E-Jurnal UMNAW (Universitas Muslim Nusantara Al Washliya)
Not a member yet
    2157 research outputs found

    PENGUATAN JIWA KEWIRAUSAHAAN MELALUI PELATIHAN INOVASI PRODUK LOKAL BAGI SISWA SMK YADIKA NATAR

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan dan memperkuat jiwa kewirausahaan siswa SMK YADIKA Natar melalui pelatihan inovasi produk lokal yang berbasis pada potensi sumber daya daerah. Siswa SMK sebagai calon wirausahawan muda perlu memiliki kemampuan berinovasi agar mampu mengembangkan produk kreatif yang bernilai ekonomi dan berdaya saing tinggi. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat siswa terhadap dunia wirausaha serta terbatasnya pemahaman mereka dalam mengolah potensi lokal menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pelatihan intensif selama dua hari dengan pendekatan partisipatif, yang mencakup penyampaian materi dasar kewirausahaan, pengembangan ide produk berbasis potensi lokal, praktik inovasi produk, serta simulasi pemasaran sederhana. Setiap sesi pelatihan disusun untuk menumbuhkan keterlibatan aktif peserta, memperkuat kolaborasi kelompok, dan menanamkan nilai-nilai kreativitas serta kemandirian. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta perubahan sikap kewirausahaan siswa. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pemahaman konsep kewirausahaan, kemampuan berinovasi, serta kepercayaan diri dalam merancang ide usaha baru. Selain itu, siswa juga menunjukkan antusiasme tinggi dan kesadaran akan pentingnya kreativitas sebagai modal utama dalam berwirausaha. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi sekolah dalam membangun budaya wirausaha yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan kejuruan.This community service activity aims to foster and strengthen the entrepreneurial spirit of SMK YADIKA Natar students through training in local product innovation based on the potential of local resources. As future young entrepreneurs, SMK students need to have the ability to innovate in order to develop creative products that are economically valuable and highly competitive. This activity was motivated by the low interest of students in entrepreneurship and their limited understanding of how to turn local potential into promising business opportunities. The training was conducted through an intensive two-day programme with a participatory approach, which included the delivery of basic entrepreneurship material, the development of product ideas based on local potential, product innovation practices, and simple marketing simulations. Each training session was designed to foster active participant involvement, strengthen group collaboration, and instil values of creativity and independence. The activity was evaluated through pre-tests and post-tests to measure the increase in students' knowledge and changes in their entrepreneurial attitudes. The results showed a significant improvement in the students' understanding of entrepreneurial concepts, their ability to innovate, and their confidence in designing new business ideas. In addition, the students also showed high enthusiasm and awareness of the importance of creativity as the main capital in entrepreneurship. This training is expected to be a step forward in developing the entrepreneurial spirit among students

    Optimalisasi Halaman Facebook Sebagai Sarana Promosi dan Peningkatan Kinerja Pemasaran UMKM di Kelompok Desa Prima Bumijo

    Get PDF
    This community service activity aims to optimize the use of Facebook pages as a digital promotional tool for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the Prima Bumijo Village Group, Jetis District, Yogyakarta. The main problem faced by MSMEs is the limited use of social media for product marketing, with most still relying on conventional promotional methods that are less effective in reaching potential consumers widely. This activity was carried out for one month, with an implementation method through three stages: observation to identify participants' needs and obstacles, implementation of socialization and training on creating and managing business Facebook pages, and evaluation to assess the increase in participant competency. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge and skills in creating, managing, and utilizing Facebook pages for promotion. Thus, this activity successfully improved digital literacy and MSME marketing performance, and demonstrated that optimizing social media can be an effective strategy in supporting business sustainability in the digital economy era.Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan halaman Facebook sebagai sarana promosi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelompok Desa Prima Bumijo, Kecamatan Jetis, Yogyakarta. Permasalahan utama yang dihadapi pelaku UMKM adalah keterbatasan dalam pemanfaatan media sosial untuk pemasaran produk, di mana sebagian besar masih mengandalkan metode promosi konvensional yang kurang efektif dalam menjangkau calon konsumen secara luas. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan, dengan metode pelaksanaan melalui tiga tahapan, yaitu observasi untuk mengidentifikasi kebutuhan dan kendala peserta, pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan pembuatan serta pengelolaan halaman Facebook usaha, dan evaluasi untuk menilai peningkatan kompetensi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta dalam membuat, mengelola, dan memanfaatkan halaman Facebook untuk promosi. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi digital dan kinerja pemasaran UMKM, serta menunjukkan bahwa optimalisasi media sosial dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung keberlanjutan usaha di era ekonomi digital

    Data digitization training for the Budi Utomo youth organization and the Sari Mulya Jujuhan Ilir village apparatus

    No full text
    Digitalisasi data merupakan suatu upaya strategis dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam melakukan pemanfaatan teknologi informasi untuk pengelolaan data. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan efisiensi, akurasi, dan keamanan dalam penyimpanan serta pengolahan data di era digital. Metode pelatihan dilakukan melalui kombinasi penyampaian materi, praktik langsung, dan pendampingan intensif, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis dalam mengaplikasikan perangkat digital. Materi yang disampaikan meliputi dasar-dasar digitalisasi, penggunaan perangkat lunak pengolah data, manajemen arsip digital, hingga pemahaman mengenai keamanan data. Peserta pelatihan terdiri dari berbagai latar belakang instansi maupun individu yang memiliki kebutuhan serupa, yakni transformasi dari sistem manual menuju sistem digital. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan peserta dalam melakukan proses digitalisasi data. Selain itu, peserta juga lebih siap dalam menerapkan teknologi digital di lingkungan kerja masing-masing. Dengan demikian, pelatihan ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pengelolaan data serta mendukung tercapainya transformasi digital yang lebih luas.Digital data processing is a strategic effort to enhance understanding and skills in utilizing information technology for data management. This activity is motivated by the need for efficiency, accuracy, and security in storing and processing data in the digital era. The training method is conducted through a combination of material delivery, hands-on practice, and intensive guidance, enabling participants to gain not only theoretical knowledge but also practical skills in using digital tools. The materials presented include the fundamentals of digitization, the use of data processing software, digital archive management, and an understanding of data security. The training participants come from various institutional or individual backgrounds who share a common need: transitioning from manual systems to digital systems. The results of the training indicate a significant improvement in participants’ understanding and skills in carrying out the data digitization process. In addition, participants are better prepared to implement digital technology within their respective work environments. Thus, this training provides a tangible contribution to improving data management quality and supports the achievement of broader digital transformation

    PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU MATEMATIKA PENGAJAR SANTRI MELALUI PELATIHAN TERSTRUKTUR

    Get PDF
    This community service research aims to address the low professional competence of mathematics teachers at the Darussalam Gontor Putri Modern Islamic Boarding School Campus 3, where the majority of teachers (75%) have non-science backgrounds. The intervention was carried out through a Structured Training model consisting of four sessions that focused on strengthening key mathematical concepts (Circles, Trigonometry, and Function Limits) and Problem-Based Learning (PBL) model training for pedagogical integration. The activity involved 20 teachers and was evaluated using a Pre-Test and Post-Test. The initial Pre-Test results showed an average professional competence score of only 58.5 (out of 100). Following the intervention, quantitative analysis using n-Gain revealed a significant increase in competence, with most participants reaching the Medium category and 6 participants achieving the High category (n-Gain ≥ 0.70). In addition, 95% of participants successfully designed innovative PBL-based lesson plans. In conclusion, the structured training model proved effective in addressing teachers' specific knowledge gaps, while enhancing instructional planning skills, thereby significantly increasing teachers' professional readiness to create a productive learning environment.Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi rendahnya kompetensi profesional guru matematika di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 3, di mana mayoritas pengajar (75%) memiliki latar belakang non-sains. Intervensi dilakukan melalui model Pelatihan Terstruktur selama empat sesi yang berfokus pada penguatan konsep-konsep matematika kunci (Lingkaran, Trigonometri, Limit Fungsi) dan pelatihan model Problem-Based Learning (PBL) untuk integrasi pedagogik. Kegiatan melibatkan 20 guru dan dievaluasi menggunakan Pre-Test dan Post-Test. Hasil Pre-Test awal menunjukkan rata-rata skor kompetensi profesional hanya 58,5 (dari 100). Setelah intervensi, analisis kuantitatif menggunakan n-Gain menunjukkan peningkatan kompetensi yang signifikan, di mana sebagian besar peserta mencapai kategori Sedang dan 6 peserta mencapai kategori Tinggi (n-Gain ≥0.70). Selain itu, 95% peserta berhasil merancang RPP inovatif berbasis PBL. Kesimpulannya, model pelatihan terstruktur terbukti efektif dalam mengisi kesenjangan pengetahuan eksakta guru, sekaligus meningkatkan keterampilan perencanaan pengajaran, sehingga secara signifikan meningkatkan kesiapan profesional guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang produktif

    PENANAMAN MANGROVE SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN LAUT DESA TANJUNG BUNGA, KECAMATAN WAWOLESEA, KONAWE UTARA

    Get PDF
    Indonesia is one of the countries with extensive mangrove forests, covering around 22.8% of the world's total mangrove area. Mangrove ecosystems are a natural resource that plays an important role in human survival, and their existence is crucial in maintaining ecological balance in coastal areas. In addition, mangroves also play a significant role in the economy. This activity has a specific goal of preserving the mangrove ecosystem and maintaining the marine environment, particularly in the coastal area of Tanjung Bunga Village, North Konawe. This activity is carried out in four stages, namely: observation, program planning, mangrove socialization, and mangrove planting. The mangrove planting was carried out with the direct assistance of the National Collaboration Community Service Team, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Halu Oleo University. This activity can provide enormous benefits for the coastal environment, especially in helping to restore the condition of mangroves on the coast of Tanjung Bunga Village, North Konawe. Mangrove restoration in the coastal area of Tanjung Bunga Village demonstrates that a collaborative and participatory approach can yield significant positive impacts in efforts to preserve a sustainable marine environment. It has been proven that by involving local communities in the mangrove restoration process, we not only protect the coastal ecosystem but also improve community welfare through the economic benefits that can be derived from the existence of that ecosystem.Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki hutan mangrove yang cukup luas, sekitar 22,8% dari total luas mangrove dunia. Ekosistem mangrove merupakan salah satu sumber daya alam yang berperan penting bagi kelangsungan hidup manusia, keberadaannya krusial dalam menjaga keseimbangan ekologis di kawasan pesisir. Salain itu, dari segi ekonomis, mangrove memiliki peran yang signifikan. Kegiatan ini memiliki tujuan secara spesifik untuk melestarikan ekosistem mangrove dan pemeliharaan lingkungan laut khususnya di pesisir Desa Tanjung Bunga, Konawe Utara. Kegiatan ini dilakukan melalui 4 (empat) tahapan, yaitu: observasi, perencanaan program, sosialisasi mangrove, dan penanaman mangrove. Penanaman mangrove telah dilakukan dengan didampingi langsung oleh Tim Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Nasional, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Halu Oleo. Kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang sangat besar bagi lingkungan pesisir, terutama membantu memulihkan kembali kondisi mangrove di pesisir pantai Desa Tanjung Bunga, Konawe Utara. Restorasi mangrove di kawasan pesisir Desa Tanjung Bunga menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif dan partisipatif dapat menghasilkan dampak positif yang signifikan dalam upaya pelestarian lingkungan laut yang berkelanjutan. Terbukti bahwa dengan melibatkan masyarakat lokal dalam proses restorasi mangrove, kita tidak hanya melindungi ekosistem pesisir, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui manfaat ekonomi yang dapat diperoleh dari keberadaan ekosistem tersebut

    PENGABDIAN MASYARAKAT MELALUI PENANAMAN POHON BUAH UNTUK KETAHANAN PANGAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 009 di Desa Sumur Welut RW 03 berfokus pada penanaman 25 pohon buah sebagai upaya peningkatan ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan participatory action research (PAR) yang menekankan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahap kegiatan. Pelaksanaan penanaman pohon buah seperti mangga, jambu, belimbing, kelengkeng, alpukat, dan srikaya dilakukan pada lahan-lahan kosong yang berpotensi dikembangkan, sehingga memberikan manfaat ekologis berupa peningkatan kualitas udara, penyerapan karbon, penurunan suhu, dan perbaikan kesuburan tanah. Selain itu, keberadaan pohon buah menciptakan peluang pemanfaatan hasil panen sebagai sumber pangan sehat dan potensi pengembangan ekonomi warga melalui UMKM berbasis hasil kebun. Program ini juga memperkuat nilai sosial berupa gotong royong, solidaritas, dan rasa memiliki terhadap lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penanaman pohon buah tidak hanya menciptakan ruang hijau baru, tetapi juga menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.   The community service program, conducted by Group 009 in Sumur Welut Village, RW 03, focused on planting 25 fruit trees as an effort to improve food security and environmental preservation. This program was implemented using a participatory action research (PAR) approach, emphasizing active community participation in every stage of the activity. The planting of fruit trees, including mango, guava, starfruit, longan, avocado, and soursop, was carried out on vacant land with potential for development, providing ecological benefits such as improved air quality, carbon sequestration, temperature reduction, and improved soil fertility. Furthermore, the presence of fruit trees creates opportunities to utilize the harvest as a source of healthy food and the potential for economic development for residents through garden-based MSMEs. This program also strengthens social values ​​such as mutual cooperation, solidarity, and a sense of environmental ownership. The results of the activity indicate that the fruit tree planting not only creates new green space but also serves as a model for sustainable, environmentally-based community empowerment that can be replicated in other areas with similar characteristics

    EFEKTIFITAS PROMOSI BERBASIS WHATSAPP DALAM PEMASARAN USAHA KITA BERAS DI BINJAI

    Get PDF
    Usaha Kita Beras yang berada di Binjai merupakan usaha yang menjual beras dari sawah pribadi pemilik usaha Kita Beras. Proses kegiatan ini bertujuan membantu usaha Kita Beras dalam meningkatkan penjualan beras. Penjualan beras dilakukan tidak hanya dengan menjual secara langsung, tetapi juga dilakukan menggunakan penjualan online yaitu soisal media. Dengan memanfaatkan sosal media yang ada dapat mempromosikan dan melihat antusias konsumen pada produk yang dijual. Dalam mempromosikan produk, pemilik usaha bisa membuat iklan sendiri dengan membuat video tentang cara proses menghasilkan beras mulai dari proses penanaman, penggilingan, dan pengangkutan dari gudang hingga ke kurir ataupun ke konsumen langsung. Serta memberikan artikel tentang mengkonsumsi beras dari sawah pribadi hasil dari panen terbaru. Penjualan menggunakan sosial media bisa menilai kepuasan pelanggan dengan testimonial yang dikirim oleh konsumen. Berdasarkan hasil pengamatan dalam sebulan menggunakan sosial media, penjualan Kita Beras meningkat, karena pengikut sosial media juga sudah banyak sehingga memudahkan promosi Kita Beras

    PELATIHAN PRAKTIS: PEMBUATAN HAND SANITIZER ALAMI BERBASIS BAHAN SEDERHANA DI SD NEGERI 032 BALIKPAPAN UTARA

    Get PDF
    Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa sekolah dasar terhadap pentingnya kebersihan tangan melalui pelatihan praktis pembuatan hand sanitizer alami berbasis bahan sederhana. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 032 Balikpapan Utara oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Pengolahan Migas sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, penyampaian materi secara interaktif, demonstrasi pembuatan hand sanitizer, praktik langsung oleh peserta, serta evaluasi kegiatan. Sebanyak ±91 siswa mengikuti kegiatan dengan antusias dan terlibat aktif dalam seluruh rangkaian pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep dasar kebersihan tangan serta mempraktikkan pembuatan hand sanitizer alami secara mandiri dengan bimbingan tim pelaksana. Produk hand sanitizer yang dihasilkan memiliki karakteristik yang layak untuk penggunaan harian dan aman digunakan. Selain memberikan manfaat edukatif bagi siswa, kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan komunikasi, kerja sama, dan kepedulian sosial mahasiswa. Secara keseluruhan, pelatihan ini efektif sebagai media edukasi kesehatan dan sains aplikatif bagi siswa sekolah dasar.This Community Service Activity aims to increase the understanding and awareness of elementary school students regarding the importance of hand hygiene through practical training in making natural hand sanitizers based on simple ingredients. The activity was carried out at SD Negeri 032 Balikpapan Utara by lecturers and students of the Oil and Gas Processing Engineering Study Program as a form of implementing the Tri Dharma of Higher Education. The implementation method included the preparation stage, interactive material delivery, demonstration of hand sanitizer making, direct practice by participants, and activity evaluation. A total of ± 91 students participated in the activity enthusiastically and were actively involved in the entire training series. The results of the activity showed that participants were able to understand the basic concepts of hand hygiene and practice making natural hand sanitizers independently with the guidance of the implementation team. The resulting hand sanitizer product has characteristics suitable for daily use and is safe to use. In addition to providing educational benefits for students, this activity also improves students' communication skills, cooperation, and social awareness. Overall, this training is effective as a medium for health education and applied science for elementary school students

    PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU DALAM MENGHADAPI PROBLEMATIKA DI ERA DIGITAL

    Get PDF
    Education is a conscious and planned effort to improve the quality of human resources so that we can compete in the future. Education is a long-term investment and is the key to a better future in the life of our nation and nation. Education is the most important process in the country. It is necessary to take strategic steps to build teacher professionalism competence. The purpose of this article is to see the extent to which the development of teachers' personalism competencies in dealing with problems in the digital era This change emphasizes the need for teachers to have skills that are in accordance with the learning needs of the digital era. The research methods used are descriptive qualitative methods and literature study methods. It is hoped that the results of this study will provide a deeper understanding of the importance of improving teachers' professional skills, which include pedagogical, personality, social, and professional aspects. &nbsp

    DESKRIPSI KESADARAN PRIVASI DATA DI KALANGAN SISWA SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Di era digital yang semakin terhubung, kesadaran akan pentingnya privasi data menjadi aspek krusial yang harus ditanamkan sejak dini, khususnya kepada siswa sekolah dasar yang merupakan pengguna aktif teknologi namun masih minim pemahaman terhadap risiko digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesadaran siswa terhadap privasi data pribadi, menggambarkan perilaku digital mereka, serta mengidentifikasi faktor- faktor yang memengaruhi kesadaran tersebut di UPT SD Negeri 9 Tanrutedong. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, dan wawancara terhadap siswa kelas IV–VI, guru, serta orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah mengenali bentuk- bentuk data pribadi seperti nama, alamat, dan foto, namun masih kesulitan dalam membedakan informasi yang boleh dan tidak boleh dibagikan. Simulasi interaktif dan diskusi kasus berhasil meningkatkan kesadaran siswa untuk lebih berhati-hati saat menggunakan perangkat digital. Faktor pendukung utama berasal dari pendampingan guru dan orang tua, sementara keterbatasan pemahaman serta lemahnya regulasi penggunaan teknologi di sekolah menjadi tantangan tersendiri. Kesimpulannya, meskipun kesadaran privasi data di kalangan siswa mulai tumbuh, dibutuhkan edukasi berkelanjutan dan sinergi antara sekolah dan keluarga untuk menciptakan budaya digital yang aman dan bertanggung jawab sejak usia dasar

    2,043

    full texts

    2,157

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Jurnal UMNAW (Universitas Muslim Nusantara Al Washliya)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇