Universitas Hasanuddin: e-Journals
Not a member yet
10100 research outputs found
Sort by
Pelatihan Pembuatan Yoghurt diperkaya Spirulina dan Karaginan untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi Biru di Kabupaten Malang
Ganggang laut makro atau rumput laut merupakan salah satu komoditas perikanan utama Indonesia. Rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii sebagai penghasil karaginan telah dibudidayakan secara luas di perairan Indonesia. Mikroalga Spirulina yang dikenal sebagai superfood juga telah dibudidayakan secara massal. Namun demikian, penggunaan kedua bahan tersebut dalam produk yoghurt masih terbatas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pelatihan diversifikasi yoghurt lokal di Kabupaten Malang melalui fortifikasi Spirulina dan karaginan. Kabupaten Malang merupakan penghasil susu sapi terbesar di Jawa Timur, namun pengembangan produk turunannya masih terbatas. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan teori dan praktik kepada 35 peserta yang berasal dari kelompok peternak sapi perah, penyuluh, guru SMK, dan staf Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kabupaten Malang. Evaluasi dilakukan dengan pretest dan posttest yang menunjukkan peningkatan skor pemahaman dari 96.47% menjadi 99.50%. Fortifikasi Spirulina dan karaginan dapat menambah nilai gizi, meningkatkan viskositas, dan memberikan keunggulan organoleptik pada produk yoghurt. Produk ini berpotensi mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta menjadi komoditas ekonomi desa yang berkelanjutan dalam kerangka ekonomi biru, sehingga perlu dilakukan tindak lanjut oleh pemerintah daerah setempat.
Pemberdayaan Pemberdayaan Pengunjung melalui Eduwisata Peternakan Berbasis Pembelajaran Visual dan Praktik Pengolahan Produk Susu
Latar belakang Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kawasan Eduwisata Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin dengan Tujuan untuk meningkatkan pemahaman pengunjung terhadap proses pengolahan produk susu melalui metode pendampingan edukatif berbasis pembelajaran visual dan praktik langsung. Eduwisata peternakan menjadi media pembelajaran interaktif yang menggabungkan unsur rekreasi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi, wawancara, penyusunan dan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) pendampingan, serta pelatihan interaktif bagi pengunjung mengenai pengolahan susu pasteurisasi dan pembuatan es krim. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan edukatif yang disertai visualisasi proses produksi mampu meningkatkan pengetahuan dan minat pengunjung terhadap produk susu lokal. Selain itu, kegiatan ini mendorong peningkatan kemampuan komunikasi dan empati pendamping serta memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam implementasi Tri Dharma. Dengan pengembangan promosi, peningkatan sarana edukatif, dan pelibatan mahasiswa secara berkelanjutan, program eduwisata peternakan memiliki potensi besar untuk menjadi pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis hasil peternakan yang berdaya saing
New Synthesis Method of AuNPs Using Moringa oleifera Extract as Bioreductor and Potential Study as Colorimetric Microplastic Detection
Nanoparticles are multipurpose materials that have been utilized in the medical, energy, and environmental monitoring fields. The advantage of nanoparticles is that they have unique physicochemical properties such as surface area, optical activity, and surface modifiability. One of the important uses of nanoparticles is for environmental monitoring. This is because the surface of nanoparticles could be modified, and with their small size, they could reach analytes in difficult matrices. However, the synthesis of nanoparticles has been an unsustainable process. Therefore, the synthesis of AuNPs using bioreductors finds its urgency. The aim of this research is to determine the optimum conditions for the synthesis of AuNPs-MO, the character of the synthesized AuNPs-MO, and to study the application of AuNPs-MO for monitoring microplastic pollutants. This research was conducted through the stages of extraction, determination of optimum conditions, characterization, and literature study of the potential of AuNPs-MO as a detector. Determination of optimum conditions was carried out by applying variations in pH and precursor-reducing agent ratio. Characterization of AuNPs-MO was done with FTIR and PSA. In addition, microplastic detection models with AuNPs-MO have been obtained directly and indirectly. From this series of experiments, satisfactory results have been obtained
Poisson-Exponential Distribution Approach to Survival Analysis of Right-Censored Data of Lung Cancer Patients
Survival analysis of lung cancer patients is essential for understanding the dynamics of their survival probabilities over time. The Poisson–Exponential (PE) distribution is particularly relevant for data involving complementary risks and right-censoring, and it provides a framework for comparing different parameter estimation approaches. This study aims to estimate the parameters of the PE distribution for the survival times of lung cancer patients treated at Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital, Makassar, in 2015, and to compare the performance of two estimation methods: Maximum Likelihood Estimation (MLE) and Maximum Product Spacing (MPS). Parameter estimation was conducted numerically using the Newton–Raphson algorithm, resulting in and . The survival probabilities decline as survival time increases, and both the PE–MLE and PE–MPS curves closely follow the Kaplan–Meier estimator. All information criteria indicate that MPS outperforms MLE, as reflected by a higher log-likelihood and lower AIC, AICc, and CAIC values. These findings demonstrate that the PE distribution is suitable for modeling the survival dynamics of lung cancer patients, with MPS identified as the most appropriate parameter estimation method for the analyzed dataset
Dynamic Analysis of the SIRS Model with a Type III Holling Function on the Corrosion Distribution of Bridge Reinforcement Steel in Coastal Areas
This study discusses the dynamics of corrosion spread on reinforced concrete bridge reinforcement in coastal areas using the SIRS mathematical model approach and considering the Holling type III function. The model built, can be seen how corrosion appears, spreads, and persists based on the influence of interaction parameters between healthy reinforcement and reinforcement that has experienced damage. In addition, this model can be analyzed dynamically including the equilibrium point, local stability and basic reproduction number. The simulation results show that when the basic reproduction number , corrosion cannot persist and the system will return to a corrosion-free condition. However, when , corrosion is able to spread and persist so that some of the reinforcing steel remains in a corroded condition. Parameter analysis shows that increasing the ratio of the corrosion propagation rate to the recovery rate significantly increases the likelihood of corrosion development and long-term persistence. This ratio represents the intensity of interaction between the reinforcement in good condition and the corroded reinforcemen
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) SELASIH DALAM PENINGKATAN PRODUKSI SAYURAN DI KOTA MAKASSAR MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI DRIP-FERTIGASI BERBASIS GRAVITASI
Penerapan teknologi drip fertigasi pada Kelompok Wanita Tani (KWT) dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air, waktu, dan tenaga kerja dalam pemeliharaan di kebun sayuran. Teknologi drip fertigasi (penyiraman dan pemupukan secara tetes dan bersamaan) sebagai upaya mengatasi dampak negatif perubahan iklim (kekeringan) yang banyak dialami oleh kelompok tani termasuk KWT Selasih. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan mitra mengenai teknologi drip fertigasi agar produksi dan kualitas sayuran meningkat. Selain itu, kegiatan ini juga membekali mitra dengan keterampilan pengolahan bahan organik menjadi pupuk kompos dan pupuk organik cair (POC), pengenalan ecoenzim, dan sistem pertanaman secara permakultur. Kegiatan pengabdian ini berlangsung sejak September-November 2025 di KWT Selasih, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang budidaya sayuran menggunakan drip fertigasi berbasis gravitasi. Hasil pre-test menunjukkan 50% dari anggota KWT sudah memiliki pengetahuan tentang apa yang dimaksud dengan teknologi drip fertigasi serta manfaatnya dalam budidaya tanaman sayuran. Bahkan 75% dari anggota KWT sudah mengetahui bahwa penggunaan teknologi drip fertigasi dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air, dan hampir semua anggota KWT sudah bisa membedakan antara teknologi drip fertigasi dengan metode penyiraman tradisional. Setelah penyuluhan, pengetahuan anggota KWT terkait teknologi drip fertigasi meningkat dengan menunjukkan jawaban 100% benar. Kegiatan ini juga menempatkan seperangkat teknologi drip fertigasi berbasis gravitasi di kebun mitra. Informasi kegiatan ini juga telah tersebar melalui media online dan channel Youtube.
Kata kunci: Drip fertigasi, pertanian perkotaan, kelompok wanita tani, sayuran.
ABSTRACT
The application of drip-fertigation technology in the Women Farmers Group (KWT) was carried out to improve the efficiency of water use, time, and labor in maintaining vegetable gardens. Drip-fertigation technology (watering and fertilizing simultaneously) is an effort to overcome the negative impacts of climate change (drought) which is widely experienced by farmer groups including KWT Selasih. This community service activity aims to increase the knowledge, insight, and skills of partners regarding drip-fertigation technology to increase vegetable production and quality. In addition, this activity also equips partners with skills in processing organic materials into compost and liquid organic fertilizer (POC), an introduction to ecoenzymes, and permaculture planting systems. This community service activity took place from September to November 2025 at KWT Selasih, Bangkala Village, Manggala District, Makassar City. This activity succeeded in increasing knowledge and skills about vegetable cultivation using gravity-based drip-fertigation. Pre-test results showed that 50% of KWT members already had knowledge about what is meant by drip fertigation technology and its benefits in vegetable cultivation. In fact, 75% of KWT members already know that using drip fertigation technology can increase water efficiency, and almost all KWT members can differentiate between drip fertigation technology and traditional watering methods. After the extension, KWT members\u27 knowledge of drip fertigation technology increased, with 100% of the answers being correct. This activity also included the placement of a gravity-based drip-fertigation technology kit in partner gardens. Information about this activity has also been disseminated through online media and YouTube channels.
Keywords: Drip-fertigation, urban farming, vegetables, women farmer groups
Analisis Pengaruh Teknik Budidaya terhadap Hasil Panen Kakao (Theobroma cacao L.) di Kabupaten Bantaeng: Analysis of the Effects of Cultivation Techniques on Cocoa (Theobroma cacao L.) Yield in Bantaeng Regency
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik budidaya terhadap hasil panen kakao di Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bantaeng di 3 Kecamatan diantaranya Kecamatan Gantarangkeke, Kecamatan Tompobulu dan Kecamatan Eremerasa, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini berbentuk survei (study literature), observasi lapang, dan wawancara. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independent yaitu pemangkasan berpengaruh nyata terhadap variabel dependent yaitu produktivitas tanaman kakao, sedangkan pada variabel independent yaitu dosis pemupukan, sanitasi dan pohon naungan tidak berpengaruh nyata terhadap variabel dependent yaitu produktivitas tanaman kakao petani responden di Kecamatan Gantarangkeke, Kecamatan Tompobulu, dan Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan
Review: Teknologi Hidroponik Wick dan Nutrient Film Technique (NFT) untuk Pertanian Urban: Review: Wick Hydroponic Technology and Nutrient Film Technique (NFT) for Urban Farming
Hidroponik merupakan budidaya tanaman tanpa tanah yang banyak dimanfaatkan sebagai metode alternatif budidaya tanaman ditengah penurunan jumlah lahan pertanian, sehingga cocok untuk masyarakat urban. Hidroponik sangat banyak metode yang dapat dipilih, seperti sistem Wick dan NFT atau Nutrient Film Technique. Pemahaman akan teknik hidroponik ini sangat penting ditengah kebutuhan akan pangan yang semakin meningkat. Review ini dibuat untuk memahami perkembangan penelitian terkait dengan hidropnik wick dan NFT saat ini. Penulis melakukan review literatur menggunakan pendekatan review jurnal. Review jurnal adalah suatu kegiatan menulis untuk memberikan ulasan atau tinjauan pada sebuah artikel yang diterbitkan dalam jurnal dengan tujuan untuk menentukan kelebihan, kekurangan, dan kualitas artikel tersebut memberikan informasi, gambar, ide, atau gagasan tentang artikel jurnal yang telah ditulis untuk membantu orang memahami topik tertentu dengan lebih baik. Hasil review menunjukkan bahwa hidroponik baik sistem wick atau NFT ini dapat digunakan pada berbagai komoditas, seperti selada, sawi, pakcoy dan kailan. Nutrisi-nutrisi yang digunakan untuk hidroponik salah satunya adalah AB Mix yang membantu tanaman untuk memperoleh nutrisi yang diperlukan bagi tanaman. Berbagai media selain air untuk hidroponik adalah rockwoll, serabut kelapa dan sumbu. IoT atau Internet of Things juga sangat membantu dalam kemajuan budidaya sistem hidroponik ini, seperti membantu dalam pengukuran suhu dan pH secara otomatis
OPTIMASI PENGGUNAAN GAWAI DAN PENINGKATAN KESTABILAN EMOSI ANAK PENDERITA KANKER MELALUI BIBLIOTERAPI DI YAYASAN KASIH ANAK KANKER INDONESIA CABANG MAKASSAR
Childhood cancer significantly impacts emotional and social well-being, as observed at the Makassar branch of the Indonesian Childhood Cancer Foundation (YKAKI). This issue is often addressed by providing gadgets to soothe children during treatment. However, this can lead to gadget dependency, particularly uncontrolled usage and access to age-inappropriate content. Recognizing this urgency, the "Magic Story" community service program implemented bibliotherapy, a psychological therapy method utilizing reading materials, as an innovative solution. The program aimed to optimize gadget use and enhance emotional stability among child cancer patients at YKAKI Makassar. Conducted over four months, the program involved 12 children aged 6–14 years. Activities included bibliotherapy sessions integrated with educational games through art therapy, the development of a guidebook, counseling for parents, and the formation of The Story Healers team for program sustainability. Evaluation results showed a significant decrease in tantrum frequency and gadget usage duration, as well as a shift in children\u27s interest towards more educational content. There was a drastic reduction from 66.7% of children using gadgets for more than 2 hours daily to 75% being able to reduce their usage to less than one hour. Furthermore, anxiety and frustration when not using gadgets decreased from 75% to 91.7%. This program successfully provided comprehensive therapeutic benefits, accompanied the children\u27s treatment journey, and actively involved parents and foundation administrators in supporting the children\u27s emotional well-being. --- Kanker pada anak memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan emosional dan sosial, seperti yang terjadi di Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) cabang Makassar. Permasalahan tersebut sering kali diatasi dengan pemberian gawai untuk menenangkan anak-anak selama proses pengobatan. Namun, hal ini memicu masalah ketergantungan pada gawai, terutama penggunaan gawai menjadi tidak terkontrol dan akses terhadap konten yang tidak sesuai usia. Mengidentifikasi urgensi ini, program pengabdian "Magic Story" mengimplementasikan biblioterapi, sebuah metode terapi psikologis yang memanfaatkan bahan bacaan, sebagai solusi inovatif. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan gawai dan meningkatkan kestabilan emosi anak-anak penderita kanker di YKAKI cabang Makassar. Pelaksanaan program berlangsung selama empat bulan dan melibatkan 12 anak berusia 6–14 tahun. Rangkaian kegiatan meliputi sesi biblioterapi yang diintegrasikan dengan permainan edukatif melalui art therapy, penyusunan buku pedoman, penyuluhan bagi orang tua, serta pembentukan tim The Story Healers untuk keberlanjutan program. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan frekuensi tantrum dan durasi penggunaan gawai secara signifikan, serta pergeseran minat anak pada konten yang lebih edukatif. Terjadi penurunan drastis dari 66,7% anak yang menggunakan gawai lebih dari 2 jam sehari menjadi 75% anak yang mampu mengurangi penggunaan gawai hingga kurang dari satu jam. Selain itu, kegelisahan dan frustrasi saat tidak menggunakan gawai menurun dari 75% menjadi 91,7%. Program ini berhasil memberikan manfaat terapeutik yang komprehensif, menemani perjalanan pengobatan anak-anak, serta melibatkan aktif orang tua dan pengurus yayasan dalam mendukung kesejahteraan emosional anak
EDUKASI KESEHATAN DAN SKRINING ASAM URAT UNTUK PENCEGAHAN GOUT PADA TENAGA ADMINISTRATIF DI UNIVERSITAS PADJADJARAN
Gout or uric acid disease is one of the most common forms of chronic arthritis, typically affecting peripheral joints, particularly the first metatarsophalangeal joint (big toe). This condition is caused by elevated levels of uric acid in the blood (hyperuricemia), which can lead to the formation of monosodium urate crystals in joints and surrounding tissues. Gout arthritis generally occurs in individuals over the age of 40, which was the rationale for selecting educational staff (tendik) as the target population for this educational intervention. A preliminary survey was conducted among the administrative and academic staff of various faculties at Universitas Padjadjaran using a questionnaire based on the Guidelines for Gout by the Indonesian Rheumatology Association. The results showed that several participants exhibited mild to moderate symptoms of gout arthritis. This was followed by an educational activity aimed at increasing knowledge about gout arthritis and introducing preventive strategies. The intervention consisted of three main components: a survey, educational sessions, and uric acid level examinations. The activities were conducted across several sessions from May 22 to May 27, 2025. Results of this community engagement initiative demonstrated a significant increase in participants’ knowledge of gout arthritis. There was a 70.38% increase in test scores, with the pre-test average at 5.4 and the post-test average at 9.2. These findings suggest that health education and biochemical screening for uric acid levels can effectively enhance participants’ understanding of gout arthritis and support lifestyle changes to help prevent recurrence. --- Gout atau penyakit asam urat merupakan salah satu bentuk radang sendi kronis yang paling umum dan biasa terjadi pada sendi perifer, terutama sendi metatarsofalangeal pertama (ibu jari kaki). Kondisi ini disebabkan oleh peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) sehingga memicu terbentuknya kristal monosodium urat pada jaringan dan sendi. Gout arthritis umumnya terjadi pada usia di atas 40 tahun, yang menjadi dasar pemilihan tenaga kependidikan (tendik) sebagai sasaran dalam kegiatan edukasi ini. Pada survei yang dilakukan kepada tendik Departemen Administrasi dan Akademik di seluruh fakultas di Universitas Padjadjaran menggunakan kuesioner yang didasari oleh Pedoman Gout Perhimpunan Reumatologi Indonesia, masih terdapat sejumlah partisipan yang menunjukkan gejala yang ringan maupun cukup sedang dari gout arthritis. Survei diikuti dengan kegiatan berupa edukasi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan akan gout arthritis serta mengenalkan beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh partisipan. Metode pelaksanaan dari rangkaian kegiatan ini berupa survei, edukasi serta pemeriksaan kadar asam urat. Kegiatan ini terbagi dalam beberapa pertemuan yang dilaksanakan pada tanggal 22-27 Mei 2025. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukan peningkatan rata-rata pengetahuan mengenai gout arthritis pada partisipan. Terdapat peningkatan sebesar 70,38% pada pre-test dan post-test, dengan pre-test menunjukkan rata-rata skor 5,4, sedangkan post-test menunjukkan rata-rata skor 9,2. Evaluasi kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai gout arthritis serta pemeriksaan kadar asam urat dapat meningkatkan pengetahuan peserta dan mendorong perubahan gaya hidup yang mendukung pencegahan kekambuhan gout.