Jurnal Universitas Siliwangi
Not a member yet
2884 research outputs found
Sort by
Pelatihan Barista Dalam Menumbuhkan Motivasi Berwirausaha Peserta Didik Paket C Di SPNF SKB Kabupaten Bekasi
Pelatihan Barista dalam Menumbuhkan Motivasi Berwirausaha Peserta Didik Paket C Di SPNF SKB Kabupaten Bekasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses dan hasil pelatihan barista dalam menumbuhkan motivasi berwirausaha peserta didik paket C di SPNF SKB Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian sebanyak 4 orang responden yaitu kepala SKB SPNF, seorang instruktur pelatihan dan 2 orang peserta didik paket C. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukan bahwa proses pelatihan berjalan dengan baik diawali pada tahap pesiapan, tujuan, materi, matode, media, pelaksanaan dan evaluasi/penilaian, hal ini diperoleh bahwa peserta pelatihan dapat memenuhi lima sikap motivasi berwirausaha. Pembahasan hasil menunjukkan peserta pelatihan merasakan perubahan ke arah yang positif dari bertambahnya pengetahuan tentang dunia perkopian dan berwirausaha kedai kopi, memiliki keterampilan dalam meracik minuman berbahan baku kopi yang baik dan benar sesuai dengan prosedur serta peserta dapat mencerminkan sikap motivasi berwirausaha yang meliputi sikap percaya diri, berani mengambil resiko, pekerja keras dan pantang menyerah.
Analisis Strategi Set Piece pada Babak Final Pro Futsal League 2025
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan variasi set piece pada pertandingan Final Pro Futsal League 2025. Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuanitatif dengan desain ex post facto. Subjek dalam penelitian ini yaitu tim Bintang Timur Surabaya dan Black Steel FC Papua. Sumber data dan video dari penelitian ini berasal dari kanal YouTube yang diunggah secara resmi oleh Federasi Futsal Indonesia (FFI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa set piece menghasilkan sebanyak 101 kali percobaan dengan tingkat efektivitas mencapai 24,75% dan 6,93% diantaranya dikonversi menjadi gol, dengan kontribusi terbesar berasal dari corner-kick. Dapat disimpulkan bahwa set piece yang efektif dan bervariasi dapat berpengaruh dengan hasil akhir pertandingan. Temuan ini memberikan masukan kepada pelatih dan praktisi futsal sehingga dapat mengoptimalkan perencanaan latihan serta penerapan strategi set piece sebagai bagian penting dalam strategi futsal modern
Integrasi Tari Tradisional Bonet ke dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani sebagai Upaya Pelestarian Kearifan Lokal
Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan tarian tradisional Bonet ke dalam pembelajaran PJOK sebagai langkah strategis dalam melestarikan warisan budaya lokal di Kabupaten Timor Tengah Utara. Peneliti menggunakan metode campuran, yaitu pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara, serta dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru PJOK di lima sekolah menengah pertama serta seorang tokoh budayawan lokal. Peneliti kemudian menyusun RPP dan LKPD yang menggabungkan tarian Bonet ke dalam materi senam ritmik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian tarian Bonet dalam pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap budaya lokal, mendorong partisipasi siswa hingga 30%, serta memberikan kontribusi peningkatan kebugaran fisik sebesar 25%. Guru dan siswa merespons positif pendekatan ini karena mampu memadukan nilai-nilai budaya dengan aspek kebugaran secara relevan dan kontekstual. Disimpulkan bahwa Tarian Bonet berperan strategis dalam pendidikan jasmani sebagai sarana pengembangan fisik sekaligus pelestarian budaya yang memperkuat karakter dan identitas peserta didik di era globalisasi
Pengembangan Variasi Pembelajaran Passing Permainan Sepakbola Dengan Model Teaching Game For Understanding (TGfU) Pada Siswa Kelas VIII SMPN 1 Sumberpucung Berbasis E-Modul
Tujuan penelitian ini melakukan pengembangan variasi permainan sepakbola yang berbasis e-modul interaktif. Jenis penelitian ini termasuk pada penelitian pengembangan. Model pengembangan penelitian ini yakni ADDIE yang tersusun atas (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation serta (5) evaluation. Sampel 45 siswa kelas VIII SMPN 1 Sumberpucung. Beberapa ahli, yaitu media, pembelajaran dan materi. Instrumen penelitian yang mencakup observasi, angket penilai produk, serta dokumentasi. Pada hasil analisis data para ahli yakni ahli media diperoleh hasil 94%, ahli pembelajaran diperoleh hasil 93%, ahli materi diperoleh hasil 86 % jumlah rerata dari ketiga ahli mendapat 91% produk dinyatakan valid dan sesuai untuk di uji cobakan ke lapangan. Pada hasil data kelompok berkategori kecil diikuti oleh 15 siswa mendapat 86%, kelompok berkategori besar diikuti 25 siswa mendapat 92% jumlah rerata dari uji coba kelompok memperoleh hasil 89%. Bahwasanya produk pengembangan e-modul interaktif ini bermanfaat dalam proses pembelajaran PJOK kelas VIII SMPN 1 Sumberpucun
Pengembangan Variasi Pembelajaran Passing Sepak Bola dengan Metode Drill sebagai Aktivitas Belajar Siswa Kelas VII dalam Mata Pelajaran PJOK di MTsN 2 Malang
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan e-book variasi pembelajaran passing sepak bola dengan metode drill untuk siswa kelas VII MTsN 2 Malang. Latar belakang pengembangan ini didasarkan pada rendahnya kemampuan passing siswa, sehingga diperlukan variasi pembelajaran yang menarik sesuai analisis kebutuhan yang telah dilakukan. Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (RD) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 30 siswa kelas VII MTsN 2 Malang, yang terdiri dari 12 siswa dan 18 siswi. Data yang diperoleh merupakan data kuantitatif yang dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Validasi terhadap produk pengembangan dilakukan oleh 3 validator, yaitu ahli media dengan hasil sebesar 93% sangat valid, ahli pembelajaran dengan hasil sebesar 92% sangat valid, dan ahli sepak bola dengan hasil sebesar 91% sangat valid. Selanjutnya, uji coba produk dilakukan kepada siswa dan memperoleh hasil sebesar 89% sangat valid. Dari hasil analisis data, produk pengembangan e-book variasi pembelajaran passing sepak bola dengan metode drill dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk diterapkan sebagai bahan pembelajaran dalam pelajaran Penjasorkes materi sepak bola.Kata Kunci: Pasing Sepak Bola, Metode Drill, E-book
Analisis Tingkat Pendidikan dan Upah Minimum Regional Terhadap Kesempatan Kerja di Indonesia
This study aims to analyze the effect of education level and provincial minimum wage (UMP) on employment opportunities in Indonesia. The research employs a quantitative approach using panel data from 34 provinces, sourced from the Central Bureau of Statistics and the Ministry of Manpower for the period 2019–2024. In this study, employment opportunities are treated as the dependent variable, while education level and UMP serve as the independent variables. Data analysis is conducted using a panel data regression model, with the Fixed Effect Model selected as the best fit. The results show that education level has a significant positive effect on employment opportunities, while the UMP does not have a statistically significant partial effect. These findings suggest that improving education can be an effective strategy to promote job creation. Conversely, adjustments to the minimum wage do not automatically influence the level of employment opportunities Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak tingkat pendidikan dan upah minimum provinsi terhadap peluang kerja di Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel dari 34 provinsi yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik dan Kementerian Ketenagakerjaan selama periode 2019 hingga 2024. Dalam analisis ini, variabel dependen adalah kesempatan kerja, sementara tingkat pendidikan dan upah minimum provinsi (UMP) ditetapkan sebagai variabel independen. Pengolahan data dilakukan dengan metode regresi data panel, di mana model Fixed Effect dipilih sebagai model terbaik. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pendidikan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kesempatan kerja. Sebaliknya, variabel UMP secara parsial tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dapat menjadi kunci dalam memperluas akses terhadap lapangan kerja, sedangkan penyesuaian UMP tidak secara langsung berdampak pada peningkatan kesempatan kerj
Efektivitas Umpan Buah dan Lampu Kuning terhadap Tangkapan Hama Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros)
Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) merupakan salah satu hama utama kelapa sawit yang menyerang tanaman pada fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan berpotensi menurunkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai jenis umpan buah dan lampu warna kuning dalam meningkatkan daya tangkap perangkap kumbang tanduk. Penelitian dilakukan di Perkebunan Rakyat Desa Kembang Manis, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi menggunakan metode survey deskriptif dengan tujuh perlakuan, meliputi kombinasi umpan buah (nangka, pisang, nanas) dengan atau tanpa lampu kuning, dan diulang sebanyak tiga kali. Perangkap dipasang di lapangan selama 1 bulan dan pengamatan dilakukan setiap empat hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi fruit trap nanas dan lampu warna kuning merupakan perlakuan paling efektif, dengan jumlah tangkapan tertinggi mencapai 33 ekor kumbang. Perlakuan tanpa lampu menghasilkan tangkapan lebih rendah, dan umpan pisang tanpa lampu menunjukkan hasil terendah. Setelah dilakukan pengamatan maka jumlah kumbang tanduk jantan cenderung lebih banyak tertangkap dibandingkan betina. Pada pengendalian kumbang tanduk pada kelapa sawit, kombinasi antara nanas dan lampu warna kuning sangat direkomendasikan. Horned beetle (Oryctes rhinoceros) is one of the main pests of oil palm that attacks plants in the Immature Plant (TBM) phase and has the potential to reduce productivity. This study aims to evaluate the effectiveness of various types of fruit bait and yellow lights in increasing the catchability of horned beetle traps. The research was conducted in the Plantation of Kembang Manis Village, Tanjung Jabung Barat District, Jambi Provinceusing a descriptive survey method with seven treatments, including a combination of fruit baits (jackfruit, banana, pineapple) with or without yellow lights, and repeated three times. Traps were set in the field for 1 month and observations were made every four days. The results showed that the combination of pineapple fruit trap and yellow light was the most effective treatment, with the highest number of catches reaching 33 beetles. The treatment without lights produced lower catches, and the banana bait without lights showed the lowest results. After observation, the number of male horned beetles tended to be caught more than females. At horned beetle control in oil palm, a combination of pineapple and yellow light is recommended.Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) merupakan salah satu hama utama kelapa sawit yang menyerang tanaman pada fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan berpotensi menurunkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai jenis umpan buah dan lampu warna kuning dalam meningkatkan daya tangkap perangkap kumbang tanduk. Penelitian dilakukan di Perkebunan Rakyat Desa Kembang Manis, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi menggunakan metode survey deskriptif dengan tujuh perlakuan, meliputi kombinasi umpan buah (nangka, pisang, nanas) dengan atau tanpa lampu kuning, dan diulang sebanyak tiga kali. Perangkap dipasang di lapangan selama 1 bulan dan pengamatan dilakukan setiap empat hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi fruit trap nanas dan lampu warna kuning merupakan perlakuan paling efektif, dengan jumlah tangkapan tertinggi mencapai 33 ekor kumbang. Perlakuan tanpa lampu menghasilkan tangkapan lebih rendah, dan umpan pisang tanpa lampu menunjukkan hasil terendah. Setelah dilakukan pengamatan maka jumlah kumbang tanduk jantan cenderung lebih banyak tertangkap dibandingkan betina. Pada pengendalian kumbang tanduk pada kelapa sawit, kombinasi antara nanas dan lampu warna kuning sangat direkomendasikan. Horned beetle (Oryctes rhinoceros) is one of the main pests of oil palm that attacks plants in the Immature Plant (TBM) phase and has the potential to reduce productivity. This study aims to evaluate the effectiveness of various types of fruit bait and yellow lights in increasing the catchability of horned beetle traps. The research was conducted in the Plantation of Kembang Manis Village, Tanjung Jabung Barat District, Jambi Provinceusing a descriptive survey method with seven treatments, including a combination of fruit baits (jackfruit, banana, pineapple) with or without yellow lights, and repeated three times. Traps were set in the field for 1 month and observations were made every four days. The results showed that the combination of pineapple fruit trap and yellow light was the most effective treatment, with the highest number of catches reaching 33 beetles. The treatment without lights produced lower catches, and the banana bait without lights showed the lowest results. After observation, the number of male horned beetles tended to be caught more than females. At horned beetle control in oil palm, a combination of pineapple and yellow light is recommended
Pengaruh Waktu Penyangraian Terhadap Aktivitas Antioksidan Biji Kakao Fermentasi
Biji kakao (Theobroma cacao) merupakan sumber antioksidan alami yang potensial, terutama senyawa polifenol, yang keberadaannya dapat terpengaruh oleh proses pengolahan, termasuk penyangraian. Proses penyangraian berperan penting dalam menentukan kualitas akhir kakao, tidak hanya dari sisi sensori tetapi juga bioaktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh waktu penyangraian (10, 14, 18, dan 22 menit) terhadap aktivitas antioksidan biji kakao fermentasi. Analisis dilakukan menggunakan metode DPPH dan dinyatakan dalam nilai IC50 (mg/mL) dengan Rancangan Acak Lengkap satu faktor. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan antar perlakuan (p 0,05), di mana aktivitas antioksidan tertinggi (IC50 terendah sebesar 6,29 - 4,45 mg/mL) diperoleh pada penyangraian selama 22 menit. Peningkatan aktivitas ini diduga terkait dengan pembentukan senyawa hasil reaksi Maillard. Dalam kondisi penelitian pada suhu 135 'C, waktu penyangraian 22 menit memberikan aktivitas antioksidan tertinggi sehingga dapat dipertimbangkan sebagai waktu yang paling menguntungkan. Namun, studi optimasi lebih lanjut dengan variasi suhu dan kondisi proses lain masih diperlukan untuk menetapkan waktu penyangraian yang benar-benar optimal. Cocoa beans (Theobroma cacao) are a rich source of natural antioxidants, particularly polyphenolic compounds, the stability of which may be affected by post-harvest processing, including roasting. Roasting plays a crucial role in shaping the sensory quality of cocoa and influencing its bioactivity. This study aimed to evaluate the effects of different roasting durations (10, 14, 18, and 22 min) on the antioxidant activity of fermented cocoa beans. Antioxidant activity was measured using the DPPH method and expressed as IC50 (mg/mL) under a completely randomized design. Significant differences were observed among the treatments (p 0.05), with the highest antioxidant activity (lowest IC50 of 6.29 ± 4.45 mg/mL) achieved after 22 min of roasting. This enhancement is likely associated with the formation of Maillard reaction products during roasting. Under the roasting conditions applied in this study (135 °C), a duration of 22 min provided the highest antioxidant activity and can be considered the most favourable time. Nevertheless, further optimisation studies involving different temperatures and processing conditions are required to establish the truly optimal roasting time. Biji kakao (Theobroma cacao) merupakan sumber antioksidan alami yang potensial, terutama senyawa polifenol, yang keberadaannya dapat terpengaruh oleh proses pengolahan, termasuk penyangraian. Proses penyangraian berperan penting dalam menentukan kualitas akhir kakao, tidak hanya dari sisi sensori tetapi juga bioaktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh waktu penyangraian (10, 14, 18, dan 22 menit) terhadap aktivitas antioksidan biji kakao fermentasi. Analisis dilakukan menggunakan metode DPPH dan dinyatakan dalam nilai IC50 (mg/mL) dengan Rancangan Acak Lengkap satu faktor. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan antar perlakuan (p 0,05), di mana aktivitas antioksidan tertinggi (IC50 terendah sebesar 6,29 - 4,45 mg/mL) diperoleh pada penyangraian selama 22 menit. Peningkatan aktivitas ini diduga terkait dengan pembentukan senyawa hasil reaksi Maillard. Dalam kondisi penelitian pada suhu 135 'C, waktu penyangraian 22 menit memberikan aktivitas antioksidan tertinggi sehingga dapat dipertimbangkan sebagai waktu yang paling menguntungkan. Namun, studi optimasi lebih lanjut dengan variasi suhu dan kondisi proses lain masih diperlukan untuk menetapkan waktu penyangraian yang benar-benar optimal. Cocoa beans (Theobroma cacao) are a rich source of natural antioxidants, particularly polyphenolic compounds, the stability of which may be affected by post-harvest processing, including roasting. Roasting plays a crucial role in shaping the sensory quality of cocoa and influencing its bioactivity. This study aimed to evaluate the effects of different roasting durations (10, 14, 18, and 22 min) on the antioxidant activity of fermented cocoa beans. Antioxidant activity was measured using the DPPH method and expressed as IC50 (mg/mL) under a completely randomized design. Significant differences were observed among the treatments (p 0.05), with the highest antioxidant activity (lowest IC50 of 6.29 ± 4.45 mg/mL) achieved after 22 min of roasting. This enhancement is likely associated with the formation of Maillard reaction products during roasting. Under the roasting conditions applied in this study (135 °C), a duration of 22 min provided the highest antioxidant activity and can be considered the most favourable time. Nevertheless, further optimisation studies involving different temperatures and processing conditions are required to establish the truly optimal roasting time.
Analisis Strategi Pemasaran Pada UMKM Ninong Snack Dengan Menggunakan Metode Mix Marketing 7P
Perkembangan dunia usaha di masa kini semakin meningkat dengan bukti banyaknya usaha yang menjual produk dengan jenis yang sama. Maka untuk menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat perusahaan dituntut untuk cepat dan tanggap dalam mengambil keputusan agar usaha yang didirikannya dapat berkembang dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi pemasaran di UMKM Ninong Snack, strategi segmentasi, targeting, dan positioning di UMKM Ninong Snack, serta analisis Mix Marketing di UMKM Ninong Snack. Penelitian ini dilaksankan di UMKM Ninong Snack dengan menggunakan metode studi lapangan dan deskripstif kualitatif dengan mendeskripsikan sesuatu secara sistematis, dilakukan dengan cara observasi, wawancara, serta dokumentasi. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang bersumber dari hasil wawancara, data observasi lapangan pada UMKM Ninong Snack, serta data sekunder yang diperoleh dari penelitian terdahulu atau studi kepustakaan lainnya. Hasil penelitian menujukkan faktor yang mempengaruhi pemasaran berupa faktor internal dan eksternal, strategi segmentasi meliputi 4 variabel demografi, geografi, psikografi, dan perilaku konsumen, targeting dengan pendekatan selective specialization, serta positioning dengan berdasarkan harga dan kualitas, dan mix marketing 7P pada UMKM Ninong Snack
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI DESA BALIAN, KECAMATAN MESUJI RAYA, SUMATERA SELATAN
Keberadaan perkebunan kelapa sawit rakyat berdampak pada dampak lingkungan, sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi masyarakat terkait budidaya kelapa sawit, dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi dari keberadaan kelapa sawit rakyat. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur dengan kuesioner dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki persepsi positif terhadap keberadaan kebun sawit rakyat. 40% masyarakat setuju terkait budidaya dan keberadaan dari kebun sawit rakyat. Masyarakat di Desa Balian tidak melihat pengaruh yang signifikan terhadap dampak keberadaan kebun sawit rakyat terhadap lingkungan, sehingga mayoritas bersifat netral (39%). Masyarakat menyatakan bahwa kebun sawit tidak merusak lahan, tidak mencemari sungai, dan berpotensi menjadi habitat satwa liar. Namun, persepsi terhadap kualitas udara dan air cenderung netral. Mayoritas masyarakat Desa Balian juga merespon netral pada dampak sosial dari keberadaan kebun sawit rakyat (51%). Masyarakat menyetujui bahwa kebun sawit meningkatkan interaksi sosial dan partisipasi pemuda, meskipun pelibatan perempuan masih perlu ditingkatkan. Walaupun lebih banyak merespon netral tetapi yang menyatakan setuju juga lebih banyak dari respon tidak tahu dan tidak setuju pada aspek lingkungan dan sosial. Sedangkan untuk dampak ekonomi, persepsi masyarakat sebagian besar positif (40%). Masyarakat setuju terhadap kontribusi kebun sawit dalam memenuhi kebutuhan keluarga, meningkatkan pendapatan, serta membuka lapangan pekerjaan. Namun, terdapat tingkat ketidaktahuan yang cukup tinggi terkait aspek permodalan. Penelitian ini memberikan dasar bagi pengambilan kebijakan yang mempertimbangkan keseimbangan antara manfaat ekonomi dan tanggung jawab ekologis dari keberadaan kebun sawit rakyat.Kata kunci: persepsi masyarakat, kebun sawit rakyat, lingkungan, ekonomi, sosia