Jurnal Universitas Siliwangi
Not a member yet
2884 research outputs found
Sort by
PENDAMPINGAN UMKM DALAM RANGKA MENINGKATKAN DAYA SAING DI ERA DIGITAL
Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dalam bentuk pendampingan UMKM di Desa Balesari, dilatarbelakangi oleh permasalahan mitra yaitu minimnya diversifikasi produk dan kompetensi untuk memanfaatkan media digital dalam bisnisnya. Tujuan dari program pendampingan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi mitra dalam memproduksi produk yang variatif dan beragam, serta meningkatkan kompetensi mitra dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pengelolaan bisnisnya baik di bidang keuangan maupun pemasaran. Program dilaksanakan dengan menggunakan metode sosialisasi dan tutorial kepada 20 UMKM makanan ringan sebagai mitra sasaran program. Hasil evaluasi pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dari mitra terhadap pentingnya diversifikasi produk dan pemanfaatan teknologi digital. Melalui pelaksanaan program ini diharapkan agar manajemen bisnis dari para pelaku UMKM makanan ringan di Desa Balesari dapat ditingkatkan
Kemampuan Literasi Matematis dalam Menyelesaikan Soal AKM ditinjau dari Keyakinan Matematis Siswa
This research aims to describe students' mathematical literacy abilities in solving AKM type questions with Measurement and Geometry Content in terms of mathematical beliefs. The research method used is an exploratory qualitative method. The subjects of this research were 3 Class VIII students at SMPN 12 Tasikmalaya, looking at their mathematical beliefs in the high, medium and low categories. The research results show that:1)The subject with high mathematical belief can improve their literacies by formulating situations mathematically, employing mathematical concepts, facts, procedures and reasoning, and interpreting, applying and evaluating mathematical outcomes; 2) The subject with medium mathematical belief can improve their literacies by formulating situations mathematically, employing mathematical concepts, facts, procedures and reasoning, and interpreting, applying and evaluating mathematical outcomes. However, students struggle to make generalizations and deductions based on available data, and are unable to apply mathematical concepts and explain their meaning.3) The subject with low mathematical belief can’t improve their literacies by applying and evaluating mathematical outcomes. Students struggle with applying and evaluating mathematical solutions. Students are also developing skills in geometric representation
UPAYA MENINGKATKAN LITERASI NUMERASI MATEMATIKA KELAS 2 SD DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DI SD MUHAMMADIYAH KLECO 2
Penelitian ini dilakukan untuk Peningkatan Literasi Numerasi Peserta Didik Kelas II Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning Di SD Muhammadiyah Kleco. Literasi numerasi adalah kemampuan yang wajib dimiliki oleh peserta didik. Namun, beberapa studi menunjukkan literasi numerasi peserta didik di sekolah dasar masih rendah. Model Problem Based Learning merupakan pembelajaran berbasis masalah yang berpusat pada peserta didik. Model PBL dengan berbantu media pembelajaran konkret merupakan strategi pembelajaran yang diduga dapat memfasilitasi kemampuan literasi numerasi peserta didik. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana meningkatkan kemampuan literasi numerasi dengan model Problem Based Learning di kelas II SD Muammadiyah Kleco. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dua siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas II SD Muhammadiyah Kleco Yogyakarta dengan jumlah 23 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilaksanakan melalui tes, pengamatan, dan dokumetansi. Berdasarkan hasil penelitian model Problem Based Learning dapat meningkatkan literasi numerasi peserta didik. Hal tersebut dibuktikan melalui tindakan yang dilakkukan pada siklus I dan siklus II. Pada siklus I diperoleh data nilai rata-rata 74,13 dengan peserta didik yang tuntas 13 peserta didik atau 60,87%. Siklus II diperoleh data nilai dengan rata-rata 84,13 dengan peserta didik yang tuntas sebanyak 21 peserta didik atau 91,3%. Dengan demikian, kesimpulan dari penelitian ini adalah model Problem Based Learning dengan bantuan media pembelajaran konkret dapat meningkatkan kemampuan literasi numerasi peserta didik kelas II SD Muhammadiyah Kleco Yogyakarta
ANALISIS DAMPAK PERILAKU PERUNDUNGAN TERHADAP KECERDASAN INTERPERSONAL SISWA SEKOLAH DASAR
Dari penelitian yang telah dilakukan pada siswa kelas 3 SDN 2 Windusengkahan dapat disimpulkan bahwa terdapat perilaku perundungan yang melibatkan 4 orang siswa perempuan dan 1 orang siswa laki-laki di kelas 3. Bentuk perundungan yang terjadi meliputi kontak verbal langsung kontak non-verbal langsung, dan kontak non-verbal tidak langsung. Faktor penyebab perundungan adalah rasa ingin berkuasa atau mendominasi teman lain, serta kepuasan tersendiri bagi pelaku perundungan. Korban perundungan mengalami perasaan sakit hati, merasa takut untuk melawan, dan hanya diam serta pasrah terhadap perlakuan buruk tersebut. Perilaku perundungan berdampak signifikan pada dimensi kecerdasan interpersonal siswa, meliputi: Kepekaan sosial (kurangnya empati dan sikap pro-sosial), Wawasan sosial (kesulitan kesadaran diri, pemecahan masalah, pemahaman situasi sosial, dan etika sosial) Komunikasi sosial (kesulitan berkomunikasi dan mendengarkan secara efektif)
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA (STUDI QUASI EKSPERIMEN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS IV SD NEGERI CIJOHO TAHUN AJARAN 2024/2025)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SDN Cijoho Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan. Model pembelajaran kooperatif tipe make a match merupakan model pembelajaran yang menuntut siswa untuk aktif mencari dan mencocokan pasangan kartu soal dan jawaban sehingga dapat membentuk siswa aktif, mandiri, bekerja sama, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa antara kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dengan hasil belajar siswa antara kelas yang menggunakan model pembelajaran number head together dan untuk mengetahui perbedaan peningkatan (Gain) hasil belajar siswa antara kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dengan peningkatan hasil belajar siswa pada kelas yang menggunakan model pembelajaran number head together. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen, dengan objek penelitian yaitu di SDN Cijoho dengan sampel pada kelas eksperimen 26 siswa dan kelas kontrol 28 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes objektif (Pretest-Posttest). Teknik analisis data pada penelitian ini adalah Uji Normalitas, Uji Homogenitas, Uji Hipotesis dan Uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran make a match dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa indonesia SDN Cijoho Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan
Mismatched Expectations and Perceptions in Undergraduate Thesis Supervision
Thesis supervision involves both supervisors and supervisees that have different perceptions and expectations. This study aims to explore the perceptions of supervisors and expectations of supervisees. An exploratory case study design was applied in this study. Eleven of 24 supervisors who participated in this study responded to questions about their supervisory given via Google Form. Nine English undergraduate students who are currently working on their undergraduate thesis were involved. A set of questions was distributed to supervisors and semi-structured interview was applied to supervisees. The data were analyzed thematically. The findings revealed that there are mismatched expectations and perceptions that contribute to the complexity of thesis supervision. The supervisors have a positive perception about their relationship with the supervisees. They recognize their supervisees' needs and have professional relationships with their supervisees. They provide help and guidance, such as providing online links of material to support the supervisee’s thesis. Furthermore, they expect their supervisees to have autonomy in learning for their own thesis, have adequate research knowledge and skills, and have good communication skills. However, the supervisees expected that their supervisors recognized each supervisee's characters, needs, and weaknesses. They expect to receive clear and structured instructions to outline their research schedules and activities and to receive oral specific feedback on specific parts of their thesis. This study highlights a need for clarity about the expectations of each party to minimize mismatched expectations.Keywords: thesis expectations, thesis perceptions, undergraduate thesis supervisio
PARENTING SELF EFFICACY : STUDI PADA ORANG TUA DENGAN ANAK USIA DINI BERKEBUTUHAN KHUSUS
Mengasuh anak berkebutuhan khusus merupakan tantangan tersendiri bagi orang tua karena memerlukan pengetahuan, kesadaran dan keterampilan yang lebih dari mengasuh anak-anak normal. Faktanya, tidak semua orang tua memiliki kondisi pengetahuan, kesadaran dan keterampilan yang sama dalam melakukan pengasuhannya. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana kondisi parenting self efficacy pada orang tua anak usia dini berkebutuhan khusus. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data pada penelitian ini diperoleh melalui teknik wawancara yang dilakukan terhadap orang tua siswa yang memiliki anak berkubuthan khusus yang dipilih secara purposive berdasarkan jenis disabilitas anak serta kesediaan orang tua yang juga didukung dengan dokumen-dokumen yang dimiliki oleh sekolah maupun orang tua. Analisis data dilakukan melalui empat tahapan pengumpulan data, reduksi data, peyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang tua anak usia dini berkebutuhan khusus berada pada tingkat self efficacy yang tinggi sebagaimana tampak dari cara pandang orang tua melihat masalah sebagai hal yang positif. Masalah yang ada dianggap sebagai tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikan. Ketika mengalami kegagalan cepat untuk bangkit dan mau mencoba kembali, dan selalu berusaha mencari dan mencoba hal baru sebagai upaya untuk menyelesaikan masalah
ANALISIS SURVEY PEMAHAMAN PEMASARAN PRODUK PESERTA PADA PELATIHAN DIGITAL MARKETING DI DESA KERTABUMI KABUPATEN CIAMIS
Pelatihan digital marketing semakin relevan sebagai upaya peningkatan pengetahuan pemasaran masyarakat pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman pemasaran produk peserta pada pelatihan digital marketing di Desa Kertabumi Kabupaten Ciamis. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode survei dengan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik deskriptif. Responden adalah 30 masyarakat Desa Kertabumi yang mengikuti pelatihan. Hasil menunjukkan bahwa 90% responden merasa pelatihan sangat membantu meningkatkan pemahaman pemasaran. Sebanyak 83,3% merasakan peningkatan penjualan produk setelah menerapkan teknik digital marketing. Selain itu, 80% responden merasa lebih percaya diri dalam memasarkan produk secara digital, sedangkan 76,7% menyatakan bahwa digital marketing membantu menarik pelanggan secara lebih efektif. Peningkatan ini dikaitkan dengan penguasaan teknik promosi melalui media sosial, platform e-commerce, serta strategi konten yang menarik. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pelatihan digital marketing memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan masyarakat desa dalam mengelola pemasaran digital. Namun, beberapa kendala seperti literasi teknologi yang rendah dan akses internet yang terbatas perlu diatasi melalui pendampingan lanjutan. Program pelatihan serupa disarankan untuk diterapkan secara lebih luas guna mendukung pemberdayaan masyarakat pedesaan dan meningkatkan ekonomi lokal. Simpulan dari penelitian ini bahwa pelatihan digital marketing efektif meningkatkan pemahaman pemasaran produk masyarakat pedesaan. Sebagian besar peserta merasakan manfaat langsung dalam peningkatan pemahaman, kepercayaan diri, dan daya jangkau pasar melalui pemasaran digital.Kata kunci: pelatihan digital marketing, pemasaran produk,UMKM Abstract Digital marketing training has become increasingly relevant as an effort to enhance marketing knowledge in rural communities. This study aims to analyze participants' understanding of product marketing through digital marketing training in Kertabumi Village, Ciamis Regency. This quantitative research used a survey method with a questionnaire as the data collection tool. Data analysis was conducted using descriptive statistical techniques. The respondents consisted of 30 residents of Kertabumi Village who participated in the training. The results showed that 90% of the respondents felt the training significantly improved their marketing understanding. Additionally, 83.3% experienced increased product sales after applying digital marketing techniques. Furthermore, 80% of respondents felt more confident in marketing products digitally, while 76.7% stated that digital marketing effectively helped attract customers. This improvement is attributed to mastery of promotional techniques through social media, e-commerce platforms, and engaging content strategies. This study revealed that digital marketing training has a significant impact on rural communities' ability to manage digital marketing. However, challenges such as low technological literacy and limited internet access need to be addressed through further mentoring. Similar training programs are recommended to be implemented more broadly to support rural community empowerment and improve the local economy. The conclusion of this study is that digital marketing training effectively enhances product marketing understanding in rural communities. Most participants experienced direct benefits in terms of improved understanding, confidence, and market reach through digital marketing.Keyword: digital marketing training, product marketing, UMKM
The Role of Nazhir in Overseeing The Settlement of Waqf Land Dispute
AbstractIntroduction to The Problem: The waqf land disputes which occurred on Jl. Keranggan, Palangka Raya City with an area of 580,000 m2 occurred because of the inter-Nazhir case, where the old Nazhir brought the certificate of the donated land so that the new Nazhir could not carry out his duties optimally. Therefore, this study aims to determine and analyze the role of Nazhir in overseeing the settlement of waqf land disputes on Jl. Keranggan, Palangka Raya City.Design/Methodology/Approach: This field research used qualitative methods. There are 1 nazhir subjects and 2 informant. The data were collected through observations, interviews, and documentation. It applied source triangulation for data validation. The data analysis covered data collection, reduction, display, and concluding drawing.Findings: The result of this study is that the role of nazhir in over seeing the settlement of waqf land disputes has been role in carrying out their duties and obligations to care for and maintain the ridht to the waqf land, because the nazhir is the person who is responsible for maintain the rights to the waqf land, because the nazhir is the one who is responsible for the waqf land.Paper Type: Research Article or General ReviewKeywords: Dispute settlement, roles of nazhi
OPTIMIZING PURCHASE PATH: ENHANCING BUYING DECISIONS THROUGH SEO WITH STORE BRAND AWARENESS AS A MEDIATOR
This study aims to analyze the impact of e-commerce SEO and website SEO on iPhone purchasing decisions among students in Palembang, both directly and with store brand awareness as an intervening variable. The study uses a quantitative approach with a non-probabilistic sampling method, specifically purposive sampling. The sample size for this study is 100 respondents, consisting of students from public and private universities in Palembang. The study found that in e-commerce SEO, titles and URLs are the most influential indicators (each contributing 75%), but overall, e-commerce SEO does not have a significant impact on brand awareness or purchasing decisions through brand awareness. Conversely, for website SEO, the description is the most important factor (88%), significantly enhancing brand awareness, which in turn influences purchasing decisions. While SEO improves brand awareness and indirectly influences purchasing, it does not have a direct impact on purchasing decisions. Therefore, effective SEO should focus on building brand awareness through detailed descriptions.The implementation of this research suggests that SEO efforts should focus on crafting informative and engaging product descriptions to boost brand awareness. Optimize titles and URLs with relevant keywords to improve visibility in search results. Integrate SEO with broader branding strategies, such as digital advertising and social media, to strengthen brand awareness and support purchasing decisions. Ensure that the user experience on the site reinforces a positive impression of the brand