Universitas Hasanuddin: e-Journals
Not a member yet
    10100 research outputs found

    Skin Brightening Effects of Ascorbic Acid with ACTISOLV™ Integration: A Longitudinal Analysis Using Repeated Measures ANOVA

    Get PDF
    Ascorbic Acid is a well-established active ingredient recognized for its efficacy in skin brightening and its antioxidant properties. However, its low chemical stability in cosmetic formulations remains a significant limitation. In response to this challenge, the patent-pending ACTISOLV™ formulation technology has been developed to enhance the stability of Ascorbic Acid, improving its resistance to oxidation and effectiveness in inhibiting melanin production. This study contributes to the advancement of sustainable cosmetic science through the development of more stable, eco-friendly, and sustainable skincare products. This study aimed to evaluate the longitudinal effects of a cream containing 20% Ascorbic Acid formulated with ACTISOLV™ on skin brightness. This study used longitudinal experimental data analyzed by Repeated Measures ANOVA. The results demonstrated a statistically significant increase in skin brightness over time (p-value = 0.000 < 0.05). Posthoc analysis revealed that skin brightness at weeks 6 and 12 differed significantly from baseline. However, no significant difference was found between the control and treatment groups and no significant interaction was observed between time and treatment group. These findings suggest that the observed improvement in skin brightness occurred similarly in both groups, indicating no additional effect attributable to the test formulation

    Aplikasi Actinomycetes Kulit Buah Kakao dan Inokulasi Actinomycetes Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kakao (Theobroma cacao L) Sambung Pucuk: Application of Actinomycetes on Cocoa Fruit Skin and Inoculation of Actinomycetes on the Growth of Grafted Cocoa Plants (Theobroma Cacao L)

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh interaksi aplikasi pemberian biochar kulit buah kakao dan inokulasi Actinomycetes yang dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman kakao. Penelitian ini dilaksanakan dari September 2022 sampai Januari 2023, di Plantation Nusrsery Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Kecamatan Talamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk percobaan faktorial 2 faktor menggunakan Rancangan Acak Kelompok sebagai rancangan lingkungannya. Percobaan terdiri atas 2 faktor, faktor pertama adalah pemberian Actinomycetes kulit buah kakao yang terdiri dari 3 taraf yaitu tanpa pemberian Actinomycetes, Actinomycetes 1,5 kg/pohon dan Actinomycetes 2 kg/pohon. Sedangkan faktor kedua adalah pemberian Actinomycetes yang terdiri dari 4 taraf yaitu tanpa Actinomycetes, Actinomycetes 20 106 CFU/mL, Actinomycetes 40 106 CFU/mL, dan Actinomycetes 60 106 CFU/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara pemberian Actinomycetes kulit buah kakao dengan Actinomycetes berpengaruh terhadap LMA (0,003095). Perlakuan Actinomycetes kulit buah kakao memberikan hasil tertinggi pada parameter diameter batang (37,04 mm), jumlah daun (22,97 helai) , luas daun (1212,6 cm2, indeks luas daun (0,39), klorofil a (206,1 µmol.m-2), klorofil b (yaitu 85,1 µmol.m-2), klorofil total (286,7 µmol.m-2) ,dan intersepsi cahaya (2610,0). Perlakuan Actinomycetes memberikan hasil tertinggi pada parameter jumlah daun (23,87 helai), Luas daun (1185,2 cm2), dan indeks luas daun (0,38)

    Evaluasi Hygiene Sanitasi Lingkungan Pada Pasar Tradisional Pamenang, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin

    Get PDF
    Lingkungan pasar yang terdapat di beberapa daerah di Indonesia masih memiliki fasilitas sanitasi yang kurang memadai, kondisi pasar jauh dari kata baik seperti praktik sanitasi yang tidak higienis, air limbah dibuang dengan sembarangan, serta lokasi yang berada dekat dengan pemukiman dan dapat menimbulkan risiko yang lebih tinggi. Permasalahan ini juga dijumpai pada pasar tradisional Pamenang yang membutuhkan perhatian khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi sanitasi lingkungan di Pasar Pamenang, Kecamatan Pamenang, Merangin berdasarkan Permenkes Nomor 17 Tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, dan dokumentasi dengan pihak terkait berupa petugas pengelola pasar, pedagang, dan pembeli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar ketercapaian Pasar Pamenang < 70% sehingga belum memenuhi standar. Permasalahan utama meliputi drainase yang tidak berfungsi optimal, tidak tersedianya air bersih dan fasilitas sanitasi dasar, serta minimnya pengawasan oleh pengelola pasar. Adapun rekomendasi yang disarankan adalah perbaikan fasilitas dasar, peningkatan peran pengawasan, penyediaan sarana sanitasi yang memadai, perbaikan konstruksi bangunan, serta peningkatan edukasi hygiene dan sanitasi bagi pedagang. Secara keseluruhan, upaya perbaikan sanitasi pasar memerlukan kolaborasi antara pengelola pasar, pedagang, dan instansi terkait agar standar pasar sehat dapat terwujud

    OPTIMALISASI PENCEGAHAN STUNTING MELALUI DETEKSI DINI: SCREENING HIPERTENSI PADA IBU HAMIL DI DESA ALITTA

    Get PDF
    Hypertension in pregnancy, defined as blood pressure ≥140/90 mmHg after 20 weeks of gestation, is a significant condition that increases the risk of stunting in children by restricting blood flow and oxygen supply to the placenta. This condition can result in impaired fetal growth and other severe complications. Hence, early detection of hypertension in pregnant women is crucial to prevent pregnancy complications and reduce the risk of stunting. This community service program utilized instruments such as a sphygmomanometer, stethoscope, attendance sheet, and blood test result form. The activities were conducted door-to-door over two days, with one blood pressure measurement taken per participant. The procedure began with obtaining informed consent and recording attendance, followed by blood pressure measurement and brief education on hypertension prevention during pregnancy. Among the 7 pregnant women who participated, 5 (71.42%) were aged 20–35 years, while one was under 20 years and another over 35 years. Blood pressure measurements revealed that 6 participants (85.71%) had normal blood pressure, while 1 (14.29%) was classified as pre-hypertensive according to JNC-VIII guidelines. The hypertension screening in pregnant women in Alitta Village was successfully implemented by the 65th cohort of Unhas KKN-PK students, achieving the target of examining 7 participants. This program is expected to lower hypertension rates, prevent stunting, raise awareness about the importance of health checks, and improve maternal health outcomes.   ---   Hipertensi, termasuk pada ibu hamil, merupakan kondisi tekanan darah ≥140/90 mmHg pada kehamilan ≥20 minggu yang dapat meningkatkan risiko stunting pada anak dengan menghambat aliran darah dan oksigen ke plasenta. Kondisi ini dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat dan komplikasi serius lainnya. Oleh karena itu, upaya meningkatkan kesehatan ibu hamil melalui deteksi dini hipertensi menjadi penting untuk mencegah komplikasi kehamilan dan stunting pada anak. Program pengabdian masyarakat ini menggunakan alat ukur berupa spigmomanometer, stetoskop, lembar absensi, dan lembar hasil pemeriksaan darah. Kegiatan dilaksanakan secara door to door selama dua hari dengan satu kali pengukuran per sampel. Proses dimulai dengan informed consent dan pengisian absensi, diikuti pengukuran tekanan darah dan pemberian edukasi singkat terkait pencegahan hipertensi selama kehamilan. Dari 7 ibu hamil yang berpartisipasi, 5 orang (71.42%) berusia 20-35 tahun, sedangkan masing-masing satu orang berusia di bawah 20 tahun dan di atas 35 tahun. Pengukuran tekanan darah menunjukkan hasil 6 orang (85.71%) normal dan 1 orang (14.29%) pra-hipertensi berdasarkan klasifikasi JNC-VIII. Screening hipertensi pada ibu hamil di Desa Alitta telah berhasil dilakukan oleh mahasiswa KKN-PK Unhas angkatan ke-65, mencapai target dengan memeriksa 7 ibu hamil. Program ini berhasil secara teknis dan telah mencapai target dengan memeriksa 7 orang ibu hamil, serta program ini menekan angka kejadian hipertensi dan pencegahan stunting serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan di Desa Alitta

    PENERAPAN SOSIAL MEDIA MARKETING DAN LAPORAN KEUANGAN GUNA MENGEMBANGKAN BISNIS KAFE LOE-KITA

    Get PDF
    This article discusses implementing the Social Innovation Challenge (SIC) Program in partnership with Kafe Loe Kita in Makassar, focusing on improving digital marketing capabilities and preparing financial reports for MSMEs. The program addresses the problems of partners who have not optimally utilized social media as a promotional tool and do not yet have a structured financial reporting system. Activities are carried out through direct training at partner locations using a practical approach (learning by doing) that includes creating creative content on Instagram, using paid promotion features, and preparing financial reports such as balance sheets, profit and loss, and cash flow. The results of the activities showed an increase in the digital marketing aspect, marked by an increase in Instagram followers from 0 to 1,081 in three weeks, and content reach reaching more than 11,000 accounts. On the financial side, cafe staff were able to prepare reports independently, even though there were minor errors in the classification of production costs, which remained within the error tolerance threshold of 5%. This program proves that the combination of effective digital marketing strategies and systematic financial management can increase the competitiveness and operational efficiency of MSMEs. The success of the implementation of this program also has the potential to be replicated in similar businesses as an empowerment model based on educational collaboration and business practices.   ---    Artikel ini membahas pelaksanaan Program Social Innovation Challenge (SIC) yang bermitra dengan Kafe Loe Kita di Makassar, dengan fokus pada peningkatan kemampuan pemasaran digital dan penyusunan laporan keuangan UMKM. Program dirancang untuk mengatasi permasalahan mitra yang belum optimal dalam pemanfaatan media sosial sebagai alat promosi serta belum memiliki sistem pelaporan keuangan yang terstruktur. Kegiatan dilakukan melalui pelatihan langsung di lokasi mitra menggunakan pendekatan praktik (learning by doing) yang mencakup pembuatan konten kreatif di Instagram, penggunaan fitur promosi berbayar, dan penyusunan laporan keuangan seperti neraca, laba rugi, dan arus kas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan dalam aspek pemasaran digital, ditandai dengan bertambahnya pengikut Instagram dari 0 menjadi 1.081 dalam tiga minggu, serta jangkauan konten mencapai lebih dari 11.000 akun. Di sisi keuangan, staf kafe mampu menyusun laporan secara mandiri meskipun terdapat kesalahan minor dalam klasifikasi biaya produksi, yang tetap berada dalam ambang toleransi kesalahan sebesar 5%. Program ini membuktikan bahwa kombinasi antara strategi digital marketing yang efektif dan pengelolaan keuangan yang sistematis dapat meningkatkan daya saing dan efisiensi operasional Kafe Loe Kita. Keberhasilan pelaksanaan program ini juga berpotensi untuk direplikasi pada usaha sejenis sebagai model pemberdayaan berbasis kolaborasi pendidikan dan praktik bisnis

    GERAKAN SEKOLAH SADAR AKAN PENTINGNYA SARAPAN SEHAT TERHADAP PERFORMA BELAJAR PARA SISWA DI SDN 1 TALAGA

    Get PDF
    This outreach activity was carried out as an effort to increase elementary school children\u27s knowledge and understanding of the importance of a healthy breakfast containing balanced nutrition on learning performance at school. The material provided is delivered through three methods, namely print media in the form of brochures, lecture methods supported by PowerPoint slides, and audio-visual media in the form of animated videos. The results of the counseling showed that the percentage of students\u27 understanding of the importance of getting used to a healthy breakfast before the socialization was carried out was 69% and after the socialization was 94%. When applied in breakfast activities, the percentage obtained was 28% of students having breakfast, 23% of female students having breakfast, 8% of students not having breakfast and 41% of female students not having breakfast. The students\u27 understanding of the side effects of not having breakfast before the socialization was 43% and after the socialization it was 57%. The level of students\u27 understanding of the definition of balanced nutrition before and after socialization was carried out showed the same percentage, namely 50%. Based on the data obtained, the students\u27 understanding of the definition of balanced nutrition before and after socialization was quite good.  After the socialization activities, there was an increase in students\u27 understanding of the importance of a healthy breakfast on learning performance, indicating that the students quite understood the counseling provided. This shows that the results of these outreach activities can help increase the implementation of SDN 1 Talaga students in breakfast activities before going to school.   ---   Kegiatan penyuluhan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak sekolah dasar tentang pentingnya sarapan sehat yang mengandung gizi seimbang terhadap performa belajar di sekolah. Penyampaian materi yang diberikan melalui tiga metode yaitu media cetak berupa pemberian brosur, metode ceramah yang didukung oleh slide PowerPoint, dan media audio-visual dalam bentuk video animasi. Hasil penyuluhan menunjukan persentase pemahaman siswa terhadap pentingnya membiasakan sarapan sehat sebelum sosialisasi dilakukan sebanyak 69% dan sesudah sosialisasi sebanyak 94%. Pada penerapannya dalam kegiatan sarapan diperoleh persentase sebanyak 28% siswa sarapan, 23% siswi sarapan, 8% siswa tidak sarapan dan 41% siswi tidak sarapan. Dalam pemahaman siswa-siswi terhadap efek samping tidak sarapan sebelum sosialisasi sebanyak 43% dan sesudah sosialisasi sebanyak 57%. Dalam tingkat pemahaman siswa-siswi mengenai definisi gizi seimbang sebelum dan sesudah sosialisi dilakukan menunjukkan persentase yang sama banyak, yaitu sebesar 50%. Berdasarkan hasil data yang diperoleh, pemahaman siswa-siswi terhadap definisi gizi seimbang sebelum dan sesudah sosialisasi cukup baik.  Setelah kegiatan sosialisasi, adanya peningkatan pemahaman siswa-siswi tentang pentingnya sarapan sehat terhadap performa belajar menandakan siswa-siswi cukup paham terhadap penyuluhan yang diberikan. Hal ini menunjukkan bahwa hasil kegiatan penyuluhan tersebut dapat membantu meningkatkan penerapan siswa–siswi SDN 1 Talaga dalam kegiatan sarapan sebelum berangkat ke sekolah

    The EFFECTIVENESS OF MANGO LEAF EXTRACT SUPPLEMENTATION (MANGIFERA INDICA L.) ON METABOLIC DISEASE PANEL OF WISTAR RATS (RATTUS NORVEGICUS) INDUCED BY HIGH-FAT DIET: Diabetes, Glucosa, Mango Leaf, Supplement

    No full text
    High-calorie foods can cause obesity if consumed in excess. Obesity occurs due to excessive fat accumulation in the body. Excess weight is a major risk factor for secondary disorders in pets, such as diabetes mellitus. Diabetes mellitus occurs due to high blood glucose levels. Mango leaf extract contains bioactive compounds that can lower and normalise blood glucose levels and can be used as a supplement. This study aims to determine the effectiveness of mango leaf extract supplementation induced by a high-fat diet on blood glucose levels. This study used arumanis and golek mango leaf. The methods used were extraction and in vivo testing. Extraction was performed on mango leaf, and the extraction results were administered to test animals in vivo. The phytochemical results showed that arumanis and golek mango leaf contain flavonoids, tannins, alkaloids, and saponins. The results showed that arumanis mango leaf extract was more effective in lowering blood glucose levels than golek mango leaf extract. These findings are expected to contribute to the development of knowledge about supplements and drug substitutes, as well as to identify more practical methods for drug therapy for diabetes mellitus in pets

    Pembuatan Klaim Kewargaan (Citizen Claim Making) Pada Masyarakat Nelayan Di Kabupaten Takalar

    No full text
    This study aims to understand how fishing communities in Aeng Batu-Batu Village, Takalar Regency, construct and negotiate their citizenship claims in their interactions with the state. Using a descriptive qualitative approach within the framework of political sociology, this research explores the social and political practices underlying state–citizen relations in the context of social welfare. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis involving 20 informants, including fishermen, village officials, and local figures. The findings reveal three primary forms of citizen claim-making: direct claims to authorities, mediated claims through social intermediaries or political brokers, and collective claims through fishermen’s groups. These forms demonstrate that access to social policies remains highly dependent on patronage networks and personal relationships with local actors. In this context, the state does not function as a neutral institution but rather as a social arena where citizens negotiate their rights through adaptive strategies. Although patron–client relations remain dominant, the study also identifies emerging forms of reflective citizenship, particularly among younger fishermen who use social media to voice injustices. The results affirm that local citizenship practices are dynamic, relational, and continuously shaped through the ongoing process of claim-making that mediates the interaction between citizens and the state.Pembuatan klaim sebagai tindakan langsung atau termediasi yang dilakukan oleh warga negara untuk mendapatkan akses terhadap barang dan jasa kesejahteraan sosial, yang dipahami sebagai sumber daya yang disediakan publik untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan dan jaminan sosial. Pembuatan klaim sangat penting sebagai sarana potensial untuk mendapatkan bantuan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cara masyarakat nelayan di Desa Aeng Batu-Batu dalam mengajukan klaim atas bantuan sosial kepada pemerintah.Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data seperti teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hal tersebut dilakukan dengan melihat bahwa peneliti telah mendapatkan informasi yang dilakukan secara langsung dengan mewawancarai informan terkait. Serta studi kepustakaan sebagai data sekunder yang bersumber dari buku, jurnal, artikel, dan berita.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat nelayan di Desa Aeng Batu-Batu menggunakan konsep langsung dan tatap muka dengan cara mengunjungi kantor desa ketika ingin mengajukan permintaan bantuan dan bertemu langsung dengan pemerintah desa. Hanya sebagian menggunakan broker sebagai perantara, dan sebagian lainnya memilih untuk tidak melakukan pembuatan klaim. Nelayan cukup aktif untuk mengajukan klaim, hal ini merupakan elemen penting dari kewarganegaraan aktif untuk memperjuangkan hak seseorang dalam bernegara

    PENGUKURAN DAN EVALUASI BELAJAR TARI PADA PENDIDKAN NONFORMAL DI SANGGAR TARI: PENGUKURAN DAN EVALUASI BELAJAR TARI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pengukuran dan evaluasi belajar tari pada pendidikan nonformal di sanggar tari serta perannya dalam memantau perkembangan kemampuan peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi kegiatan pembelajaran, wawancara dengan guru dan siswa sanggar, serta dokumentasi proses latihan dan pementasan. Subjek penelitian meliputi guru pengajar dan peserta didik yang mengikuti pembelajaran tari secara rutin di sanggar. Landasan teori yang digunakan adalah konsep pengukuran dan evaluasi pembelajaran serta teori belajar seni tari yang menekankan aspek wiraga, wirama, dan wirasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran dan evaluasi belajar tari dilaksanakan secara berkelanjutan melalui penilaian praktik, observasi sikap, dan evaluasi kenaikan tingkat. Evaluasi tersebut membantu guru dalam mengetahui perkembangan keterampilan, kedisiplinan, dan penghayatan siswa, serta meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri. Kendala yang ditemukan antara lain perbedaan kemampuan dasar siswa dan keterbatasan waktu latihan

    Mathematics Model SAHTR for the Number of Drug Abusers with Economic and Educational Factors

    Get PDF
    This study develops a mathematical model of drug abuse involving susceptible (S), light users (A), heavy users (H), treatment (T), and recovered (R) compartments, incorporating economic and educational factors. The analysis includes determining equilibrium points, assessing their stability, calculating the basic reproduction number, and performing numerical simulations using the Runge–Kutta Fehlberg method. Results show that the model yields two equilibrium points: drug-free and endemic. Both are stable when the inflow rate into the light-user compartment—affected by effective contact rate, anti-drug campaign effectiveness, and economic conditions—exceeds the outflow rate. Numerical simulations confirm the analytical findings and illustrate that reducing interactions between vulnerable individuals and drug users, strengthening anti-drug campaigns, and improving economic conditions can diminish the potential spread of drug abuse

    9,115

    full texts

    10,100

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Hasanuddin: e-Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇