Ejournal Institut Agama Islam Syarifuddin
Not a member yet
    932 research outputs found

    Komparasi teori Abdul Karim al-jilli dengan Jean Piaget

    No full text
    Research on Islamic theories and Islamic studies will never end and will continue to develop. This study aims to describe and compare the thoughts of Abdul Karim al-Jilli and Jean Piaget, especially in relation to education and learning. Methodologically, this research is a library study in which data are collected from books, scientific articles, and other written documents and then analyzed using a comparative approach. Al-Jilli divides the levels of insan kamil (perfect human being) into three stages: (1) al-bidayah, (2) at-tawasuth, and (3) al-khitam. Each stage is traversed through spiritual practices such as mujahadah, riyadhah, ma’rifah, fana’, mukasyafah, and musyahadah. In practice, these stages are supported by at least six educational methods: exemplary (uswah hasanah), training and habituation, taking lessons (ibrah), advice (mau’izhah), discipline, and independence. Meanwhile, Piaget’s learning theory emphasizes that learning occurs in accordance with stages of cognitive development. The learning process consists of three key mechanisms: assimilation, accommodation, and equilibration. This article shows that there are points of convergence between al-Jilli’s spiritual-educational framework and Piaget’s cognitive framework. Based on these convergences, the author proposes a conceptual model of Islamic education that synergizes insan kamil as the ideal of human perfection with Piaget’s theory of cognitive development as the process of learning

    Analisis Implementasi Nilai-Nilai Islam di Sekolah (Studi Komparatif SDN Permata Biru dan MI Ibrahim Ulul Azmi)

    Full text link
    Pendidikan agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa. Namun, implementasi nilai-nilai keagamaan di SD Negeri Permata Biru dan MI Ibrahim Ulul Azmi memiliki perbedaan dalam pendekatan dan efektivitasnya. Subjek penelitian meliputi siswa, wali kelas, dan guru PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi komparatif, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MI Ibrahim Ulul Azmi menerapkan nilai-nilai Islam secara lebih intensif  melalui kegiatan salat berjamaah, tahfidz Al-Qur'an, serta pembiasaan adab Islami dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, SD Negeri Permata Biru nilai keagamaan lebih terbatas, dengan dominasi metode ceramah dan keterbatasan waktu pembelajaran. Tantangan utama di SD adalah kurangnya konsistensi siswa dalam menerapkan nilai-nilai agama di luar sekolah. Penelitian ini merekomendasikan inovasi dalam metode pengajaran di SD agar lebih aplikatif serta perlunya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai Islam secara lebih efektif.Pendidikan agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa. Namun, implementasi nilai-nilai keagamaan di SD Negeri Permata Biru dan MI Ibrahim Ulul Azmi memiliki perbedaan dalam pendekatan dan efektivitasnya. Subjek penelitian meliputi siswa, wali kelas, dan guru PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi komparatif, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MI Ibrahim Ulul Azmi menerapkan nilai-nilai Islam secara lebih intensif  melalui kegiatan salat berjamaah, tahfidz Al-Qur'an, serta pembiasaan adab Islami dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, SD Negeri Permata Biru nilai keagamaan lebih terbatas, dengan dominasi metode ceramah dan keterbatasan waktu pembelajaran. Tantangan utama di SD adalah kurangnya konsistensi siswa dalam menerapkan nilai-nilai agama di luar sekolah. Penelitian ini merekomendasikan inovasi dalam metode pengajaran di SD agar lebih aplikatif serta perlunya kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai Islam secara lebih efektif

    Moderasi Beragama di Pondok Pesantren Bali Bina Insani dalam Konteks Masyarakat Multikultural

    Full text link
    Studi ini menyoroti Pondok Pesantren Bali Bina Insani yang berlokasi di tengah masyarakat mayoritas Hindu, dengan fokus pada peran pesantren dalam mengembangkan pendidikan multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data secara tematik untuk mengidentifikasi pola strategi moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren menerapkan tiga strategi utama: metode kontribusi melalui partisipasi santri dalam kegiatan lintas budaya, metode pengayaan dengan integrasi materi toleransi ke dalam kurikulum, dan metode aksi sosial berupa keterlibatan aktif dalam kegiatan masyarakat multikultural. Implementasi strategi ini berdampak pada terbentuknya budaya toleransi, penguatan dialog antaragama, serta pengakuan publik terhadap pesantren sebagai model kerukunan, sebagaimana ditunjukkan dalam forum nasional dan internasional. Kesimpulannya, moderasi beragama yang dijalankan di Pondok Pesantren Bali Bina Insani berkontribusi pada pembentukan santri yang inklusif sekaligus memperkuat kohesi sosial di lingkungan multikultural. Temuan ini merekomendasikan agar pesantren di daerah lain dengan keragaman serupa mengadopsi pendekatan moderasi beragama sebagai model pendidikan transformatif

    Pop-Islam versus Dakwah Ideologis: Strategi Media dan Segmentasi Audiens Habib Husein Ja’far dan Felix Siauw di YouTube

    Full text link
    This study explores a comparative analysis of the digital da’wa strategies of two prominent YouTube figures—Habib Husein Ja’far and Felix Siauw—within the context of the transformation of religious communication in the digital era. Habib Husein Ja’far promotes a moderate and inclusive Pop-Islam approach through collaborations with public figures and the use of popular media formats, while Felix Siauw adopts an ideological da’wa model grounded in sharia and identity politics, without engaging with mainstream celebrities. The study aims to examine their media strategies, audience segmentation, and the impact of their respective narratives on public perception and contemporary da'wah trends. This research employs a qualitative, descriptive-comparative approach using content analysis and virtual ethnography techniques. Data were collected through purposive observation of YouTube video content, audience comments, and media documentation. The analysis is based on Harold Lasswell’s communication theory, mediatization, and personal branding frameworks. The results of the study show the success of a collaborative, adaptive, and contemporary visualization approach in maintaining moderate Islamic discourse in the era of social media algorithms (Habib Husein), as well as the limitations of the expansion of ideological political Islamic narratives that rely on the strength of internal networks without media innovation (Felix Siauw). These findings affirm the premise of mediatization and personal branding that in the digital era, the success of da'wah is determined by the ability to follow the logic and ecosystem of new media, as well as the creation of a persona that is relevant to the trends and needs of its main audience. Keywords: Digital Da'wah; Media Strategy; Youtub

    Model Return Sharia Shares of Companies Registered in Jakarta Islamic Index (JII) for the 2012-2022

    Full text link
    This study develops a return model for Sharia-compliant stocks listed in the Jakarta Islamic Index (JII) from 2012 to 2022 examining the influence of macroeconomic and corporate governance factors. Specifically, it investigates the roles of Inflation, the Bank Indonesia Sharia Certificate Rate (SBIS), Islamic Corporate Governance (ICG), and Islamic Corporate Social Responsibility (ICSR) on firm profitability and Sharia stock returns. It also analyzes the mediating effect of profitability on stock returns. This research addresses a global concern regarding sustainable and ethical investment in Islamic capital markets, offering insights into how Sharia-compliant companies perform under financial and social governance standards. Employing a quantitative approach with Structural Equation Modeling (SEM) via SmartPLS, the study examines eight consistently listed companies in the JII over 11 years using purposive sampling. Results reveal that ICG and ICSR significantly enhance both profitability and stock returns, affirming their strategic value in Islamic equity markets. Inflation and SBIS, however, show no significant direct or indirect effect on profitability or returns. This model contributes novel empirical evidence on return behavior in Islamic equities, supporting global efforts toward ethical finance. Future research should expand the dataset and explore cross-country comparisons within Islamic stock indices

    Analyzing the Value Chain in Islamic Banking Financing: An Islamic Economic and Global Financial Perspective

    Full text link
    This research investigates and critically analyzes the financing value chain within Bank Syariah Indonesia. Employing a case study methodology, the study explores a specific phenomenon in depth through systematic interviews, direct observations, and document analysis to capture the case's contextual and structural intricacies. The selection of informants was carried out purposefully to ensure relevance to the research objectives, as the credibility and validity of qualitative findings largely depend on the suitability of participants. The informants comprised individuals holding strategic roles and possessing substantial insights into the studied context, specifically one leader and one staff member representing each relevant division. The study population encompasses Islamic banking institutions operating in Indonesia. The findings reveal that the problem formulation and data analysis regarding Value Chain Analysis under Sharia principles highlight several key aspects. The implementation of Value Chain Analysis integrated with Sharia-based frameworks aligns with Good Corporate Governance practices, grounded in five core principles essential to achieving sound governance standards

    Model Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sebagai Inovasi dalam Meningkatkan Kognisi dan Karakter Islami Siswa

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis efektivitas model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) yang terintegrasi dengan nilai-nilai kearifan lokal sebagai inovasi pedagogis dalam meningkatkan kemampuan kognitif dan pembentukan karakter Islami siswa. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk menggali implementasi model ini di salah satu sekolah dasar berbasis Islam di Indonesia. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta dokumentasi aktivitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal ke dalam proyek pembelajaran tidak hanya memperkuat pemahaman konseptual siswa terhadap materi, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai karakter Islami seperti kejujuran, tanggung jawab, gotong royong, dan toleransi. Proyek-proyek yang dirancang berdasarkan konteks lokal mendorong keterlibatan aktif siswa, menciptakan suasana belajar yang bermakna, dan menjembatani pendidikan formal dengan realitas sosial budaya masyarakat sekitar. Temuan ini merekomendasikan model pembelajaran berbasis proyek bernilai kearifan lokal sebagai strategi inovatif yang relevan diterapkan dalam kurikulum pendidikan Islam untuk membentuk generasi yang cerdas secara intelektual dan berkarakter Islami.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis efektivitas model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) yang terintegrasi dengan nilai-nilai kearifan lokal sebagai inovasi pedagogis dalam meningkatkan kemampuan kognitif dan pembentukan karakter Islami siswa. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk menggali implementasi model ini di salah satu sekolah dasar berbasis Islam di Indonesia. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta dokumentasi aktivitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal ke dalam proyek pembelajaran tidak hanya memperkuat pemahaman konseptual siswa terhadap materi, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai karakter Islami seperti kejujuran, tanggung jawab, gotong royong, dan toleransi. Proyek-proyek yang dirancang berdasarkan konteks lokal mendorong keterlibatan aktif siswa, menciptakan suasana belajar yang bermakna, dan menjembatani pendidikan formal dengan realitas sosial budaya masyarakat sekitar. Temuan ini merekomendasikan model pembelajaran berbasis proyek bernilai kearifan lokal sebagai strategi inovatif yang relevan diterapkan dalam kurikulum pendidikan Islam untuk membentuk generasi yang cerdas secara intelektual dan berkarakter Islami

    Ecological Boarding School: Environment-Based Character Education

    Full text link
    This study aims to explore the implementation of environment-based character education at Pondok Pesantren As-Syarify Lumajang and its impact on students’ ecological awareness. The research is grounded in the critical role of pesantren in shaping a generation that is not only religiously knowledgeable but also environmentally conscious. By integrating Islamic values with environmental conservation principles, As-Syarify is committed to fostering an eco-friendly learning environment. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through in-depth interviews, direct observation, and document analysis related to the eco-pesantren program. The research involved the pesantren leadership, educators, and students as respondents, aiming to comprehensively understand the implementation of environment-based character education and the students’ behaviors in preserving nature. The findings indicate that the eco-pesantren program effectively cultivates students’ ecological awareness, enhances environmentally friendly behaviors, and fosters a sense of responsibility for environmental preservation. Students actively participate in reforestation activities, waste management, and the prudent use of natural resources

    Improving the Discipline of Female Santri through Islamic Counseling Methods

    Full text link
    Islamic counseling serves as a guidance service designed to assist students (santri) in understanding and appropriately responding to their personal conditions and life situations. Its practical application is prominently reflected in the cultivation of disciplinary values within pondok pesantren, where Islamic counseling methods are systematically employed to foster student compliance and behavioral order. This study aims to explore the implementation of Islamic counseling in enhancing the discipline of female students and to identify both the supporting and inhibiting factors influencing the counseling process. Utilizing a qualitative research design with a case study approach, this research presents descriptive and analytical insights derived from in-depth interviews conducted with key informants. The primary data source consists of direct narratives from participants, allowing the researcher to uncover nuanced, real-life experiences. The findings reveal that discipline and obedience are foundational in fostering respect for institutional regulations, organizational systems, and collective decision-making processes within the pesantren context. Discipline is conceptualized as a consistent commitment to adhere to established rules and codes of conduct. Moreover, the study highlights the significant role of reward and punishment mechanisms as pivotal supporting factors that strengthen student discipline through the structured application of Islamic counseling practices

    Pemasangan dan Pelatihan Penggunaan Jam Digital Penunjuk Waktu Sholat di Mushola Bidayatul Hidayah, Desa Srijaya, Bekasi

    Full text link
    Ketepatan waktu dalam pelaksanaan ibadah sholat merupakan aspek fundamental dalam kegiatan keagamaan umat Islam. Namun, di beberapa wilayah perdesaan, sarana penunjang waktu sholat masih bersifat manual dan kurang akurat. Mushola Bidayatul Hidayah, yang terletak di Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, masih mengandalkan kalender manual sebagai acuan waktu sholat, sehingga sering terjadi ketidaksesuaian jadwal dengan waktu sebenarnya. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim pengabdian Universitas Krisnadwipayana Bekasi, melakukan program pengabdian masyarakat berupa pemasangan jam digital penunjuk waktu sholat berbasis teknologi LED Dot Matrix serta pelatihan penggunaannya kepada pengurus mushola. Kegiatan ini berlangsung selama dua minggu, dari tanggal 3 hingga 20 Mei 2024, dan dilaksanakan dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang menekankan pada partisipasi aktif masyarakat sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan teknologi jam digital mampu meningkatkan akurasi penjadwalan waktu sholat dan mempermudah pengurus dalam mengoperasikan sistem waktu secara mandiri. Pelatihan yang diberikan juga berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan teknis pengurus dalam mengatur dan memelihara perangkat tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis teknologi digital yang dilakukan melalui pendekatan partisipatif mampu memberikan dampak nyata dalam mendukung kegiatan keagamaan komunitas lokal

    851

    full texts

    932

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Ejournal Institut Agama Islam Syarifuddin
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇