e-Journal PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)
e-Journal PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)Not a member yet
1348 research outputs found
Sort by
Study Action: Peningkatan Literasi Akuntansi Siswa Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran
Tantangan terbukanya kesempatan lapangan pekerjaan maupun profesi menjadikan jurusan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP) SMKN 1 Waringinkurung mengembangkan keilmuan akuntansi sebagai pendamping kompetensi utamanya yakni administrasi perkantoran. Atas dasar manfaat bahwa mempelajari akuntansi dapat meningkatkan hasanah pengetahuan dan keilmuan keuangan pada salah satu aspek administrasi bisnis, maka lulusan OTKP mampu menggunakan akuntansi untuk kehidupan bisnis sehari-hari. Tujuan PkM ini untuk memberikan keilmuan melalui peningkatan literasi akuntansi bagi siswa OTKP secara menyeluruh. Metode PkM yang digunakan adalah studi aksi melalui pemberian materi penyusunan laporan keuangan perusahaan dagang dan untuk mengetahui peningkatan pemahaman serta kemampuan dilakukan dengan mengumpulkan pernyataan pretest dan post-test serta penilain hasil laporan keuangan. Sebelum dilakukan pemberian materi, pretest menjelaskan sebanyak 11% dari 36 siswa dan siswi OTKP yang tidak cukup memahami. Berdasarkan hasil pretest tersebut maka dilakukan treatment peningkatan skill akuntansi melalui literasi dan penyusunan laporan keuangan. Dari kegiatan PkM tersebut berhasil meningkatkan pemahaman sebanyak 66% dari 36 siswa dan siswi OTKP setelah dilakukan literasi teori akuntansi dan praktis
RENCANA STRATEGIS PENANGANAN KETIMPANGAN FISKAL (FISCAL IMBALANCE) DI REGIONAL PAPUA BARAT
The Regional Transfer Funds for West Papua, allocated for over 15 years, have not significantly reduced poverty levels nor improved the local Human Development Index. This study aims to analyze this situation and propose solutions through the enhancement of quality spending to achieve the local welfare vision outlined in the Long-Term Regional Development Plan of West Papua Province for 2006-2025. Fiscal decentralization is intended to provide public services with better priorities and preferences; however, fiscal imbalances may occur due to dependency on central transfers and limited local taxation capacity. A qualitative method was employed to address the complexity of these issues through literature reviews, interviews, and focus group discussions. Triangulated findings from these sources highlight the strengths, weaknesses, opportunities, and threats faced by the local government in addressing fiscal imbalances. Strategic issues were identified, encompassing organizational goal attainment, resources, management, and the collaboration capabilities of local governments. The Papua Steering Agency is expected to guide local governments in internalizing the community welfare vision, optimizing civil servant development spending, and evaluating financial management regulations as well as the readiness of governance systems to implement the regional development acceleration master plan.Dana Transfer ke Daerah untuk Papua Barat selama lebih dari 15 tahun belum dapat menurunkan tingkat kemiskinan dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia setempat. Studi ini bertujuan untuk memberikan masukan kepada Badan Pengarah Papua dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk meningkatkan tata kelola keuangan daerah, khususnya belanja berkualitas (quality spending) demi pencapaian visi kesejahteraan masyarakat setempat. Desentralisasi fiskal bertujuan untuk melayani publik dengan prioritas dan preferensi yang lebih baik, tetapi ketimpangan fiskal (fiscal imbalance) dapat terjadi karena ketergantungan pada transfer pusat dan rendahnya pemajakan daerah. Metode kualitatif digunakan untuk menguraikan kompleksitas isu tersebut melalui studi literatur, wawancara, dan forum group discussion. Hasil triangulasi sumber-sumber tersebut menunjukkan bahwa terdapat kelebihan (strengths), kekurangan (weaknesses), kesempatan (opportunities), dan tantangan (threats) pemerintah daerah dalam menangani ketimpangan fiskal setempat. Ditemukan isu strategis yang mencakup pencapaian tujuan organisasi, sumber daya, manajemen, dan kemampuan kolaborasi pemerintah daerah. Badan Pengarah Papua diharapkan dapat mengarahkan pemerintah daerah untuk menginternalisasi visi kesejahateraan masyarakat, memaksimalkan belanja peningkatan Aparatur Sipil Negara, dan mengevaluasi regulasi pengelolaan keuangan serta kesiapan sistem pemerintahan untuk melaksanakan rencana induk percepatan pembangunan daerah
ANALISIS FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PROBABILITY KEPUTUSAN KEBERATAN DI BIDANG KEPABEANAN
Untuk penetapan tarif bea masuk dan bea keluar, barang dikelompokkan berdasarkan sistem klasifikasi barang, yaitu Harmonized System (HS). Negara ASEAN wajib menggunakan ASEAN Harmonized Tariff Nomenclature (AHTN). Prinsip protokol AHTN di antaranya upaya hukum atas keputusan klasifikasi. Tidak semua penetapan Pejabat Bea dan Cukai atas klasifikasi barang diterima oleh importir/eksportir. Sebagai upaya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menekan keputusan keberatan dikabulkan dengan mengetahui variabel-variabel yang memengaruhi keputusan keberatan di bidang kepabeanan. Penelitian bertujuan mengidentifikasi peubah yang berpengaruh terhadap keputusan keberatan di bidang Kepabeanan dan model peluang keputusan keberatannya. Ruang lingkup penelitian yaitu penetapan Pejabat Bea dan Cukai yang menyebabkan kurang bayar bea masuk, bea keluar, pajak dalam rangka impor, dan/atau sanksi administrasi di bidang Kepabeanan yang diajukan Keberatan. Menggunakan metode regresi logistik nominal, dengan data sekunder periode Januari 2021 s.d. Mei 2024 dan data primer dari pejabat Bea dan Cukai serta importir yang melakukan keberatan. Hasil penelitian dengan model klasifikasi 82.6% berarti model sangat baik dalam memprediksi klasifikasi keputusan keberatan di bidang Kepabeanan. Variabel yang memengaruhi keputusan keberatan di bidang kepabeanan yaitu nilai tagihan, kantor penerbit penetapan Pejabat Bea dan Cukai, dan pokok sengketa.To determine import and export duties, goods are grouped based on the goods classification system, namely the Harmonized System (HS). ASEAN is required to use the ASEAN Harmonized Tariff Nomenclature (AHTN). The principles of the AHTN protocol include legal remedies for classification decisions. The study aims to determine the factors that influence the probability of an Objection Decision and its value as well as the efforts of the Directorate General of Customs and Excise (DGCE) in dealing with objection disputes. The scope is the determination of Customs and Excise Officials that cause underpayment of import duties, export duties, import taxes, and/or administrative sanctions in the Customs sector (SPP, SPPBK, SPSA, and SPTNP) to which Objections are submitted. The methods used are descriptive statistics and nominal logistic regression. Use secondary data from January 2021 to May 2024 and primary data from Customs and Excise officials and importers who object. The results of the study are (i) the factors that influence: the value of the invoice, the decision office of the Customs and Excise official, and the subject of the dispute, (ii) The probability of the objection decision granting all: the decision-issuing office of the Customs and Excise official Prime Customs and Excise Office type A Tanjung Priok is 0.246 times compared to Other Offices, and the decision-issuing office of the Customs and Excise official Customs and Excise Office Belawan is 0.531 times compared to Other Offices, (iii) The probability of the objection decision being determined differently: the decision-issuing office of the Customs and Excise official Prime Customs and Excise Office type C Soekarno Hatta is 0.430 times compared to Other Offices, the decision-issuing office of the Customs and Excise official Customs and Excise Office Tanjung Perak is 0.025 times compared to Other Offices, and the decision-issuing office of the Customs and Excise official Customs and Excise Office Belawan is 0.315 times compared to Other Offices, (iv) DGCE can provide an understanding to importers/exporters that the objection decision is made based on the authority to resolve objections so that importers/exporters can optimize the objection process
Analisa Model Prediksi Nilai Impor dan Ekspor antara Indonesia dan Mozambique
Indonesia engages in bilateral international trade with Mozambique through the Indonesia-Mozambique Preferential Trade Agreement (IM-PTA). Data on import and export values obtained from the Central Statistics Agency (BPS) between January 2019 and July 2024 exhibits fluctuations. To forecast future import and export values, this research employs two data mining models: ARIMA and VAR. The goal is to identify the more accurate model for prediction purposes. The analysis results show that the ARIMA (1,1,0) model provides better predictions of export value with a Mean Absolute Percentage Error (MAPE) of 17.82 percent when compared to the VAR Model with a MAPE of 32.59 percent. However, both ARIMA and VAR models are unable to provide accurate predictions for import values ??because the MAPE results are more than 50 percent.Perjanjian Perdagangan Preferensial Indonesia-Mozambique (IM-PTA) merupakan salah satu bentuk kerja sama perdagangan bilateral yang dilakukan oleh Indonesia. Data nilai impor dan ekspor yang diperoleh dari BPS selama periode Januari 2019 hingga Juli 2024 menunjukkan adanya fluktuasi yang cukup signifikan. Dalam upaya memprediksi nilai impor dan ekspor pada bulan berikutnya, penelitian ini membandingkan kinerja dua model, yaitu ARIMA dan VAR. Hasil analisis menunjukkan bahwa model ARIMA (1,0,0) memberikan prediksi nilai ekspor yang lebih baik dengan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebesar 31,15. Akan tetapi, baik model ARIMA maupun VAR tidak mampu memberikan prediksi yang akurat untuk nilai impor, dengan MAPE yang melebihi 100%
Studi Literatur Penerapan Metodologi Penilaian Barang Milik Negara Berupa Aset Tak Berwujud
Indonesia possesses substantial amount of national assets, both tangible and intangible. According to the aduited Laporan BMN 2022, the value of intangible assets (before the accumulation of amortization) as of December 31, 2022, was IDR 61.347 trillion. Furthermore, these intangible assets have the potential to serve as a significant source of national income from non-tax revenue. Government valuers can play a role in managing these state-owned intangible assets, including valuation and analysis for commercialization purposes. However, a study on the valuation methodologies for various types of intangibles is necessary. This study employs a literature review method, drawing from books, scholarly articles, research reports, and journals. The conclusion of this study is that government valuers need to consider criteria for selecting valuation approaches based on the requirements of the approaches themselves and the characteristics of the intangibles being valued. Valuation approaches are chosen based on whether the intangibles have transaction data available in the market, the ability to generate future cash flows, or whether both of these factors cannot be identified. Government valuers must also pay attention to the characteristics of software, patents and copyrights, licenses and franchises, research/valuation outcomes, and other intangible assets.Indonesia memiliki aset atau kekayaan negara yang bernilai besar, baik aset yang berwujud (tangible) maupun aset tidak berwujud (intangible). Mengacu pada Laporan Barang Milik Negara Audited Tahun 2022, diketahui bahwa nilai aset tak berwujud (sebelum akumulasi amortisasi) per tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp61,347 triliun. Selain itu, ATB sendiri memiliki potensi menjadi lokomotif pendapatan negara dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Penilai pemerintah dapat mengambil peran dalam pengelolaan BMN berupa ATB tersebut, seperti penilaian dan analisis dalam rangka komersialisasi. Namun demikian, diperlukan kajian metodologi penilaian untuk berbagai jenis ATB yang ada. Kajian ini menggunakan metode studi literatur yang bersumber dari buku, artikel ilmiah, laporan penelitian, dan jurnal. Kesimpulan dari kajian ini adalah bahwa penilai pemerintah perlu mempertimbangkan kriteria pemilihan pendekatan penilaian berdasarkan persyaratan penggunaan pendekatan itu sendiri dan karakteristik ATB yang dinilai. Pendekatan penilaian dipilih mempertimbangkan apakah objek ATB memiliki data transaksi yang tersedia di pasar, kemampuannya untuk menghasilkan kas di masa depan, atau apakah kedua hal tersebut tidak dapat teridentfiikasi. Penilai pemerintah juga harus memperhatikan karakteristik software, paten dan hak cipta, lisensi dan waralaba, hasil kajian/penilaian, dan ATB lainnya
Pengembangan Usaha Tunggak Jati Menuju UMK Naik Kelas di Desa Tremes Kabupaten Wonogiri
Usaha Tunggak Jati merupakan salah satu usaha yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Desa Tremes Kabupaten Wonogiri. Ketersediaan pohon jati yang mencukupi menjadi salah satu faktor para pelaku usaha kayu membuat produk tunggak jati. Hasil penjualan produk tersebut berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan keluarga. Oleh sebab itu, pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi usaha tunggak jati menjadi usaha mikro kecil naik kelas. Pendampingan ini dilakukan selama bulan Juli-Agustus 2023. Metode partisipatoris digunakan untuk menjabarkan tujuan kegiatan. Temuan kegiatan mengungkap bahwa pelaku usaha tunggak jati telah mampu mengembangkan usaha mulai dari faktor produksi, pemasaran, dan keuangan untuk mendukung usaha kecil yang berkelanjutan. Pencapaian proses skala usaha ini berimplikasi terhadap jumlah produksi, jumlah pembeli, dan pendapatan keluarga yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Dengan demikian, pemerintah daerah dapat memfasilitasi peningkatan kualitas produk tunggak jati untuk mendorong daya saing di pasar global
PROGRAM PENDIDIKAN INSAN USIA LANJUT (PIUL) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN BTQ DI DESA MAYUNG
Pendidikan insan usia lanjut mendapat perhatian dari perangkat desa seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pembelajaran sepanjang hayat, termasuk dalam konteks agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendidikan bagi lansia dalam meningkatkan pemahaman baca tulis Al-Qur'an. Program pendidikan ini PIUL dirancang untuk pertimbangkan kebutuhan dan kemampuan khusus lansia, menggunakan metode pengajaran yang adaptif dan material yang relevan. Metode penelitian ini dengan pendekatan kualitatif desain studi kasus, metodologi metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi dari sejumlah pusat pendidikan Al-Qur'an yang fokus pada lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan yang berbasis pada teknik pengajaran yang ramah usia lanjut, seperti pembelajaran yang berkelompok, penggunaan media visual, serta latihan berulang, dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur'an pada peserta lansia. Program ini juga mencakup dukungan sosial dan motivasi yang mendorong peserta untuk terus belajar dan berlatih. Selain itu, keterlibatan keluarga dan masyarakat juga terbukti memainkan peran penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan ini. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan program pendidikan Al-Qur'an yang lebih efektif bagi lansia, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pembelajaran untuk semua usia sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas spiritual dan intelektual sepanjang hayat.
Kata kunci: Pendidikan Lansia, pemahaman baca tulis al-qur’an, pendekatan adaptifPendidikan insan usia lanjut mendapat perhatian dari perangkat desa seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pembelajaran sepanjang hayat, termasuk dalam konteks agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendidikan bagi lansia dalam meningkatkan pemahaman baca tulis Al-Qur'an. Program pendidikan ini PIUL dirancang untuk pertimbangkan kebutuhan dan kemampuan khusus lansia, menggunakan metode pengajaran yang adaptif dan material yang relevan. Metode penelitian ini dengan pendekatan kualitatif desain studi kasus, metodologi metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi dari sejumlah pusat pendidikan Al-Qur'an yang fokus pada lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan yang berbasis pada teknik pengajaran yang ramah usia lanjut, seperti pembelajaran yang berkelompok, penggunaan media visual, serta latihan berulang, dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur'an pada peserta lansia. Program ini juga mencakup dukungan sosial dan motivasi yang mendorong peserta untuk terus belajar dan berlatih. Selain itu, keterlibatan keluarga dan masyarakat juga terbukti memainkan peran penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan ini. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan program pendidikan Al-Qur'an yang lebih efektif bagi lansia, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pembelajaran untuk semua usia sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas spiritual dan intelektual sepanjang hayat.
Kata kunci: Pendidikan Lansia, pemahaman baca tulis al-qur’an, pendekatan adapti
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN PELAPORAN PERPAJAKAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI
Wajib Pajak baik WP Orang Pribadi (OP) maupun WP Badan, menyampaikan SPT yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan asistensi dan pendampingan pelaporan perpajakan wajib pajak orang pribadi, yaitu penyampaian SPT (tahunan) serta edukasi perhitungan pajak masa bagi wajib pajak PP 23 Tahun 2018 yang berada di lingkungan wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pondok Aren. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah asistensi serta pemberian edukasi dan pendampingan kepada wajib pajak yang dilakukan secara daring ataupun luring. Kegiatan ini dilakukan di bulan Februari sampai dengan Juni 2024. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah laporan pajak Wajib Pajak Orang Pribadi berupa bukti penerimaan elektronik atas SPT Tahunan yang disampaikan melalui e-filing serta ter-edukasinya wajib pajak yang mempunyai kewajiban perpajakan bulanan sesuai PP 23 Tahun 2018.Wajib Pajak baik WP Orang Pribadi (OP) maupun WP Badan, menyampaikan SPT yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan asistensi dan pendampingan pelaporan perpajakan wajib pajak orang pribadi, yaitu penyampaian SPT (tahunan) serta edukasi perhitungan pajak masa bagi wajib pajak PP 23 Tahun 2018 yang berada di lingkungan wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pondok Aren. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah asistensi serta pemberian edukasi dan pendampingan kepada wajib pajak yang dilakukan secara daring ataupun luring. Kegiatan ini dilakukan di bulan Februari sampai dengan Juni 2024. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah laporan pajak Wajib Pajak Orang Pribadi berupa bukti penerimaan elektronik atas SPT Tahunan yang disampaikan melalui e-filing serta ter-edukasinya wajib pajak yang mempunyai kewajiban perpajakan bulanan sesuai PP 23 Tahun 2018
PENINGKATAN KAPASITAS KEWIRAUSAHAAN DESA MELALUI LITERASI KEUANGAN KELUARGA BAGI DEBITUR MITRA BUMDESA TIRTAYASA
Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam tiga tahap: Observasi Awal, Pelatihan, dan Pendampingan. Observasi awal yang dilakukan pada awal Agustus 2024 bertujuan mengidentifikasi kebutuhan dan masalah yang dihadapi debitur BUMDesa Tirtayasa. Pelatihan yang diadakan pada 24 Agustus 2024 berfokus pada peningkatan literasi keuangan dan kapasitas kewirausahaan dengan menggunakan metode GoDisKo (Goal, Disiplin, Komitmen). Metode ini membantu peserta menetapkan tujuan keuangan, menerapkan pencatatan keuangan yang disiplin, serta melibatkan komitmen keluarga. Pendampingan dilakukan melalui grup WhatsApp selama tiga bulan untuk memastikan penerapan pengetahuan pengelolaan keuangan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai manajemen keuangan, terutama dalam menetapkan tujuan keuangan yang jelas dan pengelolaan arus kas yang disiplin. Tantangan yang dihadapi termasuk keragaman latar belakang usaha peserta dan perlunya disiplin keuangan yang terus diterapkan pasca pendampingan.
Kata Kunci: pengabdian masyarakat, literasi keuangan, metode GoDisKo, kewirausahaan, pendampinganProgram pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam tiga tahap: Observasi Awal, Pelatihan, dan Pendampingan. Observasi awal yang dilakukan pada awal Agustus 2024 bertujuan mengidentifikasi kebutuhan dan masalah yang dihadapi debitur BUMDesa Tirtayasa. Pelatihan yang diadakan pada 24 Agustus 2024 berfokus pada peningkatan literasi keuangan dan kapasitas kewirausahaan dengan menggunakan metode GoDisKo (Goal, Disiplin, Komitmen). Metode ini membantu peserta menetapkan tujuan keuangan, menerapkan pencatatan keuangan yang disiplin, serta melibatkan komitmen keluarga. Pendampingan dilakukan melalui grup WhatsApp selama tiga bulan untuk memastikan penerapan pengetahuan pengelolaan keuangan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai manajemen keuangan, terutama dalam menetapkan tujuan keuangan yang jelas dan pengelolaan arus kas yang disiplin. Tantangan yang dihadapi termasuk keragaman latar belakang usaha peserta dan perlunya disiplin keuangan yang terus diterapkan pasca pendampingan.
Kata Kunci: pengabdian masyarakat, literasi keuangan, metode GoDisKo, kewirausahaan, pendampinga
EDUKASI INVESTASI TABUNGAN EMAS MENUJU KESEJAHTERAAN FINANSIAL
Investasi memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan finansial masyarakat. Investasi memungkinkan individu untuk meningkatkan aset dan sumber daya finansial yang berdampak pada stabilitas keuangan, ketahanan terhadap risiko ekonomi dan kemampuan untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang. Masalah yang menjadi temuan pada masyarakat adalah minimnya kesadaran investasi dan bagaimana cara mengakses instrumen investasi dan masih awamnya masyarakat dengan instrumen tabungan emas. Masalah tersebut menjadi alasan dilakukannya Pengabdian Kepada Masyarakat ini, yaitu untuk mengedukasi dan memotivasi ibu rumah tangga yang mayoritas memiliki peran dominan dalam pengelolaan keuangan keluarga. Metode yang digunakan adalah metode penyuluhan yang dalam pelaksanaannya meliputi pemberian materi, tanya jawab dan umpan balik dari masyarakat. Hasil evaluasi dari kegiatan menunjukkan bahwa indikator kinerja dari kegiatan ini terealisasi dengan baik. Tahapan tersebut meliputi edukasi pentingnya investasi, jenis-jenis instrumen investasi, tabungan investasi emas, dan rekomendasi tabungan emas.
Kata kunci: Investasi, tabungan emas, kesejahteraan finansialInvestasi memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan finansial masyarakat. Investasi memungkinkan individu untuk meningkatkan aset dan sumber daya finansial yang berdampak pada stabilitas keuangan, ketahanan terhadap risiko ekonomi dan kemampuan untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang. Masalah yang menjadi temuan pada masyarakat adalah minimnya kesadaran investasi dan bagaimana cara mengakses instrumen investasi dan masih awamnya masyarakat dengan instrumen tabungan emas. Masalah tersebut menjadi alasan dilakukannya Pengabdian Kepada Masyarakat ini, yaitu untuk mengedukasi dan memotivasi ibu rumah tangga yang mayoritas memiliki peran dominan dalam pengelolaan keuangan keluarga. Metode yang digunakan adalah metode penyuluhan yang dalam pelaksanaannya meliputi pemberian materi, tanya jawab dan umpan balik dari masyarakat. Hasil evaluasi dari kegiatan menunjukkan bahwa indikator kinerja dari kegiatan ini terealisasi dengan baik. Tahapan tersebut meliputi edukasi pentingnya investasi, jenis-jenis instrumen investasi, tabungan investasi emas, dan rekomendasi tabungan emas.
Kata kunci: Investasi, tabungan emas, kesejahteraan finansia