Journal Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST)
Not a member yet
    7128 research outputs found

    TINJAUAN PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PEMAHAMAN KODE ETIK PROFESI AKUNTAN

    No full text
    The purpose of this study is to evaluate accounting students' perceptions of the understanding of the ethics of the accounting profession in several universities in Central Java. The ethics of the accounting profession plays a significant role in shaping professional behavior. These decisions will ultimately influence the level of public trust in the credibility of financial reports. The researcher used a quantitative approach with a questionnaire (Google Form) as the research instrument. From several universities in Central Java, the researcher obtained 64 student samples. In sampling, the researcher used a purposive sampling method with the criteria of students who have taken courses in Audit and Business Ethics. Later, the data will be analyzed using validity tests, reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression, T-tests, and F-tests. The results of the study indicate that Gender, Ethical Knowledge and Love of Money have a positive effect on students' understanding of the code of ethics of the accounting profession. In addition, the Education Level variable does not affect students' perceptions of the understanding of the code of ethics of the accounting profession. This study is expected to improve students' understanding of the importance of ethical attitudes in the accounting profession.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi persepsi mahasiswa akuntansi terhadap pemahaman etika profesi akuntan di beberapa Perguruan Tinggi Jawa Tengah. Etika profesi akuntan berperan penting dalam pembentukan perilaku profesional sehingga dapat memberikan dampak terkait pengambilan suatu keputusan. Keputusan tersebut nantinya akan mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kredibilitas laporan keuangan. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan intrumen penelitian berupa kuesioner (Google Form). Dari beberapa perguruan tinggi di Jawa Tengah peneliti memperoleh 64 sampel mahasiswa. Dalam pengambilan sampel, peneliti menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria mahasiswa yang sudah menempuh mata kuliah Audit dan etika bisnis. Nantinya data tersebut akan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji-T, dan uji-F. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa faktor Gender, Pengetahuan Etika dan Kecintaan pada Uang berpengaruh positif terhadap pemahaman mahasiswa tentang kode etik profesi akuntan. Disamping itu, variabel Tingkat Pendidikan tidak memberikan pengaruh terhadap persepsi mahasiswa tentang pemahaman kode etik profesi akuntan. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait pentingnya sikap etika dalam profesi akunta

    PERAN INOVASI PRODUK MEMEDIASI ORIENTASI PELANGGAN TERHADAP KINERJA PEMASARAN

    No full text
    This study aims to analyze the effect of customer orientation on marketing performance with product innovation as a mediating variable in aluminum craft MSMEs. This study is an associative quantitative research that aims to examine the relationship between product innovation and customer orientation on marketing performance, as well as to test the mediating role of marketing performance. Data were collected through questionnaires and interviews with aluminum-based handicraft SMEs in Pontianak and Kubu Raya. The population consisted of all SMEs in this sector, with a sample of 110 business actors determined using purposive sampling based on the criterion of having operated for at least three years. Data analysis was conducted using SEM with the aid of AMOS software. The results show that three of the four hypotheses tested are significant, namely (1) customer orientation has a direct effect on product innovation, (2) product innovation has a positive effect on marketing performance, and (3) customer orientation does not have a direct effect on marketing performance

    MANAJEMEN SDM DI PESANTREN-PESANTREN MANDAILING NATAL: INTEGRASI KEARIFAN LOKAL DAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model manajemen sumber daya manusia (SDM) di pesantren-pesantren Mandailing Natal dengan fokus pada integrasi kearifan lokal dan kompetensi profesional guru. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen untuk menggali praktik manajemen SDM yang berjalan secara tradisional sekaligus adaptif terhadap tuntutan pendidikan modern. Analisis dilakukan dengan memadukan perspektif teori values-based HRM, cultural embeddedness, teori kompetensi, experiential learning, serta pendekatan hybrid management. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: pertama, kearifan lokal Mandailing khususnya filosofi Dalihan Na Tolu berperan sebagai kerangka etis yang memengaruhi hubungan kerja, loyalitas guru, dan pola kepemimpinan pesantren. Kedua, kompetensi profesional guru berkembang adaptif melalui kombinasi pembinaan tradisional, mentoring, diskusi kitab, serta pelatihan berbasis kurikulum nasional. Ketiga, pesantren menerapkan model manajemen SDM hibrida yang memadukan mekanisme tradisional dan sistem modern melalui proses rekrutmen, pembinaan, dan evaluasi kinerja yang semakin terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pengelolaan SDM pesantren Mandailing Natal ditentukan oleh kemampuan lembaga dalam mengintegrasikan nilai budaya lokal dengan prinsip profesionalisme kontemporer. Model ini memberikan kontribusi bagi kajian manajemen pendidikan berbasis nilai serta menawarkan kerangka alternatif untuk pengembangan SDM di lembaga berbasis tradisi

    ANALISIS PENYEBAB KETERLAMBATAN STOK BAHAN KEMASAN MENGGUNAKAN METODE LEAN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (LSCM) PADA PT. XYZ

    No full text
    This study aims to identify the causes of delays in packaging material stock at PT XYZ, which lead to production downtime and imbalance between critical and excess inventory. A qualitative case study approach was applied using interviews, observations, and documentation. Data were analyzed through the Lean Supply Chain Management (LSCM) framework and the DMAIC methodology, while the Fishbone Diagram was used to determine root causes. The results indicate two major forms of waste: waiting waste arising from manual PR and PO approvals, and inventory waste due to the absence of safety stock and non–real-time inventory updates. These issues stem from limited human resources, manual processes, and weak information flow. The study recommends digitalizing procurement processes and improving inventory control and coordination

    STRATEGI PEMASARAN DALAM MENGATASI KETERGANTUNGAN PELANGGAN UTAMA DI PT ADI JAYA NUSANTARA PERKASA

    No full text
    This study is motivated by PT Adi Jaya Nusantara Perkasa’s high dependency on a single major client that contributes a significant portion of the company’s revenue, creating substantial risks to business sustainability should contract termination, policy changes, or a decline in service demand occur. The research aims to analyze the company’s existing marketing strategies and identify alternative approaches that can effectively reduce such dependency. A qualitative research method with a case study approach was employed, utilizing in-depth interviews with management and employees, direct observation of marketing activities, and an examination of internal company documents. The findings reveal that the company’s current marketing practices remain conventional and rely heavily on long-standing personal relationships with existing clients, while efforts to penetrate new markets, innovate promotional strategies, and adopt Digital Marketing tools are still limited. The study highlights the urgency for strategic transformation through market diversification by targeting potential sectors such as renewable energy, chemical manufacturing, and sustainable infrastructure. Furthermore, optimizing Digital Marketing through social media, corporate websites, and professional platforms is crucial to expanding promotional reach and enhancing visibility. Strengthening brand positioning as an adaptive and experienced Engineering Procurement Construction service provider is also essential in attracting new clientele. Additionally, the development of a comprehensive Customer Relationship Management (CRM) system is recommended to improve data management and deliver more personalized customer service. Overall, the study concludes that an integrated implementation of market diversification, Segmentin-Targeting-Positioning Strategies, Digital Marketing, and CRM has significant potential to reduce client dependency, stabilize revenue streams, and enhance the company’s long-term competitiveness. &nbsp

    PENGARUH KARAKTERISTIK DEWAN DIREKSI TERHADAP KINERJA KEUANGAN YANG DIMODERASI OLEH BANK SIZE DI INDONESIA

    No full text
    This study analyzes the influence of board of directors’ characteristics on the financial performance of banks in Indonesia, considering the moderating role of bank size and control variables such as gross domestic product and liquidity risk rasio. The study using a quantitative approach and panel data from 21 commercial banks listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2019–2023, analysis used panel data regression techniques. The findings reveal that bank size and liquidity risk ratio have a significant positive effect on financial performance, measured by return on assets (ROA) and return on equity (ROE). However, board characteristics such as board size, board independence, board gender diversity, and board age diversity do not significantly influence financial performance, nor do their interaction terms with bank size or gross domestic product. Implication for bank management is the importance of focusing on bank size and liquidity risk rasio management to improve profitability, while the role of board characteristics requires further investigation

    Children's reading skills: The role of parental involvement in elementary school education

    No full text
    Reading skills are fundamental to reading and must be possessed by students, especially elementary school students, as preparation for success in reading. The purpose of this study was to determine the effect of parents' perceptions of involvement on the reading skills of elementary school students. The research method used in this study was quantitative with statistical analysis. The research subjects in this study were elementary school students at Catholic School "X" in the Atambua area, East Nusa Tenggara (NTT). The research sample consisted of 40 students who met the research criteria. The research subjects were elementary school students in grades 4 and 5, both male and female, living with their parents, and already fluent in simple reading. The sampling technique used was purposive sampling based on specific characteristics. The research instruments used in this study were a scale of parental involvement perception and a reading skills scale. The data analysis technique in this study was a simple linear regression test. The results of the study showed a beta coefficient (B = 0.724), indicating a positive prediction of the influence of parental involvement perception on reading skills in elementary school students, with an F coefficient value (p = 0.001), so that the effective contribution of parental involvement perception to reading skills in elementary school students was 52.4%

    Analisis Wacana Kritis Sara Mills Dalam Novel Genduk Duku Karya Mangunwijaya: Critical Discourse Analysis of Sara Mills’ Model in Mangunwijaya’s Novel Genduk Duku

    No full text
    Penelitian yang berjudul “Analisis Wacana Kritis Sara Mills dalam Novel Genduk Duku karya Mangunwijaya” ini bertujuan untuk mendeskripsikan posisi tokoh-tokoh perempuan yang melakukan perlawanan terhadap ketidakadilan dalam novel Genduk Duku karya Mangunwijaya. Penelitian ini memakai metode kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini yang berupa rangkaian kalimat dianalisis menggunakan teori analisis wacana kritis Sara Mills. Analisis wacana kritis Sara Mills digunakan untuk mengungkapkan posisi perempuan di dalam teks, khususnya posisi tokoh-tokoh perempuan yang melakukan perlawanan dalam novel Genduk Duku karya Mangunwijaya. Posisi-posisi yang dimaksud Sara Mills yakni siapa yang menjadi subjek pencerita atau siapa yang menjadi objek yang diceritakan dalam teks serta bagaimana posisi pembaca mengidentifikasikan dirinya dengan teks. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa ada dua bentuk perlawanan dalam novel Genduk Duku, yaitu perlawanan radikal dan perlawanan kompromis sesuai temuan Dita tahun (2012). Kedua perlawanan tersebut ditampilkan paling banyak sebagai posisi pembaca, kemudian posisi subjek dan posisi objek. Pemberian porsi posisi-posisi perlawanan perempuan dalam novel Genduk Duku ini juga mengungkapkan sikap atau keyakinan Mangunwijaya yang mendukung perlawanan perempuan terhadap ketidakadilan laki-laki.Penelitian yang berjudul “Analisis Wacana Kritis Sara Mills dalam Novel Genduk Duku karya Mangunwijaya” ini bertujuan untuk mendeskripsikan posisi tokoh-tokoh perempuan yang melakukan perlawanan terhadap ketidakadilan dalam novel Genduk Duku karya Mangunwijaya. Penelitian ini memakai metode kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini yang berupa rangkaian kalimat dianalisis menggunakan teori analisis wacana kritis Sara Mills (1997). Analisis wacana kritis Sara Mills digunakan untuk mengungkapkan posisi perempuan di dalam teks, khususnya posisi tokoh-tokoh perempuan yang melakukan perlawanan dalam novel Genduk Duku karya Mangunwijaya. Posisi-posisi yang dimaksud Sara Mills yakni siapa yang menjadi subjek pencerita atau siapa yang menjadi objek yang diceritakan dalam teks serta bagaimana posisi pembaca mengidentifikasikan dirinya dengan teks. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa ada dua bentuk perlawanan dalam novel Genduk Duku, yaitu perlawanan radikal dan perlawanan kompromis sesuai temuan Dita (2012). Kedua perlawanan tersebut ditampilkan paling banyak sebagai posisi pembaca, kemudian posisi subjek dan posisi objek. Pemberian porsi posisi-posisi perlawanan perempuan dalam novel Genduk Duku ini juga mengungkapkan sikap atau keyakinan Mangunwijaya yang mendukung perlawanan perempuan terhadap ketidakadilan laki-lak

    Lanskap Linguistik Pesantren: Refleksi Identitas Religius dan Budaya Lokal di Situbondo: The Linguistic Landscape of Islamic Boarding Schools: Reflections on Religious Identity and Local Culture in Situbondo

    No full text
    Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan bentuk dan fungsi bahasa serta mendeskripsikan bagaimana tanda-tanda luar ruang—seperti papan nama, papan informasi, poster, petunjuk arah, baliho, spanduk, dan kutipan religius/motivasi—merepresentasikan nilai religius dan budaya lokal di lingkungan pesantren di Situbondo, Jawa Timur. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi pada 15 pesantren terpilih, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis bentuk bahasa menggunakan teori Yendra dan Artawa (2020), sedangkan fungsi bahasa merujuk pada Landry dan Bourhis (1977). Dari 322 data yang dianalisis, ditemukan tiga bentuk bahasa dalam lanskap linguistik pesantren, yaitu monolingual, bilingual, dan multilingual, dengan dominasi bentuk bilingual Indonesia–Arab yang menunjukkan integrasi kuat antara bahasa nasional dan bahasa keagamaan. Dua fungsi bahasa teridentifikasi, yaitu fungsi informatif dan fungsi simbolis, yang menggambarkan bahwa penyampaian informasi di pesantren sekaligus menjadi sarana menampilkan identitas religius dan budaya. Identitas religius direpresentasikan melalui penggunaan bahasa Arab, sedangkan identitas budaya tampak melalui penggunaan bahasa Madura. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas kajian lanskap linguistik pada konteks institusi keagamaan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengklasifikasi bentuk (variasi) bahasa, fungsi bahasa, dan memaparkan bagaimana bahasa-bahasa yang ada pada tanda luar seperti papan nama, papan informasi/pengumuman, poster, petunjuk arah, baliho, spanduk, dan kutipan keagamaan/motivasi merepresentasikan nilai religius dan budaya lokal yang ada di lingkungan pesantren di Situbondo, Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan dengan menggunakan metode random sampling melalui observasi, dokumentasi dan wawancara di 15 (lima belas) pesantren terpilih yang ada di Situbondo. Selanjutnya, data dianalisis melalui tiga langkah, yaitu reduksi data, penyajian data, dan terakhir penarikan kesimpulan/verifikasi. Data dianalisis berdasarkan pada bentuk (variasi) bahasa, fungsi bahasa, serta representasi nilai religius dan budaya lokal yang muncul dalam lanskap linguistik di lingkungan pesantren. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk bahasa pada lanskap linguitik di lingkungan pesantren, yaitu monolingual, bilingual, dan multilingual. Adapun bentuk dominan yang ditemukan yaitu bilingual dengan variasi Bahasa Indonesia-Arab. Hal ini menunjukkan adanya integrasi kuat antara bahasa nasional dengan bahasa keagamaan. Selanjutnya, ditemukan pula penggunaan Bahasa Madura yang merepresentasikan kebudayaan lokal masyarakat Situbondo. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa identitas religius di pesantren Situbondo ditunjukkan melalui penggunaan bahasa Arab, sedangkan identitas budaya ditunjukkan melalui penggunaan bahasa Madura

    Kreativitas Bentuk Sapaan Akun Media Sosial Kementerian dan Lembaga Negara Indonesia: Analisis Berbantuan Korpus: Creativity in the Forms of Address on Social Media Accounts of Indonesian Ministries and State Institutions: A Corpus-Assisted Analysis

    No full text
    Penelitian tentang bentuk sapaan dalam bahasa Indonesia telah banyak dilakukan, namun kajian mengenai sapaan di media sosial, terutama akun resmi kementerian dan lembaga negara, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menginventarisasi bentuk sapaan baru yang digunakan serta mendeskripsikan kreativitas para administrator media sosial. Data dikumpulkan dari akun resmi 40 kementerian dan 49 lembaga negara yang menggunakan bentuk sapaan tertentu. Metode yang digunakan meliputi Metode Simak dengan Teknik Sadap dan Catat, serta analisis menggunakan Metode Padan Intralingual dan Teknik HBSP. Frekuensi kemunculan sapaan juga diolah menggunakan aplikasi korpus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk sapaan yang digunakan merupakan bentuk baru dalam kategori istilah kekerabatan, seperti Sobat, Kawan, Teman, Rekan, Warga, Mitra, Insan, dan istilah asing. Sapaan tersebut juga membentuk variasi baru berupa singkatan, akronim, atau gabungan dengan unsur nama. Temuan ini menunjukkan adanya inovasi penggunaan sapaan yang disesuaikan dengan karakter komunikasi digital, sekaligus memperkaya variasi bentuk sapaan pada konteks kelembagaan negara.Penelitian mengenai bentuk sapaan dalam bahasa Indonesia sudah banyak dilakukan dalam berbagai konteks. Namun, penelitian terkait bentuk sapaan dalam dunia komunikasi digital seperti media sosial belum banyak dilakukan. Secara khusus, penelitian bentuk sapaan yang digunakan oleh akun media sosial kementerian dan lembaga negara di Indonesia belum pernah dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting dan menarik dengan tujuan untuk menginventarisasi berbagai bentuk sapaan baru yang digunakan serta mendeskripsikan kreativitas administrator media sosialnya. Data dikumpulkan dari akun media sosial kementerian dan lembaga negara berdasarkan struktur Kabinet Merah Putih berjumlah 40 kementerian dan 49 lembaga negara. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang teridentifikasi menggunaan bentuk sapaan tertentu pada akun resminya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Metode Simak dengan Teknik Dasar Sadap dan Teknik Lanjutan Catat. Penganalisisan data menggunakan Metode Padan Intralingual dengan Teknik Hubung Banding Menyamakan Hal Pokok (HBSP). Selain itu, pada tahapan ini, frekuensi penggunaan bentuk sapaan diidentifikasi dengan memanfaatkan aplikasi korpus Antconc versi 4.3.1. Pada tahapan penyajian data, digunakan Metode Informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk sapaan yang digunakan merupakan bentuk baru dalam jenis istilah kekerabatan yang belum pernah diperikan. Bentuk sapaan yang dimaksud berupa Sobat, Sahabat, Kawan, Teman, Rekan, Warga, Kawula, Mitra, Insan, Konsumen, dan istilah asing. Bentuk sapaan juga terklasifikasi menjadi perpaduan istilah kekerabatan berupa singkatan, akronim, istilah asing, relevansi dengan unsur nama, unsur nama utuh, penggalan unsur nama, serta gabungan singkatan dan akronim. Hasil penelitian ini juga mencerminkan inovasi bentuk sapaan karena menyesuaikan konteks penggunaan di dunia komunikasi digital

    0

    full texts

    7,128

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇