Jurnal Universitas Siliwangi
Not a member yet
2884 research outputs found
Sort by
Innovation and Green Entrepreneurship: Strengthening MSMEs through Productive Waste Management
Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in supporting the national economy, particularly in creating employment opportunities and promoting community-based economic independence. However, they face increasing challenges such as market competition, shifting consumer behavior, and growing environmental concerns. One relevant approach to address these challenges is green entrepreneurship, a business concept that integrates economic value with environmental sustainability. This community service program was conducted in Griya Asri Bangunjiwo Residential Area, aiming to enhance the awareness and understanding of local women’s groups about the importance of household waste management as part of a community-based green economy initiative. The activity employed a participatory socialization method, consisting of preparation, material presentation, simple demonstrations, and interactive discussions. The results show that, although the activity was still limited to the socialization and educational stages, there was a significant improvement in participants’ knowledge and awareness regarding the reduce, reuse, recycle (3R) principles and the economic potential of household waste management. The participants’ high enthusiasm indicates readiness for further training in recycled product creation and green entrepreneurship development. Therefore, this activity serves as a foundational step toward empowering communities to build competitive and sustainable environment-based MSMEs. Furthermore, the program contributes to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 11 (Sustainable Cities and Communities) and Goal 12 (Responsible Consumption and Production)
Empowering Local Culinary MSMEs in Setiawaras Village through Financial Literacy, Marketing Strategies, and Digital Technology Utilization
This community service program was conducted to enhance the capacity of local culinary MSME actors in Setiawaras Village, Tasikmalaya, through financial literacy education, digital marketing strategies, and the use of simple technologies. The activities employed expository and inquiry-based approaches, enabling participants to understand concepts systematically while linking them to their business experiences. The results indicate improved participant understanding of financial services access, business record-keeping, branding techniques, and digital media utilization for promotion. Participants also became familiar with cashier applications, electronic payments, and online selling platforms relevant to home-based businesses. Data analysis shows changes in participants’ attitudes, motivation, and readiness to develop their businesses more professionally. This program provides practical contributions to strengthening rural MSMEs and serves as a replicable model for village governments and educational institutions
Kebiasaan Sarapan, Kualitas Tidur, dan Screen Time Terhadap Konsentrasi Belajar SMP Kartika X-1 Bandung
ABSTRACTThe ability to concentrate on learning is very important in supporting students’ academic achievements. Learning concentration is influenced by various lifestyle factors such as breakfast habits, sleep quality, and gadget screen time. This study aims to determine how the relationship between these three variables affects students’ learning concetration at SMP Kartika X-1 Bandung. This analytical observational research uses a cross-sectional approach involving 143 subjects from grades VII and VIII, selected through proportionate stratified random sampling techniques. The research instruments included a breakfast habits questionnaire, the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), a gadget screen time questionnaire, and a learning concentration questionnaire. The result show that (52.4%) of respondents have requent breakfast habits, (49%) have sufficient sleep quality, (74.1%) have excessive screen time, and (41.3%) have low learning concentration. Bivariate analysis shows that breakfast habits p=0.011, sleep quality p=0.000, and gadget screen time p=0.012 are significantly relate to students’ concentration (p0.05)ABSTRAKKemampuan dalam konsentrasi belajar sangat penting dalam mendukung prestasi akademik siswa. Konsentrasi belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor gaya hidup seperti kebiasaan sarapan, kualitas tidur, dan screen time gadget. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana hubungan antara ketiga variabel ini mempengaruhi konsentrasi belajar siswa di SMP Kartika X-1 Bandung. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 143 subjek dari kelas VII dan VIII, yang dipilih melalui teknik proportionate strastified random sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner kebiasaan sarapan, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), kuesioner screen time gadget, dan kuesioner konsentrasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (52.4%) responden memiliki kebiasaan sarapan yang baik, (49%) memiliki kualitas tidur yang cukup, (74.1%) memiliki screen time berlebihan, dan (41,3%) memiliki konsentrasi belajar yang rendah. Analisis bivariat menunjukkan bahwa kebiasaan sarapan p=0.011, kualitas tidur p=0.000, dan screen time gadget p=0.012 secara signifikan berkaitan dengan konsentrasi belajar siswa (p0.05)
Text Mining-Based Sentiment Analysis of ChatGPT Users on X Platform Using Naïve Bayes Algorithm
ChatGPT (Generative Pre-trained Transformer) is a natural language processing model based on Artificial Intelligence (AI) that is currently trending. ChatGPT is widely used by the public because it is considered very helpful in completing tasks or solving problems faced by society. However, as the use of ChatGPT grows, questions have arisen about how people perceive and respond to interactions with ChatGPT present. The use of ChatGPT not only creates opportunities but also new challenges in understanding user perceptions and sentiments toward this technology. For example, various controversies have emerged regarding the presence of ChatGPT. Therefore, this research aims to determine the sentiments of society, particularly among users of social media X, toward ChatGPT, and whether most of society views it positively, negatively, or neutrally. By conducting sentiment analysis and implementing Text Mining, the tendency of a particular sentiment or opinion, whether it leans toward positive, negative, or neutral, can be obtained relatively easily. The method used in this research is SEMMA (Sample, Explore, Modify, Model, Assess) with Naïve Bayes as the algorithm to be implemented. To evaluate the model, a Confusion Matrix is used. The sentiment analysis results show that out of a total of 1,314 data points, 39.4% were positive, 37.7% were neutral, and 22.9% were negative. The classification model achieved an accuracy of 72.78%, which is considered quite good
Eksplorasi Etnomatematika pada Kerajinan Anyaman Eceng Gondok di Desa Kudadepa Sebagai Bahan Pembelajaran Matematika
Anyaman eceng gondok merupakan salah satu anyaman yang berasal dari Desa Kudadepa, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki makna filosofis dan berkaitan dengan konsep matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi etnomatematika pada anyaman eceng gondok yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi untuk mendeskripsikan filosofi dan konsep matematika yang terkandung dalam kerajinan anyaman eceng gondok. Pendekatan etnografi bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan cara hidup, kebiasaan, nilai, dan cara pandang suatu kelompok masyarakat secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anyaman eceng gondok memiliki filosofi unsur-unsur matematika seperti Translasi, Refleksi, Deret, Pengukuran, dan lain-lain
Analisis Kebutuhan Pengembangan Ensiklopedia Tumbuhan Obat Etnis Melayu Berbasis Literasi Sains Sebagai Sumber Belajar pada Mata Kuliah Etnobotani
Sumber belajar mahasiswa pada mata kuliah etnobotani cukup terbatas, terutama dalam pembahasan tumbuhan obat berbagai etnis di Indonesia. Pengembangan ensiklopedia berbasis literasi sains menjadi solusi potensial sebagai sumber belajar karena mampu menggabungkan informasi ilmiah dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek, eksplorasi, dan keterhubungan fenomena nyata. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara detail dan menganalisis data yang diperoleh dari angket mengenai kebutuhan mahasiswa akan bahan ajar berbentuk ensiklopedia sebagai salah satu sumber belajar mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan instrumen berupa angket analisis kebutuhan pengembangan ensiklopedia tumbuhan obat. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan biologi, Program Studi Biologi yang telah menyelesaikan mata kuliah etnobotani, dengan sampel sebanyak 31 orang yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar angket kebutuhan mahasiswa terhadap pengembangan ensiklopedia tumbuhan obat etnis Melayu berbasis literasi sains. Hasil angket kemudian di analisis secara deskriptif menggunakan persentase. Dari hasil analisis didapatkan bahwa 100% mahasiswa menganggap perlu adanya bahan ajar yang membahas berbagai fenomena yang dijadikan pokok bahasan etnobotani tumbuhan obat dan disajikan dalam bentuk cetak serta perlunya pengembangan sumber belajar ensiklopedia yang dapat meningkatkan literasi sains mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian ini maka perlu dikembangkan ensiklopedia tumbuhan obat etnis Melayu berbasis literasi sains untuk digunakan pada mata kuliah etnobotani
PERAN ORANG TUA DALAM MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI DI BA BALEHARJO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran orang tua dalam mendukung proses pembelajaran anak usia dini di BA Baleharjo, Pacitan. Keterlibatan orang tua dianggap memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak, khususnya dalam fase pembelajaran usia dini yang tekanan pendekatan holistik dan partisipatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan orang tua dan guru, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran yang melibatkan kolaborasi dengan keluarga.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua di BA Baleharjo terbagi dalam tiga bentuk utama: (1) peran sebagai motivator, yaitu memberikan dorongan dan semangat belajar anak di rumah; (2) peran sebagai fasilitator, yaitu menyediakan sarana belajar dan menciptakan suasana yang mendukung; serta (3) peran sebagai mitra, yaitu mewujudkan komunikasi aktif dengan guru untuk memantau perkembangan anak. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu, pemahaman orang tua terhadap kurikulum PAUD, serta perbedaan latar belakang pendidikan.Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa keterlibatan orang tua secara aktif dan berkesinambungan memiliki pengaruh positif terhadap proses dan hasil pembelajaran anak usia dini. Oleh karena itu, perlu adanya sinergi berkelanjutan antara lembaga PAUD dan orang tua guna menciptakan lingkungan belajar yang optimal bagi anak.Kata kunci : peran orang tua, anak usia dini, pembelajaran PAUD, BA Baleharj
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING MEDIA CORELDRAW UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS DI MTS MATHOLI’UL HUDA PATI
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas penerapan model pembelajaran berbasis proyek Project Based Learning (PBL) dengan memanfaatkan media CorelDRAW dalam meningkatkan keterampilan siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di MTs Mathali’ul Huda Pati. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian kualitatif. Menggunakan penelitian kualitatif karena data yang dikumpulkan bukan berupa angka, melainkan data tersebut berasal dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan menggunakan analisis data Milles dan Huberman. Subjek penelitian adalah siswa kelas 8 A di MTs Mathali’ul Huda Pati. Tehnik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi, karena untuk memperoleh keterangan mengenai perencanaa, pelaksanaan dan model pembelajaran Project Based Learning, dengan menganalisis data menurut Milles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, penerikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL dengan media CorelDRAW memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan siswa dalam mata pelajaran IPS. Keterampilan yang mengalami peningkatan signifikan adalah keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan komunikasi. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata siswa pada setiap siklus serta hasil observasi yang menunjukkan peningkatan aktivitas dan partisipasi siswa selama proses pembelajaran. Peningkatan keterampilan siswa dapat dijelaskan karena model PBL memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif, menemukan sendiri konsep-konsep yang dipelajari, dan menyelesaikan masalah secara nyata. Selain itu, penggunaan media CorelDRAW membantu siswa dalam menyajikan hasil proyek mereka secara menarik dan kreatif
Collaborative Innovations in Feedback Provision and Their Effectiveness with ChatGPT-based Approaches for Academic Writing
In this evolving generation, examining the educational sector, feedback has been a critical element of the educational process, helping the drill and students' performance. With the discovery of Artificial Intelligence innovations, thrilling possibilities were offered for the feedback process enhancement. This study explores the perceptions of both students and educators on the role of collaborative innovations in feedback provision when integrated with ChatGPT-based approaches in academic writing. Additionally, it examines how the incorporation of ChatGPT in collaborative feedback settings influences student engagement and writing development, considering perspectives from both groups. This study utilizes a narrative review approach of 44 studies, 39 of which are highly relevant, to examine ChatGPT's role in feedback mechanisms. It highlights strengths in personalized feedback and limitations in complex interactions. as the primary source of data collection. The literature review reveals that incorporating ChatGPT into feedback processes, as viewed by both students and educators, provides significant benefits such as enhanced accessibility, improved efficiency, and personalized technical assistance, while also highlighting limitations in handling complex or nuanced interactions. However, it also presents challenges, such as the risk of students becoming overly dependent on AI and the tool's limitations in addressing conceptual aspects of writing. Therefore, ChatGPT and feedback mechanisms are likely to remain integrated into academic writing processes for the time ahead. Keywords: Academic Writing, AI, ChatGPT, Collaborative Innovations, Feedbac
PENERAPAN METODE FUN LEARNING DALAM MENGEMBANGKAN MINAT BELAJAR ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR"AN ASSALMANIYYAH JAKARTA UTARA
Metode fun learning adalah metode belajar yang mengasyikkan dan menyenangkan dengan menciptakan lingkungan yang mendukung proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Dalam mengembangkan minat belajar anak usia 4-5 tahun, merupakan hal yang sulit dikarenakan pada umur 4-5 tahun mereka lebih suka bermain daripada belajar, mereka juga menganggap bahwa belajar adalah hal yang membosankan, maka dari itu guru TPA Assalmaniyyah menggunakan metode fun learning ketika pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dimana pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari hasil observasi ditemukan bahwa permasalahan utamanya adalah siswa/i cepat merasa bosan ketika sedang berlangsungnya pembelajaran, agar siswa/i mudah dalam memahami pembelajaran yang diberikan guru, diperlukan metode yang tepat. Oleh karena itu, metode fun learning dinilai memberikan pengaruh positif terhadap proses belajar mengajar, karena fokus menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan nyaman. Sehingga siswa/i lebih mudah menangkap materi yang disampaikan oleh guru