Universitas Hasanuddin: e-Journals
Not a member yet
10100 research outputs found
Sort by
Pengingkatan Kerapatan Kayu Jabon Melalui Impregnasi Furfuril Alkohol dan Nano-SiO2: The Improvement of Jabon Wood Density Through The Furfuryl Alcohol and Nano-SiO2
Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) is a fast-growing wood that is widely utilized by the society as a construction material and furniture making. This study aimed to increase the density of jabon wood through a vacuum pressure impregnation method. Furfuryl alcohol (FA) and nano-SiO2 with three concentrations (0.5%, 0.75%, dan 1%) were used as impregnation additives, with control and FA without nanoparticles as comparisons. Impregnation was initiated with a vacuum (0.5 bar) for an hour, followed by pressure (2.5 bar) for 2 hours. The significant results on the physical properties of jabon wood including weight percent gain (WPG), bulking effect (BE), and density showed the success of the modification treatment through the FA and nano-SiO2 impregnation process with various concentrations, which the wood density increased from 0.60 g/cm3 to 0.94 g/cm3. The composition of FA and 1% nano-SiO2 solution was the best treatment to obtain the highest density in modified jabon wood.Kayu jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) merupakan kayu cepat tumbuh yang banyak diminati masyarakat untuk dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi dan pembuatan furnitur. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kerapatan kayu jabon melalui metode impregnasi vakum tekan. Furfuril alkohol (FA) dan nano-SiO2 dengan tiga konsentrasi (0.5%, 0.75%, dan 1%) digunakan sebagai bahan impregnan, dengan kontrol dan perlakuan FA tanpa nanopartikel sebagai pembanding. Impregnasi dimulai dengan pemberian vakum (0.5 bar) selama 1 jam, dilanjutkan dengan tekan (2.5 bar) selama 2 jam. Hasil yang signifikan pada sifat fisis kayu jabon yang meliputi weight percent gain (WPG), bulking effect (BE), dan kerapatan menunjukkan keberhasilan perlakuan modifikasi melalui proses impregnasi FA dan nano-SiO2 dengan berbagai konsentrasi, yang mana kerapatan kayu meningkat dari 0.60 g/cm3 menjadi 0.94 g/cm3. Komposisi larutan FA dan nano-SiO2 1% menjadi perlakuan terbaik untuk mendapatkan nilai kerapatan tertinggi pada kayu jabon termodifikasi
Pengolahan Limbah Medis Rumah Sakit X dengan Insinerator Tipe Rotary Klin
Rumah sakit X melakukan pengolahan limbah medis sakit dengan menggunakan insinerator tipe rotary klin berkapasitas pembakaran 300 kg/ jam. Salah satu metode pengolahan limbah medis yang mempunyai efisiensi tinggi adalah pembakaran dengan insinerator. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh berat limbah medis rumah sakit terhadap kadar CO, kadar CO2 dan O2 serta efisiensi pembakaran dalam insinerator. Berat limbah medis yang dibakar adalah 150 kg (normal), 300 kg (maksimal), dan 450 kg (overload). Jenis limbah yang dibakar dibagi menjadi 3 kelompok dengan komposisi perbandingan berat limbah medis rumah sakit 3:2:1 untuk setiap pembakaran. Pembakaran limbah medis dilakukan selama 60 menit, dengan suhu 600-80oC. pada ruang bakar 1 dan pada ruang bakar 2 suhu minimal 1000oC. Hasil kadar CO pada pembakaran limbah medis rumah sakit pada komposisi berat limbah medis 150 kg, 300 kg dan 450 kg masih berada di bawah nilai ambang batas baku mutu PerMenLHK No.56/Menlhk-Setjen/2015 yaitu sebesar 100 mg/Nm3. Efisiensi pembakaran yang dihasilkan dari pembakaran limbah medis dengan komposisi berat 150 kg dan 300 kg menghasilkan efisiensi pembakaran sebesar 99.99% sesuai dengan persyaratan teknis pengolahan limbah medis menggunakan insinerator sebagaimana ditetapkan yaitu efisiensi pembakaran harus mencapai atau lebih dari 99.95%. Sedangkan efisiensi pembakaran dengan komposisi berat limbah medis 450 kg menghasilkan efisiensi pembakaran sebesar 99.93% atau tidak memenuhi persyaratan teknis pengolahan limbah medis menggunakan insinerator
Determination of Total Flavonoid Content, Antioxidant and Antibacterial Activities of Yellow Root (Fibraurea tinctoria L.)
Abstract. Yellow root (F. tinctoria) is one of endemic plants from Kalimantan and commonly used by local society as a traditional medicine. Alkaloids are the main chemical constituent and has been reported widely. Unfortunately, other secondary metabolites such as flavonoids and terpenoids are scarce. Total flavonoid contents was determined by a spectrophotometric method, DPPH method was conducted for antioxidant activity, and antibacterial activity against Staphylococcus aureus and Escherichia coli was measured by the well diffusion method. The result showed that methanol fraction has the highest total flavonoid content with 52.23 ± 0.00781 mg QE/g extract. Methanol extract, fractions of methanol and ethyl acetate exhibited weak antioxidant activity with IC50 values of 472.5; 390.6; and 369.3 mg/L, respectively. The antibacterial activity of the three samples against Staphylococcus aureus at a concentration of 50 µg/µL showed a weak-medium category.
 
Forecasting the Number of Domestic Flight Passengers at Minangkabau International Airport Using Sliding Window-Based Backpropagation
This study discusses the forecasting of domestic passenger numbers at Minangkabau International Airport using an Artificial Neural Network (ANN) with a Backpropagation algorithm based on the Sliding Window technique. The data used comes from BPS West Sumatra Province for the 2018-2023 period. The Sliding Window technique transforms time series data into cross-sectional data, which is then modeled using ANN with variations in the number of neurons and hidden layers. The results show that the best model uses 1 hidden layer, 5 hidden neurons, a learning rate of 0.01, and a window size of 5, with an MSE of 0.0027 and a MAPE of 0.0860%. This model has proven to be highly accurate and can be used as a decision-making tool for airport capacity management and operations
Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Melon Terhadap Pemberian Vermikompos dan Pupuk KNO3: Growth and Production of Melon Plants in Response to the Application of Vermicompost and KNO3 Fertilizer
Penelitian berikut tujuannya guna menganalisis respon pemberian pupuk KNO3 dan vermikompos pada produksi dan pertumbuhan tanaman melon (Cucumis melo L. ) yang dilaksanakan di Experimental Farm, Universitas Hasanuddin, Makassar yang dimulai pada bulan Oktober hingga Desember 2023 dengan memakai percobaan faktorial 2 faktor pada Rancangan Acak Kelompok sebagai rancangan lingkungan. Faktor pertama yaitu dosis vermikompos yang tersusun atas 3 taraf yakni tanpa vemikompos, vermikompos 5 t.ha-1, dan vermikompos 10 t.ha-1. Faktor kedua yakni dosis pupuk KNO3 yang tersusun atas 4 taraf yakni tanpa pupuk KNO3, pupuk KNO3 75 kg.ha-1, pupuk KNO3 150 kg.ha-1, dan pupuk KNO3 225 kg.ha-1. Hasil riset memaparkan bahwasanya terjadi hubungan diantara perlakuan dosis vermikompos 10 t.ha-1 dan pupuk KNO3 225 kg.ha-1 memberikan hasil terluas pada luas daun ke-7 (468 cm2), luas daun ke-9 (459 cm2) dan terbesar pada bobot buah (1.43 kg), lingkar buah (43.50 cm), diameter buah (15.93 cm), produksi per petak (10.571 kg) dan produksi per hektar (58.26 t.ha-1). Perlakuan dosis vermikompos 10 t.ha-1 memberi hasil tercepat pada umur berbunga (22.31 hari). Perlakuan dosis pupuk KNO3 225 kg.ha-1 memberi hasil tertinggi pada parameter rasio bunga jantan dan betina (0,54), indeks klorofil daun ke-7 (59,65), indeks klorofil daun ke-9 (63,61), padatan terlarut (9,730brix) dan terbesar pada ketebalan daging (3.41cm)
Evaluasi Pengelolaan Lanskap Permukiman Berbasis Green Concept dan Urban Sustainability di Kota Makassar Berdasarkan Strata Sosial dan Tipe Pengelolaan
Pertumbuhan kawasan permukiman di Kota Makassar menghadirkan tantangan dalam pengelolaan lanskap yang berkelanjutan, terutama dalam penerapan prinsip green concept sebagai bagian dari pembangunan berwawasan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan lanskap permukiman berbasis green concept dalam perspektif urban sustainability, serta menganalisis perbedaannya berdasarkan strata sosial masyarakat dan tipe pengelolaan kawasan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan paradigma positivisme, melalui pembobotan dan skoring indikator-indikator manajemen lanskap, kegiatan fisik pemeliharaan, dan peremajaan tanaman. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan observasi pada empat kawasan permukiman dengan total 120 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pengelolaan lanskap berada pada kategori cukup (skor 2,98), dengan skor tertinggi pada aspek manajemen (3,16) dan terendah pada aspek peremajaan (2,93). Pengembangan lanskap lebih optimal ditemukan pada kawasan yang dikelola oleh developer dan dihuni masyarakat strata sosial menengah ke atas. Sebaliknya, kawasan yang dikelola oleh pemerintah/masyarakat serta dihuni oleh masyarakat menengah ke bawah menunjukkan kualitas lanskap yang lebih rendah. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran tata kelola, dukungan kelembagaan, dan keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan lanskap permukiman yang berkelanjutan, serta memberikan rekomendasi untuk penguatan kebijakan pengelolaan lanskap berbasis green concept di tingkat lokal
Perancangan Komposter Skala Dapur dengan Pendekatan Quality Function Deployment (QFD)
Kepuasan pelanggan dapat ditingkatkan dengan menggunakan Quality Function Deployment (QFD) dapat digunakan dalam berbagai pengaturan untuk menerjemahkan permintaan klien menjadi spesifikasi teknis yang tepat. Tuntutan dan preferensi khusus pengguna komposter sehubungan dengan fungsionalitas, pemilihan material, konfigurasi, ergonomi, dan estetika akan ditentukan oleh studi ini. Untuk menentukan efektivitas penggunaan QFD untuk meningkatkan kualitas hasil desain, penulis menerapkan metode analisis QFD. Untuk mencakup berbagai kebutuhan pelanggan yang kompleks terkait dengan produk komposter yang menggunakan mikroorganisme starter, penulis memperluas studi QFD. Untuk tujuan ini, matriks House of Quality (HOQ)—implementasi metodis dari QFD digunakan. Sebelum mengevaluasi masalah penjadwalan, kebutuhan berbasis kualitas diperhitungkan. 30 responden dikumpulkan sebagai bagian dari strategi pengumpulan data. Untuk mengumpulkan dan menerjemahkan persyaratan masyarakat menjadi persyaratan teknis, pendekatan QFD digunakan. QFD berfungsi sebagai jembatan antara proses rekayasa/desain dan kepuasan pelanggan, menjamin bahwa produk akhir memuaskan kebutuhan dan keinginan klien. Kuesioner didistribusikan sebagai bagian dari prosedur pengumpulan data. Selanjutnya, informasi yang dikumpulkan dianalisis untuk mengidentifikasi solusi terbaik untuk masalah tersebut. Hasil analisis matriks HOQ digunakan untuk memberikan saran dan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Customer Satisfaction Performance (CSP), atau kinerja kepuasan pelanggan, mencapai puncaknya. Dengan nilai keamanan (A10), komposter dianggap aman digunakan pada 4,7. Nilai Penting bagi Pelanggan (ITC) yang terbesar sebesar 4,7. Selain itu, teknik QFD dapat membantu unjuk kinerja komposter guna memastikan bahwa persyaratan operasional dan metrik kinerja saling berkorelasi
PRODUKTIVITAS SERASAH Rhizophora apiculata Blume danAvicennia marina (Forsk.) Vierh. DI HUTAN MANGROVE KELURAHAN UNTIA, KOTA MAKASSAR
The role of mangrove forests as a home for aquatic biota is insepar-able from their function as producers of litter such as leaf litter, flowers, twigs and fruits, which can be converted into nutrients. These nutrients are reabsorbed by mangrove plants for growth and partially utilized by other organisms in the water. This study aims to analyze the productivity of mangrove litter Rhizophora
apiculata Blume and Avicennia marina(Forsk.) Vierhin supporting water fertility in Untia Village, Makassar City. The research method was conducted with non-destructive vegetation analysis using litter traps, conducted in R. apiculata area (Station I) and A. marina area (Station II), and each consists of 3 sampling points. Litter was collected every other day for a period of two months. The average daily litter productivity of A. marina was highest at sampling site III with 7.06 grams/m2/day, while for R. apiculata it was 2.93 grams/m2/day at sampling site II. In general, the average daily productivity of Avicennia marina litter was 5.45 grams/m2/day, higher than the average daily productivity of Rhizophora apiculata litter, which was 2.76 grams/m2/day. A. marina litter produc-tivity reached an average of 19.89 tons/ha/year, while R. apiculata litter productivity reached an average of 10.09 tons/ha/year. The productivity of the mangrove forest litter in the urban village of Untia is classified as a good criterion for supporting water fertility.
Keywords: productivity, litter, Rhizophora apiculata,Avicennia marina
PEMBUATAN INSTALASI WATER TREATMENT DARI PEMBUANGAN AIR KOTOR RUMAH TANGGA DI RT 18/RW 007 KELURAHAN NAIKOLAN KOTA KUPANG
Every household\u27s need for clean water is important for daily activities. The increase in demand then increased during the pandemic and climate change which caused prolonged drought. This increase has a direct impact on economic, environmental and health problems. Therefore, it is necessary to pay attention to the efficiency of clean water use so that all demands for clean water are still met without incurring additional costs. The innovation offered is a prototype design for a water treatment installation that has been built so that it becomes a design guide and educational material for the local community. To make efficient use of clean water, water treatment is needed from handwashing or bathroom waste so that it can be reused for watering plants and cleaning cages. The aim of this activity is to provide education to the public about waste processing or water treatment in bathroom wastewater. The target of the activity is to provide an understanding of the importance of using clean water and the efficiency of waste processing which has a positive economic and environmental impact on society. The methods used in this activity include socializing the importance of using clean water and the efficiency of waste processing as well as direct work on water treatment installations. The result of this activity is that the people of RT 18/RW 007 can reuse waste water so that there is efficient use of clean water. --- Kebutuhan air bersih tiap rumah tanggah penting untuk aktifitas sehari-hari. Peningkatan kebutuhan kemudian bertambah pada masa pandemi serta perubahan iklim yang menyebabkan kemarau yang berkepanjangan. Peningkatan ini berdampak langsung pada masalah ekonomi maupun lingkungan serta kesehatan. Oleh karena itu Efisiensi penggunaan air bersih perlu diperhatikan sehingga semua tuntutan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi dengan tidak mengeluarkan biaya tambahan. Inovasi yang ditawarkan adalah sebuah desain prototype instalasi water treatmen yang terbangun sehingga menjadi panduan desain dan bahan edukasi bagi masyarakat sekitar. Untuk melakukan efisiensi penggunaan air bersih diperlukan water treatment dari buangan air cuci tangan atau kamar mandi sehingga bisa digunakan kembali untuk penyiraman tanaman dan pembersihan kandang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi bagi masyarakat tentang pengolahan limbah atau water treatment pada air buangan kamar mandi. Sasaran kegiatan adalah pemberian pemahaman tentang pentingnya penggunaan air bersih serta efisiensi dari pengolahan limbah yang memberi dampak positif dari segi ekonomi maupun lingkungan bagi masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi pentingnya penggunaan air bersih serta efisiensi dari pengolahan limbah serta pengerjaan langsung instalasi water treatmen. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat RT 18/RW 007 dapat memanfaatkan kembali air buangan sehingga terjadi efisiensi penggunaan air bersih
Predicting the Distribution of CO2 Impurities in Hydrocarbons: Seismic Reservoir Characterization in the Northern South Sumatera Basin
An oil and gas field containing less than 50% carbon dioxide (CO₂) impurities is considered economically viable. This study focuses on the \u27X\u27 area, located in the northern part of the South Sumatra Basin, and evaluates the sensitivity of elastic parameters—specifically P-impedance and Vp/Vs ratio—to hydrocarbon presence. Additionally, the study assesses the distribution of sandstone reservoirs within the Lower Talang Akar Formation (LTAF) using seismic reservoir characterization methods, while also analyzing the spatial correlation of natural CO₂ impurities. Using data from 11 wells equipped with S-wave logs, a multi-attribute analysis was applied to predict reservoir properties in 57 additional wells. Sensitivity analysis of hydrocarbons, reservoir, and non-reservoir zones was then conducted using elastic log parameters. Seismic attributes such as variance and ant tracking were utilized to detect fault patterns and potential fractures. Moreover, Relative Acoustic Impedance maps—based on negative and minimum amplitude summations—were generated to visualize sandstone reservoir distribution and CO₂ impurity saturation derived from well tests. Results show that hydrocarbons exhibit greater sensitivity to the Vp/Vs ratio than to P-impedance, although sandstone reservoirs generally display low P-impedance values. Faults in the LTAF surface trend north-south, northwest-southeast, and northeast-southwest, with the highest density in the eastern region of area \u27X\u27. Thick sandstone reservoirs are predominantly found in the northern, southern, western, and southeastern sectors. CO₂ saturation trends decrease westward, aligning with reservoir presence and fracture intensity. Zones with thick reservoirs and low CO₂ levels are identified as key targets for future exploration and development