Portal Publikasi Ilmiah Pusat Penelitian Arkeologi Nasional
Not a member yet
    440 research outputs found

    Strategi Terintegrasi untuk Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya di Kota Surakarta

    Full text link
    Abstract. Every cultural heritage has different strategic management depends on its context. This research focused on the lack of good management strategy for Cultural Heritage Area in Surakarta City. The aims of this study is to formulate an integrated strategic management for cultural heritage areas in Surakarta City. This research used qualitative exploratory methodology with inductive approach. Primary data were obtained from field observations and interviews with sources related to cultural preservations, while secondary data were obtained from Surakarta City planning documents. The strategic management aimed for the community and government, therefore the internal variable is the condition of four aspects strategic management owned by the community and the city government, while the external variable is from outside the community and the city government. This research produces 73 strategy formulations which are summarized into 43 formulations based on the predicated similarity. The designation of strategy for managing Cultural Heritage Area is divided into two parts, which are 13 strategies for the scale of Surakarta City and 30 strategies for each region. Management integration can be seen from these strategies that are divided into each aspect to support the management of Cultural Heritage Area in Surakarta City. Keywords: Strategic Management, Cultural Heritage Area, Surakarta City Abstrak. Setiap cagar budaya membutuhkan strategi pengelolaan yang berbeda sesuai dengan konteks cagar budaya. Keberadaan bangunan dan kawasan cagar budaya menjadi permasalahan tersendiri bagi perkembangan kota Surakarta. Sampai saat ini, kota Surakarta belum memiliki strategi pengelolaan kawasan cagar budaya yang terintegrasi. Penelitian ini merumuskan strategi pengelolaan kawasan cagar budaya yang terintegrasi di kota Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah eksploratif kualitatif dengan pendekatan induktif. Data primer diperoleh dari observasi KCB dan wawancara dengan narasumber terkait cagar budaya, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen perencanaan kota Surakarta. Strategi pengelolaan ditujukan masyarakat dan Pemerintah Kota Surakarta sehingga variabel internal adalah kondisi aspek strategi pengelolaan yang dimiliki masyarakat dan pemerintah kota, sedangkan variabel eksternal adalah kondisi aspek strategi pengelolaan dari luar masyarakat dan pemerintah kota. Penelitian ini menghasilkan 73 rumusan strategi yang kemudian diringkas menjadi 43 rumusan berdasarkan kesamaan predikat dan makna. Peruntukan strategi terbagi dalam 13 strategi pengelolaan kawasan cagar budaya untuk skala kota Surakarta, 30 strategi pengelolaan kawasan cagar budaya untuk setiap kawasan. Integrasi pengelolaan dapat diketahui dari adanya 17 strategi yang merupakan ringkasan dari 43 strategi dan digolongkan sesuai aspek pengelolaan kawasan cagar budaya. Kata kunci: Strategi Pengelolaan, Kawasan Cagar Budaya, Kota Surakart

    Cover Amerta Volume 2, Tahun 1985

    No full text

    Preface Amerta Volume 2, Tahun 1985

    No full text

    Peninggalan-Peninggalan Purbakala Di Sekitar Malang

    No full text

    Cover Amerta Vol.37, No.2, 2019

    No full text

    Preface Amerta Volume 26, Nomor 1, Tahun 2008

    No full text

    Appendix Amerta Volume 25, Nomor 1, Tahun 2007

    No full text

    Back Cover Amerta Volume 22, Tahun 2002

    No full text

    KERENTANAN TINGGALAN BUDAYA BAWAH AIR SITUS KARANG BUI DI PERAIRAN PANTAI UTARA JAWA BARAT

    Full text link
    Abstract. The Vulnerability of Underwater Cultural Heritages in Karang Bui Site, Northern Coast of West Java. Underwater remains which found in Karang Bui site, Karawang-Subang waters are originated from the colonial period of Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) and occupation period of the Kingdom of the Netherlands in Indonesia. Research on the vulnerability of the Karang Bui site has been conducted by the Ministry of Marine Affairs and Fisheries in 2017-2018. Research methods including observation of sea area; diving activities for site documentation, seabed profiles mapping, and the use of Side Scan Sonar. Besides looting activities that occurred in the past, the threats toward Karang Bui site preservation nowadays are from human and natural factors. Karang Bui site is located in shallow water with a depth of 5-12 m, so during the maximum elevation, the waves height and current velocity which forms at that location is increasing. Sedimentation level in Karang Bui site is also high caused by many rivers estuary around the site. The site is located within the area of P.T. Pertamina petroleum refineries which is likely the spill oil will threaten the archaeological remains. Furthermore, Karang Bui site is located near Patimban, Subang port development area which also the shipping line. Planning and protection measurement needs to be carried out immediately by related institutions and local governments. Thus, due those various vulnerability factors, the lifting of Karang Bui underwater artifacts is important to be done.   Abstrak. Tinggalan bawah air yang ditemukan di Karang Bui, perairan Karawang-Subang, berasal dari masa Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dan masa penjajahan Kerajaan Belanda di Indonesia. Penelitian terhadap kerentanan Situs Karang Bui telah dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2017-2018. Metode penelitian meliputi observasi kawasan laut, penyelaman bawah air untuk dokumentasi situs, pemetaan profil dasar laut, penggunaan side scan sonar. Selain aktivitas penjarahan pada masa lalu, ancaman terhadap kelestarian Situs Karang Bui saat ini berasal dari alam dan ulah manusia. Situs Karang Bui berada di perairan dangkal dengan kedalaman 5-12 m sehingga saat elevasi maksimal, tinggi gelombang dan kecepatan arus yang terbentuk di lokasi tersebut semakin meningkat. Tingkat sedimentasi di Situs Karang Bui juga tinggi karena banyak muara sungai di sekitar situs. Lokasi situs berada di area kilang-kilang pengeboran minyak bumi milik P.T. Pertamina, yang kemungkinan  tumpahan minyak akan mengancam tinggalan arkeologis. Selain itu, lokasi situs berada di dekat area pembangunan Pelabuhan Patimban, Subang, juga merupakan alur pelayaran. Perencanaan dan tindakan pelindungan Situs Karang Bui perlu segera dilakukan oleh institusi terkait dan pemerintah daerah. Oleh karena berbagai faktor kerentanan tersebut, pengangkatan artefak bawah air Karang Bui sangat penting untuk dilakukan

    Geologi Situs Paleolitik Pacitan Bagian Timur Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur

    No full text
    Abstract. The Geology of the Paleolithic Site of the Eastern Part of Pacitan, Pacitan Regency, East Java Province. The Paleolithic Site of the Eastern Part of Pacitan is located at Km-10 to Km-18 east of the city of Pacitan to the direction of Trenggalek regency.  It covers three main rivers, namely Kedunggamping (Padi) River, Ngrendeng-Tulakan River, and Lorog River.   The site has lowland, weak wavy, strong wavy, and karst morphological units.  It is situated at an elevation of O - 900 m above sea level.  The three rivers that flow in this  area  are old and old-mature  stadium ones,  with observable trellis and rectangular desiccated patterns. They belong to periodic, consequent, and subsequent types.   The rocks that compose the area are volcanic breccia, conglomerate, ingenous rock unit, sand stone, tuff, clay-stone, silt, limestone unit, and alluvial sediment, with ages that range from Oligocene up to Holocene. The geological structures that are found in this place include sincline fold and strike slip.   The river terraces belong to the first, which still directly connected to the river surface. Disturbance on geological structure is one of the factors that influence the position and existence of the river terraces.   Lithic tools made of chert, andesite, jasper, silicified-limestone, wood fossil, chalcedony, and limestone are found at this site.  The raw materials of those tools (granule, pebbles, and boulders) are usually available along the rivers.Abstrak. Lokasi Situs Paleolitik Pacitan bagian Timur terletak di Km-10 hingga Km-18 sebelah timur Kota Pacitan ke arah Kabupaten Trenggalek.  Situs Paleolitik ini meliputi wilayah Sungai Kedunggamping (Sungai Padi), Sungai Ngrendeng-Tulakan, dan Sungai Lorog.    Bentang alam wilayah situs ini termasuk pada satuan morfologi dataran, satuan morfologi bergelombang lemah, satuan morfologi bergelombang kuat, dan satuan morfologi karst.  Ketinggian situs berada pada O - 900 meter di atas permukaan air laut.    Ketiga sungai itu termasuk pada sungai berstadia Tua (old river stadium) dan Dewasa-Tua (old-mature), dengan kenampakan pola pengeringan Trellis dan Rectangular. Selain itu, termasuk pada Sungai Periodis, Sungai Konsekuen, dan Sungai Subsekuen.    Batuan penyusun wilayah situs adalah breksi vulkanik, konglomerat, satuan batuan beku, batu pasir, tufa, batu lempung, batu lanau, satuan batu gamping, dan endapan aluvial.  Kisaran umurnya ialah dari Oligosen hingga  Holosen.  Struktur geologi yang melewati wilayah situs adalah Lipatan (fold) dari jenis sinklin, dan Patahan  (fault)  dari jenis  sesar geser.   Undak-undak sungai yang teramati termasuk pada undak sungai pertama yang masih berhubungan langsung dengan muka air sungai. Gangguan struktur geologi ikut mempengaruhi keletakan dan keberadaan undak-undak sungai itu sendiri.    Alat-alat   litik terdiri dari batuan chert, andesit, jasper, batugamping kersikan, fosil kayu, kalsedon, dan batugamping. Sumber bahan baku alat-alat litik tersebut umumnya berada di alur-alur sungai  dalam  bentuk  kerikil,  kerakal, dan boulder batuan

    202

    full texts

    440

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Publikasi Ilmiah Pusat Penelitian Arkeologi Nasional
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇