Journal Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST)
Not a member yet
7128 research outputs found
Sort by
THE EFFECT OF JOB PLACEMENT AND CAREER DEVELOPMENT ON PERFORMANCE MEDIATED BY EMPLOYEE MOTIVATION AT BAPPERIDA WEST SULAWESI
This study aims to analyze the impact of job placement and career development on employee performance at Bapperida across West Sulawesi, mediated by employee motivation. The research approach is quantitative, with a sample of 154 employees working at Bapperida across West Sulawesi. Data was collected using questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM). The results indicate that job placement significantly affects both employee performance and motivation. Career development has a significant effect on employee motivation but does not have a direct impact on performance. Employee motivation plays an important role as a mediator in the relationship between job placement and employee performance. Based on these findings, it is recommended that Bapperida across West Sulawesi pay more attention to job placements that align with employee competencies and enhance relevant career development programs to boost motivation and performance
Does attachment to parents in adolescent influence internet addiction?
Digital technology has had a significant impact on adolescent behavior, including the increasing prevalence of internet addiction. This study aimed to examine the influence of adolescents’ attachment to their mothers and fathers on the level of internet addiction. Parental attachment is a crucial aspect of adolescent psychosocial development that can affect patterns of internet use. A quantitative survey method was employed, involving X adolescent respondents aged 14 to 18 years, selected using purposive sampling. The instruments used in this study were the Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) and the Internet Addiction Test (IAT). Based on the results of the analysis, this study concludes that parental attachment has a statistically significant relationship but does not have a practically significant effect on internet addiction in adolescents. These findings suggest that internet addiction in adolescents is influenced by various complex factors beyond the dynamics of family relationships, such as peer pressure and the influence of the digital environment. Therefore, it is essential for researchers and practitioners to develop more comprehensive intervention approaches that incorporate broader social environments and relevant psychological factors to support adolescents in managing healthy internet use
Transformasi Ragam Tindak Tutur Direktif dalam Interaksi Antar Tokoh pada Novel “Hei, Bodyguard! (A Secret)” Karya Diviyaya : Transformation of Directive Speech Acts in Interactions Between Characters in the Novel “Hey, Bodyguard! (A Secret)” by Diviyaya
Penelitian ini bertujuan mengungkap bentuk transformasi tindak tutur direktif antartokoh dalam novel Hei, Bodyguard! (A Secret) karya Diviyaya. Penelitian menggunakan pendekatan pragmatik dengan metode simak, teknik lanjutan Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), dan teknik catat untuk mengumpulkan data. Analisis dilakukan melalui triangulasi teori serta metode padan dengan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP), Hubung Banding Menyamakan (HBS), Hubung Banding Memperbedakan (HBB), dan Hubung Banding Menyamakan Hal Pokok (HBSP). Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi transformasi pada jenis dan fungsi tindak tutur direktif antartokoh yang tidak hanya menggambarkan perubahan bentuk maupun fungsi, tetapi juga menunjukkan konsistensi tertentu yang berkaitan dengan perkembangan karakter dalam cerita. Dengan demikian, dinamika ilokusi dalam novel tidak semata-mata ditentukan oleh bentuk tuturan, tetapi juga oleh perubahan maupun kesamaan jenis serta fungsi tindak tutur direktif yang digunakan tokoh.Abstrak: Artikel ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui jenis dan fungsi tindak tutur direktif dalam Novel “Hei, Bodyguard! (A Secret)” karya Diviyaya, serta tranformasi tindak tutur direktif yang terjadi pada tokoh. Peneliti menggunakan pendekatan teoritis dengan pendekatan pragmatis, dan menggunakan metode simak dengan teknik lanjutan Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), serta teknik catat untuk mengumpulkan data. Tahap berikutnya, peneliti menggunakan teknik triangulasi teori yang dilanjutkan dengan analisis data menggunakan metode padan dengan Teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) dan beberapa teknik lanjutan yang lain. Hasil disajikan dengan metode formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan adanya jenis tindak tutur direktif langsung harfiah sebanyak 71 data, tindak tutur langsung tidak harfiah sebanyak 0 data, tindak tutur tidak langsung harfiah sebanyak 56 data, tindak tutur tidak langsung tidak harfiah sebanyak 5 data. Selanjutnya, ditemukan fungsi menyuruh sebanyak 39 data, fungsi memohon 24 data, fungsi menyarankan 21 data, fungsi meminta 13 data, fungsi mengajak 13 data, fungsi memerintah 23 data, dan fungsi menantang 10 data. Beradasarkan hasil yang ada, dapat disimpulkan bahwa percakapan yang terjadi dalam objek penelitian tidak terlepas dari jenis dan fungsi tindak tutur direktif yang beragam, serta tidak menutup kemungkinan adanya transformasi tindak tutur direktif pada tokoh seiring berjalannya cerita.
Kata Kunci: Hei, Bodyguard! (A Secret), ragam tindak tutur direktif, fungsi tindak tutur direktif, transformasi tindak tutur direktif, Diviyay
Kajian Keterbacaan Wacana dalam Soal PSAJ Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Purwokerto Menggunakan Formula Grafik Fry: Study of Discourse Readability in Indonesian Language PSAJ Questions at SMA Negeri 1 Purwokerto Using Fry's Graphical Formula
Keterbacaan wacana berperan penting dalam membantu siswa memahami teks sesuai jenjang pendidikannya. Penelitian ini menganalisis tingkat keterbacaan wacana dalam soal Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) Bahasa Indonesia kelas XII di SMA Negeri 1 Purwokerto tahun ajaran 2024/2025 menggunakan Formula Grafik Fry. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Sebanyak 22 wacana dianalisis melalui perhitungan kata, kalimat, suku kata, dan pemetaan pada Grafik Fry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18 wacana (81,82%) berada di bawah tingkat keterbacaan kelas XII, satu wacana sesuai, satu lebih tinggi, dan dua tidak valid. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar wacana terlalu sederhana sehingga dapat memengaruhi pemahaman siswa dan validitas instrumen evaluasi. Oleh karena itu, pemilihan wacana perlu ditinjau ulang agar sesuai dengan kemampuan kognitif siswa dan mendukung tujuan pembelajaran.Keterbacaan wacana merupakan aspek penting yang menentukan sejauh mana teks dapat dipahami siswa sesuai dengan jenjang pendidikannya. Wacana yang tidak sesuai dengan tingkat keterbacaan siswa berpotensi menimbulkan kesulitan memahami isi teks, menurunkan motivasi belajar, hingga menghasilkan interpretasi yang keliru. Permasalahan ini juga ditemukan dalam soal Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 12 di SMA Negeri 1 Purwokerto tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keterbacaan wacana yang terdapat pada soal PSAJ menggunakan Formula Grafik Fry. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Data berupa wacana dalam soal PSAJ kemudian dianalisis melalui tahapan perhitungan jumlah kata, jumlah kalimat, jumlah suku kata, konversi faktor bahasa, serta pemetaan ke dalam Grafik Fry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 22 wacana yang dianalisis, sebanyak 18 wacana (81,82%) berada pada tingkat keterbacaan yang lebih rendah dari kelas 12, satu wacana (4,55%) sesuai dengan kelas 12, satu wacana (4,55%) berada pada tingkat keterbacaan lebih tinggi, dan dua wacana (9,09%) tergolong tidak valid. Temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas wacana berada di bawah tingkatan yang seharusnya yaitu kelas 12. Wacana yang terlalu sederhana tidak hanya memengaruhi pemahaman siswa terhadap teks, tetapi juga berdampak pada perkembangan literasi serta validitas instrumen evaluasi yang digunakan. Oleh karena itu, diperlukan peninjauan ulang dalam pemilihan dan penyusunan wacana soal, baik oleh guru maupun tim penelaah, agar wacana yang digunakan sesuai dengan perkembangan kognitif siswa dan mampu mendukung pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal
Enhancing vocational students’ learning activeness through the implementation of problem-based learning
This study investigates the effectiveness of Problem-Based Learning (PBL) in enhancing learning activeness among vocational students in the Light Vehicle Engineering subject. A participatory classroom action research design based on the Kemmis and McTaggart model was implemented over two cycles. Data on learning activeness were collected using structured observation sheets, while instrument validity and reliability were confirmed through SPSS v.26, with all items showing acceptable validity (r > 0.334) and Cronbach’s Alpha values of 0.65 and 0.77 for cycles 1 and 2. A minimum target of 75% learning activeness was established. Results revealed a substantial improvement, with student activeness rising from an average score of 14.4 (58%, medium category) to 19.9 (80%, high category). These findings demonstrate that PBL effectively promotes learning activeness and supports more engaging, student-centered vocational education practices.
Keywords: Gaps, Problem Based Learning, learning activeness, vocational students
Implementation of Problem Based Learning (PBL) learning model to increase the learning activeness of vocational students
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan keaktifan siswa SMK pada mata pelajaran kejuruan Teknik Kendaraan Ringan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) partisipatif dengan menggunakan desain milik Kemmis & McTaggart yang dilakukan selama 2 siklus. Metode pengambilan data menggunakan lembar observasi. Pengujian instrumen dilakukan melalui Uji validitas dan reliabilitas menggunakan aplikasi SPSS v.26 yang dinyatakan valid dan reliabel. Validitas memperoleh nilai r lebih dari 0.334, sedangkan reliabilitas Alpha Cronbach’s siklus 1 r= 0,65; siklus 2 r=0,77. Selain itu peneliti menentukan target rata-rata keaktifan minimal 75%. Hasil keaktifan siswa dari siklus 1 didapatkan rata-rata skor sebesar 14,4 atau 58% dalam kategori sedang kemudian di siklus 2 memperoleh skor 19,9 atau 80% dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning efektif dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran siswa SMK
Development of electronic electronic student worksheet in islamic religious education subjects
Despite the increasing use of digital learning media, studies focusing on the development of Electronic Student Worksheets for Islamic Religious Education using a continuous development model remain limited. This study aims to develop an Electronic Student Worksheet for Islamic Religious Education to enhance students’ independent learning at Karsa Mulya Vocational High School, Palangka Raya. The research employed a Research and Development approach using the DevOps model, which emphasises continuous and sustainable product development. Data were collected through observations and interviews with teachers and students as the basis for needs analysis. The Electronic Student Worksheet was developed using the Canva Pro application and includes learning objectives as well as various forms of assessment, such as multiple-choice questions, crossword puzzles, essays, and case studies. The feasibility test results indicated an evaluation score of 88% from the subject-matter expert and 86% from the media expert, categorised as very feasible. The findings confirm that the Electronic Student Worksheet effectively supports students’ independent learning during internship programmes. The novelty of this study lies in the application of the DevOps model in developing an Electronic Student Worksheet for Islamic Religious Education. These findings provide practical implications for teachers by offering an effective digital learning medium that supports independent learning in vocational high school contexts.
Pengembangan media elektronik lembar kerja peserta didik dalam mata pelajaran pendidikan agama islam
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian pengembangan Electronic Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD) Pendidikan Agama Islam yang menerapkan model pengembangan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-LKPD Pendidikan Agama Islam guna meningkatkan kemandirian belajar peserta didik di SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan menerapkan model DevOps. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara sebagai dasar analisis kebutuhan. E-LKPD dikembangkan menggunakan Canva Pro dan dilengkapi tujuan pembelajaran serta berbagai bentuk penilaian, seperti pilihan ganda, teka-teki silang, esai, dan studi kasus. Hasil uji kelayakan menunjukkan skor 88% dari ahli materi dan 86% dari ahli media dengan kategori sangat layak. Temuan penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD efektif mendukung kemandirian belajar peserta didik selama praktik kerja industri. Kebaruan penelitian terletak pada penerapan model DevOps dalam pengembangan E-LKPD Pendidikan Agama Islam.Despite the increasing use of digital learning media, studies focusing on the development of Electronic Student Worksheets for Islamic Religious Education using a continuous development model remain limited. This study aims to develop an Electronic Student Worksheet for Islamic Religious Education to enhance students’ independent learning at Karsa Mulya Vocational High School, Palangka Raya. The research employed a Research and Development approach using the DevOps model, which emphasises continuous and sustainable product development. Data were collected through observations and interviews with teachers and students as the basis for needs analysis. The Electronic Student Worksheet was developed using the Canva Pro application and includes learning objectives as well as various forms of assessment, such as multiple-choice questions, crossword puzzles, essays, and case studies. The feasibility test results indicated an evaluation score of 88% from the subject-matter expert and 86% from the media expert, categorised as very feasible. The findings confirm that the Electronic Student Worksheet effectively supports students’ independent learning during internship programmes. The novelty of this study lies in the application of the DevOps model in developing an Electronic Student Worksheet for Islamic Religious Education. These findings provide practical implications for teachers by offering an effective digital learning medium that supports independent learning in vocational high school contexts.
Pengembangan media elektronik lembar kerja peserta didik dalam mata pelajaran pendidikan agama islam
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian pengembangan Electronic Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD) Pendidikan Agama Islam yang menerapkan model pengembangan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-LKPD Pendidikan Agama Islam guna meningkatkan kemandirian belajar peserta didik di SMK Karsa Mulya Palangka Raya. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan menerapkan model DevOps. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara sebagai dasar analisis kebutuhan. E-LKPD dikembangkan menggunakan Canva Pro dan dilengkapi tujuan pembelajaran serta berbagai bentuk penilaian, seperti pilihan ganda, teka-teki silang, esai, dan studi kasus. Hasil uji kelayakan menunjukkan skor 88% dari ahli materi dan 86% dari ahli media dengan kategori sangat layak. Temuan penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD efektif mendukung kemandirian belajar peserta didik selama praktik kerja industri. Kebaruan penelitian terletak pada penerapan model DevOps dalam pengembangan E-LKPD Pendidikan Agama Islam
Listening Comprehension Achievement: Comparing Learning Method and Game in EFL Learning
The Chinese Whisper game and the Question Students Have method can be used in teaching listening comprehension. This research aims to determine whether there is a significant difference in listening comprehension between students taught using the Chinese Whisper game and those taught using the Question Students Have method and decide which is better to improve listening comprehension. This research used a quantitative approach of quasi-experimental design by involving 45 students selected using the purposive cluster sampling technique in grade eight of junior high school in Baubau, Southeast Sulawesi. Data were obtained using a test. They were analyzed by applying three steps: descriptive analysis, normality test, and inferential analysis using the Wilcoxon test, Paired Sample test, and Mann-Whitney U test. The result indicated that students' listening comprehension improved after being taught using the Chinese Whisper and the Question Students Have method. The conclusion is that there is a significant difference in listening comprehension after those were applied. The Chinese Whisper game improves listening comprehension higher than the Question Students Have method
Humanitarian Logistics Optimization for Flood Preparedness: An Integrated Model for Post-Aids Allocation
Flooding continues to pose a major challenge in urban areas of developing countries, necessitating effective humanitarian logistics, particularly during the preparedness phase. However, the absence of an optimized aid post-placement strategy remains a significant barrier to efficient aid distribution. This study presents a humanitarian logistics preparedness model that integrates K-means clustering with the Set Covering Location Problem (SCLP) to enhance aid post allocation. The clustering technique categorizes affected areas based on geographical proximity and flood severity, ensuring a more effective resource distribution. Compared to traditional district-based grouping, the proposed approach improves resource allocation efficiency by 5.61%. The model was tested using Excel Solver under varying disaster impact scenarios. Findings indicate that in the 100% affected scenario, 37 villages were covered by 18 aid posts, with round-trip distance of 74.72 km. In the 50% affected scenario, 19 villages were served by 8 aid posts, with the distance reduced to 33.65 km. The results highlight the importance of integrating clustering techniques with optimization models to improve data-driven humanitarian logistics planning. The proposed framework facilitates systematic aid distribution, making it a scalable solution that can be adapted to other disaster-prone regions to strengthen flood disaster response strategiesBanjir tetap menjadi tantangan di daerah perkotaan negara berkembang, yang membutuhkan efektivitas logistik kemanusiaan terutama fase kesiapsiagaan. Namun, tidak adanya strategi pasca penempatan bantuan yang dioptimalkan tetap menjadi hambatan signifikan terhadap distribusi bantuan yang efisien. Studi ini menyajikan model kesiapsiagaan logistik kemanusiaan yang mengintegrasikan pengelompokan K-means dengan Set Covering Location Problem (SCLP) untuk meningkatkan alokasi pos bantuan. Teknik pengelompokan mengkategorikan daerah yang terkena dampak berdasarkan kedekatan geografis dan tingkat keparahan banjir, memastikan distribusi sumber daya yang lebih efektif. Dibandingkan dengan pengelompokan berbasis kecamatan, pendekatan yang diusulkan meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya sebesar 5.61%. Model ini diuji menggunakan Excel Solver dalam berbagai skenario dampak bencana. Temuan menunjukkan bahwa dalam skenario 100% terkena dampak, 37 desa tercakup oleh 18 pos bantuan, dengan jarak tempuh pulang pergi 74.72 km. Dalam skenario 50% terkena dampak, 19 desa dilayani oleh 8 pos bantuan, dengan jarak berkurang menjadi 33.65 km. Temuan ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan teknik pengelompokan dengan model pengoptimalan untuk meningkatkan perencanaan logistik kemanusiaan berbasis data. Kerangka kerja yang diusulkan memfasilitasi distribusi bantuan yang sistematis, menjadikannya solusi yang yang dapat disesuaikan dengan wilayah rawan bencana lainnya untuk memperkuat strategi tanggap bencana banjir.
 
Dampak pengembangan ekonomi lokal terhadap kemandirian masyarakat kampung Batik Laweyan
Kampung Batik Laweyan is one of the oldest Batik Villages in Indonesia and is an integrated tourism area. It not only focuses on batik trading, but also batik education, historical tourism, and regional culinary specialties. Kampung Batik Laweyan is a manifestation of an inclusive economy for the community. The activities of the Kampung Batik Laweyan community utilize local economic potential with the aim of community independence and welfare. The purpose of this study is to analyze the impact of local economic development on community independence in Kampung Batik Laweyan. This study used a quantitative approach with a questionnaire supported by a qualitative approach with in-depth interviews. The sampling technique used simple random sampling with a total of 35 respondents. The data were processed with the Spearman Rank correlation test to determine the correlation of local economic development with community self-reliance and SEM PLS regression test to determine the impact of local economic development on community self-reliance. Thus, human capital development and financial support need to be improved so the local economic development process can carry out massively and have impacts on the welfare of local communities. Policies that focus on education and access to financial resources will ensure broader and sustainable impact. The results showed a correlation between the level of local economic development and the level of community independence. The higher the value of local economic development, the higher the value of community independence. Local economic development affects community self-reliance in the aspects of human capital and financial capital.Kampung Batik Laweyan is one of the oldest Batik Villages in Indonesia and is an integrated tourism area. It not only focuses on batik trading, but also batik education, historical tourism, and regional culinary specialties. Kampung Batik Laweyan is a manifestation of an inclusive economy for the community. The activities of the Kampung Batik Laweyan community utilize local economic potential with the aim of community independence and welfare. The purpose of this study is to analyze the impact of local economic development on community independence in Kampung Batik Laweyan. This study used a quantitative approach with a questionnaire supported by a qualitative approach with in-depth interviews. The sampling technique used simple random sampling with a total of 35 respondents. The data were processed with the Spearman Rank correlation test to determine the correlation of local economic development with community self-reliance and SEM PLS regression test to determine the impact of local economic development on community self-reliance. Thus, human capital development and financial support need to be improved so the local economic development process can carry out massively and have impacts on the welfare of local communities. Policies that focus on education and access to financial resources will ensure broader and sustainable impact. The results showed a correlation between the level of local economic development and the level of community independence. The higher the value of local economic development, the higher the value of community independence. Local economic development affects community self-reliance in the aspects of human capital and financial capital
Potensi inovasi Noken perempuan asli Baliem sebagai ekonomi kreatif dalam pengembangan pariwisata di kabupaten Jayawijaya
The purpose of this study was to identify and analyze the value and function of noken as local wisdom/culture of the Baliem Community; the role of noken as a creative economy for Baliem Indigenous Women and the opportunities for noken in tourism development. The research method is a qualitative method including ethnography, in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGD) and case studies. The results of the study indicate that the value of noken in the life of the Baliem Community is a cultural symbol that cannot be separated from everyday life and is maintained from generation to generation. The philosophy of noken is a symbol of good life, love of peace, and fertility for the Community. Noken as a creative economy development is carried out through 1) empowering local communities to increase family income and have an impact on community welfare. 2). Innovation as a solution to survive in the face of competition in the development of the creative economy for the sustainability of the existence of noken in the future. 3). Noken has global marketing opportunities with high value 4). The sustainability of noken in the development of the Creative Economy requires the support of the Jayawijaya Regency government. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis nilai dan fungsi noken sebagai kearifan lokal/budaya Masyarakat Baliem; peranan noken sebagai ekonomi kreatif bagi Perempuan Asli Baliem dan peluang noken dalam pengembangan pariwisata. Metode penelitian adalah metode kualitatif termasuk etnografi, wawancara mendalam, Diskusi Kelompok Terfokus(FGD) dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai noken dalam kehidupan Masyarakat Baliem merupakan simbol budaya yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari dan dijaga secara turun temurun. Filosofi noken merupakan simbol kehidupan yang baik, cinta perdamaian, serta kesuburan bagi Masyarakat. Noken sebagai pengembangan ekonomi kreatif dilakukan melalui 1) pemberdayaan Masyarakat lokal bagi meningkatkan pendapatan keluarga dan membawa dampak bagi kesejahteraan Masyarakat. 2). Inovasi sebagai solusi bertahan menghadapi persaingan dalam pengembangan ekonomi kreatif untuk keberlanjutan eksistensi noken ke depan. 3). Noken memiliki peluang pemasaran global dengan nilai yang tinggi 4). Keberlangsungan noken dalam pengembangan Ekonomi Kreatif memerlukan dukungan pemerintah daerah Kabupaten Jayawijaya. Peluang noken dalam pengembangan pariwisata Di Kabupaten Jayawijaya sebagai berikut: 1). noken memiliki peluang besar sebagai produk khas daerah yang berbasis budaya, namun kendala yang ditemui :sebagian besar masyarakat menentang penggunaan noken oleh Masyarakat lain; 2). Peluang noken dapat dilakukan melalui integrasi daya tarik noken sebagai program promosi wisata yang sudah dilakukan oleh pemerintah melalui: pameran -pameran, festival Lembah Baliem, Noken street Fashion dan noken dijadikan sebagai souvenir atau hadiah dan diisi dengan kopi karena produk unggulan pertanian di Kabupaten Jayawijaya; 3). Pengembangan ekowisata berkelanjutan