Universitas Hasanuddin: e-Journals
Not a member yet
    10100 research outputs found

    Comparison Of FCM And FKNN Methods For Clustering Provinces In Indonesia Based On People\u27s Welfare Indicators

    Get PDF
    Improving people\u27s welfare is one of the main indicators of a country\u27s successful development. Public welfare covers various aspects, such as population, social, economic, and labor, which continue to evolve along with the growth and changes in human life needs. In Indonesia, various challenges such as rapid population growth, uneven population distribution, unemployment, poverty, and low Human Development Index (HDI) require strategic solutions to ensure equitable welfare. This study compares the Fuzzy C-Means (FCM) and Fuzzy K-Nearest Neighbor (FKNN) methods to cluster provinces in Indonesia based on public welfare indicators using variables of population density, population growth rate, percentage of poverty rate, Human Development Index (HDI), and Open Unemployment Rate (TPT). The clustering results are expected to support the government in formulating development policies that are more targeted and effective. The results showed that the best method was the Fuzzy C-Means method as many as 2 clusters with the highest Silhouette coefficient value of    which states that the cluster structure formed in this clustering is very good. Cluster 1 is categorized as prosperous and cluster 2 is categorized as less prosperous

    RUMAH EDUKASI KOPI DESA SUKA CINTA: PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN MELALUI KELOMPOK WANITA TANI (KWT) PUTRA ABADI

    Get PDF
    Pemberdayaan perempuan dalam sektor pertanian merupakan strategi krusial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Artikel pengabdian ini bertujuan untuk melaporkan pelaksanaan kegiatan pengabdian. Adapun analisis yang dilakukan adalah bagian dari kegiatan evaluasi kegiatan pengabdian untuk menunjukkan dampak kegiatan Rumah Edukasi Kopi yang diinisiasi oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Putra Abadi di Desa Suka Cinta sebagai model pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, didukung oleh PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Lahat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kegiatan pemberdayaan menggunakan metode pendampingan pada mitra dan dampak kegiatan dievaluasi dengan pendekatan kualitatif menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil pelaksanaan program pemberdayaan menunjukkan bahwa Rumah Edukasi Kopi berperan sebagai pusat pelatihan, produksi, dan pemasaran kopi lokal yang berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pendapatan anggota KWT. Kesimpulannya, inisiatif ini menunjukkan efektivitas program pemberdayaan berbasis komunitas dan pemanfaatan potensi lokal dalam memperkuat ekonomi perempuan desa. Kata kunci: Pertamina, pemberdayaan perempuan, Corporate Social Responsibility (CSR), ekonomi desa, Kelompok Wanita Tani (KWT). ABSTRACT Women\u27s empowerment in the agricultural sector is a crucial strategy to improve the welfare of rural communities. This article reports on the implementation of community service activities. The analysis is part of the evaluation of these activities. It aims to highlight the impact of the Coffee Education House, initiated by the Putra Abadi Women Farmers Group (KWT) in Suka Cinta Village, as a model of economic empowerment based on local potential and supported by PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Lahat through its Corporate Social Responsibility (CSR) program. The empowerment activities were carried out using a mentoring approach, while their impact was evaluated qualitatively through observation, in-depth interviews, and documentation studies. The results show that the Coffee Education House functions as a center for training, production, and marketing of local coffee, successfully enhancing the knowledge, skills, and income of KWT members. In conclusion, this initiative demonstrates the effectiveness of community-based empowerment programs and the utilization of local potential in strengthening the economic capacity of rural women Keywords: : Pertamina, women\u27s empowerment, Corporate Social Responsibility (CSR), village economy, Women Farmers Group (KWT)

    Desain Lanskap Rumah Tinggal dengan Konsep Taman Gaya Jepang

    Get PDF
    Taman merupakan unsur penting dalam menciptakan lingkungan permukiman yang sehat dan bersih, serta mampu menghadirkan suasana yang nyaman melalui kesegaran visual dan kesejukan udara. Penelitian ini bertujuan untuk merancang taman rumah tinggal dengan pendekatan gaya taman Jepang agar lebih fungsional dan bernilai estetika. Penelitian dilaksanakan di BTN KNPI, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif, yang meliputi tahap persiapan, inventarisasi, analisis, sintesis, perencanaan, dan perancangan. Desain lanskap dikembangkan berdasarkan konsep taman gaya Jepang dengan menonjolkan unsur harmoni alam dan keseimbangan untuk menciptakan keselarasan visual, kelengkapan fasilitas, keawetan material, serta kenyamanan dan keamanan pengguna. Konsep perancangan dibagi menjadi empat area utama, yaitu area parkir, area bermain, area air, dan area istirahat. Desain taman menggunakan elemen lanskap khas taman Jepang seperti kolam ikan, batu-batuan, gazebo apung, lentera batu, serta tanaman khas seperti bonsai dan bambu air. Keunikan desain taman gaya Jepang terletak pada filosofi dan estetikanya yang menekankan kesederhanaan melalui penggunaan elemen terbatas yang harmonis

    Sabuk Hijau (Green Belt) sebagai Kontrol Polusi Udara Industri Nikel di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang pengaruh sabuk hijau sebagai upaya pengurangan pencemaran udara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur terkait dengan topik penelitian. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa kawasan sabuk hijau tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga memberikan manfaat positif bagi lingkungan, terutama di area permukiman yang berdekatan dengan kawasan industri di Morowali, Sulawesi Tengah seperti PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Kawasan sabuk hijau ini berperan dalam mengurangi pencemaran udara yang dihasilkan oleh aktivitas industri. Pemilihan vegetasi untuk kawasan sabuk hijau didasarkan pada fungsi dan efektivitasnya dalam mengendalikan penyebaran polutan yang berasal dari proses industri yang masuk ke wilayah permukiman.

    UJICOBA SISTEM INTEGRASI PELAYANAN INFORMASI DAN PERSURATAN NAGARI (SIPIPI) DI NAGARI SARIAK LAWEH KABUPATEN LIMAPULUH KOTA

    Get PDF
    This article aims to measure the acceptance of the Nagari Sariak Laweh towards the use of the SIPIPI application as a digital-based village service. This application was developed based on needs analysis and available technological support but has not been optimally utilized. These supports make the presence of SIPIPI easier for the community to obtain information and correspondence services without coming directly to the village office. Therefore, a survey was conducted on the Sariak Laweh community, Akabiluru District, Limapuluh Kota Regency to reveal the community\u27s acceptance of the use of the SIPIPI application. This survey was conducted after the application was tested by the community and the community was asked to fill out the instrument provided by the paper-based. There were 300 respondents who filled out the instrument. This instrument was developed following the Technology Accepted Model (TAM) for the SIPIPI application. The aspects surveyed consisted of acceptance from the aspect of function, ease of use, attitude towards use, social influence, facility conditions, anxiety, self-satisfaction, behavioural intentions, trust, and complaints. Furthermore, the data obtained was then analysed. The results showed that overall, the aspect of acceptance of the SIPIPI application technology was well received and positive by the community. The highest score was found in the complaint aspect (84.60), although a high percentage was also found in the usability aspect (83.46). This means that the SIPIPI application can be accepted by the community, although various obstacles arise in its use.   ---   Artikel ini bertujuan untuk mengukur penerimaan masyarakat Sariak Laweh terhadap penggunaan aplikasi SIPIPI sebagai layanan nagari berbasis digital. Aplikasi ini dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan dan dukungan teknologi yang tersedia namun belum termanfaatkan secara optimal. Dukungan-dukungan tersebut menjadikan kehadiran SIPIPI akan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layakan informasi dan persuratan tanpa datang langsung ke kantor wali nagari/desa. Oleh sebab itu, dilakukanlah survey kepada masyarakat Sariak Laweh Kecamatan Akabiluru Kabupaten Limapuluh Kota untuk mengungkap penerimaan masyarakat terhadap penggunaan aplikasi SIPIPI. Survei ini dilakukan setelah aplikasi diujicobakan oleh masyarakat dan masyarakat diminta mengisi instrument yang disediakan paperbase. Terdapat 300 responden yang mengisi instrument. Instrumen ini dikembangkan mengikuti Technology Accepted Model (TAM) terhadap aplikasi SIPIPI. Aspek yang disurvey terdiri dari penerimaan dari aspek fungsi, kemudahan penggunaan, sikap terhadap penggunaan, pengaruh sosial, kondisi fasilitas, kecemasan, kepuasan diri, niat perilaku, kepercayaan, dan keluhan. Selanjutnya, Data yang diperoleh kemudian dianalisis. Hasilnya diperoleh bahwa secara keseluruhan aspek penerimaan teknologi aplikasi SIPIPI diterima baik dan positif oleh masyarakat. Skor tertinggi ditemukan pada aspek keluhan (84,60), meskipun juga ditemukan persentase tinggi pada aspek kegunaan (83,46). Hal ini bermakna bahwa aplikasi SIPIPI dapat diterima oleh masyarakat, meskipun muncul berbagai kendala dalam penggunaannya. Penerimaan ini juga dibuktikan dengan penerimaan dari aspek lainnya yang rata-rata berada pada persentase 73-82%

    KORELASI CAPAIAN AKSES PILAR SATU STBM DENGAN KEJADIAN STUNTING DI KABUPATEN MAROS TAHUN 2022-2023

    Get PDF
    Latar Belakang: Kesehatan lingkungan termasuk sanitasi atau praktik higiene berkontribusi 70% sebagai intervensi sensitif terhadap kontribusi penurunan kejadian stunting. Sanitasi lingkungan yang termasuk ketersediaan jamban juga berpengaruh terhadap risiko anak terkena penyakit infeksi dan kurang gizi yang dapat menyebabkan stunting. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan perilaku hidup sehat seperti melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), dengan penerapan STBM menjadi sarana pendukung dalam menyehatkan keluarga sehingga dapat mencegah kejadian stunting. Tujuan: Untuk mengetahui korelasi antara capaian akses pilar 1 STBM yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dengan kejadian stunting di Kabupaten Maros Tahun 2022-2023. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi ekologi berdasarkan tempat atau lokasi. Studi ini bersifat deskriptif dan dapat disebut juga sebagai studi korelasi dengan populasi sebagai unit analisisnya (unit analisis agregat). Hasil: Pada penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel Pilar 1 STBM yang terdiri dari Jamban Sehat Permanen (JSP) memiliki nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,0128 dengan kejadian stunting, Jamban Sehat Semi Permanen (JSSP) memiliki nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,0027 dengan kejadian stunting, Jamban Sharing memiliki nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,0288 dengan kejadian stunting, dan perilaku BABS memiliki nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,0041 dengan kejadian stunting. Kesimpulan: Terdapat korelasi antara cakupan JSP, JSSP, Jamban Sharing, perilaku BABS dengan kejadian stunting dan tingkat kekuatan korelasinya sangat lemah. Diharapkan kepada Dinas Kesehatan Maros untuk melengkapi data STBM pilar 1 sampai pilar 5, dan bagi masyarakat setempat agar lebih memperhatikan sanitasi lingkungan terutama pada 5 pilar STBM agar tidak mengundang vektor dan terhindarnya kontaminasi

    FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA MAHASISWI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HASANUDDIN

    Get PDF
    Latar Belakang: Dismenore primer merupakan nyeri haid tanpa kelainan organ genital yang umum dialami perempuan usia remaja hingga dewasa muda, termasuk mahasiswi, dan kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan konsentrasi belajar. Secara global, prevalensi dismenore primer berkisar antara 45–95%. Angka dismenore primer di Indonesia mencapai 54,89%, sementara di Kota Makassar tercatat sebesar 93,8%. Faktor pemicu terjadinya dismenore primer diantaranya adalah, konsumsi kopi, kualitas tidur, dan stres.  Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian dismenore primer pada mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Sebanyak 306 responden dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden mengalami dismenore primer kategori sedang (46,7%). Tidak ditemukan hubungan antara dismenore primer dengan konsumsi kopi (p = 0,893), dan kualitas tidur (p = 0,398). Namun, stres menunjukkan hubungan dengan kejadian dismenore primer (p = 0,000). Kesimpulan: Stres berhubungan dengan kejadian dismenore primer, sementara konsumsi kopi, dan kualitas tidur tidak menunjukkan hubungan. Mahasiswi disarankan untuk meningkatkan kemampuan manajemen stres melalui kegiatan positif seperti olahraga dan menjaga pola tidur yang baik. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan mengeksplorasi faktor psikologis lain seperti kecemasan, beban akademik, dan dukungan sosial yang dapat memengaruhi kejadian dismenore primer

    Efektivitas Media Pembelajaran Interaktif Teknologi QR Code berbasis Website pada Pembelajaran Taman Pendidikan Al-Quran

    Get PDF
    Daya pakai gadget pada anak-anak sangat tinggi sehingga membutuhkan alternatif pemanfaatan pada hal-hal yang lebih produktif. Disisi lain, ditemukan bahwa proses pembelajaran di TK-TP Al-Quran desa Balassuka masih menggunakan bahan ajar konvensional sehingga kurang menarik minat belajar santri dimana pemahaman pada materi makhorijul huruf masih sangat kecil. Maka, tim KKN menawarkan solusi berupa Pelatihan Guru Mengaji: Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif Makhorijul Huruf dengan Teknologi QR Code berbasis Website dalam Kegiatan Belajar Mengajar Taman Pendidikan Al-Quran. Secara umum, program dilaksanakan pada dua tahapan yaitu pelatihan guru TK-TP Al-Quran se-desa Balassuka dan pengujian bahan ajar di salah satu TK-TP Al-Quran dengan dilakukan pre-test, pemberian materi, dan, post-test. Berdasarkan hasil pengujian secara statistik dengan t-test (0,009 < 0,05 ; 0,000 < 0,05) diperoleh bahwa bahan ajar yang digunakan efektif meningkatkan pemahaman materi makhorijul huruf dan kemampuan bacaan santri

    Optimalisasi Potensi Daun Sepakung melalui Ecoprint berbasis Circular Economy sebagai upaya Pemberdayaan Perempuan Desa

    Get PDF
    Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) merupakan kegiatan akademik pada Program Sarjana yang bersifat kurikuler dan interdisipliner dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan membantu memecahkan permasalahan masyarakat dengan mengutamakan pemberdayaan masyarakat dan kegiatannya harus gayut dengan kompetensi lulusan Program Studi, dan pelaksanaannya diatur dengan Keputusan Rektor, sesuai dengan Peraturan Rektor Universitas Diponegoro Nomor 7 Tahun 2024 tentang Peraturan Akademik Bidang Pendidikan Program Sarjana Universitas Diponegoro. Program ini dikelola oleh Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) dan berlangsung selama kurang lebih 35 hari di desa-desa yang telah ditentukan pada wilayah kecamatan dan kabupaten tertentu. Pada tahun ini, salah satu lokasi yang terpilih sebagai tempat pelaksanaan KKN tematik adalah Kelurahan Sepakung, tepatnya di Dusun Sepakung Wetan RW 10 dan RW 11. Kelurahan ini dikenal sebagai salah satu Desa Wisata unggulan di Kabupaten Semarang, yang terletak di lereng Gunung Telomoyo dan menyuguhkan potensi alam yang melimpah serta panorama yang menawan. Namun demikian, di balik pertumbuhan pariwisata yang pesat, masih terdapat tantangan lingkungan yang cukup signifikan, terutama di wilayah RW 10 dan RW 11. Permasalahan seperti rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, kebiasaan membuang sampah sembarangan, serta kurangnya pemahaman mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan terhadap bencana alam menjadi isu penting yang perlu segera diatasi melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Selain itu, Kelurahan Sepakung juga menyimpan kekayaan hayati yang luar biasa, berupa daun-daunan dan bunga-bungaan yang mengandung pigmen alami. Potensi ini sangat berharga dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, seperti teknik ecoprint yaitu metode pewarnaan kain menggunakan bahan alami yang ramah lingkungan. Sebagai respon terhadap potensi dan permasalahan tersebut, para mahasiswa menyelenggarakan program bertajuk "Jejak Daun Sepakung: Mewarnai Kain, Menggerakkan Ekonomi", yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya kelompok ibu-ibu PKK melalui pelatihan keterampilan dalam pembuatan kerajinan kain berbasis ecoprint. Dengan memanfaatkan kekayaan alam lokal, program ini tidak hanya mengangkat identitas dan keunikan Desa Sepakung, tetapi juga mendorong prinsip pembangunan berkelanjutan serta penguatan ekonomi lokal. Hasil kerajinan ecoprint ini diharapkan dapat menjadi produk khas Desa Wisata Sepakung, memperluas pasar wisata kreatif, dan menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pelestarian lingkunga

    Perbandingan Metode Seasonal ARIMA dan Extreme Learning Machine dalam Prediksi Produksi Padi di Sulawesi Selatan

    Get PDF
    South Sulawesi is one of the provinces that significantly contributes to national rice production. Therefore, accurate forecasting of rice production is crucial for food security planning and agricultural policy-making. This study aims to compare the performance of the Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA) and Extreme Learning Machine (ELM) methods in predicting rice production in South Sulawesi. SARIMA is a statistical forecasting method effective for data with seasonal patterns, while ELM is a machine learning approach capable of handling complex relationships among variables with high computational speed. Rice production data from the Central Statistics Agency (Badan Pusat Statistik) were used to evaluate the accuracy of both methods. The evaluation was conducted using forecasting error metrics such as Mean Absolute Percentage Error (MAPE). The results show that the SARIMA(1,1,0)(1,1,0)12 model outperformed ELM in predicting rice production in South Sulawesi. This is indicated by a lower MAPE value of 19.937%, compared to 21.632% for the ELM method

    9,115

    full texts

    10,100

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Hasanuddin: e-Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇