Jurnal Online Universitas Pertahanan (Indonesian Defense University)
Not a member yet
491 research outputs found
Sort by
FENOMENA KESADARAN NILAI-NILAI BELA NEGARA BAGI GENERASI MUDA DI LINGKUNGAN KAMPUS
Kesadaran bela negara merupakan hal yang sangat penting untuk diterapkan demi keberlangsungan suatu negara. Bela negara itu sendiri adalah sikap, tindakan, dan perilaku warga negara yang dilandasi oleh rasa nasionalisme dan cinta tanah air. Adanya nilai-nilai bela negara yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari membuat suatu negara dapat terhindar dari berbagai ancaman baik militer maupun non militer. Bela negara memiliki beberapa nilai dasar, yaitu: Kecintaan kepada tanah air, Kesadaran berbangsa dan bernegara, Yakin kepada Pancasila sebagai ideologi negara, Rela berkorban untuk bangsa dan negara, Memiliki kemampuan bela negara baik secara psikis maupun fisik. Semangat mewujudkan negara yang berdaulat, adil, dan makmur, bagi generasi muda khususnya, sikap patriotik yang harus dimiliki adalah semangat kejuangan yang diwujudkan dalam semangat belajar yang tekun dan rajin. Selain itu, cintai tanah air dan mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia dan meneruskan perjuangan mereka dengan cara belajar dengan giat dan tekun untuk dapat membanggakan nama bangsa Indonesia
FAKTOR MENINGKATNYA ALOKASI ANGGARAN KEMENTERIAN PERTAHANAN PADA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA (APBN) 2022
Anggaran merupakan komponen penting untuk menunjang jalannya pemerintahan dan negara. Dalam membuat anggaran, aspek yang harus diperhatikan adalah nilai dan kebermanfaatannya sehingga dampak yang ditimbulkan akan dapat dirasakan oleh masyarakat umum. Memasuki tahun 2020, virus Covid-19 mulai masuk ke Indonesia sehingga pada saat itu ekonomi diprediksikan akan mengalami penurunan sampai beberapa tahun kedepan. Bidang kesehatan yang bersinggungan langsung dengan permasalahan ini menjadi perhatian yang serius, karena berdampak terhadap bidang-bidang lain, khususnya bidang ekonomi dan sosial. Bidang ekonomi dan sosial menjadi yang paling relevan karena dampak yang ditimbulkan oleh virus Covid-19 dapat dirasakan langsung pada masyarakat. Namun, dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022 tercatat Kementerian Pertahanan yang memiliki anggaran terbesar meskipun permasalahan kesehatan, ekonomi, dan sosial belum selesai. Jurnal ini menggunakan metode kualitatif dari literatur dan dokumentasi dari berbagai sumber, sehingga data-data yang dihimpun dapat dipertanggungjawabkan validitas dan legalitasnya. Teori utama yang digunakan dalam jurnal ini adalah teori patron-klien, teori ini menjelaskan bagaimana hubungan antara satu orang dengan yang lain yang kedudukannya lebih tinggi. Dari data - data dan sumber-sumber yang sudah dianalisis, alokasi anggaran terhadap Kementerian Pertahanan tidak relevan dinilai dari situasi dan kondisi saat ini, terlebih anggaran Kementerian Pertahanan adalah kementerian dengan anggaran yang paling besar dalam APBN tahun 2022
IMPROVING THE INDONESIAN'S MINE COUNTERMEASURE SMART MINE CAPABILITY BY ANALYTIC HIERARCHY PROCESS AND MEASUREMENT OF EFFECTIVENESS METHODS
Mine warfare is still developing in line with technological developments. Technological developments in the field of mines have produced smart mines that can select targets as desired precisely and accurately. Currently, minehunting vessels are owned by the Indonesian Navy. In this study, an analysis of the capability of minehunting vessels class will be carried out including the capability of the sensor weapon command system, the professionalism of the crew, and Explosive Ordnance Disposal (EOD) divers as well as ship degaussing systems. This study aims to analyze the ability of the class mine-hunting ships of the Indonesian Navy to deal with modern mine warfare, especially to deal with mines that can choose their targets or often called Smart Mines. This study uses quantitative research methods, namely data analysis with Measures Of Effectiveness (MOE) and Analytical Hierarchy Process (AHP) methods. This study found that the increase in Sewaco's ability to deal with modern mine warfare will also have to be followed by improvements or changes in tactics and strategies that are adapted to the increase in the ship's capabilities. This increase in the professionalism of soldiers is carried out at all levels of rank, starting from officers through Mine Warfare Officer (MWO) education either organized by the Navy or abroad, then at the non-commissioned and enlisted levels to improve their skills carried out through regular and scheduled training. Mine ships with a good degaussing system function will be very supportive in carrying out mine operations, stating that modern sea mines are equipped with sensors or magnetic sonar that are placed on the sea surface or below sea level. For this reason, the function of the degaussing system must be able to operate properly in the face of these modern mines
THE ASEAN-RUSSIA NAVAL EXERCISE (ARNEX) 2021: IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERTAHANAN NEGARA 2020-2024 DIBIDANG DIPLOMASI MARITIM DI MASA PANDEMI COVID-19
Pandemi Coronavirus Diseases 2019 (Covid-19) yang terjadi 2 tahun belakangan ini telah banyak menimbulkan korban jiwa. Pandemi ini juga berimplikasi terhadap implementasi diplomasi Negara khsusnya dibidang Pertahanan. Program Latihan Bersama (Latma) ASEAN Russia Naval Exercise (ARNEX) 2021 harus ditangguhkan Karena Covid-19. Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui upaya latihan bersama ARNEX 2021 sebagai implementasi kebijakan pertahanan Negara 2020-2024. Metode peneltian deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif sebagai sumber sekunder ialah Jurnal, buku, maupun berita. ARNEX 2021 latihan bersama pertama kali yang diselenggarakan oleh Rusia dan ASEAN dengan persetujuan Menteri Pertahanan Negara ASEAN dengan tema "Joint Actions to Ensure the Safety of Maritime Economic Activity and Civil Navigations" guna memperkuat dan menjadi kesadaran dan bekal Negara yang ikut andil agar diterapkan diwilayahnya masing-masing, khususnya Laut China Selatan. Sisi positif terhadap indonesia ialah kesesuaian implementasi pada kebijakan pertahanan Negara tahun 2021 yang tercantum pada kebijakan umum pertahanan negara 2020-2024 yang mana dalam isinya untuk memperkuat posisi Indonesia dikawasan regional ASEAN maupun Indo Pasifik, ditandai dengan Indonesia sebagai pemimpin koordinator dalam latihan bersama Rusia dan ASEAN, hal tersebut diharapkan dapat menjadi keuntungan bagi Indonesia sebagai koordinator latihan khususnya dalam memepertahankan kedaulatannya di wilayah ASEAN, Indo Pasifik maupun Laut Natuna Utara yang seringkali mengalami ketegangan dengan China mengenai Klaim Nine Dash Line dimasa Pandemi Covid-19
THE ROLE OF LEADERSHIP AND SOFT-SKILLS COMPETENCIES OF THE PERFORMANCE AT THE FACILITY AND CONSTRUCTION UNIT INDONESIAN ARMED FORCES
One of the work units under the Indonesian Armed Forces Headquarters Detachment (Detasemen Markas Besar Tentara Nasional Indonesia or Denma Mabes TNI) organization is the Facility and Construction Unit of Indonesian Armed Forces known as the Facility and Construction of Indonesian Armed Forces. The Facility and Construction of the Indonesian Armed Force shipment of construction materials have been delayed as a result of the COVID-19 outbreak. Furthermore, the working-from-home (WFH) implementation affects the restrictions on collaboration and communication between leaders and participants. The existence of a leadership role supported by good soft-skills competencies, and career development, is expected to improve the performance of Indonesian Armed Force members. This study aims to determine the actual impact of leadership, soft-skills competencies, and career development on the performance of TNI members at the Facility and Construction of the Indonesian Armed Force. The study's findings revealed that soft-skills competencies and leadership characteristics directly impacted member performance. Additionally, a strong direct impact on professional development and soft-skills competencies on career development was discovered. It is well-organized that the leadership variable's influence on performance during career growth is insignificant in the indirect effect. On the other hand, the soft-skills competencies variable has a major impact on performance across career growth. This study concludes that organizational members' career growth and performance can be influenced by leadership and soft-skills competencies in the facility Construction of the Indonesian Armed Forces while leadership characteristics have no substantial impact on performance, career development as an intervening variable has a considerable impact on soft-skills competencies. Organizational performance improvement policies can be achieved through the career development of Indonesian Armed Forces (TNI) members. Capacity-building efforts can focus on leadership and soft-skills competencies.Â
KESADARAN BELA NEGARA TERHADAP LINGKUNGAN MELALUI PENGAWASAN DAN PENEGAKAN HUKUM
Kerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia beragam, mulai dari tanah longsor, banjir, pencemaran udara, pencemaran tanah, dan kebakaran hutan. Kerusakan ini terjadi akibat ulah manusia yang tidak memiliki kesadaran cinta tanah air untuk menjaga lingkungannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang pentingnya peran dan pengawasan oleh masyarakat dalam menjaga dan mendukung terlaksananya penegakan hukum lingkungan. Penelitian ini menggunakan yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach), dengan menelusuri hukum yang berlaku di dalam undang-undang baik Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, hukum lingkungan, bela negara, dan peraturan-peraturan lain yang berkaitan dengan penegakan hukum lingkungan. Diperoleh hasil bahwa masyarakat atau warga yang tinggal di suatu tempat (lingkungan) dapat berperan aktif dan bertanggung jawab terhadap lingkungannya. Secara aktif dilakukan dengan pengawasan terhadap kebijakan dan aturan, serta pengelolaan terhadap lingkungan hidup oleh pemerintah yang ada di sekitar pemukiman. Hasil pengawasan dan temuan-temuan dapat disampaikan baik secara lisan maupun tertulis kepada aparat pemerintah yang berkepentingan seperti individu, kelompok, sumbangan pemikiran, saran, ide atau yang bersifat membangun, baik secara langsung maupun melalui media massa sehingga penegakan hukuman dilakukan. Masyarakat perlu menyadari perannya yang begitu penting dalam menjaga lingkungan. Kesadaran bela negara oleh masyarakat atau warga negara terhadap lingkungan hidup pada hakikatnya adalah secara sadar dan aktif mencintai tanah airnya. Memiliki kesadaran akan lingkungan hidup yang baik, sehat, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan. Pemerintah sebagai pembuat kebijakan harus menyesuaikan dan memberikan perhatian serius terhadap aspek lingkungan dan menindak tegas setiap pelaku yang tidak memperhatikan pengelolaan lingkungan dengan baik.
NILAI DAN SEMANGAT TENTARA PEMBELA TANAH AIR (PETA) UNTUK MEMBANGUN BUDAYA STRATEGIS BANGSA INDONESIA DALAM MEMPERKUAT BELA NEGARA
Sejarah panjang perjuangan indonesia tidak terlepas dari pembentukan Tentara Pembela Tanah Air (PETA) pada masa pendudukan jepang di indonesia (1942-1945). PETA merupakan perwujudan rasa nasionalisme dan patriotisme berupa pembelaan kepada negara yang menginginkan kemerdekaan dan keadilan sosial. Dari sejarah tersebut tergambar nilai dan semangat PETA dalam membangun budaya strategis bangsa Indonesia saat ini. Budaya strategis ini berperan pada pembangunan karakter dalam kerangka bela negara saat ini. Artikel ini menjelaskan mengenai pentingnya fungsi nilai dan semangat kepejuangan PETA dalam membela tanah air yang pada prinsipnya merupakan dasar pembangunan budaya strategis dan penguatan bela negara yang direlevansikan dengan ilmu pertahanan. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik pengumpulan data literatur seperti merekam, membaca, dan mengolah bahan penelitian. Dari hasil studi ini diperoleh bahwa dalam sejarahnya, PETA merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam usaha memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Budaya strategis yang berada di tengah persilangan antara hibridasi dan sejarah masa lalu juga direfleksikan sebagai wajah politik luar negeri Indonesia yang mengambil jalan tengah, poros tengah, moderatisme dengan sebutan politik bebas aktif. Nilai dan semangat yang ada pada sejarah PETA berkontribusi dalam pembangunan budaya strategis sehingga dapat memperkuat bela negara. Relevansi PETA dan budaya strategis terhadap ilmu pertahanan diasumsikan sebagai kekuatan bangsa dan negara Indonesia demi tercapainya tujuan dan menjaga kepentingan Indonesia baik dalam lingkup regional maupun global
HUBUNGAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN MOTIVASI BELAJAR KADET MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN MILITER UNHAN TA 2020/2021
Pendidikan kedokteran bertujuan untuk menghasilkan dokter yang memiliki kompetensi dalam ranah pengetahuan, sikap dan perilaku. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam pencapaian kompetensi tersebut adalah motivasi belajar mahasiswa, motivasi yang tinggi akan menghasilkan pencapaian belajar yang lebih baik. Lingkungan belajar membentuk suasana belajar yang dapat mempengaruhi motivasi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkungan belajar terhadap tingkat motivasi mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sebanyak 74 mahasiswa Fakultas Kedokteran Unhan angkatan 2020/2021 mengisikuesioner Dundee Ready Environment Educational Measurement (DREEM) dan Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ). Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Didapatkan nilai total DREEM 147,36 yang berarti mahasiswa menilai lingkungan belajar yang terbentuk saat ini di FK Unhan masuk dalam kategori “lebih banyak hal positif daripada negatif†dengan nilai tertinggi didapatkan pada skala penilaian terhadap staf pengajar (77,1%) dan penilaian terendah pada skala kehidupan social (65,4%). Nilai rata-rata untuk motivasi adalah 3.59 masuk dalam kategori “tinggiâ€, dengan nilai tertinggi pada skala “intrinsicl value†3,92 dan terendah pada skala anxiety 3,43. Hasil uji hipotesis menyatakan bahwa terdapat hubungan antara lingkungan belajar dengan motivasi belajar (p = 0,023)
SECURITIZATION OF AUSTRALIA'S MIGRATION ISSUES DURING SCOTT MORRISON'S LEADERSHIP ERA
In the last two decades, the Australian Government has intensified the practice of securitizing migration issues. The difference is that the pre-Scott Morrison migration securitization program was more focused on handling cases of Illegal Maritime Arrivals, while the core of Scott Morrison's migration program was to reduce the pressure on the immigrant population. Through the discourse of Planning for Australia's Future Population, Scott Morrison cut the quota of permanent immigrants from 190,000 to 160,000 people. Scott Morrison also implemented immigration transfer policies and migration reforms. Therefore, this study focuses on analyzing the process of framing the issue of Australian immigrants under the leadership of Scott Morrison. This research uses securitization theory and qualitative methods, particularly process-tracing. As a result, this research found that Scott Morrison, as the securitization actor, intentionally created a speech act and convinced the public that the referent object, namely Australia's national security, was in a threatening situation due to the surge in the immigrant population. Functional actors, including parliament, media, and epistemic groups, reinforced Scott Morrison's speech acts
PROTECTING INDONESIA'S SOVEREIGNTY THROUGH CIVIC ENGAGEMENT IN THE TEMAJUK VILLAGE BORDER AREA
This study aims to determine the involvement of the society in maintaining and protecting the sovereignty of the Border region in Temajuk. Camar Bulan Subvillage, Temajuk Village, is an area in West Kalimantan Province that is directly adjacent to Malaysia. Under these conditions, this area was once claimed by the state of Malaysia and had become a concern of the public or government. The claim was made by the Malaysian state by establishing 2 lighthouses in the waters of Camar Bulan Sub village. Fortunately, the case was resolved through peace negotiations between countries. After the claim, the community responded to this problem by voluntarily involving themselves in maintaining the boundaries of state sovereignty. The approach used is qualitative and descriptive method. Data sources of the research consisted of Village Officials (Village heads), border guard volunteers (border stake guard officers and border youth), and the people living in the Temajuk border area of West Kalimantan. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, dan conclusion/verification. The results obtained include: (1) society involvement in the Indonesia-Malaysia border has been actively involved in various social and political activities as a form of defending the country; and (2) supporting factors in maintaining the sovereignty of Indonesia's territory in the border areas, namely public awareness is high enough to maintain the sovereignty of the Indonesian border include the existence of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, society awareness to maintain sovereignty as the highest authority holder, society cooperation with various authorities in maintaining the Unitary State of the Republic of Indonesia.Â