E-QIEN - Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Not a member yet
1164 research outputs found
Sort by
ANALISIS PERBANDINGAN SISTEM ANTRIAN MODEL M/M/1 DAN M/M/S UNTUK PELAYANAN PBB DI DPKAD KABUPATEN PURWAKARTA
Research on the comparative analysis of single channel queuing system and multiple channel query system with 2 fasilties and 3 facilities. This study aims to investigate how the optimal number of facilities due to the large queues waiting for their turn receive services especially Pajak Bumi dan Bangunan in the Office of Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Purwakarta.The analytical method used is the model M / M / 1 for single channel system query and M / M / S is used for multiple channel query system. based on the results of the analysis using the model found that the results of a query using a single channel system services Pajak Bumi dan Bangunan certainly not optimal due to the ability of the service itself 12 people per hour. On the other side using the model M / M / S found the average amount of time service during rush hour period 10:00 to 11:00 of 0:15 hours or can be 9 minute and an average queue length 1.0667. In contrast to the number 3 facility, the taxpayer at a busy period 10:00 to 11:00 can wait with a difference of only 0.0923 hours or 5:54 minutes and the number of queues waiting with an average of 0.1446.Suggestion research obtained in order to use the three facilities while maintaining the service with optimal. So that all service activities will not be interrupted and did not make the queue longer taxpayer.Keyword : Queue, single channel queuing system and multiple channel query system, services, tax payerResearch on the comparative analysis of single channel queuing system and multiple channel query system with 2 fasilties and 3 facilities. This study aims to investigate how the optimal number of facilities due to the large queues waiting for their turn receive services especially Pajak Bumi dan Bangunan in the Office of Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Purwakarta.The analytical method used is the model M / M / 1 for single channel system query and M / M / S is used for multiple channel query system. based on the results of the analysis using the model found that the results of a query using a single channel system services Pajak Bumi dan Bangunan certainly not optimal due to the ability of the service itself 12 people per hour. On the other side using the model M / M / S found the average amount of time service during rush hour period 10:00 to 11:00 of 0:15 hours or can be 9 minute and an average queue length 1.0667. In contrast to the number 3 facility, the taxpayer at a busy period 10:00 to 11:00 can wait with a difference of only 0.0923 hours or 5:54 minutes and the number of queues waiting with an average of 0.1446.Suggestion research obtained in order to use the three facilities while maintaining the service with optimal. So that all service activities will not be interrupted and did not make the queue longer taxpayer.Keyword : Queue, single channel queuing system and multiple channel query system, services, tax paye
PENGARUH HARGA, KUALITAS, KONDISI PASAR DAN LOKASI PASAR TERHADAP PREFERENSI KONSUMEN DALAM BERBELANJA DI PASAR TRADISIONAL
Berdasarkan sumber dari para pedagang pasar di pasar tradisional, bahwa kini jumlah konsumen yang berkunjung dan membeli di pasar tradisional semakin hari cenderung semakin berkurang. Omzet penjualanpun cenderung menurun. Bila dibandingkan dengan keadaan 10 tahun yang lalu, dimana waktu berjualan dimulai dari jam 4 pagi sampai dengan jam 12 siang, barang dagangan yang terjual sudah habis. Tetapi kini sampai sore, dengan jumlah kuantitas barang yang ditawarkan relatif sama, namun memerlukan waktu yang lebih lama, bahkan seringkali barang yang ditawarkan tidak habis terjual. Hal tersebut tentu saja sangat merugikan para pedagangBerdasarkan sumber dari para pedagang pasar di pasar tradisional, bahwa kini jumlah konsumen yang berkunjung dan membeli di pasar tradisional semakin hari cenderung semakin berkurang. Omzet penjualanpun cenderung menurun. Bila dibandingkan dengan keadaan 10 tahun yang lalu, dimana waktu berjualan dimulai dari jam 4 pagi sampai dengan jam 12 siang, barang dagangan yang terjual sudah habis. Tetapi kini sampai sore, dengan jumlah kuantitas barang yang ditawarkan relatif sama, namun memerlukan waktu yang lebih lama, bahkan seringkali barang yang ditawarkan tidak habis terjual. Hal tersebut tentu saja sangat merugikan para pedagan
PENGARUH EVENT MARKETING TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN WISATAWAN NUSANTARA MENGUNJUNGI DESTINASI WISATA DI KABUPATEN PURWAKARTA
Kabupaten Purwakarta merupakan salah satu daerah yang concern terhadap pembangunan kepariwisataan, dimana letak geografis nya yang menjadi poros dua ibukota Propinsi yaitu DKI Jakarta dan Jawa Barat menjadikan Kabupaten Purwakarta sebagai salah satu wilayah yang sangat strategis. Berdasarkan fenomena tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kontribusi event marketing yang dilakukan pemerintah daerah terhadap pengambilan keputusan wisatawan nusantara mengunjungi destinasi wisata di Kabupaten Purwakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, populasi penelitian adalah wisatawan nusantara yang mengunjungi destinasi wisata di Kabupaten Purwakarta, adapun jumlah sampel pada penelitian ini adalah 100 orang responden yang diambil dengan teknik probability sampling dengan metode cluster sampling.Untuk mendapatkan jawaban pada penelitian ini penulis menggunakan teknik regresi sederhana.Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa event marketing berpengaruh terhadap pengambilan keputusan wisatawan nusantara mengunjungi destinasi wisata di Kabupaten Purwakarta.Kata kunci : Event marketing, pengambilan keputusanKabupaten Purwakarta merupakan salah satu daerah yang concern terhadap pembangunan kepariwisataan, dimana letak geografis nya yang menjadi poros dua ibukota Propinsi yaitu DKI Jakarta dan Jawa Barat menjadikan Kabupaten Purwakarta sebagai salah satu wilayah yang sangat strategis. Berdasarkan fenomena tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kontribusi event marketing yang dilakukan pemerintah daerah terhadap pengambilan keputusan wisatawan nusantara mengunjungi destinasi wisata di Kabupaten Purwakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, populasi penelitian adalah wisatawan nusantara yang mengunjungi destinasi wisata di Kabupaten Purwakarta, adapun jumlah sampel pada penelitian ini adalah 100 orang responden yang diambil dengan teknik probability sampling dengan metode cluster sampling.Untuk mendapatkan jawaban pada penelitian ini penulis menggunakan teknik regresi sederhana.Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa event marketing berpengaruh terhadap pengambilan keputusan wisatawan nusantara mengunjungi destinasi wisata di Kabupaten Purwakarta.Kata kunci : Event marketing, pengambilan keputusa
PENERAPAN METODE AKTIVA TETAP PADA PT.GUNTUR KABUPATEN PURWAKATA
Adanya transaksi antar negara dan prinsip-prinsip akuntansi yang berbeda antar negara mengakibatkan munculnya kebutuhan akan standar akuntansi yang berlaku secara internasional. Oleh karena itu muncul organisasi yang bernama IASB atau International Accounting Standar Board yang mengeluarkan International Financial Reporting Standar (IFRS). Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui tentang bagaimana perlakuan akuntansi terhadap aktiva tetap pada PT.Guntur Kabupaten Purwakata apakah sesuai dengan PSAK No 16 yang mengatur tentang aktiva tetap dan untuk mengetahui bagaimana perlakuan akuntansi terhadap aktiva tetap pada PT.Guntur Kabupaten Purwakata jika ditinjau dari PSAK (Konvergensi IFRS).Kata kunci: Aset Tetap, IFRS, PSAK.Adanya transaksi antar negara dan prinsip-prinsip akuntansi yang berbeda antar negara mengakibatkan munculnya kebutuhan akan standar akuntansi yang berlaku secara internasional. Oleh karena itu muncul organisasi yang bernama IASB atau International Accounting Standar Board yang mengeluarkan International Financial Reporting Standar (IFRS). Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui tentang bagaimana perlakuan akuntansi terhadap aktiva tetap pada PT.Guntur Kabupaten Purwakata apakah sesuai dengan PSAK No 16 yang mengatur tentang aktiva tetap dan untuk mengetahui bagaimana perlakuan akuntansi terhadap aktiva tetap pada PT.Guntur Kabupaten Purwakata jika ditinjau dari PSAK (Konvergensi IFRS).Kata kunci: Aset Tetap, IFRS, PSAK