Jurnal Online Universitas Pertahanan (Indonesian Defense University)
Not a member yet
    491 research outputs found

    EFEKTIVITAS PROGRAM DERADIKALISASI BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISME TERHADAP NARAPIDANA TERORISME DI INDONESIA

    Get PDF
    Program deradikalisasi sudah berjalan di Indonesia sejak tahun 2012. Program ini menggunakan paradigma pencegahan dalam implementasi kebijakan-kebijakan yang dihasilkannya. Selama tujuh tahun pelaksanaannya, deradikalisasi mengalami cukup banyak tantangan dan hambatan. Sejauh ini, banyak kritik dialamatkan terhadap program deradikalisasi. Kritik-kritik, seperti terkait kurangnya anggaran, fasilitas di lapas, materi deradikalisasi yang diberikan kepada napi terorisme, bagaimana program kelanjutan pasca deradikalisasi, sampai pada persepsi masyarakat terhadap program ini yang cenderung tetap menghadirkan penolakan bagi eks narapidana terorisme setelah kembali ke masyarakat. Masalah-masalah ini muncul dan menjadi hambatan bagi efektivitas program deradikalisasi. Teori yang digunakan dalam tulisan ini adalah teori deradikalisasi dan teori efektivitas. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis yang bersifat deduktif dan konseptual, serta cara pengumpulan data adalah melalui studi pustaka. Atas dasar itulah, artikel ini ingin melihat efektivitas program deradikalisasi yang dilakukan oleh BNPT terhadap narapidana terorisme di Indonesia.Kata Kunci: terorisme, deradikalisasi, narapidana terorisme, dan resosialisasi dan reintegras

    PEMANFAATAN TEKNOLOGI ENERGI SURYA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN AIR BERSIH DI MARKAS TNI PERBATASAN MARITIM : STUDI DI POS TNI AL, LABUAN BAJO, NUSA TENGGARA TIMUR

    Get PDF
    Ketersediaan air bersih merupakan sebagian besar masalah utama diwilayah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Padahal terdapat korelasi antara faktor kecukupan air, kesehatan dan pembangunan ekonomi. Salah satu daerah yang merepresentasikan kondisi ini adalah di Desa Labuan Bajo. Pesona wisata Pulau Flores yang terdapat di Kabupaten Manggarai Barat, dimana Labuan Bajo merupakan pintu gerbang untuk memasuki pesona wisata tersebut merupakan tempat yang sangat ingin dikunjungi oleh wisatawan. Sebagai bentuk upaya pemerintah untuk memperketat pengawasan dan penjagaan perbatasan maritim Labuan Bajo, pemerintah membentuk Pos TNI Angkatan Laut. Oleh karena itu, ketersedian air bersih sangat dibutuhkan di daerah tersebut. Selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Labuan Bajo, meningkatkan sarana dan infrastruktur untuk mendatangkan para wisatawan yang banyak, juga untuk memenuhi dukungan logistik markas TNI AL. Untuk memenuhi kebutuhan air tersebut, maka ada 2 opsi yang diperkirakan dapat menyelesaikan masalah, yakni (1) pemetaan air bawah tanah di desa Labuan Bajo dan pemompaannya dengan menggunakan tenaga listrik dari hasil photo voltaic, dan (2) bilamana butir (1) nihil maka dilakukan pemompaan air dari reservoir yang tersedia pada jarak sekitar 3 km dari desa Labuan Bajo. Mengingat contour daerahnya, maka diperlukan pembuatan reservoir baru dan sistem pemompaan air dari reservoir yang telah tersedia, sehingga diperoleh tingkat ketinggian air yang memadai untuk mengalirkan air ke desa tersebut. Pemetaan air bawah tanah dilakukan dengan menggunakan metode geolistrik. Bilamana opsi 1 berhasil, maka sistem yang dibangun dapat dijadikan sebagai model pemompaan air bawah tanah, utamanya di wilayah Kabupaten Manggarai Barat yang memerlukannya. Kemudian air bersih yang didapat akan diolah melalui proses Reverse Osmosis untuk menghasilkan air siap minum.Kata Kunci : penyediaan air bersih, sel surya, energi terbarukan, daerah terpencil, pompa ai

    KONTRIBUSI USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DALAM MEMPERLUAS LAPANGAN KERJA DAN MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN

    Get PDF
    Penelitian ini berjudul Kontribusi Usaha Budidaya Rumput Laut Dalam Memperluas Lapangan Kerja dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimana kontribusi usaha budidaya rumput laut di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dalam rangka memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan faktor-faktor apa yang menghambat usaha budidaya rumput laut di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa kontribusi usaha budidaya rumput laut di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan berdasarkan temuan yang didapat bahwa budidaya rumput laut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Sehingga pemanfaatan rumput laut di Kabupaten Pangkajene kemudian bisa dikembangkan kearah komersial untuk diekspor dan diperdagangkan sebagai bahan mentah untuk pembuatan agar-agar atau karaginan (carageen). Faktor-faktor yang menghambat usaha budidaya rumput laut di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan adalah menyangkut menyediakan pembiayaan usaha alias modal usaha dan faktor alam karena budidaya rumput laut tergantung musim dan bibit yang tidak memadai sehingga dibutuhkan bibit dan modal agar budidaya rumput laut dapat terus dikembangkan.Kata Kunci: Kontribusi, Budidaya Rumput Laut, Kesejahteraan Masyarka

    PERAN PANGKALAN TENTARA NASIONAL INDONESIA ANGKATAN LAUT BANGKA BELITUNG DALAM MENDUKUNG OPERASI KEAMANAN LAUT DI ALKI I

    Get PDF
    Wilayah kerja yang menjadi tanggung jawab pangkalan TNI Angkatan Laut Bangka Belitung masih cukup rawan dan berpotensi terjadinya berbagai gangguan dan ancaman yang dapat menganggu jalur ALKI I. Luas wilayah yang menjadi tanggung jawab Lanal Bangka Belitung bila dihadapkan dengan kondisi sarana dan prasarana yang dimiliki saat ini sangat tidak seimbang. Namun demikian, harus tetap memberikan dukungan terbaik terhadap semua unsur/KRI (Kapal Perang Republik Indonesia) yang singgah di Pangkalan TNI Angkatan Laut Bangka Belitung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pangkalan TNI Angkatan Laut Bangka Belitung dalam mendukung operasi keamanan laut di ALKI I. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu menggambarkan kondisi Pangkalan TNI Angkatan Laut Bangka Belitung dalam mendukung operasi kemanan laut di ALKI I. Penelitian ini menggunakan teori peran, teori pangkalan, teori Sea Power dan teori trinitas Angkatan Laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pangkalan TNI Angkatan Laut Bangka Belitung belum mampu mendukung dengan baik terhadap unsur atau KRI yang akan melaksanakan bekal ulang (bekul). Oleh karena itu, sebaiknya Pangkalan TNI Angkatan Laut Bangka Belitung melengkapi sarana dan prasarana yang memadai termasuk dermaga untuk sandar, agar mampu melaksanakan dukungan terhadap unsur atau KRI agar dapat melaksanakan operasi keamanan laut dalam menjaga kedaulatan di wilayah ALKI I.Kata Kunci: peran pangkalan, keamanan laut, ALKI

    STATE ACTION AS AN INDIVIDUAL SECURITY THREAT IN CASE OF CYBERCRIME SECURITIZATION

    Get PDF
    In the current security concept, there are some changes to the current security object. This is due to the increasingly broad understanding of security objects.  This study examines the emergence of cyber issues as a new threat to state security. Cyber actions in the virtual world are developing along with the rapid technology development. Moreover, the state policy on cyber issues is considered as a new threat to individual security. The development of that state security issue is being debated among the theoreticians of international security studies. The concept of securitization explains the phenomenon of cyber issues and receives the attention of many states. Securitization carried out by the United States on Cybercrime issues becomes the initial trigger in viewing cyber actions as a new threat to state security. The object of this paper is more focused on State policy in dealing with cyber threats. Afterward, state policy in facing the cyber threat is seen from the perspective of human security from UNDP. Therefore, there is a debate about the desired security object. State actions to reach state security are then considered as individual privacy security. So, international security now does not only focus on state objects but also on individual, environment, economy, and identity. Thus, every action taken in securing an object does not pose a threat to other security objects.Keywords: Cybercrime, State Security, Human Security, Securitizatio

    MEMAHAMI STUDI PERDAMAIAN SEBAGAI BAGIAN DARI ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

    Get PDF
    Studi Perdamaian adalah sebuah disiplin ilmu yang diturunkan dari ilmu Hubungan Internasional. Dalam perkembangannya, ilmu Hubungan Internasional banyak berhadapan dengan kasus-kasus yang terkait dengan konflik dan peperangan antar-negara, maupun negara dengan non-negara. Untuk itulah, Studi Perdamaian lahir agar kajiannya dapat fokus membahas masalah-masalah seputar konflik, perang, serta upaya resolusinya. Studi Perdamaian pada umumnya diasosiasikan dengan konsep resolusi konflik. Salah satu metode resolusi konflik dalam Studi Perdamaian adalah konsep transformasi konflik. Transformasi konflik tidak hanya bertujuan untuk menghentikan konflik dan mengubah pola-pola hubungan negatif antar pihak-pihak yang berkonflik, tapi juga untuk mengubah struktur politik, sosial, dan ekonomi yang menyebabkan adanya pola-pola hubungan negatif tersebut. Studi Perdamaian menawarkan analisis baru tentang bagaimana seharusnya hubungan internasional melihat kompleksitas hubungan antar aktor-aktor. Penulis tidak melakukan riset lapangan terkait artikel ini, namun melakukan telaah konsep melalui studi pustaka. Kegunaan tulisan ini adalah untuk melihat bagaimana Studi Perdamaian dapat membantu menjawab permasalahan dalam Hubungan Internasional terkait konflik atau perang yang terjadi secara internasional.Kata Kunci : studi perdamaian, konflik, konflik bersenjata, kekerasan, dan transformasi konfli

    DETERMINING THE INFLUENCING FACTORS OF THE INDONESIAN MARITIME SECURITY USING ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

    Get PDF
    Indonesia has several institutions to maintain maritime defense and security, but maritime security is not only determined by the number of authorized agencies but by many factors. This study aims to assess the factors and sub-factors that affect Indonesian maritime security. To achieve the research objectives, the method used is the Analytical Hierarchy Process (AHP) with six factors and twenty-nine sub-factors. The process of collecting data through questionnaires and interviews with several experts, the results of the questionnaire were taken with a Geometric Average, after which it was calculated according to the stages of the AHP method. The findings of this study produce priority factors that affect maritime security, first are defense and security factors (0.37), second is political and legal factors (0.24), third is economic factors (0.16), fourth are technological factors (0.11), fifth are social and cultural factors (0.07) and sixth are environmental factors (0.04). The contribution of this research is a consideration for the Government to determine policies towards improving maritime security in Indonesia.Keywords: Analytical Hierarchy Process, Determining, Maritime Securit

    MENJAGA SOLIDITAS BANGSA MELALUI SWAKELOLA ENERGI TERBARUKAN BERBASIS KOMUNITAS MASYARAKAT

    Get PDF
    Masyarakat menjadi salah satu sumber potensial untuk membangun kekompakan, kekuatan maupun kekukuhan bagi bangsa Indonesia. Akan tetapi, membangun kondisi soliditas bangsa Indonesia di tengah arus globalisasi saat ini memiliki banyak tantangan. Salah satunya dengan upaya mengkondisikan masyarakat yang bersatu dalam menjaga soliditas bangsa. Metode penelitian pada kajian ini menggunakan studi literatur dan observasi penelitian penulis sebelumnya. Hasilnya adalah analisis peranan soliditas masyarakat dalam swakelola energi terbarukan menuju kemandirian energi pendukung kekuatan pertahanan Negara, melalui penerapan dasar swakelola energi mencakup: (1) kesadaran pentingnya soliditas warga dalam swakelola energi terbarukan melalui partisipasi masyarakat yang solid dalam suatu komunitas sehingga menjaga kesoliditasan bangsa bukan hanya imbauan yang bersifat normatif, namun perlu ada regulasi yang jelas tentang keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung program pencapaian bauran energi terbarukan 23% pada Tahun 2025; (2) masyarakat menjadi penggerak kesoliditasan swakelola energi yang berhasil memfasilitasi masyarakat lainnya dalam menyediakan energi secara mandiri serta ikut menggerakkan tumbuhnya ekonomi kerakyatan mendukung pertahanan negara.Kata Kunci: energi, soliditas masyarakat, swakelol

    TRANSFORMASI KONFLIK SOSIAL ANTARA ETNIS BALI DAN LAMPUNG DALAM MEWUJUDKAN PERDAMAIAN DI BALINURAGA, KECAMATAN WAY PANJI, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

    Get PDF
    Artikel ini menganalisis berbagai faktor penyebab konflik laten di Balinuraga menjadi konflik terbuka,serta bagaimana upaya transformasi konflik dilakukan untuk mengubah kondisi yang konfliktual menjadi harmonis, destruktif menjadi konstruktif. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mencatat Lampung, dengan konflik Balinuraga tahun 2012, masuk kedalam lima (5) wilayah dengan tingkat diskriminasi terburuk pasca reformasi. Selain itu, belum ada penelitian yang mengkaji tentang bagaimana upaya transformasi konflik di Balinuraga, sehingga penulis merasa perlu untuk mengangkat tema transformasi konflik Balinuraga sebagai judul dan pokok pembahasan dalam tulisan ini. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan dalam proses analisis kasus, penulis menggunakan beberapa teori dan konsep, seperti Teori Konflik, Teori Transformasi Konflik, Teori Kerja Sama, Teori Identitas Sosial, Konsep Segitiga ABC Konflik Galtung, Konsep SAT, dan Konsep Perdamaian. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik Balinuraga dipicu oleh kenakalan remaja, diperluas dengan isu etnisitas dan arogansi antar kelompok sebagai akselerator, dan dilatarbelakangi kebijakan transmigrasi serta isu kesenjangan ekonomi sebagai faktor struktural. Upaya transformasi konflik dilakukan dalam empat dimensi, yaitu personal, relasional, kultural, dan struktural demi mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan dan keamanan nasional.Kata Kunci : konflik, transformasi konflik, suku bangsa, budaya, dan perdamaia

    LITTORAL STATES’ DEFENSE DIPLOMACY IN MALACCA STRAIT THROUGH THE MALACCA STRAIT PATROL FRAMEWORK

    Get PDF
    Malacca Strait, as one of the strategic straits in world trade, often face various non-traditional security threats. In accordance with United Nations Convention on the Law of The Sea (UNCLOS), littoral states such as Indonesia, Singapore, and Malaysia are obligated to maintain the security in Malacca Straits, to ensure that world trades and world economic are not disrupted. This study analyzes how the Malacca straits patrol (MSP) framework is formed by littoral states in order to maintain the security stability in Malacca Strait. The authors employ qualitative method through literature study. The obtained data were analyzed using the theory of defense cooperation and concept of defense diplomacy. The results of the study conclude that MSP, which is consisted of the Malacca Straits Sea Patrol (MSSP), "Eyes-in-the-Sky" Combined Maritime Air Patrols (EiS), and the MSP Intelligence Exchange Group (IEG), is classified as a defense diplomacy activity in the form of multilateral contacts between military officials and multilateral military exercises aimed at increasing mutual trust and defense capabilities of each country.Keywords:  Malacca Strait, Malacca Straits Patrol Framework, Threat, Defense Cooperation, Defense Diplomac

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Pertahanan (Indonesian Defense University)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇