Jurnal Teknologi Rekayasa (JTERA) / Journal of Engineering Technology
Not a member yet
100 research outputs found
Sort by
Desain Prototipe Mesin Sortir Barang Otomatis
Dalam suatu sistem produksi, salah satu parameter produk adalah berat. Banyak industri terganggu dikarenakan kesalahan dalam penentuan berat di bagian pengecekan. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem yang dapat menyortir produk tersebut secara otomatis sehingga dapat lebih memaksimalkan waktu, dan hasil produksi dapat lebih ditingkatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan mengimplementasikan prototipe mesin sortir otomatis berbasis mikrokontroler untuk kebutuhan sortir barang. Metode penelitian dilakukan dengan membuat desain empat masukan untuk mikrokontroler. Masukan untuk mikrokontroler terdiri dari dua buah tombol tekan sebagai pengatur nilai yang menaik dan pengatur nilai yang menurun serta dua masukan lain berupa sensor optocoupler dan sensor load cell. Keluaran dari mikrokontroler didesain sebanyak empat keluaran. Keluaran pertama dihubungkan dengan relay, motor driver DC, dan motor DC sebagai penggerak conveyor. Keluaran kedua dihubungkan dengan driver motor DC forward reverse dan motor DC untuk aktuator. Dua keluaran lainnya dihubungkan dengan buzzer dan LCD. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, prototipe mesin sortir otomatis untuk sortir ini mempunyai persentase error sebesar 0,183%. Dengan nilai toleransi error yang sudah ditentukan oleh perancang sesuai kebutuhan sebesar 2,5% maka alat prototipe mesin sortir otomatis untuk sortir ini dapat dinyatakan sesuai dengan apa yang sudah ditentukan dalam perancangan
Desain Awal Pembuatan Glider Autonomous Underwater Vehicle (AUV) Parahyangan
Perkembangan teknologi robot bawah air saat ini menjadi banyak perhatian. Salah satu jenis robot bawah air adalah Glider Autonomous Underwater Vehicle (AUV). Robot ini dapat bekerja secara otomatis tanpa operator berdasarkan perubahan daya apung (buoyancy) agar dapat bekerja dalam tiga kondisi, yaitu mengapung, melayang, dan tenggelam. Penelitian ini merupakan desain awal dan pembuatan Glider AUV Parahyangan berbiaya rendah. Robot yang dirancang terdiri dari sistem elektrik, mekanik, dan program. Robot ini dibuat memiliki satu derajat kebebasan yaitu menggerakan sudut pitch dengan menggunakan dua buah penggerak. Penggerak pertama digunakan untuk mengubah daya apung dengan memasukan air ke dalam tangki robot, sedangkan penggerak kedua digunakan untuk menggeser movable mass sehingga sudut pitch robot ini dapat dikendalikan. Hasil eksperimen menunjukan sistem elektrik, mekanik, dan program dapat bekerja sesuai dengan perancangan. Robot ini diujicobakan juga dengan diberi setpoint sudut pitch sebesar 14° dan hasilnya robot dapat mencapai set point pada detik ke-46. Pada uji coba tersebut, robot mengalami osilasi ketika menuju setpoint yang yang disebabkan oleh getaran motor stepper. Namun demikian, osilasi dapat berkurang saat robot mencapai setpoint
Perancangan dan Fabrikasi Sistem Complex Impedance Analyzer Berbasis Chipset AD5933
Sistem complex impedance analyzer adalah sebuah perangkat pengukuran impedansi yang dapat diprogram untuk melakukan penyisiran frekuensi dari 10 hingga 100 kHz dengan jumlah penyisiran 10 titik pengukuran. Perangkat ini memungkinkan parameter impedansi suatu sistem fisis eksternal yang disebut sebagai Device Under Test (DUT) dapat diketahui dengan memberikan sinyal sinusoidal sesuai frekuensi yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat sistem complex impedance analyzer berbasis chipset AD5933. Respon frekuensi DUT dapat diperoleh dari hasil sampling analog-to-digital converter (ADC) dan komputasi discrete fourier transform (DFT) yang dilakukan oleh mesin DSP untuk mengembalikan data nilai real dan data nilai imajiner sinyal respon sistem DUT pada tiap nilai frekuensi yang ditentukan. Seluruh proses ini meliputi pembangkitan sinyal sinusoidal, konversi ADC, hingga komputasi DFT dilakukan di dalam chipset AD5933. Pengujian rangkaian kompleks orde pertama dengan resistor 10 kW dan kapasitor 470 pF yang dirangkai secara seri sebagai sampel DUT menghasilkan karakteristik magnitudo aktual |Z| yaitu pada frekuensi tinggi. Kapasitor berperilaku sebagai short circuit sehingga magnitudo aktual |Z| mendekati nilai R. Keadaan tersebut dibatasi oleh titik frekuensi cut-off dari respon frekuensi yang diperoleh. Hal tersebut berimplikasi kepada nilai fasa aktual Z yang semakin mendekati 0°.
Identifikasi Kualitas Air Laut Terkait Pengelolaan Sampah di Pulau Lengkang Kecil
Permasalahan pada pengelolaan sampah dapat berakibat terjadinya degradasi kualitas lingkungan yang tidak memberikan kenyamanan untuk hidup sehingga dapat menurunkan kualitas kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian mengenai kualitas air laut yang telah tercemar sampah terkait pengelolaan sampah di Pulau Lengkang Kecil. Observasi dan survey dilaksanakan untuk mengetahui kondisi eksisting penggelolaan persampahan serta titik persebaran timbulan sampah di Pulau Lengkang Kecil. Titik pengambilan sampel air didasarkan kepada titik persebaran sampah di perairan sekitar Pulau Lengkang Kecil. Ada sepuluh titik pengambilan sampel, yaitu tujuh titik pengambilan sampel dengan timbulan sampah tinggi dan tiga titik pengambilan sampel dengan timbulan sampah rendah. Ada empat parameter yang dianalisa, yaitu pH, turbidity (kekeruhan), dissolved oxygen (DO), dan nitrat. Sampel air kemudian dianalisa berdasarkan Kepmen LH No. 51 Tahun 2004 mengenai baku mutu air laut untuk biota laut. Hasil analisa menunjukkan bahwa nilai DO, turbidity, dan nitrat melebihi baku mutu di titik-titik dengan jumlah sampah yang tinggi. Kajian kualitas air laut ini diharapkan dapat memberikan gambaran awal mengenai kondisi kualitas air laut serta rencana pengelolaan sampah di Pulau Lengkang Kecil
Ulasan Teknologi Pretreatment Terkini Limbah Cair POME Sebagai Umpan Digester Biogas
Pengolahan anaerob merupakan teknologi efektif yang murah untuk mengolah limbah cair kelapa sawit (POME) menjadi biogas yang dapat dijadikan bahan bakar atau listrik. Yield biogas dapat ditingkatkan dengan menerapkan teknik pretreatment limbah POME sebelum menuju digester. Umumnya, teknik pretreatment ini adalah tahapan hidrolisis yang merupakan tahap pertama dari produksi biogas. Tujuan dari pretreatment ini untuk memecah padatan atau gumpalan komponen agar lebih mudah dicerna oleh bakteri. Studi ini berisi ulasan perbandingan keunggulan dan kelemahan beberapa metode pretreatment terkini termasuk dengan evaluasi biaya operasional yang sesuai untuk diaplikasikan pada pengolahan pretreatment limbah POME di PKS Sei Pagar. Berdasarkan hasil seleksi, teknik pretreatment dengan karakteristik limbah POME yang memiliki biaya operasional relatif rendah yaitu teknik ultrasonik dan ozonasi
Analisis Kinerja Mesin Pendingin Kompresi Uap Menggunakan HFC-236fa Sebagai Alternatif Pengganti R-22
Salah satu indikasi fluida ramah lingkungan yaitu memiliki indeks Ozone Depletion Potentials yang rendah. Indeks Ozone Depletion Potentials untuk refrigerant R22 dan fuida HFC-236fa berturut-turut adalah 0,055 dan 0. Data Environmental Protection Agency menunjukan bahwa HFC-236fa memiliki tingkat toksisitas yang sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja mesin pendingin kompresi uap menggunakan HFC-236fa sebagai alternatif pengganti refrigerant R22. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan melakukan pengujian refrigerant R22 dan HFC-236fa pada mesin pendingin kompresi uap. Analisis koefisien kinerja dilakukan untuk memastikan fluida HFC-236fa mempunyai kinerja yang cukup untuk menggantikan refrigerant R22. Pengaturan efek refrigerasi dilakukan dengan mengendalikan putaran kipas pada lima level kecepatan. Sifat-sifat termal dari kedua fluida digunakan untuk menganalisis data pengujian sehingga bisa diketahui kinerja termodinamikanya. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai Coefficient of Performance fluida HFC-236fa mencapai 2,5 sampai 3,1. Hasil validasi terhadap analis matematis hitungan manual menggunakan software Genetron Properties 1.1 menunjukan hasil yang baik
Rancang Bangun Mesin Pencacah Plastik Tipe Sumbu Menyudut untuk Usaha Mikro
Sampah plastik merupakan masalah yang sangat serius bagi lingkungan, karena plastik adalah bahan yang sulit terurai oleh bakteri dan dapat memakan waktu puluhan atau bahkan ratusan tahun untuk terurai secara alami. Diperlukan upaya untuk memanfaatkan sampah plastik sebagai bahan daur ulang untuk mengurangi jumlah sampah yang telah ada, terutama untuk botol plastik organik yang dapat ditemukan di hampir setiap tempat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah mesin penghancur plastik portabel tipe sumbu menyudut dengan memperhatikan faktor ergonomis dan akan membantu menghancurkan botol plastik bekas yang berbiaya murah. Metode yang digunakan terdiri dari proses desain penghancur, mengingat dibutuhkannya kekuatan untuk menghancurkan plastik. Setelah proses desain selesai, dilanjutkan dengan proses pembuatannya sehingga menjadi mesin yang bisa mendaur ulang botol-botol plastik. Hasil yang diperoleh bahwa kapasitas mesin yang diproduksi dengan ukuran 64cm (L) x 28cm (W) mampu menghancurkan botol plastik sebanyak 20 kg/jam. Sementara itu, ukuran rata-rata serpihan botol plastik di bawah 30 mm2. Dengan demikian, hasil dari penghancuran ini dapat mengurangi tempat penyimpanan limbah botol plastik terutama bagi pengumpul tingkat pertama