Universitas Hasanuddin: e-Journals
Not a member yet
    10100 research outputs found

    AUTHENTICITY IN ACTION: HOW INFLUENCERS SHAPE CONSUMER TRUST IN LOCAL UMKM

    Get PDF
    In the context of the digital economy, social media influencers hold a strategic role in shaping consumer perceptions of local products and brands. This paper aims to analyze how influencers employ authentic narratives to foster consumer trust in products offered by Indonesia’s Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). Adopting a qualitative approach through case studies and observations of digital marketing campaigns involving selected local influencers, the study explores the communication strategies used to highlight the stories behind MSME products and examines how elements of locality and emotional proximity contribute to enhancing product credibility. Personal storytelling, the use of everyday language, and direct engagement with business owners are identified as key factors in constructing perceived authenticity that encourages trust and purchase decisions. Influencers act not merely as endorsers but as effective communication bridges between MSMEs and digital audiences, particularly among younger generations. This article underscores the importance of authentic narrative-based approaches in MSME marketing strategies and the need for stronger collaboration between small business actors and digital public figures in building credible and meaningful brand identities

    LITERASI DIGITAL DAN NETIKET DALAM KOMUNIKASI DIGITAL: ANALISIS BIBLIOMETRIK TERHADAP TANTANGAN SOSIAL DI ERA SOCIETY 5.0

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk memetakan lanskap penelitian ilmiah terkait literasi digital dan netiquette dalam komunikasi digital, serta menelaah bagaimana isu-isu tersebut berkaitan dengan tantangan sosial kontemporer seperti disinformasi, perilaku daring menyimpang, dan diskoneksitas sosial. Studi ini menggunakan pendekatan bibliometrik terhadap 826 dokumen publikasi dalam kurun waktu 2015–2025, dengan data yang diambil dari basis data Scopus dan dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Kata kunci pencarian yang digunakan meliputi: “digital literacy”, “netiquette”, “online behavior”, dan “digital communication”. Visualisasi keterkaitan kata kunci berbasis co-occurrence menghasilkan peta tematik dan klaster konseptual yang merefleksikan dominasi dan relasi antar topik. Hasil analisis menunjukkan bahwa “digital communication” merupakan kata kunci yang paling dominan dan tampil sebagai simpul pusat dalam jaringan pengetahuan, yang berhubungan erat dengan tema “social media”, “education”, dan “digital literacy”. Topik-topik seperti “covid-19” dan “communication” juga muncul sebagai tema kuat yang membentuk klaster tersendiri, menunjukkan perhatian besar terhadap konteks krisis dan dinamika komunikasi sosial. Sementara itu, tema-tema etis seperti “netiquette”, “cyberbullying”, dan “media literacy” ditemukan dalam klaster-klaster yang terpisah dan relatif marginal, mencerminkan bahwa dimensi etika komunikasi digital masih tersebar dan belum terintegrasi sebagai arus utama dalam kajian literasi digital global. Temuan penting lainnya adalah absennya representasi eksplisit kelompok perempuan dewasa atau ibu rumah tangga sebagai subjek utama penelitian, yang mengindikasikan adanya celah populasi dalam literatur komunikasi digital dari perspektif gender dan peran sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun literasi digital telah menjadi fokus dominan dalam diskursus akademik global, integrasi nilai-nilai etika digital dan navigasi sosial melalui netiquette masih memerlukan perhatian serius

    COMMUNICATION, INNOVATION, AND TECHNOLOGY FOR CUSTOMER SERVICE DEVELOPMENT IN THE DIGITAL ERA

    Get PDF
    This study aims to analyze how mobile telecommunications companies in Bandung implement communication strategies, innovation, and technology to enhance customer service in the digital era. The research adopts Computer-Mediated Communication (CMC) theory and Service-Dominant Logic (Vargo & Lusch, 2004) as its analytical framework. A qualitative approach was employed through participant observation, in-depth interviews, and literature review. The informants consisted of 17 customer service agents from three GraPARI Telkomsel branches in Bandung, selected using purposive sampling techniques. The findings reveal that the company applies personalized communication strategies through digital channels and integrates technologies such as chatbots and CRM systems to increase service efficiency. Despite the significant role of technology, the empathetic presence of human agents remains essential in maintaining the quality of customer interactions. In conclusion, the collaboration between technology and humans is key to delivering valuable and adaptive service experiences in the digital era

    TRAUMA, STIGMA, DAN PERLAWANAN PEREMPUAN DALAM KEKERASAN DIGITAL BERBASIS GENDER: STUDI KASUS PADA KORBAN REVENGE PORN DI INDONESIA

    Get PDF
    Penelitian ini membahas revenge porn sebagai bentuk kekerasan digital berbasis gender yang tidak dapat dipisahkan dari relasi kuasa patriarkal dan dominasi simbolik atas tubuh perempuan di ruang digital. Dalam konteks Indonesia, revenge porn sering terjadi ketika perempuan dianggap “melanggar” ekspektasi gender dalam relasi personal, dan pelaku—yang didominasi laki-laki—menggunakan penyebaran konten intim non-konsensual sebagai alat penghukuman. Melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini menggali pengalaman lima perempuan penyintas revenge porn dan satu pendamping korban dari berbagai kota besar di Indonesia. Penelitian ini menyoroti tiga aspek utama: dampak trauma psikologis dan sosial yang kompleks, stigma yang dilembagakan dalam struktur budaya dan hukum, serta bentuk-bentuk perlawanan korban untuk merebut kembali kendali atas narasi, tubuh, dan ruang digital mereka. Temuan menunjukkan bahwa trauma yang dialami korban tidak hanya bersifat personal, tetapi juga struktural—dimediasi oleh budaya malu, kontrol sosial, dan komunikasi yang menyudutkan. Di sisi lain, korban tidak pasif. Mereka menunjukkan agensi dalam bentuk perlawanan naratif, adaptasi digital, serta solidaritas dengan sesama penyintas. Penelitian ini menggunakan lensa teori feminisme radikal dan cyberfeminism untuk memahami bagaimana tubuh perempuan dikonstruksi sebagai objek yang bisa dikontrol melalui media dan bagaimana ruang digital juga dapat direbut kembali sebagai ruang aman dan resistensi. Hasil penelitian menekankan pentingnya perlindungan hukum yang berpihak pada korban, literasi digital yang setara untuk perempuan dan laki-laki, serta edukasi publik yang membongkar narasi patriarki dalam kekerasan digital

    STRATEGI MANAJEMEN DAN KOMUNIKASI KRISIS GRAND Q HOTEL GORONTALO TERHADAP KEBIJAKAN EFISIENSI ANGGARAN

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji strategi manajemen dan komunikasi krisis yang diterapkan oleh Grand Q Hotel Gorontalo dalam menghadapi kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan oleh pemerintah melalui Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2025. Kebijakan ini mengarah pada pengurangan belanja non-prioritas yang berdampak signifikan pada sektor perhotelan, termasuk penurunan permintaan dari kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) dan belanja pemerintah. Dalam konteks ini, komunikasi krisis menjadi sangat penting untuk mengelola persepsi publik dan menjaga stabilitas operasional hotel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang melibatkan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Grand Q Hotel Gorontalo berhasil menerapkan strategi efisiensi anggaran yang adaptif, termasuk penyesuaian harga, penerapan kebijakan Unpaid Leave (UL), dan inovasi dalam program pemasaran. Komunikasi yang transparan dan empatik kepada karyawan dan pemangku kepentingan lainnya berperan penting dalam menjaga kepercayaan dan stabilitas internal. Temuan ini memberikan wawasan tentang pentingnya manajemen krisis dan komunikasi yang efektif dalam industri perhotelan, serta rekomendasi praktis bagi manajemen hotel dalam menghadapi tantangan serupa di masa depan

    Analysis of the Carrying Capacity of Proboscis Monkey Habitat on Bakut Island, South Kalimantan, Based on Leaf Area Index

    Get PDF
    Bakut Island is one of the conservation forest areas in South Kalimantan. This island is the habitat of proboscis monkeys, and the proboscis monkey population is increasing from year to year. Therefore, it is estimated that one day the proboscis monkey habitat on Bakut Island will be over capacity. This study aims to estimate how long the population of proboscis monkeys on Bakut Island Nature Tourism Park can survive there by examining the amount of food the island\u27s vegetation can produce. Proboscis monkey feed itself is estimated using the Leaf Area Index (LAI). LAI was extracted using UAV imaging and NICFI multitemporal imagery. Meanwhile, the carrying capacity of the proboscis monkey habitat is assessed using the quantity of consumption of the proboscis monkey population relative to food availability. Simulations of the carrying capacity of proboscis monkey habitat into the future were carried out using projections of the future proboscis monkey population and LAI growth. The entire computational process of simulating habitat carrying capacity is carried out using the Python language. The results of the analysis show that Bakut Island is only able to support proboscis monkey habitat until 2038. In that year, the proboscis monkey population on Bakut Island is projected to number 1,290 individuals. After 2038, the predicted amount of feed needed by the proboscis monkey population will exceed the feed available on Bakut Island. The limitation of this research is that it only uses one parameter to assess the carrying capacity of proboscis monkey habitat, namely food availability. There are still other parameters that have not been accommodated, including the home range and trees for nests

    Genetic Diversity and Kinship Relationships Among Black Mangrove Populations (Rhizophora mucronata) in West Sulawesi Based on Morphological Markers

    Get PDF
    Rhizophora mucronata is a black mangrove with the most productive ecosystem that has benefits many people. But in reality, because of their business, some people often neglect preserving mangrove ecosystems and habitats. This study was conducted to analyze the level of genetic diversity and the relationship between R. mucronata in West Sulawesi based on morphological markers that will be used in future restoration efforts of black mangroves around the coast. This study used ten trees from three origins: Polewali Regency Mandar, Majene, and Mamuju. Then, several parts of the tree are used for this study, namely leaves, trunks, bark, roots, flowers, and propagules. However, the observed characteristics are leaf shape, stem shape, and color samples such as bark color, stem color, root color, color propagule (fruit and hypocotyl), and leaf color with a qualitative and quantitative approach. The results of this study show that black mangroves in Polewali Mandar, Majene, and Mamuju show high-value genetic diversity. The genetic distance between Polewali Mandar and Mamuju shows a high value of 0.13, meaning they have a distant kinship. Meanwhile, the genetic distance between Polewali Mandar and Majene shows a low value of 0.09, meaning they are close relatives.  The findings of this study directly address the research urgency by highlighting the high genetic diversity of R. mucronata populations in West Sulawesi, despite increasing threats from anthropogenic activities. The observed genetic distances indicate significant variation among populations, particularly between Polewali Mandar and Mamuju, which suggests the need for targeted conservation strategies. The close genetic relationship between Polewali Mandar and Majene further emphasizes the importance of localized preservation efforts. These insights provide a scientific basis for future restoration initiatives, ensuring conservation programs maintain genetic resilience and adaptability within the mangrove ecosystem

    Women\u27s economic empowerment through Nugraha Women Farmer Group: An initiative fostered by the agricultural extension agency in Cirumput Village, Sukabumi Regency

    Get PDF
    The Nugraha Women Farmers Group (KWT) located in Selaawi Village, Sukaraja District, Sukabumi Regency, is a form of village women\u27s institution engaged in the processing of agricultural products. Established in 2002 under the guidance of the Agricultural Extension Agency (BPP) of Sukaraja District, KWT consists of 32 women who are active in producing chips, selling rice, and managing various foods based on local agricultural products. This study aims to examine the role of KWT Nugraha in empowering women\u27s economy through post-harvest activities, as well as identifying obstacles faced in the aspects of institutional development and member participation. The method used is a descriptive qualitative approach through interviews, observations, and documentation. The results of the study show that KWT Nugraha contributes to increasing household income and strengthening women\u27s social solidarity. However, challenges still arise, such as the weak sustainability of coaching from extension workers, low business literacy, and lack of mastery of technology and market access. Group activities tend to be passive if they are not driven by administrators or external parties. This study recommends the need for strengthening the capacity of administrators, ongoing training, and support for village policies that favor women\u27s economies based on local institutions

    SURVEILLANCE CAPITALISM AND FACEBOOK: EXAMINING DATA COMMODIFICATION\u27S EFFECTS ON USER COMMUNICATION BEHAVIOR

    Get PDF
    Saat ini masyarakat terhegemonisasi sifat sosial yang melekat pada Facebook sebagai platform media sosial. Ruang virtual yang umum untuk interaksi dan diskusi di antara penggunanya. Pengguna sering kali tidak menyadari bahwa data yang dibagikan di akun Facebook merupakan jejak digital yang menjadi subjek pengawasan tersembunyi yang luas oleh perusahaan media digital. Pengawasan yang berkelanjutan menimbulkan kekhawatiran signifikan mengenai komodifikasi data pribadi, karena mengubah informasi pribadi pengguna menjadi sumber daya bagi kepentingan kapitalis, yang  akhirnya mengabaikan privasi individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketergantungan pengguna aktif Facebook terhadap platform tersebut dan konsekuensi logis dari ketergantungan ini terhadap perilaku komunikasi individu. Secara khusus, penelitian ini menyelidiki bagaimana Facebook digunakan untuk memantau perilaku dan data pengguna, dengan memanfaatkan algoritma untuk memenuhi kebutuhan bisnis perusahaan platform digital besar secara real-time. Dengan memahami dinamika ini, penelitian ini berupaya menjelaskan implikasi kapitalisme pengawasan terhadap praktik komunikasi sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, menganalisis secara kritis dan sistematis persimpangan teori kapitalisme pengawasan Shoshana Zuboff dan ekonomi politik media Vincent Mosco. Kerangka teoritis ini memberikan lensa komprehensif untuk mengeksplorasi komodifikasi data pengguna dan dampaknya terhadap perilaku komunikasi. Melalui wawancara mendalam dan analisis konten, penelitian ini mengungkap bagaimana pengguna memandang interaksi mereka di Facebook dan sejauh mana mereka menyadari implikasi dari data mereka yang dikomodifikasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa data pengguna secara sistematis diproses menjadi tren yang mencerminkan pola perilaku privasi, yang kemudian dikomodifikasi oleh kapitalisme melalui iklan dan produk yang ditargetkan yang disebarkan melalui platform. Data perilaku diubah menjadi surplus perilaku, memungkinkan perhitungan algoritma dan penerapan kecerdasan buatan untuk memprediksi interaksi dan pola konsumsi pengguna. Transformasi ini tidak hanya meningkatkan efektivitas strategi pemasaran tetapi juga menimbulkan pertanyaan etis tentang persetujuan dan transparansi pengguna. Selain itu, temuan ini menyoroti perlunya kesadaran yang lebih besar di kalangan pengguna mengenai praktik pengumpulan data dan implikasi partisipasi mereka dalam ekosistem digital. Ketika pengguna semakin sadar tentang mekanisme pengawasan yang ada, terdapat potensi untuk membangun hubungan yang lebih transparan antara platform dan pengguna. Akhirnya, penelitian ini berkontribusi pada diskursus yang sedang berlangsung tentang privasi, komodifikasi data, dan peran media sosial dalam membentuk perilaku komunikasi di era digital

    CROWDSOURCING POLITIK: ANALISIS KOMPUTASIONAL ATAS KETERLIBATAN PUBLIK DALAM WACANA PILKADA 2024 MELALUI KOMENTAR NETIZEN DI YOUTUBE

    Get PDF
    Fenomena partisipasi politik netizen di platform media sosial, khususnya YouTube, semakin berkembang seiring dengan meningkatnya keterlibatan mereka dalam mendiskusikan isu-isu politik. Video yang mengangkat topik "Campur Tangan Jokowi dan Prabowo di Pilkada 2024" oleh Tempo.co menarik perhatian audiens YouTube dan menjadi pusat diskusi mengenai peran kedua tokoh politik dalam Pilkada tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen netizen terhadap video tersebut, dengan fokus pada sentimen yang muncul dalam komentar, serta bagaimana audiens menginterpretasikan pesan-pesan yang terkandung dalam video melalui analisis sentimen dan distribusi polaritas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis sentimen menggunakan alat VADER dan TextBlob, yang diterapkan pada komentar-komentar yang menggunakan berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris, Portugis, Prancis, dan Jerman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas komentar memiliki sentimen netral, dengan sedikit komentar yang mengandung sentimen positif atau negatif. Penggunaan emoji juga mendominasi komentar, menunjukkan bahwa banyak netizen merespons dengan cara yang lebih humoris atau ringan. Signifikansi temuan ini memberikan gambaran tentang bagaimana audiens media sosial merespons topik politik dengan cara yang lebih moderat, meskipun topik yang dibahas cukup sensitif. Manfaat temuan ini penting untuk memahami bagaimana sentimen politik dapat dipengaruhi oleh platform sosial seperti YouTube, di mana audiens cenderung lebih santai dan tidak terlibat secara emosional dalam diskusi politik yang intens

    9,115

    full texts

    10,100

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Hasanuddin: e-Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇