Ejournal Institut Agama Islam Syarifuddin
Not a member yet
932 research outputs found
Sort by
PENDIDIKAN BERBASIS MUTU: Reorientasi Manajemen Pendidikan di Negara Berkembang
In order to address the challenge of globalization era, the world of education should rectify its quality. In order to attain the good quality for developing countries. The education caretaker or school has to own an internal and external client. Standard quality education ought to run simultananesously thorugh some steps such as: non quality assurance, and integrated quality management. However, the principals of quality are focused on the client, total involvement, measurement, commitment, and continuous restoration. The step of the implementation of the principals of quality, as the theory developed by management countries developing are creating the purpose consistency, adopt the total quality management philosopy, diminish the testing need, appraise school business with new procedure, repair the quality, life long learning for all people. By doing step, the implementation quality management in developing countries can be achieved and it is suited with the purpose desired, as what has been done in developing countries
HAKIKAT PENDIDIKAN ISLAM DI MADRASAH DI TINJAU DARI MANAJEMEN PENDIDIKAN
Pada hakikatnya timbulnya madrasah-madrasah di dunia Islam merupakan usaha pengembangan dan penyempurnaan kegiatan proses belajar mengajar dalam upaya untuk menampung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan jumlah pelajar yang semakin meningkat dan bertambah setiap tahun ajaran. Sementara itu, madrasah boleh dikatakan sebagai fenomena baru dari lembaga pendidikan Islam yang ada di Indonesia, yang kehadirannya sekitar permulaan abad ke-20. Namun dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajarannya masih belum punya keseragaman antara daerah yang satu dengan daerah yang lain, terutama sekali menyangkut kurikulum dan rencana pelajaran. Madrasah adalah ujung tombak terdepan dalam pelaksanaan proses pendidikan Islam. Madrasah sebagai lembaga pendidikan yang tumbuh dan berkembang dari tradisi pendidikan agama dalam masyarakat, memiliki arti penting sehingga keberadaannya terus diperjuangkan. Lembaga Pendidikan Agama Islam pertama didirikan di Indonesia adalah dalam bentuk pesantren. Dengan karaktemya yang khas "religius oriented", pesantren telah mampu meletakkan dasar-dasar pendidikan keagamaan yang kuat. Para santri tidak hanya dibekali pemahaman tentang ajaran Islam tetapi juga kemampuan untuk menyebarkan dan mempertahankan Islam