E-Jurnal UMNAW (Universitas Muslim Nusantara Al Washliya)
Not a member yet
2157 research outputs found
Sort by
PEMBUAHAN PADA ENTRES MUTAN SINAR GAMMA JERUK VARIETAS SIAM MADU (Citrus nobilis Lour) DENGAN PERLAKUAN PUPUK NANO NUTRIEN
Upaya perbaikan kualitas dan kuantitas buah dapat dilakukan dengan induksi mutasi menggunakan radiasi sinar gamma dan pupuk nano nutrien. Penelitian dilaksanakan mulai 3 Maret sampai 31 Agustus 2023. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Kebun Jeruk Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Rancangan terdiri dari 2 faktor yaitu dosis sinar gamma (0 Gy, 50 Gy, 60 Gy) dan dosis pupuk nano nutrien (0, 1 ml/l, 2 ml/l, 3 ml/l). Hasil penelitian menunjukan pada dosis sinar gamma 50 Gy dihasilkan jumlah bunga 24 kuntum, jumlah buah 21 buah, satu sampel buah dengan diameter buah 6,26 cm dan berat buah 127 g. Perlakuan dosis sinar gamma 60 Gy dihasilkan jumlah biji 7 butir. Perlakuan sinar gamma 50 Gy dan perlakuan dosis pupuk nano nutrien 2 ml/l disemprot + 1 ml/l volume 5 l dikocor pada pohon 1 memiliki ukuran buah yang lebih besar dari perlakuan dosis pupuk nano nutrien dan dosis sinar gamma yang lainnya
TINGKAT PENAWARAN BAWANG MERAH DI KOTA MEDAN, SUMATERA UTARA
Bawang merah (Allium ascalonicum L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang memiliki peran penting dalam dunia kuliner, terutama sebagai bumbu masakan yang esensial. Sebagai penguat rasa, bawang merah sering kali menjadi bahan utama dalam berbagai hidangan. Selain fungsi kulinernya, bawang merah juga dikenal sebagai sumber makanan yang kaya akan nutrisi, di mana ia memiliki kandungan kalori rendah namun kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Untuk melakukan penelitian terkait bawang merah di Sumatera Utara, data yang relevan dari tahun 2018 hingga 2021 perlu dikumpulkan, meliputi luas areal panen, produktivitas, dan harga bawang merah. Data ini dapat diperoleh dari instansi terkait seperti Dinas Pertanian Sumatera Utara dan Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. Hasil analisis menunjukkan bahwa luas panen, produktivitas, dan harga bawang merah tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penawaran di daerah tersebut. Selain itu, nilai elastisitas penawaran bawang merah terhadap harga juga terbukti bersifat inelastis, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
 
FORMULASI, EVALUASI, DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SABUN PADAT NANOEKSTRAK BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) TERHADAP Staphylococcus aureus
Nanopartikel merupakan salah satu hasil dari teknologi nano yang berkembang pesat. Sabun dapat digunakan untuk mengatasi penyakit, seperti penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri dan jamur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memutus ikatan protein pada bakteri sehingga dapat menghambat pertumbuhan dan aktivitas antibakteri sediaan sabun padat terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan rancangan True Experimental Design. Tahapan penelitian meliputi pembuatan ekstrak, pembuatan nano ekstrak, skrining fitokimia, pembuatan sabun padat, dan evaluasi mutu fisik sabun padat yang terdiri dari uji organoleptik, uji pH, uji stabilitas, uji kekerasan, dan uji daya bersih. Serta uji aktivitas antibakteri sabun padat terhadap Staphylococcus aureus dengan masing-masing konsentrasi yaitu F1 (Blanko), F2 (1,25%), dan F3 (12,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak mahkota nanas mengandung senyawa kimia berupa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan glikosida. Hasil pengujian ukuran partikel menunjukkan bahwa nano ekstrak memiliki ukuran 76 nm. Aktivitas antibakteri sabun padat terhadap Staphylococcus aureus menunjukkan bahwa pada konsentrasi F1 memiliki efektivitas yang kuat dengan diameter zona hambat sebesar 13,61 mm; pada konsentrasi F2 juga menunjukkan efektivitas yang kuat dengan diameter zona hambat sebesar 16,46 mm; dan pada konsentrasi F3 menunjukkan efektivitas yang kuat dengan diameter zona hambat sebesar 19,38 mm dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus.
Kata kunci: Nano ekstrak, Mahkota Nanas, Antibakteri, Sabun Pada
TRANSFORMASI PERAN PENDIDIKAN DALAM MOBILITAS DAN STRATIFIKASI SOSIAL
This type of research aims to determine the transformation of the role of education in shaping Social Mobility and Social Stratification This type of research is a qualitative approach with the Library Research method, data collected from several scientific articles published in databases such as Googke scholer, scopus, and springer. The results of this study show that; 1) Transformation of the role of education in the form of social mobility; Education is still relevant as a tool for social mobility, especially for those who have quality access. However, its success was influenced by economic, social, and cultural capital. Transformations such as digitalization and new curricula make the role of education now more complex and selective.; 2) whether social mobility is currently still effective as a means of social mobility or actually strengthens social stratification; Education is not always effective as a means of social mobility because there are still gaps in access, quality, and opportunities between groups, education systems tend to reproduce social stratification through symbolic selection, institutional quality inequality, and structural bias. Without equal distribution and alignment efforts, education can actually strengthen the existing social class structure. The results of this study can be a reflection for policymakers, educators, and the public to be more aware that improving education also means improving social inequality.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transformasi peran pendidikan dalam membentuk mobilitas Sosial dan Stratifikasi Sosial, Jenis penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode Library Research, data dikumpulkan dari beberapa artikel ilmiah yang dipublikasikan di database seperti Googke scholer, scopus, dan springer.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Transformasi Peran pendidikan dalam bentuk mobilitas sosial; Pendidikan masih relevan sebagai alat mobilitas sosial, terutama bagi yang memiliki akses berkualitas. Namun, keberhasilannya dipengaruhi modal ekonomi, sosial, dan budaya. Transformasi seperti digitalisasi dan kurikulum baru membuat peran pendidikan kini lebih kompleks dan selektif.; 2) apakah mobilitas sosial saat ini masih efektif sebagai sarana mobilitas sosial atau justru memperkuat stratifikasi sosial; Pendidikan tidak selalu efektif sebagai sarana mobilitas sosial karena masih terjadi kesenjangan akses, mutu, dan peluang antar kelompok, Sistem pendidikan cenderung mereproduksi stratifikasi sosial melalui seleksi simbolik, ketimpangan kualitas institusi, dan bias struktural. Tanpa upaya pemerataan dan keberpihakan, pendidikan justru dapat memperkuat struktur kelas sosial yang ada. Hasil kajian ini bisa menjadi bahan refleksi bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan masyarakat agar lebih sadar bahwa membenahi pendidikan berarti juga membenahi ketimpangan sosial
SOSIALISASI PENINGKATAN KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS UBI JALAR MELALUI PENERAPAN SYSTEM PENANGANAN PANEN
This community service activity was carried out in theArfak Mountains region of West Papua, with the aim of improving the qualityand productivity of sweet potatoes through the implementation of an appropriate harvest handling system. The main problem faced by farmers is the high rate of physical damage to the tubers due to inappropriate harvesting methods, such asthe use of unsuitable tools and methods of lifting the tubers that causeinjuries. This activity was carried out by the outreach team using methods oflectures, field demonstrations, and interactive discussions. The material providedcovered determining the ideal harvest time, safe digging and liftingtechniques, as well as the sorting and grading process for the harvest. The results of the activityshowed an increase in farmers' knowledge and skills inharvest handling, thereby reducing the level of tuber damage and improving the quality ofthe yield. This activity was also followed up with continuous guidance and consultation to ensure the application of the techniques that had been learned. Overall, this program succeeded in increasing farmers' awareness of the importance ofproper harvest handling in maintaining the quality and selling value of sweet potatoes in theArfak Mountains..
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di daerah Pegunungan Arfak, Papua Barat, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas ubi jalar melalui penerapan sistem penanganan panen yang tepat. Permasalahan utama yang dihadapi petani adalah tingginya tingkat kerusakan fisik pada umbi akibat metode panen yang kurang tepat, seperti penggunaan alat yang tidak sesuai dan cara pengangkatan umbi yang menyebabkan luka. Kegiatan ini dilakukan oleh tim pengabdian dengan menggunakan metode ceramah, demonstrasi lapangan, dan diskusi interaktif. Materi yang diberikan mencakup penentuan waktu panen yang ideal, teknik penggalian dan pengangkatan umbi yang aman, serta proses sortasi dan grading hasil panen. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam melakukan penanganan panen, sehingga tingkat kerusakan umbi menurun dan mutu hasil meningkat. Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan bimbingan dan konsultasi berkelanjutan untuk memastikan penerapan teknik yang telah dipelajari. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan kesadaran petani akan pentingnya penanganan panen yang baik dalam menjaga kualitas dan nilai jual ubi jalar di Pegunungan Arfak
Sosialisasi Peningkatan Kesadaran Orang Tua Tentang Pencegahan Pernikahan Usia Dini di Kelurahan Wonoasih Probolinggo: Sosialisasi Peningkatan Kesadaran Orang Tua Tentang Pencegahan Pernikahan Usia Dini di Kelurahan Wonoasih ProbolinggoEarly marriage remains a significant social issue in Indonesia, including in Wonoasih Village, Probolinggo City. Low parental awareness of the negative impacts of early marriage is a major contributing factor to its persistence. This community service research employed the Participatory Action Research (PAR) method to enhance parents’ understanding and awareness of the importance of preventing early marriage. The activities were conducted through preparation, interactive socialization, and evaluation stages using pre-test and post-test assessments. Results indicated a significant increase in parental knowledge and a positive shift in attitudes supporting the postponement of marriage until children reach maturity. Despite cultural resistance challenges, the participatory approach proved effective in empowering parents as agents of change within the community. These findings suggest the need for sustained socialization programs involving local stakeholders to effectively reduce the incidence of early marriage.
Early marriage remains a significant social issue in Indonesia, including in Wonoasih Village, Probolinggo City. Low parental awareness of the negative impacts of early marriage is a major contributing factor to its persistence. This community service research employed the Participatory Action Research (PAR) method to enhance parents’ understanding and awareness of the importance of preventing early marriage. The activities were conducted through preparation, interactive socialization, and evaluation stages using pre-test and post-test assessments. Results indicated a significant increase in parental knowledge and a positive shift in attitudes supporting the postponement of marriage until children reach maturity. Despite cultural resistance challenges, the participatory approach proved effective in empowering parents as agents of change within the community. These findings suggest the need for sustained socialization programs involving local stakeholders to effectively reduce the incidence of early marriage.Early marriage remains a significant social issue in Indonesia, including in Wonoasih Village, Probolinggo City. Low parental awareness of the negative impacts of early marriage is a major contributing factor to its persistence. This community service research employed the Participatory Action Research (PAR) method to enhance parents’ understanding and awareness of the importance of preventing early marriage. The activities were conducted through preparation, interactive socialization, and evaluation stages using pre-test and post-test assessments. Results indicated a significant increase in parental knowledge and a positive shift in attitudes supporting the postponement of marriage until children reach maturity. Despite cultural resistance challenges, the participatory approach proved effective in empowering parents as agents of change within the community. These findings suggest the need for sustained socialization programs involving local stakeholders to effectively reduce the incidence of early marriage
- PEMBERDAYAAN LITERASI AL-QUR’AN INKLUSIF BAGI KOMUNITAS DIFABEL KAWAN NETRA SURABAYA MELALUI STRATEGI PARTICIPATORY ACTION RESEARCH (PAR)
Program pemberdayaan literasi Al-Qur’an bagi komunitas difabel netra di Surabaya dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) untuk memastikan bahwa proses pembelajaran berlangsung secara inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada kebutuhan nyata peserta. Hasil program menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan teknis membaca Al-Qur’an braille tidak serta-merta memenuhi kebutuhan literasi peserta, sehingga dibutuhkan pendampingan pada level pemahaman makna. Melalui kegiatan membaca braille, tanya jawab tajwid, dan latihan makhraj, peserta menyadari pentingnya akses terhadap tafsir untuk memperkaya pengalaman spiritual mereka. Pendampingan tafsir Surah Al-Kahfi yang dilakukan secara dialogis dan adaptif mendorong peserta untuk menafsirkan ayat, mengajukan pertanyaan kritis, serta menghubungkan pesan Al-Qur’an dengan pengalaman hidup mereka. Proses ini menegaskan bahwa literasi Al-Qur’an bersifat multidimensi dan bahwa pendekatan PAR efektif dalam menciptakan ruang belajar yang memberdayakan dan setara. Secara keseluruhan, program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kesadaran kritis, kemandirian spiritual, dan motivasi belajar yang berkelanjutan, sehingga dapat menjadi model pemberdayaan literasi Al-Qur’an inklusif bagi komunitas difabel di wilayah lain.This community empowerment program on Qur’anic literacy for visually impaired learners in Surabaya was implemented using a Participatory Action Research (PAR) approach to ensure an inclusive, collaborative, and needs-based learning process. The findings indicate that improving technical skills in reading the Qur’an in braille alone was insufficient to meet participants’ comprehensive literacy needs, highlighting the importance of understanding Qur’anic meaning. Through braille reading sessions, tajwīd discussions, and makhraj practice, participants developed an awareness of the necessity of access to tafsīr to enrich their spiritual experience. The tafsīr sessions of Surah Al-Kahf, conducted in a dialogic and adaptive manner, encouraged participants to interpret the verses, ask critical questions, and relate Qur’anic messages to their lived experiences. This process demonstrates that Qur’anic literacy is multidimensional and that PAR effectively fosters an empowering and egalitarian learning environment. Overall, the program not only enhanced technical reading abilities but also cultivated critical awareness, spiritual independence, and sustained motivation for learning, making it a potential model for inclusive Qur’anic literacy initiatives among visually impaired communities elsewhere
PENINGKATAN IDENTITAS DAN AKSESIBILITAS WILAYAH MELALUI PEMBUATAN PLANG BATAS DUSUN DI DESA WISATA SEI RAJA KECAMATAN MEDANG DERAS KABUPATEN BATUBARA
Abstrak
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaks anakan di Desa Wisata Sei Raja dengan fokus pada pembuatan plang batas dusun sebagai upaya meningkatkan identitas dan aksesibilitas wilayah. Identitas wilayah menjadi unsur penting dalam membangun citra desa wisata, sedangkan aksesibilitas berkaitan erat dengan kemudahan masyarakat maupun wisatawan dalam mengenali batas administratif dan arah lokasi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui koordinasi dengan perangkat desa, partisipasi masyarakat, serta pemasangan plang batas di titik strategis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa plang batas dusun tidak hanya berfungsi sebagai penanda administratif, tetapi juga memperkuat karakter lokal dan memberikan kesan positif bagi wisatawan. Selain itu, keberadaan plang batas mendukung peningkatan aksesibilitas dengan memperjelas jalur masuk, memudahkan navigasi, serta mendorong promosi desa wisata secara lebih terarah. Kegiatan ini memberikan dampak nyata berupa meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya identitas wilayah serta tumbuhnya partisipasi aktif dalam pengembangan desa wisata. Dengan demikian, pembuatan plang batas dusun menjadi langkah strategis dalam memperkuat branding dan keberlanjutan Desa Wisata Sei Raja
Kata kunci: : identitas wilayah, aksesibilitas, plang batas, desa wisata, Sei Raj
PKM SOSIALISASI PENTINGNYA INKLUSI KESADARAN PAJAK YANG TERINTEGRASI PADA MATA KULIAH BAGI MASYARAKAT DI WILAYAH SUMATERA UTARA
Development and expansion in Indonesia certainly require maximum funding, and the need for development must be aligned with current and future development needs. While these development needs can be met through various means, all of them are expected to strengthen the state's financial sector, one of which is the tax sector. One of the goals of promoting tax inclusion through this Community Service Program (PKM) activity is to provide insight and knowledge related to taxation information.Pembangunan dan pengembangan pembangunan di Indonesia tentunya memerlukan dana yang maksimal dan dalam hal kebutuhan untuk membangun akan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan yang sedang dan yang akan berlangsung. Sekalipun kebutuhan pembangunan tersebut dapat diperoleh dengan berbagai cara dan semua itu harapannya dapat memperkuat sektor keungan negara, salah satunya adalah sektor pajak. Tujuan melakukan sosialisasi inklusi pajak melalui kegiatan PKM ini salah satunya adalah memberikan wawasan dan pengertahuan terkait dengan informasi-informasi mengenai perpajakan
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA ALAT PRESS HIDROLIK DI USAHA PENGEPUL BESI TUA DAN BARANG BEKAS TERANG JAYA
Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan limbah padat di Usaha Pengepul Besi Tua dan Barang Bekas Terang Jaya melalui penerapan inovasi alat press berbasis sistem hidrolik. Selama ini, proses pengepakan limbah kaleng, botol plastik, dan kardus dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu lama, ruang penyimpanan besar, serta tenaga kerja yang cukup banyak. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan survei kebutuhan mitra, perancangan dan pembuatan alat press, serah terima alat, serta pelatihan penggunaan dan perawatan alat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan alat press mampu menekan volume limbah hingga 70% dan mempercepat proses pengepakan dari rata-rata 25 menit menjadi 8–10 menit per satuan beban. Selain peningkatan efisiensi, mitra juga mengalami peningkatan keterampilan dalam pengoperasian alat serta kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan limbah yang efisien dan ramah lingkungan. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha pengepul, sekaligus menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna yang dapat direplikasi pada usaha serupa untuk mendukung sistem pengelolaan limbah yang lebih efektif dan berkelanjutan.This community service activity aims to improve the efficiency and effectiveness of solid waste management at Terang Jaya Scrap Metal and Recyclable Goods Enterprise through the implementation of an innovative hydraulic press machine. Previously, the process of packing aluminum cans, plastic bottles, and cardboard was carried out manually, requiring considerable time, large storage space, and intensive labor. The program was conducted through several stages, including needs assessment, design and fabrication of the press machine, handover to the partner, and training on operation and maintenance. The results showed that the use of the press machine reduced waste volume by up to 70% and shortened the packing time from an average of 25 minutes to 8–10 minutes per batch. In addition to improving operational efficiency, the partner demonstrated increased skills in machine operation and greater awareness of the importance of efficient and environmentally friendly waste management. This program has had a positive impact on productivity and business sustainability, serving as a model for the application of appropriate technology that can be replicated by similar small-scale recycling enterprises to support more effective and sustainable waste management practices