Universitas Hasanuddin: e-Journals
Not a member yet
    10100 research outputs found

    Navigating ASEAN Stability: AUKUS Complexities and Chinese Influence in the Indo-Pacific

    Get PDF
    AUKUS is a defense cooperation agreement that covers the Indo-Pacific region and consists of three member countries: Australia, the United Kingdom, and the United States. The emergence of AUKUS has attracted the attention of the world community. The dynamics that occurred after the presence of the AUKUS defense pact have created challenges for ASEAN. One of the main challenges for ASEAN is how ASEAN must maintain the stability of Southeast Asia. The reactions of ASEAN countries to the AUKUS defense pact have been mixed so far. Meanwhile, the Indo-Pacific is a strategic area for big and superpower countries and is one of the targets of an unavoidable conflict. It is undeniable that the existence of AUKUS can trigger security problems in the Indo-Pacific region. In this study, the authors will use the theory of Security Dilemma as a research basis. This study aims to look at the dynamics of regional stability in Southeast Asia as a region that is in the middle of a conflict between AUKUS and China. This research will also further discuss how the movement of stability in the Southeast Asian region through ASEAN in dealing with the current conflict in the Indo-Pacific

    Analisis Diakronik pada Kata “Geisha” dalam Perspektif Masyarakat Luas

    Get PDF
    This study examines the diachronic semantic evolution of the term geisha from the Edo era to the Reiwa period, highlighting how its meaning has shifted in response to changing social, cultural, political, and global influences. Using Stephen Ullmann’s theory of semantic change specialization, generalization, amelioration, and pejoration alongside Stuart Hall’s theory of cultural representation, the data collection method is carried out through a literature review that involves the application of Geisha language from several historical periods (Edo, Nishijima, Zaisho, Shoka, Reiwa). In addition, we gathered information in the form of content analysis from mainstream media as well as academic writing to understand current perspectives. We also requested data regarding searches of the Japanese corpus and commonly used translations to identify shifts in meaning for further analysis. Data analysis is conducted using the theory of change proposed by Stephen Ullmann (1962) in the context of semantics. The types of meaning changes include pejoration, elevation, generalization, and specialization. This research reveals that geisha initially referred to male entertainers before becoming specialized as a term for female artists highly skilled in traditional Japanese arts such as music, dance, and conversation. This study concludes that the meaning of geisha has never been fixed but has continually evolved through complex discursive processes. It demonstrates that diachronic semantic analysis is not only essential in understanding linguistic development but also crucial in unpacking shifting cultural identities and global misrepresentations over time

    Laboratory assessment of the consumption rate of Spodoptera frugiperda (J.E. Smith) (Lepidoptera: Noctuidae) on a mung bean (Vigna radiata)-based artificial diet

    Get PDF
    Spodoptera frugiperda (J.E. Smith) (Lepidoptera: Noctuidae) is an invasive pest in Indonesia. Therefore, limited insect stock is a limiting factor for researchers. The aim of this research rearing insects with mung bean-based as a protein source to modify the composition of the artificial diet. The parameters observed in this research were larva period, larval survival rate, pupal size, sex ratio, pupal-stage longevity, pupal survival rate, fecundity, and nutritional index. The results showed that an artificial diet with mung bean had a significant effect on sex ratio, pupal survival rate, efficiency of conversion of ingestion (ECI) food, efficiency of conversion digested (ECD) food, approximate digestibility (AD) 96,54% 4th instar; 95.45% 5th instar: 88,35% 6th instar, fecundity 307,14 eggs/female, pupal period and significant effect on larval period though instars are longer. Artificial diet-based mung bean had high potential for use in S. frugiperda rearing

    SOSIALISASI DAN EDUKASI MENGENAI PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 43 TAHUN 2021 TENTANG PROGRAM GAPURA DESA

    Get PDF
    Artikel ini merangkum pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai Peraturan Bupati Badung Nomor 43 Tahun 2021 tentang Gerbang Pelayanan Umum Pertama Menuju Desa Berbasis Elektronik, Sejahtera dan Aman (GAPURA DESA). Strategi dan metode yang digunakan dalam sosialisasi dan edukasi ini berupa penyuluhan lapangan. Tujuan dari kegiatan pengabdian adalah untuk mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat tentang Peraturan Bupati Badung No. 43 Tahun 2021 mengenai Gapura Desa. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan penyuluhan dan pembagian brosur. Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian diketahui bahwa setelah dilakukannya kegiatan sosialisasi dan edukasi, masyarakat Badung memahami dan ikut berpartisipasi dalam menjalankan Peraturan Bupati Badung No. 43 Tahun 2021 mengenai Gapura Desa. Kata kunci: Gapura Desa, pengabdian, sosialisasi. ABSTRACT This article summarizes the implementation of community service with socialization and education activities regarding Badung Regent Regulation Number 43 of 2021 concerning the First Public Service Gate Towards Electronic-based, Prosperous and Safe Villages (GAPURA DESA). The strategies and methods used in this socialization and education are in the form of field counseling. The purpose of the service activity is to socialize and educate the community about the Badung Regent Regulation No. 43 of 2021 concerning Village Gapura. The method used is by conducting counseling and distributing brochures. From the implementation of the service activities, it is known that after the socialization and education activities, the Badung community understands and participates in implementing the Badung Regent Regulation No. 43 of 2021 concerning Village Gapura. Keywords: Gapura Desa, community service, socialization

    Respon Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika Terhadap Pemberian Kompos Azolla dan Trichoderma

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pemberian kompos Azolla dan Trichoderma asperellum terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman bibit kopi arabika. Penelitian ini dilaksanakan di Penangkar Bibit Buntu Pasele, Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, dengan luas perkebunan sebesar 1 ha dan berada pada ketinggian 800-1200 mdpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT). Petak utama adalah dosis Trichoderma asperellum terdiri atas 3 taraf, yaitu: 0 g/polybag, 20 g/polybag, dan 40 g/polybag, sedangkan anak petak adalah dosis kompos Azolla terdiri atas 4 taraf yaitu: 0 g/polybag, 10 g/polybag, 20 g/polybag dan 30 g/polybag. Berdasakan kedua faktor tersebut terdapat 12 kombinasi perlakuan, dan setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 3 (tiga) tanaman, sehingga jumlah keseluruhan adalah 108 tanaman percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara Trichoderma asperellum dan kompos Azolla memberikan hasil terbaik terhadap jumlah daun (11,33 helai),  klorofil total (592,8 µmol.m-2) dan kerapatan stomata (422,9 µm2). Dosis kompos Azolla memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman (23,81 cm), bera akar basah (3,04 g), berat akar kering (0,79 g), berat kering tajuk (5,28 g), klorofil a (401,4 µmol.m-2), klorofil b (202,3 µmol.m-2), luas bukaan stomata (57,3 µm2). Dosis Trichoderma asperellum  memberikan hasil terbaik pada berat basah tajuk (18,32 g)

    Efek Inokulasi Konsorsium Mikoriza + Actinomycetes dan Dosis NPK Terhadap Pertumbuhan Sambung Pucuk Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) Sulawesi 02

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari efek inokulasi konsorsium Mikoriza + Actinomycetes dan berbagai dosis NPK terhadap pertumbuhan bibit sambung pucuk tanaman kakao Sulawesi 02. Penelitian ini dilaksanakan dari Juli 2022 sampai Januari 2023, di lahan Plantation Nursery, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan dengan menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT). Faktor pertama pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf yaitu kontrol, 15 g/pohon, dan 30 g/pohon. Adapun faktor kedua adalah  konsorsium Mikoriza + Actinomycetes sp dengan kerapatan 1.106 CFU/mL  yang terdiri atas empat taraf yaitu kontrol, mikoriza 30 g/pohon, mikoriza 30 g/pohon + 30 mL/pohon Actinomycete, mikoriza 30 g/pohon, mikoriza 30 g/pohon + 60 mL/pohon Actinomycetes,  dengan demikian terdapat 12 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, Setiap unit percobaan terdiri dari 3 tanaman sehingga terdapat 108 tanaman.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan NPK dan Konsorsium mikoriza + Actinomycetes terhadap parameter Luas daun dengan perlakuan pupuk NPK  30 g/pohon + mikoriza 30 g/pohon dan 60 mL/pohon Actinomycetes. dan Luas bukaan stomata daun dengan perlakuan pupuk NPK   15 g/pohon + mikoriza 30 g/pohon dan 60 mL/pohon Actinomycetes. Perlakuan NPK berpengaruh nyata pada parameter diameter batang dengan rata-rata terbaik (8,63 cm) dan rata-rata tinggi tanaman terbaik (26,46 cm). menghasilkan Konsorsium mikoriza 30 g/pohon + 60 mL/pohon Actinomycetes menghasilkan rata-rata tinggi tanaman bibit  terbaik yaitu 25.55 cm

    Efektivitas 2,4-D Untuk Induksi Kalus Tanaman Bawang Merah Lembah Palu (Allium cepa L. var. Aggregatum)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh 2,4-Dichlorophenoxyacetic acid (2,4-D) dalam induksi kalus tanaman bawang merah Lembah Palu. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biosains dan Bioteknologi Reproduksi Tanaman, Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian/Unit Perbenihan Tanaman Teaching Industry, Makassar, dari bulan November 2022 sampai April 2023. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) ) dengan konsentrasi 2,4-D sebagai faktor penelitian yang terdiri dari 5 taraf yaitu 0; 0,25; 0,5; 0,75; 1,0 (mg L-1) yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 2,4-D tidak memberikan pengaruh nyata antar perlakuan 2,4-D tetapi berbeda sangat nyata dengan perlakuan control. Persentase kalus terbaik yaitu konsentrasi 0,75 mg L-1 (66,67%) dan perlakuan dengan waktu muncul kalus terbaik adalah pada konsentrasi 1,0 mg L-1 (3,04 HSK). Warna kalus yang terdiri atas Greyed-Yellow Group, Greyed-Orange Group dan White Group dengan tekstur kompak. Namun, kalus penelitian tidak berkembang dengan baik sehingga tidak menghasilkan kalus embriogenik

    Perancangan Lanskap Agroeduwisata Balai Benih Tanaman Hortikultura di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan

    Get PDF
    Balai Benih Tanaman Hortikultura yang terletak di Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi agroeduwisata. Penelitian ini bertujuan untuk merancang lanskap kawasan Balai Benih Tanaman Hortikultura menjadi suatu kawasan agroeduwisata yang fungsional dan bernilai estetika. Metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan perencanaan dan perancangan lanskap yang terdiri atas tahap persiapan, inventarisasi, analisis, sintesis, perencanaan, dan perancangan. Hasil penelitian ini menghasilkan Konsep dasar wisata edukasi dan agrowisata. Konsep pengembangan terdiri atas konsep tata ruang, konsep tata hijau, konsep sirkulasi, konsep fasilitas dan utilitas, serta konsep aktivitas. Tata ruang dibagi menjadi tiga zona, yaitu zona hortikultura, zona edukasi dan zona rekreasi. Tata hijau dibagi berdasarkan fungsi tanaman, yaitu penyambut, estetika, produksi, peneduh, dan pembatas. Sirkulasi terbagi atas dua jalur, yaitu jalur utama dan penunjang. Perencanaan dan perancangan menggunakan elemen lunak yang digunakan sesuai dengan fungsi tanaman, misalnya untuk fungsi penyambut menggunakan palem raja, fungsi produksi menggunakan tanaman sayur dan buah, fungsi peneduh menggunakan pohon kupu-kupu, fungsi estetika menggunakan bunga krisan, dan fungsi pembatas menggunakan soka merah. Elemen keras yang didesain meliputi pergola, saung petani, rumah pupuk, rumah benih, pergola kebun, gazebo, bangku taman, restoran, playground, masjid, toilet, lampu jalan, tempat sampah, tempat parkir, tempat bibit, dan pasar tani

    Optimalisasi Penyelesaian Aset: Tinjauan Kritis Kebijakan Penyelesaian Aset Bekas Milik Asing/Tionghoa

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada dalam kebijakan (yaitu Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.06/2020) dalam penyelesaian Aset Bekas Milik Asing/ Tionghoa (ABMA/T). Dari 1.020 aset yang terdaftar sejak tahun 1989, sampai dengan 5 Agustus 2024 baru diselesaikan sebanyak 568 aset, sedang sisanya sebanyak 452 aset belum diselesaikan. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian hukum yang menggunakan bahan hukum dan non-hukum sebagai dasar analisis dan evaluasi terhadap kebijakan yang ada. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa, pertama, Pasal 10 PMK 62 mengandung ketidaksetaraan cara pandang negara dalam menyelesaikan ABMA/T antara yang dikuasai pemerintah dengan yang dikuasai pihak ketiga; kedua, Pasal 36 PMK 62 tidak selaras dengan UUPA terkait penerapan prinsip kepastian hukum; ketiga, Pasal 19 s.d. 32 PMK 62 memuat besaran kompensasi yang memberatkan; keempat, Pasal 32 PMK 62 menyebabkan penyelesaian ABMA/T melalui keringanan kompensasi secara riil tidak sepenuhnya tuntas; kelima, Pasal 30 dan 41 PMK 62, mempersulit penyelesaian ABMA/T karena mengandung ketidakadilan dan kesewenang-wenangan; keenam, Pasal 33 s.d. 34 PMK 62  memuat syarat pembuktian dengan putusan pengadilan Incracht yang sulit dilaksanakan. Saran dalam kajian ini adalah agar dilakukan pembaruan terhadap kebijakan yang menjadi kendala penyelesaian ABMA/T sebagaimana terurai dalam pembahasan dengan preskripsinya

    Revitalizing Ritual Performances for Environmental Conservation and Climate Change Adaptation: A Case Study of Ecotourism in Khaw Nu M’cung National Park, Myanmar

    Get PDF
    Environmental conservation is vital for sustaining biodiversity, ensuring ecosystem services, and mitigating climate change. Despite its importance, a theoretical gap exists in integrating indigenous knowledge with contemporary conservation strategies. Indigenous knowledge, which deeply coexisted with cultural practices, has been marginalized due to colonial histories and religious development. This marginalization neglects valuable ecological insights embedded in traditional rituals and practices. However, ecotourism presents a promising avenue for bridging this gap by leveraging the symbiotic relationship between indigenous communities and their natural environment. The ecotourism centered on indigenous practices fosters environmental stewardship and empowers local communities economically and culturally. Ecotourism can enhance conservation efforts while promoting sustainable tourism activities that highlight traditional ecological knowledge while preserving cultural heritage. In the context of Khaw Nu M’cung National Park in Myanmar, incorporating Chin indigenous rituals and traditional activities into ecotourism initiatives offers a holistic approach to environmental conservation. The touristic performance can guide sustainable resource management and biodiversity preservation. This study proposes a new dynamic of ecological conservation, emphasizing the revival and integration of indigenous rituals and traditional knowledge. Doing so aims to create a sustainable model that respects cultural heritage while addressing contemporary conservation challenges, ensuring the harmonious coexistence of nature and indigenous communities

    9,115

    full texts

    10,100

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Hasanuddin: e-Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇