Fakultas Sastra, Universitas Ekasakti, Padang (UNES): OJS
Not a member yet
    521 research outputs found

    Peranan Bakat dan Minat dalam Belajar

    Get PDF
    Peran bakat dan minat dalam belajar adalah subjek penelitian ini. Penelitian ini menggunakan library research juga dikenal sebagai studi kepustakaan untuk mengumpulkan berbagai informasi tentang peran bakat dalam belajar. Bakat dapat didefinisikan sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi, atau kemampuan yang potensial, yang memerlukan pengembangan melalui latihan. Kebakat juga merupakan kemampuan alami untuk memperoleh keterampilan atau pengetahuan yang umum. Kesuksesan dalam suatu bidang dapat dicapai dengan minat yang didukung atau sebaliknya. Minat adalah ketertarikan seseorang pada sesuatu; bakat memerlukan minat untuk berkembang dan mencapai hasil yang optimal. Bakat dan minat peserta didik sangat mempengaruhi proses dan hasil belaja mereka. Dalam pendidikan, belajar harus dilakukan. Pendidikan adalah proses meningkatkan sumber daya manusia siswa dengan memberikan bimbingan dan sarana untuk proses belajar. Pendidikan bertujuan untuk mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja. Jadi, peranan bakat dan minat dalam belajar sangat penting dalam mengembangkan kemampuan seseorang untuk mencapai kesusksesan dalam hidupnya

    An Analysis of Imagery in Mother Africa, May I Return? Poem by Janaya Cooper

    Get PDF
    This research analyzed about imageries in the Mother Africa, May I Return? poem. The poem of Black Live Matter (BLM) movement in America, United Kingdom and Australia. The purpose of this research is to describe the kinds of imageries found in the Mother Africa, May I Return? poem. In this research, the writer used the descriptive qualitative method and used theory of Imagery by Perrine (1992). Data are explained by find the meaning and described them based on the kinds of imagery through four procedure, they are: identifying, classiying, analyzing and making the conclusion from the data. The result of this research are the writer found about 13 data of imagery of the poem. Visual imagery is the most dominant imagery in the Mother Africa, May I Return? poem. There are 6 data of visual imagery from 13 total data that the writer found in the poem, because visual imagery is the appropriate imagery for BLM’s proponents to describe their misery in their own country. Another imagery that the writer also found in this poem are auditory imagery, tactile imagery and kinaesthetic imagery. There are 5 data of auditory imagery, 2 data of tactile imagery and 1 data of kinaesthetic imagery found in the Mother Africa, May I Return? poem

    Analysing Learning Material For Young Learners Through The Framework

    Get PDF
    Nowadays, Indonesian kids are increasingly interested in bilingual education. They are exposed to the second language in their households in addition to acquiring it in school. Although there are still some myths about bilingualism in society, some parents still practice it because they think it helps their children develop, both linguistically and cognitively. Those, this essay focuses on the materials used by parents and teachers to teach bilinguals to the children including in the formal language learning. The literature review specifically served as the foundation for this paper. Here, seven frameworks about the learning materials are analysed to see whether the current materials are suitable for the students need. The results show that the learning materials still need some improvement and teachers need to do some innovation to make it happen the school level

    Mandi Balimau Sebagai Tradisi Masyarakat di Minangkabau

    Get PDF
    Balimau adalah tradisi turun temurun yang diwariskan nenek moyang Minangkabau dan biasanya dilakukan masyarakat di air sungai yang mengalir dan sekarang banyak dilakukan di tempat-tempat pemandian umum. Tradisi mandi Balimau yang dipercaya sejak dulu sampai sekarang masih banyak melakukan mandi Balimau menggunakan jeruk di sungai dan tempat pemandian untuk tujuan membersihkan diri menjelang bulan suci Ramadhan. Dulu, masyarakat  Minangkabau, Sumatera Barat ada tradisi Balimau, mandi di sungai menggunakan Jeruk membersihan diri menjelang Ramadhan. Karena ketika itu belum ada sabun untuk mandi.  Di Riau dan Lampung  juga ada tradisi mandi Taubat menjelang memasuki bulan suci Ramadhan. Tradisi Balimau semata-mata untuk membersihkan diri, sebelum memasuki bulan Puasa. Namun kini, akibat perkembangan zaman, momen  Balimau dijadikan untuk pergi main-main ke tempat wisata serta mandi mandi bertentangan dengan adat dan agama Islam. Dulu membaca atau berniat mandi Balimau dan meluruskan hati, semata-mata untuk membersihkan diri dan mensucikan jiwa memasuki  bulan Puasa

    Kearifan Lokal Budaya Mandi Balimau di Minangkabau Dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji mengenai budaya mandi balimau di minangkabau dalam menyambut bulan suci ramadhan. Penelitian ini merupakan penelitian yang mengunakan metode kajian literature dan dititik beratkan pada penggunaan data sekunder berupa jurnal, website, ertikel ilmiah yang berhubungan dengan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Budaya Mandi Balimau di Minangkabau merupakan tradisi yang kaya akan makna dan nilai, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Mandi balimau bukan sekadar mandi fisik, tetapi juga ritual yang mempunyai nilai spiritual yang dalam. Ritual ini dipercayai sebagai sarana untuk membersihkan diri dari dosa dan kesalahan, menjadikan pikiran lebih tenang, serta mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual untuk memasuki bulan Ramadhan dengan hati yang suc

    Tato Tubuh Sebagai Ekspresi Kepercayaan di Mentawai

    Get PDF
    Tato tubuh di kalangan masyarakat Mentawai, sebuah kelompok etnis di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Indonesia, memiliki peran penting sebagai ekspresi kepercayaan, identitas budaya, dan warisan sejarah. Eksistensi budaya tato Mentawai di Sumatera Barat zaman sekarang yang semakin modren menjadi pertanyaan sebagai kalangan. Kebudayaan tato yang kuat akan asal usulnya dibudayakan secara turun temurun apakah masih diteruskan oleh anakmuda zaman sekarang ini? Proses penatoan yang masih menggunakan teknik, alat, dan bahan yang masih tradisional mungkin menjadi salah satu alasan anak muda sekarang. Kaum anak muda lebih tertarik dengan motif dan teknik tato yang lebih modern, disisi lain sejak dikeluarkan melalui SK No.167/PROMOSI/1954 yang memerintahkan suku Mentawai meninggalkan tradisi tato dan kepercayaan mereka, Arat Sabulungan. Masyarakat Mentawai mulai meninggalkan kebudayaan tersebut dan membangun kehidupan mengikutin zamannya. Namun kebudayaan tato itu sendiri telah menjadi identitas Mentawai yang telah banyak dikenal oleh rakyat Indonesia melalui asal usul, teknik, motif, alat, dan bahan yang digunakan dalam proses tersebut memiliki keunikan tersendiri bagi masyarakat Mentawai. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari informasi mengenai tato Mentawai dari asal-usul hingga keberadaan tato saat ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan secara studi literatur. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan dideskripsikan secara utuh. Hasil yang kemungkinan ditemukan adalah penerimaan diri, merasa setara dengan orang lain, konsep diri yang dibangun, dan sisa- sisa keberadaan tato yang tidak lagi dibudayakan.Melampaui sekadar ornamen tubuh, tato-tato ini menyimpan makna mendalam yang merangkum simbolisme budaya, kepercayaan spiritual, dan identitas kelompok. Dalam tradisi Mentawai, tato tidak hanya menjadi elemen dekoratif, tetapi juga sarana komunikasi dengan dunia spiritual, perlindungan dari roh jahat, dan penanda status sosial. Proses inisiasi dan pematangan seringkali dihubungkan dengan pemberian tato, menambah dimensi simbolis dalam perjalanan hidup individu. Tradisi lisan turut memainkan peran penting dalam mempertahankan dan meneruskan pengetahuan tentang makna tato dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sementara tato Mentawai mempertahankan nilai-nilai tradisional, dampak globalisasi dan perubahan sosial memberikan tantangan serta peluang untuk memahami dan melestarikan kekayaan budaya ini. Penghormatan terhadap tato Mentawai bukan hanya sebagai seni visual, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai dan cerminan dari perjalanan sejarah masyarakat yang unik ini

    Tradisi Upacara Basela Sebagai Kearifan Lokal Suku Anak Dalam (SAD) Jambi Dalam Mempertahankan Kultur di Era Globalisasi

    Get PDF
    Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman budaya dan setiap daerah mempunyai kearifan lokal yang berbeda-beda. Provinsi Jambi merupakan daerah yang memiliki banyak keanekaragaman budaya dan tradisi. Keberagaman budaya tersebut dapat ditunjukkan oleh beberapa suku di Jambi, antara lain suku Melayu, suku Kerinci, suku Batin, suku Senghulu, suku Anak Dalam (Kubu), dan suku nomaden. Salah satu suku yang paling populer adalah suku Anak Dalam atau sering disebut dengan suku Kubu. Suku Anak Dalam merupakan suku khas yang ada di Provinsi Jambi. Mereka tergolong minoritas dan mempunyai tradisi unik dalam mengobati penyakit, yakni melalui upacara Basela. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali sejarah dan nilai upacara Basela sebagai metode penyembuhan tradisional serta melestarikan kearifan lokal yang terkandung dalam budaya Basela di era globalisasi ini. Dalam pelaksanaannya menggunakan metode penelitian atudy literatur atau penelitian terdahulu seperti artikel, jurnal, buku, dan lain-lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Basela merupakan warisan budaya yang ditujukan untuk pengobatan non medis dan bentuk doa bagi suku Anak Dalam menghindari bencana. Komunitas batin suku Anak Dalam masih mempertahankan tradisi tersebut hingga saat ini karena mereka sangat memahami nilai-nilai kepercayaan Aimisme

    Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning dan Motivasi Belajar Terhadap Keterampilan Menulis Cerpen Siswa Kelas XI SMKN 1 Bukit Sundi

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas XI  Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) SMKN 1 Bukit Sundi, Kabupaten Solok. Rendahnya hasil belajar tersebut disebabkan oleh kurang bervariasinya model pembelajaran yang diaplikasikan guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perbedaan hasil belajar dan motivasi belajar yang menggunakan model pembelajaran Project Based Learning dengan Model pembelajaran Konvensional dalam keterampilan menulis cerpen siswa kelas XI SMKN 1 Bukit Sundi. Populasi  penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMK N 1 Bukit Sundi, Kabupaten Solok Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Kemudian, sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Kelas eksperimen adalah kelas XI RPL A dan kelas kontrol kelas XI RPL B. Anggota kelas XI RPL A adalah sebanyak 28 orang dan kelas XI RPL B juga 28 orang. Data penelitian dikumpulkan melalui penggunaan instrumen penelitian yang berupa tes hasil belajar dan angket motivasi belajar. Selanjutnya data hasil belajar dianalisis menggunakan Uji-t dan Anova. Hasil penelitian adalah (1) terdapat perbedaan hasil belajar antara  yang menggunakan model pembelajaran Project Based Learning dan model konvensional pada pembelajaran menulis cerpen siswa SMK N 1 Bukit Sundi, (2) terdapat perbedaan hasil belajar antara yang menggunakan model pembelajaran Project based learning dan model konvensional yang memiliki motivasi belajar tinggi pada pembelajaran menulis cerpen siswa SMK N 1 Bukit Sundi, (3) terdapat perbedaan hasil belajar antara yang menggunakan model pembelajaran Project based learning dan model konvensional yang memiliki motivasi belajar rendah pada pembelajaran menulis cerpen siswa SMK N 1 Bukit Sundi, dan (4) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning dan konvensional yang diterapkan kepada siswa cukup mempengaruhi hasil belajar Bahasa Indonesia. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa model pembelajaran Project based learning lebih dapat meningkatkan hasil belajar secara signifikan daripada model pembelajaran konvensional

    Tindak Tutur Asertif dalam Acara Debat Perdana Calon Presiden Republik Indonesia 2024

    Get PDF
    Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui tindak tutur asertif yaitu menyatakan, memberitahhukan, menyarankan, membanggakan, mengeluh, menuntut, melaporkan.  Penelitian ini juga akan melihat manakah tindak tutur arsetif yang dominan digunakan oleh calon Presiden Republik Indonesia dalam Acara Debat Perdana Calon Presiden Republik Indonesia 2024, Anies Rasyid Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah tuturan Anies Rasyid Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo,  pada debat perdana calon presiden 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: tindak tutur asertif dalam acara debat calon Presiden Republik Indonesia 2024 ditemukan 89 data tindak tutur Asertif, tuturan yang dominan digunakan adalah (1) memberitahukan 40 data, (2) menyatakan 28 data, (3) menyarankan 10 data, (4) menuntut 5 data , (4) mengeluh 2 data, (5) membanggakan 2 data dan (6) melaporkan 2 data. Tindak tutur arsetif “memberitahukan” banyak digunakan oleh calon presiden karena apa yang diungkapkan oleh penutur dan mitra tutur mengandung makna kebenaran dan fakta yang benar-benar terjadi dalam ruang lingkup sosial yang terjadi di masayarakat, khususnya masyarakat di Indonesia. Selain itu,  tuturan yang disampaikan oleh calon presiden memiliki pengaruh dalam meyakinkan pilihan masyarakat Indonesia untuk memilih calon presiden tersebut

    Semiotic Analysis of Memes Insulting Others on Facebook

    Get PDF
    This research is entitled semiotic analysis of memes insulting others on Facebook. The semiotic study aims to explain the signs as well as to know the meanings of dark joke memes on Facebook social media. The theory used in this study is Peirce\u27s theory, namely by using the triadic model. The method used in this study is by using a qualitative descriptive method. The data analysis method uses the second data, namely the uploaded image and the researcher selects it by taking a screenshot and then interpreting. Data collection techniques used are observation, documentation and note-taking techniques. Peirce\u27s semiotic analysis is an analytical technique that researchers use to find out the signs and meanings of dark joke meme images on Facebook social media, namely the triadic model consisting of representamen, object and interpretant. The results of this study, namely being able to find out the signs and meanings that exist in writing and images of dark joke memes on Facebook social media

    456

    full texts

    521

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Fakultas Sastra, Universitas Ekasakti, Padang (UNES): OJS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇