Universitas Hasanuddin: e-Journals
Not a member yet
10100 research outputs found
Sort by
Teachers Perceptions Of The Merdeka Curriculum’s Effects On English Proficiency Of Students
This study aims to explore English teachers’ perceptions of the Merdeka Curriculum and to examine its perceived impact on students’ English proficiency at SMPN 2 Palu. Specifically, the study seeks to understand how the implementation of the Merdeka Curriculum influences classroom practices, student engagement, and language learning outcomes, as well as to identify the challenges faced by teachers during its implementation. Employing a qualitative phenomenological approach, this research investigated the experiences of three English teachers who had implemented the curriculum for more than one year. Data were collected through semi-structured interviews and triangulated with students’ midterm English examination scores to enhance the validity of the findings. The results indicate that teachers perceive the Merdeka Curriculum as beneficial in promoting student-centered learning, increasing students’ speaking confidence, and encouraging collaborative learning. Nevertheless, several challenges were reported, including limited technological resources and difficulties in shifting from traditional teaching approaches. To address these issues, teachers adopted strategies such as differentiated instruction and peer tutoring. This study provides valuable insights into the influence of curriculum reform on English language teaching and offers recommendations for improving teacher training, resource availability, and curriculum implementation strategies
A Study On The Use Of Mind Mapping In Teaching Writing
This research aims to investigate the use of mind mapping as a teaching technique to enhance students’ writing skills in descriptive text. Using a qualitative library research approach, data were gathered from secondary sources, including theses, journals, and articles published between 2012 and 2024. The analysis focused on identifying teaching procedures, outcomes, and effectiveness across five selected studies. The findings indicate that mind mapping significantly improves students’ ability to generate, organize, and connect ideas, resulting in more coherent and creative descriptive texts. It also enhances vocabulary, grammar, and students’ motivation to write. Across the reviewed studies, post-test scores consistently showed substantial improvement, demonstrating the technique’s effectiveness in both secondary and tertiary educational contexts. Mind mapping’s use of colors, images, and keywords makes the writing process more engaging and accessible, supporting active learning and critical thinking. Based on these findings, the study recommends that English teachers adopt mind mapping as a strategy to improve descriptive writing skills and suggests further exploration of its application to other genres of writing
DETERMINAN PEMANFAATAN IMUNISASI DASAR LENGKAP DI PUSKESMAS RAMBUNG KOTA BINJAI TAHUN 2025
Latar Belakang: Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) merupakan salah satu langkah preventif yang efektif untuk melindungi bayi dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Cakupan IDL di Wilayah Kerja Puskesmas Rambung, Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai masih rendah, yaitu sebesar 32,9%, hal ini masih jauh di bawah target nasional. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan IDL pada bayi di Puskesmas Rambung Kota Binjai. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki bayi usia 9-12 bulan sebanyak 410 orang, dengan sampel sebanyak 80 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan (p < 0,05) pada beberapa faktor. Hasil: Sebanyak 80% responden tidak memanfaatkan pelayanan IDL secara lengkap. Faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan IDL adalah pengetahuan (p=0,014), pekerjaan (p=0,023), kepercayaan (p=0,001), dukungan keluarga (p=0,001), tenaga kesehatan (p=0,002), dan kebutuhan (p=0,024) dengan pemanfaatan pelayanan IDL. Sedangkan pada variabel sikap tidak ditemukan hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan pelayanan IDL (p=0,122). Kesimpulan: Peningkatan pengetahuan, kepercayaan, dukungan keluarga, serta peran tenaga kesehatan merupakan determinan penting dalam pemanfaatan IDL. Tenaga kesehatan diharapkan memperkuat komunikasi, edukasi, dan konseling, sedangkan dukungan keluarga dan perubahan persepsi masyarakat perlu ditingkatkan untuk mencapai cakupan IDL yang lebih optimal
PENGARUH VIDEO EDUKASI TENTANG MP-ASI TERHADAP PENGETAHUAN IBU DAN POLA PEMBERIAN MP-ASI
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih tinggi di Indoneisia. Salah satu penyebab utama adalah pola pemberian MP-ASI yang tidak sesuai standar. Upaya edukasi melalui media video diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu. Tujuan: Mengetahui pengaruh video edukasi tentang makanan pendamping ASI (MP-ASI) terhadap pengetahuan ibu dan pola pemberian MP- ASI pada balita stunting di Puskesmas Kassi-Kassi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experment dengan rancangan one group pre-test post-test. Sampel peneilitan berjumlah 40 ibu yang memiliki balita stunting, dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kueisioner pengetahuan dan lembar observasi pola pemberian MP-ASI. Analisis data mengguinakan uji Wilcoxon. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan ibu pada kelompok intervensi meningkat dari 8,53 ± 2,56 menjadi 11,53 ± 1,93 (p = 0,000), sedangkan pada kelompok kontrol meningkat dari 8,44 ± 2,56 menjadi 10,78 ± 2,31 (p = 0,000). Rata-rata skor pola pemberian MP-ASI pada kelompok intervensi meningkat dari 36,63 ± 2,82 menjadi 45,06 ± 2,40 (p = 0,000), sementara pada kelompok kontrol meningkat dari 37,44 ± 2,24 menjadi 45,47 ± 3,02 (p = 0,000). Perbandingan antar-kelompok menunjukkan perbedaan signifikan pada peningkatan pengetahuan (p = 0,000) dan pola pemberian (p = 0,000). Kesimpulan: Video edukasi baiki meningkatkan pengeitahuan ibu dan memperbaiki pola pemberian MP-ASI pada balita stunting. Disarankan eduikasi kesehatan menggunakan media video diterapkan secara luas di layanan kesehatan
Strategi Pengelolaan Lahan Sebagai Upaya Optimalisasi Produksi Tanaman Hortikultura di Kecamatan Samarinda Utara: Land Management Strategies for Optimizing Horticultural Crop Production in North Samarinda District
The strategic role of the agricultural sector in Samarinda City, particularly in North Samarinda District, supports food security and the regional economy. North Samarinda District holds a crucial position as an agricultural buffer zone in Samarinda, but in the past five years, there has been a significant decrease in horticultural production, such as tomatoes from 1,467.9 tons in 2021 to 263 tons in 2024, chilies from 236.2 tons to 129.9 tons, and shallots from 7.5 tons in 2022 to 1.1 tons in 2023. Various challenges, including climate change, land degradation, and urbanization, have contributed to a decline in agricultural productivity. This study aims to evaluate land suitability to optimize horticultural crop production in the region. The research method employed is a land suitability analysis using a Geographic Information System (GIS) approach, which identifies biophysical factors such as soil texture, pH, and soil depth, as well as soil sampling for further analysis. The results show that most of the land in North Samarinda District has S3 (marginally suitable) land suitability for shallots, chilies, and tomatoes. The suitability class for S3 is influenced by limiting factors such as rainfall, soil pH, erosion, and slope. Further discussion reveals that technical improvements, such as fertilization, the addition of organic matter, and terrace construction, can enhance land suitability. Through appropriate technical improvements, land suitability can be upgraded to class S2 (moderately suitable), which in practice will support increased horticultural yields and strengthen food security in North Samarinda
INTEGRASI GENERAL DATA PROTECTION REGULATION DALAM REGULASI PRIVASI DATA: SOLUSI TANTANGAN TEKNOLOGI KECERDASAN BUATAN
Kemajuan pesat Kecerdasan Buatan (AI) telah secara signifikan mengubah cara data pribadi dikumpulkan, diproses, dan disimpan, menimbulkan kekhawatiran serius tentang privasi data. Di Indonesia, peraturan perlindungan data saat ini belum sepenuhnya dilengkapi untuk mengatasi tantangan spesifik yang ditimbulkan oleh AI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pengintegrasian prinsip-prinsip Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) ke dalam kerangka hukum Indonesia untuk meningkatkan perlindungan data pribadi dalam aplikasi AI. Penelitian ini mengadopsi pendekatan hukum normatif. Analisis mengungkapkan bahwa GDPR memberikan standar perlindungan data yang lebih kuat dan komprehensif, menekankan prinsip-prinsip utama seperti transparansi, akuntabilitas, hak akses data, hak untuk dilupakan, serta penerapan privasi berdasarkan desain dan Penilaian Dampak Perlindungan Data (DPIA). Sebaliknya, Undang-Undang No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi belum secara eksplisit memasukkan prinsip-prinsip ini ke dalam ekosistem AI. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pendekatan komparatifnya, khususnya berfokus pada kontekstualisasi prinsip-prinsip GDPR terhadap lanskap regulasi AI di Indonesia. Ini membedakan penelitian dari penelitian sebelumnya yang terutama membahas masalah perlindungan data umum tanpa memeriksa implikasi dari teknologi yang muncul. Memasukkanprinsip-prinsip GDPR ke dalam kerangka peraturan Indonesia dapat memperkuat perlindungan data pribadi, mengurangi risiko penyalahgunaan AI, dan mendukung pengembangan ekosistem digital yang inovatif namun bertanggung jawab dan menghormati privasi.
Kata kunci: peraturan privasi data, Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR), kecerdasan buatan, Indonesia, keamanan data.Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa dampak signifikan terhadap cara pengumpulan, pemrosesan, dan penyimpanan data pribadi. Namun, regulasi perlindungan data di Indonesia masih belum sepenuhnya mampu menjawab tantangan privasi yang ditimbulkan oleh teknologi ini. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi integrasi prinsip-prinsip General Data Protection Regulation (GDPR) ke dalam sistem hukum Indonesia guna memperkuat perlindungan data pribadi dalam konteks penggunaan AI. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa GDPR menawarkan standar perlindungan data pribadi yang lebih ketat dan menyeluruh, dengan prinsip-prinsip seperti transparansi, akuntabilitas, hak akses, hak untuk menghapus data, serta kewajiban menerapkan privacy by design dan Data Protection Impact Assessment (DPIA). Regulasi di Indonesia, khususnya UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, belum secara eksplisit mengatur penerapan prinsip-prinsip tersebut dalam ekosistem AI. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pendekatan komparatif yang menekankan pentingnya penguatan kerangka hukum nasional melalui adopsi prinsip GDPR secara kontekstual terhadap AI. Hal ini berbeda dari studi sebelumnya yang hanya menitikberatkan pada pengaturan data pribadi secara umum tanpa mempertimbangkan tantangan teknologi mutakhir. Integrasi prinsip-prinsip GDPR ke dalam regulasi Indonesia dapat meningkatkan efektivitas perlindungan privasi data, mengurangi risiko penyalahgunaan AI, serta mendorong terciptanya ekosistem digital yang inovatif namun tetap menjamin hak privasi warga negara.
 
AUDIT DELAY PADA BUMN: KONSEKUENSI STRUKTUR KEUANGAN DAN KINERJA PERUSAHAAN
Penelitian ini bertujuan menguji faktor-faktor yang memengaruhi audit delay pada perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menganalisis empat variabel independen, yaitu profitabilitas, solvabilitas, financial distress, dan ukuran perusahaan. Data diperoleh dari laporan keuangan auditan perusahaan BUMN periode 2019–2021, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap audit delay. Solvabilitas berpengaruh positif signifikan, mengindikasikan bahwa tingginya proporsi utang meningkatkan beban audit dan memperpanjang waktu penyelesaian. Financial distress menunjukkan pengaruh positif tetapi tidak signifikan, sedangkan ukuran perusahaan berpengaruh negatif tidak signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa hanya solvabilitas yang menjadi determinan utama audit delay pada perusahaan BUMN, sementara faktor lainnya tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan auditan
PROFITABILITAS, FINANCIAL DISTRESS, DAN CASH HOLDING SEBAGAI PENENTU NILAI PERUSAHAAN
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh profitabilitas, financial distress, dan cash holding terhadap nilai perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018–2022. Profitabilitas diproksikan dengan Return on Equity, financial distress diukur menggunakan Altman Z-Score, dan cash holding diukur melalui rasio kas terhadap total aset. Nilai perusahaan diproksikan menggunakan Price to Book Value. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan yang dipilih melalui purposive sampling, sehingga diperoleh 40 perusahaan sebagai sampel. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan financial distress berpengaruh negatif signifikan. Cash holding tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Temuan ini menegaskan bahwa investor lebih mempertimbangkan kinerja laba dan kondisi keuangan perusahaan dibandingkan tingkat kepemilikan kas dalam menilai nilai perusahaan manufaktur
Assessment of the Stability of the KL Sultan Hasanuddin Ship During Passenger Evacuation
KL. Sultan Hasanuddin previously used only as a training ship for cadets, currently operates as a public passenger transport vessel in the islands and ports of South Sulawesi. The objective of this study is to measure the extent of the effect of changes in the stability of the KL. Sultan Hasanuddin vessel during passenger evacuation in the event of a fire, in accordance with IMO Regulation A.749(18) Chapter 3. One of the factors that significantly influences vessel stability is cargo distribution, including passenger distribution behavior. When passengers move freely on the ship, such as walking from one place to another, running, or gathering in a specific area, this causes a shift in the ship\u27s center of gravity. The method used in this study is the Krylov method to obtain the ship\u27s GZ stability curve by dividing several cases and conditions of the ship\u27s tanks. Based on the simulation and analysis results, changes in the stability of the KL. Sultan Hasanuddin ship were observed during passenger evacuation when the ship departed from the port (departure), with a 18% decrease in the GZ value; during the voyage (seagoing), with a decrease in the GZ value reaching 58%; and upon arrival at the port (arrival), with a decrease ranging from 44% to 70%.
 
Revitalisasi Masyarakat Sipil dalam Mengawal Peradaban Demokrasi: Respons terhadap Populisme di Indonesia
The wave of populism that has swept through Indonesia over the past decade has posed serious challenges to democratic consolidation. This phenomenon is reflected in the 2024 elections, marked by populist rhetoric, identity politics, and the weakening of checks and balances. This article analyzes the urgency of revitalizing civil society as a pillar of democracy amid the threat of populism. Using Jürgen Habermas\u27 (1989) deliberative democracy theoretical framework and Antonio Gramsci\u27s (1971) concept of counter-hegemony, this study examines three crucial dimensions: (1) the anatomy of contemporary Indonesian populism and its impact on the space for deliberative democracy; (2) the crisis of civil society\u27s role in safeguarding checks and balances; and (3) strategies for revitalizing civil society through strengthening political literacy, building cross-sector coalitions, and utilizing digital spaces. This study finds that although Indonesian civil society faces a shrinking civic space, there are strategic opportunities to strengthen deliberative capacity and build resistance to divisive populist narratives. The revitalization of civil society requires a transformation from elitist approaches toward inclusive grassroots movements, as well as the strengthening of strategic alliances with independent media, academia, and progressive business sectors.
Keywords: Civil Society, Populism, Deliberative Democracy, Counter-Hegemony, Indonesi