Jurnal Online Universitas Pertahanan (Indonesian Defense University)
Not a member yet
    491 research outputs found

    Implementation State Defense Values to Strengthen Border Community

    Get PDF
    This study aims to analyze the form in implementing the state defense values of the state defense in the border village of Sungai Limau in facing various challenges such as the susceptible threat of proxy war, using an analysis tool of the Bela Negara conception (State Defense) and Proxy War and Conception of Frontier Society. This study uses a qualitative method with case study approach by collecting data obtained from interviews, observation, and literature. The result shows that the implementation of the state defense values among the frontier communities in Sungai Limau has the potential to be developed into power in the form of attitudes and practices of national and state awareness and place Pancasila as the state ideology and means of unifying societies

    INDONESIAN INTERNET USERS POTENTIAL IN COUNTER-CYBER RADICALIZATION

    Get PDF
    Abstrak – Tulisan ini menjelaskan proses radikalisasi yang terjadi di dunia maya, dengan melihat bagaimana dan mengapa masyarakat Indonesia rentan menjadi target organisasi teroris khususnya dalam hal perekrutan melalui dunia maya. Teroris tidak hanya memanfaatkan akses internet sebagai sarana komunikasi, tetapi juga memanfaatkannya sebagai sarana dalam menyembunyikan identitas dan lokasi saat menyebarkan ideologi radikal. Konsep yang digunakan dalam tulisan ini adalah cyber radicalization, yang merupakan konsep baru yang terbentuk dari konsep ancaman cyber dan radikalisasi. Adapun hasil dari tulisan ini menunjukkan bahwa pengguna internet Indonesia memliliki potensi yang besar untuk melawan radikaslisasi di dunia maya dan memilki kapasitas dalam mendukung agenda counter terrorism di dunia maya. Namun, hal tersebut masih menghadapi beberapa tantangan, sehingga diperlukan pemanfaatan pengguna internet oleh pemerintah secara maksimum dalam agenda counter-cyber radicalization.Kata Kunci: Cyber, radikalisasi, terorisme, IndonesiaAbstract - This paper discusses the process of radicalization in cyberspace. It will look at how and why Indonesia are vulnerable in society and targeted by terrorist organizations in an attempt to recruit them, especially in cyberspace. The terrorists have become expert, not only using the latest tools of internet communications, but to do it in a way that can shield their identities and even their locations when spreading the radical ideology. The concept that used in this paper is cyber-radicalization, which is the new concept that merged from cyber threat and radicalization. The result from this paper shown that Indonesia netizens (internet users) had great potency to fight radicalization in the cyberspace and the capacity for supporting government counter-cyber radicalization agenda. However, fighting cyber radicalization in that way faced several challenges. Therefore Indonesia’s government should benefited the netizens to reach the optimum point on counter-cyber radicalization agenda.Keywords: cyber, radicalization, terrorism, Indonesia

    Sinergitas Bela Negara Dan Kearifan Lokal Siri’ Untuk Sistem Pertahanan Indonesia Dalam Menghadapi Perang Proxy

    Get PDF
    Abstrak – Indonesia menghadapi berbagai bentuk ancaman baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah menurunnya degradasi moral bangsa yang tidak lepas dari akulturasi dan masuknya budaya baru akibat dari globalisasi. Hal ini bisa dikategorikan sebagai ancaman non militer yang menjadi bagian dari agenda perang proxy yang bertujuan untuk memecah belah bangsa. Budaya siri’ hadir sebagai nilai yang hidup ditengah-tengah masyarakat Bugis dan Makassar yang dijadikan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Seiring dengan perkembangan masyarakat, budaya siri’ yang mengedepankan harkat dan martabat setiap individu dengan menjadi tool of social control, untuk mengendalikan perilaku masyarakat dari setiap penyimpangan. Budaya siri’ dijadikan sebagai sumber nilai yang menjadi pertahanan negara dari segala jenis ancaman yang dapat menyebabkan disintegrasi bangsa dan untuk menghadapi ancaman proxy.Kata Kunci : bela negara, Indonesia, kearifan lokal, perang proxy, siri’ Abstract – Indonesia currently faces regional and international threats. One of the problem coming when the morality of citizen is getting down which is affected by aculturation and globalization. It can be categorized as non-military threats, proxy war pursue to spwan disintegration in Indonesia. As a local wisdom, siri’ exists within the society of Makassar and Buginess as a norm and guide to live the life. Following the dynamics of society, siri’ puts forward the dignity of every person as a tool of social control, to regulate human’s behavior. Siri’ is created as source of value that can be considered to becomes defending the state and confronts proxy war that can impact disintegration in Indonesia.Keywords: Indonesia, local wisdom, proxy war, state defense, siriâ€

    THE INTERNAL CONFLICT TAXONOMY IN INDONESIA THAT LEADS TO PROXY WAR

    Get PDF
    Abstract – The conventional threats now have been shifted into unconventional threats which is now considered as one of the biggest threats for Indonesia. Proxy war is an unconventional threat and it is happening now in Indonesia through internal conflicts. The number of internal conflicts, whether vertical and horizontal, have increased significantly since the Reformation era started, and it is believed there is a third party who has a role on that. Many countries prefer proxy war due to its efficiency reasons and it creates a great result of destruction. It is not easy for the government to forecast whether the conflicts are naturally emerged or designed by third parties. Security apparatus, therefore, must design a conflict mapping in every non-military sector. The mapping will lead us in exploring all parties who have a connection to conflicts. It must be realized that internal conflicts are influenced by many factors such as ideology, politics, economics, and social, which later will continue to proxy war threats. Proxy war, therefore, will always be chosen due to its efficiency because they will not use their own resources. The strategic position of Indonesia makes Indonesia to become an object of proxy war.Keywords : Proxy war, internal conflict, securit

    THE ANALYSIS OFCYBER CRIME THREAT RISK MANAGEMENT TO INCREASE CYBER DEFENSE

    Get PDF
    Abstrak – Kemajuan teknologi dan informasi menimbulkan ancaman baru di ruang siber yakni kejahatan siber. Kejahatan siber merupakan kejahatan yang lahir sebagai suatu dampak negatif dari perkembangan aplikasi pada internet. Dalam menganalisis dampak kejahatan siber terhadap pertahanan sebuah negara, diperlukan identifikasi manajemen risiko yang dapat mengetahui seberapa besar probabilitas dan konsekuensi yang ditimbulkan dari kejahatan siber. Risiko yang dihadapi dalam mengatasi ancaman kejahatan siber tidak kalah dengan perang konvensional. Hal ini menyebabkan risiko yang diidentifikasi harus bisa menghasilkan strategi pertahanan negara dalam menghadapi ancaman kejahatan siber.Kata kunci: kejahatan siber, manajemen risiko, strategi, pertahanan negaraAbstract – Increasing technology and information caused new threat in cyberspace called cyber crime. Cyber crime is a crime that emerge as a negative impact of applications development on the internet. In analyzing the impact of cyber crime towards a state defense, it is necessary to identify risk management that can know how big the probability and consequences caused by cyber crime. The risks faced in overcoming the threat of cyber crime is not inferior to conventional wars. This causes the identified risks has to be able to produce a state defense strategy in the face of cyber crime threat.Keywords: cyber crime, risk management, strategy, state defens

    KORUPSI SEBAGAI BAGIAN DARI PERANG PROXY: UPAYA UNTUK MEMBERANTAS BAHAYA KORUPSI DI INDONESIA (CORRUPTION AS PART OF PROXY WAR: EFFORT TO ERADICATE THE DANGER OF CORRUPTION IN INDONESIA)

    Get PDF
    Abstrak – Korupsi adalah musuh utama bangsa ini. Akan tetapi, korupsi adalah sebuah medan peperangan yang sama sekali jauh berbeda dengan terminologi perang yang kita biasa pahami. Perang jenis ini adalah perang tanpa senjata, tanpa tentara, dan tanpa teritori. Perang ini adalah pertempuran yang tidak menyerang dengan bedil, tetapi menyerang hati nurani manusia dengan godaan materialisme. Korupsi dapat membahayakan perkembangan ekonomi Indonesia, serta membuat masyarakat kita miskin. Korupsi mengakibatkan rusaknya tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, di hampir semua sektor. Hal itu menjadi alasan penulis menganggap bahwa korupsi adalah bagian dari perang proxy. Untuk memerangi korupsi, tentunya tindakan penindakan saja tidak cukup, untuk itu diperlukan tindakan pecegahan agar ancaman ini tidak terus-menerus membudaya. Untuk itu, program bela negara dapat digunakan sebagai sarana efektif upaya pemberantasan korupsi. Dalam tulisan ini, penulis ingin menunjukkan bahwa korupsi adalah bagian dari perang proxy, dan juga bagaimana program bela negara dapat digunakan untuk memberantas korupsi di Indonesia. Kata Kunci : korupsi, kemiskinan, perang proxy, pertahanan negara, dan bela negara  Abstract – Corruption is the main enemy of this nation. However, corruption is a battlefield that is far different from the usual terminology of war that we understand. This type of war is a war without weapons, without an army and territories. This war is a battle that does not attack with a rifle, but attack the human conscience to the temptations of materialism. Corruption results in the destruction of the national order in Indonesia, in almost all sectors. It was the reason that the authors assume that corruption is part of a proxy war. To combat corruption, of course, enforcement action alone is not enough, it is necessary for preventive action so that these threats will not become a culture. For that, the civil defense program may be used as an effective means to eradicate corruption. In this paper, the authors want to show that corruption is part of a proxy war, and also how the civil defense program could be used to eradicate corruption in Indonesia. Keywords: corruption, poverty, proxy war, state defense, and civil defens

    PENGGUNAAN STRATEGI OPERASI KONTRA INTELIJEN DALAM RANGKA MENGHADAPI ANCAMAN SIBER NASIONAL

    Get PDF
    Abstrak – Peningkatan jumlah serangan siber yang terjadi saat ini menandai bahwa Indonesia adalah sasaran empuk bagi aktor kejahatan di dunia siber. Serangan siber dipilih karena jauh lebih efektif dibandingkan serangan konvensional – militer, dan aktornya tidak terlihat. Belum lagi, kapasitas penanganan siber, baik infrastruktur, dana, maupun sumberdaya manusia-nya di Indonesia berbanding terbalik dengan jenis perkembangan serangan siber yang semakin meningkat dalam satu dekade terakhir. Langkah dan strategi intelijen, utamanya kontra intelijen, menjadi salah satu jawaban untuk menangkal dan mendeteksi secara dini serangan tersebutdisampingpemerintah membenahi regulasi dan kebijakan terkait penanganan ancaman siber nasional.Kata Kunci : siber, kontra-intelijen, keamananAbstract – The increasing number of cyber attacks that occur today indicates that Indonesia is an easy target for crime actors in the cyber world. Cyber attacks are selected because they are far more effective than conventional attacks - the military, and the actors are also invisible. Not to mention, the capacity of cyber handling, both infrastructure, funds, and human resources in Indonesia is inversely proportional compared to the number of cyber attacks in the last decade. Intelligence strategies, primarily counter-intelligence, isthe answer to deter and detect the attacks,while the government fixing the regulations and policies of national cyber threats.Keywords: cyber, counter intelligence, securit

    The Future Defense System for the Indonesian Nation State

    Get PDF
    The curent global situation has encouraged inter-state rivalry to become increasingly violent, so that the survival of every nation-state is becoming increasingly vulnerable. Therefore, every nation state has a responsibility to develop its own defense system to deal with the physical and psychological threats. This paper discusses the challenges and concepts of future defense system for the Indonesia, with the framework of analysis is the security vortex. The concept of the future defense system for the nation state of Indonesia is concentric defense, which consists of internal and external defense belt, by building three basic capabilities of the TNI to ensure national security, and to build global strategic partnership, which put Indonesia as an initial buffer of regional stability

    IMPLEMENTASI MOU COMMON GUIDELINES INDONESIA MALAYSIA TENTANG PERLINDUNGAN NELAYAN DALAM PENANGANAN ILLEGAL FISHING DI SELAT MALAKA

    Get PDF
    Abstrak - Penelitian ini membahas implementasi MoU Common Guidelines Indonesia-Malaysia tentang perlindungan nelayan. Tujuan dari MoU ini adalah untuk menetapkan pedoman tentang kesepakatan kegiatan yang terkait dengan isu perikanan antara Indonesia- Malaysia dengan penekanan khusus pada penjaminan kesejahteraan nelayan dari kedua belah pihak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitik dengan pendekatan kualitatif. Prosedur pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, telaah dokumen lembaga, dan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan jumlah nelayan yang ditangkap oleh aparat kedua negara setelah diterapkannya MoU ini. Akan tetapi, masih terjadi penangkapan nelayan oleh aparat kedua negara walaupun jumlahnya menurun. Hal ini disebabkan karena aparat keamanan laut terutama di daerah dan nelayan khususnya nelayan tradisional masih kurang memahami isi dari MoU tersebut. Bagi instansi pemerintah yang telah mengetahui isi MoU tersebut, ada yang tidak menyetujui dengan diterapkannya MoU Common Guidelines Indonesia-Malaysia karena beranggapan bahwa MoU tersebut telah membatasi ruang gerak instansi pemerintah yang melakukan patroli di wilayah yang belum disepakati batas maritimnya antara Indonesia dan Malaysia di Selat Malaka. Dalam hal ini, perlu disusun technical guidance berisi pemetaan nasional terkait point-point koordinat batas maritim. Sosialisasi MoU juga perlu dilakukan secara cepat dan tepat khususnya di daerah dan perlu dibentuk satuan tugas terkait pelaksanaan MoU ini yang terdiri atas masing-masing instansi yang berwenang di laut agar memudahkan dalam penanganan dan koordinasi apabila terjadi pelanggaran di wilayah yang belum disepakati batas maritimnya.Kata kunci: MoU Common Guidelines Indonesia-Malaysia, wilayah yang belum disepakati batas maritimnya, Selat MalakaAbsract - This study discusses the implementation of the MoU between Indonesia and Malaysia Common Guidelines on the protection of fishermen. The purpose of this MoU is to establish guidelines on deal activity related to fisheries issues between Indonesia and Malaysia with special emphasis on guaranteeing the welfare of fishermen from both sides. This research uses descriptive-analytic method with a qualitative approach. The procedure of collecting data obtained through interviews, document analysis institutions, and libraries. The results showed that the decline in the number of fishermen were arrested by the two countries after the implementation of this MoU. However, it is still the arrests of fishermen by the authorities of both countries, although the number decreased. This is because the security forces, especially in the area of sea and fishermen, especially traditional fishermen still do not understand the contents of the MoU. For government agencies who already know the contents of the MoU, there are no agreeing with the implementation of the MoU Common Guidelines Indonesia-Malaysia because they thought that the MoU has limited space for government agencies who conduct patrols in areas that have not agreed to limit its maritime between Indonesia and Malaysia in the Straits of Malacca , In this case, need to be developed technical guidance related contain national mapping points maritime boundary coordinates. MoU socialization also needs to be done quickly and accurately, especially in the area and the need to set up a task force on the implementation of this MoU which consists of each authorized agency in the sea in order to facilitate the handling and coordination in the event of violations in areas that have not been agreed maritime boundary.Keywords: MoU Common Guidelines Indonesia-Malaysia, unresolved maritime boundaries area, Malacca Strai

    Peran Kader Bela Negara Di Kawasan Perbatasan Dalam Dinamika Hubungan Lintas Batas Negara: Studi Tentang Peran Forum Bela Negara di Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara

    Get PDF
    Abstrak – Posisi kawasan perbatasan Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara yang secara geografis berbatasan langsung dengan Malaysia mengharuskan kawasan ini melakukan hubungan lintas batas Negara. Dalam konteks globalisasi, hubungan sosial antara dua negara atau lebih, baik secara ekonomi maupun politik menjadi sebuah kebutuhan Namun di sisi lain, globalisasi yang tidak tersaring akan menjadi ancaman secara transnasional bagi sebuah negara, khususnya di kawasan perbatasan negara. Pembentukan kader bela Negara yang telah dilaksanakan oleh kementerian pertahanan di seluruh wilayah Indonesia, tak terkecuali di kawasan perbatasan perlu dinantikan perannya. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran dari Forum Bela Negara Sebatik di kawasan perbatasan dalam menghadapi dinamika lintas batas Negara dengan menggunakan analisis utama konsepsi Bela Negarayang dikaitkan dengan dinamika lintas batas kawasan perbatasan. Studi ini menggunakan metode kualitatif melalui pengumpulan data yang diperoleh dari wawancara, observasi dan studi pustaka. Hasil studi menunjukkan peran Forum bela Negara Sebatik dilihat dari berbagai aspek yakni organisasi, perencanaan program, pelaksanaan dan hasil, semangat dan pengerahan SDM dan mitra dengan unsur lain.Kata Kunci : bela negara, forum bela negara, lintas batas, kawasan perbatasan Abstract – The border areaposition of Sebatik Island, Nunukan Regency, North Kalimantan Province, that is geographically boundering with Malaysia, make this area to do state’scross border relation. In the Globalization context, social relation between two or more countries, both economically or politically, becomes a necessity. On the other hand, unfiltered globalization will be a transnational threat to a country, especially in the border areas. Establishment of state defense cadres that have been implemented by Indonesian Ministry of Defense in all territories of Indonesia, not just in border areas, should be awaited role. This study aims to analyze the role of Sebatik State Defense Forum or Forum Bela Negara Sebatik (FBN) in border areas toface cross border dynamics by using the main analysis of State Defense concept that is related with the dynamic of cross border area. This study uses qualitative methods through collecting data that is obtained from interviews, observation, and literature study. The result of the study shows the role of FBN Sebatik State, which is shown by many aspects; organization, planning, action and result, spirit and mobilization of human resources and cooperation with the others.Keywords: defending the state, defending the state forum, cross border, border area

    457

    full texts

    491

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Pertahanan (Indonesian Defense University)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇