Jurnal Online Universitas Pertahanan (Indonesian Defense University)
Not a member yet
    491 research outputs found

    GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM (GIS) FOR MAPPING OF DRUG ABUSE USING SPATIAL CORRELATION ANALYSIS IN NORTH SUMATRA PROVINCE

    Get PDF
    Drug abuse is a problem that affects almost every country in the world including Indonesia. In the long term, it has the potential to disrupt competitiveness, weaken national resilience, and can hinder the progress of a nation. North Sumatra is a province that has the highest prevalence of drug abusers in Indonesia,  which none of the villages in this Province is free from drug abuse. The North Sumatera Province also has the highest number of drug abusers undergoing rehabilitation at the BNN Rehabilitation Center. The use of geospatial technology can help understand the phenomenon of drug abuse by area or spatial. One of the geospatial technology that commonly uses is the Geographic Information System (GIS). This study aims to show that GIS can be used in mapping drug-prone areas in North Sumatra based on North Sumatran people undergoing drug rehabilitation. The method used is a retrospective based on secondary data and spatial statistics in GIS. The environment prone to drug abuse based on the number of people undergoing drug rehabilitation at the BNN Rehabilitation Center from North Sumatra is divided into 3 zones based on the number of clients distributed in BNN Rehabilitation Center, namely red, yellow and green. Red zone 3 cities/districts namely Deli Serdang, Medan, and Binjai with 9 sub-districts namely Percut Sei Tuan, Medan Amplas, Medan Helvetia, Medan Tembung, Medan Perjuangan, Binjai Utara, Medan Sunggal, Medan Johor, Medan Timur. The yellow area has 25 districts, the green area is 103 districts. In a conclusion, the Geographic Information System (GIS) is a technology that can be used to map drug-prone areas

    INDONESIA'S COMMITMENT TO THE UNITED NATIONS PEACEKEEPING OPERATIONS IN CONSTRUCTIVIST PERSPECTIVE: CASE STUDY OF ROADMAP VISION 4,000 PEACEKEEPERS 2015-2019 POLICY

    Get PDF
    Roadmap Vision 4,000 Peacekeepers 2015-2019 is Indonesia's foreign policy in the era of President Joko Widodo's administration related to Indonesia's participation in the UN PKO (United Nations Peacekeeping Operations). This policy is aimed at placing 4,000 active Garuda Contingent troops at the end of 2019. Roadmap Vision 4,000 Peacekeepers contains a strategic reference for the Indonesian government from 2015 to 2019 to reach the target of 4,000 troops. This study focuses on analyzing this policy using constructivist perspective with the concept of role identity, to explain why Indonesia behaves in that perspective. The purpose of this study is to enrich the perspective of Indonesia's foreign policy related to participation in UN PKO, especially in the era of the President Joko Widodo using the non-material aspects of constructivist. This study uses a research methodology in the form of literature studies and interviews with related practitioners, while data analysis used is congruent methods to match the theories used with case studies. This study was done to see how the identity of Indonesia's role as a peacemaker state was realized through the Roadmap Vision 4,000 Peacekeepers. The results of this study prove that the role of Indonesian peacemaker will always reflect that role in every era of government because it has become a constitutional mandate in the 1945 State Constitutio

    STRATEGI BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM MEWUJUDKAN SUMBER DAYA MANUSIA UNGGUL

    No full text
    Sumber daya manusia merupakan aspek yang sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa, permasalahan yang terjadi saat ini yaitu adanya ancaman internal berupa radikalisme, teorisme dan inteloransi, serta ancaman eksternal berupa keamanan territorial dan keamanan digital. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memahami dan menganalisa strategi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bandung dalam mewujudkan sumber daya manusia unggul guna menghadapi berbagai ancaman yang dihadapi Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep strategi yang dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Bandung berupa pendidikan dan pelatihan bela negara kepada masyarakat, pelaksanaan yang dilakukan masih bersifat konvensional, alternatif untuk mewujudkan sumber daya manusia unggul yang dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik yaitu dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi, membuat kurikulum yang berkelanjutan dan berkesinambungan dan fokus pada pengembangan literasi digital masyarakat untuk mencegah berbagai ancaman eksternal dan internal.Kata Kunci: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Bela Negara, Indonesia, Masyarakat, Sumber Daya Manusi

    Keamanan dan Pertahanan Dalam Studi Ketahanan Nasional Guna Mewujudkan Sistem Keamanan Nasional

    Get PDF
    Keamanan berasal dari bahasa latin securus yang berarti terbebas dari bahaya, ketakutan, dan ancaman yang terdiri dari pendekatan keamanan tradisional dan keamanan non tradisional. Pertahanan diartikan sebagai instrumen utama sebuah negara untuk menciptakan keamanan nasional. Ketahanan nasional merupakan kondisi dinamik suatu negara yang meliputi seluruh aspek kehidupan nasional untuk menghadapi ancaman. Keamanan nasional mencakup dari keamanan negara, masyarakat dan individu. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui wawancara dan studi kepustakaan. Informan yang diwawancarai sebanyak 2 orang pejabat setingkat Eselon III dari instansi pemerintah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketahanan nasional dipengaruhi oleh pertahanan dan keamanan nasional. Teori Comprehensive Security dan Human Security dimana keamanan dan pertahanan merupakan wujud komprehensif dari seluruh kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep keamanan dan pertahanan saling terkait dalam studi ketahanan nasional yang akan mewujudkan sistem keamanan nasional dengan terwujudnya keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Kata kunci : keamanan nasional; ketahanan nasional; keamanan; pertahana

    SECURITY AND DEFENSE IN NATIONAL RESILIENCE STUDIES TO REALIZE A NATIONAL SECURITY SYSTEM

    Get PDF
    Security comes from Latin, secures which means free from danger, fear, and threats which consist of traditional and non-traditional security approaches. Defense is defined as the main instrument of a country to create national security. National defense is defined as a dynamic condition of a country that covers all aspects of national life to deal with threats. National security encompasses the security of the state, society and individuals. There are still several definitions from several experts regarding the concepts of security and defense to date. This article analyses the forms of contemporary threats related to security and defense and explains their similarities and differences in the study of national resilience aimed at realizing a national security system and development of the national security system in other countries. This article uses a descriptive qualitative research design through literature study and interviews. This article explains that the forms of threats that occur in Indonesia include problems at the border area, SARA intolerance, inequality in bureaucratic reform, not optimal law enforcement, and transnational crime. Similarities and differences in the concepts of security and defense can be seen from the regulations, the concepts used, the institutions and the constitution. This article shows that national resilience is influenced by national defense and security. The safe condition of a country is inseparable from the security and defense factors alone but is synergized with each other factors such as economic, political, legal, social, cultural, ideological, geographic, demographic and natural resources.Keywords: defense, national security, national resilience, securit

    PENGGALANGAN PARA MANTAN NARAPIDANA TERORIS GUNA MENCEGAH RADIKALISME DAN TERORISME DI PROVINSI SUMATERA UTARA

    Get PDF
    Tulisan ini adalah sebuah kajian tentang pentingnya penggalangan para mantan narapidana teroris guna mencegah berkembangnya paham radikalisme di Provinsi Sumatera Utara. Berdasarkan keterangan dari BNPT, dari sekitar 600 orang mantan narapidana teroris (Napiter) yang sudah bebas, beberapa diantaranya kembali melakukan aksi terorisme. Kasus-kasus serangan terorisme di Indonesia telah mengungkap peran mereka, para tokoh dan pengikut ISIS yang masih berada di balik maupun sudah keluar penjara. Lembaga Pemasyarakatan (LP) yang seharusnya tidak hanya memberikan sanksi hukum dan menciptakan efek jera, namun juga dapat menyadarkan mereka atas perilaku mereka yang keliru. LP yang menyiapkan mereka kembali ke masyarakat, ternyata telah berubah fungi, digunakan sebagai tempat untuk menyebarkan ideologi mereka dan merekrut pengikut baru.  Para mantan Napiter tersebut kini telah kembali ke masyarakat yang tersebar ke berbagai daerah, salah satunya daerah Provinsi Sumatera Utara. Para mantan Napiter merupakan pihak yang dapat digalang untuk mencegah berkembangnya kembali paham radikalisme dan aksi terorisme. Indonesia pernah dikagetkan dengan kejadian ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan pada November 2019 lalu. Pelaku bom bunuh diri berinisial RMN merupakan warga Kecamatan Medan Marelan Kota Medan. Hasil pengembangan penyelidikan yang dilakukan oleh aparat keamanan bahwa pelaku memiliki jaringan yang tersebar di Kota Medan. Sebagian besar anggota kelompok jaringan pelaku merupakan warga Kecamatan Medan Belawan. Densus 88, Polda Sumatera Utara dan Polres Pelabuhan Belawan langsung melakukan penggerebekan ke rumah-rumah para tersangka jaringan RMN. Dalam kegiatan penyidikan aparat Kepolisian juga dibantu oleh Lantamal I untuk mengamankan lokasi. Gagalnya perjuangan ISIS di Suriah telah membuat strategi baru agar pengikut mereka disebar ke seluruh dunia salah satunya Indonesia. Salah satu kelompok yang berafiliasi dengan ISIS adalah Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Kebangkitan perlawanan secara serentak kelompok JAD mengakibatkan bertumbuhnya sel-sel jaringannya di daerah Sumatera Utara. Pada kasus terorisme yang terbaru di Provinsi Sumatera Utara, Polisi telah menetapkan 23 tersangka terkait bom bunuh diri tanggal 13 November 2019 di Polrestabes Medan. Hasil pemeriksaan aparat keamanan diperoleh keterangan bahwa para tersangka tersebut merupakan bagian dari kelompok JAD wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Para tersangka telah membaiat diri kepada Amir JAD wilayah Sumatera Utara, termasuk pelaku yang meninggal dunia RMN. Melihat perkembangan tersebut maka perlu dilakukan penggalangan intelijen namun tetap memperhatikan Hak Asasi Manusia (HAM) daripada para mantan Napiter tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan suatu metode penggalangan yang mengedepankan pendekatan persuasif (soft approach) dan menyentuh akar rumput (soul approach) yang dapat menyentuh dan memperbaharui objek penggalangan itu

    UTILIZATION OF OCEANOGRAPHIC DATA IN SUPPORTING THE NATIONAL DEFENSE AND SECURITY ANALYSIS IN TERMS OF HANDLING THE ILLEGAL FISHING IN INDONESIA

    Get PDF
    One of the issues in Indonesia’s maritime security is Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) fishing. This research focuses on how to reduce illegal fishing using oceanographic data to support agencies concerned about ocean security. The main data collected from in-situ sampling by NOAA and to support the analysis, data also collected from several reports and published articles. The results showed that many station data already stored in the global database especially in boundary seas of Indonesia. However, the data is not continuously monitored. These data (temperature, salinity, and ocean currents) also correlate with fishing locations, especially in the boundary area. Furthermore, the oceanographic data with high performance of instrument could predict the fishing locations and the changing ocean. In conclusion, ocean databases and real-time data from instruments could support the agencies to protect Indonesia’s water

    SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF CoTi(1-X)Mn(X)O3 AS A RADAR ABSORBING MATERIAL

    Get PDF
    To avoid detection from Radio Detection and Ranging (Radar), one of the efforts is to use Radar absorbing material. One of the Radar wave absorbing materials is Perovskite CoTiO3. This Paper investigated the ability of CoTi(1-x)Mn(x)O3 to absorb the Radar wave. CoTi(1-x)Mn(x)O3 with variations x = 0, 0.01, 0.02, and 0.03 have been successfully synthesized using the mechanical milling method. The XRD pattern shows that the sample formed was single phase CoTiO3. Surface morphology resulting from measurements with SEM shows homogeneous particles and an average size of 200 nm. The results of measurements with VNA at X-band frequency (8.20 GHz - 12.4 GHz) show that the absorption ability of electromagnetic waves from CoTiO3 increases with the increase in doping from Mn4+. Maximum results obtained at the composition x=0.03 (CoTi0.97Mn0.03O3) with a reflection loss (RL) value is -14.56 dB (%Abs is 81.3%) at a frequency of 9.96 GHz. This result proves that CoTi(1-x)Mn(x)O3 can be used as a Radar absorbing material at X-band frequency

    PERAN PEMBINAAN MENTAL KOMANDO ARMADA I DALAM MENINGKATKAN KESIAPAN OPERASI PRAJURIT

    Get PDF
    Pasal 9 Undang-Undang nomor 34 tahun 2004 memberikan tugas kepada TNI Angkatan Laut sebagai alat pertahanan dan keamanan negara di laut yang membutuhkan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) yang diawaki, seperti Kapal Perang Republik Indonesia (KRI). Prajurit sebagai pengawak persenjataan tersebut membutuhkan tingkat kesiapan fisik dan mental yang baik agar tugas yang diemban dapat terlaksana dengan optimal. Salah satu hal yang sangat berperan dalam menjaga dan mengembangkan kesiapan mental prajurit adalah pembinaan mental. Dalam Keputusan Panglima TNI No. Kep/940/XI/2017 tanggal 21 November 2017 tentang Petunjuk Induk Pembinaan Mental TNI Pinaka Baladika disebutkan bahwa pembinaan mental TNI memiliki peran, tugas dan fungsi yang strategis dalam pembangunan kemampuan dan kekuatan TNI guna pertahanan negara yang tangguh. Objek penelitian ini adalah pelaksanaan pembinaan mental di Markas Komando Armada I. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tentang pola pembinaan mental yang dilakukan di Markas Komando Armada I. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori peran sebagai teori utama dimana menurut Levinson bahwa peran mencakup tiga hal, yaitu berhubungan dengan posisi atau status, organisasi, dan perilaku. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dimana sumber data primer dilakukan melalui wawancara dengan pejabat di Markas Komando Armada I yang memiliki tugas dalam bidang pembinaan mental, dan wawancara kepada beberapa prajurit di Markas Komando Armada I. Sementara data sekunder diperoleh dari studi literatur berupa buku, jurnal, majalah, laporan, surat keputusan, bahan pengajaran di Dikreg 57 Seskoal, dan lain-lain. Teknik pengolahan data dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan, dengan menggunakan tools NVIVO 12 plus untuk melakukan pengkodingan. Dalam penelitian ini didapat gambaran bahwa pembinaan mental di Markas Komando Armada I belum melaksanakan perannya secara optimal. Salah satunya adalah tidak terakomodirnya jabatan seorang perwira psikologi, perwira ideologi dan perwira tradisi kejuangan di dalam struktur organisasi Armada I. Perencanaan kegiatan pembinaan mental belum berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen modern, terutama dalam tahap perencanaan.Kata Kunci : pembinaan mental, kesiapan operasi, komando armada I, TNI AL, motivas

    CONTRIBUTION ANALYSIS OF THE STATE DEFENSE AWARENESS PROGRAMME TOWARDS THE NATIONAL CHARACTER BUILDING

    Get PDF
    Globalization always lead to various kinds of influences, both negative nor positive, on the national character. In Indonesia, globalization has caused a significant degradation of national character which ended by the poor national character of the Indonesia’s young generation. In order to minimalize this impact, the Indonesian government has launched a program, named State Defense Awareness Programme (Program Pembinaan Kesadaran Bela Negara), in order to perform the mental revolution program and building the national character of Indonesia’s young generation, which has influenced by the negative effect of globalization. But until now, the Indonesian citizens are still not convinced that State Defense Awareness Programme can be an appropriate means in building the national character of Indonesian citizens. This condition was supported by the emergence of negative stigma related to State Defense Awareness Programme, which ultimately reduces the level of people participation in the program. This article was written by using a systematic approach and contribution analysis method. The results of this study are expected to be a consideration for the Indonesian government and citizens in implementing and joining this program. Based on the analysis result, it can be concluded that State Defense Awareness Programme has a significant contribution towards national character building of Indonesia’s young generation. A comprehensive and integrated implementation of this program will produce citizens or state defense cadres who has highly character of nationalism, patriotism, solidarity, skill, collaboration, discipline, leadership and so on, especially for Indonesians who are born and grow up on border areas or foreign country and have experienced a significant shift of state defense awareness. This program will also produce resilient, militant, and nationally awareness citizens based on the State Defense, Pancasila values and the 1945 Constitution norms

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Pertahanan (Indonesian Defense University)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇