based on the results of data analysis, the t-count value was obtained at 339.93 while the t-table value at the significance level was 2.056. Because t-count > t-table (339.93 >2.056), the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) is accepted, which means that there is a significant influence between the collaborative learning model and student learning outcomes.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kolaboratif terhadap hasil belajar akuntansi siswa kelas X AKL SMK Swasta Tunas Karya Batang Kuis T.A 2024/2025. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas X AKL SMK Swasta Tunas Karya Batang Kuis. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas X AKL yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket dan seperangkat soal tes materi ekonomi. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh nilai thitung sebesar 339,93 sedangkan besarnya ttabel pada taraf signifikansi adalah sebesar 2,056. Karena thitung > ttabel (339,93 > 2,056), maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternative (Ha) diterima yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran kolaboratif terhadap hasil belajar siswa
Analisis SWOT Dalam Meningkatkan Daya Saing Warung Giri Jogja di Platform GoFood
Industri layanan pesan-antar makanan di Indonesia berkembang pesat seiring dengan adopsi teknologi digital dan perubahan pola konsumsi masyarakat. GoFood, sebagai salah satu layanan utama dalam ekosistem Gojek, memberikan peluang bagi UMKM kuliner untuk memperluas jangkauan pasar. Namun, persaingan bisnis yang ketat dan kurangnya pemanfaatan fitur promosi masih menjadi tantangan bagi banyak pelaku usaha, termasuk Warung Giri Jogja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing Warung Giri Jogja di GoFood menggunakan pendekatan SWOT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan pemilik usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama Warung Giri Jogja terletak pada harga kompetitif dan kualitas rasa yang konsisten, sementara kelemahannya adalah kurangnya pemahaman terhadap strategi pemasaran digital. Peluang yang tersedia meliputi pertumbuhan pasar layanan pesan-antar dan dukungan fitur promosi dari GoFood, sedangkan ancamannya adalah persaingan dengan warung makan yang lebih besar dan lebih dikenal. Untuk meningkatkan daya saing, Warung Giri Jogja perlu mengoptimalkan strategi pemasaran digital, memanfaatkan fitur promosi GoFood, serta meningkatkan brand awareness.The food delivery service industry in Indonesia has grown rapidly due to digital technology adoption and changing consumer behavior. GoFood, as one of the leading services within the Gojek ecosystem, provides opportunities for culinary MSMEs to expand their market reach. However, intense business competition and the lack of promotional feature utilization remain challenges for many businesses, including Warung Giri Jogja. This study aims to analyze Warung Giri Jogja’s competitiveness on GoFood using a SWOT approach. The research employs a qualitative descriptive method, collecting data through observation and interviews with the business owner. The findings indicate that Warung Giri Jogja’s main strengths lie in its competitive pricing and consistent food quality, while its weakness is the lack of understanding of digital marketing strategies. Opportunities include the growing food delivery market and promotional support from GoFood, whereas threats come from competition with larger and more established eateries. To enhance its competitiveness, Warung Giri Jogja needs to optimize digital marketing strategies, utilize GoFood’s promotional features, and improve brand awareness
Pengaruh Peer To Peer Lending Dan Literasi Keuangan Terhadap Kinerja Keuangan UMKM Di Kota Semarang
The relationship between peer to peer lending and financial literacy has a primary function by influencing the financial performance of MSMEs in Semarang City. On the one hand, peer to peer lending provides financing options that are more easily accessible to MSMEs who often have difficulty in obtaining formal loans. However, without adequate financial literacy, MSME actors are at risk of mismanaging loans, such as choosing products with high interest rates or being unable to prepare a good payment plan. This can lead to financial problems such as bad debts or liquidity crises that hinder business growth. This study focuses on the analysis of the influence of peer to peer lending and financial literacy on the performance of MSMEs in Semarang City. The quantitative method with an explanatory research approach was chosen to describe the relationship between the variables studied precisely. The population in this study consisted of culinary MSMEs in Semarang City with a total of 3,291 with a sample of 100 MSMEs with the criteria of having been in business for more than 3 years with a minimum of 2 employees. The analysis shows that peer to peer lending and financial literacy have a significant impact on the financial performance of MSMEs in Semarang City and it is hoped that business actors can take part in financial training or education so that they can design capital management strategies, maximize the use of resources, and reduce financial risks more efficiently.Hubungan antara peer to peer lending dan literasi keuangan memiliki peran penting dalam memengaruhi kinerja keuangan UMKM di Kota Semarang. Di satu sisi, peer to peer lending memberikan alternatif pembiayaan yang lebih mudah diakses oleh UMKM yang seringkali kesulitan memperoleh pinjaman dari lembaga keuangan formal. Namun, tanpa literasi keuangan yang memadai, pelaku UMKM berisiko salah dalam mengelola pinjaman, seperti memilih produk dengan bunga tinggi atau tidak mampu menyusun rencana pembayaran yang baik. Hal ini dapat berujung pada masalah keuangan seperti kredit macet atau krisis likuiditas yang menghambat pertumbuhan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peer to peer lending dan literasi keuangan terhadap kinerja keuangan bagi UMKM yang ada di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan explanatory research sebagai pilihan yang tepat untuk menjelaskan hubungan antar variabel yang diteliti. Populasi dalam penelitian ini berupa UMKM bidang kuliner di Kota Semarang dengan jumlah 3.291 dengan sampel 100 UMKM dengan kriteria telah menjalani usaha selama 3 tahun lebih dengan minimal 2 karyawan. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara peer to peer lending dan literasi keuangan terhadap kinerja keuangan UMKM di Kota Semarang dan diharapkan pelaku usaha dapat mengikuti pelatihan atau pendidikan keuangan agar dapat merancang strategi pengelolaan modal, memaksimalkan penggunaan sumber daya, dan mengurangi risiko keuangan dengan lebih efisien
SOSIALISASI STRATEGI PENGELOLAHAN SUMBER DAYA MANUSIA BERBASIS DIGITAL MARKETING PADA PELAKU UMKM
Laporan KKN ini bertujuan adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat desa Talang Pauh, tentang digital marketing dan bagaimana hal itu dapat diterapkan dalam pengelolaan SDM Desa Talang Pauh, metode kualitatif, digunakan dengan kegiatan sosialisasi ,kepada masyarakat. Karena pertumbuhan ekonomi suatu wilayah sering terhambat oleh kualitas SDM yang rendah. Temuan menunjukkan bahwa penerapan digital marketing, yang dapat meningkatan efisiensi dan jangkauan pasar yang lebih luas di kalangan masyarakat desa Talang Pauh. Oleh karena itu, untuk membantu UMKM meningkatkan produktivitas dan beradaptasi dengan perubahan, diperlukan strategi pengelolaan SDM yang berbasis digital marketing. Kegiatan ini berfokus pada pengembangan SDM di sektor UMKM melalui sosialisasi di Desa Talang Pauh. Hasilnya diharapkan dapat memberikan informasi tentang metode yang berguna untuk mengembangkan UMKM di era digital saat ini
Sosialisasi Strategi Mewirausahakan Birokrasi Guru SMP Swasta Bakti II
Kegiatan PKM ini dilaksanakan sebagai tugas Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat yang sekaligus merupakan bagian dari tugas pelaksanaan dosen. Kegiatan PKM ini dilaksanakan untuk membantu pengembangan mewirausahakan birokarasi pada Guru Smp Swasta Bakti II. tujuan diadakannya PKM ini untuk memberikan penyuluhan kepada pihak sekolah dan para guru untuk mengembangkan Kewirausahaan untuk birokrasi sekolah tersebut dimana dengan adanya birokrasi yang mandiri maka memudahkan pihak sekolah untuk berkembang kearah yang lebih baik lagi. Permasalahan yang sering terjadi dimana para guru kurang memahami cara berwirausaha sehingga belum terciptanya birokrasi yang mandiri yang mendukung kemajuan sekolah. Dengan terciptanya birokrasi yang mandiri maka memudahkan para guru untuk mandiri dan berwirausaha sejak dini selain itu untuk mendukung kemajuan sekolah. Maka disini Guru sebagai mitra dan media pembelajaran siswa/i Smp Swasta Bakti II untuk mengajarkan kreativitas siswa sejak dini. Metode pendekatan yang ditawarkan untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan metode ceramah dan metode diskusi kepada para guru dan pihak sekolah.
Hasil yang telah dilakukan dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini diantaranya adalah memberikan pemahaman mengenai mewirausahakan birokrasi guru SMP Bakti II agar menjadi birokrasi yang mandiri.
 
Peran Guru Dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Siswa Di SD 094153
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa di SD 094153. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen terkait pembelajaran membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai fasilitator, motivator, dan evaluator dalam proses pembelajaran membaca. Guru menggunakan berbagai strategi, seperti pembelajaran berbasis permainan, pendekatan individual, dan penggunaan media interaktif untuk meningkatkan minat dan kemampuan membaca siswa. Faktor-faktor pendukung keberhasilan meliputi keterlibatan orang tua, ketersediaan sumber belajar, dan pelatihan guru. Namun, tantangan seperti keterbatasan waktu dan fasilitas juga ditemukan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan yang inovatif dan kolaboratif oleh guru dapat secara signifikan meningkatkan keterampilan membaca siswa. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pelatihan guru dan dukungan dari berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif
Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Siklus Penjualan PT Asaindo Jaya Persada Perumahan Star Land Regency
This study aims to analyze the implementation of Accounting Information Systems (AIS) in the sales cycle at PT Asaindo Jaya Persada, a real estate company located in Sidoarjo. With the rapid development of information technology, AIS has become an essential element in assisting companies in recording, processing, and presenting financial information efficiently. This research identifies the challenges faced by the company in managing the sales cycle, which includes various stages from promotion to the handover of housing units. The research employs a qualitative method, with data collection through semi-structured interviews and analysis of documents related to the sales cycle. The findings indicate that although the sales cycle at PT Asaindo Jaya Persada operates systematically, there are obstacles such as delays in the collection and processing of mortgage documents and a lack of coordination among the marketing team, financial staff, and banks. To address these challenges, the study recommends digitalization of processes and consumer education as solutions to enhance efficiency and customer satisfaction. Additionally, suggestions for future research include conducting quantitative studies to evaluate the efficiency of AIS in the sales cycle and integrating more advanced digital technologies to improve transparency and accountability. With these measures, it is hoped that PT Asaindo Jaya Persada can enhance its sales cycle performance and achieve better business objectives